RANCANG BANGUN APLIKASI GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) UNTUK PENCARIAN FASILITAS KESEHATAN & DOKTER SPESIALIS BERBASIS APLIKASI ANDROID
Author : Afrizal Saverio Ramadana Saf  , Reni Soelistijorini, Haryadi Amran Darwito

Abstrak

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia yang dijamin oleh negara. Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Namun masyarakat sering sekali bingung dalam melakukan hidup sehat tersebut. Terlebih lagi jika dalam keadaan sakit, masyarakat pasti akan bingung untuk memilih fasilitas kesehatan mana yang cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dari latar belakang inilah penulis ingin menyelesaikan permasalahan tersebut dengan aplikasi "Geographic Information System (GIS) untuk Pencarian Fasilitas Kesehatan & Dokter Spesialis Berbasis Aplikasi Android". Dengan menggunakan aplikasi ini pengguna dapat mencari rumah sakit, klinik, puskesmas atau praktek dokter yang terdekat dengan radius 10 km menggunakan Haversine Formula. User juga mendapatkan informasi lengkap seperti alamat lengkap faskes, foto, daftar dokter yang bekerja, fasilitas dan layanannya serta jam operasional dari faskes tersebut.


SISTEM ALAT PENETAS TELUR BEBEK

Author : Erwin Dwi Rendrahadi  , Ainur Rofiq, Rusiana

Abstrak

Temperatur dan kelembaban merupakan 2 faktor utama (selain sirkulasi udara) yang menentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasakan referensi, temperatur optimal dalam mesin tetas yaitu 38-39oC dan kelembaban optimal yaitu 60%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang ada di pasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperatur. Dengan memperhatikan lebih banyak faktor seharusnya akan menghasilkan daya tetas telur yang lebih besar. Untuk alasan tersebut maka dibuat suatu mesin tetas yang dilengkapi alat kontrol temperatur dan kelembaban yang akurat. Untuk mewujudkan sistem tersebut diperlukan pemilihan sensor dan mikrokontroler yang tepat karena 2 hal tersebut memberi dampak yang besar terhadap kualitas mesin tersebut.Sensor kelembaban dan temperatur SHT 11 memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk aplikasi ini. Pemilihan mikrokontroler yang menjadi otak kontroler ini yaitu pada mikrokontroler ARM. Untuk pemanas alat telur digunakan 2 buah lampu dengan daya 5 Watt dan juga dilengkapi dengan fan untuk sirkulasi udara. Pengaturan suhu ruangan penetas telur mengimplementasikan metode kontrol logika Fuzzy. Pemutaran rak telur pada alat ini dengan bantuan motor DC 24V untuk memindahkan kedudukan tray di dalam mesin penetas telur agar terjadi perubahan sudut 45° dengan waktu yang ditetapkan secara bergantian,untuk perpindahan tray dilakukan 6 kali sehari agar suhu dapat terjaga konstan 38°-39°C.


PEMBUATAN PURWARUPA ALAT PEMANTAU SUHU TUBUH DAN DENYUT NADI SAPI PERAH BERBASIS IOT

Author : Irham Maulana 'Abid  , Ari Wijayanti, Okkie Puspitorini

Abstrak

Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan protein hewani telah meningkatkan permintaan terhadap susu dan industri pengolahan susu di Indonesia. Meskipun demikian, produksi susu dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga impor masih menjadi bagian signifikan dari pasokan. Munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada tahun 2022 telah menimbulkan kerugian ekonomi karena menyebabkan penurunan produksi hasil ternak. Oleh karena itu, perbaikan kualitas perawatan hewan ternak menjadi suatu keharusan. Pentingnya identifikasi dini gejala penyakit pada ternak sapi menjadi fokus utama untuk mencegah dampak fatal dan kematian pada sapi. Pada penelitian ini dikembangkann sistem pemantauan kondisi kesehatan sapi berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi efektif dan efisien. Metode pengembangan perangkat IoT ini melibatkan integrasi komponen hardware dan software. Komponen hardware mencakup sensor suhu MLX90614, sensor denyut nadi MAX30102, dan Microcontroller Wemos D1 Mini. Untuk komponen software berupa model klasifikasi dengan metode KNN (K-Nearest Neighbors) untuk mengklasifikasikan data parameter. Untuk menjalankan proses pemantauan kondisi kesehatan ternak sapi perah secara real-time, implementasi Internet of Things (IoT) pada sistem ini menggunakan modul ESP8266 untuk menghubungkan sistem ke internet melalui jaringan WiFi, serta penggunaan protokol komunikasi MQTT untuk proses transfer data dari controller ke server. Hasil evaluasi sistem mengindikasikan nilai rata-rata error 3,84% untuk denyut nadi dan 1,28% untuk suhu, serta klasifikasi KNN menunjukkan tingkat akurasi 100 %.


MONITORING KAPASITAS DAYA SEMU PADA PELANGGAN INDUSTRI

Author : Ahmad Rosyiddin  , Sutedjo, Rachma Prilian Eviningsih

Abstrak

PT.PLN selalu berusaha untuk meningkatkan keandalan penyaluran listrik. Saat ini monitoring secara realtime hanya ada pada pelanggan daya 10600VA keatas. Oleh karena itu pada proyek akhir ini dibuat alat monitoring terhadap pembatas pada pelanggan industri untuk dapat membantu PLN dalam memberi acuan apakah pelanggan tersebut memerlukan perubahan daya atau pelanggan tersebut melakukan kecurangan. Pada proyek akhir ini bertujuan untuk monitoring kapasitas daya semu pelanggan industri dengan menggunakan metode SMS (Short Message Service). Dari data yang terbaca maka sistem akan memberikan 2 klasifiksai notifikasi yaitu ketika salah satu fasa hilang dan ketika MCB trip. Notifikasi berisi nilai arus tiga fasa, nilai tegangan 3 fasa, dan daya semu 3 fasa yang dikirim melalui SMS. Selain itu alat ini dapat digunakan untuk mengetahui indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pelanggan dengan membandingkan daya semu melalui data yang tersimpan pada SD Card dengan pemakaian di meter PLN. Delay waktu yang dibutuhkan untuk mengirim SMS yakni sebesar 18,7 detik. Pembacaan sensor dalam sistem ini dibawah 10% dengan rata- rata %Error arus fasa R 1.660%, arus fasa S 1.214%, arus fasa T 1.041%, tegangan fasa R 1.609%, tegangan fasa S 4.09%, dan tegangan fasa T 1.986%.


Sistem Penghitung Jumlah Pukulan Silat Berdasarkan Estimasi Pose

Author : Acevaldo Rinto Gevara  , Reesa Akbar, Akhmad Hendriawan

Abstrak

Pencak silat adalah seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Dalam cabang seni bela diri pencak silat, seorang atlet silat diharapkan memiliki pemahaman tentang dunia pencak silat dan menguasai berbagai teknik dan gerakan yang terlibat. Sebelum mengikuti pertandingan atau kejuaraan, atlet pencak silat biasanya melakukan sesi latihan. Namun, saat ini, sesi latihan tersebut umumnya dilakukan dengan bantuan orang lain untuk menghitung jumlah pukulan dan mengonfirmasi jenis pukulan yang dilakukan. Untuk mengatasi hal ini, diusulkan sistem teknologi yang dapat menghitung jumlah pukulan silat dengan akurat sesuai dengan jenis pukulan yang dilakukan secara mandiri. Sistem ini menggunakan kombinasi estimasi pose berbasis kamera dan sensor inersia yang dipasang pada tubuh atlet. Melalui sistem ini, gerakan yang terdeteksi oleh kamera diproses menggunakan teknik estimasi pose, lalu sensor inersia memberikan data tentang orientasi tubuh atlet. Pembacaan sensor ini dikomunikasikan secara nirkabel ke sistem pusat. Sistem kemudian menganalisis data yang diterima dari kamera dan sensor inersia untuk menghitung jumlah pukulan silat yang dilakukan oleh atlet berdasarkan jenis pukulan yang dilakukan. Pembuatan sistem teknologi ini bertujuan untuk memungkinkan atlet pencak silat melakukan sesi latihan secara mandiri dalam perhitungan pukulan. Ini juga memastikan bahwa atlet menerima data yang tepat tentang jumlah dan jenis pukulan yang dilakukan, meningkatkan efektivitas latihan dan kemampuan mandiri dalam seni pencak silat. Sistem ini memiliki kemampuan untuk melakukan perhitungan dengan angka kepresisian mencapai di atas 85%.