Author : Bimo Prakoso , Moch. Rochmad, Paulus Susetyo Wardhana
Abstrak
Pelaksana pertandingan olahraga tinju akan merasa kerepotan jika harus mengklasifikasikan mesing masing peserta berdasarkan berat badan secara manual. Pelaksana harus mendata satu persatu peserta kemudian menimbang berat badan peserta dan kemudian mengklasifikasikan kelas berdasarkan jumlah berat badan peserta. Hal ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan akan menyebabkan kebosanan wakti proses antri. Dari kondisi tersebut muncullah sebuah ide untuk membuat alat. Yaitu Rancang Bangun Sistem Klasifikasi Kelas Otomatis Pada Pertandingan Tinju. Cara kerja alat ini adalah pertama panitia akan memasukkan nomer peserta pada Keypad dan kemudian peserta akan menimbang berat badannya pada timbangan dengan menggunakan Strain Gauge. Hasil dari timbangan ini akan ditampilkan pada interface LCD dan juga ditampilkan dalam bentuk suara. Digunakan output suara ini guna mempermudah peserta untuk mengetahui peserta tersebut masuk dalam klasifikasi kelas yng mana ataupun tidak memenuhi dalam klasifikasi kelas. Output suara yang dikeluarkan oleh alat ini diolah oleh IC suara yaitu ISD25210. Alat ini telah dibandingkan dengan timbangan digital yang telah dibuat oleh pabrik dan digunakan oleh konsumen pada umumnya dengan toleransi error pengukuran sebesar 1.05%.
ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN PROTEKSI ETS GENERATOR MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE FAILURE ANALYSIS (RCFA) DAN ROOT CAUSE PROBLEM SOLVING (RCPS) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP NILAI EAF PLTU ANGGREK
Author : Andiko Adi Pratama , Fifi Hesty Sholihah, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
Abstrak
Pada tanggal 15 juni 2020 PLTU Anggrek mengalami kegagalan berupa aktifnya proteksi ETS Generator Trip. Dari hasil pengamatan pada panel didapatkan notifikasi “AVR Trip” dan “Stator Earth Fault”. PLTU Anggrek mengalami shutdown selama 7 hari 11 jam 01 menit dan mengalami kerugian loss opportunity sebesar 179,01 Mw. Karena itu diperlukan sistem untuk mengkaji permasalahan tersebut secara tepat agar ketika kegagalan tersebut terjadi tidak terlalu memakan waktu dan biaya perbaikan yang banyak, maka dari itu penulis menggunakan metode RCFA (Root Causes Failure Analysis) dan RCPS (Root Causes Problem Solving) untuk menemukan akar penyebab dan solusi dari akar permasalahan tersebut. Dalam tugas akhir ini juga membandingkan nilai EAF (Equivalent Availability Factor) PLTU Anggrek setelah dan sebelum melakukan RCFA. Identifikasi pertama adalah dengan mengetahui komponen komponen yg terkoneksi pada generator system. Dari hasil analisa didapatkan bahwa mengetahui komponen dan fungsi komponen didapatkan dari wiring diagram Generator & Generator Transformer Protection and Metering diagram serta wawancara dengan pembimbing lapangan. Sedangkan untuk mengetahui akar permasalahan pada AVR Trip dan ETS Generator Trip mengunakan metode RCFA adalah dengan membuat rancangan sebab akibat berdasarkan kronologi kejadian mengunakan metode FTA, dari metode FTA didapatkan penjabaran permasalahan melalui RCFA. Dari node-node permasalahan di FTA didapatkan solusi dari setiap kegagalan mengunakan metode RCPS berdasarkan why’s analysis. Untuk nilai EAF di pengaruhi oleh besarnya nilai AH (Availability Hours) dalam satu waktu, dimana sebelum melakukan RCFA adalah 74.78%, sedangkan sesudah melakukan RCFA memiliki nilai EAF sebesar 86.31%. Dari analisis cost benefit, setelah melakukan RCFA didapatkan saving sebesar Rp. 1.935.382.700.
IMPLEMENTASI SISTEM KEAMANAN FINTECH : P2P LENDING DENGAN MEMANFAATKAN KEACAKAN KANAL WIRELESS DI LINGKUNGAN INDOOR
Author : Moch. Abdul Azis , Mike Yuliana, Amang Sudarsono
Abstrak
Pertukaran informasi pada jaringan komunikasi wireless memerlukan aspek keamanan data untuk memastikan data yang dikirim hanya bisa diakses oleh penerima yang telah ditentukan. Dengan memanfaatkan Physical Layer pada jaringan wireless kunci rahasia dapat dibangkitkan dengan Received Signal Strength (RSS) yang ada pada masing-masing PC. Pembangkitan kunci dari keacakan saluran nirkabel merupakan alternatif yang bagus untuk pembentukan kunci kriptografi. Dalam proyek akhir ini akan dibuat suatu kunci rahasia dengan memanfaatkan karakteristik nilai random RSS di kanal wireless. Dari hasil pengujian terlihat bahwa dengan menggunakan parameter berupa RSS pada 7 buah PC yang dibangun dengan topologi star, kemudian menghasilkan variable Difference Of Signal Strength (DOSS) dengan nilai korelasi paling sebesar 0,857 pada skema pertama. Nilai DOSS akan diubah menjadi bit-bit biner dengan kuantisasi Minumum Mean Square Error (MMSE) yang berikutnya melakukan kalkulasi nilai Key Generation Rate (KGR) didapatkan nilai rata-rata sebesar 12 bit/s. Dikarenakan masih terdapat potensi bit mismatch maka perlu dilakukan error checking dengan BCH yang mendapatkan nilai KGR Tertinggi sebesar 4.77 bit/s kemudian meningkatkan randomness agar sesuai dengan National Institute of Standards and Technology (NIST) dengan universal hash dengan menghabiskan waktu terlama pada DOSS1 skenario pertama sebesar 4,61 detik dan tercepat selama 2,57 detik pada DOSS3 skenario kedua, hal ini dipengaruhi oleh banyaknya data dan device yang digunakan. Setelah secret key berhasil dibangkitkan maka digunakan SHA-256 untuk mengetahui key integrity. Hasil SHA 256 dari central node akan dibandingkan dengan hasil SHA 256 dari eve untuk melihat kemanan kunci dari penyadap. Kunci yang sudah dipastikan aman dari penyadap diterapkan pada enkripsi dan dekripsi melalui AES-256.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGGERAK MOTOR INDUKSI SATU FASA UNTUK MESIN SPINNER PENIRIS MINYAK
Author : MUHAMMAD IDDO ALDORA SAFARDIAN , Era Purwanto, Sutedjo
Abstrak
Pada proyek akhir ini membahas tentang rancang bangun sebuah penggerak berupa inverter untuk mengotrol sebuah motor induksi yang di gunakan untuk pengoperasian pada mesin Spinner (Peniris). Driver kontrol yang digunakan untuk mengontrol motor induksi satu fasa adalah Full Bridge One Phase Inverter dengan pengontrolan putaran motor melalui mikrokontroller Digital Signal Processing STM32F407 dan menggunakan Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT) pada bagian Bridge Inverter. Pengaturan kecepatan motor dilakukan dengan metode Voltage / Frequency (V/F) konstan dengan metode kontrol PID sebagai penjaga set point kecepatan. Sedangkan teknik switching yang di gunakan adalah sine pulse width modulation (SPWM).. Inverter satu fasa yang di rancang ini mampu mengeluarkan tegangan output sebesar 206.2Volt AC pada frekuensi maksimal 50Hz. Sistem operasi Spinner menggunakan semi auto dimana spinner di operasikan dengan menginputkan mode putaran melalui Liquid Crystal Display - Thin Film Transistor (LCD TFT) secara manual dengan memilih mode putaran peniris, dimana terdapat tiga mode penirisan yaitu meniriskan hingga habis, meniriskan dengan masukan nilai frekuensi, dan juga meniriskan dengan batas lama waktu putaran.
APLIKASI SPASIAL TEMPORAL KERAJAAN DI INDONESIA (STUDI KASUS KERAJAAN MAJAPAHIT)
Author : Maulyd Ahdan Safrudana , Arna Fariza, Jauari Akhmad Nur Hasim
Abstrak
Belajar sejarah bagi beberapa orang merupakan suatu kegiatan yang membosankan. Karena informasi tentang sejarah biasanya di sajikan di buku teks ataupun media-media yang sudah termakan zaman. Dan juga tidak sedikit sejarah dari informasi yang di cari tidak tercatat dalam buku teks atau media apapun. Seiring perkembangan jaman pengunaan media elektronik dan teknologi terkini menawarkan cara penyajian informasi yang lebih menarik. Penelitian ini mengajukan suatu pendekatan baru dalam menyajikan informasi sejarah kerajaan yang ada Majapahit dengan memanfaatkan piranti bergerak (Android) yang popular saat ini. Melalui pendekatan spatio temporal, informasi sejarah ditampilkan dengan cara berbeda mengunakan dengan pendekatan ini. Informasi akan di tampilkan berdasar urutan waktu sejarah akan mempermudah pengguna dalam mempelajari sejarah. Aplikasi akan menampilkan sebuah peta yang memanfaatkan Google Maps sevices yang memiliki tanda buatan dengan letak dari kerajaan yang dimaksud. Selain ada map yang akan di tampilkan ada juga kolom informasi yang dapat di navigasikan dengan seekbar. Seekbar disini merupakan parameter waktu yang dapat di gunakan untuk mengubah informasi yang di tampilkan sesuai waktu yang dipilih. Dengan pendekatan baru dan fitur-fitur yang di sediakan dan di tambah pengunaan piranti bergerak Android yang praktis membuat aplikasi ini merupakan media penyedia informasi sejarah yang dapat di gunakan siapapun.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer