Author : M. Ihsan Noviby Sholih , Muhammad Turmudzi, Fardani Annisa D.
Abstrak
Kabupaten Tuban merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi wisata alam, sejarah, dan budaya yang bernilai tinggi, salah satunya adalah Goa Akbar sebagai destinasi wisata yang menyimpan nilai historis, legenda, serta identitas budaya masyarakat setempat. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pelajar, mengenai sejarah, legenda, serta kondisi terkini Goa Akbar akibat keterbatasan media informasi yang menarik dan edukatif. Selain itu, media promosi dalam bentuk video dokumenter yang mengangkat potensi Goa Akbar masih sangat terbatas sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat belum optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan memproduksi video dokumenter berjudul Goa Akbar Tuban: Menyelami Warisan Legenda, Merawat Cagar Budaya Kota Tuban sebagai media informasi, edukasi, dan promosi wisata budaya. Proses pengembangan video dilakukan melalui tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi dengan menerapkan teknik sinematografi yang meliputi komposisi gambar, sudut pengambilan gambar, pergerakan kamera, pencahayaan, serta penyusunan narasi yang informatif. Video dokumenter dirancang untuk menyajikan informasi mengenai sejarah, legenda, kondisi aktual, serta pentingnya pelestarian Goa Akbar melalui perpaduan unsur visual, audio, dan narasi sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga cagar budaya sebagai warisan daerah. Penelitian ini juga menghasilkan media dokumenter yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan media promosi wisata budaya Kabupaten Tuban. Kinerja video dokumenter dievaluasi menggunakan metode PIECES yang mencakup aspek Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, dan Service. Hasil pengujian terhadap audiens memperoleh nilai indeks sebesar 81,93% dengan kategori Sangat Puas, yang menunjukkan bahwa video dokumenter mampu menyampaikan informasi secara efektif, menarik, dan layak digunakan sebagai media informasi, edukasi, serta promosi wisata budaya Goa Akbar Tuban.
RANCANG BANGUN LAMPU PJU OTOMATIS GUNA MENGURANGI DAYA KELUARAN DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR PIR
Author : Satriyo Bagus Mukti , Suryono, Indhana Sudiharto
Abstrak
Penerangan Jalan Umum merupakan elemen vital dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Namun, konsumsi energi yang tinggi dari lampu PJU konvensional menjadi tantangan utama dalam upaya efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem lampu Penerangan Jalan Umum otomatis yang efisien dalam penggunaan daya. Sistem ini memanfaatkan sensor Passive Infrared untuk mendeteksi keberadaan manusia atau kendaraan, sehingga lampu PJU hanya menyala ketika diperlukan. Saat tidak ada pergerakan terdeteksi, lampu tidak akan beroprasi, dan Kembali beroprasi ketika pergerakan terdeteksi. Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan dapat mengurangi konsumsi daya listrik secara signifikan. Sistem dirancang dengan menggunakan mikrokontroler STM32F4 sebagai pusat pengendali, yang diintegrasikan dengan sensor PIR dan modul pencahayaan LED. Dengan implementasi sistem ini, diharapkan dapat tercipta solusi penerangan jalan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
ANALISA PENGARUH DEFECTED GROUND STRUCTURE (DGS) TERHADAP ANTENA MIKROSTRIP ARRAY UNTUK FREKUENSI 1030-1090 MHZ
Author : Yudita Nirmala Kartikasari , Budi Aswoyo, Bambang Bagus H,
Abstrak
Monopulse Secondary Surveillance Radar (MSSR) adalah salah satu fasilitas pengamatan penerbangan yang berada di ground digunakan untuk memantau pergerakan pesawat di ruang udara. Monopulse Secondary Surveillance Radar (MSSR) menggunakan gelombang radio yang bekerja pada frekeuensi 1030 MHz untuk mengirimkan sinyal interogasi dan frekuensi 1090 MHz untuk menerima sinyal reply. Ground station Monopulse Secondary Surveillance Radar akan mengirimkan sinyal interogasi kepada transponder pesawat, kemudian transponder pesawat akan mengirimkan sinyal reply kepada ground station Monopulse Secondary Surveillance Radar. Antena merupakan salah satu perangkat yang penting dalam proses pengiriman dan penerimaan gelombang elektromagnetik. Antena ground station Monopulse Secondary Surveillance Radar memiliki massa yang berat dan dimensi yang besar. Perkembangan dunia telekomunikasi wireless yang ada pada saat ini semakin maju. Antena mikrostrip merupakan antena modern dengan banyak lentinan dibandingkan dengan antena analog, dimana dimensi dari antena mikrostrip ini kecil dan mudah dalam proses fabrikasi. Antena mikrostrip terdiri dari bagian patch, substrat, dan groundplane. Pada penelitian ini, antena mikrostrip yang dirancang menggunakan bahan Copper untuk patch dan groundplane serta bahan FR-4 untuk bagian substrat. Patch dan groundplane memiliki ketebalan 0.035 mm, sedangkan substrat memiliki ketebalan 1.6 mm. Antena yang dirancang pada penelitian ini merupakan antena mikrostrip circular yang dapat mencakup frekuensi 1030 MHz-1090 MHz. Rancangan antena mikrostrip circular akan menggunakan teknik Defected Ground Structure (DGS) untuk meningkatkan bandwidth, serta teknik Array untuk meningkatkan gain.
RANCANG BANGUN ALAT PENYEIMBANG ARUS BEBAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH BERBASIS MIKROKONTROLLER
Author : Firman Dwijaya Amir , Yahya Chusna Arief, Dimas Okky A.
Abstrak
Salah sau gangguan pada trafo distribusi ialah beban tak seimbang yang bisa mempengaruhi lifetime trafo. Hingga sekarang, PLN belum memiliki SOP yang efektif untuk mengatasi permasalahan ini. Selama ini pengukuran nilai pembebanan dilakukan petugas PLN selama 6 bulan sekali per gardu distribusi, tentunya 6 bulan adalah periode waktu yang cukup lama. Bila trafo mengalami beban tak seimbang dalam waktu lama, bisa mengakibatkan salah satu fasa menjadi overload atau lebih dikenal dengan overblast. Dengan begitu trafo akan menjadi panas dan dapat menyebabkan kerugian bagi PLN dalam mengganti material dan konsumen terganggu akibat kontinuitas listrik terputus. Selain itu, SOP penyeimbangan beban yang dilakukan tidak efektif yaitu harus dilakukan pemadaman pada trafo distribusi dan juga harus memastikan phasa yang manakah yang akan dipindah sehiungga penyeimbang beban tidak akurat mengingaat beban berubah-ubah setiap saat. Dari permasalahan tersebut dibuatlah suatu proyek akhir, yaitu sebuah prototipe alat penyeimbang beban otomatis pada jaringan tegangan rendah berbasis mikrokontroller. Proyek akhir ini mampu memonitoring pengukuran beban secara realtime dan melakukan penyeimbangan secara otomatis apabila lebih 25% prosentase beban tak seimbangnya. Alat ini menggunakan sensor arus, lalu data dari sensor arus diolah di mikrokontroller (ARM-STM32f1) yang kemudian akan ditampilkan pada LCD, dan dikirim ke webserver menggunakan modul SIM800L. Selain itu, mikrokontroller juga akan melakukan penyeimbangan otomatis dengan mengatur relay-relay yang dilakukan 1 kali dalam 1 bulan demi meminimalisir kedip pada pelanggan. Pengambilan data hasil pengujian yaitu dengan membandingkan besar prosentase ketidaksimbangan bebam sebelum dilakukan penyeimbangan dengan setelah dilakukan penyeimbangan oleh alat ini. Besar prosentase ketidakseimbangan arus beban setelah dilakukan penyeimbangan mengalami penurunan prosentase sebesar 9% sampai dengan 60%.
TALKING KRISHNA - PENGEMBANGAN KARAKTER 3D KRISHNA
Author : Brigitta Violena Mahardika , Hestiasari Rante, Fardani Annisa D., Artiiarini Kusuma N.
Abstrak
Generasi akhir Z dan Generasi Alpha merupakan generasi anak yang paling dekat dengan Internet dan teknologi, menjadikan anak pada Generasi Alpha sangat bergantung pada teknologi, salah satunya adalah gadget. Ketergantungan tersebut menyebabkan anak pada generasi ini menjadi lebih individualis dan egois karena kurangnya pergaulan secara langsung. Selain itu, kemajuan teknologi saat ini membuat koneksi secara global pun semakin meluas, sehingga kebutuhan akan bahasa internasional untuk berkomunikasi juga sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah aplikasi edukasi interaktif berbasis Bahasa Inggris dengan menggunakan karakter Krishna sebagai tokoh utamanya. Tokoh Krishna ini akan dibuat semenarik mungkin agar anak dapat lebih mudah menangkap ilmu yang ada pada Talking Krishna. Selain itu, karakter Krishna ini juga akan menyampaikan beberapa nilai moral yang dibutuhkan. Karakter Krishna dibuat dengan memanfaatkan animasi 3D dengan Cinema 4D agar lebih menarik minat anak dalam aplikasi ini.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer