Author : Davito Djohan Nur Diansyah , Taufiqurrahman, Ardik Wijayanto
Abstrak
Budidaya udang Litopenaeus vannamei memerlukan pengelolaan kualitas air yang presisi untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas. Penelitian ini mengembangkan sistem otomatisasi dan penjadwalan aerator berbasis Internet of Things (IoT) dengan sensor DO, suhu, dan pemantauan konsumsi energi menggunakan PZEM-004T. Sistem ini mengintegrasikan ESP32 sebagai node master dan Arduino Nano sebagai node slave dengan komunikasi NRF24L01, serta kontrol berbasis metode lookup table yang mempertimbangkan nilai DO dan efisiensi daya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar DO dalam tambak alami tanpa aerator mengalami penurunan signifikan seiring waktu malam, dari 13.70 mg/L pada pukul 14:45 menjadi 6.81 mg/L pada pukul 20:42. Ini menunjukkan pentingnya kontrol aerator berbasis kondisi real-time. Selain itu, sistem berhasil mengaktifkan aerator secara otomatis saat DO rendah (<4 mg/L), memprioritaskan aerator dengan konsumsi energi terendah, serta mampu menampilkan data secara real-time melalui dashboard web. Pengujian sensor PZEM menunjukkan akurasi pembacaan arus dan tegangan yang konsisten dibandingkan dengan multimeter, sedangkan pengujian komunikasi NRF24L01 menunjukkan jangkauan stabil hingga 30 meter dalam kondisi LOS (Line of Sight). Sistem juga mampu beroperasi dalam dua mode, yaitu otomatis berbasis lookup table dan manual dengan penjadwalan fleksibel melalui antarmuka web. Secara keseluruhan, sistem ini terbukti adaptif dan dapat meratakan penggunaan aerator berbasis data lingkungan secara real-time.
ANALISA TEKNIK REDUKSI PEAK TO AVERAGE POWER RATIO (PAPR) PADA SISTEM OFDM MENGGUNAKAN TEKNIK PROLATE BINARY SEQUENCES SELECTED MAPPING (SLM) DAN DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT) BERBASIS PERANGKAT LUNAK
Author : Margaria Fitri Diantari , Yoedy Moegiharto, Arifin
Abstrak
Orthogonal frequency division multiplexing (OFDM) adalah sebuah teknologi modulasi multicarrier untuk sistem komunikasi nirkabel berkecepatan tinggi. Namun, OFDM memiliki kelemahan yaitu besarnya nilai peak to average power ratio (PAPR). Pada proyek akhir ini digunakan kombinasi antara teknik reduksi Prolate Binary Sequences Selected Mapping (SLM) dan discrete cosine transform (DCT) untuk mereduksi nilai PAPR. Dapat dilihat pada hasil pertama, bahwa SLM Prolate dan DCT dengan subblok 16 memiliki nilai PAPR yang paling kecil dibandingkan dengan yang lain yaitu 7,9522 dB. Kemudian hasil kedua menunjukkan, SLM dengan subblok 32 memiliki nilai PAPR paling kecil yaitu 8,2310 dB. Selanjutnya pada hasil ketiga dan keempat yang membandingkan SLM, SLM dan DCT, SLM Riemann dan DCT, serta SLM Prolate dan DCT, dengan subblok masing-masing 16 dan 32 menunjukkan bahwa SLM Riemann dan DCT memiliki nilai PAPR yang paling kecil yaitu 7,7396 dB dan 7,4694 dB, namun SLM prolate dan DCT memiliki kinerja reduksi lebih baik daripada SLM dan DCT.
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA MENGGUNAKAN FIELD ORIENTED CONTROL (FOC)
Author : Rasev Putra Witara , Era Purwanto, Ainur Rofiq
Abstrak
Motor induksi merupakan motor penggerak bertenaga listrik yang memegang peranan penting dalam kebutuhan industri saat ini. Dengan berbagai macam penggunaan motor induksi, terdapat banyak metode pengontrolan pada motor induksi salah satu nya adalah Field Oriented Control (FOC). Pada proyek akhir ini pengaturan kecepatan dilakukan pada motor induksi tiga fasa dengan mengatur switching pada inverter yang diberi sumber tegangan arus searah (DC) hasil konversi dari jala-jala Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hasil yang didapat pada proyek akhir ini antara lain: error rata – rata perubahan kecepatan saat diberikan beban pada kondisi steady state 1000 rpm sebesar 6.77% dengan waktu tempuh 0,5 hingga 1 detik menuju set point, sedangkan error rata - rata sensor kecepatan sebesar 0.77%, dan error rata – rata sensor arus sebesar 0.39%.
RANCANG BANGUN PENYEARAH SATU FASA DAN MONITORING SISTEM CHARGING BATERAI SEBAGAI BACKUP CATU DAYA DC PADA PANEL RTU DI GARDU INDUK DENGAN METODE COULOMB COUNTING
Author : R. Ricky Setyawan , Moh. Zaenal Efendi, Farid Dwi Murdianto
Abstrak
Pengelolaan baterai Gardu Induk PT. PLN (Persero) sangat penting untuk menjaga keandalan dan kontinuitas penyaluran daya listrik. Masalah pengelolaan yang diakibatkan oleh baterai di Gardu Induk adalah mengecek kondisi baterai yang masih dalam keadaan manual. Di Gardu Induk, kondisi baterai harus 100% siap sebagai pendukung backup yang andal. Untuk menjaga performa baterai, baterai perlu dipantau terus menerus untuk memperkirakan nilai State of Charge (SoC) pada baterai dan menjaga tegangan baterai pada 100%. Proyek Akhir ini dibuat sebuah prototipe sistem monitoring baterai yang dapat memantau SoC, tegangan, arus masuk dan keluar pada baterai menggunakan metode Coulomb Counting. Di sisi pengisian baterai terdapat charging dari penyearah 48 V. Baterai yang digunakan adalah prototipe baterai dengan tegangan 48 V dan kapasitas baterai sebesar 5 Ah yang digunakan untuk menyuplai beban panel RTU. Beban panel RTU digantikan dengan beban resistif murni. Hasil pembacaan arus, tegangan, dan nilai SoC dari baterai akan dikirim ke thingspeak dengan modul WiFi ESP8266, kemudian juga disimpan melalui datalogger, dan ditampilkan pada LCD. Hasil menunjukkan bahwa pembacaan tegangan baterai memiliki error sebesar 0.171% dan error pembacaan arus sebesar 4.035%. Untuk metode Coulomb Counting memiliki presentase error paling tinggi sebesar 8.67%. Proteksi pada baterai dilengkapi ketika baterai dalam kondisi charge dan discharge dan didapatkan bekerja sesuai rencana.
RANCANG BANGUN TUNABLE WHITE LED DRIVER MENGGUNAKAN KONTROL PI
Author : Muhammad Kevin Yanuar Sumaki , Eka Prasetyono, Dimas Okky A.
Abstrak
Penggunaan beban pencahayaan tidak bisa terpisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam beberapa kasus penggunaan beban pencahayaan konvensional juga menganggu kenyamanan konsumen, karena tingkat kecerahan yang yang maksimum dan warna dari cahaya yang dihasilkan mencolok. Pada proyek akhir ini membahas tentang proses pengaturan intensitas pencahayaan yang bisa otomatis berubah ubah sesuai dengan kebutuhan serta menghasilkan warna yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan user. Kontrol yang digunakan adalah kontrol PI untuk mengatur nilai dari duty cycle pada LED Driver, yang mengatur tingkat kecerahan dari LED kuning dan putih sehingga menghasikan kombinasi penyalaan LED yang bisa berubah ubah sesuai dengan kenyamanan user. Dengan LED yang telah dibuat apabila user membutuhkan pencahayaan ruangan redup, user hanya perlu mengganti mode penyalaan LED dengan menekan button. Apabila user menekan button mode 1, maka nyala LED akan menyala warna putih dengan lux 180 lx, apabila user menekan button mode 2 maka LED akan menyala warna putih dan kuning secara bersama dengan lux 180 lx, dan apabila user menekan button mode 3 maka LED akan menyala dengan LED warna kuning namun dengan lux 100 lx. Pada penelitian didapatkan hasil LED dapat menyala sesuai dengan kondisi ruangan, hal ini dikarenakan kontrol PI pada alat sudah berjalan dengan baik, namun pada penyalaan mode 1 terdapat ripple dimana untuk ripple rata rata mode 1 adalah 108,58 dan %errornya sebesar 65,76%, untuk mode 2 didapatkkan rata rata ripple 183,91 dan %error sebesar 2,13%, sedangkan untuk mode 3 didapatkan rata rata ripple 70,67 dan %error sebesar 14,44%.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer