Author : Muhammad Ihsan Ardanisworo , Sutedjo, Ony Asrarul Qudsi
Abstrak
Motor Brushless DC atau biasa dikenal dengan motor BLDC mulai banyak digunakan pada bidang otomotif dan industri dibandingkan dengan motor induksi tiga fasa. Hal ini disebabkan karena kelebihan dari motor BLDC adalah memiliki efisiensi tinggi, torsi yang besar, dan perawatan mudah. Beberapa sistem penggerak yang menggunakan motor BLDC membutuhkan kecepatan motor yang konstan. Akan tetapi sistem penggerak tersebut ketika diberi beban lebih maka kecepatan akan menurun. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengaturan kecepatan motor agar kecepatan menjadi konstan walaupun diberi beban lebih. Banyak cara untuk mengatur kecepatan motor BLDC salah satunya adalah menggunakan metode Field Oriented Control. Pada tugas akhir ini pengaturan kecepatan motor BLDC menggunakan metode Field Oriented Control (FOC) karena dapat mengatur antara arus medan dan arus jangkar secara terpisah. Pada tugas akhir ini kecepatan motor diatur sebesar 350 RPM dengan nilai Iq sebesar -1,998A. Pengendalian metode FOC pada motor BLDC memerlukan sensor arus dan hall sensor sebagai feedback serta menggunakan kontrol fuzzy untuk mengatur arus jangkar sehingga akan mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Hasil pengujian Close Loop didapatkan nilai error rata-rata untuk mencapai set point yaitu 0,76% dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai set point yaitu selama 9 detik.
AUDIT ENERGI DAN SIMULASI RUANGAN MOTOR CONTROL CENTER PADA BANGUNAN GEDUNG PLTA
Author : Muhammad Abdurrahman Husen , Joke Pratilastiarso, Lohdy Diana
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi energi dan peluang penghematan energi pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTA memiliki penggunaan energi yang terbilang cukup efisien, dengan nilai Indeks Keberhasilan Efisiensi Energi (IKE) pada semua ruangan non-AC tidak lebih dari 1, yang termasuk dalam kategori sangat efisien berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 13 tahun 2012. Namun, beberapa area, seperti ruangan Shift Maintenance, Meeting, dan Kepala, memiliki nilai IKE yang lebih tinggi, menunjukkan konsumsi energi yang boros. Rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi energi di area ini adalah dengan mengganti AC yang ada dengan PK yang lebih kecil. Peluang penghematan energi di PLTA ini terbilang rendah, yaitu 22% untuk ruangan non-AC dan 12% untuk ruangan ber-AC. Hal ini dikarenakan audit energi pada PLTA ini bukanlah yang pertama kali. Simulasi CFD menunjukkan bahwa ruangan MCC memenuhi standar, dengan suhu rata-rata tidak lebih dari 30°C, jauh di bawah batas maksimum 40°C yang ditentukan oleh SNI 6197:2020. Kesimpulannya, PLTA ini memiliki tingkat efisiensi energi yang cukup baik, namun masih terdapat peluang untuk meningkatkannya melalui penggantian AC di beberapa area.
PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PADA SMART PENERANGAN JALAN UMUM (SMART PJU) BERBASIS WEBSITE
Author : Sherly Mei Yanti , Hani'ah Mahmudah, Rahardhita Widyatra Sudibyo
Abstrak
Banyaknya Penerangan Jalan Umum tentunya akan berdampak baik pada kelancaran aktivitas terutama berkendara. Tetapi banyak juga Penerangan Jalan Umum yang terabaikan akan kondisi layak atau tidaknya. Salah satu penyebab terjadinya kondisi tidak layaknya sebuah penerangan yaitu dari minimnya monitoring. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring pada Smart PJU berbasis website untuk memudahkan sistem pengawasan terhadap Smart PJU yang sedang beroperasi. Data yang diambil merupakan data yang berasal dari implementasi hardware Smart PJU yang kemudian tersimpan pada database. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mengurangi resiko atas kerusakan pada Penerangan Jalan Umum dengan adanya pengawasan secara berkala. Selain itu juga dapat mempercepat Tindakan proses perbaikan jika adanya kerusakan.
SISTEM TERTEGRASI PEMANTAU ROMOBONGAN TURIS WISATA: SISTEM KEAMANAN JARINGAN
Author : Lokeswara Daegal Eka Putra , Prima Kristalina, Amang Sudarsono
Abstrak
Perkembangan jumlah turis wisata di Indonesia tiap tahun ke tahun selalu meningkat. Meningkatnya jumlah turis wisata tentunya harus dibarengi dengan adanya tingkat keamanan yang harus meningkat. Pada umumnya masyarakat menggunakan cara manual dalam melakukan pengamanan atau pengecekan terhadap para peserta rombongan turis wisata. Cara pengamanan tersebut dinilai kurang efektif dikarenakan membutuhkan massa tambahan dan karena jumlah peserta rombongan turis wisata yang banyak. Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka hampir semua aspek di dunia ini menggunakan system computer untuk menggatikan alat-alat manual, seperti halnya pengamanan dalam rombongan turis wisata tidak harus menggunakan banyak orang untuk mengecek atau mengamankannya. Android merupakan teknologi yang sedang mengalami perkembangan pesat sekarang. Hampir setiap orang sudah memiliki dan mengakses android ini. Dan agar system bisa dilakukan pada system android, maka diperlukan suatu alat yang dapat menyambungkan antara android dan system jaringan yang akan dibuat. Alat atau komponen itu adalah beacon. Beacon ini digunakan untuk memancarkan bluetooth yang nantinya akan ditangkap oleh receiver Bluetooth yang digunakan adalah WIMOS LOLIN 32 LITE. Kemudian data yang terkirim dan diterima akan diteruskan ke server dan dapat diakses melalui ponsel android. Namun kekurangan dari sistem ini adalah rentan terserang hacker, oleh karena itu diperlukan sistem keamanan agar di dalam sistem tersebut tidak diubah-ubah oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dalam hal ini kriptografi dengan algoritma AES diimplementasikan pada sistem jaringan yang dibuat. Algoritma AES digunakan untuk mengamankan informasi agar yang disampaikan tidak diubah-ubah. Dilakukan juga penelitian mengenai pengaruh padding pada proses enkripsi dan dekripsi. Pengetesan performasi data juga akan dilakukan pada proyek akhir ini. Pengetesan performasi dilakukan untuk melihat berapa lama waktu yang diubutuhkan untuk proses enkripsi dan dekripsi.
IMPLEMENTASI NETWORK ACCESS CONTROL (NAC) UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN JARINGAN
Author : Muhammad Khamim Munir , M. Udin Harun Al Rasyid, Isbat Uzzin Nadhori
Abstrak
Meningkatnya populasi device yang terhubung ke jaringan memicu meningkatnya resiko keamanan jaringan seperti adanya penyebaran virus dan malware, trafik broadcast, aktivitas scanning dan kegiatan ilegal dari pengguna yang bertujuan merusak atau mencuri data pengguna lainnya. Meningkatnya populasi devie ini juga membuat proses identifikasi device semakin sulit dilakukan oleh admin jaringan. Selain itu, sistem autentikasi WiFi yang ada sekarang dirasa kurang nyaman oleh pengguna karena harus melakukan autentikasi terlebih dulu melalui web portal apabila akan connect ke jaringan. Sehingga dibutuhkan sistem registrasi untuk mendaftarkan device dan Network Access Control (NAC) yang bisa memvalidasi mac-address dari device pengguna agar pengguna tidak perlu login lagi ketika terhubung ke jaringan. Dari hasil implementasi dan uji coba sistem, NAC sangat membantu administrator jaringan dengan memastikan hanya pengguna yang terdaftar yang boleh mengakses sumber daya dalam jaringan. Dan untuk meningkatkan keamanan, NAC ini bisa memisahkan VLAN pengguna antara dosen, staff, mahasiswa dan tamu.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer