SISTEM MONITORING RUMAH TERINTEGRASI SMARTPHONE
Author : Dhiya Alya Salsabila  , Amang Sudarsono, Akuwan Saleh

Abstrak

Kebakaran rumah merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di masyarakat. Kebakaran rumah sangat berbahaya karena dapat menimbulkan korban jiwa dan kerusakan harta benda. Setiap orang selalu merasa resah saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Rumah kosong yang telah ditinggal penghuinya jelas tidak bisa lepas dari kemungkinan kecelakaan kerja yaitu kebakaran. Sistem monitoring rumah ini bisa menjadi solusi untuk mengawasi keadaan rumah, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebakaran. Prototype sistem yang akan dibuat yakni memonitoring rumah dengan mikrokontroler Raspberry Pi yang mengambil data menggunakan Flame sensor dan sensor MQ-2 untuk mendapatkan data api serta Asap. Raspberry Pi mendapatkan data dari sensor kemudian nantinya data-data tersebut dikirim untuk diberikan respon berupa buzzer yang akan berbunyi sebagai alarm. User juga akan mendapatkan alert dari sistem melalui telegram apabila terdeteksi adanya api dan asap. Sistem akan bekerja dengan memberikan peringatan berupa bunyi yang dihasilkan oleh buzzer serta notifikasi yang akan dikirimkan ke akun Telegram user ketika terdekteksi adanya api dan kenaikan nilai konsentrasi asap >=500 PPM. Notifikasi berupa pesan pada telegram memiliki delay rata-rata yaitu sebesar 3.1 detik Sistem berhasil mengaktifkan buzzer dan mengirimkan notifikasi Telegram ketika terdeteksi adanya api dan nilai sensor melebihi batas aman.


RANCANG BANGUN KONTROL KESTABILAN BERBASIS PID PADA SINGLE COPTER

Author : Fuad Efendi  , Nofria Hanafi, R.Sanggar Dewanto

Abstrak

UAV (Unmaned Aerial Vehichle) merupakan salah satu jenis pesawat tanpa awak yang biasa disebut drone yang memanfaatkan teknologi rotor sebagai komponen pendukung daya terbangnya. Pada kesempatan kali ini yang akan dibahas adalah UAV singlecopter. Singlecopter sendiri merupakan kendaraan udara dengan satu baling-baling yang berputar pusat terhadap 4 fin. Masing-masing fin diletakan pada setiap kuadran dan dikendalikan oleh motor servo yang ditujukan untuk mengatur kontrol singlecopter baik roll, pitch, dan yaw. Gerak dan penyusuran trajektori wahana ini dilakukan secara manual dengan pengawasan (monitoring) trajektori dan sikapnya melalui GCS (Ground Control Station) secara wireless. Singlecopter ini dilengkapi sensor GPS yang dapat langsung terhubung dengan satelit, dan juga dilengkapi dengan kontrol kestabilan berbasis kontrol PID (Proportional–Integral–Derivative controller), dimana kontrol tersebut ditujukan untuk menyeimbangkan alat ketika take off, landing, maupun ketika bergerak. Sensor IMU (Inersial Measurement Unit) digunakan sebagai feedback attitude dari wahana, IMU sendiri merupakan suatu unit dalam modul elektronik yang mengumpulkan data percepatan angular dan akselerasi linear. Ketiga komponen PID dapat dipakai bersamaan maupun sendiri-sendiri tergantung dari respon yang diinginkan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kontroler dari singlecopter sudah cukup baik dalam mengendalikan wahana terbang sesuai yang diinginkan.


APLIKASI VISUAL INSPECTION PRODUK BERFITUR PARETO ANALYSIS SYSTEM MENGGUNAKAN RDBMS (PENERAPAN PADA PT.SCHENEIDER ELECTRIC MANUFACTURING BATAM)

Author : Muhammad Iqbal Hanif  , Akuwan Saleh, Haryadi Amran Darwito

Abstrak

PT. Schneider Electric merupakan perusahaan produksi yang bergerak di bidang kelistrikan dengan spesialis global dalam management energi dan otomisasi. Proses produksi pada PT. Schneider Electric Manufacturing Batam pada umumnya meliputi beberapa proses seperti: assembly, testing, marking, dan packing yang dilakukan pada beberapa stasiun produksi. Pada saat proses testing product, bisa didapatkan dua kemungkinan hasil test, yaitu pass dan fail. Pada saat fail, akan harus didapatkan error detail/error code untuk kemudian dapat diolah dan dievaluasi dalam bentuk diagram parreto untuk kebutuhan quality improvement & analysis. Stasiun produksi visual inspection adalah stasiun produksi yang menjadi firewall yang menyeleksi kelayakan produk sebelum memasuki proses pengepakan dan disalurkan ke pelanggan. Saat ini proses pengecekan visual firewall dilakukan menggunakan checklist yang dicatat pada kertas yang masih memiliki celah kesalahan dalam proses pengecekan serta sulit untuk dievaluasi hasilnya. Untuk itu pada tugas akhir ini, dikembangkan aplikasi visial inspection menggunakan RDBMS yang memungkin proses pengecekan secara paperless serta memudahkan pihak quality untuk mengevaluasi hasil pengecekannya dalam bentuk diagram pareto, yaitu sebuah alat gugus mutu yang sering digunakan dalam hal pengendalian mutu. Pengembangan aplikasi visual inspection checksheet memungkinkan proses inspeksi dapat dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan. Serta data inspeksi dapat ditampilkan dalam bentuk grafik yang presisi.


PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN SIMULATOR PERANGKAT LUNAK STUDI KASUS : JL. RAYA TAJEM, BABARSARI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

Author : Erwandani Ulistiawati  , Tri Budi Santoso, Hani'ah Mahmudah

Abstrak

Pada Proyek Akhir ini akan dilakukan perancangan jaringan Fiber To The Home (FTTH) dengan menggunakan simulasi perangkat lunak OptiSystem. Teknologi jaringan FTTH saat ini merupakan teknologi jaringan serat optik yang sudah diterapkan oleh PT. Telkom Indonesia, Tbk. Sebelum melakukan perancangan jaringan FTTH harus dilakukan dilakukan survey lokasi dan input data survey menggunakan Google Earth, melakukan perhitungan home passed menggunakan KMLCSV Converter untuk menghitung banyaknya jumlah home passed pada daerah tersebut, melakukan perhitungan link budget dan perhitungan perangkat menggunakan Bill Of Quantity (BOQ). Kemudian barulah dilakukan sebuah perancangan jaringan FTTH dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak OptiSystem. Daerah yang diadakan objek penelitian adalah mengambil wilayah Jl. Raya Tajem Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Yogyakarta dengan jumlah pelanggan atau demand 3.514 Home Passed dan dengan batasan-batasan boundary pada area survey, yaitu meliputi jalan raya/ jalan tol, sungai, dan rel kereta api. Pada perancangan jaringan FTTH ini menggunakan dua sekenario, yaitu sekenario one stage 1:32 dan two stage 1 : 4  1 : 8 dan 1 : 2  1 : 16. Tetapi hanya satu sekenario saja yang akan diambil datanya, yaitu two stage 1 : 4  1 : 8 karena PT. Telkom hanya menggunakan sekenario tersebut. Boundary empat didapatkan hasil berdasarkan perhitungan menggunakan link budget dengan menggunakan skenario two stage 1 : 4  1 : 8 untuk jarak terdekatnya adalah -23,57 dB, jarak menengahnya adalah -23,84 dB, dan jarak terjauhnya adalah -23,64 dB. Pada perhitungan Optisystem dengan menggunakan skenario two stage 1 : 4  1 : 8 untuk jarak terdekatnya adalah -31,80 dB, jarak menengahnya adalah -23,84 dB dan jarak terjauhnya adalah -32,02 dB. dan jarak terjauhnya adalah -32,04 dB. Maka dapat disimpulkan dari perhitungan link budget dan simulasi Optisystem dengan menggunakan tiga skenario bahwa yang terbaik adalah menggunakan scenario two stage 1 : 4  1 : 8.


PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK 3D INTERAKTIF DENGAN DATA SEPEDA TERINTEGRASI UNTUK PENGALAMAN SEPEDA VIRTUAL

Author : Muhammad Yusuf Maliki  , Adytia Darmawan, Artiiarini Kusuma N.

Abstrak

Bersepeda dianggap sebagai salah satu dari tiga belas olahraga penting yang menawarkan banyak manfaat untuk menjaga tubuh sehat. Namun, di Indonesia, bersepeda masih kurang diminati oleh masyarakat karena membutuhkan lahan yang luas untuk olahraga ini. Selain itu, kepadatan kendaraan bermotor juga berkontribusi terhadap kurangnya minat masyarakat dalam bersepeda karena tingkat polusi udara yang tinggi, sehingga membuat kegiatan bersepeda di luar ruangan tidak nyaman. Untuk membangkitkan minat masyarakat dalam bersepeda, diperlukan pengembangan inovatif. Biaya peralatan olahraga sepeda statis dalam ruangan menjadi hambatan yang signifikan untuk berolahraga. Oleh karena itu, simulator sepeda dalam ruangan telah dikembangkan sebagai solusi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat masyarakat dalam bersepeda sambil menyediakan sarana untuk pelatihan dan hiburan. Pada penelitian ini, simulator sepeda virtual telah dirancang dengan menggabungkan berbagai perangkat seperti platform sepeda, unit penggerak, unit sensor, dan unit tampilan. Sistem kontrol yang diimplementasikan menerima sinyal dari unit sensor untuk mengatur gerakan unit aksi. Hal ini memungkinkan perhitungan dan pembangunan lingkungan virtual secara real-time, sehingga menghasilkan pengalaman bersepeda yang beragam di berbagai model.