PENERAPAN TEKNOLOGI HYBRID PADA PENGERING IKAN TIPE RAK DENGAN METODE KONTROL SUHU FUZZY LOGIC
Author : Evi Sri Yulia Ningrum  , Alrijadjis, Madyono

Abstrak

Salah satu pengolahan hasil perikanan laut di Kabupaten Sumenep Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten dilakukan dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari langsung. Metode ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu kondisi cuaca yang tidak menentu, kualitas ikan kering dan keterbatasan listrik rumah tangga untuk menggunakan mesin pengering. Proses penjemuran ikan di luar ruangan dapat menyebabkan ikan mudah terserang debu atau lalat. Dengan pembuatan alat pengering ikan dengan tipe rak tertutup dapat mengatasi kekurangan yang sebelumnya ditemui. Selain itu, penggunaan kolektor surya sebagai sumber panas dapat menjadi solusi untuk keterbatasan listrik rumah tangga sehingga membuat listrik yang dikonsumsi menjadi lebih hemat. Dapat dikatakan pengering ini menggunakan metode hybrid sebagai sumber panas. Selain itu, penggunaan pengontrol suhu dengan metode fuzzy dapat membuat suhu di ruang pengering lebih stabil. Untuk input fuzzy berupa error dan delta error dan output berupa pwm untuk exhaust fan untuk mengontrol suhu. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan alat ini adalah penggunaan suhu ruang pengering, dan kadar air ikan sesuai dengan SNI. Perhitungan kadar air dapat diperoleh dengan menghitung berat akhir ikan seberat 60% dari berat awal sebelum dikeringkan. Mesin pengering ikan ini diharapkan dapat membantu rumah produksi ikan kering dalam menghasilkan produk tanpa terkendala cuaca dan keterbatasan daya listrik.


PERANCANGAN MEDIA INFORMASI KOMUNITAS ARSA SURABAYA BERBASIS WEBSITE

Author : Regita Aulia Rahmatillah  , Irma Wulandari, Jauari Akhmad Nur Hasim

Abstrak

Perkembangan teknologi internet telah mengubah cara komunikasi dan akses informasi dalam masyarakat. Di era yang serba cepat ini, internet telah menjadi alat penting dalam memperoleh informasi dari berbagai sumber. Komunitas Arsa Surabaya, sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, menyadari pentingnya memanfaatkan internet sebagai media informasi yang efektif. Oleh karena itu, dalam proyek akhir ini, dilakukan pembuatan website komunitas Arsa Surabaya sebagai media informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Melalui website ini, masyarakat dapat memperoleh informasi tentang kegiatan bakti sosial, program donasi, dan berbagai upaya komunitas Arsa Surabaya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam pembuatan website ini, digunakan CMS (Content Management System) Wordpress sebagai platform yang memudahkan pengelolaan dan pembaruan konten. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan langkah-langkah pembuatan website serta menganalisis manfaat dan dampaknya bagi komunitas Arsa Surabaya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Diharapkan bahwa penggunaan website sebagai media informasi akan memperluas jangkauan komunitas Arsa Surabaya dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hal tersebut dibuktikan dengan serangkaian pengujian yang sudah dilakukan antara lain pada pengujian expert mendapatkan intepretasi “Sangat Baik” dengan skor 90%, Pada pengujian user menggunakan metode Webqual 4.0 memperoleh interpretasi “Sangat Baik” dengan skor 91%, Dan pada pengujian pihak kerja sama memiliki interpretasi “Sangat Baik” dengan skor 91%.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI MPPT PADA PHOTOVOLTAIC MENGGUNAKAN METODE GRAVITATIONAL SEARCH ALGORITHM (GSA)

Author : M Rizky  , Eka Prasetyono, Epyk Sunarno

Abstrak

Photovoltaic merupakan sumber energi terbarukan yang menawarkan banyak keuntungan seperti tanpa memerlukan bahan bakar fosil, tidak menghasilkan polusi, biaya perawatan rendah dan tidak menghasilkan kebisingan. Besarnya energi listrik yang dihasilkan oleh photovoltaic bergantung pada besar kecil iradiasi, temperatur, halangan, dan sudut kemiringan. Selain mempunyai kelebihan, photovoltaic mempunyai kekurangan, yaitu besar arus dan tegangan luaran dari photovoltaic nilainya berubah ubah tergantung dari perubahan intensitas cahaya matahari, sehingga daya yang disalurkan pada beban tidak lagi pada kondisi maksimum. Untuk mengatasi arus dan tegangan pada photovoltaic yang berubah ubah karena perubahan intensitas cahaya matahari dan temperatur, maka diperlukan suatu cara untuk optimalisasi daya luaran photovoltaic menggunakan Maximum Power Point Tracking (MPPT). Salah satu metode yang digunakan adalah Gravitational Search Agorithm (GSA). Untuk menghasilkan luaran DC – DC SEPIC Converter yang optimal, maka duty cycle dioptimalkan melalui GSA. Dari hasil percobaan melalui pengaturan duty cycle pada rangkaian SEPIC Converter menggunakan sumber photovoltaic 100 Wp dengan nilai iradiasi 893 W/M2 yang terhubung dengan beban resistor 8 ohm dihasilkan tegangan yang maksimal sebesar 14.07 Volt. Nilai tegangan ini memiliki nilai error sebesar 0.35% dari nilai tegangan maksimum photovoltaic. MPPT menggunakan metode GSA ini dapat menghasilkan daya sebesar 61.96 Watt dengan tingkat keakurasian 99.45%. dan memiliki nilai daya yang lebih besar jika dibandingkan dengan MPPT Konvensional atau metode Peturb and Observe (PNO) yang menghasilkan daya sebesar 60.72 Watt dengan akurasi 97.42%.


RANCANG BANGUN IDENTIFIKASI GANGGUAN PARTIAL SHADING DAN UNDER FAULT PADA PHOTOVOLTAIC ARRAY DENGAN METODE ANN

Author : Gigih Surya Adi Pratama  , Hendik Eko HS, Yahya Chusna Arief

Abstrak

Penggunaan photovoltaic yang semakin pesat membuat berbagai pihak berlomba dalam mengembangkan dan meningkatkan efektivitas dari photovoltaic sebagai pemasok energi utama dengan berbagai algoritma terbaru atau bahkan kombinasi dari berbagai algoritma yang tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan algoritma tersebut photovoltaic akan mampu menghasilkan daya keluaran secara maksimal, namun meskipun photovoltaic dapat mendapatkan titik daya maksimumnya, tetap saja, ketika terjadi gangguan baik di dalam atau diantara modul photovoltaic array, pengurangan pada daya keluaran tetap akan terjadi. Neural network sebagai salah satu metode yang handal dalam memecahkan berbagai permasalahan yang muncul pada photovoltaic array akan digunakan, neural network akan memodelkan berbagai permasalahan yang akan diamati antara lain partial shading, serta gangguan open circuit dan gangguan hubung singkat. Proses pemodelan neural network terhadap berbagai kesalahan yang terjadi akan dilakukan melalui MATLAB. Diharapkan pada proyek akhir ini adalah terciptanya sebuah alat yang mampu melakukan indentifikasi terhadap gangguan partial shading, gangguan hubung singkat serta gangguan open circuit yang terjadi pada photovoltaic array dengan metode neural network. Dengan hal ini, alat ini dapat digunakan sebagai pembantu dalam hal mengidentifikasi kesalahan yang muncul pada photovoltaic array sehingga proses perawatan dan pengamatan modul photovoltaic array akan lebih mudah.


STUDI PERBANDINGAN TEKNIK REDUKSI PAPR SLM DENGAN DERET BINER PROLATE DAN DERET FIBONACCI PADA SINYAL OFDM

Author : Dinta Pradhista Budi Wijono  , Yoedy Moegiharto, Hendy Briantoro

Abstrak

OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik modulasi multicarrier dengan beberapa kelebihan antaralain dapat menghemat bandwidth sebesar 50% dan kebal terhadap multipath fading dan interferensi. OFDM memiliki kelemahan utama yaitu nilai PAPR yang tinggi pada sisi transmitter. Oleh karena itu pada proyek akhir ini akan dibuat teknik SLM (Selected Mapping) untuk mereduksi nilai PAPR yang tinggi. Di SLM input data dimodulasi dan di salin sejumlah subcarrier. Kemudian dibangkitkan Prolate binary sequences dan Fibonacci binary sequences sebagai factor phase sebagai pengali data input. Untuk membangkitkan Prolate membutuhkan clock cycle lebih sedikit jika dibandingkan dengan Fibonacci. Hasil dari perkalian data input dengan faktor fase dengan nilai PAPR terkecil akan ditampilkan pada kurva CCDF. Sehingga hasil yang diharapkan dengan menggunakan Prolate binary sequences dan Fibonacci binary sequences dapat mengurangi PAPR yang tinggi. Hasil dari simulasi dan pengujian sistem SLM Prolate dapat mereduksi PAPR0 sebesar 3,66 dB untuk jumlah subcarrier 512 dan subblok sebanyak 8. Sedangkan pada SLM Fibonacci dapat mereduksi PAPR0 sebesar 0,36 dB pada subcarrier 512 dan subblok 8. Hal ini membuktikan bahwa kinerja SLM menggunakan Prolate binary sequences lebih baik daripada Fibonacci binary sequences. Sedangkan pada saat subcarrier 1024 dan subblok 8, SLM Prolate dapat mereduksi PAPR0 sebesar 3,58 dB dan 0,32 untuk SLM Fibonacci. Dari hal ini membuktikan menggunakan subcarrier yang lebih sedikit kinerjanya semakin baik. Pada saat pengujian dengan menggunakan subcarrier 1024 dengan subblok 4, 8 dan 16 pada SLM Prolate dan Fibonacci, yang mampu mereduksi PAPR0 dengan baik adalah subblok 16. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak subblok yang digunakan semakin baik kinerja SLM untuk mereduksi nilai PAPR0.