RANCANG BANGUN TEST BED SOFT ACOUSTIC MODEM
Author : Kurniawan Norwandi  , Miftahul Huda, Tri Budi Santoso

Abstrak

Perkembangan teknologi komunikasi akustik bawah air (underwater) pada saat ini berkembang dengan pesat. Komunikasi bawah air menggunakan gelombang akustik atau suara memiliki kecepatan dan bandwidth yang terbatas namun dapat menempuh jarak yang jauh. Pada gelombang radio dan elektronik tidak akan bdapat menempuh jarak yang jauh. Pada proyek akhir ini disusun sebuah modem untuk pengiriman informasi dengan teknik modulasi BPSK melalui kanal akustik bawah air. Modem dirancang dengan perangkat lunak MATLAB. Pada proses pengiriman dibuat sebuah speaker bawah air untuk skala laboraturium. Pada sisi penerima, dibuat sebuah microphone bawah air untuk menangkap sinyal dari pemancar. Hasil dari sistem SAM menunjukkan, bahwa sistem memiliki kinerja yang baik ketika menggunakan fs 45000 Hz dengan kinerja system mencapai rata-rata BER 2x〖10〗^(-5) menggunakan bit rate 2000bps. Kinerja terburuk terletak di saat fs 22500 Hz dengan kinerja system rata-rata BER 5x〖10〗^(-2) menggunakan bit rate 500bps.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI ACTIVE BALANCING CELL-TO-CELL MELALUI QUASI-RESONANT LC CONVERTER DAN ZETA CONVERTER MENGGUNAKAN FUZZY TYPE 2 - BEC PADA BATTERY PACK LI-ION

Author : Vena Chika Widyasavitta  , Indhana Sudiharto, Farid Dwi Murdianto

Abstrak

Pertumbuhan kendaraan bermotor dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selalu meningkat setiap tahunnya. Penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan mendorong munculnya inovasi kendaraan listrik dengan menggunakan teknologi baterai. Li-Ion Battery Pack banyak digunakan dalam banyak kendaraan listrik. Dalam suatu battery pack terdapat perbedaan antara satu baterai dengan baterai yang lain dikarenakan ketidakkonsistenan manufaktur serta karakteristik perindividu yang unik. Pada saat kondisi akselerasi pada kendaraan listrik, proses discharging baterai sehingga ketidakseimbangan pada baterai pack terjadi. Ketidakseimbangan ini dapat mengurangi life cycle dari baterai. Sehingga diperlukan rangkaian balancing agar dapat menyetarakan setiap baterai sel. Berdasarkan permasalahan diatas maka dibuatlah proyek akhir cell balancing dengan metode active balancing cell-to-cell dengan menggunakan Zeta Converter yang dapat mengatur tegangan sumber ke nilai yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah untuk mendapatkan arus balancing yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing cell baterai serta digunakan metode Quasi-Resonant Converter yang berfungsi untuk memperhalus ripple keluaran dari Zeta Converter. Baterai yang digunakan sebanyak 4 buah Li-Ion yang dihubungkan secara seri sebesar 14,4V/3Ah. Hasil keseluruhan yang didapatkan dengan menggunakan hardware untuk balancing baterai mampu menyeimbangkan keseluruhan baterai dengan set point tegangan keluaran Zeta Converter sebesar 4.2V dengan control fuzzy Type 2 dengan waktu yang berbeda sesuai dengan kapasitas baterai. Alat telah bekerja sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.


ANALISIS RELIABILITY DAN SAFETY INTEGRITY LEVEL (SIL) PADA PROSES PEMBENTUKAN UAP BOILER

Author : Siaga Whiky Setia  , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Erik Tridianto

Abstrak

Boiler merupakan salah satu peralatan besar di dalam industri pembangkitan listrik. Boiler sendiri berfungsi sebagai alat untuk mengonversikan energi. Energi yang semula berbentuk liquid menjadi uap dengan cara pemanasan. Panas yang dibutuhkan air untuk penguapan tersebut diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar boiler. Pemakaian dan perawatan boiler yang kurang baik dapat membuat efisiensi boiler semakin menurun dan mengakibatkan membengkaknya biaya operasional secara umum. Tentunya resiko kegagalan dari boiler pun akan meningkat. Untuk itu, dengan menggunakan data Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR) dapat diketahui nilai keandalannya. Dan nilai keandalan minimum yang biasa diperbolehkan yaitu 0,8 atau 80%. Pada analisis Safety Integrity Level (SIL) kuantitatif dengan dengan perhitungan Probablity Failure on Demand (PFD) akan diperoleh nilai SIL dari sistem boiler. Hasil SIL dapat menentukan tindakan selanjutnya yang tepat sehingga dapat mengurangi resiko kegagalan dari boiler tersebut.


APLIKASI PENGAJUAN KREDIT BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS PD. BPR BANK DAERAH LAMONGAN)

Author : Affan Zamroni  , Arna Fariza, Ahmad Syauqi Ahsan

Abstrak

Kredit adalah salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak bank kepada nasabah. Terbatasnya akses informasi pemberian kredit yang sudah ada, dimana nasabah harus langsung ke bank untuk menanyakan seputar pelayanan kredit, menjadikan para calon nasabah susah mendapatkan informasi seputar kredit yang akan diajukan. Penelitian ini mengajukan alternatif baru, yaitu berupa aplikasi Aplikasi Pengajuan Kredit Berbasis Android. Pelayanan kredit pada PD. BPR Bank Daerah Lamongan selama ini dilakukan dengan cara manual, dimana nasabah harus datang ke bank untuk mendapatkan pelayanan kredit Oleh karena itu, diperlukan suatu aplikasi berbasis android guna membantu nasabah dalam mengajukan kredit baik lokasinya yang dekat ataupun yang jauh dari bank, beberapa fitur diantaranya informasi seputar bunga bank, produk kredit dan pendaftaran pengajuan kredit yang ada pada PD. BPR Bank Daerah Lamongan. Dengan adanya beberapa fitur ini memudahkan nasabah untuk mendapatkan informasi dan pengajuan kredit .


RANCANG BANGUN RANGKAIAN CHARGING BATERAI PADA MOBIL LISTRIK

Author : Sella Erica Ayu Devi  , Gigih Prabowo, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Baterai merupakan sumber energi yang dapat mengubah energi kimia dan dikonversikan menjadi energi listrik dan sering digunakan pada alat-alat elektronik. Selain itu, baterai juga sudah banyak ditemukan pada kendaraan listrik, seperti motor dan mobil listrik. Pada kendaraan listrik, baterai menjadi komponen utama yang harus diperhatikan dan dirawat dengan baik. Sering ditemukan kesalahan dalam penggunaan baterai oleh masyarakat umum, seperti over voltage dan over current ketika sedang charging, serta overheat karena penggunaan yang melebihi batas aman. Hal itu menyebabkan masa pakai baterai menjadi lebih singkat. Perlu adanya rangkaian charging baterai yang dilengkapi proteksi dan dapat dimonitoring sehingga baterai tidak cepat rusak dan dapat menambah masa pakai baterai. Proyek akhir ini bertujuan merancang dan membangun sistem pengisian baterai dengan menggunakan rangkaian buck converter sebagai sumber DC untuk pengisian baterai. Guna mengetahui kestabilan sumber DC sebagai sumber pengisian baterai, rangkaian buck converter dilengkapi dengan rangkaian kontroler Proporsional Integral (PI). Pada sistem rangkaian pengisian baterai ini menggunakan metode Constant Current Constant Voltage (CC-CV) dan dilengkapi rangkaian cut-off yang difungsikan sebagai rangkaian pemutus pengisian apabila baterai telah penuh dan SOC mencapai 90 % untuk memonitor rangkaian pengisian baterai dan proses pengisian sistem ini dilengkapi juga dengan rangkaian monitoring jarak jauh melalui rangkaian nirkabel dan dikomunikasikan melalui LoRaWAN. Selama pengujian dengan loop tertutup, baterai yang awalnya pada tegangan 46,3V (SOC 26%) berhasil diisi hingga mencapai 53,1V (SOC 84%) dalam waktu delapan jam.