Author : Mirza Afrizal Achmad , Moch. Rochmad, Kemalasari
Abstrak
Mengetahui laju beat per minutes (bpm) saat berolahraga sangat bermanfaat untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Penggunaan metode manual dalam menghitung laju beat per minutes (bpm) secara terus-menerus saat berolahraga sangat tidak memungkinkan, maka dibutuhkan suatu alat yang praktis saat berolahraga. Metode menghitung laju beat per minutes (bpm) menggunakan metode photoplethysmogram (PPG) pantul dengan sensor pulse oximetry yaitu pasangan sensor sinar Infrared (IR), sinar LED dan photodioda. Alat yang dirancang terdiri dari 2 jenis sensor pengukur detak jantung yaitu sensor MAX30100 dan sensor Pulse Sensor juga terdapat Display OLED untuk menampilkan laju beat per minutes (bpm) yang sedang diukur dan buzzer untuk memperingatkan pengguna apabila telah melewati batas maksimal heartrate-nya. Dalam alat ini digunakan 2 buah baterai CR2032 dengan tegangan 6V sebagai supply dan 3 buah tombol untuk mengakses menu pada display.
RANCANG BANGUN KONTROL LAMPU UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SECARA INDOOR MENGGUNAKAN PULSA TERMODULASI PADA HIDROPONIK BERBASIS INTERNET OF THING
Author : Ghiffary Ramadhana Rynardhi Wibowo , Alrijadjis, Firman Arifin
Abstrak
Pertanian secara efisien baik dalam hal sumber daya maupun luas lahan pertanian adalah faktor kunci dalam ketersediaan pangan kedepannya. Salah satu solusinya adalah dengan mengembangkan pertanian non-konvensional seperti pertanian secara hidroponik, dimana pertanian dapat dilakukan secara efisien baik secara dalam sumber daya yang dikeluarkan maupun lahan yang dibutuhkan. Metode hidroponik ini bukan tanpa cela banyak faktor perlu dipertimbangkan, untuk itu perlunya metode lainnya seperti metode pertanian dalam ruang sebagai salahsatu kiat dalam menghasilkan tanaman yang lebih baik secara kualitas dan kuantitas . Dalam usaha mengatasi permasalahan tersebut peranan teknologi tidak dapat dihindari. Sistem akan menyesuaikan dengan metode logika fuzzy dimana parameter yang akan digunakan ialah kondisi PPM,PH dan tingkat konsumsi air atau nutrisi pada media hidroponik sehingga radiasi lampu LED dapat disesuaikan mengunakan nilai PWM. Dari hasil pengujian kultivasi tanaman secara hidroponik dalam ruangan dapat menghindari masalah yang ditimbulkan akibat perubahan iklim salah satunya panas yang terbukti memepengaruhi tanaman selada sehingga bolting dan rasanya pahit. Pada percobaan yang telah dilakukan penanaman secara indoor terdapat peningkatan hasil panen pada parameter rata-rata jumlah daun sebesar 19.07% dan parameter berat 0.59% dengan kondisi rasa daun tanaman normal.
RANCANG BANGUN PEMANFAATAN DOUBLE SERIES BUCK CONVERTER SEBAGAI POWER FACTOR CORRECTION UNTUK BEBAN LAMPU LED
Author : Dita Yunaria Puspita , Moh. Zaenal Efendi, Diah Septi Yanaratri
Abstrak
Penerangan rumah tangga yang membutuhkan catu daya berupa sumber tegangan searah dapat dihasilkan dari rangkaian penyearah (rectifier). Pada rangkaian penyearah tersebut terdapat kapasitor yang digunakan sebagai filter dan mengurangi ripple tegangan yang dihasilkan. Pemasangan nilai kapasitor yang cukup besar dapat menyebabkan bentuk gelombang arus input menjadi terdistorsi akibat munculnya harmonisa. Harmonisa dapat menyebabkan nilai faktor daya menjadi rendah. Oleh sebab itu dewasa ini banyak dikembangkan konverter pereduksi harmonisa yang mempunyai kemampuan menghasilkan faktor daya tinggi dan harmonisa rendah. Pada proyek akhir ini dibuat suatu penelitian mengenai perbaikan faktor daya meggunakan dua buah rangkaian buck converter. Buck converter pertama berfungsi sebagai Power Factor Correction/PFC diseri dengan buck conveter kedua yang berfungsi sebagai regulator tegangan. Agar buck converter dapat bekerja sebagai PFC maka harus bersifat resistif. Untuk itu converter harus bekerja dalam kondisi tidak kontinyu atau DCM (Discontinuous Conduction Mode). Konverter ini didesain mempunyai tegangan keluaran sebesar 12 Volt. Dari hasil simulasi dan eksperimen, converter ini dapat memenuhi standar harmonisa internasional IEC 61000-3-2 dan dapat memperbaiki faktor daya dari 0.84 menjadi 0.98 serta dapat menurunkan Total Harmonic Distortion (THD) arus dari 48.6% menjadi 16.9%.
RANCANG BANGUN SISTEM MULTI BEBAN UNTUK PENGATURAN LAMPU TAMAN BERBASIS ANDROID
Author : Emfa Ahmad Adib , Dedid Cahya Happyanto, Ronny Susetyoko
Abstrak
Banyaknya area taman disetiap kota di Indonesia harus tetap dijaga dengan baik. Salah satunya adalah penerangan yang berupa lampu taman. Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) yang merupakan bagian dari teknologi informatika dan dapat diterapkan pada penerapan relay lampu taman. Maka dibuatnya switching yang dapat dikontrol menggunakan android dari jarak jauh sehingga kita dapat menyalakan dan mematikan lampu taman. Prototype ini berupa tiga kontak yang dikontrol aliran listriknya dengan menggunakan relay. Menggunakan blynk sebagai interface dimana pengguna bisa mengontrol switch dan mengetahui apakah kontak teraliri listrik dengan baik. Alat ini merupakan kontrol untuk kontak listrik, dimana pengguna tinggal mengontrolnya melalui android. Dalam kontrol alat ini terdapat waktu delay beberapa detik. Diharapkan pengelola taman bisa menjaga fasilitas lampu taman dengan baik
ANALISA TEKNIK REDUKSI PEAK-TO-AVERAGE POWER RATIO (PAPR) PADA SISTEM MIMO OFDM MENGGUNAKAN TEKNIK DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT) DAN FIBONACCI BINARY SEQENCES SELECTED MAPPING (SLM)
Author : Yohana Paramitha Iqbal , Yoedy Moegiharto, Hendy Briantoro
Abstrak
Teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan sebuah teknik multicarrier yang saling orthogonal. OFDM telah banyak digunakan pada beberapa sistem komunikasi digital nirkabel karena memiliki efisiensi spektral yang tinggi, kebal terhadap multipath fading dan transmisi data yang sangat tinggi. Sistem OFDM tersebut dapat diterapkan pada MIMO sehingga nantinya dapat meningkatkan efisiensi spektral bandwidth dan meningkatkan kapasitas sistem. Penggabungan dari kedua sistem tersebut dinamakan dengan MIMO-OFDM. Namun, salah satu kekurangan dari sistem MIMO-OFDM adalah tingginya nilai Peak-to-Average Power Ratio (PAPR) yang dapat mengakibatkan peningkatan kompleksitas pada konversi analog ke digital maupun digital ke analog dan dapat mengurangi efisiensi amplifier RF. Oleh karena itu penting untuk mengurangi nilai PAPR yang tinggi untuk menghindari penurunan kinerja sistem dan membantu mengurangi kompleksitas desain sistem. Pada proyek akhir ini dibuat simulasi untuk menurunkan nilai PAPR pada sistem MIMO-OFDM dengan metode Discrete Fourier Transform (DCT) dan Selected Mapping (SLM) yang menerapkan deretan kode Fibonacci serta menganalisa kinerjanya dengan mengamati kurva CCDF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa gabungan teknik precoding DCT dan Directed SLM Fibonacci pada sistem MIMO-OFDM menghasilkan nilai PAPR yang paling baik yakni sebesar 6,83 dB, sedangkan untuk skema Ordinary menghasilkan nilai PAPR sebesar 7,39 dB dan Simplified sebesar 7,79 dB. Nilai PAPR tersebut didapatkan saat probabilitas CCDF 10-4.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer