EVALUASI KINERJA TASK SCHEDULING PADA CLOUD BASED INTELLIGENT SYSTEM (CBIS) UNTUK SMART CAMPUS
Author : Endryco Farel Rianrachmatullah  , Prima Kristalina, Norma Ningsih

Abstrak

Gencarnya pemanfaatan teknologi di era global digital saat ini mendorong penerapan sistem informasi di pendidikan tinggi yang mengintegrasikan pengajaran, penelitian, manajemen, bahkan kehidupan kampus. Konsep Smart campus memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), analitik data, dan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memfasilitasi kolaborasi, dan meningkatkan kualitas hidup di kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cloud Based Intelligent System (CBIS) untuk mengoptimalkan operasi kampus secara keseluruhan. Dengan teknologi Cloud Computing, kampus dapat meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional melalui infrastruktur yang fleksibel dan adaptif. Penggunaan IoT juga menjadi kunci dalam mengumpulkan data dan memantau aspek kehidupan kampus, mulai dari keamanan hingga manajemen fasilitas. Metode penelitian dalam proyek akhir ini adalah evaluasi kinerja task scheduling pada CBIS Smart campus, melibatkan pengujian dan analisis kinerja sistem dengan memantau server node dan load balance Round Robin. Penggunaan algoritma Round Robin dalam load balancing terbukti meningkatkan distribusi beban secara adil dengan pembagian sekitar 33,3% permintaan ke masing-masing dari tiga server, sehingga menghasilkan peningkatan kinerja sistem hingga 4 hingga 5 kali lipat dalam hal pengurangan latency dan peningkatan throughput jika dibandingkan dengan sistem tanpa load balancer. Dengan kata lain, penggunaan Round Robin secara signifikan meningkatkan efisiensi dan stabilitas operasi server dalam pengelolaan beban kerja Smart campus.


ALAT PENGADUK DAN PEMANAS MINUMAN BERBASIS MIKROKONTROLER

Author : Widya Candra Pranomo  , Moch.Machmud Rifadil, Ony Asrarul Qudsi

Abstrak

Dalam era modern seperti saat ini, segala sesuatu dituntut serba instan dan efisien untuk membuat minuman hangat rasa. Proses pengadukan dan pemanasan menentukan kualitas dari minuman. Proses pengadukan dan pemanasan minuman dengan cara konvensional memerlukan waktu yang lama. Untuk itu dalam proyek akhir ini dilakukan proses pengadukan yang diatur oleh rangkaian driver motor dc dan pemanasan minuman menggunakan heater yang diatur oleh rangkaian TCA secara otomatis. Sistem ini terdiri dari sensor ultrasonik yang mendeteksi ketinggian gelas.Water Level Control untuk mendeteksi ketinggian air pada gelas yang digunakan untuk mengatur kecepatan putar motor dc. Rangkaian driver relay digunakan untuk mengatur buka tutup dari valve. Rangkaian putar balik motor untuk mengatur naik turun dari motor 1.Rangkaian driver motor dc digunakan untuk mengatur duty cycle dari motor pengaduk dengan tegangan 24 V konstan sesuai spesifikasi tegangan nominal motor. Sedangkan untuk proses pemanasan diatur oleh rangkaian TCA yang diatur sudut penyulutan Hasil pengujian sistem sebanyak 30 kali dalam 250 ml air membutuhkan waktu 14 detik untuk membuka valve 1.Sedangkan dalam 10 ml rasa membutuhkan waktu sebanyak 3 detik untuk membuka valve 2 dan valve 3. Proses pemanasan berlangsung selama 10 menit dengan suhu berkisar 80C – 90C. Untuk naik turun motor berlangsung selama 77 detik.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI ANALISIS DETEKSI VOLTAGE FLICKER

Author : Ellyda Ainun Fitri  , Yahya Chusna Arief, Dimas Okky A.

Abstrak

Kualitas daya listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik. Penggunaan beban yang tidak seimbang dapat mengakibatkan gangguan kualitas daya seperti Voltage Dip, Voltage Sag, Swell, Voltage Flicker, dan lain-lain. Voltage flicker adalah fenomena distorsi pada amplitudo gelombang tegangan secara berulang. Dari pemikiran tersebut maka dibuatlah alat untuk membangkitkan gangguan voltage flicker berbasis mikrokontroller ARM STM32F407. Yaitu membuat sumber voltage flicker dari generator sinkron 3 fasa . Sumber satu fasa diturunkan dengan transformator step down 79 Vac, lalu disearahkan dengan fullwave rectifier uncontrolled menjadi 111,7 Vdc. Output tegangan fullwave rectifier uncontrolled diturunkan dengan buck converter senilai 25Vdc sampai 44Vdc. Duty cycle dari buck converter di ubah-ubah secara fluktuatif dari 10% sampai 90% secara acak. Tegangan output dari buck converter akan masuk ke kumparan eksitasi yang kemudian generator sinkron 3 fasa menghasilkan tegangan flicker . Pada proyek akhir ini menggunakan 2 mode pada tampilan LCD nya yaitu mode normal untuk tampilan mode tidak terjadi flicker dan mode saat tegangan flicker. Saat mode normal nilai tegangan output generator konstan yaitu senilai 220 Volt. Sedangkan saat mode flicker, tampilan LCD dengan mode flicker 1 didapat nilai Vmaks=311 Volt dan Vmin=203 Volt, mode flicker 2 didapat nilai Vmaks=355 Volt dan Vmin=177 Volt, dan mode flicker 3 didapat nilai Vmaks=356 Volt dan Vmin=197 Volt. 3. Nilai %flicker mode 1 yaitu 21%, %flicker mode 2 yaitu 22%, dan %flicker mode 3 yaitu 18%.


RANCANG BANGUN TRANSFER DAYA NIRKABEL BERBASIS INDUKSI ELEKROMAGNET

Author : Aslakhul Ibad  , Rusminto Tjatur Widodo, Niam Tamami

Abstrak

Kemajuan teknologi Transfer daya nirkabel dewasa ini semakin pesat. Berbagai penelitian dilakukan untuk menyempurnakan teknologi ini dalam hubungan jarak dan efisiensi yang kini masih rendah. Penelitian terhadap transfer energi listrik wireless sangat penting dilakukan dikarenakan transfer energi listrik menggunakan wireless memiliki banyak kelebihan dibandingkan transfer energi menggunakan kabel. Sistem secara keseluruhan terdiri dari transmiter dan receiver. Transmiter berfungsi mentransmisikan daya ke receiver dan receiver berfungsi untuk menerima daya dari transmitter. Rangkaian transmitter terdiri dari rangkaian osilasi dan rangkaian receiver merupakan penggabungan antara rectifier, filter, dan Voltage regulator. Serta pada sistem ini akan dibuat dua buah kumparan tembaga yang akan digunakan untuk menghasilkan induktansi bersama atau sebagai media transmisi daya. Prinsip yang digunakan pada system ini adalah induksi elektomagnet dan resonansi bersama untuk melakukan transfer energi listrik secara wireless. Dimana, tegangan dengan frekuensi tinggi dipancarkan oleh transmitter lalu dengan prinsip resonansi, tegangan yang dipancarkan dapat diterima oleh receiver dalam bentuk tegangan berfrekuensi sama dengan transmitter. Sejauh ini sistem dapat mengirimkan daya sebesar 3,30 Watt pada jarak 10 cm.


RANCANG BANGUN SISTEM CHARGING BATTERY MENGGUNAKAN SUMBER SOLAR CELL UNTUK TRAFFIC LIGHTS

Author : Mikhael Jones Sitohang  , Lucky Pradigta Setiya Raharja, Putu Agus Mahadi Putra

Abstrak

Energi listrik merupakan energi yang sangat banyak digunakan dalam kehidupan manusia yang mana semakin banyaknya energi listrik yang dibutuhkan oleh manusia baik dalam skala kecil, menengah maupun skala besar. Pembangkit listrik yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga sudah tidak efisien lagi, hal tersebut dikarenakan oleh persediaan bahan bakar yang kian menipis serta harganya yang cenderung meningkat secara bertahap, sehingga dibutuhkan alternative lain sebagai tenaga pembangkit listrik. Pada penelitian ini dibuat sistem renewable energy menggunakan Solar Cell yang digunakan untuk menCharging baterai 12 V 24 ah dengan beberapa komponen pendukung yang di antaranya berupa Buck converter, sensor arus menggunakan ACS 712, sensor tegangan dan juga relay. Tegangan yang keluar dari solar cell akibat cahaya matahari akan diturunkan oleh rangkaian DC-DC Buck converter. Buck converter berfungsi untuk menurunkan tegangan yang berasal dari 2 solar cell yang terpasang seri agar tegangannya dapat sesuai dengan tegangan nominal Charging baterai dengan cara menggunakan kontrol PI yang berfungsi untuk mengatur tegangan yang masuk ke baterai. Output dari solar cell berupa arus listrik yang menuju ke baterai juga akan melewati sensor arus ACS712 dans ensor tegangan yang kemudian akan dikonversi menjadi tegangan 0-5V,output dari sensor arus akan diprogram menggunakan microcontroller untuk memberi perintah kepada sebuah Relay yang berguna sebagai switch pada proses kerja sistem. Sensor arus dan tegangan juga diprogram menggunakan bahasa C. Pengujian alat ini dilakukan dengan memberikan cahaya matahari yang menyebabkan Solar Cell menghasilkan energi listrik dan kemudian diamati nilai tegangan dan arus yang mengalir pada sistem serta sistem pengaman untuk menampilkan nilai yang terukur pada sistem melalui LCD I2C