Author : Muhammad Izzudin Fasya , Prasetyo Wibowo, Adam Shidqul Aziz
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada perancangan UI/UX untuk desain ekosistem distribusi rantai pasok kesehatan menggunakan pendekatan User- Centered Design (UCD). Rantai pasok kesehatan di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan teknologi dan informasi yang tidak akurat. Kompleksitas sistem ini memerlukan solusi yang efektif untuk memastikan obat-obatan dan alat kesehatan didistribusikan dengan baik. Melalui pendekatan UCD, penelitian ini bertujuan untuk merancang desain ekosistem distribusi rantai pasok kesehatan yang efisien dan efektif dengan mengutamakan kebutuhan dan preferensi pengguna. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, rata-rata skor System Usability Scale (SUS) yang diperoleh adalah 80.0. Skor ini menunjukkan bahwa pengguna merasa desain aplikasi ini cukup mudah digunakan dan memuaskan dalam mendukung kebutuhan distribusi rantai pasok kesehatan, baik dari sisi distributor maupun rumah sakit. Hasil skor SUS ini menegaskan bahwa pendekatan User- Centered Design efektif dalam menghasilkan desain yang optimal untuk pengguna akhir.
MENDETEKSI ABNORMAL DRIVING MENGGUNAKAN SENSOR ACCELEROMETER DAN GYROSCOPE PADA SMARTPHONE DENGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)
Author : Aviccena Izzul Wirawan , Amang Sudarsono, Tri Budi Santoso
Abstrak
Perkembangan zaman selalu diwarnai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut berbanding lurus dengan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Teknologi adalah sarana yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam proyek akhir ini membahas tentang sebuah aplikasi untuk mendeteksi perilaku pengemudi dalam berkendara dengan memanfaatkan sensor yang ada dalam smartphone. Ada 2 jenis sensor yang digunakan, yaitu accelerometer dan gyroscope. Accelerometer berfungsi untuk pengukuran percepatan pada objek bergerak maupun pengukuran terhadap gravitasi bumi. Sedangkan gyroscope bisa mendeteksi gerakan sesuai gravitasi dari gerakan pengguna. Smartphone diletakkan pada kendaraan dengan fixedposition (tidak berubah tempat) untuk menghitung aktivitas berdasarkan beberapa parameter diantaranya normal, zig-zag, sleeping, belok kanan, belok kiri, U-turn, berhenti mendadak, tancap gas, dan polisi tidur. Selama dalam perjalanan, aplikasi tersebut akan menghitung berapa kali aktivitas pengemudi yang termasuk dalam parameter yang telah ditentukan. Pada akhirnya nanti akan disimpulkan apakah pengemudi termasuk kategori pengemudi yang baik atau yang buruk.
SENTIMEN ANALISIS PENGGUNAAN LAYANAN PESAN ANTAR MAKANAN ONLINE MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING
Author : Fadli Rizqon Narasyadi , Arna Fariza, Selvia Ferdiana Kusuma
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna terhadap layanan pengantaran makanan GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest. Penelitian ini juga berfokus pada pengelompokan komentar pengguna berdasarkan tiga kategori utama, yaitu platform, driver, dan resto. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari komentar pengguna di Instagram. Berdasarkan hasil evaluasi, SVM dengan pelabelan InSet menunjukkan kinerja terbaik, terutama pada ShopeeFood, dengan Akurasi tertinggi mencapai 0.75 pada 20% data testing dan F1-Score yang lebih stabil dibandingkan dengan Random Forest. Meskipun ada penurunan Recall dan F1-Score pada GrabFood dan GoFood, kinerja SVM dengan pelabelan InSet tetap lebih baik dibandingkan Random Forest, yang menunjukkan penurunan akurasi dan recall pada dataset tersebut. Penelitian ini juga menyediakan dashboard interaktif berdasarkan data historis, yang memungkinkan penyedia layanan untuk memantau dan mengevaluasi sentimen pengguna terhadap layanan mereka berdasarkan data komentar yang terkumpul dari waktu ke waktu. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi penyedia layanan untuk meningkatkan kualitas layanan mereka berdasarkan persepsi pengguna yang tercermin dalam komentar-komentar di media sosial, khususnya di Instagram.
SISTEM PENDETEKSI KEBERADAAN BALITA BERDASARKAN ARAH RADIO TRANSMITTER
Author : Dwijaya Destyawan , Eru Puspita, Ali Husein Alasiry
Abstrak
Akhir-akhir ini, karena kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua kepada anak balitanya saat berada di keramaian menyababkan anak mudah tersesat, dan keadaan ini adalah sangat berbahaya. Proyek akhir ini diharapkan dapat membantu orang tua supaya dapat mengetahui posisi anak balitanya yang tersesat. Yaitu dengan memanfaatkan pemancar radio TLP434A dan penerima gelombang radio RLP434A yang dapat berkomunikasi secara wireless dengan menggunakan frekuensi 433,92 MHz. Pada penerima gelombang radio digunakan suatu antenna dengan model loop yang dibuat dari PCB. Antenna ini memiliki jenis pola pancar unidirectional, yaitu memiliki kemampuan menangkap sinyal terkuat pada satu arah (sudut 0o). Dengan memanfaatkan pola pancar dari antenna tersebut maka dapat diketahui perkiraan arah/posisi dari pemancar radio. Sistem ini dapat mendeteksi posisi/arah dari Modul Transmitter dengan jarak maksimal adalah 12 meter. Hal ini disebabkan karena jenis antenna yang telah dimodivikasi. Dari hasil pengujian terhadap sudut dan jarak dari sistem ini, diperoleh hasil perkiraan sudut dengan rata-rata error sebesar 19.21 % dan hasil perkiraan jarak dengan rata-rata error sebesar 17.16 %.
RANCANG BANGUN KONTROL KESTABILAN BERBASIS PID PADA SINGLE COPTER
Author : Fuad Efendi , Nofria Hanafi, R.Sanggar Dewanto
Abstrak
UAV (Unmaned Aerial Vehichle) merupakan salah satu jenis pesawat tanpa awak yang biasa disebut drone yang memanfaatkan teknologi rotor sebagai komponen pendukung daya terbangnya. Pada kesempatan kali ini yang akan dibahas adalah UAV singlecopter. Singlecopter sendiri merupakan kendaraan udara dengan satu baling-baling yang berputar pusat terhadap 4 fin. Masing-masing fin diletakan pada setiap kuadran dan dikendalikan oleh motor servo yang ditujukan untuk mengatur kontrol singlecopter baik roll, pitch, dan yaw. Gerak dan penyusuran trajektori wahana ini dilakukan secara manual dengan pengawasan (monitoring) trajektori dan sikapnya melalui GCS (Ground Control Station) secara wireless. Singlecopter ini dilengkapi sensor GPS yang dapat langsung terhubung dengan satelit, dan juga dilengkapi dengan kontrol kestabilan berbasis kontrol PID (Proportional–Integral–Derivative controller), dimana kontrol tersebut ditujukan untuk menyeimbangkan alat ketika take off, landing, maupun ketika bergerak. Sensor IMU (Inersial Measurement Unit) digunakan sebagai feedback attitude dari wahana, IMU sendiri merupakan suatu unit dalam modul elektronik yang mengumpulkan data percepatan angular dan akselerasi linear. Ketiga komponen PID dapat dipakai bersamaan maupun sendiri-sendiri tergantung dari respon yang diinginkan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kontroler dari singlecopter sudah cukup baik dalam mengendalikan wahana terbang sesuai yang diinginkan.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer