SIMULASI DCS PROSES PENGATURAN LEVEL DAN TEMPERATUR PADA MPS-PA MENGGUNAKAN METODE PID
Author : Alvionita Rian Permata Putri  , Eko Budi Utomo, Nofria Hanafi

Abstrak

Salah satu sistem proses pengendalian yang banyak digunakan pada dunia industri adalah pengendalian level dan temperatur sehingga pada proyek akhir ini dibuatlah sebuah sistem kontrol yang merepresentasikan kegiatan industri tentang pengendalian level air dan pengendalian temperatur berskala laboratorium dengan menggunakan PLC Siemens S7-300 sebagai kontrollernya. Metode yang diterapkan dalam proses pengerjaan sistem adalah metode PID, pada parameter pengendalian level air menggunakan function block diagram FB41 sebagai Main Program PID pemograman PLC dan simulator Factory IO sebagai plant sedangkan pada parameter temperatur menggunakan alat temperature controller Autonics TK4S-T4CR yang didalamnya tertanam metode sistem kontrol PID dan diintegrasikan dengan DCS menggunakan software TIA Portal. Pada setiap parameter dilengkapi dengan GUI untuk mempermudah proses kontrol dan monitoring sistem. Pada pengujian sistem pengendalian level air diperoleh hasil dengan menerapkan metode PID dan dengan menyesuiakan kondisi plant maka output yang dihasilkan lebih stabil dibandingkan hanya menggunakan metode P, PI, PD atau dengan mode manual yaitu dengan nilai Kp = 15, Ti = 10 dan Td = 3 dimana saat setpoint diatur sebesar 100 cm, waktu yang dibutuhkan sistem untuk mencapai posisi setpoint dan dalam keadaan steady state adalah 1 menit 15 detik dan %error yang didapatkan adalah 0.41% dengan nilai PV sebesar 100.412 cm sedangkan pada pengujian sistem pengendalian temperatur untuk mengendalikan suatu sistem dapat dilakukan dengan dua metode tuning PID yaitu manual tuning dan auto tuning.


SISTEM MANAJEMEN DAN MONITORING EFISIENSI PEMAKAIAN DAYA LISTRIK UNTUK PENGGUNA LISTRIK PRABAYAR

Author : Irfan Nur Diansyah  , Renny Rakhmawati, Diah Septi Yanaratri

Abstrak

Peningkatan konsumsi energi listrik pada sektor rumah tangga menuntut adanya sistem yang mampu memantau sekaligus mengelola penggunaan energi secara efisien, khususnya pada pelanggan listrik prabayar. Meter listrik prabayar yang digunakan saat ini hanya menampilkan sisa energi secara keseluruhan sehingga pengguna sulit mengetahui pola konsumsi energi dan mengendalikan penggunaan listrik sesuai kebutuhan. Proyek Akhir ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen dan monitoring efisiensi pemakaian daya listrik berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pemantauan parameter kelistrikan secara real-time serta mengatur penggunaan beban berdasarkan skala prioritas pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring parameter kelistrikan secara real-time pada lima jenis beban rumah tangga, yaitu lampu LED 15 Watt, kipas angin 35 Watt, rice cooker 300 Watt, dispenser 350 Watt, dan charger laptop 65 Watt. Sistem juga berhasil menjalankan fungsi konfigurasi melalui Access Point, mengirimkan data monitoring dan notifikasi melalui Telegram, serta menerapkan manajemen beban secara otomatis berdasarkan skala prioritas. Pengujian efisiensi dilakukan dengan membandingkan penggunaan energi selama tiga hari yang diproyeksikan menjadi penggunaan selama satu bulan. Hasil pengujian menunjukkan konsumsi energi tanpa sistem sebesar 40,85 kWh, sedangkan setelah menggunakan sistem menjadi 34,11 kWh, sehingga terjadi penghematan energi sebesar 6,74 kWh dengan efisiensi energi sebesar 16,50%. Selain itu, biaya penggunaan listrik menurun dari Rp55.229 menjadi Rp46.116, sehingga diperoleh penghematan biaya sebesar Rp9.113 dengan efisiensi biaya sebesar 16,50%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik sekaligus membantu pengguna listrik prabayar dalam mengendalikan konsumsi energi secara lebih efektif dan terencana.


RANCANG BANGUN HYBRID PLTS MENGGUNAKAN MPPT METODE HUMAN PSYCHOLOGY OPTIMIZATION UNTUK SUPPLY TRAFFIC LIGHT

Author : Annisa Anya  , Yahya Chusna Arief, Lucky Pradigta Setiya Raharja

Abstrak

Masalah transportasi di jalur lalu lintas merupakan persoalan yang terus berkembang dan memerlukan solusi berkelanjutan. Salah satu solusi efektif adalah penggunaan traffic light yang ditenagai energi terbarukan. Penelitian ini merancang sistem hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber utama dan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai cadangan untuk menyuplai daya ke traffic light. Sistem ini dilengkapi pengalihan otomatis berbasis Solid State Relay (SSR) yang mampu merespons sangat cepat, dengan waktu switching dalam orde milidetik, sehingga memungkinkan perpindahan sumber daya tanpa menyebabkan gangguan atau kehilangan daya pada beban. Untuk mengoptimalkan daya dari panel surya, digunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) berbasis algoritma Human Psychology Optimization (HPO) yang dikontrol oleh mikrokontroler dan dihubungkan dengan konverter Single-Ended Primary Inductor Converter (SEPIC). Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa seluruh komponen—panel surya, driver MOSFET, SEPIC converter, sensor, SSR, dan Smart Relay—berfungsi baik sesuai desain, dengan efisiensi konversi mencapai 94,23% pada mode buck dan 85,11% pada mode boost. Pengujian integrasi sistem open-loop menunjukkan efisiensi maksimal 92,34%, namun kurang responsif terhadap perubahan iradiasi. Sebaliknya, sistem close-loop dengan MPPT HPO menyesuaikan duty cycle secara adaptif terhadap fluktuasi cahaya, menjaga sistem di titik daya maksimum dengan efisiensi hingga 88,33%. Berdasarkan hasil simulasi, metode HPO juga terbukti lebih unggul dibandingkan metode tanpa kontrol. Efisiensi meningkat dari 98% menjadi 99%, dan error menurun signifikan dari rentang 4,9%–19,7% menjadi hanya 0%–1,1%. Daya masukan (input power) metode HPO juga lebih tinggi, misalnya pada iradiasi 1000 W/m² dan suhu 25°C, daya input meningkat dari 90,5 W menjadi 98,9 W. Performa metode HPO tetap konsisten di berbagai kondisi, termasuk saat iradiasi dan suhu tinggi. Secara keseluruhan, sistem ini mampu menyediakan suplai daya yang stabil, efisien, dan berkelanjutan untuk operasional traffic light. Integrasi metode MPPT HPO dan SSR menghasilkan solusi energi terbarukan yang inovatif, adaptif, serta andal dalam mendukung infrastruktur transportasi modern dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil.


RANCANG BANGUN ALAT PENGASAP IKAN DENGAN KONTROL VIA ANDROID SEBAGAI KETAHANAN PANGAN SEKTOR KELAUTAN DALAM SITUASI COVID-19

Author : Mochamad Ways Alqorni  , Nur Adi Siswandari, Okkie Puspitorini

Abstrak

Indonesia memiliki wilayah laut mencapai 71 persen dari keseluruhan luas negara Indonesia. Salah satu hasil bumi paling besar adalah sektor hasil laut. Salah satu teknik pengawetan ikan yang sering digunakan adalah pengasapan. Seluruh proses pengasapan membutuhkan pengawasan secara kontinyu dari pekerja yang menyebabkan keseluruhan proses menjadi kurang efisien waktu. Parameter yang menjadi acuan untuk pengaturan adalah suhu dan lama waktu pengasapan. Parameter suhu didapat dari probe thermocouple Type K dengan modul MAX6675. Pewaktuan dilakukan oleh mikrokontroler bertipe ESP32. Sebagai kontrol alat pengasap digunakan metode wireless menggunakan Smartphone Android dengan real-time server berbasis Google Firebase. Asap yang digunakan dihasilkan dari pembakaran material penghasil asap yang dipanaskan oleh electric heater. Heater dikontrol MCU dengan perantara relay karena heater membutuhkan tegangan AC 220V untuk beroperasi. Hasil yang didapatkan adalah sebuah alat pengasap yang beroperasi secara otomatis baik pada pewaktuan dan pengaturan suhu. Kontroler mengirim data suhu pada aplikasi yang terpasang pada android, aplikasi juga berperan sebagai media kontrol untuk memilih jenis ikan yang akan diasap. Delay waktu antara kontrol pengguna dan alat pengasap rata-rata adalah 3,56 detik. Rata-rata suhu saat proses pengasapan adalah 93,35℃. Jumlah ikan yang diasap mempengaruhi lamanya proses pengasapan. Lama waktu pengasapan untuk 1 ekor lele 38 menit, 2 ekor lele 55 menit, 3 ekor lele 78 menit dan 4 ekor lele 90 menit. Waktu pengasapan 1 ekor patin adalah 120 menit. Waktu pengasapan 1 ekor nila 38 menit dan 2 ekor nila 55 menit. Rata-rata eror suhu adalah 4,11% dari perbandingan pengukuran suhu alat pengasap dengan termometer digital konvensional.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI ONLINE MENGGUNAKAN VERIFIKASI BERBASIS LOKASI DAN WAKTU PADA COMMUNITY BASED LEARNING

Author : Pinky Cindy Arie Pradina  , Ferry Astika Saputra, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Absensi merupakan kebutuhan utama dalam proses monitoring kegiatan belajar pada Community Based Learning. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang dilakukan di banyak tempat dan tidak bisa dimonitoring secara langsung. Namun sayangnya, dalam hal ini absensi kegiatan masih dilakukan secara manual dan rawan sekali terhadap kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengajukan suatu pemodelan baru bagi Community Based Learning yaitu sebuah sistem absensi kegiatan online berbasis andorid dengan menyediakan fitur verifikasi otomatis menggunakan Location Based Time. Dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) yang ada pada ponsel, sistem akan secara otomatis mengambil koordinat lokasi dari tutor yang selanjutnya akan digunakan untuk proses pencocokan lokasi anatar tutor dengan tempat pembelajaran. Proses pencocokan ini dilakukan dengan menggunakan radius wilayah dari koordinat tempat pembelajaran. Radius awal yang akan digunakan dalam pembuatan sistem ini adalah 10 meter. Sistem akan mecatat absensi secara otomatis jika lokasi tutor berada didalam wilayah radius lokasi pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya. Pada percobaan yang telah dilakukan menghasilkan sebuah rekomendasi bahwa radius 15 meter memang ideal untuk digunakan dalam sistem ini, selain itu pada percobaan verifikasi menghasilkan bahwa sistem mampu memverifikasi absensi secara maksimal, dan mengetahui jika ada kecurangan absensi. sehingga secara keseluruhan sistem ini dapat bekerja dengan baik.