RANCANG BANGUN ALAT PENGERING BUAH MENJADI KERIPIK MENGGUNAKAN KONTROL FUZZY BERSKALA RUMAH TANGGA
Author : Faiz Hibatul Awwal  , Niam Tamami, Hendhi Hermawan

Abstrak

Penggunaan buah untuk dijadikan keripik karena adanya hasil panen yang lebih pada musim panen buah tersebut sehingga banyak pada wirausahan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat peluang bisnis dan juga untuk membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat sekitar perkebunan yang tidak memiliki pekerjaan. Keripik yang terbuat dari buah adalah salah satu contoh keripik yang banyak ditemukan di toko cemilan yang tersebar di kota tempat perkebunan buah tersebut berasal. Contohnya keripik dari buah apel banyak yang ditemukan di daerah kota Batu atau Malang dan keripik salak yang berasal dari kota Sleman. Keripik buah ada yang melalui penggorengan dan ada juga yang melalui pengeringan. Jika melalui penggorengan, para pembuat keripik menggunakan mesin vacuum frying dan proses pengeringan menggunakan mesin dryer. Pengeringan pada buah biasanya memerlukan laju pemanasan dan suhu yang pas untuk mengurangi kadar air pada buah berkurang menjadi takaran tertentu. Laju pemanasan pada keripik buah seharusnya naik secara bertahap dan tidak langsung menuju set point suhu yang ditentukan. Dan biasanya untuk mendapatkan keripik buah tersebut biasanya seseorang harus pergi ke kota asal pembuatan keripik ataupun memesan menggunakan online. Untuk itu penulis, menemukan sebuah inovasi yang akan memudahkan seseorang yang ingin membuat cemilan yaitu dengan membuat alat yang bisa membuat keripik dengan skala rumah tangga. Dengan ini maka dibuat mesin yang bisa membuat keripik yang berbentuk seperti tube dryer atau berbentuk tabung yang pada masing sisi tabung akan diletakkan sensor suhu untuk memantau supaya suhu yang berputar selama pengeringan terdistribusi merata. Dimana sistem pengeringan yang akan dibuat ini otomatis menggunakan mikrokontroller dengan metode fuzzy yang mengatur kecepatan angin dari blower dan panas dari heater. Hasil dari penelitian ini adalah pengukuran suhu yang dihasilkan heater naik secara perlahan dan konstan pada suhu tertentu yaitu 55 derajat celcius hingga proses pengeringan selesai serta hasil buah yang dikeringkan tidak garing seperti keripik yang beredar di pasaran yang menggunakan penggorengan.


SIMULASI PEMETAAN POSISI DAN LOKALISASI DENGAN METODE SLAM (SIMULTANEOUS LOCALIZATION AND MAPPING) PADA MOBILE ROBOT DALAM RUANGAN

Author : Kuslita Ardhiani  , Bayu Sandi Marta, Fernando Ardila

Abstrak

Untuk melakukan navigasi pada lingkungan yang belum diketahui, sistem pada mobile robot perlu mengetahui letak posisinya pada lingkungan tersebut. Sehingga mobile robot dapat melakukan penentuan keputusan yang akan diambil setelahnya dan sistem juga harus mampu dalam memperkirakan bentuk dari kondisi lingkungan. SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) merupakan sebuah teknik yang digunakan oleh mobile robot untuk membangun peta dari suatu ruangan atau area yang sedang dijelajahi. Pada proyek akhir ini, dibuat simulasi visualisasi untuk memetakan posisi dan lokalisasi pada mobile robot dalam suatu ruangan. Paket data yang dikirim oleh robot berisi data jarak dan sudut yang didapatkan dari sensor laser range finder tipe Hokuyo URG 04LX UG01. Dimana data jarak yang dihasilkan akan terus menerus dikirimkan untuk menentukan posisi dari robot. Berdasarkan hasil penelitian, pengukuran jarak oleh sensor laser range finder menunjukkan prosentase keberhasilan sebesar 100%. Kemudian untuk mendapatkan orientasi robot juga menunjukkan prosentase keberhasilan sebesar 100%. Dalam membaca dan menggambarkan bentuk halangan oleh sensor laser range finder, prosentase keberhasilannya sebesar 100%. Selanjutnya pembentukan peta oleh mobile robot telah membentuk koordinat lokal dengan prosentase keberhasilan sebesar 100% pula.


DESAIN DAN MEKANISME ROBOT PENANAM BENIH JAGUNG

Author : Luthfi Hasni  , Indra Adji Sulistijono, Didik Setyo Purnomo

Abstrak

Pada proyek akhir ini didesain dan dibuat sebuah Robot Penanam benih jagung (corn seed planter robot) berbasis mobile robot dengan pengendalian Autonomous. Latar belakang pengambilan proyek akhir ini karena produktifitas pertanian jagung di Indonesia masih sedikit dan jauh dari harapan. Hal ini berbanding terbalik dengan sumber daya alam yang Indonesia miliki yaitu lahan pertanian yang sangat luas. Dengan proyek akhir ini diharapkan dapat membantu para petani jagung dalam memproduksi jagung dan akan berdampak pada peningkatan produktifitas jagung di Indonesia. Alat tanam yang diusulkan dan dirancang dalam tugas akhir ini memiliki dua bagian utama yaitu : sistem penanam benih dan sistem mobile robot. Sistem penanam benih terdiri dari pembuatan lubang, kotak penyimpanan benih (hopper), penjatahan benih, dan penutupan lubang. Desain mobile robot dibuat dengan model all terrain karena robot akan berjalan pada lahan jagung. Penggunaan desain all terrain mobile robot agar sistem penanaman benih tidak terganggu dengan kondisi lahan. Pada sistem pergerakan mobile robot ini menggunakan kontrol PID untuk mengatur dan menstabilkan kecepatan laju dari robot agar didapatkan jarak tanam yang konstan. Dalam menstabilkan kondisi kecepatan ini menggunakan parameter kontrol Proportional, Integral dan Derivative.


KORELASI SPASIAL PENERIMAAN SINYAL AKUSTIK DI RUANG TERTUTUP DENGAN SINYAL UJI PSEUDO NOISE SEQUENCE(PN-SEQUENCE) STUDI KASUS: RUANG AUDITORIUM PENS

Author : Yunira Kusumaning Hapsari  , Tri Budi Santoso, Aries Pratiarso

Abstrak

Akustik merupakan suatu peralatan yang menghasilkan sesuatu terkait dengan bunyi atau suara. Akustik ruang terdefinisi sebagai bentuk dan susunan bahan yang merupakan kesatuan secara sistimatis sebagai pelapis dinding, atap dan lantai suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Korelasi spasial merupakan salah satu metode untuk mengetahui karakteristik penerimaan sinyal pada berbagai posisi penerima yang berbeda, yang berhubungan dengan panjang gelombang sinyal uji yang digunakan. Korelasi spasial atau yang lebih dikenal dengan korelasi antar posisi akan diukur di dalam suatu ruangan tertutup dengan menggunakan sinyal uji Pseudo Noise Sequence (PN-Sequence). Pengujian akan dilakukan di dalam ruang auditorium PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), dengan tujuan pengujian untuk mengetahui apakah model pengukuran yang dirancang sudah benar, berdasarkan kondisi terima ruang auditorium PENS yang telah diketahui mempunyai standar bangun ruang yang sudah bagus dan layak sebagai ruang penerima sinyal akustik. Permasalahan yang akan diangkat adalah konsep analisa dari karakteristik penerimaan sinyal akustik pada ruang tertutup. Metodologi yang digunakan adalah metode korelasi dengan sistem pengujian menggunakan speaker dan microphone diletakkan di tempat yang berbeda yang hasilnya akan dibandingkan nilai power delay profile (PDP) sehingga akan didapatkan hasil dari tujuan yang diharapkan yaitu hasil dari mean excess delay, RMS , dan delay spread dari jarak 8,4m, 10,04m, 15,4m, 16,52m, 24m, dan 24,62m.


EDUKASI RASI BINTANG INTERAKTIF DENGAN AUGMENTED REALITY

Author : Simson Rinkeso  , Nana Ramadijanti, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Banyak orang disekeliling kita yang belum mengenal tentang rasi bintang. Manfaat edukasi rasi bintang dapat dilihat sejak dulu, zaman nenek moyang kita. Zaman dulu rasi bintang digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti panen, menentukan arah, ritual, dan lain sebagainya. Edukasi rasi bintang juga ilmu yang susah dimengerti tanpa alat bantu yang memadai. Dengan adanya augmented reality penalaran antariksa dapat tersalurkan dengan baik dan secara interaktif. Teknologi tersebut dapat memproyeksikan benda virtual kedalam dunia nyata melalui ponsel sehingga orang awam dapat mengerti secara jelas bagaimana bentuk dan rupa antariksa. Augmented Reality termasuk teknologi yang belum terlalu terkenal di sekitar kita dan merupakan hal baru yang sangat interaktif. Teknologi gyroscope juga dapat membantu pengembangan teknologi edukasi khususnya rasi bintang karena dapat membaca arah dan putaran perangkat. Aplikasi yang dibuat dengan augmented reality dan gyroscope ini meningkatkan minat dari para user untuk mengedukasi lebih interaktif.