ANALISA DAN PERANCANGAN JARINGAN WIRELESS SEBAGAI MEDIA TRANSMISI DATA AERONAUTICAL FIXED TELECOMMUNICATION NETWORK (AFTN) DI PERUM LPPNPI CABANG PEKANBARU
Author : Irma Suryani Siregar  , Haryadi Amran Darwito

Abstrak

Sistem Aeronautical Fixed Telecommunication Network atau AFTN di Perum LPPNPI Cabang Pekanbaru menggunakan peralatan Automatic Message Switching Center atau AMSC yang berfungsi untuk mendistribusikan berita berita penerbangan secara otomatis melalui jaringan AFTN dengan standar format AFTN ICAO atau International Civil Aviation Organization Annex 10. Komunikasi data penerbangan ini sangat penting karena berguna untuk mengirim jadwal penerbangan, berita cuaca, NOTAM atau Notice To Airmen, berita lain yang ada hubungannya dengan penerbangan. AFTN di Perum LPPNPI Cabang Pekanbaru memiliki beberapa workstation dimana letak workstation tersebut berjauhan dengan server AMSC dan masih menggunakan media kabel, sedangkan kondisi saat ini kurang memungkinkan untuk menggunakan kabel karena tidak memiliki tempat tempat kabel tertutup yang mengakibatkan sering terputusnya kabel karena pekerjaan kontruksi. Dengan demikian kinerja peralatan AFTN tidak bisa maksimal yang dapat menghambat kelancaran operasional penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalisir terputusnya sistem operasional pada media transmisi data AFTN dan menganalisa parameter parameter yang digunakan dalam perancangan jaringan wireless sebagai media transmisi data AFTN di Perum LPPNPI Cabang Pekanbaru . Dengan adanya analisa dan perancangan jaringan wireless sebagai media transmisi data AFTN, agar dapat dijadikan acuan guna menambah media transmisi data AFTN menjadi sistem redudansi dengan menambahkan jaringan wireless. Link budget merupakan sebuah cara untuk menghitung mengenai semua parameter dalam transmisi sinyal, mulai dari gain dan losses dari Tx sampai Rx melalui media transmisi. Untuk menentukan kualitas daya pancar maupun daya terima pada jaringan wireless LAN, maka digunakan perhitungan Link Budget pada jaringan wireless. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Link Budget jaringan wireless antara Gedung Tower dan Gedung Radar sebagai media transmisi data AFTN di Perum LPPNPI Cabang Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan monitoring jaringan wireless di Gedung Tower dan Gedung Radar Airnav Pekanbaru yang ditetapkan sebagai sampel pada penelitian ini. Parameter Link Budget yang digunakan untuk perhitungan ini adalah Gain Antenna, Effective Isotropic Radiated Power atau EIRP, Redaman Ruang Bebas atau Free Space Loss, Isotropic Received Level atau IRL, Receive Signal Level atau RSL, dan System Operating Margin atau SOM. Sehingga dapat diketahui link budget pada jaringan wireless antara Gedung Tower dan Gedung Radar sebagai media transmisi data AFTN di Perum LPPNPI Cabang Pekanbaru.


PENGOLAHAN SINYAL SENSOR ELECTROMYOGRAPHY PADA ROBOT PENYANGGA TUBUH SEBAGAI ALAT REHABILITASI MEDIS

Author : Yogi Wasistho  , Endah Suryawati Ningrum, Zaqiatud Darojah

Abstrak

Pada saat ini, perkembangan teknologi di bidang robotik telah digunakan sebagai alat bantu manusia di bidang kesehatan salah satunya yaitu dibidang biomedik. Robot pada bidang teknik biomedik terdapat berbagai macam jenis salah satunya ialah robot penyangga tubuh yang berfungsi sebagai alat bantu gerak manusia. Robot penyangga tubuh dapat digunakan sebagai alat bantu jalan bagi penyandang disabilitas. Pada penelitian ini Robot penyangga tubuh dilengkapi sensor Electromyography (EMG) pada bagian kaki robot penyangga tubuh. Sensor Electromyography digunakan untuk mendeteksi sinyal kontraksi otot kaki pada bagian Vastus medialis dan Gastrocnemius. Output sinyal yang telah diambil akan diekstraksi cirinya menggunakan Wavelet Transform dan Statistical based. Statiscal based yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Root Mean Square (RMS), kurtosis, dan Power Spectrum Density (PSD). Kemudian hasil dari feature extraction akan diidentifikasi menggunakan Artificial Neural Network (ANN) untuk mengidentifikasi aktivitas kontraksi sinyal otot pada bagian Vastus Medialis dan Gastrocnemius. Kombinasi metode CWT dan ANN ini mampu mengidentifikasi gerakan sinyal otot dengan akurasi sebesar 50% pada otot Vastus Medialis dan 33,33% pada otot Gastrocnemius pada relawan pertama. Pada relawan kedua mampu mengidentifikasi sebesar 46,67% pada sel jaringan otot Vastus Medialis dan 33,33% pada Gastrocnemius.


PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI RESERVASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BERBASIS MOBILE DENGAN PENERAPAN METODE CLEAN ARCHITECTURE

Author : Mochammad Rizky Ifku Syoba  , Yanuar Risah Prayogi, Rengga Asmara

Abstrak

Dalam bidang kesehatan, proses reservasi rawat jalan sering dihadapkan pada tantangan seperti waktu tunggu yang panjang dan kurangnya kepastian informasi terkait jadwal dokter. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi reservasi rawat jalan berbasis mobile dengan menggunakan metode Clean Architecture. Penelitian ini bertujuan memberikan pengalaman pengguna yang lebih efisien dan intuitif, sekaligus membantu rumah sakit dalam mengelola antrean serta jadwal dengan lebih terstruktur. Metode Clean Architecture diimplementasikan guna memastikan kode aplikasi bersifat modular, mudah dikelola, dan mudah untuk diuji. Pengembangan aplikasi dilakukan melalui beberapa tahapan yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Entity-Relationship Diagram (ERD), pembuatan prototipe antarmuka, serta pengujian sistem guna memastikan kualitas dan fungsionalitas aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Clean Architecture berhasil meningkatkan keteraturan kode, sehingga mempermudah proses pengembangan dan pemeliharaan aplikasi. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat dengan mudah melakukan reservasi rawat jalan, memantau antrean, dan mendapatkan informasi yang lebih akurat terkait jadwal dokter.


APLIKASI DIAGNOSIS PENYAKIT PADA UDANG VANNAME MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Author : Gede Hari Yoga Nanda  , Arna Fariza, Fadilah Fahrul Hardiansyah, Agus Indra Gunawan

Abstrak

Budidaya udang vaname merupakan salah satu sektor unggulan dalam perikanan Indonesia yang berkontribusi besar terhadap ekspor komoditas perikanan nasional. Namun, tingginya tingkat kematian udang akibat serangan penyakit seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) menjadi tantangan serius yang berdampak pada penurunan produksi dan ekspor. Permasalahan utama yang dihadapi para pembudidaya adalah keterbatasan pengetahuan dalam mendeteksi gejala penyakit secara dini, serta kurangnya akses terhadap informasi dan sistem pendukung diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi mobile berbasis sistem pakar dengan metode Forward Chaining untuk membantu pembudidaya udang vaname dalam mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala yang muncul. Aplikasi ini dirancang agar dapat memberikan hasil diagnosis secara akurat serta menawarkan solusi preventif yang relevan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pembudidaya dapat meningkatkan kecepatan respons terhadap gejala penyakit, meminimalkan kerugian, dan menunjang keberlanjutan usaha budidaya udang vaname di Indonesia.


IMPLEMENTASI SISTEM EMERGENCY CODE PADA RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN WIRELESS NETWORK

Author : Muhammad Basyar Fahri  , Bambang Sumantri, Niam Tamami

Abstrak

Keadaan darurat biasanya dapat terjadi kapan saja di rumah sakit, hal ini bisa terjadi pada pasien, pengunjung, keluarga pasien, dokter dan selruh bagian dari rumah sakit. Informasi darurat sangatlah penting bila terjadi suatu keadaan darurat dan informasi tersebut harus segera tersalurkan ke bagian seluruh pengguna rumah sakit terutama yang berwenang. Dalam hal ini penyampaian komunikasi yang lambat dapat mempengaruhi penyaluran informasi yang dapat berakibat kepada keterlambatan penanganan hingga dapat mengakibatkan korban jiwa. Oleh karena itu dalam keadaan saat ini, sangat dibutuhkan suatu sistem komunikasi yang ringkas dalam instalasi dan efektif dalam penyampaian informasi. Oleh karena itu dibuat sebuah device yang dapat memberikan dan atau menerima informasi berupa kode darurat berupa jenis keadaan darurat menurut kode daruratnya dan letak kejadiannya. Device tersebut menggunakan Wireless sensor nRF24l01 sebagai pengirim dan penerima data. Sementara itu pilot lamp, seven segment dan buzzer digunakan sebagai penjelasan kondisi daruratnya. Pilot lamp digunakan untuk menjelaskan warna keadaan daruratnya, seven segment menampilkan letak ruangan yang terjadi keadaan darurat, sementara buzzer sebagai penjelas bahwa telah terjadi keadaan darurat. Data dari wirelesss ensor nRF24l01 tersebut diolah dengan kontroller arduino mega. Pada device ini jarak maksimal pengiriman data di ruang terbuka antar nRF24l01sebesar 20m, sementara itu pada ruang tertutup jarak maksimalnya sebesar 13m.