Author : Andre Okta Eko Mahmudi , Ainur Rofiq, Syechu Dwitya Nugraha
Abstrak
Proses pembuatan kecambah dimulai dengan membersihkan bahan dasarnya yaitu kacang hijau, proses ini sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan pembuatan kecambah, dikarenakan pembersihan ini bertujuan untuk meminimalisir penghambat perkecambahan yaitu adanya inhibitor (senyawa non protein penghambat ) di permukaan benih dan adanya larutan dengan nilai osmotik yang tinggi contohnya pestisida serta bahan yang menghambat laju perkecambahan. Pada awalnya cara membersihan dilakukan secara manual yaitu dengan diinjak seperti orang lari kecil ditempat. Kemudian terjadi perkembangan yaitu munculnya alat pembersih kacang hijau dengan penggerak motor induksi 1 fasa (motor capasitor) tanpa pengatur kecepatan motor induksi 1 fasa, sehinggga pembersihan kacang Hijau masih kurang optimal dalam efisiensi waktu dikarenakan kecepatan akan menurun akibat pengaruh berat kacang hijau dan terkadang ada kacang hijau yang terkelupas sehingga tidak dapat diolah menjadi kecambah. Hal ini mengakibatkan kerugian bagi pengusaha kecambah. Karena itu diperlukan penyempurnaan alat sehingga mampu mengatur kecepatan motor induksi 1 fasa yaitu menggunakan inverter spwm 1 fasa v/f konstan sehingga dapat mempercepat waktu proses pembersihan dan menjaga kecepatan secara konstan sepanjang daerah pengaturan kecepatan. Dalam tugas akhir ini dilakukan pengujian terhadap inverter spwm 1 fasa v/f konstan dengan tegangan input 311 V, frekuensi 47 Hz yang menghasilkan tegangan output 195 V dengan arus 2,3 A saat plan dibebani kacang hijau seberat 5 kg. Pengaturan kecepatan menggunakan kontrol logika fuzzy dapat menjaga konstan putaran motor induksi 1 fasa sebesar 1411 rpm dengan kecepatan pada poros pembersih pada pully sebesar 100 rpm hal ini dapat menyingkat waktu proses pembersihan sebesar 15 menit.
RANCANG BANGUN PROTEKSI SERIES DC ARC FAULT PADA SISTEM PHOTOVOLTAIC BERBASIS FAST FOURIER TRANSFORM
Author : M. Iqbal Fitrianto , Endro Wahjono, Dimas Okky A.
Abstrak
Energi baru terbarukan (EBT) semakin gencar dikembangkan oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, salah satunya melalui penggunaan photovoltaic (PV). Dengan memasang photovoltaic (PV) sebagai sumber energi listrik, maka perlu diperhatikan resiko bahaya yang timbul, salah satunya yaitu series DC arc fault atau gangguan busur api. Series DC arc fault tidak dapat dideteksi oleh peralatan pengaman konvensional seperti Circuit Breaker (CB), maka perlu adanya peralatan khusus yang dipasang pada sistem photovoltaic (PV), yang dapat mendeteksi adanya series DC arc fault dan mengamankan sistem photovoltaic (PV) dengan cara memutuskan aliran arus dari photovoltaic (PV) ke beban saat terjadi series DC arc fault. Oleh karena itu, dirancang sebuah peralatan identifikasi dan proteksi series DC arc fault, dengan memanfaatkan mikrokontroler dan menggunakan metode Fast Fourier Transform untuk mendeteksi adanya komponen frekuensi tinggi pada arus DC saat tejadi series DC arc fault, dimana penjumlahan nilai dari komponen frekuensi tinggi tersebut dapat digunakan sebagai algoritma penentu terjadinya series DC arc fault. Peralatan identifikasi dan proteksi series DC arc fault ini dibangun pada sistem photovoltaic (PV) menggunakan 6 buah photovoltaic (PV) 100 Wp yang dirangkai seri, dengan Vmp = 18 V dan Imp = 5,56 A, dan dihubungkan ke beban resistif. Data hasil pengujian menunjukkan saat terjadi series DC arc fault, arus pada sistem mengalami penurunan dengan presentase penurunan rata-rata sebesar 19,95%, dan hasil penjumlahan nilai spektrum pada range frekuensi 0 sampai 12,5 kHz diatas 600. Dalam mengamankan sistem, Solid State Relay yang digunakan dapat bekerja dengan baik, dengan waktu pemutusan setiap pengujian dibawah nilai waktu pemutusan maksimum yang diijinkan standar UL 1699B, dan memiliki waktu pemutusan rata-rata sebesar 0,67 detik.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MEDICAL SYSTEM KLINIK PENS
Author : Arif Setyo , M. Udin Harun Al Rasyid, Iwan Syarif
Abstrak
Sistem informasi medis adalah sistem informasi yang memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai latar belakang termasuk teknologi, kesehatan, dan pembangunan internasional. Untuk mendukung pelayanan kesehatan di beberapa lingkungan dengan teknologi kesehatan. Penelitian ini menjelaskan bagaimana sistem informasi medis dapat memonitor dan memanajemen laporan medis dengan sangat efisien. Kami mengembangkan aplikasi sistem informasi medis berbasis web, yang dapat memonitor aktivitas medis di klinik PENS, serta menyimpan data ke dalam database dan menampilkannya dalam laporan yang dapat diakses secara realtime. Kami menganalisis sistem informasi medis, kelebihan dari sistem yang kami kembangkan adalah dapat memanajemen dan memonitor data pasien, data dokter, data jadwa pemeriksaan, data obat, dan laporan medis dengan sangat efisien dan mempermudah pasien dan dokter untuk melakukan aktivitas pemeriksaan maupun konsultasi.
ANALISA PERBANDINGAN QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN WI-FI DAN 3G DI AREA TERBUKA
Author : Lukmana Agung Setiawan , Hani'ah Mahmudah, Ari Wijayanti
Abstrak
Jaringan nirkabel saat ini sudah ada di berbagai tempat tidak hanya pada tempat indoor, ditempat outdoor sudah terdapat komunikasi nirkabel. Masyarakat menggunakan komunikasi nirkabel untuk melakukan kegiatan melalui web-browser seperti browsing, blogging, social network, upload download data, video call atau bahkan video streaming melalui perangkat smartphone atau laptop dengan kondisi bergerak maupun diam. Jaringan nirkabel yang digunakan oleh masyarakat saat di tempat terbuka adalah jaringan Wi-Fi dan 3G. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran dan analisa Quality of Service (QoS) pada sisi pengguna yang dipengaruhi oleh waktu (pagi dan malam), kecepatan mobilitas user (berjalan dan berkendara) dan ukuran data pada jaringan Wi-Fi dan 3G di area terbuka. Performansi jaringan Wi-Fi pada taman Sulawesi dalam kondisi bergerak throughput upload mencapai 0,55 MBits/sec, throughput download mencapai 1,2 MBits/sec, paket loss mencapai 1-8 %, delay mencapai 10-70 ms, pathloss mencapai 66-80 dBm dan frekuensi doppler mencapai 8-8,5 Hz kondisi berjalan dan 43-47 Hz kondisi berkendara. Pada jaringan 3G throughput upload mencapai 0,33 MBits/sec, throughput download mencapai 1,38 MBits/sec, paket loss kurang dari 1%, delay mencapai 10-40 ms, pathloss mencapai 115-120 dB dan frekuensi doppler mencapai 6-7 Hz kondisi berjalan dan 33-40 Hz kondisi berkendara. Performansi jaringan Wi-Fi pada taman Lansia dalam kondisi bergerak throughput upload mencapai 0,35 MBits/sec, throughput download mencapai 3,6 MBits/sec, paket loss mencapai 1-5 %, delay mencapai 10-60 ms, pathloss mencapai 70-78 dBm dan frekuensi doppler mencapai 7-8 Hz kondisi berjalan dan 42-46 Hz kondisi berkendara. Pada jaringan 3G throughput upload mencapai 0,1 MBits/sec, throughput download mencapai 0,4 MBits/sec, paket loss kurang dari 2%, delay kurang dari 60-100 ms, pathloss mencapai 107-115 dB dan frekuensi doppler mencapai 6-7 Hz kondisi berjalan dan 33-36 Hz kondisi berkendara.
DESAIN SISTEM PENAMBAT (MOORING LINE) UNTUK PLATFORM INTEGRASI TURBIN ANGIN LEPAS PANTAI DAN TURBINĀ ARUSĀ LAUT
Author : Apriliyona Patrisia , Nu Rhahida Arini, Sony Junianto
Abstrak
Pencarian sumber energi alternatif terus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Energi laut, khususnya energi angin laut dan arus laut, merupakan salah satu potensi besar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan energi ini dapat diwujudkan melalui instalasi turbin angin lepas pantai yang terintegrasi dengan turbin arus laut pada suatu platform terapung. Agar sistem terapung tersebut dapat beroperasi dengan stabil di laut lepas, diperlukan sistem penambat (mooring line) yang mampu menjaga posisi struktur terhadap gangguan lingkungan seperti gelombang, arus, dan angin. Penelitian ini menganalisis desain sistem mooring yang efisien untuk platform terapung tipe semi-submersible yang mengintegrasikan turbin angin dan turbin arus laut, dengan pendekatan numerik menggunakan model single mooring tipe catenary. Diperoleh tegangan maksimum sebesar 82 ton dengan MBL 405,2 ton dan safety factor 4,94, melebihi standar API RP 2SK. Sistem menggunakan rantai studless grade U3 dan jangkar tipe sinker, sesuai untuk dasar laut lunak pada kedalaman 40 sampai 60 meter. Simulasi tiga periode gelombang 1,2 s, 2,5 s dan 6 s menunjukkan pengaruh signifikan terhadap respons tegangan tali tambat.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer