MODEL VARIABLE RATE PADA SISTEM TRANSMISI SINGLE CARRIER
Author : Nadya Artanty  , Tri Budi Santoso, Ahmad Zainudin

Abstrak

Pada sistem komunikasi terdapat parameter yang digunakan untuk menilai kualitas pengiriman data, yaitu performa error rate dan laju data. Modulasi adaptif merupakan salah satu teknik untuk meningkatkan kedua parameter pada kondisi kanal yang berubah terhadap waktu. Dan pada proses pengiriman data, pengolahan pada sisi receiver harus mampu memberikan hasil yang sama dengan sisi transmitter. Namun pada kenyataannya proses ini masih tidak bisa berjalan sempurna dikarenakan adanya noise dan interferensi yang menyebabkan kesalahan pada data yang dikirim. Dibutuhkan sebuah teknik agar mampu menyajikan hasil yang sesuai antara receiver dan transmitter yaitu teknik pengkodean. Pada Proyek Akhir ini menyajikan suatu model sistem transmisi dengan skema Adaptive Modulation and Coding (AMC) untuk memaksimalkan kapasitas kanal dan menjaga keefektifan modulasi dan Error Control Codng (ECC) yang digunakan. Untuk modulasi adaptif dan pengkodean kanal yang digunakan yaitu BPSK dengan kode Hamming, QPSK dengan kode BCH dan 16-QAM dengan kode Reed-Solomon pada kanal AWGN. Dengan adanya penambahan channel coding lebih efisien sekitar 3 dB hingga 5 dB. Hasil menunjukkan bahwa 16-QAM merupakan jenis modulasi yang mampu mengirimkan bit paling banyak, tetapi perlu diperhitungkan pula besar error rate dari tiap modulasi. Kita ketahui bahwa BPSK memiliki error rate yang paling baik dibandingkan modulasi lainnya. Sehingga sistem adaptif ini mampu mengirimkan banyak bit secara efisien karena memiliki error rate yang lebih baik pada range SNR dibawah 4 dB untuk threshold 10^-2.


WEARABLE DEVICE UNTUK MONITORING PASIEN RAWAT INAP BERBASIS LoRa(LONG RANGE) LOW POWER AREA NETWORK

Author : Elsa Nopitasari  , Akhmad Hendriawan, Kemalasari

Abstrak

Sistem pengawasan atau monitoring selama ini dilakukan melalui pemantauan kondisi pasien rawat inap secara manual. Penggunaan wireless untuk memonitor pasien ditujukan untuk menyokong aplikasi praktek pelayanan kesehatan secara professional. Sehingga pada penelitian ini bermaksud merancang sebuah system pemantauan pasien rawap inap untuk memantau kondisi kesehatan pasien secara otomatis melalui perangkat device berbasis LoRa(Long Range) low power area network. Sistem pemantauan yang lebih efisien dengan memantau kondisi banyak pasien secara bersamaan dan secraa efektif yang dapat mengirimkan data ke system pemantauan, dimana data tersebut akan disimpan secara permanen. Kondisi kesehatan yang akan dipantau dalam sistem pengawasan tersebut ialah beberapa tanda vital seperti pemeriksaan denyut nadi dan suhu tubuh. Kondisi kesehatan tersebut kemudian akan diteruskan ke cloud(internet). Manfaat untuk para dokter dan perawat adalah mereka dapat mengamati pasien melalui PC maupun smartphone tanpa mengunjungi secara langsung. Dengan demikian bantuan kesehatan yang diperlukan dapat disediakan dan begitu dokter tiba hasil yang bersangkutan pasien dapat diperiksa. Perangkat device mampu bertahan hingga 11,5 jam. Setiap perangkat device dilengkapi system charging. Berdasarkan hasil pengujian bahwa penggunaan LoRa(Long Range) dalam system pemantauan kondisi pasien sangat efektif berdasarkan pengiriman data, jarak, dan penggunaan protocol token passing. Pengiriman data yang 97% berhasil di ruang tertutup dengan jarak 90 meter dalam Gedung. Serta penggunaan protocol token passing untuk mengatasi adanya tabrakan data.


E-MAGAZINE UNTUK KULINER LAMONGAN

Author : Nidalifa Choirunnisa  , Ashafidz Fauzan Dianta, Fardani Annisa D.

Abstrak

Di Kabupaten Lamongan terdapat banyak kuliner yang lezat, akan tetapi masih banyak masyarakat dalam maupun luar Lamongan yang belum mengetahui apa saja kuliner khas Lamongan tersebut. Masih banyak juga yang belum mengetahui keunikan rasa kuliner tersebut. Untuk mengetahui apa saja kuliner khas Lamongan dan bagaimana keunikan rasanya, maka dilakukan pembuatan E-Magazine untuk kuliner Lamongan sebagai media promosi kuliner khas Kota Lamongan. E-Magazine adalah majalah digital yang memberikan informasi dan berita yang ditargetkan kepada pembacanya. E-Magazine merupakan versi digital dari majalah, tetapi juga dapat dikirimkan oleh perusahaan kepada pelanggan. Dalam pembuatan E-Magazine untuk kuliner Lamongan ini menggunakan software Adobe InDesign dan menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Dari hasil expert review yang didapat yaitu 93% sudah sesuai. Penataan layout baik, pemilihan font juga mudah dibaca, dan dengan color palettete yang tetap bagus tapi tidak mengganggu foto produk utama. E-magazine ini terdapat QR code serta link lokasi yang strategis dapat memudahkan wisatawan untuk mencari lokasi.


PEMBUATAN VIDEO MEMOTRET POTENSI DAN MASALAH MASYARAKAT KENJERAN DI SURABAYA

Author : Fauzia Rochmatul Isnayni  , Achmad Basuki, M. Agus Zainuddin

Abstrak

Nelayan merupakan mata pencaharian penduduk pesisir pantai yang menangkap ikan baik diatas maupun dibawah permukaan air laut menggunakan peralatan antara lain: jaring, pancing, perahu, dan lain - lain. Dengan alat sederhana ini mereka dapat memperoleh ikan yang cukup banyak tanpa merusak ekosistem alam. Namun tidak semua nelayan Indonesia bisa menjaga ekosistem alam atau yang biasa disebut sebagai nelayan ilegal. Supaya nelayan ilegal bisa mendapatkan ikan yang cukup banyak biasanya mereka menggunakan teknik bom atau racun ikan. Hal ini dapat merusak terumbukarang yang ada didasar laut dan membunuh ikan kecil serta makhluk hidup lainnya. Nelayan dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu nelayan buruh, nelayan juragan dan nelayan perorangan. Nelayan buruh adalah nelayan yang bekerja menggunakan alat penangkapan orang lain. Sebaliknya nelayan juragan adalah nelayan yang mempunyai alat penangkapan yang dioperasikan oleh orang lain. Sedangkan untuk nelayan perorangan adalah nelayan yang memiliki alat penangkapan sendiri dan dalam produksi tidak melibatkan orang lain. Jadi para nelayan harus mengetahui musim dan cuaca laut biar mendapatkan hasil yang 100% maksimal. Dan rata-rata / 80% nelayan menjual hasil tangkapannya pada juragan ikan, yang 10% ada yg dijual sendiri dan yang 10% lagi didatangi pelanggan dari daerah lain. Kondisi ini memunculkan ide untuk membuat video yang dapat memberikan pandangan terhadap masyarakat luas tentang nelayan di kenjeran dan potensi perikanan di Surabaya. Video ini merupakan Video Profile yang nantinya selama proses editing video akan menggunakan sebuah software yaitu Adobe Premiere Pro CC 2017. Dengan pembuatan video profile ini, diharapkan masyarakat serta pemerintah daerah maupun pusat dapat mengetahui potensi serta permasalahan yang dihadapi oleh nelayan Kenjeran, sehingga dapat memberikan bantuan pembuatan peraturan yang dicetak dan disosialisasikan kepada masyarakat nelayan.


PENGEMBANGAN DAN PERANCANGAN ROBOT HUMANOID ERISA BERBASIS PERANCANGAN PERGERAKAN JALAN MANUSIA

Author : Tsaqofi Muhammad Ishaq  , Novian Fajar Satria, Endra Pitowarno, Rachmat Santoso

Abstrak

Robot humanoid adalah robot yang memiliki ciri-ciri dan bentuk menyerupai manusia. Tidak hanya bentuk tubuhnya saja, Gerakan robot tersebut sebisa mungkin diprogram agar dapat bergerak selayaknya manusia. Robot humanoid yang dikembangkan di Indonesia saat ini rata-rata masih memiliki pergerakan yang masih kaku dan tidak seluwes pergerakan manusia. Hal tersebut dapat dilihat pada salah satu perlombaan Kontes Robot Indonesia, yaitu Kontes Robot Seni Tari Indonesia. Pergerakan yang masih kaku ini umumnya disebabkan oleh program motion inverse kinematic dan juga dari batasan mekanik dari robot. Dalam pembuatan motion gerak agar dapat menjadi luwes, diperlukan sebuah rangka robot yang dapat mendukung pergerakan robot agar tidak terdapat batasan mekanik. Setelah dibuat rangka mekanik yang ideal, selanjutnya kita bisa menggunakan inverse kinematic sebagai metode untuk membuat motion agar dapat menyerupai gerakan manusia. Metode inverse kinematic yg digunakan adalah inverse kinematic partial. Yaitu sebuah metode yang inverse kinematic-nya dibagi sebanyak jumlah anggota tubuh dari robot. Pada penelitian ini juga diterapkan sebuah sistem keseimbangan menggunakan sensor GY-952 dan FSR-402 untuk di bandingkan hasilnya. Merujuk pada penelitian sebelumnya, robot ERISA dengan menggunakan desain lama dapat menahan elevasi kemiringan pitch hingga 16 derajat dengan menggunakan sensor GY-952. Hasil akhir pada penelitian ini adalah desain kaki baru robot ERISA mampu melakukan gerakan Catwalk dan mendak silang dengan sudut elevasi melebihi 11 derajat dan 4 derajat dari desain lama. Sedangkan pada gerakan Heading sempurna, sudut elevasi dapat melebihi 10 derajat. Pada proyek akhir ini juga menghasilkan Kesimpulan bahwa sensor GY-952 dapat lebih optimal menyeimbangkan desain kaki baru robot ERISA. Dengan nilai pitch Kp = 15 Kd = 300 dan nilai roll Kp = 20 Kd = 600, sensor GY-952 dapat menahan sudut elevasi pitch depan 12 derajat, belakang 7 derajat, dan elevasi roll 16 derajat.