Author : Ervan Krisbianto , Farid Dwi Murdianto, Suryono
Abstrak
Pada dasarnya baterai memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti kapasitas dan tingkat pengisian baterai. Permasalahan yang dihadapi pada sistem baterai saat ini adalah tidak adanya pendeteksi jenis baterai secara bersamaan pada rangkaian pengisian baterai yang digunakan. Akibatnya, pengguna harus memeriksa manual jenis baterai yang akan diisi dan menyesuaikan pengaturan pengisian secara manual, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan waktu yang banyak terbuang. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem baterai deteksi, yang memungkinkan perangkat mengenali jenis baterai yang berbeda dan menyesuaikan pengisian daya dari berbagai macam jenis baterai. Dalam proyek akhir ini, dikembangkan baterai deteksi yang dapat mendeteksi dan membedakan antara tiga jenis baterai yaitu Lithium-ion (Lithium-ion), Nickel-Cadmium (Ni-Cd) dan Lead Acid. Sistem baterai deteksi dikembangkan menggunakan mikrokontroler STM32. Pengaturan tegangan charging diatur menggunakan Konverter Buck sesuai duty cycle setpoint yang telah ditentukan. Kemudian hasil keluaran tegangan output dan arus output dijadikan acuan sebagai pengambilan karakteristik masing-masing jenis baterai. Hasil dari tegangan dan arus keluaran sejumlah 777 ribu data dimasukkan ke dalam ANFIS sebagai algoritma deteksi dan didapatkan average error deteksi sebesar 1,4459 × 10-10 dengan tingkat error deteksi simulasi, Lithium-ion yaitu 7,69% , Lead Acid yaitu 10,00% , dan Nickel Cadmium yaitu 19,8%. Sedangkan pada hadware, Lithium-ion yaitu 73,33 %, Lead Acid yaitu 86,66 % dan Nickel Cadmium yaitu 86,66%
RANCANG BANGUN INVERTER 3 FASA MENGGUNAKAN METODE DISCONTINUOUS PULSE WIDTH MODULATION (DPWM)
Author : Wahyu Prayudha Dharma , Bambang Sumantri, Novie Ayub Windarko, Hendhi Hermawan
Abstrak
Inverter merupakan suatu rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengubah tegangan searah (DC) menjadi tegangan bolak-balik (AC). Dalam penggunaan Inverter akan timbul Total Harmonic Distortion (THD) ketika Inverter dipasang peralatan listrik AC (beban non-linier) dikarenakan gelombang keluarannya tidak sebanding dengan tegangan dalam setiap setengah siklus sehingga bentuk gelombang arus maupun tegangan keluarannya tidak sama dengan gelombang masukannya (mengalami distorsi). Dengan semakin banyaknya beban non-linier yang terpasang akan meningkatkan prosentase nilai Total Harmonic Distortion (THD) yang dapat mengakibatkan rusaknya peralatan yang terpasang. Sehingga untuk mengurangi prosentase nilai Total Harmonic Distortion (THD) dapat dilakukan dengan menambahkan filter pasif, jumlah fase maupun menggunakan Pulse-Width Modulation (PWM).Pulse-Width Modulation (PWM) adalah salah satu teknik modulasi dengan mengubah lebar pulsa (duty cylce) dengan nilai amplitudo dan frekuensi yang tetap. Ada beberapa jenis PWM yang dapat digunakan untuk memperbaiki prosentase nilai Total Harmonic Distortion (THD) salah satunya Discontinuous Pulse-Width Modulation (DPWM). Discontinuous Pulse-Width Modulation (DPWM) memiliki kelebihan dibandingkan Continuous Pulse-Width Modulation (CPWM) diantaranya meningkatkan kualitas gelombang, mengurangi kerugian pada switching dan mengurangi ukuran komponen pasif. Penggunaan metode Discontinuous Pulse-Width Modulation (DPWM) memiliki nilai Total Harmonic Distortion (THD) sebesar 0,426. Nilai Total Harmonic Distrotion (THD) tersebut lebih kecil dibandingkan dengan metode Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) yaitu 0,443. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara kuantitas metode Discontinuous Pulse-Width Modulation (DPWM) lebih baik dibandingkan metode Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) dikarenakan nilai THD Discontinuous Pulse-Width Modulation (DPWM) lebih kecil dibandingkan Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM). Permasalahan yang timbul dari metode Discontinuous Pulse Width Modulation (DPWM) yaitu bergetarnya motor ketika diberi tegangan.
APLIKASI PENGHITUNG JUMLAH MAHASISWA DI KELAS DENGAN MENGGUNAKAN IMAGE PROCESSING
Author : Dinar Azriel Firmansyah , Akhmad Alimudin, Rachmat Santoso
Abstrak
Di era digital ini, teknologi informasi telah meresap ke dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Pencatatan kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dari administrasi akademik, yang sering kali dilakukan melalui sistem absensi online atau menggunakan smartcard. Namun, penyalahgunaan sistem oleh sebagian mahasiswa masih menjadi masalah yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem penghitung jumlah mahasiswa secara otomatis di dalam kelas berbasis teknologi pengolahan citra sebagai alternatif solusi pencatatan kehadiran yang lebih akurat. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi penghitung jumlah mahasiswa secara otomatis di dalam kelas berbasis teknologi pengolahan citra menggunakan algoritma YOLOv11. Sistem ini mampu mendeteksi keberadaan mahasiswa melalui kamera secara real-time, menghitung jumlahnya secara akurat, dan menyimpan data deteksi ke dalam basis data terintegrasi. Proses pengembangan aplikasi mencakup tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, meliputi pelabelan dataset, pelatihan model, pembangunan backend dengan FastAPI, serta antarmuka web berbasis PHP. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi pada berbagai skenario, antara lain: pencahayaan berbeda 93,33 persen, jenis perangkat kamera 91,67 persen, variasi ruangan 91,00 persen, jarak kamera ke objek 100,00 persen, dan arah kamera 95,00 persen. Sistem ini juga mampu menyaring objek berupa foto atau manekin agar tidak dihitung sebagai manusia. Dengan dukungan API, sistem dapat diintegrasikan ke berbagai platform lain, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pencatatan kehadiran, mengurangi beban administratif dosen, serta memperkuat integritas akademik.
SISTEM PENERANGAN DENGAN SUPLAI TENAGA SURYA UNTUK EFISIENSI ENERGI & KEAMANAN GEDUNG
Author : Safira Nur Hanifah , Renny Rakhmawati, Epyk Sunarno
Abstrak
Saat ini sering ditemukan kondisi penerangan pada luar koridor gedung masih belum optimal pada malam hari, karena lampu tersebut hanya sebatas menyala seluruhnya sehingga hal ini membuat daya yang terpakai untuk penerangan cukup besar. Untuk itu perlu dilakukannya pengaturan nyala lampu tersebut agar daya yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Pada proyek akhir ini dibuat suatu sistem efisiensi penerangan otomatis pada luar gedung diatur dengan berdasarkan waktu setting menggunakan RTC dan adanya aktifitas oleh manusia yang melintas dengan deteksi sensor gerak (PIR) agar terjadi manajemen energi yang lebih efisien serta dapat difungsikan sebagai keamanan pada gedung. Sistem ini di suplai menggunakan sistem hybrid yaitu solar cell dan sumber PLN. Melalui sumber solar cell tegangan output 17-19 volt diturunkan menggunakan buck converter hingga 14,4 volt untuk mengisi accumulator 12 vol dengan PI kontroller. Tegangan output dari accu diubah menggunakan inverter dari 12 Vdc menjadi 12 Vac yang kemudian dinaikkan menjadi 220 Vac menggunakan trafo step up untuk mensuplai beban penerangan. Jika energi pada accu tidak mampu mensuplai beban, maka secara otomatis mikrokontroller akan menggerakkan rangkaian swith agar beban dapat disuplai menggunakan sumber dari PLN.
RANCANG BANGUN DYNAMIC VOLTAGE RESTORER (DVR) UNTUK MENGHILANGKAN GANGGUAN SAG MENCEGAH RESETTING PADA MAGNETIC CONTACTOR
Author : Bagus Dwi Permana , Yahya Chusna Arief, Era Purwanto
Abstrak
Sekarang ini, peralatan industri modern sebagian besar adalah peralatan elektronik, PLC, Drive elektronik maupun Drive konvensional seperti kontaktor, relay dsb. Peralatan-peralatan tersebut sangat sensitif pada disturbance dan menjadi kurang toleran pada masalah kualitas daya seperti voltage sag, voltage dip dan permasalahan kualitas daya lainnya. Voltage sag merupakan salah satu dari paling banyak gangguan yang banyak terjadi pada perlatan industri. Solusi power electronics pada regulasi tegangan ini adalah menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR). DVR adalah peralatan kelas custom power untuk menyediakan distribusi kualitas daya yang bisa diandalkan. DVR merupakan peralatan power elektronik yang paling efisien, efektif yang digunakan pada jaringan distribusi. Hal itu juga termasuk biaya rendah, ukuran yang lebih kecil, dan cepat dengan respon yang dinamis pada gangguan. Model Sistem DVR ini dirancang untuk menguji performa DVR dalam injeksi untuk mengurangi sagging dan melindungi beban sensitive dari voltage sag durasi pendek. Hubungan seri dengan suplai beban membuatnya sangat efektif pada lokasi dimana voltage sag merupakan masalah utama. Penggunaan kontrol Proportional pada system DVR ini cukup handal dikarenakan terhadap set point DVR ini bias menginjeksi dengan tingkat error yang rendah yaitu min 9% dan error maksimum adalah 0.3%. Waktu injeksi membutuhkan waktu kurang dari 300ms, oleh karena itu Kontrol Proportional cukup handal di aplikasi DVR.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer