RANCANG BANGUN DIMMABLE LED LIGHTING SYSTEM UNTUK APLIKASI PENERANGAN JALAN UMUM TERINTEGRASI POWER LINE CARRIER COMMUNICATION
Author : Raihan Taufiqurahman  , Epyk Sunarno, Mochamad Ari Bagus Nugroho

Abstrak

Penerangan Jalan Umum (PJU) memainkan peran vital dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari. Namun, monitoring dan pemeliharaan PJU sering menghadapi berbagai permasalahan yang menghambat kinerja petugas Pekerjaan Umum (PU). Keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi mengakibatkan wilayah PJU yang luas sulit dimonitoring serta penggunaan daya listrik yang tidak effisien dan membutuhkan pengontrolan secara otomatis dalam penentuan dimming pada setiap jamnya sesuai Standar Nasional Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan teknologi secara otomatis pada sistem PJU yang dapat setting intensitas cahayanya dan dapat dimonitoring dari jarak jauh yang terintergrasi power line carrier communication (PLCC) sebagai penghantar komunikasi data. Alat ini di lengkapi sistem monitoring yang berkerja dengan mengambil parameter tegangan, arus, daya dan lux pada setiap line. Kemudian menggunakan metode kontrol PI sebagai pengatur tingkat pencahayaan sesuai set point dan dilengkapi dengan RTC sebagai penentu waktu nyala dan padamnya lampu. Pada pengujian kontrol PI mampu mengontrol secara otomatis yang mencapai nilai set point yaitu 1000 sehingga mendapatkan rata-rata % error sebesar 2.26% pada slave 1 dengan waktu pengujian siang hari pukul 10.00 dan mendapatkan rata-rata % error sebesar 1,78% pada slave 2 dengan waktu pengujian siang hari pukul 14.00. Kemudian mendapatkan rata-rata % error sebesar 1.76% pada slave 1 dengan waktu pengujian malam hari pukul 19.00 dan mendapatkan rata-rata % error sebesar 1.84% pada slave 2 dengan waktu pengujian malam hari pukul 02.00. Sehingga pengujian membuktikan bahwa sistem PJU sudah dapat dikontrol secara otomatis dan dimonitoring dari jarak jauh menggunakan PLCC.


STUDI KEEFEKTIFAN OMNIDIRECTIONAL WALKING ENGINE PADA ROBOT SEPAK BOLA HUMANOID EROS MENGGUNAKAN SIMULATOR 3D

Author : Amanda Debi Arafah  , Adytia Darmawan, Anhar Risnumawan, Eny Kusumawati

Abstrak

Robot humanoid memiliki bentuk menyerupai manusia. Seiring berkembangnya teknologi, fungsionalitas robot humanoid mengalami perkembangan dan perluasan pada berbagai bidang. Salah satu penelitian robot humanoid dilakukan pada bidang olah raga sepak bola. Penelitian mengenai robot humanoid sepak bola memberikan kemajuan dalam lingkup robotika, bahkan penelitian tersebut turut dikompetisikan baik dalam skala nasional maupun internasional. EROS (EEPIS Robot Soccer) merupakan salah satu tim yang berkompetisi pada kompetisi robot humanoid. Sebagai robot humanoid, desain EROS telah disesuaikan menyerupai tubuh manusia. Pilihan desain ini memudahkan robot untuk melakukan pergerakan yang membutuhkan ketangkasan dan mobilitas. Salah satu tantangan merancang robot humanoid sepak bola adalah kebutuhan akan omnidirectional walking engine yang responsif. Dalam permainan sepak bola, robot humanoid harus mempunyai kemampuan untuk bergerak cepat ke segala arah dengan tetap menjaga stabilitas. Dalam proyek akhir ini pergerakan robot EROS diuji menggunakan software simulator, yaitu Webots. Penggunaan simulator dipilih dengan pertimbangan efektifitas dan efisiensinya dibanding dengan pengujian pada robot secara langsung yang berisiko menyebabkan kerusakan pada robot. Pengujian pada Webots dilakukan dengan melakukan ekspor ke dalam bentuk 3D model. Beberapa proses pengujian juga disertakan dalam tugas akhir ini. Model 3D robot sepak bola humanoid EROS berhasil diekspor. Semua sendi dapat bergerak dengan baik, yang dibuktikan dengan pengujian salah satu sendi bernama right shoulder roll dalam rentang nilai 0,0 hingga 1,5 radian. Sebagai kesimpulan, studi simulasi dapat memberikan wawasan tentang walking controller yang efektif untuk robot. Hal ini terlihat dari hasil pengujian walking controller EROS menggunakan simulator Webots yang menghasilkan stabilitas gerakan sendi dalam waktu 25 detik selama proses simulasi berjalan.


RANCANG BANGUN ALAT PENGISIAN BATERAI DENGAN MONITORING ESTIMASI WAKTU PENGISIAN DAN INDIKATOR LEVEL BATERAI

Author : Mukhammad Fuad Firdausi  , Era Purwanto, Renny Rakhmawati

Abstrak

Battery charger merupakan salah satu jenis rangkaian elektronika daya yang berfungsi untuk menyimpan daya listrik yang digunakan untuk mensuplai aki. Kebanyakan battery charger yang digunakan masih bersifat manual atau tidak otomatis. Sehingga ketika melakukan proses pengisian pada baterai telah selesai atau baterai dalam kondisi full charged, pengguna harus mematikan sendiri alat pengisian tersebut agar rangkaian pengisian pada baterai terputus. Adapun permasalahan selanjutnya adalah kita tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pengisian baterai sampai pada kondisi penuh dan juga berapa indicator level tegangan yang ada pada baterai tersebut. Melihat dari permasalahan tersebut maka pada proyek akhir ini akan dibahas tentang pembuatan sistem charger baterai dengan menggunakan metode kontrol PI berbasis ARM STM32F4 serta memonitoring estimasi waktu selama pengisian dan indikator level tegangan pada baterai 12V 32AH.


ANALISA KINERJA TEKNIK REDUKSI PAPR SELECTED MAPPING (SLM) DAN HPA PREDISTORSI PEMODELAN WIENER PADA SISTEM OFDM

Author : Rossa Wahyu Almira  , Yoedy Moegiharto, Ida Anisah

Abstrak

Kelemahan utama sistem OFDM adalah nilai PAPR (Peak-toAverage Power Ratio) tinggi yang dapat menghasilkan distorsi nonlinear pada HPA (high power amplifier). Untuk mengatasi permasalahan amplitudo yang besar, maka diperlukan teknik reduksi PAPR Selected Mapping. Teknik reduksi PAPR mencegah sinyal masuk ke wilayah saturasi dengan mereduksi amplitudo sinyal. Untuk meningkatkan kinerja sistem atau mengurangi distorsi sinyal dapat digunakan teknik linierisasi yaitu sebuah predistorter. Pada tugas akhir ini, diajukan skema penggabungan teknik reduksi PAPR Selected Mapping-prolate binary sequence dan Predistorter HPA pemodelan Wiener. Dalam metode yang diusulkan, Selected Mapping-prolate dapat mengurangi PAPR dan predistorter meningkatkan linearisasi penguat daya serta menghasilkan kinerja bit error rate (BER) yang baik. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil dari simulasi menunjukkan teknik reduksi PAPR SLM-Prolate Binary Sequences mampu mereduksi nilai PAPR0 sinyal OFDM dari 11,61 dB menjadi 9,297 dB atau sebesar 19,9% pada subblok 4 dan 8,455 dB atau sebesar 27,7% pada subblok 8. Sehingga Semakin besar jumlah subblok maka semakin kecil nilai PAPR-nya. Pada teknik SLM-Prolate Binary Sequences tidak begitu berpengaruh pada kurva BER dikarenakan teknik reduksi tidak menimbulkan distorsi. Penggunaan HPA menimbulkan distorsi nonlinier, oleh karena itu perlu adanya predistorsi untuk memperbaiki sistem. Dari hasil simulasi diketahui bahwa implementasi predistorsi menunjukkan adanya perbedaan nilai BER. Teknik gabungan SLMProlate Binary Sequence dan teknik Predistorsi HPA pemodelan Wiener, dapat memperbaiki nilai BER. Dengan menggunakan predistorsi pada Eb/n0 15 dB telah mampu mengatasi data yang dikirim dengan probabilitas nilai BER mencapai 10-5. Namun bila sistem tanpa menggunakan predistorsi, pada Eb/n0 30 dB probabilitas nilai BER masih mencapai 10-2 sehingga penggunaan predistorsi dapat mengurangi tingkat kesalahan bit yang dikirimkan sekitar 2 kali lebih baik daripada tanpa menggunakan predistrosi.


ANALISA KINERJA GROUND STATION ADS-B (AUTOMATIC DIPENDENT SURVEILLANCE BROADCAST) DI PERUM LPPNPI CABANG DENPASAR

Author : Novan Endri Saputra  , Budi Aswoyo, Bambang Bagus H,

Abstrak

Pada tahun 2001 Federal Aviation Administration (FAA), industri penerbangan dan komunitas Alaska merancang proyek Capstone untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan penerbangan. Salah satu dari teknologi baru yang dikembangkan adalah sistem pengawasan automatic dependent surveillance broadcast (ADSB). Setelah melewati tahap riset dan pengembangan selama beberapa tahun, pada tahun 2005, FAA menyatakan bahwa sistem ADSB telah siap dioperasikan oleh sistem penerbangan umum secara nasional. Melalui proyek Capstone, FAA menyediakan peralatan stasiun penerima di darat (Ground station), rangkaian komunikasi avionik, dan datalink yang dapat dipergunakan oleh penerbangan komersial. Awal 2007, FAA semakin mengintensifkan penyebaran sistem ADSB di sejumlah negara bagian Amerika Serikat. Selain itu, FAA juga meningkatkan kualitas akses sistem di bandara-bandara terpencil. Sistem ADSB memiliki cara kerja yang berbeda dengan radar yang selama ini digunakan oleh bandara untuk mendeteksi keberadaan pesawat. Sistem ADSB menggunakan teknologi Global Navigation Sattelite System (GNSS) seperti Global Positioning System (GPS) yang dipasang pada pesawat. Pesawat akan memancarkan informasi seperti kecepatan, posisi, identifikasi, ketinggian pesawat dari permukaan laut, dan nomor penerbangan ke stasiun penerima di darat (ground station) dan pesawat lain secara terus-menerus. Di bandara, informasi tersebut diterima oleh pusat pengatur lalu-lintas udara untuk membantu melakukan pemanduan. Mekanisme sistem ADSB dapat berjalan atas bantuan satelit yang menentukan posisi pesawat berdasarkan konstelasi GNSS .