IMPLEMENTASI SENSOR FLEXI FORCE UNTUK ‎ALAT BANTU PRESENTASI DENGAN ‎ALGORITMA SELF ORGANIZING MAP (SOM)‎
Author : Aminda Putri Ekarani  , Ali Husein Alasiry

Abstrak

Pengembangan alat bantu presentasi sudah cukup berkembang salah ‎satunya ialah laser pointer, namun fitur pengontrolan slide power point dari ‎alat digital ini hanya berbatas pada fitur berpindah slide. Oleh karena itu ‎penelitian ini bermaksud mengembangkan alat bantu presentasi dengan ‎tambahan fitur pengontrolan slide presentasi dengan pengontrolan ‎berdasarkan isyarat gerakan tangan yang diberikan melalui sarung tangan ‎yang dilengkapi dengan sensor flexi force dan accelerometer. Data sensor ini ‎kemudian dilakukan pengenalan isyarat dengan algoritma self organizing ‎map melalui tahapan pelatihan jaringan sebagai proses awal untuk ‎mendapatkan bobot pada neuron untuk kemudian dilakukan proses ‎clustering. Bobot – bobot dengan nilai ekstraksi yang mempunyai ‎kemiripan berada pada cluster yang sama. Kemudian dilakukan proses ‎pengenalan sebagai tahap kedua dari algoritma SOM dengan mendapatkan ‎jarak terdekat antara data sensor yang masuk dengan bobot yang terdapat ‎pada neuron untuk mendapatkan neuron pemenang. Pembaharuan nilai ‎bobot neuron menjadi tahap akhir dari proses pengenalan. Berdasarkan ‎hasil pengujian pengenalan isyarat tangan dengan 6 buah isyarat ‎mempunyai keberhasilan 80,83%% dari 140 kali pengujian dan rata – rata ‎lama proses pengenalan isyarat 1264 ms‎


ANALISIS PENGARUH VARIASI SUDUT TRANSITION ZONE DAN SUDUT INLET DUCT TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN DAN PERPINDAHAN PANAS PADA HRSG TIPE VERTIKAL

Author : Ikhsan Mahardhika Utama  , Fifi Hesty Sholihah, Rifah Amalia

Abstrak

Komponen yang menentukan bentuk aliran pada HRSG adalah inlet duct. Setelah melewati inlet duct, flue gas diharapkan memiliki kecepatan aksial dan distribusi temperatur yang uniform, dengan tujuan untuk mengoptimalkan pressure drop dan mengurangi turbulensi gas sisa karena memiliki kecepatan tinggi. Turbulensi dapat menyebabkan tidak meratanya temperatur aliran karena ada panas terkonsentrasi pada titik tertentu sehingga dapat mengurangi perpindahan panas yang terjadi antara flue gas dan uap. Namun pada kondisi aktual, aliran yang keluar dari inlet duct belum mencapai aliran uniform karena terjadi separasi pada bagian tepi dari inlet duct. Sehingga, diperlukan suatu upaya agar aliran yang keluar dari inlet duct memiliki profil aliran dan distribusi temperatur yang uniform. Pada Tugas Akhir ini, peneliti akan melakukan studi numerik berupa simulasi 2 dimensi menggunakan Computational fluid dynamic (CFD) mengenai pengaruh variasi sudut pada inlet duct dan transition zone HRSG tipe vertikal terhadap karakteristik aliran dan perpindahan panas. Variasi sudut inlet duct (β) dan transition zone (α) dalam penelitian ini ada 5 macam yaitu, variasi 1 dengan sudut α=35° dan β=15°, variasi 2 dengan sudut α=35° dan β=25°, variasi 3 dengan sudut α=35 dan β=30°, variasi 4 α=30° dan β=25°, variasi 5 α=45° dan β=25° . Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa sudut inlet duct dan zona transisi mempengaruhi aliran dan perpindahan panas flue gas pada HRSG tipe vertikal, semakin besar sudut α menyebkan terjadinya separasi aliran, semakin besar sudut β menyebabkan kecepatan aliran flue gas menjadi lebih cepat. Pada simulasi ini variasi 2 (α=35°, β=25°) memiliki kecepatan dan distribusi aliran yang paling baik dengan kecepatan flue gas rata-rata sebesar 4,27 m/s, selain itu total perpindahan panas yang tertinggi juga terjadi pada variasi 2 (α=35°, β=25°) dengan total perpindahan panas sebesar 190,2057 MW.


RANCANG BANGUN POWER FACTOR CORRECTION (PFC) UNTUK PENGISIAN BATERAI PADA STAGE PERTAMA

Author : Niasy Hayatul Makki Al Arsy   , Era Purwanto, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengisian baterai kendaraan listrik yang efisien dan meminimalkan kerusakan pada baterai. Sistem yang diusulkan menggunakan integrasi dari Converter SEPIC dan Converter Buck, dengan Converter SEPIC bertindak sebagai Power Factor Correction dan Converter Buck bertindak sebagai regulator DC. Metode pengisian baterai yang digunakan adalah Constant Current Constant Voltage (CC-CV) dengan kontrol PI. Proyek ini melibatkan perencanaan dan prosedur pengerjaan yang telah disusun secara terstruktur. Rancangan sistem yang akan dibuat adalah Rancang Bangun Power Factor Correction (PFC) Untuk Pengisian Baterai Pada Stage Pertama . Sistem ini memanfaatkan tegangan AC dari jala-jala PLN 220V yang diturunkan menjadi 110V melalui trafo. Kemudian, tegangan DC yang dihasilkan dari Full Bridge Rectifier digunakan sebagai input untuk SEPIC Converter. Output dari SEPIC Converter kemudian menjadi input untuk buck converter, yang menghasilkan tegangan output untuk pengisian baterai sebesar 72V. Untuk menjaga tegangan keluaran converter tetap konstan, digunakan mikrokontroler ARM STM32F407 dengan metode PI. Penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan proyek akhir dan merancang sistem pengisian baterai kendaraan listrik yang efisien serta melindungi baterai dari kerusakan yang berlebihan.


RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI MINYAK GORENG BERCAMPUR PLASTIK BERBASIS MIKROKONTROLER

Author : Dyah Eka Rahmawati  , Rika Rokhana, Madyono

Abstrak

Salah satu minyak yang digunakan pada makanan adalah minyak goreng. Dalam beberapa kasus ditemukan pedagang gorengan yang mencampurkan plastik pada minyak goreng yang digunakan agar gorengan lebih renyah dan tahan lama. Dalam proyek akhir dibuat sistem deteksi untuk mengenali minyak goreng berplastik menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan photodioda sebagai sensor dengan mikrokontroler ATMega16 sebagai pengolah operasi dan menampilkan hasil pengolahan data pada LCD. Sistem ini menggunakan metode Euclidean Distance sebagai penentu level kejernihan sampel yang diuji dengan pembanding leverl kejernihan air mineral. Sampel yang digunakan adalah sampel minyak goreng murni, sampel minyak goreng dengan penambahan plastik 0.125 gram, 0.25 gram, dan 0.5 gram. Pembuatan sampel dilakukan dengan penambahan plastik 0.125 gram, 0.25 gram, dan 0.5 gram pada minyak goreng murni dengan volume 250 mL. Sampel yang telah tercampur plastik didinginkan hingga mencapai suhu ruangan. Pengujian sampel dilakukan 30 kali untuk mendapatkan data yang akurat. Tingkat keberhasilan sistem secara keseluruhan adalah 98.8%.


KENDALI KECEPATAN MINIATUR TANK BERDASARKAN MEDAN YANG DILALUI BERBASI KONTROL PID

Author : Rizky Putera Achmad Sakti  , R.Sanggar Dewanto, Hendik Eko HS

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem kendali kecepatan semi-otomatis pada miniatur tank agar dapat menyesuaikan kecepatannya sendiri pada saat melewati medan bergelombang, menanjak dan menurun. Jika proses pengendalian kecepatan masih dilakukan dengan cara manual secara keseluruhan (tanpa kontrol kecepatan), maka ketika melewati salah satu dari ketiga medan di atas akan sulit bagi sistem kendali kestabilan turet senjata untuk melakukan tugasnya dikarenakan besarnya perubahan kemiringan yang terjadi pada wahana. Selain itu, jika dilakukan pengurangan kecepatan secara manual oleh pengemudi (driver/pilot), akan sulit menyesuaikan kecepatan dengan nilai yang tetap sesuai dengan kondisi dari masing-masing jalan tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan di atas, penulis melakukan penelitian ini sebagai proyek akhir. Hal yang menjadi fokus utama adalah penerapan skema pengendalian yang ditujukan agar sistem kendali dapat memberikan kompensasi berupa penurunan kecepatan pada wahana miniatur tank agar sistem kendali kestabilan turet senjata yang ada pada wahana ini dapat bekerja dengan baik pada saat melewati ketiga medan tersebut. Artinya, pada saat melewati ketiga medan jalan tersebut, tak peduli berapa pun kecepatan yang sedang diberikan oleh pengemudi (driver/pilot) secara manual, sistem kendali akan mengambil alih proses pemberian kecepatan ke sistem penggerak dan menerapkan kecepatan sesuai dengan medan jalan yang terdeteksi oleh sensor IMU. Terdapat dua buah parameter yang akan digunakan untuk membedakan kondisi medan yang sedang dilalui wahana, yaitu nilai kecepatan angular terhadap sumbu Y (gyroY) untuk mendeteksi medan bergelombang dan nilai kemiringan terhadap sumbu Y (pitch) untuk mendeteksi medan menanjak dan menurun. Sedangkan untuk proses kendali kecepatannya menggunakan metode kendali PID dengan nilai kecepatan (V) dalam satuan meter per detik (mps) sebagai variabel yang dikendalikan.