Author : Nizar Habib Majid , Sigit Wasista
Abstrak
Voice Over Internet Protokol (Voip) merupakan teknologi komunikasi yang memanfaatkan Internet Protokol untuk menyediakan komunikasi suara melalui jaringan data. Dalam implementasinya, Voip dapat diterapkan menggunakan asterisk sebagai SIP Server. Pada prinsip kerjanya, Voip melakukan pengiriman data menggunakan protokol Real Time Protocol (RTP) melewati sebuah jaringan Internet Protokol (IP). Data yang dikirimkan tersebut tanpa diberikan protokol keamanan, sehingga informasi yang dikirimkan dapat disadap dan dibaca. Oleh karena itu diperlukan adanya sebuah protokol keamanan dalam pengiriman data untuk menjamin keamanan data yang dikirimkan. Pada penelitian kali ini akan mencoba mengimplementasikan protokol Datagram Transport Layer Security (DTLS) – Secure Real-Time Transport Protocol (SRTP) pada Voip. Protokol DTLS sendiri merupakan salah satu protokol kriptografi yang banyak digunakan untuk mengamankan komunikasi pengiriman data melalui jaringan. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat dinyatakan bahwa implementasi DTLS pada server Voip mampu meningkatkan keamanan server Voip. Data suara yang ditransmisikan ke server terlebih dahulu dienkripsi, sehingga ketika terjadi penyadapan isi dari data suara tidak bisa dibaca oleh attacker. Untuk kualitas performa dari server Voip juga masih memenuhi standar performa yang ditetapkan oleh ITU-T, yakni dengan rata-rata delay sebesar 39 ms, rata-rata jitter 30 ms, dan juga rata-rata packet loss sebesar 0%
DESIGN SISTEM TRACKING BERBASIS IMAGE PROCESSING YANG DIAPLIKASIKAN PADA QUADCOPTER
Author : Yosua Tetra Priyatno , Akhmad Hendriawan, Elly Purwantini
Abstrak
Saat ini penelitian tentang tracking objek dengan menggunakan quadcopter ramai dibicarakan di masyarakat. Metode yang umum dilakukan adalah dengan mengirimkan gambar menggunakan wifi atau video transmitter ke pc untuk dilakukan pengolahan citra. Kelemahan dari metode tersebut adalah data gambar yang akan diproses tidak dapat realtime karena adanya latency dari data yang dikirimkan dengan data yang diterima. Penelitian ini memberikan solusi untuk penelitian yang telah ada yaitu dengan mengintegrasikan sistem image processing dengan kontroller quadcopter sehingga pemrosesan gambar menjadi lebih cepat karena tidak ada latency antara gambar yang dikirim dengan gambar yang diterima. Metode yang digunakan ada tiga, yaitu proses menangkap objek, proses menghilangkan noise, dan proses tracking objek. Pada proses menangkap objek, setelah objek ditemukan, maka dilakukan proses konversi dari warna RGB menjadi HSV. Objek yang telah dikonversi warnanya, dilakukan proses thresholding agar objek yang akan ditracking dapat diproses lebih lanjut. Setelah itu dilakukan proses untuk menghilangkan noise dengan metode erosi dan dilasi. Lalu dilakukan proses tracking dengan cara mendeteksi perbedaan warna objek dengan warna latar secara terus-menerus. Proses tracking ini dilakukan dengan mencari titik tengah dari objek dan membandingkannya dengan titik tengah dari frame kamera. Saat terjadi perbedaan dari titik tengah objek dengan titik tengah frame kamera, maka handphone akan memerintahkan kontroller dari quadcopter untuk bergerak mengikuti objek tersebut. Melalui penelitian ini, proses tracking objek dapat berjalan dengan lancar karena gambar dapat diproses secara realtime.
IMPLEMENTASI JEJARING SENSOR NIRKABEL DAN KONTROL WARNA LAMPU PENARIK HAMA PADA SISTEM PENJEBAK HAMA TANAMAN BAWANG MERAH
Author : Aji Sasongko Jati , Ali Husein Alasiry, Ardik Wijayanto
Abstrak
Lampu perangkap hama merupakan suatu alternatif tepat guna yang sangat ramah lingkungan dan efektif dalam pengendalian hama. Diantara hama bawang merah yang dapat diperangkap adalah ulat bawang (spodoptera exigua), agrotis ipsilon, thrips tabaci atau hama lain yang aktif pada malam hari. Seiring perkembangan teknologi pada pertanian maka lampu perangkap hama dapat diintegrasikan dengan bidang keilmuan tertentu. Alat ini merupakanan alat yang sudah terintegrasi dengan sistem elektronik sehingga didalamnya terdapat beberapa fitur yang memudahkan pengguna dibandng versi tradisional. Fitur pertama adalah sumber daya alat berasal dari stand alone solar panel dengan menggunakan PWM kontroler pabrik. Fitur kedua yaitu alat ini mampu mengirimkan notifikasi kepada pengguna melalui aplikasi telegram ketika wadah perangkap sudah terisi penuh dengan metode multihop menggunakan nRF24l01 sebagai transmisi data. Serta kamera yang digunakan ntuk monitoring kondisi wadah. Sistem ini terdiri dari 1 node (alat), 1 master, dan 4 node (dummy) yang kemudian akan dibentuk jejaring sensor nirkabel. Fitur ketiga yaitu warna lampu dapat diatur melalui PWM pada kontroler melalui aplikasi telegram. Sistem penjebak hama ini mampu menjalankan sistem dengan tingkat keberhahsilan untuk transfer data mencapai 96.4%, untuk warna lampu mencapai 100% dan untuk keseluruhan sistem mencapai 94.3%.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SDM ANGGOTA DAN PENGURUS DI WILAYAH MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR
Author : Rafedo Dawamullah , Nur Rosyid Mubtadai, Rengga Asmara, Kholid Fathoni
Abstrak
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menghadapi tantangan dalam mengelola data administrasi sumber daya manusia anggotanya. Proses administrasi yang saat ini dilakukan secara manual mengakibatkan kompleksitas dan kepadatan data yang sulit diorganisir dengan baik. Tidak adanya sistem yang terstruktur untuk mengelola data kepengurusan menyebabkan kesulitan dalam mengetahui secara akurat pengurus di berbagai daerah. Kondisi ini mempersulit pengarsipan data Surat Keputusan kepengurusan serta mengakses data yang diperlukan dengan cepat dan efisien. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Manajemen SDM yang terintegrasi untuk PWM Jawa Timur. Sistem ini dirancang untuk mengelola dan menyimpan data kepengurusan secara efisien, termasuk informasi pribadi, pendidikan, keaktifan, dan kualifikasi anggota dan pengurus. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan akurasi dalam pengelolaan sumber daya manusia di PWM Jawa Timur. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses administrasi dapat dilakukan dengan lebih mudah, terstruktur, dan terorganisir, sehingga memudahkan dalam pemantauan dan pengelolaan kepengurusan di seluruh wilayah.
EVALUASI KINERJA SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF D2D DENGAN BANTUAN UAV: PENERAPAN TEKNIK ENERGY HARVESTING PROTOKOL POWER SPLITTING-BASED RELAYING
Author : Annysa Aprilya , Yoedy Moegiharto, Arifin, Budi Aswoyo, Anang Budikarso
Abstrak
Komunikasi Device-to-Device (D2D) merupakan komunikasi langsung tanpa melalui base station sehingga dapat meningkatkan throughput dan efisiensi energi. Namun pada perangkat D2D seperti sensor memiliki kapasitas daya atau energi yang terbatas, sehingga keberlangsungan komunikasi pasangan D2D terbatas. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah dengan penerapan proses pengunduhan energi (energy harvesting) untuk mendapatkan penambahan energi dari luar sehingga dapat memperpanjang waktu keberlangsungan komunikasi pasangan D2D. Salah satu teknik energy harvesting adalah mengunduh energi dari sinyal RF yang dipancarkan oleh sebuah pemancar dikenal dengan istilah radio frequency energy harvesting (RF-EH). Pada proyek akhir ini dirancang sebuah sistem komunikasi kooperatif D2D dengan bantuan sebuah UAV sebagai sebuah pemancar RF untuk proses pengunduhan energi. Proses pengunduhan energi dilakukan di titik sumber, source dan titik-titik relay dengan protokol Power Splitting-Based Relaying. Untuk meningkatkan kinerja sistem dianalisa juga skenario multi relay untuk meneruskan sinyal informasi dari sumber ke tujuan. Proses pengolahan dan transmisi sinyal informasi di relay menerapkan protokol Amplify and Forward (AF). Sistem komunikasi D2D dengan teknologi EH dapat diterapkan pada daerah yang sulit seperti daerah bencana dan jauh dari jangkauan base station. Dari hasil simulasi, dapat ditunjukkan bahwa faktor power splitting, faktor efisiensi EH, daya pancar UAV yang semakin besar, jumlah relay yang semakin banyak dan ketinggian UAV yang semakin rendah akan menghasilkan kinerja throughput dan outage probability yang baik.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer