Author : Hilwa Nur Fitroh , Firman Arifin, Arif Irwansyah
Abstrak
Terserangnya padi oleh hama dan penyakit yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengakibatkan kegagalan panen. Sehingga pengendalian terhadap pertanian padi yang terinfeksi penyakit perlu dilakukan. Untuk melakukan pengendalian tersebut tentunya memerlukan keahlian dalam mengidentifikasi jenis penyakit yang menyerang tanaman padi agar pengendalian dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, pada proyek akhir ini dibangun sebuah alat yang dapat membantu para petani dalam mengidentifikasi penyakit tanaman padi secara dini, khususnya penyakit yang menyerang daun tanaman padi dengan cara mendeteksi jenis penyakit melalui gambar daun yang terserang penyakit. Sistem ini dibangun menggunakan algoritma YOLOv5 dengan raspberry pi sebagai mikrokontroler. Model yang digunakan pada sistem dibangun menggunakan campuran dataset publik yang diunduh dari website Kaggle dan dataset pribadi yang diambil langsung dari sawah. Pembangunan model pada penelitian ini menggunakan Google Collaboratory untuk melakukan proses pelatihan, validasi, dan pengujian model deteksi penyakit daun padi. Pada penelitian ini, model yang dibangun dievaluasi menggunakan mAP (Mean Average Precision) yang biasa digunakan pada deteksi objek untuk mengukur seberapa baik model dalam mendeteksi objek. Pada penelitian ini dihasilkan nilai mAP terbaik sebesar 0,82 yang dilatih dengan epoch sebanyak 200 epoch. Nilai precision, recall, dan f1 score berturut turut sebesar 0,97, 0,90, dan 0,80. Sistem mampu mendeteksi enam jenis penyakit daun padi, yakni penyakit bercak coklat, blas, hawar daun bakteri, bercak coklat sempit, tungro, dan bakteri daun bergaris.
SISTEM MANAJEMEN TRANSPORTASI PENENTUAN RUTE PERJALANAN DAN PELACAKAN POSISI KENDARAAN STUDI KASUS : PT. CITRA NUSANTARA ENERGI
Author : Denny Imam Setianto , Dwi Kurnia Basuki, Bima Sena Bayu Dewantara
Abstrak
PT.Citra Nusantara Energi (PT.CNE) merupakan produsen gas alam yang memiliki banyak konsumen didaerah Jawa Timur. Pada proses distribusi gas alam pada PT.CNE menggunakan truk kontainer yang membawa tabung gas untuk menjangkau daerah yang belum dijangkau oleh pipa gas. Gas yang dikirimkan oleh PT.CNE menggunakan truk kontainer masih kurang terstruktur dan masih memungkinkan terjadinya penyelewengan. Pola pengiriman yang kurang terstruktur ini bisa mengakibatkan pembengkakan biaya pengiriman karena pengemudi belum bisa menentukan rute pengiriman tercepat. Selain itu perlunya pelacakan posisi kendaraan untuk meminimalisir penyelewengan dan memudahkan dalam pengawasan kontainer. Tujuan dari proyek akhir ini adalah membuat sebuah sistem untuk menentukan pola pengiriman gas menggunakan truk kontainer dan mobil pikap. Masukan dari sistem berupa indikator tekanan gas di konsumen. Proses yang mencakup antara lain penentuan rute tercepat dengan algoritma dijkstra dan pelacakan posisi dari truk kontainer. Keluaran dari sistem adalah rute tercepat ke konsumen dan kesesuaian posisi truk kontainer dengan rute yang ditentukan. Dengan penerapan sistem, waktu pengiriman yang dapat dihemat mencapai 22 menit dibandingkan dengan sebelum menggunakan sistem.
IMPLEMENTASI ANTENA SINGLE-RF PADA PENERIMA MIMO-OFDM
Author : Djoko Santoso , I Gede Puja Astawa, Amang Sudarsono
Abstrak
Penelitian tentang Implementasi Antena Single RF pada system penerima MIMO-OFDM berdasarkan dari penelitian tentang antenna ESPAR (Electronically Steerable Parasitic Array Radiator), yaitu antenna pasif yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz.. Antena ESPAR mempunyai satu elemen radiator (Feed Element) dan dikelilingi oleh dua elemen sapai dengan enam elemen parasite (Parasitic Element) yang dipasang pada bidang datar berbentuk lingkaran. Desain dan pembuatan dari antena Single RF ini besumber dari ESPAR yang memekai satu elemen radiator dan satu elemen parasite. Kemudian antenna tersebut diuji melalui simulasi Matlab untuk mengetahui kinerja yang dihasilkan, selanjutnya dilakukan perancangan menggunakan perangkat lunak HFSS (High frequency structure simulator). Hasil simulasi dengan HFSS diperoleh nilai frekuensi tengah sebesar 2,4 GHz, return loss sebesar –14,53 dB, bandwidth sebesar 400 MHz, VSWR sebesar 1,46 , gain sebesar 4,23 dB , dan pola radiasi direksional, pada penggunaan antenna tersebut sebagai pemancar sekaligus penerima gelombang elektromagnetik. Langkah terakhir adalah pembuatan antenna Single RF dengan dimensi sesuai hasil simulasi HFSS. Pada hasil pengujian diperoleh nilai frekuensi tengah sebesar 2,415 GHz, return loss sebesar -23,94 dB, bandwidth lebih dari 300 MHz, VSWR sebesar 1,135, gain sebesar 2,59 dB, dan pola radiasi direksional.
DETEKSI WILAYAH PEMBANGUNAN DI SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN IMAGE LANDSAT BERDASARKAN PARAMETER NORMALIZED DIFFERENCE BUILD-UP INDEX (NDBI)
Author : Prasetyo Wibowo , Arna Fariza, Ferry Astika Saputra
Abstrak
Pembangunan adalah suatu proses perubahan yang terjadi secara terus menerus guna meningkatkan taraf hidup masyarakat demi kesejahteraan rakyatnya. Dalam hal ini di perlukan sebuah upaya dalam memonitoring perkembangan pembangunan secara cepat dan efisien sehingga dapat diperoleh sebuah hasil yang mendukung sebuah kebijakan-kebijakan baru oleh pemerintah. Kota Surabaya adalah sebuah kota metropolitan terbesar di wilayah Timur Indonesia dengan jumlah penduduk berdasarkan BPS sebesar 2.848.583 jiwa yang dimana semakin banyaknya jumlah warga maka mempengaruhi pembangunan di wilayah tersebut sehingga dapat menimbulkan potensi permasalahan pada perkembangan tata kota. Melalui hal ini penggunaan teknologi penginderaan jarak jauh khususnya dengan teknologi Landsat-8 dapat mengetahui perkembangan yang ada di Kota Surabaya secara efisien dan cepat. Menggunakan NDBI (Normalized Build-Up Index) sebagai parameter utama dalam mendeteksi wilayah terbangun secara otomatis dan di gabungkan dengan Algortima Random Forest sebagai parameter klasifikasi tiap daerah terbangun menghasilkan nilai overall accuracy sampai dengan 85% di tahun 2015. Perbandingan-perbandingan dengan algortima lain juga dilakukan seperti Decision Tree yang dimana ketika di lakukan perbandingan maka hasil dari Random Forest masih lebih baik daripada menggunakan Decision Tree.
TEKNIK MODULASI ADAPTIVE PADA SINGLE CARRIER UNTUK KANAL RAYLEIGH FADING
Author : Yuanita Novikarisma , Tri Budi Santoso
Abstrak
Pada sistem komunikasi digital wireless dituntut untuk dapat memberikan layanan data berkecepatan tinggi dan memiliki performansi yang handal pada kondisi kanal yang selalu berubah-ubah. Pada kondisi kanal yang berubah-ubah, gain dapat mengalami penurunan sehingga dapat menurunkan kinerja sistem. Teknik modulasi adaptif dapat menaikkan kinerja sistem komunikasi digital wireless dengan mengatur level modulasi sesuai kondisi kanal dengan memodulasi setiap sub-kanal sesuai respon kanal multipath [2] [3]. Pada proyek akhir ini, akan dibahas penerapan teknik modulasi adaptif pada sistem single carrier untuk kanal Rayleigh fading. Mekanisme modulasi adaptif dilakukan berdasarkan dengan umpan balik yang diberikan oleh receiver ke transmitter dengan pemilihan level modulasi sesuai nilai Bit Error Rate (BER) yang ditargetkan. Apabila target tercapai, akan menunjukkan modulasi mana yang baik digunakan untuk peningkatan performansi sistem. Pada proyek akhir ini modulasi yang digunakan untuk teknik modulasi adaptif adalah BPSK, QPSK dan 16-QAM. Bahasa pemrogramannya menggunakan bantuan software pemrograman Matlab. Dari simulasi diperoleh hasil kinerja modulasi BPSK, QPSK dan 16-QAM pada kanal rayleigh fading menunjukkan nilai Eb/No modulasi BPSK yang mencapai target BER 10-3 pada Eb/No ±13,2 dB; modulasi QPSK pada Eb/No ± 13,8dB dan 16-QAM pada Eb/No ±13,9 dB.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer