RANCANG BANGUN SISTEM UJI MANDIRI (SELF TEST) PADA PERALATAN MONITORING EKG
Author : Mohammad Abdus Salam  , Paulus Susetyo Wardhana, Kemalasari

Abstrak

Perawatan peralatan kesehatan terutama Elektrokardiograf (EKG) sangatlah penting di dunia Biomedis terutama di Indonesia. Selain perawatan peralatan medis, dilakukan juga identifikasi akurasi alat EKG yang biasa disebut Kalibrasi. Terdapat Institusi khusus menangani peralatan EKG dan medis lain yaitu Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK). Namun terdapat masalah dalam melakukan kalibrasi EKG dan alat medis lainnya. Hal itu dikarenakan sedikitnya tenaga ahli dan luasnya wilayah kerja yang tidak sebanding. kalibrasi EKG sekaligus EKG monitoring yang diaplikasikan terhadap peralatan EKG sangatlah dibutuhkan untuk menangani masalah pada paragraf 1. Pada alat ini dibutuhkan 2 bagian, bagian pertama adalah EKG yang terdiri dari modul penguat instrumentasi, filter, mikrokontroller dan NodeMCU ESP8266. Dan bagian ke dua adalah Server yang terdiri dari Personal Computer, graphical User Interface (GUI), dan user. Tugas dari Server adalah mengirim data perintah uji mandiri ke EKG melalui NodeMCU ESP8266. Kode perintah tersebut sebagai kunci mikrokontroler untuk mengirimkan data digital EKG yang sudah tersimpan di memory. Data digital akan dijadikan analog dan diproses pada blok instrumentasi dan blok filter seperti proses sinyal EKG pada umumnya. Hasil dari pemrosesan blok penguat dan filter akan diumpan balik ke mikro untuk diproses untuk mengetahui spektrum frekuensi dan Bandwidth untuk identifikasi. Identifikasi sinyal jantung (EKG) dengan melihat spektrum frekuensi memberikan informasi bahwa pada sinyal EKG terbentuk dari beberapa sinyal yang mempunyai frekuensi berbeda sehingga memudahkan pengguna menganalisa apabila terdapat frekuensi lain yang terlihat. Identifikasi Bandwidth juga digunakan untuk mengetahui penguatan pada frekuensi 1 – 120 Hz pada blok instrumentasi dan filter apakah sesuai dengan spesifikasi EKG atau tidak


DESAIN DAN IMPLEMENTASI MPPT DENGAN FUZZY LOGIC CONTROL MENGGUNAKAN SEPIC CONVERTER UNTUK SISTEM PENGAIRAN HIDROPONIK

Author : Irfan Dzaky Lazuardi  , Suhariningsih, Hendik Eko HS

Abstrak

Hidroponik merupakan metode pertanian tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan air bernutrisi. Hidroponik diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. Namun hidroponik memiliki kekurangan yaitu menggunakan daya listrik yang cukup besar. Pompa air hidroponik yang beredar dipasaran berkisar antara 25 Watt dan harus menyala 24 jam setiap harinya, tentunya ini akan membuat biaya listrik semakin banyak. Untuk mengatasi masalah tersebut akan digunakan photovoltaic. Photovolatic (PV) adalah sebuah alat yang menghasilkan listrik dengan sumber iradiasi matahari. PV dapat mensuplai kebutuhan listrik dalam skala kecil hingga besar. Dalam mengasilkan energi listrik, PV memiliki kelemahan yaitu daya keluaran tidak maksimal dan nilai efisiensi yang cukup rendah. Selain itu masukan dari PV juga fluktuatif. Salah satu cara untuk mengoptimalkan keluaran PV dibutuhkan Maximum Power Point Tracker (MPPT) yang dapat mengoptimalkan daya keluaran dari PV. Selain MPPT, sebuah PV juga membutuhan DC-DC converter untuk menaikan atau menurunkan tegangan keluran sesuai kebutuhan. Untuk mengoptimalkan sistem ini diperlukan DC-DC Converter yang memiliki efisiensi yang bagus. Pada penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Logic Control sebagai MPPT untuk mendapatkan daya yang optimal pada keluaran PV. Sedangkan DC-DC converter yang digunakan adalah Sepic Converter (Single-Ended Primary-Inductor Converter). Pada sistem yang dibuat didapatkan daya maksimal sebesar 122.767 W dan jika dibandingkan dengan karakteristik panel surya didapatkan error sebesar 2.87%


RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI KANDUNGAN GULA PADA MINUMAN MENGGUNAKAN FOTODIODE DAN SENSOR TDS BERBASIS METODE FUZZY

Author : Muhammad Yazid Al Hafidz  , Kemalasari, Moch. Rochmad

Abstrak

Konsumsi gula berlebih merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi penyakit diabetes di Indonesia. Sementara itu, terbatasnya alat ukur kadar gula dalam minuman yang praktis dan terjangkau menyebabkan upaya pemantauan konsumsi gula oleh masyarakat umum masih sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi kadar gula dalam larutan berbasis sensor dengan metode pengolahan data yang adaptif menggunakan logika fuzzy. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan dua sensor utama, yaitu sensor Total Dissolved Solids (TDS) untuk mengukur jumlah total zat terlarut dalam larutan dan sensor fotodiode untuk mendeteksi perubahan intensitas cahaya akibat pembiasan cahaya oleh larutan gula. Data yang diperoleh dari kedua sensor diproses oleh mikrokontroler melalui tahapan fuzzifikasi, inferensi berbasis rule base, dan defuzzifikasi menggunakan metode weighted average untuk menghasilkan estimasi kadar gula dalam satuan gram per 100mL. Perancangan sistem dilakukan pada tingkat utama yang direpresentasikan melalui blok diagram dan flowchart, mencakup proses akuisisi data sensor, pengolahan data menggunakan logika fuzzy, serta penyajian hasil pengukuran melalui layar OLED dan pengiriman data ke platform Firebase sebagai data histori pengukuran. Pengujian sistem dilakukan pada berbagai variasi larutan gula dengan konsentrasi yang berbeda untuk mengevaluasi kinerja sensor dan akurasi sistem secara keseluruhan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor TDS memiliki tingkat error berkisar antara 0,25% hingga 2,04%, sedangkan sensor fotodiode menunjukkan hubungan korelasi negatif antara kadar gula dan tegangan keluaran, di mana peningkatan konsentrasi gula menyebabkan penurunan nilai tegangan. Penerapan teknik filtering berlapis terbukti meningkatkan stabilitas pembacaan sensor fotodiode. Selain itu, sistem menunjukkan performa terbaik pada larutan yang bersifat homogen, sementara pada larutan yang kurang homogen terjadi peningkatan variasi error yang dipengaruhi oleh faktor warna dan kekeruhan larutan. Berdasarkan analisis hasil pengujian, sistem menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,2665gr/100mL, standar deviasi sebesar 0,291gr/100mL, dan tingkat akurasi sebesar 96,19%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dirancang memiliki tingkat akurasi yang baik dan layak digunakan sebagai alat monitoring kadar gula pada berbagai jenis minuman.


MODUL PRAKTIKUM OTOMASI PICK AND PLACE ROBOT SEBAGAI PEMBELAJARAN INDUSTRIAL MOTION, VISION SENSOR, DAN WEB SERVER GUI

Author : Endrika Decky Marselino  , Indra Adji Sulistijono, Eko Budi Utomo

Abstrak

Dalam dunia industri masih banyak proses yang masih membutuhkan tenaga manusia, maka dibutuhkan suatu teknologi untuk membantu pekerjaan manusia. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah robot. Pada proyek akhir ini dikembangkan modul praktikum otomasi pick and place robot sebagai pembelajaran industrial motion, vision sensor, dan web server GUI. Pada sistem ini, robot dapat mengambil, meletakkan, membedakan bentuk suatu benda, dan memprediksi gerakan wadah benda, dan juga dapat dikontrol maupun dimonitor melalui web server. Pengembangan ini diterapkan pada robot lengan Mitsubishi dengan tipe RV 2SDB 6 Degree Of Freedom (DOF) yang dilengkapi dengan vision sensor. Untuk pendeteksian warna dan bentuk benda menggunakan vision sensor. Untuk memprediksi gerakan pada saat meletakkan benda pada wadah yang bergerak menggunakan metode motion prediction. Untuk pengujian dilakukan secara langsung menggunakan alat dan simulasi karena terkendala akses ke lab karena pandemi covid-19. Dengan hasil pengujian secara keseluruhan mencapai 96%. Dengan persentase kegagalan sebesar 4% dalam proses place workpiece pada pengujian secara keseluruhan.


DESAIN ANTENNA ARRAY UNTUK KOMUNIKASI 5G

Author : Izhar Dhiya'Ul Hayyan  , Budi Aswoyo, Bambang Bagus H,

Abstrak

Pada saat ini ketersediaan spectrum semakin tipis sehingga telah berkembangnya suatu inovasi yaitu 5G. Saat ini, sistem seluler 5G sedang memperluas spektrumnya untuk mendukung kecepatan data yang tinggi. Di Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) pada 2015, pita frekuensi kandidat 5G di bawah 6 GHz telah banyak dibahas, dan rentang frekuensi berikut telah disarankan: 3300–3800, dan 4500–4990 MHz. Teknologi 5G menerapkan beberapa seperti multi-input multi output (MIMO) dan jaringan small cell. Sinyal milimater wave lebih sensitif terhadap obstacle dari pada sinyal pada frekuensi yang lebih rendah karena mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek. Sehingga coverage dari komunikasi sangatlah terbatas, hal ini dapat diatasi menggunakan small cell network. Antena mikrostrip mempunyai beberapa kelebihan seperti mempunyai biaya yang terjangkau, dan mempunyai berat yang tergolong ringan, oleh karena itu antenna microstrip cocok digunakan sebagai antenna small cell. Dibuatnya small cell degan menggunakan antenna mikrostrip penulis bertujuan ingin ikut serta membangun jaringan 5G di Indonesia dengan membuat sebuah small cell yang mempunyai parameter high gain dan wide band. Hasil dari simulasi menunjukkan nilai VSWR pada tiap port sebesar 1.1716114 dan 1.1716112 sedangkan nilai return loss masing-masing S(1,1) sebesar -22.044 dB, S(2,1) sebesar -24.490 dB, S(1,2) sebesar -24.490, S(2,2) sebesar -22.044 dB, untuk nilai bandwith sebesar S(1,1) dan S(1,2) 0.03197 dan sedangkam S(2,1) dan S(2,2) sebesar 0.28571.