Author : Muhammad Pandu Dwi Susilo , Reesa Akbar, Akhmad Hendriawan
Abstrak
Push–Up adalah salah satu latihan fisik yang popular untuk meningkatkan kekuatan dan kebugaran tubuh. Push–Up memiliki serangkaian gerakan yang harus dilakukan dengan benar agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan alat untuk latihan mandiri guna memudahkan pelatih untuk memonitoring atlet melakukan latihan mandiri. Pada pengembangan sebelumnya alat ini berhasil diciptakan dengan menggunakan sensor IMU yang dipasang dilengan untuk mengevaluasi gerakan baik dan benar. Namun, pengembangan saat ini penulis menambahkan dengan image processing dengan tidak digunakannya sensor IMU.Dengan digunakannya image processing mempermudah atlet untuk melakukan latihan tanpa harus memasang sensor pada lengan terlebih dahulu, pada kemampuan image processing atlet akan merasa terbantu karena pada penelitian yang dilakukan saat ini alat tersebut akan mendeteksi posisi postur yang benar bagi atlet melakukan push-up, dan alat tersebut mendeteksi posisi lutut apakah menyentuh lantai atau tidak.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE SIMULATOR GEMPA (SHAKE TABLE) SEBAGAI ALAT UJI PADA KONSTRUKSI DAN STRUKTUR SUATU BANGUNAN.
Author : Faisal Ridho , Taufiqurrahman, Eru Puspita
Abstrak
Gedung-gedung pencakar langit dan bangunan rumah yang berada di daerah rawan gempa berisiko mengalami kerusakan parah dan runtuh saat terjadiya gempa. Oleh karna itu diperlukan disain konstruksi bangunan yang kuat akan gempa. Dan salah satu cara yang paling tepat untuk menguji disain tersebut adalah menggunakan shake table. Pada alat ini sistem kontrol yang digunanakan untuk mengatur gerakkan shake table adalah sistem kontrol PID. Cara kerja sistem ini adalah dengan menghasilkan gelombang periodik dari mikrokontroler yang dijadikan sebagai input posisi dari pneumatik atau setpoint. Kemudian nilai dari set point gelombang tersebut diolah ke dalam persamaan PID, yang kemudian hasil dari peramaan dikeluarkan dalam bentuk tegangan oleh rangkaian dac untuk menggerakkan pneumatik melaui servo valve. Dan berdasarkan hasil pengujian pneumatik dapat mencapai nilai amplitudo posisi yang dinginkan. Dan pada input step (potensiometer)atau pun gelombang kotak bekerja dengan baik pada range posisi dari 0 sampai 255 dan frekuensi maksimal 8 hz. Tetapi ketika menggunakan gelombang segitiga sebagai input , terjadi overshoot pada frekuensi diatas 4 Hz. Untuk kontrol amplitudo posisi, tingkat keberhasilan sistem sebesar 95%.
RANCANG BANGUN STASIUN PENGISIAN BATTERY UNTUK KENDARAAN LISTRIK
Author : Hammam Saifullah , Renny Rakhmawati, Diah Septi Yanaratri
Abstrak
Battery merupakan suatu media yang digunakan untuk menyimpan energi listrik. Pada beberapa akhir tahun kali inisering ditemukan beberapa kasus tentang pemakaian battery yang tidak bertahan lama. Hal ini dikarenakan metode pengisian yang kurang tepat dan pada saat charging seringkali kita lupa untuk mematikannya alat untuk charging saat charging sudah selesai. Sehingga yang terjadi charging akan tetap bekerja walaupun dalam keaadaan over current atau over voltage. Pada proyek akhir yang akan saya usulkan kali ini menggunakan battery jenis Accu. Tegangan input dari sistem charging adalah tegangan jala-jala PLN yang diturunkan dengan trafo stepdown kemudian disearahkan oleh Uncontrolled Full Wave Rectifier. Setelah disearahkan oleh Uncontrolled Full Wave Rectifier tegangan tersebut diturunkan kembali oleh Buck Converter. Metode yang digunakan pada Buck Converter adalah metode constant current constant voltage dengan menggunakan Kontrol PI untuk set point arus dan tegangan keluaran Buck Converter. Pada Proyek Akhir kali terdapat sensor tegangan dan sensor arus, sensor tersebut digunakan untuk mengirim kondisi arus output, tegangan input dan tegangan output pada saat charging battery ke mikrokontroller STM32F4 sebagai pusat kendali Buck Converter. Tegangan accu nantinya akan ditampilkan pada LCD kemudian apabila accu sudah penuh relay akan bekerja menghentikan proses charging kemudian SMS gateaway akan mengirim notifikasi bahwa charging sudah selesai. Setelah dilakukan proses perencanaan dan pengujian dapat dilakukan sistem integrasi pada saat kondisi close loop dan relay dapat memutus ketika tegangan input buck converter tidak sesuai desain dan relay juga mampu memutus ketika arus output baterai berada dibawah 0,34 A untuk menanggulangi overcharge. Kemudian setelah diterapkan pada alat dan simulasi data yang didapatkan sudah sesuai dengan perencanaan sehingga alat dapat digunakan untuk charging dengan metode constant current constant voltage dengan mempertahankan arus charging sebesar 1,049 A ketika proses awal charging dan tegangan charging sebesar 13,8 V ketika akhir charging sehingga mencegah terjadinya overcharge.
ANALISIS KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI DI ZONA KONDENSASI DAN OPTIMASI EFEKTIVITAS KONDENSOR MENGGUNAKAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION
Author : Allisa Dwi Putri , Nu Rhahida Arini, Rifah Amalia
Abstrak
Kondensor merupakan salah satu komponen penting di dalam sistem produksi pupuk dan non pupuk di PT Petrokimia Gresik. Untuk mencapai kinerja perpindahan panas terbaik, maka perlu dilakukan optimasi efektivitas kondensor menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization. Sebelum dilakukan optimasi, dilakukan analisis karakteristik perpindahan panas konveksi di zona kondensasi kondensor, dimana jenis konveksi yang terjadi adalah konveksi paksa menggunakan metode Buckingham Pi Theorem dan curve fitting. Metode Buckingham Pi Theorem dapat mengelompokkan parameter – parameter yang memengaruhi perpindahan panas konveksi paksa di zona kondensasi menjadi tiga bilangan tak berdimensi yaitu Reynolds atau Re, Prandtl atau Pr, dan Nusselt number atau Nu. Korelasi ketiga bilangan tak berdimensi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode curve fitting hingga didapatkan persamaan Nu sama dengan 1,15 kali Re pangkat 0,893 kali Pr pangkat -13,442. Persamaan Nu menghasilkan koefisien yang merepresentasikan karakteristik perpindahan panas konveksi di zona kondensasi sebesar 26,52 Watt per meter persegi Kelvin. Dari persamaan Nu tersebut, nilai efektivitas kondensor sebelum dioptimasi adalah sebesar 0,947 dengan nilai pressure drop di sisi shell atau delta Ps sebesar 3216,5737 Pa dan pressure drop di sisi tube atau delta Pt sebesar 2911,0031 Pa. Setelah dilakukan optimasi, nilai efektivitas kondensor dapat mencapai angka optimal menjadi sebesar 4,299. Sedangkan nilai delta Ps dan delta Pt menurun menjadi masing – masing sebesar 3216,4 Pa dan 2753,2 Pa. Hasil optimasi parameter – parameter geometri yang meliputi tube length, tube outside diameter, baffle spacing, shell diameter, number of tube passes, dan tube wall thickness untuk mendapatkan nilai efektivitas kondensor yang optimal dengan nilai ΔPs dan ΔPt di bawah data desain masing – masing bernilai 4,5159 m, 0,010267 m, 1,2814 m, 2,5238 m 2 buah, dan 0,0004572 m.
APLIKASI SISTEM PAKAR PENENTUAN PERAWATAN KECANTIKAN WAJAH BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS : RUMAH NAYAKU DRW SKINCARE)
Author : Ade Sylvia Brillianty , Ira Prasetyaningrum, Yanuar Risah Prayogi
Abstrak
Untuk meningkatkan strategi bisnis dan meningkatkan layanan kepada konsumen klinik kecantikan Rumah Nayaku DRW Skincare ingin adanya dokter untuk melayani konsultasi perawatan kecantikan wajah. Namun, konsumen tidak bisa bertemu dengan dokternya secara langsung dan jika ingin berkonsultasi dengan dokter harus mengantri dan menunggu lama. Sehingga munculah ide untuk mengadopsi ilmu pakar kecantikan wajah di klinik Rumah Nayaku DRW Skincare. Sistem pakar yang diperlukan berbasis android agar konsumen dapat berkonsultasi dimanapun dan kapanpun, sehingga mempercepat pelayanan pada saat ingin melakukan perawatan. Pada penelitian ini menggunakan metode forward chaining yaitu pelacakan yang dimulai dari informasi masukkan dan selanjutnya menggambarkan kesimpulan. Pada penelitian ini frontend android menggunakan tools development multi platform flutter dan juga tersedia web admin dengan menggunakan framework laravel. Dari penelitian ini akan menghasilkan perangkat lunak sistem pakar berbasis android untuk menentukan perawatan kecantikan wajah di klinik Rumah Nayaku DRW Skincare
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer