SISTEM DATA LOGGER MONITORING TEGANGAN UNTUK IDENTIFIKASI GANGGUAN VARIASI TEGANGAN DENGAN METODE JARINGAN SARAF TIRUAN
Author : Evita Priherdini  , Eka Prasetyono, Ony Asrarul Qudsi

Abstrak

Kebutuhan energi listrik saat ini semakin meningkat dan menjadi hal pokok di kehidupan modern. Namun, ketersediaan dari energi listrik berbanding terbalik dengan kebutuhan energi listrik saat ini. Maka dibutuhkan suatu peralatan elektronik yang dapat memantau energi yang telah terpakai yaitu data logger untuk monitoring arus dan tegangan serta dapat mengidentifikasi gangguan variasi tegangan menggunakan metode jaringan saraf tiruan. Sensor tegangan digunakan untuk mengidentifikasi gangguan yang ada dalam jaringan listrik menggunakan metode jaringan saraf tiruan. Jaringan saraf tiruan merupakan suatu proses untuk memeroleh informasi dengan cara meniru cara kerja otak manusia yaitu menggunakan bentuk neuron atau sel saraf. Dengan menggunakan beban lampu sebesar 100 W dan tegangan nominal 220 V, dapat membuat gangguan seperti overvoltage, undervoltage, sag, dan swell menggunakan modul simulator gangguan. Pada gangguan sag, tegangan yang tertera pada alat yaitu 150,54 V dengan durasi waktu sepuluh detik. Pada gangguan swell, tegangan yang tertera pada alat yaitu 252, 96 V dengan durasi waktu sepuluh detik. Pada gangguan undervoltage, tegangan yang tertera pada alat yaitu 150, 54 V dengan durasi waktu 70 detik. Pada gangguan overvoltage, tegangan yang tertera pada alat yaitu 252, 41 V dengan durasi waktu 70 detik. Dengan begitu, alat telah berjalan sesuai dengan IEEE Standard 1159 – 1995.


RANCANG BANGUN ALAT PENGATUR CAMPURAN DOSIS PESTISIDA DAN HANDSPRAYER OTOMATIS

Author : Hanggar Cahya Kusuma  , Rika Rokhana, Madyono

Abstrak

ABSTRAK Hama merupakan organisme yang merugikan para petani di Indonesia. Mereka banyak menyerang tanaman petani sehingga banyak mengakibatkan gagal panen. Ada banyak cara dalam mengatasi hama tersebut, salah satunya dengan menyemprotkan pestisida. Namun penyemprotan dengan pestisida sering membawa masalah tersendiri, misalnya mengakibatkan pencemaran tanah, air, dan udara serta menyebabkan OPT (Organisme Pengggangu Tanaman) menjadi resisten terhadap pestisida akibat pemberian dosis yang tidak tepat. Sehingga perlu adanya alat yang dapat mengatur dosis pemberian pestisida secara otomatis tergantung jenis hama yang dihadapi. Hama-hama tersebut dapat berupa hama serangga ataupun gulma. Maka dari itu dibuat alat pengatur campuran dosis pestisida otomatis. Alat ini menggunakan 3 sensor ultrasonik dimana setiap 2 sensor untuk mengatur takaran dosis pestisida dan 1 sensor untuk mengatur takaran dosis air. Dari hasil pengujian didapatkan hasil dengan error pada masing – masing sensor dibawah 5%. Selain itu, masalah baru adalah para petani sering kelelahan dalam menyemprot tanaman yang terserang hama karena mereka harus memompa tangki semprot terlebih dahulu agar pestisida bisa menyemprot ke tanaman. Sehingga handsprayer otomatis ini juga diharapkan bisa membantu petani memaksimalkan efisiensi waktu dan tenaga mereka. Handsprayer ini menggunakan 2 buah sensor yaitu sensor tegangan untuk membaca sisa baterai dan sensor ultrasonik untuk membaca ketinggian pestisida dalam tabung kemudian di informasikan dalam suara dengan buzzer. Keberhasilan dari pembuatan alat ini 95% dengan error sensor dibawah 5%. Kata kunci : Hama, Pestisida, Dosis Pestisida, Pompa Elektrik


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGADAAN KONSUMSI RAPAT (SIPERA) PENS

Author : Akhmad Yuza Oditya  , Wiratmoko Yuwono, Ira Prasetyaningrum

Abstrak

Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejaktahun 1960an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. SIM menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam berbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menggunakan SIM untuk mengelola sumberdaya secara efisien, dalam kasus ini Aplikasinya bernama SIPERA yang nantinya bertujuan untuk mengelola perencanaan rapat sehari-hari di lingkungan PENS. Proyek Akhir ini bertujuan untuk untuk mengembangkan dan meningkatkan layanan dari yang sebelumnya. Sistem pada aplikasi ini dibangun dengan menerapkan arsitektur web service dan pada pagian front-end dikembangkan dengan menggunakan framework Vue.js, Aplikasi ini juga dibangun dengan fitur realtime.


KARAKTERISTIK PERFORMA PLATE HEAT EXCHANGER DENGAN VARIASI SUDUT CHEVRON MENGGUNAKAN FLUIDA KERJA REFRIGERAN

Author : Galang Astin Maulana  , Teguh Hady Ariwibowo, Nu Rhahida Arini

Abstrak

Plate Heat Exchanger (PHE) merupakan komponen penting dalam berbagai aplikasi termal, termasuk sistem pendinginan, pemanas, dan penukar energi. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengetahui kinerja PHE melalui simulasi numerik menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk memberikan analisis mendetail tentang perpindahan panas dan aliran refrigeran dalam PHE. Metodologi penelitian melibatkan pemodelan geometri PHE dengan variasi sudut chevron 45° dan 60° serta penggunaan refrigeran R-134a dan R-1234yf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluida R-134a secara konsisten menunjukkan kinerja perpindahan panas yang lebih unggul dibandingkan R-1234yf. Keunggulan ini disebabkan oleh sifat properti R-134a yang memiliki kapasitas panas spesifik (cp) dan konduktivitas termal (k) yang lebih tinggi. Pada mass flow tertinggi dengan sudut 60°, R-134a mampu mencapai heat transfer (Q) sebesar 2083 W dan Bilangan Nusselt (Nu) di atas 220. Sementara itu, karakteristik geometri PHE juga secara signifikan memengaruhi kinerja termal. Geometri dengan sudut chevron 60° terbukti lebih efektif dalam menciptakan aliran turbulen dan meningkatkan perpindahan panas dibandingkan sudut 45°, yang terlihat dari peningkatan nilai efektivitas (ε). Namun, sebagai konsekuensinya, konfigurasi 60° juga menghasilkan kerugian tekanan (pressure drop) yang jauh lebih tinggi. Pada R-134a, pressure drop meningkat hampir dua kali lipat dari 23991 Pa pada sudut 45° menjadi 46750 Pa pada sudut 60°. Hal ini menunjukkan adanya timbal balik antara efektivitas perpindahan panas dengan kebutuhan energi pemompaan yang lebih besar.


OTOMATISASI PENANGKAPAN GAMBAR DAN PENGOLAHAN OCR UNTUK METERAN LISTRIK PLN

Author : Adiatma Dewa Laksana  , M. Udin Harun Al Rasyid, Rengga Asmara

Abstrak

Energi listrik berperan penting terhadap kehidupan manusia. Listrik sendiri memiliki banyak manfaat di berbagai sektor seperti, rumah tangga, industri, bisnis, pemerintah, dan lain-lain. Sehingga kita sudah tidak asing dengan Kwh meter atau meteran listrik. Saat ini kegiatan pembacaan dan pendataan meteran listrik dilakukan dengan manual sehingga dapat terjadi kesalahan dalam pembacaan maupun pencatatan meteran listrik. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan pengenalan ocr untuk mendapatkan angka secara akurat dan otomatis. Penggunaan ocr ini menggunakan metode Tesseract OCR(Optical Character Recognition) untuk memproses gambar menjadi angka digital. Proses pada Tesseract OCR(Optical Character Recognition) ini meliputi, krop gambar, grayscale, thresholding, dan deteksi kontur. Implementasi dari metode Tesseract OCR(Optical Character Recognition) ini telah diuji dari 41 sampel gambar meteran listrik dengan berbagai kondisi pencahayaan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan hasil akurasi rata rata mencapai 70,5 %.