PENERAPAN TEKNOLOGI STREAMING DATA UNTUK SISTEM PERINGATAN AZAN DAN KAJIAN DARI MASJID KE RUMAH : ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA IMPLEMENTASI JARINGAN AD-HOC BERBASIS ESP32
Author : Alfi Laila Sanayah  , Haryadi Amran Darwito, Amang Sudarsono

Abstrak

Pembatasan volume pengeras suara masjid melalui regulasi pemerintah mengharuskan adanya inovasi dalam mendistribusikan suara azan dan kajian langsung ke rumah warga. Sistem streaming sebelumnya yang berbasis cloud internet memiliki kendala berupa tingginya latensi, biaya langganan, dan kebergantungan pada stabilitas sinyal penyedia layanan. Penelitian ini mengusulkan sistem penyiaran audio nirkabel mandiri (stand-alone) berbasis jaringan Wireless Ad-Hoc menggunakan mikrokontroler ESP32, protokol ESP-NOW, dan Opus Codec yang dikendalikan oleh peladen Raspberry Pi. Untuk memfasilitasi evaluasi performa jaringan secara efisien di lapangan, dikembangkan pula sebuah aplikasi pemantauan seluler berbasis Flutter. Aplikasi ini mampu mengakuisisi data telemetri Quality of Service (QoS) secara real-time dan memvalidasi kelayakannya secara otomatis tanpa memerlukan perangkat lunak pengendus paket konvensional di PC. Pengujian sistem dilakukan di tiga lokasi (full outdoor, semi outdoor, dan indoor) dengan mengkomparasikan mode lokal (offline) dan internet (online). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa transmisi mode offline jauh lebih stabil dan andal. Kinerja jaringan berhasil menjaga nilai throughput pada rentang 36 kbps hingga 39 kbps, secara mutlak memenuhi spesifikasi Fullband Speech IETF RFC 6716. Parameter delay dan jitter terbukti berada di bawah ambang batas maksimal standar ITU-T (<150 ms dan <20 ms). Meskipun terjadi lonjakan packet loss akibat redaman hambatan material beton padat di area outdoor, fitur Packet Loss Concealment (PLC) pada Opus Codec terbukti sukses mempertahankan keutuhan suara. Hal ini divalidasi melalui pengujian Quality of Experience (QoE) di mana 84,6% responden menilai artikulasi suara terdengar sangat jelas. Secara keseluruhan, sistem ini terbukti menjadi solusi penyiaran lokal yang efisien, hemat biaya, dan berkinerja tinggi.


RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEMANISAN BUAH MELON DENGAN SENSOR INFRAMERAH MLX90614

Author : Hanif Tio Ramadhan  , Ardik Wijayanto, Agus Indra Gunawan

Abstrak

Pertanian modern menghadapi tantangan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produk untuk permintaan pasar. Di Indonesia, melon adalah buah yang sangat diminati, Dengan produksi yang terus menerus meningkat setiap tahun. Kualitas melon seringkali ditentukan oleh tingkat kemanisannya, yang biasanya diukur dengan menggunakan alat Refractometer, alat ini dianggap kurang efisien karena dalam pengukurannya dapat menyebabkan buah melon tersebut menjadi rusak. Teknologi sensor inframerah, seperti sensor MLX90614, menawarkan solusi pengukuran suhu secara non-kontak yang dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kemanisan buah melon tanpa merusaknya. Proyek ini bertujuan untuk merancang alat pengukur tingkat kemanisan buah melon menggunakan sensor MLX90614. Nilai suhu yang diperoleh kemudian diolah untuk memperkirakan nilai tingkat kemanisan (Brix). Hasil Pengujian sistem menunjukkan bahwa pengukuran akan lebih efektif dilakukan pada jarak 3 cm dari permukaan buah. Dan sistem ini memiliki nilai error terhadap hasil referensi sebesar 5,2% atau ± 0.73 °Brix.


DETEKSI OBYEK SAMPAH DI PESISIR PANTAI BERBASIS IOT MENGGUNAKAN ALGORITMA YOLO

Author : Made Rahano Satryani Widhi  , M. Udin Harun Al Rasyid, Arna Fariza, Sritrusta Sukaridhoto

Abstrak

Sampah, menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merupakan benda yang tidak terpakai, tidak digunakan, atau tidak diinginkan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan tidak terjadi secara alami. Di Indonesia, sebanyak 80% sampah yang ada di lautan berasal dari daratan, dan sekitar 30% di antaranya tergolong sebagai sampah plastik. Setiap tahunnya, sekitar 1,29 juta ton sampah plastik, yang juga dipengaruhi oleh pasang surut air laut, mencemari perairan Indonesia dan menyumbang terhadap penumpukan sampah di sekitar pesisir (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan lainnya, 2018)[1]. Dalam upaya mengatasi masalah ini, saya mengusulkan penggunaan deteksi objek sampah di pesisir pantai untuk memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan pesisir kepada masyarakat sekitar. Metode yang saya gunakan adalah algoritma YOLO: CNN Classifier and Detector, yang memiliki kecepatan inferensi tinggi sehingga memungkinkan pengolahan gambar secara real-time. Metode ini sangat cocok untuk aplikasi pengawasan video. Saya telah melakukan percobaan eksperimental dengan menggunakan dataset sendiri yang terdiri dari 1535 gambar dan 2641 anotasi. Hasil pelatihan menunjukkan tingkat presisi sebesar 96,7%, recall sebesar 93,2%, F1-score sebesar 95%, mAP50 sebesar 97% dan mAP50-95 sebesar 72,7%.


SISTEM KEAMANAN PINTU RUMAH BERBASIS PENDETEKSI WAJAH DAN INFRAMERAH

Author : Ida Bagus Alim Haqqi  , Anang Budikarso, Akuwan Saleh

Abstrak

Semakin maraknya kasus pencurian setiap tahunnya, apalagi semakin meningkatnya berbagai kasus pencurian akibat terjadinya pandemi corona terutama pencurian atau pembobolan rumah yang membuat para masyarakat resah akan barang berharga dirumah mereka masing – masing. Seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, kasus pencurian atau pembobolan rumah sudah terjadi sebanyak 32 kasus. Masyarakat pun juga sedikit lalai terhadap keamanan rumah mereka masing – masing. Dengan tidak adanya sebuah alat dengan sistem kemanan yang bagus untuk keamanan rumah mereka, juga membuat mereka hanya bisa mengandalkan kunci rumah biasa. Maka dari itu dibuatlah sebuah alat dengan sistem keamanan untuk pintu rumah agar dapat mencegah terjadinya pencurian atau pembobolan rumah. Alat tersebut berfungsi mendeteksi tubuh dan wajah seseorang yang sedang mendekati sistem keamanan yang mana saat wajah terdeteksi tidak dikenali maka akan muncul alarm peringatan bahwa wajah tidak dikenali. Hasil dari proyek akhir ini yaitu terciptanya sebuah alat yang mana saat sensor PIR mendeteksi adanya gerakan dari seseorang, maka lampu menjadi warna kuning. Saat kamera menangkap wajah secara real time, sistem akan membandingkannya dengan wajah yang telah terdaftar. Jika wajah tidak dikenali, maka akan muncul peringatan yang menandakan bahwa ada seseorang yang tidak dikenal sedang mecoba untuk membuka pintu dan pintu pun tetap terkunci. Jika wajah dikenali, maka alarm peringatan tidak akan berbunyi dan kunci pintu terbuka. Kemudian untuk mengunci kembali pintu tersebut menggunakan kartu RFID yang didekatkan dengan pembaca RFID.


Sistem Monitoring Suhu Kandang Pada Media Pembudidayaan Maggot BSF

Author : Rio Arya Dewangga  , Eru Puspita, Madyono

Abstrak

Maggot BSF (Black Soldier Fly) merupakan tahap bayi atau larva dari lalat BSF yang dimana fase ini adalah fase kedua setelah telur, yang nantinya akan berubah jadi pupa/kepompong , kemudian menjadi lalat BSF. Dalam pembudidayaannya, suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan Maggot BSF. Untuk menjaga suhu agar tetap dalam keadaan yang optimal, para peternak selalu menyiramkan air secukupnya apabila suhu yang ada di dalam kandang/media tersebut terlalu tinggi dan juga cara tersebut dilakukan masih dengan cara manual. Kemudian apabila suhu di dalam media tersebut terlalu rendah, para peternak masih bingung harus bagaimana untuk menaikkan suhu pada kandang tersebut. Berdasarkan masalah itulah penulis berinovasi menciptakan sebuah alat untuk mengontrol dan memonitoring suhu udara yang ada pada media budidaya maggot dengan tujuan agar suhu yang ada pada media budidaya maggot tetap berada dalam suhu nyaman dari Maggot BSF. Selain itu, alat ini juga mengurangi effort dari peternak untuk menyiramkan air apabila suhu sedang tinggi, kemudian untuk memindahkan kandang ke tempat yang lebih hangat apabila suhu terlalu rendah. Belum lagi apabila para peternak sedang berada di luar rumah atau kelupaan untuk mengecek dan mengontrol suhu pada kandang. Alat ini bisa membantu pekerjaan peternak dalam membudidayakan Maggot BSF dengan cara yang efektif dan efisien. Alat ini bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan sensor suhu DHT22 yang dimana sensor tersebut akan mendeteksi besarnya suhu pada kandang Maggot BSF kemudian data suhu tersebut akan dikirimkan ke mikrokontroler yang nantinya mikrokontroler akan memberikan output berupa tampilan suhu saat ini yang ditampilkan melalu LCD 16x2. Selain itu, mikrokontroler juga akan mengaktifkan sebuah relay, dimana relay tersebut memiliki 2 peran, yaitu untuk mengaktifkan lampu apabila suhu kandang dibawah suhu nyaman Maggot BSF, atau mengaktifkan kipas DC apabila suhu kandang diatas suhu nyaman dari Maggot BSF.