Author : Dito Hafizh Indriarto , Iwan Syarif, Ira Prasetyaningrum
Abstrak
Swasembada pangan merupakan perencanaan strategis yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mencapai kemandirian pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, salah satunya produktivitas jagung. Namun berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Indonesia menyatakan bahwa Indonesia telah mengalami penurunan luas panen jagung dengan rata-rata 1,76% pada tahun 2005-2015. Kegagalan produktivitas jagung juga diperkuat dengan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik bahwa Indonesia telah mengalami penurunan yang konsisten dari laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada lapangan usaha pertanian sejak tahun 2014 hingga 2016. Maka dalam rangka mencapai swasembada pangan diperlukan sistem informasi yang berguna untuk menghindari faktor penyebab turunnya produksi jagung, terutama penurunan yang disebabkan oleh hama/penyakit tertentu. Timbulnya hama dan penyakit pun mempunyai kausalitas yang tinggi dengan dinamika kondisi iklim yang terjadi di suatu daerah tertentu. Sehingga timbulnya hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung dapat dianalisa berdasarkan kondisi iklim yang telah terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan pendekatan data mining untuk memprediksi jenis penyakit yang akan menyerang di masa tertentu. Penelitian ini memanfaatkan data mengenai luas lahan sawah yang terserang hama/penyakit tertentu, kondisi iklim, serta gambar dari berbagai kondisi jagung yang telah diidentifikasi sebelumnya. Dari sistem informasi yang telah diciptakan didapatkan hasil bahwa tingkat akurasi dari prediksi penyakit mencapai 84%
DETEKSI KANTUK PADA PENGEMUDI YANG TAHAN TERHADAP PERUBAHAN PENCAHAYAAN
Author : Cindy Cetta Khairunnisa , Bima Sena Bayu Dewantara, Dadet Pramadihanto
Abstrak
Berdasarkan laporan status Global World Health Organization (WHO) tahun 2023, sebanyak 1,9 juta nyawa terancam akibat kecelakaan. Driver drowsiness atau kantuk pada pengemudi merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan fatal. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan teknologi untuk mendeteksi kantuk pada pengemudi. Sistem deteksi kantuk pada pengemudi bekerja dengan menggunakan kamera untuk mengamati gerakan dan tindakan pengemudi. Fitur yang digunakan dalam sistem ini meliputi Eye Aspect Ratio (EAR), Mouth Aspect Ratio (MAR), dan estimasi posisi kepala (head pose estimation). Namun, pada penelitian sebelumnya, sistem ini belum bekerja secara optimal dalam kondisi pencahayaan rendah. Oleh karena itu, sistem ini perlu dikembangkan agar dapat berfungsi dalam semua kondisi pencahayaan. Dari permasalahan tersebut, dikembangkan sistem pengenalan wajah menggunakan metode Illumination Invariant untuk deteksi kantuk pada pengemudi di berbagai kondisi jalan raya. Penelitian ini membandingkan dua metode peningkatan kualitas citra, yaitu OptiFuzz dan Interval-Valued Intuitionistic Fuzzy Sets (IVIFS). Kualitas citra diukur menggunakan nilai entropi, sedangkan performa sistem dihitung berdasarkan kecepatan pemrosesan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode OptiFuzz memiliki nilai entropi sebesar 11,0563 namun hanya menghasilkan 2,5 FPS. Sementara itu, metode IVIFS memiliki nilai entropi sebesar 10,3472 dan kecepatan rata-rata sebesar 14 FPS. Citra yang telah ditingkatkan menggunakan metode IVIFS mampu meningkatkan pencahayaan tanpa menambah noise, serta berhasil diterapkan dalam sistem deteksi wajah, termasuk pendeteksian bounding box dan landmark. Sistem ini telah berhasil diintegrasikan ke dalam Graphical User Interface (GUI) untuk sistem deteksi kantuk berbasis wajah dan gestur, dengan kecepatan pemrosesan sebesar 8 FPS. Pengujian sistem deteksi kantuk menunjukkan bahwa metode ini mampu mendeteksi kondisi PERCLOS dengan akurasi 80% dan menguap (yawning) dengan akurasi 80%.
APLIKASI MODUL PEMBELAJARAN DETEKSI PENYAKIT GINJAL MELALUI IRIS MATA BERDASARKAN IRIDOLOGI
Author : Fajar Yunus Afiffudin , Entin Martiana Kusumaningtyas, Ali Ridho Barakbah
Abstrak
Penyakit ginjal menahun/kronik (pgk) adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Apabila fungsi ginjal sudah menurun, maka selamanya tidak akan bisa sembuh seperti sedia kala, jadi pendeteksian dini merupakan langkah terbaik untuk menanganinya. Namun sulitnya mempelajari deteksi dini penyakit ginjal dikarenakan penyakit ini hanya dapat diketahui melalui uji laboratorium, dan memerlukan ahli spesialis untuk menge-tahuinya, yakni dengan tes darah, biopsi ginjal, dan tes urine. Tetapi ada juga cara alternative ialah menggunakan iris mata atau disebut dengan ilmu iridologi. Namun hal tersebut tidak didukung dengan adanya modul pembelajaran yang mendukung serta materi iridologi yang berkualitas serta mudah diakses. Hal tersebut juga menjadi sebuah problema bagi para terapis baru. Penelitian ini menghasilkan suatu aplikasi dengan platform mobile yang menyediakan modul-modul iridology pendeteksian penyakit ginjal yang dapat di akses kapapun dan dimanapun oleh siapa saja yang terhubung secara daring.
VISUALISASI KINEMATIKA GERAK SECARA DINAMIS BERBASIS MOBILE AUGMENTED REALITY
Author : Arif Ardiansyah , Rengga Asmara, Rizky Yuniar Hakkun
Abstrak
Saat ini di SMA, kinematika gerak merupakan mata pelajaran wajib yang harus dipahami oleh siswa yang mengambil jurusan IPA. Kinematika sebenarnya merupakan mata pelajaran yang mudah untuk dimengerti, namun sayangnya karena kurangnya deskripsi visual dari kinematika membuat pelajaran tersebut menjadi sulit dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu pendekatan baru yang bisa memvisualisasikan kinematika dengan teknologi augmented reality. Penelitian ini berbasis piranti bergerak sehingga mudah untuk digunakan dan lebih fleksible. Visualisasi gerak akan menggunakan object 3D sehingga menarik dalam mendiskripsikan gerak. Pengguna akan diberi pilihan untuk menentukan simulasi yang ingin dilakukan beserta obyek 3D yang diinginkannya. Penelitian ini telah diuji cobakan pada 37 siswa SMA. Dari sisi pembelajaran pengenalan besaran kinematika, sebanyak 51% dari total 37 siswa SMA merasa terbantu setelah menggunakan aplikasi dalam penelitian ini. Dari sisi konten materi, penelitian ini mempunyai kesesuaian sebesar 55% jika dibandingkan dengan standar kompetensi yang berlaku
SISTEM REKOMENDASI PRODUK KOSMETIK DENGAN AUTOMATIC CLUSTERING
Author : Reisya Nur Hesika Veliaresti , Ali Ridho Barakbah, Tita Karlita
Abstrak
Produk kosmetik berkembang sangat pesat. Industri kosmetik secara nasional mencatatkan peningkatan sebesar 20% atau empat kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2017. Pertumbuhan ini didasarkan pada perluasan ragam kosmetik dan perawatan tubuh. Banyaknya jenis produk kosmetik terkadang membuat pembeli bingung mau membeli yang mana. Ketidakcocokan produk kosmetik tertentu dapat memicu masalah kulit seperti ruam dan jerawat. Perkembangan produk kosmetik juga tidak terlepas dari peningkatan limbah. Dalam penelitian ini, kami menggunakan hubungan antara pengguna dan produk kosmetik dengan menggunakan bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai dengan usia. Proyek ini menggunakan algoritma OPTICS (Ordering Points To Identification Clustering Structure) untuk membuat rekomendasi berdasarkan profil pengguna. Hasil dari sistem rekomendasi adalah klaster terpilih dengan rata-rata kolom bahan spesifik tertinggi. Dari hasil eksperimen, nilai invalidated product number kurang dari 20%. Ini mengindikasikan sistem rekomendasi cukup memiliki keandalan.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer