PEMBUATAN ARSITEKTUR APLIKASI HIGH AVAILABILITY MENGGUNAKAN INFRASTRUCTURE AS CODE
Author : Ghaly Abrarian Putra  , Hero Yudo Martono, Dian Septiani Santoso, Yanuar Risah Prayogi

Abstrak

Pengelolaan infrastruktur teknologi informasi yang dilakukan secara manual sering menimbulkan ketidakefisienan dalam proses penyediaan layanan, ketidakkonsistenan konfigurasi, serta kesulitan dalam menjaga ketersediaan sistem ketika terjadi gangguan. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan mekanisme otomatisasi yang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur sekaligus mendukung kontinuitas layanan. Proyek akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan arsitektur High Availability (HA) berbasis Infrastructure as Code (IaC) pada sistem Empowering Academic Stress Communication (E-Counseling PENS). Sistem dibangun menggunakan Terraform pada lingkungan Amazon Web Services (AWS) dengan pendekatan multi-region Jakarta dan Singapura. Arsitektur yang dikembangkan memanfaatkan Amazon EKS, PostgreSQL, Amazon Route 53, Application Load Balancer (ALB), dan Horizontal Pod Autoscaler (HPA) untuk mendukung ketersediaan dan skalabilitas layanan. Metode pengujian yang digunakan meliputi pengukuran efisiensi waktu penyediaan infrastruktur, pengujian beban menggunakan k6, serta simulasi failover untuk mengevaluasi kemampuan sistem dalam menghadapi kegagalan layanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan IaC mampu meningkatkan efisiensi waktu penyediaan infrastruktur sebesar 83%, yaitu dari 11 menit 49 detik menjadi 1 menit 57 detik. Selain itu, sistem mampu menangani beban hingga 10.000 Virtual Users dengan tingkat kesalahan sebesar 0,00% serta melakukan pengalihan trafik secara otomatis ke region cadangan dalam waktu 24 detik ketika terjadi kegagalan pada region utama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa arsitektur yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur serta mendukung ketersediaan layanan pada sistem E-Counseling PENS.


RANCANG BANGUN ALAT PADA PROSES PEMBUATAN PUPUK KANDANG

Author : Eka Zulia Agustin  , Irianto, Hendik Eko HS

Abstrak

Dalam proses pembuatan pupuk kandang terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat kematangan pupuk diantaranya adalah faktor suhu dan kadar air. Suhu yang dianjurkan untuk melakukan proses dekomposisi (pembusukan) ialah 50oC. Pada setting point suhu tersebut aktifitas mikroorganisme yang membantu proses pembusukan dapat bekerja secara optimal. Secara konvensional, pemantauan suhu dan kadar air pada proses dekomposisi dilakukan secara manual dibawah sinar matahari yang bergantung dengan perubahan cuaca, sehingga waktu pengeringan lama dan tidak efisien. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengontrol suhu pada kotoran kambing menggunakan heater yang bersumber dari AC-AC Voltage Controller. Salah satu teknik pengontrol suhu pada kotoran kambing dapat dimodelkan dan disimulasikan menggunakan kontrol PI (Proporsional Integral). Kontrol PI dimodelkan untuk menentukan nilai Kp dan Ki serta disimulasikan untuk mengatur tegangan keluaran AC-AC Voltage Controller. AC-AC Voltage Controller diatur sudut penyulutannya agar tegangan yang keluar sebesar 170 VRMS sebagai input heater. Tegangan 170 VRMS digunakan sebagai setting point tegangan pada simulasi kontrol AC-AC Voltage Controller karena setara dengan nilai setting point suhu pada proses dekomposisi pupuk kandang sebesar 50oC dengan berat 5000 gram sehingga diperoleh nilai Kp sebesar 2,92 dan nilai Ki sebesar 1,75. Waktu yang diperlukan respon untuk mencapai kondisi steady sebesar 12 menit dengan error steady state sebesar 0,3%.


PATH PLANNING BERBASIS INDOOR POSITIONING SYSTEM PADA MOBILE ROBOT

Author : Luqman Hakim  , Akhmad Hendriawan, Alrijadjis

Abstrak

Sistem navigasi dan path planning dibutuhkan oleh mobile robot agar dapat bergerak dalam suatu lingkungan. Beberapa metode dapat diterapkan sebagai navigasi robot di dalam ruangan (indoor) antara lain yaitu vision based location positioning yang memanfaatkan database gambar pada suatu ruangan yang dibandingkan dengan gambar yang diambil dari sebuah kamera pada mobile PC, kekurangan dari metode ini adalah pemrosesan gambar dapat terganggu oleh pengaruh inteensitas cahaya yang berubah – ubah pada ruangan, juga membutuhkan unit pemroses yang cepat dan powerfull tetapi membutuhkan daya yang besar sehingga tidak efisien jika diaplikasikan pada mobile robot yang mempnyai fungsi yang sederhana. Metode lain adalah dengan menggunakan odometri, yang mana metode ini tidak dapat menentukan posisi absolut robot, melainkan hanya dapat menentukan posisi relatif robot yang didasarkan pada perhitungan rotasi roda robot, tentunya metode ini hanya akan bekerja dengan baik jika lintasan nya berupa bidang datar dan tidak menyebabkan rotary encoder selip. Penelitian ini bertujan untuk membuat indoor positioning system sebagai navigasi pada mobile robot. Sistem ini menerapkan wireless sensor network yang dipadukan dengan metode trilaterasi untuk menentukan posisi mobile robot. Juga sensor magnetometer digunakan untuk menentukan orienteasi robot. dari hasil pengujian didapatkan bahwa indoor positioning system pada path planning mobile robot memiliki ketepatan dengan error rata – rata sebesar 4,34% pada pergerakan dari titik (0,0)m ke titik (2,2)m dan error rata – rata sebesar 3,3% pada pergerakan dari titik (0,0)m ke titik (4,4)m.


ANALISIS JUMLAH SUDU RUNNER TERHADAP PERFORMA TURBIN CROSSFLOW PADA MODUL PLTMH MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS

Author : Mochammad Purinda Yudistira Samudra  , Arrad Ghani Safitra, Joke Pratilastiarso

Abstrak

Turbin crossflow merupakan salah satu jenis turbin air yang banyak digunakan pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) karena memiliki konstruksi sederhana dan mampu beroperasi pada debit serta head yang relatif rendah. Salah satu parameter yang memengaruhi kinerja turbin crossflow adalah jumlah sudu, yang berperan dalam proses interaksi antara fluida dan runner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah sudu terhadap karakteristik aliran dan performa turbin crossflow, serta menentukan jumlah sudu yang paling optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi numerik Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan variasi jumlah sudu sebanyak 27 dan 30 sudu. Parameter yang dianalisis meliputi distribusi kecepatan, distribusi tekanan, torsi, daya, serta koefisien daya (Cp) pada beberapa variasi Tip Speed Ratio (TSR). Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi jumlah sudu memengaruhi karakteristik aliran di dalam runner. Pada sudu 27, aliran fluida lebih terarah dengan distribusi kecepatan yang lebih optimal dan penurunan tekanan yang lebih stabil, sedangkan pada sudu 30 aliran cenderung mengalami hambatan yang lebih besar. Dari segi performa, turbin dengan 27 sudu menghasilkan nilai maksimum yang lebih tinggi, yaitu torsi sebesar 81,53 Nm, daya sebesar 4692,05 watt, dan koefisien daya (Cp) sebesar 0,625 pada TSR 1,01. Sementara itu, turbin dengan 30 sudu menghasilkan nilai maksimum torsi sebesar 73,95 Nm, daya sebesar 4231,08 watt, dan Cp sebesar 0,564. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jumlah sudu 27 merupakan konfigurasi yang paling optimal dalam penelitian ini karena mampu menghasilkan performa turbin yang lebih tinggi.


PEMBUATAN E-LOGBOOK PERALATAN LISTRIK UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA KELAS III MOROWALI

Author : Fachrur Razyq Jafar  , Karimatun Nisa, Faridatun Nadziroh

Abstrak

Logbook manual di UPBU Kelas III Morowali masih digunakan untuk pencatatan peralatan listrik, namun metode ini memiliki kelemahan seperti keterbatasan akses, risiko kehilangan data, dan lambatnya pelaporan. Proyek akhir ini merancang sistem e-logbook berbasis web menggunakan PHPrad, XAMPP, dan CSS dengan metode Waterfall. Pengujian sistem dilakukan menggunakan Black Box Testing pada 20 skenario uji, seluruhnya berhasil 100%. Evaluasi Beta Testing melibatkan 1 kepala unit (admin) dan 5 teknisi (user), masing-masing mengisi 10 pertanyaan skala Likert (1–5). Total skor kuesioner yang diperoleh adalah 50 dari admin dan 300 dari teknisi, sehingga total skor adalah 350. Perhitungan: Persentase Hasil Kuesioner = 350 / (10 × 6 × 5) × 100% = 100% Hasil tersebut menunjukkan seluruh pengguna menyatakan "Sangat Setuju" terhadap kemudahan, keandalan, dan fungsionalitas sistem. Sistem juga diuji menggunakan load testing dengan 50 pengguna virtual secara bersamaan selama 10 detik. Hasilnya, seluruh permintaan berhasil diproses tanpa kesalahan (error rate 0%), dengan waktu respons rata-rata 828,84 ms dan persentil ke-95 sebesar 1,39 detik. Ini memenuhi standar kenyamanan pengguna yang mengacu pada waktu respon < 2 detik. Sebagai pengakuan atas efektivitas sistem, Kepala Kantor UPBU Kelas III Morowali mengeluarkan surat pernyataan dukungan resmi yang menyatakan sistem e-logbook telah diuji coba dan membantu efisiensi kerja. Dengan hasil pengujian fungsional, evaluasi pengguna, dan performa sistem yang baik, sistem e-logbook ini terbukti layak diimplementasikan sebagai solusi pencatatan digital peralatan listrik yang efisien dan andal di lingkungan bandara.