Author : Denny Muhammad Agil , Arrad Ghani Safitra, Lohdy Diana
Abstrak
Pada eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan nano refrigeran R22- Al₂O₃ dengan metode eksperimen, Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa data temperatur dan tekanan sistem, data temperatur air, dan data berupa grafik dan table. Pada eksperimen ini diharapkan diperoleh konsentrasi nano partikel yang ideal pada sistem water chiller supaya mendapatkan hasil performa yang maksimal. Pada penelitian ini diharapkan diperoleh konsentrasi nano partikel yang ideal pada sistem water chiller supaya mendapatkan hasil performa yang maksimal. nanopartikel banyak digunakan sebagai untuk meningkatkan kinerja sistem termal karena nanopartikel ini dapat meningkatkan sifat termofisika fluida. Pada Tugas akhir ini memanfaatkan nanopartikel untuk meningkatkan kinerja termal pada sistem refrigerasi berbasis R2. Pada percobaan ini Al₂O₃ sebagai nanopartikel dengan variasi 0 %, 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan variasi beban heater 0W, 1000W, 2000W berdasarkan konsentrasi berat dan beban pada heater. Hasil yang didapatkan pada eksperimen yaitu semakin besar penambahan nanorefrigeran Al₂O₃ yang dimasukkan, makin meningkatnya nilai COP dan penurunan daya pada kompresor yang terjadi. Peningkatan nilai COP actual meningkat 11,8%, 11,1%, 3,9% COP teoritis meningkat 5,7%, 9,7%, 2,4% pada variasi beben heater 0W, 1000W, 2000W dan penurunan daya kompresor pada setiap variasi beban heater 0W, 1000W, 2000W mengalami penurunan yang siknifikan hingga -2,8%, -2,8%, -2% pada konsentrasi Al₂O₃ nanopartikel 0,6% pada setiap variasi beben selain itu setiap penambahan konsentrasi akan berpengaruh besar pada kerja evaporator pada setiap variasi beben heater 0W meningkat 8,91%, beban heater 1000W meningkat 1,2%, beban heater 2000W meningkat 1,8% pada konsentrasi 0,6%.
PENGUKURAN KUALITAS SINYAL DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QOS) DAN QUALITY OF EXPERIENCE (QOE) DALAM TV DIGITAL TERRESTRIAL (DVB-T2) MODE PENERIMAAN BERGERAK
Author : Qurrota A'yun , Rosiyah Faradisa, Martianda Erste Anggraeni
Abstrak
Pada tahun 2018, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informasi menyatakan bahwa akan mengkonversi seluruh TV Analog yang ada di Indonesia menjadi TV Digital. Tuntutan migrasi siaran TV dari sitem analog ke digital berlaku secara global, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Tanpa harus membeli pesawat TV baru, masyarakat dapat menikmati konten siaran format digital dengan cara menambahkan perangkat converter (yang disebut set top box) pada pesawat TV lama. Set Top Box (STB) adalah alat bantu penerima siaran digital yang berfungsi mengkonversi dan mengkompresi sinyal digital sehingga dapat diterima pada pesawat TV analog. STB sebagai receiver sinyal digital harus memiliki standar yang sama dengan sistem pemancar (transmitter), yaitu DVB- T2. Standar ini diadopsi Indonesia sejak 2012, menggantikan standar DVB-T (2007) sebagai standar penyiaran TV Digital Terrestrial penerimaan tetap free-to-air atau tidak berbayar. Bahkan hingga kini telah dikembangkan DVB-T2 dengan mode penerimaan mobile (portable). Pada penelitian ini, akan dilakukan pengukuran Quality of Service yang meliputi field strength, link budget, dan path loss dalam mendukung kualitas siaran TV Digital Terrestrial DVB-T2. Selain itu, penelitian ini juga mengukur Quality of Experience dari user atau penonton mengenai kualitas program TV Digital Terrestrial yang nantinya hasil data akan dijadikan rekomendasi untuk pemerintah sebagai pengatur regulasi dan industri pertelevisian. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam mode penerimaan bergerak, semakin tinggi kecepatan yang digunakan, maka daya pancar yang diterima semakin kecil. Begitu pula sebaliknya. Karena hal ini dipengaruhi oleh efek doppler. Selain itu, kecepatan tinggi juga menyebabkan drop out pada siaran televisi semakin banyak dan terkadang tidak terdeteksi siaran.
ANALISIS EKONOMIS PEMELIHARAAN PADA KONDENSOR MENGGUNAKAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)
Author : Yusril Husni Rosyadi , Prima Dewi Permatasari, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
Abstrak
Kondensor adalah alat penukar panas untuk mengubah fase gas menjadi fase cair. Salah satu parameter yang dijaga adalah tekanan vakum kondensor. Beberapa penyebab penurunan kualitas tekanan vakum kondensor disebabkan oleh beban turbin yang terlalu tinggi, kebocoran tabung, air pendingin yang tidak mencukupi dan masalah instrument lainnya. Perhitungan nilai availability sebesar 92.28%, performance sebesar 95.89%, dan quality rate sebesar 95.64%. Hasil perhitungan rata-rata Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah 91.06%. Kerugian terbesar yang menyebabkan OEE rendah adalah reduced speed dan defect in process, hal itu diakibatkan tekanan vakum yang dihasilkan jauh dari parameter yang dipertahankan. Terdapat 4 faktor yang menyebabkan manusia, mesin, metode dan material. Nilai keandalan yang optimal dengan R(t) = 50% - 75% dengan total biaya sebesar Rp 1,084,257 – Rp 1,924,896, sehingga dengan dilakukan pemeliharaan skala kecil selama 2 jam hingga 82 jam dapat meningkatkan nilai reliability.
PENERAPAN KOMPUTASI PARALEL UNTUK RENDERING 3D
Author : Galih Pribadi , Achmad Basuki, Idris Winarno
Abstrak
Proses rendering 3D membutuhkan waktu yang lama. Hal ini menyebabkan produksi di bidang multimedia membutuhkan sumber daya yang sangat besar agar proses rendering bisa dilakukan lebih cepat. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses rendering adalah pemanfaatan komputasi paralel. Penelitian ini menjelaskan proses komputasi paralel untuk rendering 3D menggunakan MPI dengan bantuan aplikasi POV-Ray. Komputasi paralel ini dapat meningkatkan kecepatan proses rendering. Dalam penelitian ini, jumlah komputer yang digunakan mempengaruhi kecepatan proses rendering. Dengan menggunakan 8 komputer dapat mengurangi waktu rendering gambar 3D ukuran 1200x900 pixel mencapai 80 % dibandingkan menggunakan 1 komputer.
RANCANG BANGUN NODE SENSOR PEMAKAIAN AIR MENGGUNAKAN RASPBERRY PI
Author : Mohammad Tsalis Fahmi , Ahmad Zainudin, Haryadi Amran Darwito
Abstrak
Pada kegiatan sehari – hari sering kali ketika sedang mengisi wadah untuk mandi karena terlalu lama menunggu sampai air penuh, biasanya di tinggalkan sambal melakukan aktivitas lain dan sering kali setelah menggunakan air pengguna lupa menutup kembali keran yang telah digunakan atau pengguna sudah menutup kerannya tapi tidak sempurna saat menutupnya, dalam tugas akhir mahasiswa ini melakukan solusi dengan menggunakan Solenoid Valve yang terpasang dengan pipa sebagai Water Control dimana solenoid bekerja ketika ada yang menggunakan air dan juga dapat dikontrol dengan aplikasi mobile atau web. Solenoid Valve juga digunakan sebagai Node Sensor yang dapat memberikan tanda bahwa keran dalam kondisi terbuka atau tertutup. Menggunakan Raspberry sebagai Controller yang guna mengkontrol perangkat seperti Solenoid Valve dan juga dapat mengirimkan sebuah data ke server yang berguna digunakan untuk kebutuhan monitoring pada aplikasi mobile dan web. Dengan menggunakan Acces Point (AP) terdekat raspberry terhubung ke jaringan AP yang dekat dari raspberry.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer