Author : Faiz Fata Robbani , Ratna Adil, Paulus Susetyo Wardhana, Kemalasari
Abstrak
Filter adaptive merupakan filter yang didesain untuk domain frekuensi dimana filter tersebut mampu mempelajari kesalahan sistem. Adaptive diterapkan bertujuan untuk mendesain secara optimal sebuah filter yang mampu menghilangkan gangguan nonstationary, dan bagaimana membuat filter yang mampu membiasakan diri terhadap perubahan karakteristik sinyal dan gangguan. Untuk menjawab permasalahan tersebut lah maka diperlukan filter yang mampu menyesuaikan pembobotan dengan variasi waktu. Prinsip Adaptive filter ini juga biasa disebut Adaptive Noise Canceler (ANC). Selain itu, tujuan lainnya mengenalkan sistem pemfilteran adaptive filter pada ECG. Seperti yang diketahui bahwa sinyal ECG sangat kecil, sehingga dalam pembuatan sistem ini nantinya akan dikuatkan hingga 4000-5000 kali penguatan. Penguatan yang dilakukan bertahap dengan penguatan awal berupa instrumentation amplifier. Pada umumnya sinyal ECG berada pada rentang 3-10Hz sehingga sinyal yang berfrekuensi lebih dan kurang dari 100Hz akan dibuang dengan LPF cut off 100Hz. Selanjutnya sinyal dikuatkan kembali dengan non-inverting amplifier. Sinyal akan masuk sistem pemfilteran pada PC dan ditampilkan pada PC untuk display interface, dan sebagai sarana pengambilan informasi. Hasilnya sinyal dengan filter adaptive mampu mengurangi sinyal noise, dengan karakteristik mirip filter FIR (Finite impulse Response) dengan respon awal sedikit lebih lambat.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANAS SANTAN KELAPA UNTUK MEMPERTAHANKAN SUHU PADA INDUSTRI KUE
Author : Tauruski Syaifullah Anwar , Endro Wahjono, Hendik Eko HS
Abstrak
Salah satu ciri khas masakan Indonesia adalah banyak memakai santan kelapa, namun apabila santan kelapa dipanaskan hingga mendidih maka santan kelapa akan mudah rusak teksturnya sehingga cepat busuk dalam jangka waktu yang cepat pasca proses pemanasan[1], Sehingga dirancanglah sistem pemanas yang dapat mengontrol suhu dan waktu selama proses pemanasan santan kelapa sehingga dapat membantu industri pembuatan kue dalam mengolah santan kelapa. Sistem pemanas terkontrol bekerja dengan mengatur sudut penyulutan pada AC – AC Voltage Controller yang mendapatkan trigger dari rangkaian TCA 785 yang dikontrol secara otomatis melalui pemrograman pada microcontroller dengan metode kontrol PI, sehingga tegangan pada heater akan meningkat apabila suhu santan kelapa kurang dari 75oC dan juga tegangan pada heater akan diturunkan apabila suhu santan kelapa lebih dari 75oC. Dari hasil perancangan sistem pemanas yang telah dibuat, selama 32 menit sistem pemanas dapat mencapai suhu setpoint sebesar 75°C kemudian mempertahankan suhu tersebut selama 31,2 menit dengan error pembacaan suhu yang terjadi pada sebesar 1 – 2 °C. Sistem pemanas dapat mempertahankan suhu dengan memberikan nilai variabel Kp = 8, Ki = 0.6 dan setting heater = 2 pada pemrograman mikrokontroller. Dengan adanya pengaplikasian hasil penelitian pada dunia industri, maka sistem pemanas terkontrol santan kelapa sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas bagi para pelaku industri pembuatan kue.
RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGITIGA POLARISASI LINGKARAN UNTUK WIRELESS 2,4 GHz
Author : Fadhlul Agung Kurnianto , Budi Aswoyo, Nur Adi Siswandari
Abstrak
Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antenna yang saat ini banyak dikembangkan untuk komunikasi wireless dan komunikasi via satelit. Hal ini dikarenakan antena mikrostrip mempunyai kelebihan di berat yang ringan dan dapat menyesuaikan dengan bentuk perangkat komunikasi. Pada proyek akhir ini dibahas antena mikrostrip dengan patch segitiga sehingga dapat menghasilkan polarisasi lingkaran dengan bentuk polarisasi LHCP (Left Handed Circular Polarisation) dan RHCP (Right Handed Circular Polarisation). Antena yang dirancang mempunyai frekuensi kerja pada frekuensi 2,4 GHz yang biasanya pada frekuensi ini untuk aplikasi wireless, antena yang dibuat disimulasikan dengan software CST microwave studio 2011. Dari hasil perancangan antena mikrostrip ini target yang diinginkan antara lain : gain 7dB, bandwidth 5%, return loss < -10 dB, VSWR ≤ 1, axial ratio < 3 dB.
KONTROL TEMPERATUR AIR CONDITIONING DENGAN METOODE FEEDBACK-FEEDFORWARD
Author : Arie Setya Nugroho , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Teguh Hady Ariwibowo
Abstrak
Pada sistem pengendalian temperatur AC klasik, AC bekerja tanpa melihat fluktuasi temperatur yang terjadi dalam ruangan. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, metode pengendalian diperlukan untuk mengatur kecepatan putar atau frekuensi kompresor menggunakan Variable Frequency Drive (VFD), dalam sistem HVAC untuk mecapai kontrol temperatur yang tepat dan mengurangi konsumsi energi adalah penerapan metode PID (Proportional, Integral, Derivative). Penerapan kontrol feedback feedforward PID menggunakan tuning Ziegler Nichols dengan pendekatan FOPDT (First Order Plus Dead Time) kurva reaksi. Menghasilkan Parameter PID yang diperoleh dari metode tuning Ziegler Nichols yaitu (Kp 6.80 , Ki 0.14 , Kd 1.43). Dengan hasil uji closed loop menunjukkan sistem dapat bekerja dengan stabil dan memiliki respon yang baik. Dengan maximum overshoot tertinggi di angka 4.78 persen. pada saat uji temperatur 27 derajat celsius ke 23 derajat celsius. Dalam uji disturbance ini menggunakan heater bulb lamp sebagai media pemanas. Respon sistem cukup baik dalam mengatasi masuknya disturbance dalam sistem. Hasil perbandingan respon sistem AC konvensional dengan AC metode PID Feedback Feedforward memiliki karakteristik yang berbeda, dimana AC metode PID feedback-feedforward memiliki respon sistem yang baik dalam mengatur temperatur ruangan. Sehingga sistem AC inverter dengan kontrol PID feedback feedforward menunjukkan peningkatan efisiensi energi yang cukup hemat dibandingkan sistem konvensional ON atau OFF, dengan penurunan konsumsi energi dari 0,236 kWh menjadi 0,217 kWh dengan penghematan sebesar 7.85 persen. Pengukuran Coefficient of Performance (COP) AC Konvensional sebesar 5.54 dan AC dengan PID Control sebesar 5.7.
PENATAAN SISTEM PENCAHAYAAN RUANG PADA VIDEO ANIMASI
Author : Rofiah Darajat , Achmad Subkhan KH, Achmad Basuki
Abstrak
Dynamic island ialah sebuah film animasi 3D pengenalan prodi multimedia broadcasting. Dalam video animasi ini berisikan mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa prodi multimedia broacasting. Demi terciptanya sebuah video animasi 3D dengan hasil yang maksimal maka dalam suatu produksi animasi akan dibagi dalam beberapa bidang, salah satunya yaitu lighting. Bidang lighting sendiri tergabung menjadi satu dengan compositing. Untuk menghasilkan teknik pencahayaan yang sesuai, maka yang dibutuhkan ialah informasi sebuah scene yang terdapat pada storyboard. Dari informasi yang di dapatkan, maka akan bisa diperhitungkan lampu-lampu apa saja yang dibutuhkan, metode yang akan di guanakan pada sebuah scene termasuk teknik peletakkan, pengarahan, serta setting parameter lampu. Dan yang terakhir dilakukan ialah dengan melakukan compositing agar hasil lebih maksimal dan realistis.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer