SISTEM VERIFIKASI DALAM PEMBELIAN TIKET ONLINE KEGIATAN BERSKALA BESAR MENGGUNAKAN FACE RECOGNITION
Author : Ilma Uqiyanis Saged Cahyani  , Ali Ridho Barakbah, Tita Karlita

Abstrak

Penjualan tiket pertandingan sepak bola saat ini umumnya sudah dilakukan dengan cara pembelian melalui situs online, sehingga penonton pertandingan sepak bola dapat membeli tiket tanpa harus mengantri di loket stadion terlebih dahulu. Namun saat ini masih terdapat oknum calo tiket dimana hal ini sangat merugikan para penonton dikarenakan harga tiket yang dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Dari permasalahan di atas maka dibuatlah sistem yaitu Sistem Verifikasi Dalam Pembelian Tiket Online Kegiatan Berskala Besar Menggunakan Face Recognition. Sistem ini dibangun dengan menggunakan pustaka (library) Face Recognition dengan KAIROS face recognition. Dimana didalamnya terdapat algoritma mengklasifikasikan obyek baru berdasarkan atribut dan sample-sample dari training data. wajah penonton akan dideteksi terlebih dahulu oleh petugas yang menjaga di pintu masuk menggunakan device yang telah mengakses website dari sistem yang akan dibangun sebelum masuk ke dalam stadion, apakah wajah yang dideteksi ini sesuai dengan input dataset atau foto yang didaftarkan saat melakukan pembelian tiket, jika tidak maka penonton tidak diperbolehkan masuk stadion. Sehingga tidak terdapat celah bagi calo untuk membeli tiket dengan banyak dan dijual Kembali, karena setiap penonton yang melakukan pembelian tiket diharuskan untuk mendaftarkan dirinya menggunakan kartu identitas dan foto masing-masing. Penulis melakukan eksperimen menggunakan foto dari 89 orang yang menghasilkan kecocokan wajah “MatchedFace” 100% , proses pencocokan tercepat 813s dan terlama 8.61s dengan nilai hasil ekstraksi fitur confidence terbesar 1 dan terkecil 0.99307. pada pencocokan wajah menggunakan parameter penggunaan atribut pada foto seperti penggunaan kacamata dihasilkan similarity 0.755551 dan convidence 0.99929 . pada parameter penggunaan model rambut yang berbeda dihasilkan similarity 0.84544 dan confidence 0.99999 .


PENERAPAN PEMBELAJARAN HURUF HIJAIYAH BERBASIS ANIMASI 2D DAN DEMONSTRASI PADA TINGKAT KANAK-KANAK

Author : Putri Puspita Sari  , M. Agus Zainuddin, Hestiasari Rante

Abstrak

Kemampuan membaca huruf Hijaiyah pada anak usia dini masih rendah, sementara metode pembelajaran yang ada dinilai kurang menarik dan kurang efektif diterapkan di Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menerapkan media pembelajaran huruf Hijaiyah berbasis animasi 2D dan demonstrasi, serta mengevaluasi efektivitasnya terhadap pemahaman, keaktifan, dan kelayakan media bagi anak usia dini. Data dikumpulkan melalui pengujian sebelum dan sesudah penggunaan media, observasi aktivitas belajar, serta validasi oleh ahli media dan ahli materi, dilengkapi analisis terhadap alur cerita dan tampilan visual media. Subjek penelitian adalah anak-anak di Taman Kanak-Kanak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini efektif meningkatkan pemahaman anak, dengan nilai rata-rata naik dari 50 menjadi 100 dan indeks N-Gain sebesar 1,00 (kategori tinggi). Tingkat keaktifan siswa selama pembelajaran tercatat sebesar 91,67% (kategori "Sangat Tinggi"), dan media dinyatakan "Sangat Layak" untuk digunakan sebagai penunjang pembelajaran berdasarkan validasi ahli. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini efektif meningkatkan pemahaman, keaktifan, dan minat belajar anak, serta layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, terutama pada penyempurnaan materi, kualitas visual, variasi animasi, dan penambahan fitur latihan interaktif.


KONTROL KESEIMBANGAN PADA HUMANOID ROBOT DANCING ERISA MENGGUNAKAN KONTROL FUZZY LOGIC DENGAN MULTISENSOR FEEDBACK

Author : Mawaridi Adhitya Tahrizi  , Adnan Rachmat Anom Besari, Bayu Sandi Marta

Abstrak

Penelitian robot humanoid banyak sekali dikembangkan, namun sampai saat ini masih jarang membahas tentang kontrol keseimbangan. Dalam sistem keseimbangan pada robot humanoid rata-rata menggunakan sensor IMU(Inertial Measurement Unit) untuk mendeteksi kemiringan, pergeseran dan gaya gravitasi. Tetapi banyak juga cara dan model sensor agar bisa membuat robot humanoid menjadi seimbang. Dengan menggunakan salah satu sensor yaitu FSR(Force Sensing Resistance). Oleh karena itu pada tugas akhir ini penulis membuat suatu sistem keseimbangan robot berkaki dua (humanoid). Model kinematika robot yang digunakan memiliki 6 sendi untuk tiap kaki. Sistem ini menggunakan multisensor yaitu sensor FSR yang berfungsi untuk mengukur tekanan pada 4 titik terluar kaki agar dapat mengetahui gaya tekan pada setiap titik, kemudian dari itu dapat ditarik resultan gaya pada keempat titik tersebut. Hasil pengolahan dari resultan gaya pada keempat titik tersebut akan memunculkan sebuah koordinat titik tumpu pada telapak kaki robot. Jadi saat robot dalam kondisi miring titik tumpu robot akan berpindah. Dari perpindahan titik tumpu ini digunakan sebagai sistem keseimbangan robot dan masukan dalam sistem kontrol keseimbangan yang menggunakan metode logika fuzzy yang menggabungkan input dari keluaran resultan gaya berupa nilai error koordinat y dan nilai integral error y. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada kondisi papan pengujian di permukaan rata dan tidak licin, robot dapat mempertahankan keseimbangan pada papan dengan kemiringan 20° dari permukaan tanah dalam arah anterior dan posterior.


APLIKASI ONLINE DESAIN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI

Author : Maryam Khansa' Mahdiyah  , Ali Ridho Barakbah, Isbat Uzzin Nadhori

Abstrak

Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Disetiap perguruan tinggi memiliki sebuah kurikulum yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Kurikulum sendiri berisi seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar. Penyusunan atau desain kurikulum ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja. Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi membuat kurikulum harus selalu diperbarui. Perbaruan pada kurikulum ini bertujuan agar kualitas pendidikan semakin baik. Terdapat beberapa permasalahan saat perancangan kurikulum, yaitu adanya capaian pembelajaran lulusan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak program studi dan juga waktu yang digunakan untuk perancangan kurikulum terlalu lama karena banyaknya data yang harus diproses. Hal ini menjadikan tujuan dari kurikulum perguruan tinggi tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Dari pemasahan tersebut, saya membuat sebuah aplikasi website yang dapat digunakan oleh dosen yang bertugas membuat atau memperbarui kurikulum. Dalam aplikasi ini terdapat beberapa menu yang dapat diisi oleh user untuk menghasilkan sebuah kurikulum perguruan tinggi. Menu tersebut berupa alur atau tahapan penyusunan kurikulum yang telah disepakati oleh pihak program studi. Aplikasi ini akan menghasilkan daftar mata kuliah beserta sks dan jamnya dalam satu semester yang dapat dicetak dengan format PDF untuk tiap semesternya.


DETEKSI PENYAKIT EARLY BLIGHT DAN LATE BLIGHT MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES

Author : Wahyu Abid Arifiyanto  , Iwan Syarif, Nana Ramadijanti

Abstrak

Tanaman kentang dan tomat mempunyai jenis penyakit yang merusak dan dapat menyebabkan kegagalan panen. Diantara sekian banyak penyakit, ada penyakit early blight dan late blight. Kedua jenis penyakit ini adalah penyakit paling berbahaya untuk tanaman di daerah tropis dan subtropis. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi secara dini keberadaan penyakit sehingga kerusakan tanaman dapat dicegah. Penelitian ini menyajikan pendekatan baru untuk mendeteksi perbedaan penyakit early blight dan late blight berdasarkan daun, dengan menggabungkan Gabor Filter dan Naïve Bayes. Gabor Filter digunakan untuk ekstraksi fitur dengan hasil mean, median ,dan standart devisi. Parameter yang digunakan pada Gabor Filter ada 5 buah frekuensi untuk kentang dan tomat, 8 buah rotasi untuk kentang dan 10 rotasi untuk tomat. Naïve Bayes digunakan untuk memodelkan ekstraksi fitur dan mengklasifikasikan fitur. Aplikasi yang dikembangakn ini dapat mendeteksi penyakit dengan tingkat 92% (kentang), 78%(tomat) pada data training dan 76%(kentang), 63%(tomat) pada data testing.