Author : Titis Octary Satrio , Arna Fariza
Abstrak
Indonesia merupakan negara yang termasuk ke dalam Ring Of Fire (Cincin Api Pasifik). Kenyataan ini dapat dilihat dengat terdapatnya 129 gunung berapi yang masih aktif dan 10 diantaranya dinyatakan yang paling aktif. Gunung Kelud merupakan salah satu dari 10 gunung tersebut. Erupsi Gunung Kelud sangat sulit untuk diprediksi dan bias meletus kapan saja. Kesiapsiagaan warga sebagai upaya pencegahan dan mitigasi bencana sangat diperlukan untuk mengantisipasi erupsi Gunung Kelud di masa mendatang. Namun pada peta KRB tingkat risiko berdasarkan aliran dan jatuhan material vulkanik tanpa melihat faktor lain yang dirasa juga penting menurut PERKA. Adapun tujuan penelitian pada karya ilmiah ini yaitu menentukan tingkat risiko menentukan, menampilkan dan memetakan tingkat risiko tiap desa di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Kelud di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar untuk mitigasi dan penanganan yang tepat pada tiap wilayah. Aplikasi ini mengajukan perhitungan dengan logika fuzzy untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan pendekatan dari Peraturan Kepala (PERKA) BNPB No. 2 Tahun 2012. Adapun pendekatan yang memengaruhi meliputi ancaman, kerentanan dan kapasitas. Pendekatan tersebut dijadikan sebagai faktor penentu apakah daerah tersebut masuk dalam tingkat risiko rendah, sedang atau tinggi.
IDENTIFIKASI KANKER SERVIKS MELALUI CITRA MIKROSKOPIS LAPISAN EPITELIUM
Author : Okky Ardhiansyah , Tri Harsono, Heny Yuniarti
Abstrak
Pengujian kanker serviks dapat dilakukan dengan uji Pap Smear. Pada pengujian Pap Smear didapatkan data berupa citra mikroskopis serviks yang selanjutnya akan dianalisa oleh para ahli patologi. Citra mikroskopis tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kanker serviks dengan metode diagnosa CIN yang dapat digolongkan menjadi empat yaitu Normal, CIN1, CIN2, dan CIN3. Diagnosa CIN dapat diperoleh dari perbandingan jumlah antara sel normal dan sel abnormal. Permasalahan yang timbul yaitu dalam melakukan diagnosa para ahli hanya menggunakan peginderaan saja sehingga memungkinkan terjadinya human error. Dari permasalahan tersebut dibangun suatu sistem yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam proses mendiagnosa. Pengidentifikasian dilakukan dengan menggunakan pengolahan citra dengan beberapa metode yaitu median filter, thresholding, operasi morphology, dan find contour yang tujuan utamanya adalah memisahkan antara sel normal dan sel abnormal pada citra yang kemudian dilakukan proses klasifikasi dengan cara menghitung standar deviasi. selanjutnya, proses diagnosa dilakukan dengan membandingkan jumlah dari sel normal dan sel abnormal kedalam diagnosa CIN. Dari seluruh pengujian yang telah dilakukan sistem dapat melakukan diagnosa dengan tingkat keakuratan sebesar 76,4%.
GAME INTERAKTIF KEPRAMUKAAN UNTUK PRAMUKA TINGKAT PENGGALANG
Author : Muhammad Andan Cahyo , Iwan Kurnianto Wibowo
Abstrak
Pramuka Penggalang adalah tingkatan pramuka setelah pramuka Siaga yang berumur 11-15 tahun. Di rentang umur mereka tersebut, perkembangan psikososial dalam aspek industry vs inferiority sedang berkembang dan mereka juga sudah bisa menggunakan pemikiran logika atau operasi dalam bentuk objek fisik untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan belakangan ini minat anak-anak untuk mengikuti kegiatan pramuka semakin menurun sehingga wawasan kepramukaan yang didapatkan oleh mereka tidak optimal. Salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengembangkan bentuk, wahana dan media pembelajaran yang menarik. Permainan atau game merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menciptakan pembelajaran efektif. Game edukasi merupakan media pembelajaran yang populer dan banyak dikembangkan oleh para ahli, tak terkecuali di Indonesia. Sayangnya, di bidang kepramukaan, game edukasi kurang berkembang. Dari permasalahan yang ada, maka pada penelitian ini dibuatlah sebuah game edukasi pembelajaran kepramukaan untuk pramuka Penggalang. Pada tingkatan ini mereka mulai dikenalkan tentang kode komunikasi, teknik keterampilan, pengenalan alam dan lain-lainnya. Game yang dibuat menggunakan teknologi Embodied Interaction. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengendalikan game menggunakan gerakan tubuh. Tujuan dibuatnya game ini adalah untuk meningkatkan minat dan wawasan anak-anak terhadap kegiatan pramuka. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa setelah memainkan game 95,7% anak menganggap game menarik dan 87% dari mereka menjadi antusias untuk mengikuti kegiatan pramuka. Berdasarkan hasil Pre-test dan Post-test, wawasan kepramukaan mereka bertambah setelah bermain game ini dengan prosentase rata-rata tingkat kenaikan wawasan sebesar 18,7%.
VR-Underwater Kit (Visual dan Pengendali Menggunakan Oculus)
Author : Tarmizi Erfandi , Sritrusta Sukaridhoto
Abstrak
Dalam proses pengamatan yang dilakukan di dalam air, seorang pengamat sering mengalami kendala dalam hal penyelaman serta dalam hal dokumentasi di dalam air. Kendala yang dihadapi oleh pengamat antara lain berupa pernafasan di dalam air, kedalaman air, zat beracun dalam air, serta keterjangkauan daerah yang diamati. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, maka pada proyek akhir ini dibuat alat bernama VR-Underwater Kit. Alat tersebut berguna dalam melakukan pengamatan keadaan bawah air. pengamatan dalam air dengan alat ini tidak melibatkan seorang pengamat untuk menyelam kedalam air karena VR-Underwater Kit merupakan integrasi antara OpenROV dengan SDK DK2 dimana kedua alat ini bekerja saling mendukung dalam memberikan pengamatan dalam air yang maksimal karena OpenROV adalah robot penyelam opensource berdimensi 30cmx20cmx15cm yang mampu menyelam pada kedalaman 100m dibawah permukaan laut dan dapat menangkap kondisi bawah laut dalam kualitas gambar HD sedangkan SDK DK2 dapat menampilkan gambar yang diperoleh kepada pengguna sehingga pengguna masuk kedalam ruang virtual yang menampilkan kondisi bawah laut tempat OpenROV berada. Dengan sistematika kerja VR-Underwater Kit tersebut, diharapkan alat tersebut dapat memaksimalkan pengamatan kondisi dalam air tanpa terkendala oleh faktor penyelaman, zat beracun serta keterjangkauan daerah pengamatan. Sehingga pemantauan yang dilakukan dalam air dapat maksimal serta mudah dalam dokumentasi bawah air.
PEMBUATAN MODUL DECODER KODE BLOK PCM
Author : Eka Alfiatul Chasanah , Aries Pratiarso, Nur Adi Siswandari
Abstrak
Sistem transmisi yang ideal adalah ketika data yang dikirimkan akan diterima secara lengkap dan tepat. Akan tetapi pada kenyataannya, sering terjadi informasi yang diterima berbeda dengan informasi yang dikirimkan. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu pendeteksi kesalahan yang terjadi pada pengiriman informasi. Ada banyak metode yang dapat digunakan untuk error detection dan error correction. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Linier Kode Blok atau disebut dengan Kode Hamming. Linier Kode Blok dapat dibuat secara konvensional untuk mendeteksi kesalahan pada proses transmisi digital. Yang dimaksud dengan konvensional adalah pemakai alat dapat merangkai sendiri rangakian generatornya sesuai dengan matriks generator yang dipilih. Informasi berupa bit data yang dikirimkan menjadi input bagian encoder. Dan pada bagian decoder, masukan berupa codeword hasil dari encoder, kemudian di-decoding-kan untuk diperiksa apakah pengiriman mengalami kesalahan dan dimana letak bit salah tersebut. Hasilnya didisplaykan melalui LED. Hasil penelitian ini akan berupa suatu alat Decoder Kode Blok yang bersifat konvensional untuk error detection dan error correction dengan metode Linier Kode Blok atau Kode Hamming. Dan PCM Decoder yang berfungsi mengembalikan bit digital menjadi analog. Serta dapat digunakan sebagai alat bantu praktikum perkuliahan teknik pengkodean untuk demonstrasi cara kerja Linier Kode Blok.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer