Author : Alex Putra Bagus Pramuja , Wahjoe Tjatur Sesulihatien, Hary Oktavianto
Abstrak
Kandang merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal ternak yang memiliki fungsi sebagai tempat tinggal ternak yang dapat melindungi ternak dari pengaruh buruk cuaca, iklim dan gangguan binatang buas serta sebagai tempat peternak bekerja untuk menjalankan kegiatan pemeliharaan ternak. Kandang yang nyaman dapat meningkatkan kualitas dalam menjalankan usaha ternak ayam. Pemeliharaan ayam pedaging hanya membutuhkan waktu yang singkat sehingga perlu mengetahui kondisi kandang ayam itu sendiri. Kenyamanan pada kandang ayam sangat dipengaruhi oleh berbagai parameter, seperti; suhu ruangan, tingkat kebisingan, pencahayaan dan lainnya. Dari parameter-parameter tersebut pada penelitian ini tingkat kebisingan yang akan dimonitoring untuk mengetahui kenyamanan kandang ayam terlebih dahulu, dikarenakan peralatan dan sistem peringatan tentang kebisingan belum tersedia. Monitoring tingkat kebisingan dalam kandang diperlukan untuk memantau level kebisingan dan intensitas frekuensi yang terjadi didalam kandang dan informasi ini dapat dijadikan patokan dalam mengetahui Behavior dari ayam. Ferkuensi suara ayam berada pada range 400-4900Hz sehingg dapat di jadikan nilai cut-off frekuensi untuk filter yang di gunakan. Untuk mendapatkan nilai cut-off dapat menggunakan rumus fc=1/2πRC. Metode lain yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran level kebisingan dan frekuensi dengan menggunakan mikrofon berbasis signal processing. Komponen untuk perangkat keras yang digunakan meliputi mikrofon condenser omnidirectional dan mikrokontroller. Sedangkan untuk perangkat lunak meliputi program C. Pada mikrokontroller sinyal yang di baca akan dilakukan pemfilteran dengan filter analog dan digital dimana meliputi filter Bandpass filter, Lowpass filter dan Highpass filter untuk menghilangkan noise dari sinyal masukan. Sinyal dari ketiga filter tersebut akan di bandingkan dengan data kenyamanan dari kandang ayam. Dimana data berupa frekuensi(Hz) dan intensity(dB).
RANCANG BANGUN KECEPATAN MOTOR DC PADA ALAT PENGAYAK PASIR BERBASIS MIKROKONTROLER
Author : Fikar Miftahul Khoir , Moch.Machmud Rifadil, Era Purwanto
Abstrak
Proses pengayakan pasir secara manual memiliki banyak keterbatasan dalam hal efisiensi dan konsistensi hasil. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengaturan kecepatan motor DC pada alat pengayak pasir berbasis mikrokontroler ESP32 dengan menerapkan metode kontrol Proporsional Integral (PI). Dalam sistem ini, motor DC berfungsi sebagai penggerak utama alat, dengan kecepatan putaran yang dikendalikan berdasarkan umpan balik dari sensor kecepatan. Mikrokontroler ESP32 memproses data dari sensor dan mengimplementasikan algoritma kontrol PI untuk menghasilkan sinyal Pulse Width Modulation (PWM), yang kemudian dikirim langsung ke motor driver sebagai aktuator pengatur daya motor. Sistem ini mampu mengendalikan kecepatan motor secara presisi tanpa menggunakan buck converter tambahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem tetap dapat mempertahankan kecepatan motor secara stabil terhadap perubahan beban, dengan error minimum dan respons dinamis yang baik. Penggunaan metode PI yang dikombinasikan dengan motor driver arus tinggi terbukti efektif dalam pengaturan kecepatan motor DC, sehingga alat pengayak pasir dapat bekerja secara lebih efisien, stabil, dan hemat energi.
SISTEM PEMESANAN SABLON DENGAN CUSTOM DESIGN OLEH USER PADA KISANAK DISTRO
Author : Salsabila Nurhalimah , Dian Septiani Santoso, Wiratmoko Yuwono, Hero Yudo Martono
Abstrak
Perkembangan e-commerce dan industri kreatif sablon Direct Transfer Film (DTF) di Indonesia saat ini menuntut ketersediaan layanan personalisasi produk yang cepat, interaktif, dan presisi untuk memenuhi ekspektasi pelanggan. Sayangnya, proses operasional pemesanan produk kustom di UMKM seperti Kisanak Distro masih mengandalkan pertukaran informasi secara manual melalui WhatsApp tanpa adanya visualisasi yang memadai. Kondisi ini menimbulkan permasalahan utama berupa tingginya potensi miskomunikasi terkait tata letak dan resolusi desain, yang mengakibatkan tingginya tingkat revisi desain sebelum produksi, memperlambat proses produksi, serta menurunkan tingkat kepuasan dan kepercayaan pelanggan karena tidak mendapatkan informasi pelacakan pesanan secara real time. Penelitian proyek akhir ini mengajukan suatu pendekatan terintegrasi untuk mengatasi ketakefisienan pemesanan tersebut dengan mengembangkan sistem pemesanan sablon DTF berbasis website yang berfokus pada fitur Kustomisasi Produk interaktif dan otomasi pelacakan. Fitur kustomisasi ini mengkombinasikan library Fabric.js yang memfasilitasi pengguna untuk memanipulasi desain pada kanvas 2D secara leluasa dan library Three.js yang memungkinkan Pembeli untuk melihat pratinjau produk dalam bentuk 3D secara real time. Orisinalitas dari sistem ini juga terletak pada kapabilitas pihak distro untuk mengunduh desain kustom tersebut secara langsung dalam format JSON sehingga tata letaknya sudah terkunci dengan pasti, meminimalkan campur tangan penyuntingan ulang dari sisi internal distro. Di samping itu, sistem ini terintegrasi dengan Multichat WhatsApp API yang secara otomatis mengirimkan notifikasi real time terkait status pesanan, status pembayaran, dan informasi estimasi selesai kepada Pembeli. Hasil eksperimen dan pengujian menunjukkan bahwa sistem berjalan sangat efektif. Performa rendering integrasi kustomisasi 2D dan 3D terbukti responsif dengan waktu muat di bawah 0,5 detik. Selain itu, akses format desain JSON oleh pihak distro terbukti memiliki tingkat presisi tata letak 100% yang secara terukur memecahkan masalah miskomunikasi visual dan memangkas angka revisi desain. Pengujian log API pada layanan WhatsApp juga menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman pesan yang sempurna dengan latensi eksekusi sangat rendah di bawah 100 milidetik, menjamin transparansi operasional yang bermuara pada terjaganya kepercayaan serta kepuasan pelanggan secara keseluruhan.
MOBILE APPLICATION UNTUK MEMONITOR ROMBONGAN WISATA DI BEBERAPA DAERAH MENGGUNAKAN GROUP SIGNATURE
Author : Ilham Haries Rizaldy , Amang Sudarsono, Mike Yuliana
Abstrak
Di era globalisasi sekarang ini, seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, banyak orang berharap agar segala sesuatu menjadi lebih praktis. Dewasa ini, salah satu produk teknologi yang populer adalah perangkat mobile, karena teknologi perangkat mobile dapat dimanfaatkan di mana saja dan kapan saja. Banyak perangkat mobile yang dijual di pasaran saat ini juga telah dilengkapi dengan layanan GPS. Dalam suatu kondisi, ketika sekelompok orang sedang melakukan liburan ke suatu tempat dan posisi salah satu anggota kelompok ada yang terpencar, maka ketua kelompok tersebut akan kebingungan untuk mencari posisi dari anggotanya yang terpencar dari golongan. Maka dibuatlah sebuah sistem yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan monitoring terhadap tracking posisi pengguna secara real-time. Pada hal ini akan diterapkan monitoring rombongan wisata dengan sistem yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan smartphone Android. Sistem pemantauannya mengadopsi fungsi jaringan seluler antara Android Mobile dan mengumpulkan informasi pengguna menggunakan Global Positioning System (GPS). Demi kenyamanan pengguna pada aplikasi ini dilengkapi dengan sistem keamanan berupa kriptografi algoritma DES untuk menjaga kerahasiaan isi suatu pesan dengan cara enkripsi dan group signature untuk menjaga keaslian bahwa pesan yang telah dikirim memang benar-benar berasal dari pengirim yang sebenarnya. Terdapat empat tahap protokol pada Group Signature yaitu setup, join, sign dan verify. Dari hasil pengujian terlihat waktu rata-rata yang dibutuhkan selama pembangkitan kunci yaitu 16,8 detik (512-bit), 25,4 detik (1024-bit) dan 40,1 detik (2048-bit). Panjang key length mempengaruhi waktu komputasi dari pembangkitan kunci. Sehingga dapat menjaga kerahasiaan data dan kenyamanan user.
RANCANG BANGUN JARINGAN MESH DI PERMUKAAN AIR PADA SISTEM BUOY UNTUK UNDERWATER VEHICLE
Author : Reza Fakhri Ilmansyah , Haryadi Amran Darwito, Rahardhita Widyatra Sudibyo
Abstrak
Topologi Mesh adalah jenis pengaturan tata letak jaringan komputer di mana masing-masing komputer dan perangkat di jaringan saling berhubungan satu node dengan yang lainnya secara langsung, adapun topologi mesh dibagi menjadi 2 yaitu full mesh dan partial mesh, pada dasarnya dari kedua topologi tersebut sama hanya yaitu dapat menyambungkan jaringan lebih dari 1 pc. Pada Proyek Akhir ini Jaringan ini banyak membantu dalam sistem komunikasi dikarenakan kehandalannya. jaringan Mesh dirancang untuk berkomunikasi antar node di permukaan air yang memudahkan node berhubungan secara langsung dengan node lainnya kemudian mode Ad-hoc digunakan untuk menghubungkan semua node tanpa harus menggunakan access point, bila ada link koneksi yang rusak, jaringan tidak akan down secara menyeluruh karena masih dapat dipakai link koneksi lewat node lainnya. dan B.A.T.M.A.N. (Better Approach To Mobile Ad-Hoc Networking) sebagai routing protocol. Dengan menggunakan frekuensi 2.4 GHz sehingga menggunakan wifi adapter yang dimana dapat mencakup frekuensi tersebut. Pada hasil pengujian yang dilakukan dengan beberapa skenario yang dibuat didapatkan hasil dari sebuah routing tersebut yang berbeda- beda dengan lamanya update routing ≤ 2 detik dari proses pemindahan source ke hope yang ada menuju ke destination. Pengaplikasian dari penelitian ini sebagai alat komunikasi/bertukar informasi antar kapal tanpa awak.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer