VIJEO CITECT SCADA SEBAGAI HMI BERBASIS TCP/IP MULTIVENDOR NETWORKING PLC ( MODICON QUANTUM DAN SIEMENS S7-300)
Author : Roysa Hendra WP  , Taufiqurrahman, Eka Prasetyono

Abstrak

Sistem kendali peralatan secara terdistribusi menjadi solusi bagi kompleksitas sistem. Di dunia akademis khususnya PENS-ITS dibutuhkan keluaran sumber daya manusia dengan penguasaan teknologi berupa pengendalian sistem terdistribusi. Dari sini dirancang sebuah miniature sistem kontrol terdistribusi berupa “weight feeder”. Perencanaan dan perancangan sistem ini digunakan dengan mengintegrasi 2 PLC yang berbeda untuk mengontrol suatu plant yang berupa pengendalian suatu weight feeder dengan menggunakan system pengontrolan dan monitoring yang dibangun dengan menggunakan Supervisory Control And Data Acquisition ( SCADA ) yang berbasis PLC dengan tujuan untuk memudahkan user dalam proses monitoring dan kontrol sehingga dapat menjadi Human Machine Interface ( HMI ) antara operator dengan PLC dalam jarak dekat. Untuk melakukan komunikasi antar sistem digunakan LAN sebagai komunikasi karena dalam pengiriman data bisa berjumlah banyak dan cepat. Sebuah miniatur sistem kontrol ini dapat mendukung kegiatan akademis di PENS-ITS maupun diaplikasikan di dunia industri. Beberapa tantangan terbesar adlah pemrograman PLC, melakukan integrasi antar PLC dan Visual Interface SCADA


FILM DOKUMENTER: THE DRAGON MEMO

Author : Bernadeth Yola Widyalista  , Hestiasari Rante, Novita Astin

Abstrak

Sejarah merupakan suatu kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Tidak hanya berbicara mengenai asal usul silsilah kerajaan, namun juga berlaku untuk suatu peristiwa berharga seperti perjuangan dalam melawan penjajah, salah satunya adalah peristiwa 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya. Namun, tidak banyak masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda yang mengetahui bahwa masyarakat Tionghoa turut terlibat aktif dalam perjuangan arek-arek Suroboyo memperjuangkan kemerdekaan. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya ‘media aktif’ yang dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk belajar sejarah. Selama ini historiografi di Indonesia hanya terbatas dalam dimensi tulisan yang mengakibatkan karya-karya sejarah berada dalam ‘ruang pasif’. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengalih-mediakan historiografi ke dalam kemasan ‘aktif’ seperti film dokumenter. Film dokumenter sendiri merupakan sebuah rekaman peristiwa yang diambil dari kejadian nyata dan menyajikan suatu realita dengan tujuan menyampaikan suatu informasi. Dengan adanya upaya untuk mengalih-mediakan historiografi ke dalam bentuk film dokumenter, maka hasil riset sejarah akan lebih mudah dan efektif disosialisasikan kepada masyarakat.


RANCANG BANGUN SISTEM BUKA TUTUP PINTU AIR IRIGASI SAWAH VIA SMS (Short Message Service ) GATEWAY BERBASIS MIKROKONTROLLER DAN DILENGKAPI DENGAN MONITORING LEVEL AIR UNTUK PERINGATAN BANJIR (Sub Judul : Hardware)

Author : Achmad Bastomi Maulana Johari  , Yahya Chusna Arief, Sutedjo

Abstrak

Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya berkerja sebagai petani. Dalam proses pertanian pengairan harus di lakukan secara teratur dan berkala dengan baik. Kita ketahui Indonesia juga mempunyai curah hujan yang cukup tinggi, oleh karena itu pada proyek akhir ini di buat alat yang dapat mengontrol sistem buka tutup pintu irigas sawah dari jarak jauh melalui Short Message Service (SMS) Gateway berbasis mikrokontroller sebagai alat kontrol motor pada pintu air. Pusat pengontrolan system ini menggunakan Mikrokontroler ATmega 16 yang di lengkapi dengan modem SMS Gateway sebagai device penerima perintah dari operator. Sehingga operator dapat mengendalikan aliran irigasi dan memonitoring kondisi air dari jarak jauh hanya cukup dengan sms menggunakan ponsel. Dan alat kontrol ini lengkapi dengan sensor pendeteksi kondisi luapan air yang nantinya informasi dari kondisi air tersebut akan di terima oleh operator, sehingga dapat mengantisipasi kerusakan fatal pada tanaman akibat banjir. Pentingnya proyek akhir ini dibuat untuk memudahkan operator untuk menutup dan membuka aliran irigasi dari jarak jauh dan juga dapat mengantisipasi kerusakan lahan pertanian akibat luapan banjir.


ANALISA PERFORMANSI JARINGAN TEKNOLOGI EVDO DAN HSPA DI DALAM KERETA API BERGERAK BERDASARKAN LOKASI

Author : Martianda Erste Anggraeni  , Ari Wijayanti, Nur Adi Siswandari

Abstrak

Kondisi pengguna yang selalu bergerak seperti para pengendara mobil maupun para penumpang kereta api yang melewati beberapa daerah tentunya mendapatkan performansi jaringan yang beragam. Pengukuran dan analisa performansi jaringan teknologi EVDO dan HSPA dilakukan di dalam kereta api bergerak berdasarkan lokasi urban, sub urban, dan rural. Software Wireshark digunakan untuk mengukur throughput jaringan EVDO dan HSPA. TEMS digunakan sebagai validasi data jaringan HSPA yaitu untuk mengukur throughput, packet data protocol (PDP), scrambling code dari node B yang melayani UE. Performansi jaringan pada daerah urban, sub urban, dan rural diperoleh dari hasil pengolahan data pathloss, frekuensi Doppler, dan key performance indicator (KPI) meliputi CSSR, CCSR, SHO, throughput. Daerah urban memiliki performansi jaringan HSPA yang sangat baik dengan level CSSR 98,53%, level CCSR 100%, level SHO 100%, pathloss mencapai 161,18 dB, frekuensi Doppler sebesar 35,74 Hz, dan probabilitas BER 6,64 x 10-6. Daerah sub urban memiliki performansi jaringan HSPA yang cukup baik dengan level CSSR 70% dan level CCSR 70% dari standar 93%, level SHO 90% dari standar 91%, pathloss mencapai 169,72 dB, frekuensi Doppler sebesar 60,56 Hz, dan probabilitas BER 6,64 x 10-6. Daerah rural memiliki performansi jaringan HSPA yang sangat buruk dengan level CSSR 0%, level CCSR 0%, level SHO 11,11%, pathloss mencapai 180,91 dB, dan frekuensi Doppler sebesar 85,15 Hz sehingga pihak penyedia jaringan perlu untuk menambah jumlah cell dan kapasitas jaringan di daerah rural. Jaringan EVDO sudah tersebar secara merata di daerah urban, sub urban, dan rural mengingat throughput jaringan EVDO yang stabil di tiga tipe daerah tersebut. Jaringan HSPA di daerah rural sangat buruk mengingat Qos throughput daerah rural 0 kbps sehingga perlu adanya peningkatan layanan di daerah rural.


PEMBUATAN VIDEO DOKUMENTER DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPOSITORY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TENTANG FAKTA DAN SOLUSI PADA MASALAH SAMPAH DI KOTA SURABAYA

Author : Arman Jaya  , Hestiasari Rante, M. Agus Zainuddin

Abstrak

Pengelolaan sampah merupakan masalah global yang mendesak dan memerlukan perhatian serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kota Surabaya, sebagai Kota Terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, menghadapi tantangan signifikan dalam mengelola sampah yang dihasilkan dari pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat. Permasalahan sampah di Kota Surabaya juga berkontribusi pada perubahan iklim global melalui emisi gas rumah kaca dari tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Keadaan ini diperparah oleh kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah video dokumenter lingkungan yang edukatif, berfokus pada fakta dan solusi pada pengelolaan sampah di Kota Surabaya dengan menerapkan metode Ekspository Documentary. Video dokumenter ini akan menyajikan fakta dan solusi terkait tantangan yang ditimbulkan oleh praktik pengelolaan sampah di Kota Surabaya. Melalui penelitian mendalam dan analisis konten, studi ini mengeksplorasi kondisi pengelolaan sampah di Surabaya saat ini, termasuk praktik pembuangan sampah yang tidak bertanggung jawab dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. Video dokumenter ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Surabaya tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan menginspirasi tindakan positif. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah di Surabaya, dengan tujuan akhir mewujudkan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Surabaya.