IMPLEMENTASI HISTOGRAM OF ORIENTED GRADIENT UNTUK MENDETEKSI MANUSIA PADA IOT SURVEILLANCE
Author : Dimas Rangga Noval Armando  , M. Udin Harun Al Rasyid, Nana Ramadijanti

Abstrak

Perkembangan teknologi pengawasan ruang dengan menggunakan kamera kian berkembang, misalnya saja memanfaatkan kamera CCTV sebagai pemantau sebuah ruangan dari pencuri. Namun kekurangan dari kamera CCTV adalah harganya yang masih belum terjangkau oleh semua kalangan dan juga tidak dapat mengenali manusia sebagai objek. Karena hal tersebut maka perlu dibangun sebuah system baru yang memiliki fitur seperti CCTV namun dengan biaya yang lebih terjangkau dan mampu mendeteksi manusia sebagai objek. Sistem ini dibuat dengan memanfaatkan sensor PIR, kamera webcam, Raspberry Pi, NodeMCU, dan konsep Internet of Things. Dengan alat tersebut dibuatlah sebuah system yang mampu mendeteksi gerakan. System juga mampu melakukan capture ketika mendeteksi gerakan dan mengolah hasil capture tersebut dengan algoritma Histogram of Oriented Gradient untuk di deteksi apakah objek yang bergerak adalah manusia atau bukan. Ketika terdeteksi adanya manusia pada hasil pengolahan hasil capture, system akan mengirimkan pesan kepada pemilik ruang dengan menggunakan service dari telegram bot.


PENGEMBANGAN SUSUNAN KAMERA PORTABEL UNTUK PENCITRAAN MULTISPEKTRAL

Author : Luthfi Aminulloh  , Wahjoe Tjatur Sesulihatien, Dadet Pramadihanto

Abstrak

Pengukuran cahaya di sejumlah pita spektral dikenal sebagai pengolahan citra gambar multispektral. Dalam dekade terakhir banyak bidang aplikasi telah dipelajari, yang mendapat manfaat dari pengukuran informasi gambar citra multispektral. Dengan berkembangnya aplikasi dari kamera multispektral, maka pada penelitian ini diusulkan perancangan kamera multispektral portabel dengan himpunan n-sensor kamera yang dilengkapi dengan mekanisme kalibrasi translasi (x,y) dan rotasi (yaw). Desain Kamera multispektral yang dibuat pada penelitian ini mampu mengambil gambar citra multispektral dengan n-kanal. 3 kanal dari kamera warna yaitu merah, hijau dan biru, dan n-kanal yang portable dimana rentang panjang gelombang yang ditangkap kamera sesuai dengan filter yang dipasang. Rentang dimensi pada mekanisme kalibrasi translasi pada sumbu(x) dan (y) yaitu 2,4 mm dan rentang mekanisme kalibrasi rotasi (yaw) yaitu 8,5°. Desain kamera multispektral yang diusulkan dilengkapi dengan LCD touchsreen 7-inch sebagai sistem antarmuka untuk pengguna, sehingga kamera bisa dioperasikan secara portabel. Hasil uji menunjukan sistem mampu melakukan kalibrasi dan registrasi gambar multispektral dengan rata-rata selisih mutlak pada piksel sebesar 3.4%.


SISTEM TRAJEKTORI BERBASIS GPS DAN METODE POTENTIAL FIELD UNTUK MENGHINDARI HALANGAN

Author : Muhammad Ardian Fattah  , Hendik Eko HS, Didik Setyo Purnomo

Abstrak

Dalam mobile robot ini dirancang sistem navigasi luar ruang berbasis posisi dengan metode Potential Field. Sistem navigasi diterapkan pada autonomous mobile robot yang bergerak di darat. Sistem navigasi dirancang agar autonomous mobile robot mampu mengenali posisi dan arah berdasarkan sistem koordinat Bumi, mampu malakukan koreksi arah gerak (bearing correction) dan memperkirakan jarak yang telah ditempuh, untuk meningkatkan akurasi dalam mencapai posisi tujuan, dengan rute yang telah ditentukan oleh operator. Modul GPS receiver digunakan sebagai penentu posisi. Pada mobile robot ini menggunakan kendali jarak jauh berbasis GPS sehingga memungkinkan robot bergerak sesuai dengan trajektori yang kita inginkan. Pada keadaan lain ketika robot tidak memungkinkan melewati halangan, maka robot akan menghindari halangan dengan sensor ultrasonik dan CMPS10 sebagai penentu arah dalam sistem navigasi, dan setelah itu robot akan kembali lagi menuju titik koordinat yang telah ditentukan. Pada kasus ini menggunakan metode Potential Field untuk menghindari halangan sehingga dapat mengoptimalkan pergerakan dengan baik.


DESIGN DAN EVALUASI HIGH PRESSURE HEATER PADA PLTU MENGGUNAKAN SOFTWARE HTRI

Author : Ricky Alantino  , Teguh Hady Ariwibowo

Abstrak

High pressure heater (HPH) berperan sebagai pemanas air sebelum masuk boiler. Penggunaan HPH secara kontinu dapat menyebabkan kerusakan pada bagian pemanas uap lanjut. Jika kerusakan terjadi pada sebuah HPH, maka kerusakan akan menyebabkan turunnya efisiensi dari siklus secara keseluruhan. Kerusakan dapat terjadi karena kegagalan dari proses operasi dan kondisi lifetime HPH. Untuk menghindari kerusakan yang terjadi pada HPH, diperlukan proses redesign untuk mendapatkan dimensi baru pada masing –masing zona pada HPH sebagai pertimbangan desain untuk mengembalian performa HPH. Pada proses redesign, digunakan software HTRI sebagai rating data. Dari proses redesign yang telah dilakukan dengan melakukan variasi kecepatan aliran tube dan baffle cut, diperoleh design optimal kecepatan aliran tube HPH adalah 1,95 m/s, jumlah tube sebanyak 782 , baffle cut setiap zona antara lain desuperheating, condensing dan subcooling berturut-turut adalah 45%,45% dan 22%. Nilai pressure drop yang didapatkan pada sisi tube dan shell berturut-turut adalah 0,858 bar dan 0,348 bar. Kedua nilai pressure drop tersebut masih tergolong dalam nilai yang diijinkan. Sedangkan pada software HTRI nilai over design sebelum dan sesudah dilakukan redesign mengalami penurunan dari 158,21 % ke 48,40%.


SISTEM PEMBELAJARAN BERLALU LINTAS BERBASIS KINECT

Author : Pradana Willies Zaheras  , Kholid Fathoni, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Perkembangan aplikasi di dalam bidang pembelajaran terus mengalami perkembangan, dimulai dengan aplikasi berbasis flash, web, desktop, dan mobile . Tujuan dari aplikasi pembelajaran tersebut membantu manusia untuk memahami dan mempelajari hal yang tidak diketahui sehingga mampu mengerti inti dari pembelajarannya . Aplikasi pembelajaran berbasis desktop beragam macamnya, tetapi kebanyakan aplikasi desktop di antaranya menggunakan mouse dan keyboard sebagai input, seiring dengan perkembangan teknologi lahir sebuah media yang dapat digunakan sebagai input pada aplikasi desktop yakni sensor kinect, sensor tersebut mendapatkan input dari gerakan tubuh manusia sehingga di dalam aplikasi tidak memerlukan input tambahan . Setelah dilakukan pengujian terhadap sensor kinect, didapatkan kesimpulan bahwa jarak antara kinect dan manusia mempengaruhi input pada aplikasi, semakin dekat manusia dengan sensor kinect maka sensor kinect tidak merespon tetapi semakin jauh manusia dengan sensor kinect maka sensor kinect tidak dapat menerima input dari manusia . Untuk mengatasi hal ini, jarak antara manusia dengan sensor kinect harus berada pada jangkauan optimal dari sensor kinect agar input yang diterima sensor kinect dapat diimplementasikan dengan lancar pada aplikasi .