Author : Dwi Nugroho Hari Wicaksono , Mohamad Nasyir Tamara, Son Kuswadi
Abstrak
Pada dasarnya senjata merupakan sesuatu yang bisa melindungi diri maupun kelompok dari ancaman maupun gangguan. Perkembangan senjata saat ini semakin lama semakin canggih dengan kemajuan teknologi dan informasi. Oleh sebab itu para peneliti maupun mahasiswa berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi gun turret ini untuk kepentingan pertahanan dan keamanan yang bisa ditempatkan pada kendaraan tank, panser, kapal perang, maupun pesawat terbang militer. Pada proyek akhir ini dibuat sebuah gun turret yang mampu mengikuti arah gerak target kemanapun bergerak. Jadi setelah melakukan pendeteksian maka gun turret akan melakukan pergerakan kemanapun target akan bergerak baik ke kanan, kiri, atas, maupun bawah menggunakan Kontrol PID. Gun turret ini dapat berputar maksimal pada sudut untuk koordinat pitch 45 derajat dan untuk koordinat yawnya adalah 90 derajat.
ANALISIS BIAYA TOTAL PADA PEMELIHARAAN KONDENSOR MENGGUNAKAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE II
Author : Pathur Rahman , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Arrad Ghani Safitra
Abstrak
Berdasarkan data dari Maintenance Priority Index PLTU berkapsitas 65 MW pada bulan Januari tahun 2019 sampai bulan Oktober tahun 2020, kondensor menempati 10 besar komponen yang diprioritaskan untuk mendapatkan perbaikan. Hal ini menandakan pada kondensor telah terjadi banyak sekali kerusakan atau terjadi kerusakan yang sangat merugikan. Oleh karena itu, untuk menjaga kehandalan kondensor tetap dalam nilai yang diharapkan, perlu strategi perawatan yang tepat. Relibility Centered Maintenance menitikberatkan pada penanganan untuk merawat suatu komponen agar terjaga nilai kehandalannya dengan mempertimbangkan efektivitas biaya perawatan. RCM menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dalam pengerjaannya. Analisa kualitatif digunakan untuk mendapatkan saran perawatan suatu komponen agar terjaga kehandalannya. Sementara analisa kuantitatif digunakan untuk mencari biaya perawatan optimal. Pada laporan penelitian ini, didapatkan hasil berupa saran interval pemeliharaan yang lebih singkat daripada interval pemeliharaan yang dilakukan perusahaan sehinggan didapatkan penurunan biaya total pada pemeliharaan kondensor sebesar 60,9%.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR TEKANAN BAN PADA KENDARAAN BERMOTOR SECARA REAL TIME
Author : Satria Adi Muhammad , Legowo Sulistijono, Ronny Susetyoko
Abstrak
Ban merupakan salah satu komponen kendaraan paling penting. Pasalnya, ban merupakan satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan raya, dan akan otomatis berhubungan langsung dengan keselamatan si pengendara. Keberadaan ban sering luput dari perhatian pemiliknya ketika akan berkendara. Banyak orang yang merasa malas untuk memeriksa tekanan ban sebelum berkendara, padahal ini sangat penting dilakukan apalagi ketika akan melakukan perjalanan jauh. Sukarnya memeriksa ban ketika akan melakukan perjalanan dengan menggunakan alat ukur tekanan ban merupakan permasalahan bagi pengendara dalam melakukan pengukuran tekanan ban. Tentunya memeriksa tekanan ban sebelum berkendara motor amatlah penting untuk menjaga keselamatan. Oleh karena itu ada baiknya setiap pemilik motor juga memiliki alat pengukur tekanan angin ban yang dapat dilakukan sendiri secara otomatis. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan sebuah alat untuk mengukur tekanan ban secara otomatis. Alat ini terdiri dari modul sensor dan modul penerima. Pada modul sensor terdapat sensor tekanan MPX5700AP dan Modul Bluetooth HM-10 sebagai transmitter, kemudian data tersebut dikirim secara wireless ke modul penerima sebagai receiver. Data dari sensor tekanan (MPX5700AP), akan diproses oleh Bluetooth langsung sehingga didapatkan output data dan dikirim ke rangkaian receiver. Jika didapatkan tekanan ban kurang dari standar terdapat peringatan dengan menggunakan buzzer. Dari hasil pengujian, alat sensor bekerja dengan baik dengan persentase error 1,28%. Didapatkan juga bahwa pengiriman data berhasil terkirim secara baik dengan kondisi objek diam dan berjalan kecepatan hingga 60 Km/jam. Dari sistem peringatan buzzer bekerja dengan baik ketika dideteksi tekanan dibawah standar.
RANCANG BANGUN OSILOSKOP UNTUK SINYAL AUDIO BERBASIS ANDROID
Author : Evy Dahniar , Akhmad Hendriawan, Paulus Susetyo Wardhana
Abstrak
Banyak sekali penelitian tentang osiloskop digital seperti osiloskop digital dibangun dengan menggunakan mikrokontroler ATMega32 dan menampilkan pada LCD grafik ukuran 128x64. Penelitian osiloskop digital serupa menggunakan ADC ATMega16 dan mengirim melalui kabel menuju PC menampilkan menggunakan user interface Borland Delphi 7 serta osiloskop digital menggunakan mikrokontroler ATMega16 dan melakukan pencuplikan sinyal digital yang akan menampilkan pada aplikasi desktop dengan user interface Borland Delphi 2010. Berdasarkan referensi osiloskop digital sebelumnya mempunyai keterbatasan penggunaan PC. Osiloskop kali ini dirancang dapat mendeteksi range sinyal audio kemudian menampilkan informasi menggunakan perangkat mobile berbasis android. Untuk mendapatkan range sinyal audio penelitian ini menggunakan low pass filter dan high pass filter. Kemudian sinyal analog yang masuk ke mikrokontroler akan dikonversi menjadi nilai tegangan untuk dilakukan pencuplikan sinyal dan akan menampilkan pada aplikasi android hingga dilakukan pengujian integrasi seluruh sistem Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan secara keseluruhan, sistem dapat menampilkan gelombang kembali dengan input minimal 20Hz dan maksimal 600Hz serta dapat mengubah jumlah sinyal yang akan ditampilkan pada layar tanpa mengubah amplitudo dan frekuensi. Selain itu mampu menampilkan nilai frekuensi, tegangan maksimal dan tegangan minimal.
RANCANG BANGUN ALAT PENGASAP IKAN DENGAN KONTROL VIA ANDROID SEBAGAI KETAHANAN PANGAN SEKTOR KELAUTAN DALAM SITUASI COVID-19
Author : Mochamad Ways Alqorni , Nur Adi Siswandari, Okkie Puspitorini
Abstrak
Indonesia memiliki wilayah laut mencapai 71 persen dari keseluruhan luas negara Indonesia. Salah satu hasil bumi paling besar adalah sektor hasil laut. Salah satu teknik pengawetan ikan yang sering digunakan adalah pengasapan. Seluruh proses pengasapan membutuhkan pengawasan secara kontinyu dari pekerja yang menyebabkan keseluruhan proses menjadi kurang efisien waktu. Parameter yang menjadi acuan untuk pengaturan adalah suhu dan lama waktu pengasapan. Parameter suhu didapat dari probe thermocouple Type K dengan modul MAX6675. Pewaktuan dilakukan oleh mikrokontroler bertipe ESP32. Sebagai kontrol alat pengasap digunakan metode wireless menggunakan Smartphone Android dengan real-time server berbasis Google Firebase. Asap yang digunakan dihasilkan dari pembakaran material penghasil asap yang dipanaskan oleh electric heater. Heater dikontrol MCU dengan perantara relay karena heater membutuhkan tegangan AC 220V untuk beroperasi. Hasil yang didapatkan adalah sebuah alat pengasap yang beroperasi secara otomatis baik pada pewaktuan dan pengaturan suhu. Kontroler mengirim data suhu pada aplikasi yang terpasang pada android, aplikasi juga berperan sebagai media kontrol untuk memilih jenis ikan yang akan diasap. Delay waktu antara kontrol pengguna dan alat pengasap rata-rata adalah 3,56 detik. Rata-rata suhu saat proses pengasapan adalah 93,35℃. Jumlah ikan yang diasap mempengaruhi lamanya proses pengasapan. Lama waktu pengasapan untuk 1 ekor lele 38 menit, 2 ekor lele 55 menit, 3 ekor lele 78 menit dan 4 ekor lele 90 menit. Waktu pengasapan 1 ekor patin adalah 120 menit. Waktu pengasapan 1 ekor nila 38 menit dan 2 ekor nila 55 menit. Rata-rata eror suhu adalah 4,11% dari perbandingan pengukuran suhu alat pengasap dengan termometer digital konvensional.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer