PENGATURAN KECEPATAN MOTOR BLDC (BRUSHLESS DIRECT CURRENT) MENGGUNAKAN DETEKSI TEGANGAN BACK EMF ZERO CROSSING DENGAN METODE SIX STEP COMMUTATION
Author : Muhammad Rizani Rusli  , Arman Jaya, Endro Wahjono

Abstrak

Motor BLDC (Brushless Direct Current) banyak digunakan dalam kendaraan listrik karena keunggulannya yang memiliki struktur yang simpel, tingkat perawatan yang rendah, dapat diandalkan, torsi dan efisiensi yang tinggi. Pada umumnya, motor BLDC menggunakan sensor posisi (hall effect sensor) untuk menentukan komutasi pada inverter. Permasalahan yang sering terjadi pada penggunaan sensor posisi terletak pada seringnya terjadi kesalahan pada saat konfigurasi dengan controller, kesulitan pemasangan apabila terjadi kerusakan, sensitifnya sensor tersebut terhadap temperatur. dan, harga sensor yang mahal, Maka dari itu, penggunaan metode sensorless (menggunakan back EMF zero crossing) merupakan solusi alternatif untuk menentukan komutasi pada motor BLDC. Pada proyek akhir ini menggunakan metode sensorless untuk menentukan komutasi inverter, sebelumnya divalidasi dengan menggunakan simulasi dan diimplementasikan pada motor BLDC. kemudian dilakukan pengamatan respon kecepatan dan daya antara metode sensored (menggunakan sensor posisi) dan sensorless. Saat dioperasikan pada tegangan nominal atau tegangan input inverter yang sama, menunjukkan bahwa respon kecepatan pada penggunakan metode sensorless lebih tinggi dibandingkan dengan penggunakan metode sensored, yaitu selisih 31 rpm.


SISTEM KERJA DAN TROUBLESHOOTING ELT (EMERGENCY LOCATOR TRANSMITTER) PADA AIRBUS A330

Author : Ahtar Ribhi  , Madyono

Abstrak

Ketika pesawat terjatuh tentu dibutuhkan informasi tentang lokasi keberadaannya agar dapat segera dapat dievakuasi ataupun kemungkinan untuk penumpang yang masih hidup dapat segera mendapat pertolongan oleh tim SAR. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang dapat memberikan informasi tentang lokasi pesawat yang terjatuh dan muncullah gagasan untuk membuat alat yang memiliki fungsi tersebut terciptalah ELT (Emergency Locator Transmitter) sebagai alat pemancar sinyal emergency yang akan otomatis aktif ketika terkena guncangan dengan 2.3G.


RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING MESIN PENJUAL OTOMATIS ALAT KESEHATAN TERINTEGRASI DENGAN WEBSERVER

Author : Mohamad Walid Asyhari  , Riyanto Sigit, Sritrusta Sukaridhoto

Abstrak

Mesin penjual otomatis merupakan salah satu dari kemajuan teknologi yang berkembang pesat di era modern ini. Sekarang ini terdapat beberapa mesin penjual otomatis di Indonesia, namun tidak ada satu pun mesin penjual otomatis yang menjual alat kesehatan dan dalam pengecekan stok serta transaksi masih menggunakan metode manual yaitu dengan cara mengecek langsung ke tempat mesin penjual otomatis. Alat kesehatan merupakan salah satu produk yang banyak dikehendaki oleh konsumen tetapi apotek yang menjual alat kesehatan juga terbatas serta sedikitnya apotek yang beroperasi selama 24 jam. Oleh karena itu dibuatlah mesin penjual otomatis alat kesehatan terintegrasi dengan webserver yang dapat bekerja selama 24 jam. Tujuan dibuatnya mesin penjual otomatis alat kesehatan terintegrasi dengan web server adalah diharapkan dapat memudahkan produsen dalam memonitor kerja mesin dan melihat jumlah transaksi yang telah masuk secara online serta memudahkan konsumen untuk mendapatkan alat kesehatan yang dibutuhkan. Semua orang dapat menggunakan mesin penjual otomatis alat kesehatan terintegrasi dengan webserver ini. Untuk membeli produk alat kesehatan yang diinginkan, konsumen harus membayarnya dengan cara memasukkan sejumlah uang kertas yang telah ditentukan kemudian menekan tombol produk yang diinginkan dan mesin akan mengeluarkan produk yang diinginkan konsumen. Setelah mesin mengeluarkan produk, Personal Computer (PC) akan mengirim data ke webserver sehingga pemilik dapat memantau transaksi yang telah masuk. Sistem yang telah dibuat mempunyai tingkat keberhasilan 80% dalam mengeluarkan barang, 100% pengiriman jumlah data 100 dengan rata-rata waktu yang diperlukan sistem untuk merespon 2455.05 ms, 98% pengiriman jumlah data 300 dengan rata-rata waktu yang diperlukan sistem untuk merespon 5845.14 ms, dan 68% pengiriman jumlah data 500 dengan rata-rata waktu yang diperlukan sistem untuk merespon 7263.70 ms.


RANCANG BANGUN ALAT MONITORING KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH

Author : Fathia Rosyida  , Moh. Zaenal Efendi, Diah Septi Yanaratri

Abstrak

Keandalan pendistribusian energi listrik adalah salah satu prioritas PT. PLN (Persero). Dalam pendistribusian energi listrik, gangguan ketidakseimbangan beban sering terjadi dan menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik PLN ataupun pelanggan. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan tersebut adalah memonitoring nilai ketidakseimbangan beban di jaringan tegangan rendah. Pada proyek akhir ini telah dibuat sebuah alat yang mampu mengetahui nilai ketidakseimbangan beban serta memantau kondisi jaringan tegangan rendah. Dengan menggunakan metode IoT (Internet of Things) dan Data Logger, hasil monitoring dapat lebih mudah diakses. Pada hasil pengujian, alat telah mampu mengukur nilai ketidakseimbangan beban mulai dari 2.99% hingga 65.2%. Selain itu alat juga mampu menganalisa kondisi jaringan apabila nilai ketidakseimbangan beban < 30% atau ketika > 30%. Sistem monitoring berjalan dengan delay waktu selama 15 detik untuk menampilkan data pada internet. Dengan demikian proses pemantauan jaringan dapat dilakukan oleh operator dengan lebih efektif dan efisien.


AUDIT ENERGI TERMAL MEKANIKAL DAN REKOMENDASI PERBAIKAN PADA SISTEM BOILER

Author : Hoirul Anam  , Arrad Ghani Safitra, Lohdy Diana

Abstrak

Boiler merupakan salah satu komponen utama dalam Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang berfungsi mengubah energi panas menjadi energi uap. Penurunan efisiensi pada boiler dapat berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar dan kerugian energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi boiler PLTU Tarahan serta mengevaluasi potensi kerugian dan penghematan energi. Metode yang digunakan adalah pendekatan direct dan indirect sesuai standar ASME PTC 4. Hasil audit menunjukkan efisiensi boiler dengan menggunakan metode direct sebesar 81,87 persen mengalami penurunan sebesar 5,31 persen dibandingkan saat komisioning yang mencapai 87,18 persen. Sedangkan menggunakan metode indirect sebesar 87,41 persen, yang berarti mengalami penurunan sebesar 1,33 persen dibandingkan dengan saat komisioning sebesar 88,73 persen. kerugian terbesar ditemukan pada suhu gas buang, efisiensi air heater, dan kelembaban batubara. Beberapa rekomendasi perbaikan memiliki nilai payback period yang sangat singkat seperti pada perbaikan soot blower, eddy curen current test dan pluging tube air heater yang tidak sampai 1 minggu, menunjukkan potensi penghematan biaya sebesar Rp 7.22 juta per hari.