Author : Aryan Pramana , Eka Prasetyono, Dimas Okky A.
Abstrak
Tidak bisa dipungkiri banyak terjadi gangguan pada PLN salah satunya adalah naiknya tegangan yang lebih dari standart PLN yaitu 5% dengan durasi lebih dari satu menit (over voltage) atau dengan batasan maksimal sebesar 231 V, dan kondisi turunnya tegangan sebesar 10% dari kondisi normal dengan durasi lebih dari satu menit (under voltage) atau dengan batasan minimal sebesar 198 V, serta nilai tegangan tidak seimbang sebesar 5%. Akibat dari gangguan ini banyak ditemukan kerusakan peralatan elektronik rumah tangga. Prinsip kerja dari alat ini adalah saat ada tegangan pada beban maka sensor tegangan akan membaca nilai tegangan tiap fasenya melalui mikrokontroller dengan fitur ADC, jika nilai tegangan tiap fasenya melebihi standar yang ditetapkan maka mikrokontroller akan mengirim sinyal menuju relay yang memicu kontaktor untuk memutus arus pada beban, selanjutnya nilai tegangan tiap fase, nilai ketidakseimbangan tegangan dan waktu realtime akan ditampilkan pada LCD dan mengirimkan informasi pada website dalam bentuk grafik dan bar yang bisa diakses oleh petugas dan pelanggan. Monitoring pada website dalam bentuk grafik bertujuan untuk mengetahui penyebab gangguan tegangan tersebut. Sehingga kerusakan terhadap peralatan listrik rumah tanggan dapat diminimalisir dan petugas dapat menangani gangguan lebih cepat atau proses trouble shooting lebih cepat dilakukan, atau bisa disebut dengan mengurangi response time.Pada saat pengujian sistem proteksi sudah bekerja sesuai dengan prinsip kerja dimana kontaktor dalam kondisi terbuka pada saat tegangan diatasdari 230 Volt dan dibawah 198 Volt dengan persentase error pembacaan nilai tegangan rata - rata dibawah 1% dan jeda pengiriman data ke website tergantung dari pengaturan jeda dan jaringan internet.
SISTEM MONITORING TPMS (TIRE PRESSURE MONITORING SYSTEM) UNTUK PENDETEKSI TEKANAN DAN SUHU BAN MOBIL BERBASIS ANDROID/IOS
Author : Sisilia Manullang , Anang Budikarso, Yoedy Moegiharto
Abstrak
Dengan semakin banyaknya kendaraan di Indonesia, teknologi pun turut semakin meningkat. Tetapi dengan hal ini pun masih tidak luput dari kecelakaan, yang mana beberapa penyebabnya adalah kondisi jalanan dan bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan jalan yaitu ban. Ban merupakan komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Kualitas dan komposisi ban dari bagian luar hingga dalamnya sangat penting untuk diperhatikan. Tidak hanya kualitas komponen, tekanan udara dan suhu ban juga perlu diperhatikan. Pada dasarnya masih banyak orang belum mengetahui dan kurang peduli dengan tekanan dan udara ban kendaraan mereka sesuai standart yang ditentukan. Hal ini pun didukung dengan kesulitan pemilik kendaraan me-monitor suhu dan tekanan ban kendaraan mereka secara manual. Oleh karena itu, diperlukan alat pendeteksi tekanan dan suhu ban mobil, yang akan terhubung dengan sensor yang dipasang pada ban mobil. Sistem ini menggunakan empat buah TPMS (Tire Pressure Monitoring System). TPMS yang digunakan pada sistem ini adalah direct TPMS (sistem langsung) yang mengandalkan sensor yang biasanya sudah dipasang pada setiap katup ban yang bekerja untuk me-monitor tekanan angin. TPMS jenis ini biasanya mengirimkan data tekanan yang akurat langsung dari pentil ban secara real-time melalui empat sensor khusus yang dipasang di katup ban mobil. Data tekanan nantinya dapat dimonitor dengan sistem monitoring yang telah dibuat yaitu aplikasi yang berbasis Android/iOS. Data yang dikirim oleh sensor TPMS menerapkan line coding Manchester, di perangkat penerima RTL-SDR dilakukan proses decoding untuk mengamankan data yang akan dikirim. Kemudian data dikirim ke server menggunakan jaringan internet.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI ZETA CONVERTER UNTUK KONTROL BEBAN MOTOR BLDC BERBASIS MICROCONTROLLER DENGAN METODE FUZZY LOGIC
Author : Ilham Bachtiar Setiyadjid , Epyk Sunarno, Diah Septi Yanaratri
Abstrak
Motor BLDC (Brushless DC) banyak diaplikasikan tidak hanya pada skala industri namun juga skala rumah tangga hal ini karena kelebihan yang dimiliki motor BLDC seperti efisiensi yang tinggi serta rugi-rugi mekanik yang rendah. Pada pengoperasian motor BLDC tentunya akan dioperasikan pada suatu beban yang menyebabkan kecepatan putar motor BLDC menurun, maka dari itu, pada penelitian ini menunjukkan bagaimana cara menjaga kecepatan putar motor BLDC pada saat diberi beban dengan mengatur tegangan input driver BLDC, sehingga tegangan keluaran driver BLDC akan ikut berubah yang akan mempengaruhi kecepatan putar motor BLDC. Tegangan input driver BLDC didapatkan dari keluaran Zeta Converter berdasarkan duty cycle yang dihasilkan dengan metode kontrol logika Fuzzy. Metode logika Fuzzy dipilih karena proses kendali ini relatif mudah dan fleksibel serta dirancang dengan tidak melibatkan model matematis yang rumit dari sistem yang akan dikendalikan. Sistem kendali dirancang dengan menggunakan dua buah masukan yang berupa Error dan Delta Error berupa kecepatan motor BLDC dalam RPM (Revolution Per Minute) yang didapat dari sensor kecepatan. Kedua input akan diproses oleh FLC (Fuzzy Logic Controller) untuk mendapatkan nilai duty cycle. Nilai duty cycle dari PWM (Pulse Width Modulation) akan mengontrol keluaran Zeta Converter sehingga kecepatan motor BLDC dapat mendekati nilai setting point sebesar 1000 RPM saat pada kondisi tanpa beban maupun diberikan beban. Hasil pada pengujian secara hardware menunjukkan saat diberikan beban 0,5 kg (0,05Nm) untuk mencapai set point membutuhkan rata-rata waktu 30 detik dengan rata-rata error kecepatan 1,74% dan untuk beban 1 kg (0,1 Nm) untuk mencapai set point membutuhkan rata-rata waktu 37 detik dengan rata-rata error kecepatan 5,32%.
RANCANG BANGUN LARGE STEP DOWN DC-DC CONVERTER SEBAGAI BATTERY CHARGER MOBIL LISTRIK DENGAN TEGANGAN INPUT 380 VOLT TIGA FASA
Author : Abrar Naufal Muflih , Yahya Chusna Arief, Syechu Dwitya Nugraha
Abstrak
Semakin menipisnya jumlah sumber daya minyak bumi sebagai bahan dasar utama pembuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat banyak orang melakukan penelitian untuk menemukan energi alternatif pengganti BBM. Salah satu bentuk energi yang dapat digunakan untuk menggantikan peran BBM untuk sumber tenaga utama kendaraan bermotor yaitu energi listrik. Di Indonesia, sebenarnya mobil listrik sudah dapat diaplikasikan sebagai kendaraan utama yang sangat ramah lingkungan. Hanya saja infrastruktur yang ada belum dapat mendukung hal ini. Misalnya, stasiun pengisian energi lisrik belum dapat didirikan karena membutuhkan daya yang besar.Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan sebuah konverter pengsisi daya baterai mobil listrik yang memiliki nilai efisiensi yang tinggi. Salah satunya yaitu Large Step Down DC-DC Converter yang dapat menurunkan tegangan dengan step yang besar.Dalam hal ini, sumber tegangan yang digunakan adalah 380 Volt tiga fasa yang kemudian disearahkan. Sehingga menghasilkan tegangan DC sebesar 545 Volt dengan rata-rata error 0,818% yang kemudian menjadi masukan Large Step Down DC-DC Converter. Konverter tersebut digunakan untuk pengisian baterai 36 Volt 18 Ah dengan tegangan pengisian sebesar 43,47 Volt pada set point 43,2 Volt dan baterai 48 Volt 18 Ah dengan tegangan pengisian sebesar 57,81 Volt pada set point 57,6 Volt. Arus pengisian awal sebesar 4,95 Ampere dengan lama pengisian 195 menit. Untuk menjaga umur baterai, maka saat pengisian telah selesai (nilai arus mencapai 0,72 Ampere atau 4% dari Ah baterai) relay akan memutus rangkaian secara otomatis.
RANCANG BANGUN OTOMATISASI PENGISIAN PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG
Author : Muhammad Syarifudin Hidayat , Sutedjo, Hendik Eko HS
Abstrak
Proyek Akhir ini membahas tentang otomatisasi pencucian dan pengisian air minum isi ulang ke galon. Setiap kabupaten/kota di Indonesia sudah ada depot air minum isi ulang maka dari itu inovasi alat depot air minum diperlukan untuk dapat mempermudah dan mempercepet prosesnya pengisiannya. Masalah yang terjadi pada depot air minum isi ulang adalah ketika pengisian air ke galon para pekerja menggunakan intuisi, selain itu ada juga pelanggan yang menggunakan wadah dengan ukuran < 19 Liter. Maka dari itu dalam Proyek Akhir ini terdapat 2 macam sistem pengoperasian yaitu sistem manual dan sistem otomatis. Untuk menentukan sistem mana yang dipilih diperlukan saklar DPDT. Sistem manual digunakan untuk melayani wadah < 19 L. Sistem otomatis untuk menyelesaikan masalah pengisian menggunakan intuisi. Sistem otomatis ini dimulai saat push button ditekan kemudian secara otomatis galon akan dicuci dengan cara menyemprotkan air ke dalam galon dengan 3 kali semprotan.. Ketika proses pencucian sudah selesai maka akan dilanjutkan ke proses memutar galon. Kemudian diteruskan dengan pengisian galon. Pengisian galon ini akan berhenti secara otomatis saat pembacaan dari sensor waterflow sudah mencapai 19 L. Hasil dari sistem otomatis ini air yang diisikan ke galon terdapat error pengisian sekitar 0.1 % samapai dengan 0.5 % dengan waktu untuk proses pengisian otomatis secara otomatis sekitar 1 menit 44 detik.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer