SISTEM INFORMASI USER-FRIENDLY MENGGUNAKAN METODE WATERFALL UNTUK PENGAJUAN KEGIATAN MAHASISWA DI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
Author : Fauziah Indah Masruroh  , Akuwan Saleh, Prima Kristalina

Abstrak

Dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi. Berbagai cara dapat dilakukan dalam mengakses informasi melalui berbagai media teknologi yang ada saat ini, salah satunya melalui situs web. Pada proyek akhir ini akan membahas permasalahan mengenai pengajuan proposal kegiatan mahasiswa di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Pada implementasi sistem terdapat 6 tahapan yaitu pengambilan data yang dilakukan oleh user yakni mahasiswa yang akan melakukan pengajuan kegiatan, verifikator yang akan melakukan proses validasi dan publik sebagai pengunjung web yang menerima informasi kegiatan mahasiswa melalui poster dan deskripsi kegiatan. Tahap kedua adalah tahap prepocessing yang terdiri dari tokensiasi, filtering, dan stemming. Selanjutnya melakukan uji data dengan 30 kata kunci yang terdapat pada database. Tahap terakhir adalah proses perhitungan dengan metode TF-IDF untuk didapatkan hasil akhir dari setiap dokumen yang masuk. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah pengamatan bobot nilai terhadap kata kunci berdasarkan 3 kategori yang telah ditentukan antara lain kemahasiswaan, pengabdian masyarakat, dan kompetisi. Bobot nilai yang didapatkan akan digunakan oleh sistem untuk membedakan jenis proposal (dokumen) untuk divalidasi oleh verifikator. Keuntungan metode TF-IDF pada sistem ini adalah mempermudah verifikator untuk melakukan pengecekan dokumen yang masuk dengan dapat langsung diklasifikasikan menjadi 3 kategori. Tingkat akurasi klasifikasi proposal menggunakan metode TF-IDF adalah sebesar 79,16%.


RANCANG BANGUN TONGKAT TUNANETRA SEBAGAI PENDETEKSI HALANGAN MENGGUNAKAN SRF-04 DAN CMPS-10 SEBAGAI PENENTU ARAH MATA ANGIN

Author : Ardistya Wirawan  , Kemalasari, Ali Husein Alasiry

Abstrak

Sudah banyak sistem penentuan adanya suatu halangan tidak dengan menggunakan suatu sensor infra red maupun ultrasonik dalam penanganan kasus untuk para tunanetra, terutama untuk membuat tongkatnya. Akan tetapi teknologi yang ada sampai saat ini hanyalah sebatas mengeluarkan output berupa suara saja, dalam artian para tunanetra hanya diberi informasi berupa suara jika didepan mereka ada suatu halangan. Kekhawatiran utama pada alat tersebut adalah jika para tunanetra tidak dapat mendengar output dari tongkat tersebut secara jelas dalam keramaian atau mungkin saat mereka ada di jalan raya sehingga akan membuat tingkat tidak berguna alat tersebut semakin tinggi karena fungsinya yang hanya segelintir. Sehingga diperlukan suatu tongkat portabel yang dapat memberi suatu output berupa getaran yang memungkinkan para pengguna tunanetra mudah dalam menggunakannya sehingga hal ini akan meminimalisir sesuatu yang bersifat miss dari mereka. Para pengguna tunanetra juga dapat mengetahui arah mata angin dari jalan mereka dengan menggunakan tongkat ini karena tongkat ini dilengkapi pula dengan sebuah sensor navigasi CMPS-10 yang memudahkan para pengguna tunanetra berjalan tanpa kebingungan sehingga tingkat kewaspadaan mereka akan semakin berkurang dan menimbulkan rasa nyaman dan aman dalam melakukan aktifitas. Berdasarkan hasil yang telah diujikan, sistem yang dibuat mampu mengatasi pendeteksian adanya suatu halangan dengan benda paling rendah 5Cm dari bawah tanah dan juga tongkat ini mampu memberikan arah navigasi mata angin utara , selatan , timur, dan barat.


PENILAIAN KERENTANAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI SURABAYA DENGAN FUZZY-AHP

Author : Reyhana Aqilah Jilan  , Arna Fariza, Ira Prasetyaningrum

Abstrak

Surabaya merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang mengalami bencana hidrometeorologi, terbukti dengan terjadinya banjir, angin puting beliung, kekeringan setiap tahunnya. Terjadinya bencana ini di Surabaya sendiri berdampak pada terhambatnya aktivitas warga dan dapat menimbulkan kerugian material serta aspek lainnya seperti kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Studi penilaian risiko bencana hidrometeorologi sangat penting untuk mengidentifikasi zona kritis atau berisiko tinggi. Berguna sebagai sistem kesiapsiagaan bencana dan pendukung keputusan bagi pemerintah dan masyarakat. Studi ini mengusulkan pemetaan bahaya hidrometeorologi di Surabaya berdasarkan multikriteria dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) – Natural Breaks. Multikriteria yang digunakan terdiri dari kerawanan banjir, kerawanan angin, kerawanan kekeringan, jumlah bangunan, kepadatan penduduk, dan sarana kesehatan. Bobot FAHP akan diklasifikasikan menggunakan algoritma natural break, sehingga menghasilkan indeks kerawanan banjir rendah, sedang, dan tinggi di 31 kecamatan. Sistem ini dibangun pada perangkat mobile untuk menampilkan peta kerentanan secara spasial.


SISTEM MONITORING CURAH HUJAN DAN LEVEL KETINGGIAN AIR BERBASIS WEB DAN SMS GATEWAY

Author : Panggih Yasa Supraja  , Rika Rokhana, Eru Puspita

Abstrak

Penelitian mengenai pembuatan sistem monitoring curah hujan sudah cukup banyak dilakukan. Cara umum yang dilakukan adalah dengan menggunakan sensor force atau sensor loadcell untuk mengukur curah hujan yang masuk. Namun demikian penelitian yang ada masih mempunyai kekurangan diantaranya adalah tingkat keakuratan sensor dalam mengukur curah hujan yang masuk, mengingat kedua sensor tersebut merupakan jenis sensor yang fungsi utamanya mengukur berat, bukan volume. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan dari penelitian-penelitian yang ada dengan cara menggunakan sensor eTape yang merupakan sensor level air yang memiliki keakuratan lebih tinggi dari sensor yang pernah dipakai sebelumnya. Dalam sistem monitoring ini juga digunakan website sebagai media perekaman data secara realtime sehingga user dapat melihat kondisi update data dari manapun.


STUDI EKSPERIMEN PENGARUH JARAK OPTIMUM ANTAR TURBIN AIR D/S TERHADAP PERFORMA HELICAL DARRIEUS FARMING DISUSUN SECARA STAGGERED

Author : Wahyu Prayogo  , Lohdy Diana, Arrad Ghani Safitra

Abstrak

Keterbatasan sumber energi memicu berbagai negara di dunia melakukan pemanfaatan EBT. Salah satunya adalah energi air yang dapat dimanfaatkan menggantikan pembangkit berbahan bakar fosil. Potensi Indonesia dalam energi hidro sangat besar, dengan penerapan pada bendungan ataupun irigasi. Konsep turbin angin darrieus telah diadaptasi digunakan dalam air. Turbin Helical Darrieus dipilih karena menghasilkan daya, performa yang tinggi dan baik dalam self-starting. Selain itu, jenis ini merupakan VAT yang dapat menerima fluida dari berbagai arah, dan tidak dibutukan mekanisme yaw. Namun, semakin banyak susunan turbin akan berpengaruh kinerja turbin tidak maksimal dikarenakan tingginya aliran turbulen, sehingga jarak turbin perlu diidentifikasi untuk memaksimalkan kinerja performa turbin. Maka dilakukan penelitian secara eksperimen pada pengujian water flume dengan variasi D/S 0.2, 0.16, dan 0.142 dengan parameter yang di ukur antara lain koefisien daya dan tip speed ratio. Didapatkan bahwa pada jarak D/S 0,16 performa omega turbin pertama mencapai 54,794 dengan menghasilkan Cp sebesar 0,139 dan pada turbin kedua omega memiliki nilai 34,738 dengan Cp 0,82. TSR tertinggi pada pengujian dengan jarak D/S 0,16 turbin pertama mencapai 4,474 Nm.