Author : Widya Candra Pranomo , Moch.Machmud Rifadil, Ony Asrarul Qudsi
Abstrak
Dalam era modern seperti saat ini, segala sesuatu dituntut serba instan dan efisien untuk membuat minuman hangat rasa. Proses pengadukan dan pemanasan menentukan kualitas dari minuman. Proses pengadukan dan pemanasan minuman dengan cara konvensional memerlukan waktu yang lama. Untuk itu dalam proyek akhir ini dilakukan proses pengadukan yang diatur oleh rangkaian driver motor dc dan pemanasan minuman menggunakan heater yang diatur oleh rangkaian TCA secara otomatis. Sistem ini terdiri dari sensor ultrasonik yang mendeteksi ketinggian gelas.Water Level Control untuk mendeteksi ketinggian air pada gelas yang digunakan untuk mengatur kecepatan putar motor dc. Rangkaian driver relay digunakan untuk mengatur buka tutup dari valve. Rangkaian putar balik motor untuk mengatur naik turun dari motor 1.Rangkaian driver motor dc digunakan untuk mengatur duty cycle dari motor pengaduk dengan tegangan 24 V konstan sesuai spesifikasi tegangan nominal motor. Sedangkan untuk proses pemanasan diatur oleh rangkaian TCA yang diatur sudut penyulutan Hasil pengujian sistem sebanyak 30 kali dalam 250 ml air membutuhkan waktu 14 detik untuk membuka valve 1.Sedangkan dalam 10 ml rasa membutuhkan waktu sebanyak 3 detik untuk membuka valve 2 dan valve 3. Proses pemanasan berlangsung selama 10 menit dengan suhu berkisar 80C – 90C. Untuk naik turun motor berlangsung selama 77 detik.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING SIKLUS ESTRUS PADA SAPI TERNAK BERBASIS JEJARING SENSOR NIRKABEL
Author : Ahmad Syafei , Ali Husein Alasiry, Hendhi Hermawan
Abstrak
Kegagalan bunting yang dialami oleh banyak sekali sapi – sapi ternak di Indonesia bukan lagi menjadi masalah baru. Terjadinya hal tersebut dikarenakan gagalnya deteksi estrus yang mengindikasikan tingkat ovulasi paling baik bagi sapi untuk dilakukan inseminasi buatan. Selain itu, metode pengamatan konvensional dirasa tidak cukup menyelesaikan masalah yang ada karena hanya dapat dilakukan dengan cara yang rumit serta tidak effisien dan tidak mampu menangani jumlah sapi yang banyak secara bersamaan. Perkembangan teknologi dibidang jejaring sensor nirkabel dapat menjadi salah satu jawaban dari masalah ini karena dapat menerima dan menampilkan data-data yang diinginkan secara bersamaan. Menggunakan NRF24L01 sebagai pengirim data-data hasil pembacaan sensor suhu DS18B20 dan sensor akselerometer GY-521 pada master node melalui router node yang keduanya menggunakan Xbee Series-1 sehingga dapat mengirimkan data tersebut dengan jarak maksimal 11m. Dari hasil perancangan yang telah dilakukan didapat sebuah sistem yang dapat membaca kenaikan suhu tubuh dan perubahan gerak pada sapi dan menampilkan data-data tersebut pada GUI. Sehingga dapat membantu peternak untuk mengetahui siklus estrus yang sedang dialami oleh sapi-sapi ternaknya.
RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN DAN PENYINARAN OTOMATIS TANAMAN KANGKUNG DARAT SKALA RUMAH TANGGA
Author : Salma Kirana Sekarsari , Legowo Sulistijono, Eru Puspita, Budi Nur Iman
Abstrak
Budidaya tanaman sayuran yang dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan lahan halaman rumah maupun di dalam rumah sering ditemui dimasyarakat. Kegiatan ini tentunya memiliki beberapa permasalahan yang berbeda dari budidaya tanaman sayuran oleh petani budidaya tanaman profesional. Beberapa permasalahan tersebut yaitu kelalaian penanam dalam memberi penyiraman untuk tanamannya dan cuaca yang tidak cukup cahaya matahari di musim hujan atau tanaman tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup karena berada di dalam rumah atau indoor. Salah satu tanaman sayuran yang paling cepat tumbuh yaitu tanaman kangkung darat atau Ipomoea reptans yang membutuhkan waktu 30 sampai 45 hari setelah penanaman untuk bisa dipanen. Tanaman kangkung darat membutuhkan kondisi tumbuh dengan kelembaban tanah yang relatif tinggi dan cuaca dengan kelembaban 60 persen serta cahaya matahari penuh. Untuk mengatasinya dibuatlah suatu sistem monitoring serta kontrol untuk merawat tanaman kangkung darat. Dengan memanfaatkan sensor soil moisture, sensor LDR, ESP8266 dan relay, memonitor tingkat kelembaban tanah serta pembacaan cahaya dilakukan melalui bot Telegram pada smartphone. Sistem ini dilengkapi dengan pompa air dan growlight untuk melakukan penyiraman dan penyinaran tanaman kangkung darat secara otomatis. Sistem penyiraman dan penyinaran tanaman kangkung darat secara otomatis akan dipantau dan dikontrol melalui bot Telegram dengan mode penyiraman dan penyinaran otomatis sesuai kebutuhan dan mode semimanual dengan penyiraman dan penyinaran dilakukan on command secara otomatis. Hasil yang diperoleh dari pembuatan sistem ini adalah terjadinya penyiraman tanaman kangkung secara otomatis yang menyebabkan kondisi tanah pada keadaan lembab dan berjamur serta proses penyinaran yang berlangsung selama satu hari penuh.
PENCARIAN STANDAR PEMBIAYAAN DI PENS BERBASIS CHATBOT MENGGUNAKAN LARGE LANGUAGE MODEL
Author : Farrel Manazili Nabhan , Ali Ridho Barakbah, Entin Martiana Kusumaningtyas
Abstrak
Pengelolaan standar pembiayaan yang akurat dan patuh regulasi merupakan elemen kritis bagi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), terutama dalam mengimplementasikan Standar Biaya Masukan (SBM) yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Keuangan. Permasalahan mendasar terletak pada basis pengetahuan SBM yang statis dan tidak terstruktur—informasi tersebar di dalam dokumen PDF setebal ratusan halaman dengan format semi-terstruktur, sehingga pencarian data spesifik berlangsung lambat, rentan terhadap salah interpretasi, dan berisiko menimbulkan ketidakpatuhan yang merugikan institusi. Penelitian ini menghadirkan solusi berupa sistem pencarian berbasis chatbot yang mengintegrasikan Large Language Model (LLM) dengan arsitektur Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk memungkinkan tanya jawab berbahasa alami terhadap dokumen SBM. Dokumen PMK diproses melalui tahap preprocessing berbasis aturan yang mengekstraksi teks, membersihkan noise, mengidentifikasi struktur bab dan item SBM, serta merekonstruksi tabel kompleks menjadi unit-unit informasi yang utuh. Setiap unit teks kemudian diubah menjadi vektor semantik berdimensi 768 menggunakan model Sentence Transformer paraphrase-multilingual-mpnet-base-v2 dan diindeks ke dalam FAISS. Untuk meningkatkan akurasi, diterapkan strategi retrieval hibrid tiga tahap yang menggabungkan pencarian semantik (FAISS), pencarian leksikal (BM25), dan re‑ranking berbasis cross‑encoder. Tiga LLM—Qwen3‑32B, LLaMA‑3.3‑70B, dan GPT‑OSS‑120B—diuji sebagai generator jawaban. Evaluasi menggunakan metrik faithfulness, answer relevance, dan ROUGE‑L memperlihatkan bahwa GPT‑OSS‑120B unggul pada pertanyaan faktual sederhana, sementara Qwen3‑32B lebih baik pada pertanyaan kompleks yang memerlukan komputasi; LLaMA‑3.3‑70B memberikan relevansi tertinggi namun gagal pada pencarian bersarang. Setiap jawaban dilengkapi referensi hingga level pasal dan subbab, memastikan ketertelusuran dan akuntabilitas informasi. Sistem ini secara keseluruhan mampu menyajikan jawaban yang akurat, kontekstual, dan bersumber, sehingga meningkatkan efisiensi akses informasi SBM dan mendukung kepatuhan keuangan di lingkungan PENS.
PROYEK SISTEM KOMUNIKASI MARITIM : STUDI KASUS ANALISA PERFORMANSI SISTEM KOMUNIKASI SHIP TO SHIP MENGGUNAKAN AODV
Author : Endah Insani Kusumaningtyas , Okkie Puspitorini, Nur Adi Siswandari
Abstrak
Konektifitas maritim yang handal dapat membantu dalam sistem telekomunikasi pelayaran yang meliputi komunikasi dari pelabuhan ke kapal maupun komunikasi antar kapal. Kebutuhan berbagai layanan aplikasi untuk telekomunikasi pelayaran baik untuk keselamatan pelayaran hingga pelayanan pelayaran untuk mempermudah proses kegiatan pelayaran tentunya membutuhkan koneksi dengan bandwith yang tinggi. Dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian tentang telekomunikasi pelayaran dengan menerapkan teknologi yang sedang berkembang di Indonesia yaitu IEEE 802.11, dimana memiliki kelebihan dalam hal biaya yang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan teknologi satelit. Nilai RSSI dari pemancar didapat sebesar -95dBm dimana jarak jangkauan seluas 3.7 km dengan antenna omnidirectional. Fungsi nilai ini untuk mengetahui seberapa luas suatu antena dapat menjangkau kapalkapal lain yang berdekatan, dimana bertujuan untuk membentuk suatu link komunikasi multihop. Karena kapal dalam keadaan bergerak, efek Doppler dianalisa untuk mengetahui pergeseran frekuensi carrier, dimana didapatkan pergeseran sebesar 198 Hz dalam keadaan kecepatan maksimal. Analisa konektifitas jaringan antar node (kapal) digunakan algoritma ruting AODV dengan menentukan node selanjutnya berdasarkan nilai hop terkecil dalam satu node yang berada dalam coverage pemancar. Simulasi dilakukan dalam 3 skenario untuk mengetahui kondisi dan kemungkinan yang terjadi dalam lingkungan yang sebenarnya. Skenario-1 terdapat satu node mobile, Skenario-2 terdapat dua node mobile dan skenario yang terakhir adalah skenario yang real, dengan pengambilan data pada keadaan yang sesungguhnya pada pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Selanjutnya proses analisa performansi dengan parameter throughput, end to end delay, dan rasio paket terkirim. Hasil yang didapat dari analisa simulasi protokol AODV dengan menggunakan Simulator OMNeT++ didapatkan nilai terkecil dari packet delivery ratio 63,6%, end-to-end delay sebesar 35 mili detik dan throughput yang sangat bervariasi bergantung dengan ukuran paket data.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer