RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING PH DAN TURBIDITY AIR DENGAN PENGONTROLAN SUHU AIR PADA KOLAM PEMBIBITAN IKAN GURAME
Author : Siti Khoiro Umatin  , Indhana Sudiharto, Suryono

Abstrak

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan sumber daya perairan yang melimpah, termasuk ikan air tawar seperti ikan gurame. Ikan gurame merupakan komoditas unggulan dengan nilai gizi tinggi dan potensi ekonomi besar. Namun, budidayanya masih menghadapi tantangan, terutama dalam pengelolaan kualitas air kolam yang belum optimal. Faktor seperti suhu, pH, dan kekeruhan air sangat memengaruhi pertumbuhan dan keberhasilan pembibitan ikan. Ketidaksesuaian parameter tersebut dapat menyebabkan stres, menurunkan imunitas, hingga meningkatkan risiko penyakit dan kematian benih. Salah satu tantangan utama adalah menjaga suhu air dalam batas optimal, yaitu antara 28–30°C. Perubahan suhu yang ekstrem dapat menghambat metabolisme ikan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pemantauan dan pengendalian kualitas air yang bekerja otomatis dan real-time untuk menjaga stabilitas lingkungan kolam. Sebagai solusi, penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring dan pengendalian kualitas air kolam berbasis mikrokontroler STM32F103C8T6. Sistem dilengkapi dengan sensor suhu DS18B20, sensor pH4502C, dan sensor kekeruhan untuk memantau kondisi air secara berkala. Pengendalian suhu dilakukan otomatis menggunakan metode kontrol PI (Proportional-Integral) dengan pemanas (heater) yang dikendalikan melalui PWM-DAC dan TRIAC. Sistem juga mengatur pompa pembuangan dan pengisian air untuk menjaga suhu tetap stabil. Logika sistem dibuat agar heater aktif saat suhu < 28°C, dan pompa bekerja saat suhu > 30°C. Pemantauan pH dan kekeruhan turut dilakukan agar kualitas air tetap sesuai standar budidaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menaikkan suhu hingga 29°C, menjaga pH antara 7,08–7,14, dan mempertahankan kekeruhan pada 18,9 NTU. Walau sempat terjadi gangguan sementara pada pembacaan suhu, sistem secara keseluruhan berfungsi dengan stabil dan responsif. Dengan sistem ini, petani ikan diharapkan dapat lebih mudah menjaga kualitas air secara otomatis.


KONTROL SUHU POST WELD HEAT TREATMENT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PID

Author : Fauzi Akbar  , Rika Rokhana, Ardik Wijayanto

Abstrak

Proses Post Welding Heat Treatment adalah bagian dari proses perlakuan panas yang bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa yang terbentuk setelah proses pengelasan selesai. Material carbon steel akan mengalami perubahan struktur dan grain karena efek pemanasan dan pendinginan. Struktur yang tidak homogen ini menyimpan banyak tegangan sisa yang membuat material tersebut meiliki sifat yang lebih keras namun ketangguhan yang lebih rendah. Dari pentingnya proses diatas, dirancang sebuah alat yang dapat melakukan proses PWHT untuk pipa P-4 Carbon Steel dengan pemanasan hingga suhu ± 600°C dari suhu dalam plan. Peralatan yang digunakan ialah mesin las sebagai catu daya, Ceramid Pad Heater sebagai pemanas, dan Termokopel Tipe-K sebagai sensor suhu tinggi. Sistem ini dikendalikan oleh mikrokontroler dengan kontrol PID, yang dirancang untuk mengatur keseluruhan sistem untuk mencapai sistem yang diinginkan. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan sistem yang dapat memanaskan pipa hingga suhu 600°C dengan error steady state sebesar 1%, sehingga dapat dikatakan bahwa sistem ini stabil. Performansi alat dilakukan dengan uji tarik pipa dengan perbandingan pipa yang melalui proses PWHT dan tanpa melalui proses PWHT. Dengan hasil bahwa pipa PWHT mempunyai kekuatan yang lebih besar dan pipa non-PWHT mempunyai sifat kaku namun rapuh, sehingga mudah retak.


APLIKASI MOBILE PENGENALAN KEPRIBADIAN ORANG MENGGUNAKAN GRAFOLOGI

Author : Kukuh Adi Prasetyo  , Nana Ramadijanti, Achmad Basuki

Abstrak

Kepribadian dalam diri seseorang pasti memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Banyak manfaat yang bisa kita ambil dengan mengetahui kepribadian diri kita sendiri ataupun orang lain. Untuk mengenali kepribadian seseorang dapat dilakukan dengan menggunakan grafologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang tulisan tangan. Tulisan tangan adalah buah pikiran manusia yang dapat memberi gambaran atau mencerminkan kepribadian manusia. Tetapi, banyak orang yang belum tahu tentang grafologi. Selain itu, terdapat suatu teknologi yang bisa dimanfaatkan dan sudah sangat tren di masyarakat umum, yaitu teknologi mobile. Proyek akhir ini bertujuan untuk membuat aplikasi mobile yang dapat digunakan untuk mengenali kepribadian orang dengan menggunakan grafologi. Aplikasi ini akan kami terapkan pada sistem operasi android. Aplikasi ini melakukan pengenalan kepribadian berdasarkan parameter arah tulisan, kemiringan tulisan, lebar tulisan, margin tulisan, runcing atau bulatnya bentuk huruf, dan jarak antar baris dalam tulisan. Tulisan yang digunakan memiliki panjang dua baris Aplikasi ini mampu mengenali masing-masing parameter tulisan seperti identifikasi pakar dari 25 tulisan yang telah diuji. Rata-rata tingkat keberhasilan menentukan kepribadian utama adalah 80% dari 30 pengguna. Hal ini berarti bahwa menurut pengguna, aplikasi ini sudah cukup bagus untuk menunjukkan kepribadian pengguna.


PENGENALAN JENIS RIMPANG MENGGUNAKAN CNN MOBILEVIT BERBASIS PERANGKAT BERGERAK

Author : Fahmi Wahyu Alifian  , Iwan Syarif, Weny Mistarika Rahmawati, Yanuar Risah Prayogi

Abstrak

Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat seperti rimpang (Jahe, Kencur, Kunci, Kunyit, Lengkuas, Temulawak) yang sering digunakan dalam pembuatan jamu, namun kesamaan ciri fisiknya sering menyulitkan identifikasi akurat oleh masyarakat. Penelitian ini mengembangkan aplikasi berbasis perangkat bergerak untuk pengenalan rimpang menggunakan model Convolutional Neural Network (CNN) MobileViT, dengan fokus pada efisiensi dan akurasi tinggi. Dataset sebanyak 974 gambar rimpang dari Kaggle dan pengambilan langsung diproses melalui augmentasi (rotasi 90°, 180°, 270°) dan preprocessing manual (resize ke 256 piksel, crop ke 224x224, normalisasi) untuk melatih tiga varian MobileViT (Small, XS, XXS) dan MobileNetV2. Hasil pelatihan menunjukkan MobileViT XS sebagai model terbaik dengan akurasi 98.33%, ukuran 7.7 MB, dan waktu inferensi 123.67 ms pada perangkat Infinix HOT 50 Pro, cocok untuk implementasi offline. Model diintegrasikan ke aplikasi Flutter berbasis arsitektur MVVM dengan lima halaman utama. Pengujian akhir dengan 30 gambar baru dari kamera perangkat mencapai akurasi 93.33%, namun menunjukkan kesalahan klasifikasi pada Kunyit dan Temulawak akibat variasi morfologi dan ketidakseimbangan data. Pengujian tambahan menunjukkan akurasi 91.67% pada kondisi cahaya (lebih baik di dalam ruangan, 100–1,000 lux) dan ~80–90% untuk rimpang dominan pada frame multi-rimpang, namun model terbatas pada satu rimpang per frame. Aplikasi ini mendukung edukasi dan identifikasi rimpang, mencapai tujuan penelitian untuk mempermudah masyarakat umum dan pelaku industri jamu. Saran untuk pengembangan meliputi pengujian lanjutan, optimasi dataset, dan eksplorasi model deteksi objek untuk multi-rimpang.


PENGARUH JENIS MICROPHONE DAN TATA LETAKNYA TERHADAP KUALITAS SUARA DALAM RECORDING

Author : Hayan Sabitah  , M. Agus Zainuddin, Aliv Faizal Muhammad

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh jenis mikofon dan tata letaknya terhadap kualitas suaa dalam perekaman. Mikrofon merupakan salah satu komponen kuni dalam proses rekaman audio yang dapat memengaruhi hasil akhir rekaman secara signifikan. Jenis mikrofon dan tata letaknya dapat mempengeruhi karakteristik suara yang direkam, termasuk kualitas kejernihan, dan respon frekuensi. Metode penelitian ini melibatkan eksperimen dengan menggukanan beberapa jenis mikrofon yang berbeda, seperti mikrofon dinamis, kondensor, dan ribbon. Tata letak mikrofon yang berbeda juga diuji, dengan menguji teknik tata letak mikrofon ganda (stereo miking). Data dikumpulkan melalui pengukuran respon frekuensi analisis pada sumber suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikrofon dan tata letaknua memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas suara dalam rekaman. Mikrofon kondensor umumnya memberi respon frekuensi yang lebih luas dan memiliki sensitivitas yang lebih tinggi, sementara mikrofon dinamis cenderung memiliki karakteristik yang lebih terfokus dan dapat menangani level suara yang lebih tinggi, selain itu tata letak mikrofon juka memainkan peran penting dalam menentukan kualitas suara. Penelitian ini memberi wawasan bagi praktisi audio dalam memilih jenis mikrofon dan tata letaknya sesuai dengan kebutuhan dalam proses perekaman audio.