Author : Muhammad Yusufi Putra , Arrad Ghani Safitra, Lohdy Diana
Abstrak
HRSG (Heat Recovery Steam Generator) adalah peralatan yang berfungsi untuk memanfaatkan gas buang untuk memperoduksi uap. Dalam kondisi aktualnya, ada kemungkinan bahwa tidak semua pipa-pipa pada HRSG mendapatkan panas yang sama dari gas buang. Maka dari itu, di dalam HRSG perlu diberi suatu penyearah pada bagian yang membelok ke arah atas Stack HRSG supaya seluruh pipa mendapatkan aliran dan panas yang merata. Penelitian ini dilakukan dengan variasi penyearah berupa plat dengan penambahan penyearah sebanyak 1, 2, dan 3 serta variasi peletakkannya yaitu tiga penyearah, dua penyearah dari kiri, dua penyearah tanpa tengah, dua penyearah dari kanan, satu penyearah di kiri, satu penyearah di tengah, dan satu penyearah di kanan dengan menggunakan Software Computational Fluid Dynamic (CFD) secara 2D. Dari penelitian ini didapatkan hasil distribusi data temperatur pada variasi dua penyearah tanpa tengah mempunyai temperatur yang paling tinggi, diikuti dengan variasi tiga penyearah dengan melihat data temperatur pada Superheater dan Evaporator-nya. Kedua variasi tersebut mempunyai aliran yang lebih merata dan penyebaran panas yang tinggi karena saat gas buang melewati penyearah, terjadi aliran balik dan aliran tersebut diapit oleh penyearah di sebelahnya, sehingga aliran tersebut tidak kembali ke arah inlet tetapi terkumpul pada Superheater yang membuat penukar kalor tersebut lebih panas dari variasi lainnya. Distribusi temperatur paling buruk terjadi pada variasi satu penyearah yang diletakkan di tengah karena selain kecepatan aliran menurun dan kurang terbagi merata.
RANCANG BANGUN SISTEM MANAJEMEN ENERGY PADA RUMAH MANDIRI DENGAN SUMBER ENERGI TENAGA SURYA
Author : Aprilely Ajeng Fitriana , Moh. Zaenal Efendi, Mohamad Safrodin
Abstrak
Rumah mandiri merupakan implementasi rumah dengan sumber energi matahari. Sumber energi matahari nantinya akan disimpan di battery sebagai back up energi listrik saat cuaca mendung atau pada saat malam hari. Saat battery digunakan sebagai back up, sangat dimungkinkan terjadinya penggunaan battery yang berlebihan. Sehingga dapat memperpendek umur battery. Karena itu, perlu untuk mengatur penggunaan beban agar tidak terjadi deep discharge. Dalam proyek akhir ini, penggunaan energi akan diatur sehingga mampu memenuhi kebutuhan beban dalam rumah itu. Penggunaan beban dirancang dengan penjadwalan aktifasi beban. Untuk mengontrol tegangan keluaran buck converter pada beban penerangan, digunakan increment decrement untuk mengatur duty cycle buck converter. Sehingga tegangan keluaran dapat sesuai dengan set point yang diharapkan. Penggunaan set point diatur berdasarkan ketersediaan energi yang ada pada sumber. Apabila energi yang tersedia kurang dari 50% maka set point akan berkurang dari 12V sampai dengan 10.5V. Alat yang dibuat juga dapat digunakan untuk memonitor jumlah energi yang ada dan mengatur penggunaannya dengan cara mengijinkan beban tersebut ON atau OFF apabila energi yang tersedia sudah hampir habis. Energi yang tersedia untuk mensuplai keseluruhan beban pada rumah mandiri dengan sumber energi tenaga surya ini adalah 3556 Wh. Sedangkan total daya yang dipakai sebesar 565W. Apabila beban digunakan secara bersamaan, aki hanya bisa mensuplai beban selama 5.95 jam. Setelah penerapan sistem manajemen, diketahui bahwa energi yang digunakan selama 17 jam (05.00-22.00) adalah 619.25Wh. Penghematan energi yang dilakukan sebesar 117.8Wh atau sebesar 15.98%. Kata kunci: manajemen energi, rumah mandiri energi, buck converter
RANCANG BANGUN ALAT IDENTIFIKASI PEMBICARA DENGAN METODE PROPAGASI BALIK SEBAGAI SISTEM PEMBUKA PADA PINTU
Author : Nuril Ilmiyah , Eru Puspita, Ardik Wijayanto
Abstrak
Perkembangan teknologi yang sangat pesat berawal dari kebutuhan manusia dalam melakukan kesehariannya. Salah satunya yakni teknologi biometrika yang merupakan salah satu jenis teknologi yang digunakan untuk mengenali identitas seseorang berdasarkan karakter fisik manusia itu sendiri. Pengenalan dengan menggunakan teknologi biometrika ini sangat tepat digunakan dalam sebuah sistem keamanan. Dalam proyek akhir ini akan dibuat sebuah alat identifikasi berdasarkan suara sebagai sistem pembuka pintu. Ciri khas dari setiap suara akan didapatkan dengan menggunakan metode MFCC (Mel Frequency Cepstral Coefficients). Dari proses tersebut akan didapatkan nilai sebanyak 13 koefisien. Proses pengenalan dilakukan dengan menggunakan metode Back Propagation yang terdiri atas satu input layer, satu hidden layer, dan satu output layer. Hasil pengenalan terhadap 5 orang member didapatkan sebesar 94% dan persentase penolakan suara selain member sebesar 95%.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR TINGKAT KEMATANGAN BUAH MELON DENGAN METODE AKUSTIK
Author : Aditya Satriya Raharja , Madyono, Kemalasari
Abstrak
Secara konvensional, masyarakat menggunakan teknik pengetukan pada buah melon untuk mengukur tingkat kematangan melon selain mencium aroma buahnya. Metode ini sebenarnya merupakan metode yang kurang baik karena pemukulan yang terlalu keras atau berlebihan dapat merusak buah melon itu sendiri. Ketukan yang terdengar dari buah melon bervariasi sesuai dengan tingkat kematangannya. Buah melon yang mentah cenderung tidak memiliki rongga di dalamnya. Seiring dengan masaknya buah melon, rongga dalam buah akan terbentuk sehingga melon akan menghasilkan suara yang lebih nyaring dibandingkan dengan buah melon yang mentah. Terinspirasi dari metode konvensional, tergagaslah pembuatan alat pengukur tingkat kematangan buah melon dengan metode akustik yang sama-sama memanfaatkan suara dari ketukan yang diberikan pada buah melon pada proyek akhir ini. Ketukan dihasilkan secara manual dengan kontak secara langsung pada buah, suara yang dihasilkan oleh ketukan pada melon akan ditangkap oleh sensor suara yang kemudian akan dibandingkan dengan referensi sehingga dapat diketahui tingkat kematangan dari buah melon itu sendiri dimana tingkat kematangan mentah memiliki range persentase amplitudo diatas 80%, setengah matang dengan range persentase amplitudo diantara 60-80%, dan matang dengan range persentase amplitudo dibawah 60%.
UNMANNED SPY-SHIP: SISTEM VISUAL PENGIRING OBJEK BERBASIS METODE HOUGH CIRCLE
Author : Achmad Ghozy Tajuddin , Novian Fajar Satria, Eko Budi Utomo
Abstrak
Autonomous Surface Vessels (ASV), banyak digunakan dalam dunia kemiliteran untuk pertahanan, serta misi-misi lainnya. Sebagai alat militer ASV banyak berperan sebagai kendaraan survei dan alat monitor, aplikasi ASV sebagai kendaraan survei diperlukan karena pertimbangan risiko yang bisa terjadi pada saat misi tersebut berjalan. ASV akan sangat membantu tugas, dan meminimalisir korban di lapangan. Operator cukup memantau dari hasil dari kamera yang dapat dikirimkan dari kendaraan, untuk melihat secara nyata situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan, tanpa melibatkan risiko yang mungkin terjadi. Dalam proses pengiringan objek atau object following, diperlukan sistem deteksi objek yang memiliki akurasi yang baik, dan kecepatan proses yang tinggi, maka dipilihlah metode yang simpel dalam pendeteksian objek. Hough Circle Transform adalah metode dalam deteksi lingkaran yang paling umum, yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mendeteksi objek. Hasil yang didapatkan dalam menggunakan metode Hough Circle Transform, ASV dapat melakukan proses pengiringan objek dan dapat memotong jarak pada titik referensi selama 11 detik, ASV dapat mengubah arah hadap kapal agar lurus dengan objek selama 4 detik, dari kuadran terluar, dan dengan kecepatan rata-rata proses didapat 8 FPS.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer