SIMULASI PEMBANGKITAN KUNCI RAHASIA BERBASIS RSS: TOPOLOGI CHAIN
Author : Sarah Fauziah Aini  , Mike Yuliana, Prima Kristalina

Abstrak

Pada perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, banyak yang telah memanfaatkan teknologi wifi untuk proses bertukar data dan informasi. Seiring berjalannya waktu, pertukaran data dan informasi mulai tidak aman. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kunci rahasia. Kunci rahasia sangat dibutuhkan saat ini mengingat sudah banyaknya pengguna wifi (wireless fidelity) untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna wifi dalam bertukar data atau informasi yang bersifat rahasia dan tidak ingin diketahui oleh pengguna yang lain. Keuntungan dari ekstraksi kunci rahasia menggunakan Received Signal Strength (RSS) memberikan kemudahan akses untuk diaplikasikan pada perangkat nirkabel. Dalam penelitian kali ini akan membangkitkan kunci rahasia pada beberapa perangkat nirkabel dengan memanfaatkan RSS. Pembangkitan kunci rahasia ini akan dilakukan pada beberapa perangkat nirkabel dengan topologi chain dan di simulasikan pada software Matlab (Matrix Laboratory) dengan menggunakan 4 node. Dari hasil pengujian terlihat bahwa nilai KDR terendah terjadi saat kondisi dengan penghalang pada kelompok 1 saat menggunakan orde 4 blok 300 yaitu 0.0355


RANCANG ALAT PENGADUK ADONAN PADA PEMBUATAN PUDAK

Author : Indra Ferdiansyah  , Irianto, Epyk Sunarno

Abstrak

Seiring dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi di era modern ini, membawa manusia untuk terus melakukan inovasi-inovasi dan kreasi guna memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, khususnya dibidang perindustrian baik skala besar maupun industri rumahan. Dibidang perindustrian kebutuhan sistem kontrol yang efektif dan efisien sangat diperlukan untuk mempermudah, menghemat atau mempersingkat waktu kerja dan tenaga pada sebuah proses produksi. Dalam hal ini sebuah plant yang akan digunakan adalah motor DC sebagai pengaduk dan heater sebagai pengukus pada proses industri rumahan pembuatan makanan khas Gresik “Pudak”. Adapun yang sering menjadi kendala dari industri rumahan adalah tidak mampu memenuhui permintaan dengan jumlah besar dan lamanya proses produksi. Solusi dari permasalah ini adalah merancang dan membuat alat produksi pudak secara semi-otomatis, dengan menggunakan kontrol Propotional Integral (PI) pada setiap sistemnya. Pada proyek akhir ini proses pengadukan kecepatan motor dijaga secara konstan selama 10 menit dengan nilai parameter Kp=10 dan Ki=5. Setelah itu pada proses pengukusan suhu dijaga konstan sekitar 900C selama ± 90 menit, dengan nilai Kp=75 dan Ki=5.0. Kemudian setelah seluruh proses selesai maka buzzer akan berbunyi sebagai tanda bahwa prsoses pembuatan pudak telah selesai.


ANALISA KINERJA SISTEM MULTI USER MIMO-OFDM DENGAN TEKNIK LINEAR PRECODING BLOCK DIAGONALIZATION MENGGUNAKAN DETEKTOR MMSE

Author : Nihayatus Sa'adah  , Arifin, Yoedy Moegiharto

Abstrak

Pada proyek Akhir ini mengimplementasikan teknik pengiriman OFDM pada sistem Multi User MIMO (MU MIMO) kanal downlink menggunakan teknik linear precoding Block Diagonalization pada sisi pemancar dengan detektor MMSE. Penelitian dilakukan menggunakan 512 subcarrier pada sistem OFDM yang ditransmisikan melalui kanal Rayleigh pada sistem Multi User MIMO. Pengujian kinerja sistem dilakukan dengan menganalisa nilai Bit Error Rate (BER) terhadap Signal to Noise Ratio (SNR). Dari hasil simulasi, diperlukan SNR sebesar 29,33 dB untuk mencapai BER 10-4 pada skema MU MIMO-OFDM 2x2 dengan 2 pengguna. MU MIMO-OFDM 2x2 dengan 3 pengguna membutuhkan 30,6 dB untuk mencapai BER 10-4 sedangkan pada MU MIMO-OFDM 2x2 dengan 4 pengguna membutuhkan 33 dB untuk mencapai BER yang sama. Hal ini menunjukkan kinerja sistem MU MIMO-OFDM menggunakan antena 2x2 dengan 2 pengguna lebih baik 1,27 dB dari MU MIMO-OFDM dengan 3 pengguna, lebih baik 3,67 dB dari MU MIMO-OFDM dengan 4 pengguna.


DESAIN SISTEM PEMBIDIK TARGET BERBASIS IMAGE PROCESSING PADA QUADCOPTER

Author : Miftakhur Rujik  , Akhmad Hendriawan, Ardik Wijayanto

Abstrak

Dalam bidang save and rescue penggunaan quadcopter sudah banyak dilakukan. Namun selama ini quadcopter yang digunakan hanya bisa bekerja pada area yang terbuka dengan memanfaatkan data GPS untuk menuju lokasi, sehingga untuk melakukan proses save and rescue di dalam ruangan GPS tidak akan bisa bekerja. Maka dari itu, dalam penelitian ini dibuat sebuah sistem pada quadcopter yang mampu melakukan proses save and rescue di dalam dengan memanfaatkan sensor kamera sebagai pengganti GPS. Prinsip kerja alat ini adalah memanfaatkan kamera sebagai sensor pendeteksi target dengan menggunakan sistem image processing dalam embedded PC. Di dalam proses pendeteksian tersebut terdapat beberapa filter tambahan yang sanggup membedakan antara target dengan noise, sehingga proses save and rescue akan berjalan sesuai dengan tujuan. Hasil akhir berupa proses penjatuhan payload terhadap target yang telah ditentukan. Dari hasil pengujian didapatkan data bahwa sistem ini mampu melakukan tracking pada target dengan range nilai warna penyusun merah 150 hingga 255 dari 255 dan penyusun warna hijau dan biru sebesar 0 hingga 75 dari skala 255. Dari hasil pengujian tingkat keberhasilan filter yang digunakan, filter ini memiliki tingkat keberhasilan 100% dalam membedakan antara noise dengan warna target sehingga dalam proses dropping payload tepat pada target.


IMPLEMENTASI DESAIN PATTERN MODEL VIEW PRESENTER PADA APLIKASI MARKETPLACE TRAVEL BERBASIS ANDROID

Author : Irfan Khoirul Muhlishin  , Arna Fariza, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Dengan semakin kompleksnya aplikasi Android, semakin kompleks pula struktur kode pada aplikasi tersebut. Kompleksitas tersebut juga dipengaruhi dengan kurangnya fitur dalam framework Android untuk membangun aplikasi dengan struktur yang baik berdasarkan prinsip-prinsip pemrograman, seperti prinsip S.O.L.I.D. Kompleksitas tersebut sering terjadi pada elemen utama pembangun aplikasi Android, seperti Activity dan Fragment. Sering kali kedua kelas tersebut memiliki fungsional yang sangat banyak, seperti menghandle UI / view logic, business logic, hingga data access. Fungsionalitas yang sangat banyak tersebut sering membuat Activity dan Fragment menjadi God Class yang merupakan anti pattern dalam pemrograman. Oleh karena itu perlu adanya sebuah arsitektur yang baik dengan struktur kode yang jelas. Salah satu arsitektur yang ada dan telah diterapkan pada platform lain adalah Model View Presenter / MVP. Dengan menerapkan desain pattern Model View Presenter, tidak ada lagi kelas yang memiliki fungsionalitas yang terlampau banyak karena fungsionalitas seperti UI / view logic dihandle secara terpisah oleh view, data access dihandle secara terpisah oleh model, dan presenter melakukan pengaksesan ke model dan mengupdate view berdasarkan interaksi yang dilakukan oleh user. Selain itu penerapan desain pattern Model View Presenter yang merupakan salah satu implementasi dari prinsip pemrograman yang baik seperti prinsip Separation of Concern dan S.O.L.I.D. membuat aplikasi yang dibuat (aplikasi marketplace travel) memiliki struktur kode yang baik dan jelas, modular, dan dapat di-maintain dengan mudah.