PROYEK SISTEM KOMUNIKASI MARITIM STUDI KASUS ANALISA PERFORMANSI SISTEM KOMUNIKASI SHIP TO SHIP MENGGUNAKAN ALGORITMA DSR (DYNAMIC SOURCE ROUTING).
Author : Tri Wahyuni  , Okkie Puspitorini, Ari Wijayanti

Abstrak

Pada komunikasi maritim, kapal yang berada di area cakupan jaringan seluler masih memungkinkan untuk komunikasi broadband. Jika kapal bergerak jauh dari pantai, komunikasi akan di tangani oleh Radio VHF atau sistem satelit, namun sistem ini memerlukan biaya sangat tinggi. Oleh karena itu, penggunaan jaringan Wi-Fi untuk komunikasi broadband pada sektor maritim bisa menjadi solusi hemat biaya. Sistem ini mengadopsi teknologi maritim yang sudah ada seperti satelit, radio UHF dan sistem identifikasi otomatis (AIS) yaitu dengan komunikasi multi hop dengan menggunakan teknologi IEEE 802.11 (Wi-Fi). Komunikasi multihop ini, proses discovery node didasarkan pada algoritma DSR (Dynamic Source Routing). Desain jaringan komunikasi antar kapal menggunakan teknologi IEEE 802.11 (Wi-Fi) terdapat 2 tahapan yaitu secara teoritis dan simulasi. Secara teoritis level kekuatan sinyal atau RSSI dihitung berdasarkan nilai n exponent pada metode pathloss skenario ship to ship 1 dan 2. Dari perhitungan RSSI diperoleh nilai maksimum jarak dimana antar kapal mash dapat saling berkomunikasi. Komunikasi ketika kapal bergerak menimbulkan pergeseran frekuensi sumber atau Efek Doppler. Simulasi penelitian ini menggunakan network simulator OMNET++ 5.1. Simulasi terdiri atas 3 skenario yang berdasarkan data real yang diperoleh dari pelabuhan dan data spesifikasi pada peralatan pengukuran. Desain yang dibuat tersebut akan dianalisa untuk mengetahui performansi Quality of Service dari masing-masing skenario dengan parameter yang diuji meliputi throughput, end to end delay dan packet delivery ratio.


PEMBUATAN ARSITEKTUR GAME ENGINE BERBASIS KOMPONEN DENGAN STUDI KASUS GAME EDUKASI KELISTRIKAN “PETUALANGAN CITRIK”

Author : LARAS ANDHIKA PUTRI  , Moh Hasbi Assidiqi, Rosiyah Faradisa

Abstrak

Perkembangan teknologi saat ini berkembang pesat, dimana saling menunjukkan sisi inovatif dan kreatif. Jenis-jenis yang bervariasi ini membutuhkan banyak programmer dalam pengerjaannya Tata penamaan dan peletakan asset yang rapi dan teratur sangat membantu programmer dalam proses pengerjaannya. Pada tugas akhir ini, dibuat sebuah arsitektur engine berbasis komponen dari Edukasi Kelistrikan. Arsitektur engine berbasis komponen tersebut menjadi sebuah jalan atau cara sebagai ganti dari objek yang ada, dan mempermudah dalam melakukan beberapa hal yang cukup menarik untuk diterapkan di sebuah. Hasil yang diharap dari tugas akhir ini adalah suatu arsitektur engine dari Edukasi Kelistrikan dapat mempermudah programmer lain dalam pengerjaan Edukasi Kelistrikan.


RANCANG BANGUN FLYBACK CONVERTER DENGAN DILENGKAPI KONTROL LOGIKA FUZZY UNTUK PROSES PENGISIAN DAN PENGOSONGAN POWER BANK

Author : Arbian Yudha Pratama  , Moh. Zaenal Efendi, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Power bank pada sistem ini adalah serangkaian baterai jenis li-ion 3,7V/cell yang disusun secara seri dan paralel hingga mencapai 22,2V dan dapat mensuplai beban laptop atau handphone. Hal yang penting adalah bagaimana mengatur proses pengisian power bank dan pengosongan power bank ke beban sesuai dengan karakteristik charging yang direkomendasikan, sebab baterai li-ion sangat sensitif terhadap overcharge. Proses diawali dengan penyearahan tegangan masukan 110Vac menggunakan full wave rectifier, kemudian tegangan diturunkan dan distabilkan sebesar 25,2Vdc menggunakan flyback converter 1 dan fuzzy logic control untuk proses pengisian power bank, proses pengisian terputus ketika power bank penuh. Ketika power bank telah selesai diisi, daya yang tersimpan dapat disuplaikan beban laptop (19Vdc) atau handphone (5Vdc) melalui flyback converter 2. Pada proses pengontrolan, fuzzy logic control mampu menjaga konstan tegangan keluaran sebesar 25,2Vdc pada flyback converter 1 dengan error rata-rata 1,21% dan proses pengisian dapat terputus secara otomatis ketika power bank penuh. Pada flyback converter 2, untuk pengisian laptop atau handphone tegangan keluaran mampu dijaga konstan 19Vdc atau 5Vdc dengan error rata-rata 2.78% dan 3,78%. Maka dapat disimpulkan, proses charge dan discharge power bank dapat dilakukan dengan baik. Kata Kunci : power bank, flyback converter, fuzzy logic control, full wave rectifier, laptop, handphone


RANCANG BANGUN ALAT IDENTIFIKASI PEMBICARA DENGAN METODE PROPAGASI BALIK SEBAGAI SISTEM PEMBUKA PADA PINTU

Author : Nuril Ilmiyah  , Eru Puspita, Ardik Wijayanto

Abstrak

Perkembangan teknologi yang sangat pesat berawal dari kebutuhan manusia dalam melakukan kesehariannya. Salah satunya yakni teknologi biometrika yang merupakan salah satu jenis teknologi yang digunakan untuk mengenali identitas seseorang berdasarkan karakter fisik manusia itu sendiri. Pengenalan dengan menggunakan teknologi biometrika ini sangat tepat digunakan dalam sebuah sistem keamanan. Dalam proyek akhir ini akan dibuat sebuah alat identifikasi berdasarkan suara sebagai sistem pembuka pintu. Ciri khas dari setiap suara akan didapatkan dengan menggunakan metode MFCC (Mel Frequency Cepstral Coefficients). Dari proses tersebut akan didapatkan nilai sebanyak 13 koefisien. Proses pengenalan dilakukan dengan menggunakan metode Back Propagation yang terdiri atas satu input layer, satu hidden layer, dan satu output layer. Hasil pengenalan terhadap 5 orang member didapatkan sebesar 94% dan persentase penolakan suara selain member sebesar 95%.


PENERAPAN DC–DC BIDIRECTIONAL CONVETTER PADA SISTEM PANEL SURYA MENGGUNAKAN BEBAN LAMPU PJU DENGAN METODE FUZZY LOGIC

Author : Ach. Cahyo Mutik  , Sutedjo, Lucky Pradigta Setiya Raharja

Abstrak

Setiap tahun penggunaan energi listrik semakin meningkat yang menyebabkan meningkatnya penggunaan renewable energy untuk memenuhi kebutuhan listrik. Salah satu penerapan renewable energy adalah penerangan jalan umum menggunakan sistem panel surya dan baterai sebagai media penyimpanannya yang terhubung melalui bidirectional converter. Bidirectional converter memiliki dua fungsi yaitu mode buck dan mode boost. Mode buck berfungsi saat panel surya menyuplai baterai (proses charging). Sedangkan mode boost berfungsi saat baterai menyuplai beban (proses discharging). Pada sistem ini digunakan fuzzy logic controller agar saat proses discharging lampu dapat menyala hingga 12 jam. Saat pengujian terintegrasi maka dapat diketahui bahwa saat mode buck nilai tegangan charging dapat konstan yaitu di 13.2 V sedangkan saat mode boost nilai tegangan discharging dapat konstan 24.1 V sesuai dengan spesifikasi tegagan beban. Efisiensi converter saat mode buck sebesar 92.25% sedangkan saat mode boost sebesar 83.07%.