DESAIN DAN IMPLEMENTASI BATTERY CHARGE CONTROLLER DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
Author : Restu Amrilani Fitrah Santika  , Moh. Zaenal Efendi, Muhammad Nizar Habibi

Abstrak

Dilihat dari track record nya, perkembangan baterai tergolongkan sangat pesat. Sebab baterai sangat berguna sebagai penyimpanan energi. Hingga saat ini baterai masih terus mengalami perkembangan. Baterai sangat dibutuhkan mayoritas pada bidang renewable energy, kendaraan listrik, maupun perangkat elektrik lain. Namun, untuk mengurangi sampah baterai yang akan menimbulkan permasalahan baru, kini sudAh banyak beredar baterai rechargeable sebagai ganti baterai sekali pakai. Masing- masing baterai rechargeable memiliki spesifikasi bermacam-macam. Spesifikasi tersebut diantaranya tegangan charging, kapasitas baterai, dan juga arus charging. Dengan beragamnya spesifikasi baterai tersebut, tiap baterai memiliki adaptor charger yang berbeda-beda pula. Maka dari itu, pada proyek akhir ini dibuat sistem battery charge controller yang dapat melakukan charging pada baterai dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Pada sistem digunakan sumber PLN 220 V yang akan diturunkan menjadi 12 VAC menggunakan trafo step down. Setelah itu akan disearahkan (dari AC ke DC) menggunakan single phase full wave rectifier. Pada sistem digunakan SEPIC Converter dengan pengaturan duty cycle untuk menghasilkan tegangan output yang bervariasi. Terdapat empat variasi baterai dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Charging tidak dilakukan bersamaan, hanya salah satu baterai saja. Karakteristik arus dan tegangan yang terbaca oleh sensor digunakan sebagai input algoritma Artificial Neural Network (ANN) untuk melakukan identifikasi baterai dan penentuan set poin. Nilai set poin yang telah diperoleh selanjutnya akan dieksekusi oleh kontrol PI pada tahap proses charging. Dan metode charging yang digunakan pada sistem adalah constant voltage. Sistem akan memberikan tegangan output 28V untuk charging baterai 24V, 14V untuk chargimg baterai 12V, 7.2V untuk charging baterai 6V, dan 8.4V untuk charging baterai 7.4V. Diperoleh rata-rata error sebesar 0.0007% untuk pengujian respon sistem terhadap charging pada 4 baterai dengan tegangan yang bervariasi.


RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING POSISI RELATIF PADA ANAK MENGGUNAKAN SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU)

Author : Rizki Amelia  , Hary Oktavianto, Niam Tamami

Abstrak

Sistem monitoring telah diterapkan pada berbagai bidang seperti bidang pertanian, peternakan, kesehatan, kemanan, dan lain-lain. Sistem monitoring yang dilakukan secara otomatis akan membantu manusia dalam memantau suatu aktivitas tertentu secara mudah dan efisien. Salah satu penerapan sistem monitoring untuk aktivitas seharihari adalah untuk melakukan pengawasan posisi relatif dari anak oleh orang tua. Sistem ini terdiri dari Sensor IMU yang dilengkapi dengan Magnetometer yang digunakan untuk melakukan monitoring posisi. Data yang didapat dari tiga komponen IMU (accelerometer, gyroscope, dan magnetometer) digunakan untuk menentukan orientasi dan posisi relatif dari alat tersebut. Data tersebut akan diproses oleh mikrokontroler dan dikirimkan menggunakan modul WiFi, dimana modul mikrokontroler yang digunakan adalah ESP32 yang terintegrasi dengan modul Wi-Fi juga. Monitoring orang tua dilakukan dengan smartphone dengan menggunakan App Inventor yang terhubung dengan prototipe.Dari hasil penelitian ini menggunakan satu sumbu z accelerometer dan sudut euler dari ketiga sensor yang dikonversi menjadi koordinat dua dimensi. Pada pengukuran sudut euler, prosentase eror pengukuran pada sudut roll sebesar 6.99, sudut pitch sebesar 6.77, dan sudut yaw sebesar 4.42. Pada pengukuran jarak rata-rata prosentase error didapatkan sebesar 8.204.


RANCANG BANGUN SISTEM TELEKOMUNIKASI MENGGUNAKAN VOIP SERVER OPENSOURCE BERBASIS TRIXBOX

Author : Unggul Yudho Paripurno  , Prima Kristalina, Aries Pratiarso

Abstrak

Dunia Penerbangan merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks, mulai dari proses manajemen administrasi sampai pada proses kegiatan untuk mengatur transportasi udara. Seringkali para petugas yang berada didalamnya diharuskan untuk bisa saling berkoordinasi dengan baik, seringkali proses koordinasi terhambat oleh banyak sebab, terutama tidak tersedianya fasilitas pendukung pada beberapa Bandara, khususnya Bandara Tanjung Harapan. Yang mana pada saat ini proses koordinasi antar unit tidak berlangsung dengan baik dikarenakan tidak tersedia fasilitas telekomunikasi yang terintegrasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan sebuah perancangan Sistem Telekomunikasi menggunakan VoIP Server Opensource barbasis Trixbox. Dengan fokus Penelitian yaitu perancangan sebuah Server VoIP. Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, yaitu berupa sarana dan jaringan internet yang tersedia dengan baik penulis merancang sebuah Server VoIP pada pembuatan jaringan Telekomunikasi yang terintegrasi sehingga proses komunikasi dapat berlangsung dengan baik dan dapat dioptimalkan dengan melakukan penambahan fitur pengujian seperti Voice Group. Pengujian performansi sistem dilakukan untuk mendapatkan nilai QOS yang mana akan dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibuat memenuhi standar atau belum. Hasil pengujian menunjukkan nilai jitter dan delay serta kualitas suara menunjukkan hasil yang bagus menurut Tiphon, sedangkan throughput dan packet loss menunjukkan hasil yang kurang baik. Hasil akhir dari rancangan server VoIP ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan Proses Komunikasi antar unit di Bandara Tanjung Harapan.


IMPLEMENTASI MODIFIED MULTIBIT (MMB) DALAM SKEMA SECRET KEY GENERATION PADA JARINGAN LORA BERBASIS RELAY DI LINGKUNGAN INDOOR

Author : Sirril Fairuz Qolbi  , Faridatun Nadziroh, Anang Budikarso

Abstrak

Penelitian ini mengevaluasi kinerja skema Secret Key Generation (SKG) berbasis kuantisasi Modified Multibit (MMB) pada jaringan LoRa bertopologi relay di lingkungan indoor, yaitu pada kondisi Non Line of Sight (NLOS) dan Line of Sight (LOS). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa filter Discrete Cosine Transform (DCT) efektif mereduksi noise sehingga meningkatkan tingkat korelasi resiprokal antara pihak sah hingga mencapai 0,68 pada kondisi LOS. Proses ekstraksi bit menggunakan metode MMB menghasilkan Key Generation Rate (KGR) sebesar 24,19 bps pada konfigurasi 2 bit, 51,40 bps pada konfigurasi 4 bit, dan 105,83 bps pada konfigurasi 8 bit. Kinerja terbaik diperoleh pada konfigurasi 4 bit di lingkungan LOS karena mampu menyeimbangkan kecepatan KGR sebesar 51,40 bps dengan Bit Error Rate (BER) sebesar 0% setelah melalui proses koreksi menggunakan algoritma Bose Chaudhuri Hocquenghem (BCH). Dari aspek keamanan, kunci enkripsi yang dihasilkan memenuhi persyaratan AES 256 bit serta lolos seluruh parameter pengujian keacakan NIST dengan P Value ≥ 0,01. Terhadap serangan penyadapan pasif, sistem menunjukkan ketahanan yang sangat baik pada lingkungan LOS karena dekorelasi spasial menyebabkan BER mentah pada penyadap (Eve) meningkat hingga mendekati 50%, sehingga fungsi hash SHA 256 menghancurkan kunci hasil sadapan melalui Avalanche Effect. Namun, pada lingkungan NLOS sistem masih menghadapi kerentanan berupa Information Leakage akibat hamburan sinyal yang ekstrem, yang menyebabkan burst error melampaui batas kemampuan koreksi BCH (t = 21 bit), sehingga proses dekripsi pada pihak penerima (Bob) gagal, sedangkan kunci milik penyadap justru terkoreksi menjadi identik dengan kunci milik Alice.


DETEKSI KERUSAKAN STATOR PADA MOTOR INDUKSI DENGAN BEBAN BERBASIS INTERNET OF THINGS

Author : Maulana Akbar  , Endah Suryawati Ningrum, Zaqiatud Darojah, Eny Kusumawati

Abstrak

Stator merupakan komponen yang berperan penting untuk menggerakkan motor induksi. Kerusakan pada stator dapat menyebabkan motor induksi kehilangan tenaganya atau berhenti bergerak, bahkan kerusakan stator yang terlalu parah dapat menyebabkan hubungan arus pendek yang dapat menimbulkan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pendeteksi kerusakan stator pada motor induksi, yang terdiri dari pengambilan data menggunakan sensor suhu, sensor arus dan sensor getaran, kemudian dilakukan feature extraction menggunakan metode DWT (Discrete Wavelet Transform) untuk mendapatkan ciri khas setiap sinyal, setelah itu dilakukan pattern recognition menggunakan BNN (Backpropagation Neural Network) untuk mengidentifikasi kondisi stator, dan informasi tersebut ditampilkan dengan sistem IoT (Internet of Things) agar dapat diakses melalui koneksi internet. Hasil proses ekstraksi ciri menggunakan metode DWT menunjukkan bahwa sistem mampu menguraikan sinyal getaran dan sinyal arus. Hasil proses pengenalan pola menggunakan metode BNN menunjukkan bahwa sistem mampu mengklasifikasikan dari 300 data sinyal getaran dengan akurasi 96% dan 95% untuk 200 data sinyal arus. Keseluruhan sistem telah berhasil bekerja secara fungsional dengan menggunakan sistem Internet of Things (IoT) berbasis aplikasi web.