Author : Desy Ismayani Ismail , Tri Budi Santoso
Abstrak
Permasalahan kempemilikan citra yang saat ini sering terjadi yaitu mengedit dan memodifikasi citra asli memberikan dampak negatif untuk upaya dalam memberikan perlindungan hak cipta. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan file citra yaitu dengan Teknik Digital Image Authentication System (DIAS) dengan teknik watermarking citra. Dalam penelitian ini, watermarking digital dilakukan dengan menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT). Autentikasi citra dengan Digital Watermarking menggunakan DWT dengan metode Daubechies yang menyisipkan citra watermark ke dalam citra berwarna. Setelah dilakukan penyisipan kemudian citra diekstraksi untuk menunjukkan apakah citra telah berhasil disisipkan. Selanjutnya citra yang telah disisipkan diuji dengan serangan berupa kompresi untuk melihat ketahanan citra tersebut. Penggunaan Metode DWT pada proses penyisipan watermark pada citra RGB berhasil disisipkan dengan kualitas yang baik, juga watermark yang telah disisipkan pada citra tidak terlihat oleh mata manusia. Citra watermark yang disisipkan juga dapat ditarik kembali dan Citra ter-watermark tahan terhadap serangan berupa kompresi dengan nilai MSE terbesar yaitu 0,027769 dimana menunjukkan bahwa error pada kompresi citra relatif rendah.
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN UNTUK SITUS WEB MADING PRODI TELEKOMUNIKASI
Author : Ilham Haries Rizaldy , Amang Sudarsono, Miftahul Huda
Abstrak
Majalah dinding adalah media penyampaian informasi yang sampai saat ini masih digunakan di sekolah, kampus, kantor, dll. Pada umumnya masyarakat menggunakan mading dalam bentuk fisik dalam menyampaikan informasi. Mading berbentuk fisik dinilai kurang efektif dikarenakan membutuhkan tempat, kertas dan keamanan masih kurang. Seiring dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih, maka hampir semua aspek di dunia ini menggunakan sistem komputer untuk menggantikan alat-alat manual, seperti halnya mading kini tidak harus berbentuk fisik. Website merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan masyarakat pada umumnya dapat memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat. Dari hal tersebut maka dibuatlah sebuah sistem penyampaian pesan dan informasi secara digital dengan memanfaatkan web sebagai medianya yang didesain khusus untuk prodi teknik telekominikasi atau disebut dengan web mading prodi telekomunikasi. Kekurangan dari sistem berbasis web adalah rentan terserang hacker, oleh karena itu diperlukan sistem keamanan agar informasi yang disampaikan tidak diubah-ubah oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dalam hal ini kriptografi dengan algoritma DES dan digital signature menggunakan RSA diimplementasikan pada website mading. Algoritma DES digunakan untuk confidentiality yakni mengamankan informasi agar yang disampaikan tidak diubah-ubah dan digital signature untuk authentication dari pengirim sehingga bisa dideteksi apakah informasi berasal dari pengirim tersebut atau bukan sehingga menyampaikan informasi menjadi aman dan dapat dipertanggungjawabkan.
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN KONTROL PI PADA PENGGERAK MESIN PEMOTONG KERUPUK
Author : Farhan Maulana Baihaqi , Diah Septi Yanaratri, Sutedjo
Abstrak
Proses pemotongan kerupuk dalam pembuatan kerupuk mempunyai berbagai macam cara. Dahulu proses pemotongan kerupuk dilakukan secara manual. Namun, seiring berjalannya waktu sudah banyak dijumpai proses pemotongan kerupuk yang menggunakan mesin. Mesin pemotong kerupuk merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memotong kerupuk dengan bentuk melingkar tipis dengan waktu yang cepat. Namun, penggunaan mesin tersebut memiliki kekurangan yaitu potongan kerupuk yang rusak. Hal tersebut terjadi karena kecepatan motor tidak dikontrol sehingga kecepatannya terlalu besar. Oleh sebab itu, pada proyek akhir ini dibuat alat pengaturan kecepatan menggunakan motor DC magnet permanen 12V 250W yang dikontrol dengan kontrol PI. Pada alat ini, sumber berasal dari jala-jala PLN 220 V yang langsung disearahkan dengan half wave controlled rectifier satu phase sebagai sumber. Tegangan motor DC diperoleh dari keluaran half wave controlled rectifier satu phase dengan mengatur sudut penyulutan pada SCR (silicon controlled rectifier). Pada kondisi pengujian integrasi open loop dan close loop dihasilkan potongan kerupuk yang lebih baik dilakukan saat menggunakan kontrol (close loop). Berdasarkan data hasil potongan kerupuk dengan menngunakan kontrol (close loop) dengan nilai kecepatan set point 540 rpm lebih baik dibandingkan dengan menggunakan nilai set point 500 rpm. Hal itu dibuktikan dengan nilai presentase kerusakan hasil potongan kerupuk ketika dengan nilai kecepatan set point 540 rpm lebih kecil dibandingkan menggunakan nilai set point 500 rpm. Namun, ketika dilakukan pemotongan dengan diberi gangguan kerupuk, maka nilai kecepatan tidak bisa terjaga dan turun dari nilai set point yang telah ditentukan. Rectifier terkontrol diatur dengan menyesuaikan sudut penyulutan pada SCR yang diatur hingga dapat mengeluarkan tegangan sebesar 12V dc. Agar dapat mengeluarkan tegangan output 12V, maka nilai sudut penyulutan pada SCR diatur sebesar 143°.
STUDI KEANDALAN OTOMASI PURWARUPA RADAR PASIF DENGAN METODE TIME DIFFERENCE OF ARRIVAL (TDOA)
Author : Ignatius Ivan Prihadi , Paramita Eka Wahyu Lestari, Rini Satiti
Abstrak
Pelacakan pemancar FM ilegal secara konvensional dinilai lambat dan rentan terhadap gangguan pantulan sinyal (multipath) di lingkungan urban seperti Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan purwarupa radar pasif terdistribusi berbasis metode Time Difference of Arrival (TDoA) menggunakan tiga penerima RTL-SDR dan Raspberry Pi. Inovasi utamanya adalah arsitektur otomasi perangkat lunak Python yang mengeksekusi seluruh siklus pelacakan secara mandiri, sehingga memangkas waktu akuisisi data menjadi kurang dari 1 menit per perekaman. Evaluasi keandalan membuktikan penempatan sensor sebagai faktor dominan; akurasi stabil pada 70–80% saat target berada di dalam segitiga cakupan, namun menurun di bawah 30% saat di luar cakupan. Pada lingkungan berkarakteristik multipath tinggi, sinkronisasi NTP terbukti lebih tangguh dengan tingkat keberhasilan pemrosesan lebih tinggi dibanding GPS. Validasi terhadap komputasi manual MATLAB menunjukkan deviasi sistem Python tetap moderat pada geometri baik (deviasi akurasi 8,0–22,6%; jarak 290–808 m), namun melonjak pada geometri buruk (deviasi akurasi hingga 58,0%; jarak 3.652 m). Hal ini dipicu oleh efek Geometric Dilution of Precision (GDOP) yang memperkuat perbedaan implementasi pustaka antar-platform. Kesimpulannya, integrasi otomasi dengan sinkronisasi NTP merupakan solusi yang andal dan presisi.
SIMULASI CYCLE TEMPO PENGARUH X-RATIO AIR PREHEATER TERHADAP PERFORMA PEMBANGKIT 330 MW
Author : Amalia Bagaskara , Arrad Ghani Safitra, Achmad Bahrul Ulum, Arrad Ghani Safitra, Achmad Bahrul Ulum
Abstrak
Air preheater digunakan untuk meningkatkan temperatur udara sebelum masuk boiler dengan memanfaatkan panas dari flue gas. Penambahan air preheater mampu meningkatnya efisiensi termal di pembangkit listrik hingga 10%. Evaluasi kondisi operasi air preheater dinyatakan oleh x-ratio. X-ratio merupakan nilai perbandingan kapasitas panas sisi udara dan flue gas pada air preheater. Nilai x-ratio dapat berubah dari kondisi desain akibat ketidakseimbangan massa udara dengan flue gas yang disebabkan oleh kebocoran udara atau perubahan komposisi bahan bakar sehingga kinerja air preheater menjadi rendah, yang ditandai dengan peningkatan temperatur flue gas. Peningkatan flue gas yang terjadi berdampak pada penurunan performa pembangit. Pada penelitian ini analisis x-ratio dilakukan dengan mengamati perubahan temperatur flue gas akibat variasi excess air. Pemodelan dilakukan menggunakan software cycle tempo berdasarkan data desain PLTU Indramayu ketika beban penuh. Variasi excess air dilakukan sebesar 0,15; 0,16; 0,17; 0,18; 0,19; 0,2 mengahasilkan nilai x-ratio sebesar 0,037472; 0,037376; 0,037279; 0,037183; 0,037088; 0,036991. Peningkatan excess air menyebabkan nilai x-ratio semakin kecil karena ketidakseimbangan panas yang melewati air preheater. Heat capacity rate paling tinggi sebesar 1388,741 kJ dicapai ketika nilai x-ratio paling kecil yaitu 0,036991. Efisiensi termal tertinggi dicapai ketika x-ratio bernilai 0,037472 yaitu sebesar 34,52% sedangkan efisiensi terendah ketika x-ratio bernilai 0,03699 yaitu sebesar 34,01%. Dengan demikian, peningkatan x-ratio memberikan dampak terhadap peningkatan efisiensi termal pembangkit.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer