RANCANG BANGUN WAHANA TANPA AWAK PELACAK OBJEK MENGGUNAKAN BASIC MOTION FRAME
Author : Muhammad Rijallul Abror  , Nofria Hanafi, Eko Budi Utomo, Setyo Nugroho

Abstrak

Pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV) adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh secara autopilot. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer untuk pengintaian, pengawasan, dan penyerangan. Dalam mendeteksi sebuah objek yang bergerak secara real-time oleh sebuah UAV, terdapat proses pengolahan sinyal yang kompleks dibandingkan apabila objeknya dalam keadaan diam. Ada beberapa masalah yang terdapat dalam proses deteksi objek bergerak pada UAV yang disebut uncertainty constraint factor (UCF) yaitu lingkungan, jenis objek, pencahayaan, kamera UAV, dan pergerakan (motion) objek. Salah satu masalah praktis yang menjadi perhatian beberapa tahun ini adalah analisis pergerakan (motion analysis). Pergerakan (motion) dari sebuah objek pada setiap frame membawa banyak informasi tentang piksel dari objek bergerak yang memainkan peranan penting sebagai image descriptor. Pada penelitian ini, akan dibuat sebuah sistem untuk melakukan tracking object dengan bantuan sebuah gimbal sebagai penstabil kamera. GCS (Ground Control Station) akan memproses data yang diambil oleh kamera untuk mendeteksi objek, menggunakan HSV filter, dan menggunakan basic motion frame untuk mengambil titik perpindahan objek dari frame kamera.


RANCANG BANGUN PERANGKAP TIKUS BERBASIS MIKROKONTROLER

Author : Angger Bima Wicaksono  , Rusminto Tjatur Widodo, Eru Puspita, Hary Oktavianto

Abstrak

Tikus merupakan hewan mamalia berdarah panas yang mampu beradaptasi pada lingkungan tempat hidupnya dengan sangat baik. Tikus dapat hidup di berbagai tempat, salah satunya adalah di daerah perkotaan. Di sektor ini tidak terdapat predator bagi hewan tikus, sehingga rantai penyebarannya sangat cepat karena tidak ada yang dapat memutusnya. Populasi tikus yang berlebihan berdampak buruk pada manusia, karena tikus memiliki kebiasaan buruk seperti menggerogoti perabotan rumah tangga, menyebabkan bau tak sedap dan menularkan virus dan penyakit. Berbagai macam cara konvensional sudah diterapkan untuk membasmi tikus, seperti memberi racun, lem tikus dan masih banyak lainnya. Tetapi karena tikus merupakan salah satu spesies bukan manusia yang paling cerdas, maka jebakan secara konvensional hanya bekerja ketika pertama kali diterapkan. Selebihnya tikus akan belajar dan dapat mengelabui jebakan dengan menggunakan kepintarannya. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, terpikirlah sebuah alternatif pembasmian hama tikus yaitu melalui perancangan alat yang memanfaatkan Internet of Things atau IoT dengan bantuan sensor PIR dan ultrasonik serta modul penyetrum tikus. Teknologi Iot merupakan sebuah metode yang mengaplikasikan jaringan internet untuk memudahkan dalam menyelesaikan masalah. Modul penyetrum tikus merupakan komponen yang digunakan untuk menyetrum tikus. Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi gerakan tikus dan sensor ultasonik digunakan untuk mendeteksi jarak ketinggian tikus.


SISTEM WIRELESS SENSOR UNTUK MONITORING PARAMETER KEASAMAN PADA AIR SUNGAI (PENGIRIMAN DATA NON PERIODIK)

Author : Rizal Fahmi Al Hadi Syahnata  , Tri Budi Santoso, Hendy Briantoro

Abstrak

Kualitas air kian hari kian menurun. Indeks Kualitas Air (IKA) di Wilayah Sungai Brantas pada tahun 2016 sebesar 47,68 dan di Wilayah Sungai Bengawan Solo menunjukkan angka 48,75. Kedua sungai strategis nasional ini berada dalam kondisi “waspada” dan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat ataupun makhluk hidup lain di sekitar sungai. Kualitas air dilihat dari beberapa indikator yaitu debit, kekeruhan, kandungan bahan organik, kandungan garam, kandungan zat besi, pH, dan indikator biologi. Air memiliki kelayakan untuk diminum ketika nilai pH berkisar antara 6,5 - 8,5 dan dikatakan bersih ketika memiliki nilai pH berkisar antara 6,5 – 9,0. Kisaran nilai pH tersebut hanya berlaku ketika temperatur bernilai 25ºC sedangkan pada nilai temperatur yang lain nilai pH mengalami perbedaan nilai ketika dibaca sehingga kisaran nilai pH yang digunakan akan disesuaikan dengan nilai temperatur. Dalam Proyek Akhir ini dirancang sebuah Sistem Wireless Sensor untuk memonitoring keasaman pada air sungai sehingga dapat diketahui Indeks Kualitas Air pada sungai tersebut. Nilai pH diukur secara otomatis menggunakan pH sensor dan hasil pengukuran dikelola oleh Raspberry Pi 3 dengan membandingkan nilai pH yang didapat dengan nilai pH ideal sehingga dapat ditentukan air sungai tersebut mengalami pencemaran atau tidak. Bila terjadi pencemaran maka data peringatan akan dikirimkan ke HT-Pengirim untuk ditransmisikan melalui frekuensi radio ke HT-Penerima yang ada di Pos Pengawas dan ditampilkan data tersebut di laptop untuk dapat diketahui kondisi nilai pH oleh pengawas. Hasil implementasi menunjukan bahwa sistem bekerja dengan baik pada temperatur ruangan dan panas yaitu dengan error 0.4% dan 2.37% serta nilai pH air dalam keadaan netral dan basa yaitu dengan error 1.46% dan 13.4%. Namun sistem bekerja dengan buruk pada temperatur dingin dengan error 80% serta nilai pH air dalam keadaan asam yaitu 40.25%. Sistem dapat dioperasikan dengan baud rate sebesar 1200 dan maksimal pengiriman data hingga 50 karakter.


OPTIMASI PENGENDALI PID MENGGUNAKAN METODE TUNING PSO UNTUK BUCK CONVERTER

Author : Eureka Exceldia Imar  , Alrijadjis, Agus Indra Gunawan

Abstrak

Perancangan Buck Converter dengan performa yang baik dan efisiensi daya yang tinggi terus dikembangkan oleh para peneliti. Buck Converter sebagai sistem orde dua dan nonlinear membutuhkan kontroler sebagai penstabil perfoma. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan rancangan DC-DC Buck Converter synchronous mode Countinous Conductor Mode (CCM) dalam bentuk hardware dengan menambahkan Proportional Integral Derivative (PID) Controller sebagai penstabil tegangan output berdasarkan nilai set point yang ditetapkan. Spesifikasi rancangan Buck Converter bekerja pada frekuensi tinggi sebesar 25kHz, dengan memanfaatkan tegangan input sebesar 12VDC dan set point tegangan output sebesar 5V diujikan dengan beban yang bervariasi. Particle Swarm Optimization (PSO) digunakan untuk membantu menentukan nilai gain atau parameter PID yang tepat agar menghasilkan performa maksimal Telah dilakukan uji lapangan pada sistem buck converter sistem open loop dan sistem close loop serta dibandingkan hasilnya mulai dari tegangan keluaran (Vout), arus keluaran (Iout), daya keluaran (Pout) serta efisiensi yang mampu dihasilkan. Pada buck converter dengan sistem close loop PID-PSO mampu menghasilkan efisiensi yang tinggi yaitu sebesar 85,70% dengan tegangan keluaran (Vout) sebesar 5,01, arus keluaran (Iout) sebesar 1,95A, serta daya keluaran (Pout) sebesar 9,77W.


RANCANG BANGUN PENGERING GABAH OTOMATIS

Author : Moch. Rizky Alfadin  , Nofria Hanafi, Eko Henfri Binugroho

Abstrak

Penangangan pascapanen pada proses pengeringan gabah di Indonesia masih belum optimal. Kebanyakan dari petani Indonesia melakukan proses pengeringan secara tradisional. Hal tersebut tentunya dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari gabah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam penelitian ini dirancang prototype pengering gabah otomatis sebagai upaya mengoptimalkan proses pengeringan gabah dengan tambahan mode pemilihan kadar air gabah. Prototype pengering gabah otomatis adalah sebuah pengering gabah yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi berturut-turut 1 x 0,5 x 0,4 meter yang memanfaatkan prinsip kerja efek rumah kaca. Sebagai upaya pengoptimalan, pengering ini dilengkapi pemanas blower yang dikontrol menggunakan mikrokontroler Arduino Mega dengan metode Fuzzy Logic. Penerapan metode Fuzzy Logic berfungsi untuk mengefisiensikan daya yang digunakan. Pengering ini dilengkapi 4 buah sensor DHT11 dan 4 buah sensor soil moisture untuk proses pengambilan nilai suhu, kelembapan dan kadar air. Ke-3 nilai tersebut akan dijadikan sebagai parameter kontrol metode Fuzzy Logic untuk menyalakan blower. Pengering ini juga dilengkapi 3 mode pilihan dalam proses pengeringan, yaitu: mode gabah bibit, gabah simpan, dan gabah giling. Melalui beberapa sample pengujian, didapatkan range nilai suhu sebesar 44-57 ̊C, dan range nilai kelembaban sebesar 21-41%. Adapun rata-rata durasi pengeringan, yaitu selama 4 jam dengan efektifitas 15 kali lebih cepat dari pengeringan tradisional.