Author : Vaza Fauzan Adhima , Okkie Puspitorini, Nur Adi Siswandari
Abstrak
VSAT atau very small Aperture terminal adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter.VSAT merupakan salah satu solusi untuk menjangkau konektivitas internet di wilayah-wilayah terpencil atau disebut blankspot. Salah satu permasalahan yang ada di teknologi VSAT adalah pengaruh cuaca hujan yang dapat menyebabkan noise. Penelitian ini bertujuan menganalisis seberapa besar pengaruh hujan terhadap sinyal quality factor VSAT IP. Adapun parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu signal quality factor (SQF), data curah hujan, redaman hujan Uplink dan redaman hujan downlink. Data tersebut akan diolah menggunakan metode clustering K-means dan Prediksi menggunakan Regresi Linear serta regresi Polynomial. Dalam peng-clusteran data antena mangoesky didapatkan jumlah cluster dengan pengujian metode Elbow dan Silhoutte Coefficient dengan cluster yang paling optimal adalah 3 dengan nilai silhouette sebesar 0.7938 untuk data uplink dan untuk data downlink sebesar 0.7994. Cluster 1 terdapat di range sqf 50 sampai 75, cluster 2 dengan range 2 sampai 8. Cluster 3 range sqf 77 sampai92. Dengan menggunakan model perhitungan redaman hujan ITU-R P.618-5 didapatkan hasil nilai redaman hujan uplink dan downlink tertinggi sebesar 32,4 dB dan 22 dB. Selanjutnya dilakukan pemrosesan data menggunakan Regresi Linear dan Regresi Polynomial untuk mendapatkan hasil prediksi SQF terhadap redaman hujan Uplink dan Downlink. Hasil dari prediksi menggunakan regresi linear didapatkan nilai R-square sebesar 0.9315 untuk uplink dan 0.9272 untuk redaman downlink. Dan juga didapatkan nilai MSE sebesar 45,85 untuk data uplink dan 48,78 untuk data downlink. Sedangkan untuk prediksi menggunakan regresi polynomial didapatkan hasil R-square sebesar 0.9738 untuk data redaman uplink dan 0.9737 untuk data redaman downlink. Dan nilai MSE dari prediksi Regresi Polynomial adalah 17,47 untuk redaman Uplink dan 17,55 untuk redaman Downlink.
PEMODELAN PENYEBARAN BANJIR DAERAH URBAN DENGAN CELLULAR AUTOMATA (STUDI KASUS : KOTA SURABAYA)
Author : Arbhi Setya Budi , Arna Fariza, Achmad Basuki
Abstrak
Banjir merupakan permasalahan yang ada di kota-kota besar yang menimbulkan masalah. Maka dari itu perlu dibuat sebuah sistem yang dapat memprediksi dan memodelkan penyebaran banjir di daerah urban. Hal tersebut dibutuhkan untuk memberikan informasi daerah banjir sebagai peringatan dini atau pedoman untuk penanggulangan serta penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir. Ruang lingkup dari analisa yang dilakukan adalah Surabaya. Sistem ini menggunakan metode Cellular Automata yang digunakan untuk membuat permodelan penyebaran banjir. Data-data yang meliputi ketinggian tanah, curah hujan, data jaringan drainase diolah sehingga didapatkan volume air berlebih. Volume air berlebih ini menjadi inputan algoritma Celullar Automata untuk mencari penyebaran air dengan sel ketetanggan. Hasil outputnya berupa peta perkiraan penyebaran banjir. Hasil penyebaran banjir ini dimodelkan 2 dimensi di google maps.
STUDI NUMERIK PENGARUH JUMLAH BAFFLE TERHADAP FENOMENA TERMAL DAN ALIRAN UDARA SOLAR UPDRAFT TOWER
Author : Paradya Nabilah Ismah , Teguh Hady Ariwibowo, Arrad Ghani Safitra
Abstrak
Pembangkit Solar Updraft Tower merupakan suatu pembangkit listrik energi terbarukan yang memanfaatkan energi matahari untuk memanaskan aliran udara. Pada Solar updraft tower konvensional memiliki masalah yaitu performa yang rendah. Performa Solar updraft tower salah satunya dipengaruhi oleh besar koefisien perpindahan panas. Untuk meningkatkan koefisien perpindahan dapat dilakukan dengan penambahan baffle. Pada penelitian dilakukan variasi jumlah baffle yaitu satu, dua, dan tiga buah dengan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Setting yang digunakan yaitu analisa 2D axisymmetric dengan turbulence model Standard k-epsilon untuk mendapatkan profil distribusi temperartur, kecepatan, streamline, kinetic power, dan turbulunet kinetic energy (TKE) pada Solar updraft tower. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa Solar updraft tower dengan dua baffle mampu meningkatkan performa paling baik. Solar updraft tower dengan dua baffle memiliki kecepatan rata-rata tertinggi sepanjang kolektor yaitu 5,698 m/s dan peningkatan TKE yang tidak terlalu tinggi. Variasi dua baffle mampu meningkatkan performa Solar updraft tower sebesar 760.598%. Solar updraft tower dengan tiga baffle memiliki profil temperatur yang paling tinggi dan jumlah circulating flow paling banyak. Variasi tiga baffle juga memiliki peningkatan TKE tertinggi. Peningkatan jumlah baffle kurang memengaruhi pressure drop.
MONITORING LEVEL KETINGGIAN DAN DEBIT AIR SUNGAI UNTUK MENDUKUNG SISTEM SMART IRRIGATION
Author : Vinda Renzyana Putri , M. Zen Samsono Hadi, Mike Yuliana
Abstrak
Peningkatan produksi pertanian menjadi prioritas utama dalam pembangunan pertanian. Terdapat banyak faktor penghambat yang harus diperhatikan dalam proses bertani. Selain kenaikan suhu dan pH, saluran irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Irigasi didefinisikan sebagai penggunaan air pada tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Seringnya sungai meluap pada saat musim hujan dan mengakibatkan banjir sehingga banyak menimbulkan kerugian terutama bagi petani. Kerugian tersebut diantaranya adalah kerusakan tanaman akibat kelebihan air dan mengakibatkan gagal panen. Banyak petani belum memiliki indikator yang akurat untuk mengetahui level ketinggian dan debit aliran air ketika terjadi hujan. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat sebuah alat untuk memprediksi kondisi lahan pertanian dengan mengambil data curah hujan, level ketinggian air dan debit aliran air. Data kemudian dikirimkan ke database untuk ditampilkan diweb server, sehingga petani dapat memonitor kondisi lahan pertanian dan saluran irigasi. Jika salah satu hasil data sensor memenuhi klasifikasi maka akan memenuhi parameter peringatan. Berdasarkan hasil pengujian proses kalibrasi sensor curah hujan mencapai parameter tinggi dinilai 316.4 mm untuk 6000 ml air, sensor ultrasonik dengan nilai error 0.58% dan pengujian selama 20 menit dengan nilai rata-rata sensor flow meter 7,7 L/menit. Diharapkan hasil parameter yang diperoleh dapat digunakan sebagai salah satu tindakan preventif bagi petani apabila terjadi kondisi yang dapat mengakibatkan kerusakan tanaman karena meluapnya saluran irigasi. Dengan begitu, kondisi lahan dapat terjaga sehingga meminimalisir adanya kerusakan tanaman dan berujung gagal panen.
SISTEM TERDISTRIBUSI ONLINE COMPUTER BASED TEST PADA E-TEFL PENS
Author : Muhajirin Ida Ilyas , Wiratmoko Yuwono, Idris Winarno, Aliv Faizal Muhammad
Abstrak
Penggunaan komputer sebagai media tes banyak digunakan saat ini. Didorong oleh adanya pandemi yang melanda, dengan diadakannya ujian jarak jauh, menyebabkan penggunaan komputer sebagai media tes lebih banyak lagi. Dengan kebutuhan ini diperlukan adanya aplikasi yang mudah digunakan, aman dan dapat berjalan di semua perangkat untuk mengatasi keterbatasan perangkat dan konektivitas. Dan hal yang terpenting bagi aplikasi ujian adalah data soal, oleh karena itu adanya suatu fitur untuk membagikan paket soal kepada institusi pendidikan lain adalah sesuatu yang istimewa. Namun, pembagian soal ini juga harus memperhatikan keamanan haki, dibutuhkan adanya enkripsi pada soal yang dibagikan untuk menangani hal tersebut.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer