Author : Savina Nur Inayah , Sritrusta Sukaridhoto, Khoironi
Abstrak
Di zaman yang penuh teknologi seperti sekarang ini, telah menyebabkan pergeseran masyarakat dari media cetak ke media digital, sehingga perlu adanya inovasi dalam pendidikan yang memanfaatkan teknologi XR. Untuk itu, penulis membuat sebuah platform interaktif yang mendukung konektivitas multiuser dan menggabungkan teknologi multimodel dengan extended reality untuk mendukung pendidikan berbasis XR agar tercipta lingkungan belajar yang imersif. Platform ini akan memberikan pengalaman belajar yang kaya dan mendalam melalui konten visual, audio, dan interaktif yang dapat diakses melalui perangkat kompatibel seperti perangkat VR, dan desktop. Dengan demikian, PSDKUVerse akan meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa dan mendukung inovasi dalam pendidikan. Kinerja PSDKUVerse akan dievaluasi menggunakan metode pieces framework yang mencakup pengukuran terhadap performance, information and data, economics, control and security, efficiency, dan service. Evaluasi ini akan membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan platform, serta memberikan umpan balik untuk pengembangan selanjutnya. Hasil pengujian menunjukkan jika fitur fitur yang terdapat dalam platform ini dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, namun perlu ditingkatkan dalam pencahayaan dan perlu ada penambahan fitur lainnya. Selain itu, diharapkan bahwa PSDKUVerse dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung pendidikan berbasis teknologi XR dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di PENS maupun institusi pendidikan lainnya.
DETEKSI CODE SMELL DAN AUTOMATED REFACTORING UNTUK LONG PARAMETER LIST
Author : Ismayadi Jamil , Desy Intan Permatasari, Fadilah Fahrul Hardiansyah
Abstrak
Pada pengembangan perangkat lunak, semakin banyak fitur dari sebuah perangkat lunak, maka desain perangkat lunak akan semakin kompleks. Probabilitas terjadinya error pada perangkat lunak yang mengakibatkan celah keamanan perangkat lunak menjadi lebih besar seiring dengan terjadinya peningkatan jumlah kode program dalam rancangan perangkat lunak tersebut. Hal ini dapat menimbulkan sebuah Bad Smell atau Code Smell.Code Smell atau Bad Smell merujuk kepada pola struktur bagian kode program dari perangkat lunak tertentu yang memiliki desain buruk, sehingga berpotensi dapat menimbulkan bugs , error ataupun celah keamanan di masa yang akan datang. Long Parameter List adalah salah satu jenis code smell yang ciri-cirinya adalah parameter di dalam sebuah method lebih dari 3 atau 4. Pada pemrograman berorientasi obyek seharusnya parameter yang digunakan untuk method, fungsi, ataupun prosedur cenderung lebih pendek jika dibandingkan dengan program sekuensial. Solusi dari permasalahan di atas maka perlu dibuat sebuah pendeteksi code smell dan automasi refactoring. Code smell yang terdeteksi akan di refactoring dengan automasi refactoring. Refactoring adalah proses mengubah sistem dari suatu perangkat lunak tanpa mengubah behaviors dari program perangkat lunak. Refactoring membuat kode dari sebuah program menjadi mudah dimengerti dan meningkatkan kualitas dan desain dari sistem.
PEMANFAATAN PANAS OUTDOOR AC(AIR CONDITIONER) SEBAGAI EFFESIENSI DAYA PADA PROSES PENGERINGAN PAKAIAN INDUSTRI LAUNDRY
Author : Novian Patria Uman Putra , Hendik Eko HS, Rusiana
Abstrak
Proses pengeringan pakaian pada industry laundry sebagian besar dilakukan dengan dengan cara konvensional dan memerlukan waktu yang lama sedangkan dengan mesin pengering yang menggunakan listrik membutuhkan konsumsi daya yang sangat besar.Hal ini bergantung pada kondisi suhu dan kelembaban di lingkungan sekitar yang berubah-ubah serta dapat menghabiskan biaya yang cukup besar. Tidak menentunya suhu dan kelembaban sekitar dapat memperlama waktu proses pengeringan pakaian. Seperti yang kita ketahui sebagian besar industry laundry menggunakan Air Conditioner (AC) sebagai pendingin ruangan agar pegawai dan pelanggan merasa nyaman,akan tetapi sering kita jumpai banyak yang tidak memanfaatkan sisa hasil buang dari AC dengan baik. Maka dari itu untuk dapat memanfaatkan panas sisa hasil buang AC tersebut dapat kita gunakan sebagai salah satu sumber pemanas pada lemari pengering pakaian pada industry laundry yang ada. Sistem tersebut terdiri dari heater yang berfungsi sebagai alat untuk menaikkan suhu dan untuk sirkulasinya dibantu oleh exhaust dan blower sehingga penyebaran panas agar merata. Dalam perancangan sistem suatu peralatan elektronik yang mempunyai kemampuan untuk membantu proses pengeringan pakaian secara terkontrol, digunakan rangkaian mikrokontroller ATMEGA 16 dan dengan sensor temperatur dan kelembaban berupa IC SHT 11. Sensor tersebut digunakan untuk membaca suhu dan kelembaban dalam kabin pengering. Yang menjadi perbedaan antara pengeringan secara manual dengan otomatis adalah perbedaan waktunya, pada pengeringan pakaian secara terkontrol dapat mempercepat proses pengeringan pakaian serta menghemat pemakaian daya listrik dibandingkan dengan cara konvensional.
PENERAPAN BATTERY THERMAL MANAGEMENT BERBASIS UDARA PADA BATERAI SILINDER NMC 21700 DENGAN KONFIGURASI SERI-PARALEL
Author : Alfin Salmanfarihin , Teguh Hady Ariwibowo, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
Abstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh konfigurasi seri-paralel baterai silinder LG INR21700 M50LT terhadap performa termal sistem pendinginan udara (air cooling). Konfigurasi yang diuji adalah 2P4S dan 4S2P dengan variasi laju pengosongan 0,5C dan 1C serta kecepatan aliran udara 0,8; 1,2; dan 1,6 m/s. Distribusi temperatur dipantau pada delapan titik sel (T1–T8) dan dua titik udara pendingin (T9 inlet, T10 outlet). Validasi model CFD (ANSYS) menghasilkan error rata-rata 4,92%, dalam batas toleransi (<10%). Peningkatan C-rate dari 0,5C ke 1C meningkatkan temperatur maksimum akibat kenaikan laju pembangkitan panas ireversibel (I²R). Pada kondisi discharge 1C dan kecepatan udara 0,8 m/s, konfigurasi 4S2P menunjukkan Δtmax antar sel sebesar 5°C dengan Tmax tertinggi 37,2°C, sedangkan konfigurasi 2P4S menghasilkan Δtmax antar sel sebesar 5,1°C dengan Tmax tertinggi 36,3°C. Dengan meningkatnya kecepatan udara hingga 1,6 m/s, Tmax tertinggi konfigurasi 4S2P menurun sebesar 15,5% menjadi 31,6°C, sedangkan konfigurasi 2P4S menurun sebesar 11,29% menjadi 32,2°C, menunjukkan bahwa konfigurasi 4S2P lebih baik menurunkan temperatur operasi seiring peningkatan kecepatan udara. Heat rejection rate meningkat seiring peningkatan kecepatan udara. Pada konfigurasi 2P4S, nilai heat rejection rate meningkat dari kisaran 24–30 W menjadi 163–182 W pada kondisi discharge 0,5C dan dari 24 W menjadi 135 W pada kondisi discharge 1C. Sementara itu, konfigurasi 4S2P menunjukkan peningkatan dari kisaran 15–22 W menjadi 165–190 W pada kondisi discharge 0,5C dan dari kisaran 18–23 W menjadi 105–145 W pada kondisi discharge 1C. CFD menunjukkan kedua konfigurasi memiliki pola aliran global yang serupa, sehingga perbedaan performa termal lebih dipengaruhi distribusi panas internal dan gradien suhu aksial daripada perbedaan pola aliran. Berdasarkan keseluruhan parameter performa termal, konfigurasi 4S2P lebih direkomendasikan karena menghasilkan penurunan temperatur maksimum lebih besar serta distribusi temperatur lebih stabil terhadap variasi kecepatan udara.
SISTEM INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU JALUR PENELUSURAN MINAT DAN KEMAMPUAN POLITEKNIK NEGERI (PMDK PN)
Author : Fridastya Andini Pamudyaningrum , Wiratmoko Yuwono, Akhmad Alimudin
Abstrak
Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK PN) adalah sebuah sistem informasi yang bersifat terintegrasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru politeknik negeri dengan jalur prestasi di Indonesia. Terdapat empat aktor dalam sistem informasi ini yaitu siswa, administrator sekolah, administrator politeknik dan administrator pusat. Pada sistem informasi yang dipakai selama ini, data yang ada masih belum terintegrasi dengan baik, sehingga proses validasi yang dilakukan politeknik mengalami kendala. Selain itu, sistem yang dibangun masih bersifat native. Padahal setiap tahunnya, sistem ini mendapat evaluasi dan selalu ada rekomendasi perbaikan. Pada proyek akhir ini dibangun Sistem Informasi PMDK PN yang mengintegrasikan kebutuhan seluruh aktor. Setelah diuji coba, maka sistem yang baru ini dapat lebih mudah dikembangkan dan memudahkan pengguna dalam menggunakannya.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer