RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL PI UNTUK TEMPERATURE AIR PADA TANAMAN AQUASCAPE (LUDWIGIA SP,SAGITARIA SUBULATA)
Author : Zaidaan Nasywaa Dzurwah  , Suryono, Moch.Machmud Rifadil

Abstrak

Aquascape adalah seni yang mengatur dan menggabungkan tanaman air, kayu, batu, dan objek lainnya sehingga terbentuk suatu ekosistem kecil di bawah air secara alami. Melihat dan merawat tanaman aquascape dapat membantu kita untuk menghilangkan rasa jenuh dengan kesibukan sehari-hari dengan melihat keindahannya yang beragam. Tanaman aquascape memiliki banyak jenis, bentuk, dan warna yang beragam. Sama halnya dengan tanaman darat, tanaman air juga melakukan fotosintesis. Proses fotosintesis tanaman membutuhkan beberapa elemen penting yaitu air atau H2O, karbon dioksida atau CO2, klorofil, dan sinar matahari. Oleh karena itu, untuk menjaga tanaman aquascape dapat tetap hidup diperlukan alat untuk mengatur kebutuhan tanaman supaya dapat menjaga tanaman aquascape dapat berfotosintesis dengan maksimal. Tanaman aquascape dapat hidup dengan baik pada suhu idealnya antara 20◦C hingga 28◦C. Suhu air yang hangat dapat memperlambat pertumbuhan tanaman aquascape, dalam proses pertumbuhan, tanaman akan menyebar secara vertikal maupun horizontal. Dari hal tersebut, dibuatlah alat untuk mengontrol suhu air pada proyek akhir ini untuk membantu menjaga temperature air supaya tanaman aquascape dapat berfotosintesis dengan maksimal dan tetap hidup dengan baik. Pada alat ini dibuatlah sistem pengontrol suhu air pada tanaman aquascape dengan kontrol temperature air dengan menggunakan sensor suhu air sebagai alat untuk mengidentifikasi nilai temperature air pada aquascape. Pengontrolan temperature air pada alat ini menggunakan kontrol PI dengan menyesuaikan suhu air setelah terbaca pada sensor temperature air. Alat ini diharapkan dapat menjaga tanaman air aquascape supaya tanaman aquascape dapat tumbuh dengan baik dan dapat menjaga kehidupan yang ada di ekosistem aquascape.


RANCANG BANGUN FORWARD CONVERTER MPPT BERBASIS FUZZY LOGIC UNTUK BATTERY CHARGER DENGAN BEBAN LAMPU PJU

Author : Muhammad Eza Zufikar  , Renny Rakhmawati, Suhariningsih

Abstrak

Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan kebutuhan umum untuk seluruh dunia terkhusus pengguna jalur darat yang sangat banyak membutuhkan sumber listrik dari PLN. Hal ini berdampak pada tagihan listrik untuk masyarakat menjadi tinggi,terutama pada penduduk di perumahan yang setiap bulannya mengeluarkan iuran untuk pembayaran listrik untuk PJU. Dengan menggunakan sumber energi alternatif dari matahari yaitu solar cell, kita dapat menghemat pemakaian sumber listrik. Dengan memanfaatkan battery kita dapat menyimpan sumber listrik pada siang hari sehingga ketika malam hari bisa mengurangi pemakaian sumber listrik dari PLN. Peralatan ini terdiri dari beberapa bagian yaitu solar cell, forward converter, MPPT dengan metode kontrol fuzzy logic, accu, lampu PJU, sensor arus dan sensor tegangan yang menggunakan mikrokontroler STM32F407VG sebagai pengaturnya. Proses charging pada baterai tersebut menggunakan metode charge dan discharge secara otomatis dengan menggunakan kontrol fuzzy logic guna mengatur penyulutan dari forward converter untuk menurunkan tegagan dari sumber solar cell. Dengan menggunakan MPPT dapat memaksumalkan daya yang dihasilkan oleh PV untuk proses charging. Dengan demikian diharapkan pemerintah tidak lagi mengeluarkan uang iuran untuk pembayaran listrik lampu PJU di taman umum . Pada proses charging dengan forward converter dan MPPT yang di kontrol oleh logika fuzzy. Output dari forward converter akan disimpan dalam baterai sebesar 12V/26 Ah untuk proses pengecasan menggunakan voltage regulator untuk penstabil tegangan . Dalam proses integrasi sistem yang dihasilkan proyek akhir ini dapat dikatakan berhasil baik pengujian hardware,penambahan MPPT berbasis logika fuzzy daya yang dihasilkan sebesar 148,56W .


MAXIMUM POWER POINT TRACKER BERBASIS ALGORITMA MODIFIED GREY WOLF OPTIMIZATION UNTUK SISTEM PANEL SURYA DENGAN KONDISI PARTIAL SHADING

Author : Muhammad Nizar Habibi  , Eka Prasetyono, Dimas Okky A.

Abstrak

Kondisi partial shading merupakan kondisi dimana panel surya terbayangi sehingga dapat menganggu kinerja dari panel surya dan dapat menurunkan daya yang dihasilkan oleh panel surya. Maximum Power Point Tracker (MPPT) adalah salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut akan tetapi harus dengan metode khusus agar MPPT tidak terjebak di local optima panel surya saat kondisi partial shading sehingga dapat menemukan global optima dari panel surya. Algoritma Modified Grey Wolf Optimization (MGWO) merupakan salah satu metode MPPT yang dapat mencari daya maksimum panel surya saat terjadi kondisi partial shading. Algoritma MGWO mengadopsi cara berburu serigala abu-abu di alam untuk mencari mangsa dan hal tersebut diimplemetasikan di algoritma dengan menggunakan proses komputasi khusus untuk pergerakan proses pencarian nilai duty cycle. Proses komputasi khusus tersebut yang membuat algortima tidak terjebak di local optima panel surya saat terjadi partial shading. Dari hasil penilitian yang telah dilakukan, pengujian MPPT tanpa kondisi partial shading bisa mencapai 89.6775% dari total daya panel surya yaitu sebesar 358.71 Watt dari kapaistas panel surya sebesar 400 WP, dan ketika kondisi partial shading MPPT bisa meningkatkan daya panel surya sebesar 1.67 kali lipat dengan menggunakan beban lampu DC 60 volt 250 watt.


IMPLEMENTASI UI/UX DENGAN METODE DESIGN THINKING UNTUK PEMETAAN GIS PADA PERISTIWA KEBENCANAAN

Author : Alda Rahma Fidela  , Aries Pratiarso, Hestiasari Rante, Prima Kristalina

Abstrak

Seiring berjalannya waktu sering kali terjadi bencana alam yang tidak dapat kita prediksi, terlebih lagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang secara geografis terletak di garis khatulistiwa. Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama yang menjadikan daerah yang sangat rentan terhadap bencana alam. Dalam melakukan evakuasi korban sudah banyak perkembangan teknologi yang membantu hal tersebut, diantaranya adalah drone yang dilengkapi dengan sensor dan GPS yang dapat mendeteksi lokasi korban tanpa perlu menandai berakhirnya wilayah bencana tanpa mengetahui apakah ada korban saat itu atau tidak. Namun, tidak semua teknologi dibuat mudah digunakan tanpa harus menghabiskan waktu untuk mempelajari cara kerjanya. Penelitian ini akan membuat sistem pemetaan data Geographic Information Systems (GIS) yang dihasilkan oleh drone dalam sebuah aplikasi Android, sistem ini diimplementasikan dengan Desain interference/User Experience (UIUX) , sehingga mudah dioperasikan oleh pengguna. Disini penulis menggunakan metode Design Thinking untuk dapat memastikan bahwa sistem yang akan dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna dan user friendly sehingga dapat digunakan dengan efisien serta tidak membuang waktu untuk mempelajari cara kerja aplikasi terlebih dahulu. Karena mengingat aplikasi akan digunakan pada keadaan bencana alam.


RANCANG BANGUN SISTEM KLASIFIKASI KONDISI PARU PARU BERDASARKAN SUARA BATUK MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

Author : Khanjun Azenno  , Kemalasari, Ardik Wijayanto, Hary Oktavianto

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat yang mampu mengklasifikasikan kondisi paru-paru berdasarkan suara batuk menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN). Kondisi paru-paru yang tidak sehat sering kali sulit terdeteksi pada tahap awal, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan dan komplikasi serius. Dengan menganalisis karakteristik suara batuk, alat ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi paru-paru secara cepat dan akurat. Proyek ini mencakup perancangan sistem mulai dari input berupa sensor INMP441, pemrosesan menggunakan mikrokontroler ESP32S dan komputer, hingga output yang menampilkan klasifikasi kondisi paru-paru melalui antarmuka grafis (Graphical User Interface/GUI). Algoritma sistem melibatkan proses perekaman suara batuk, pengiriman file audio ke komputer, konversi audio menjadi spektrogram, klasifikasi menggunakan CNN, dan visualisasi hasil. Perangkat keras dirancang dalam bentuk kotak pengendali dengan corong silindris untuk menangkap suara secara optimal. Pengujian terhadap model CNN menunjukkan bahwa sistem memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengklasifikasikan kondisi paru-paru berdasarkan citra spektrogram suara batuk, dengan tingkat akurasi sebesar 83,33%. Dari 12 sampel data uji, model berhasil mengklasifikasikan 10 kasus dengan benar, termasuk 4 dari 5 kasus normal dan 6 dari 7 kasus tidak normal. Hasil ini membuktikan bahwa model mampu mengenali pola-pola khas dalam data suara, meskipun masih terdapat kesalahan klasifikasi yang kemungkinan disebabkan oleh kemiripan fitur atau kualitas input yang kurang optimal. Proses pra-pemrosesan seperti penyaringan frekuensi, normalisasi durasi, dan konversi ke bentuk spektrogram memberikan kontribusi positif terhadap performa model. Sebagai pengembangan lebih lanjut, disarankan untuk melakukan pengujian menggunakan data suara nyata dari lingkungan sebenarnya serta menerapkan teknik validasi silang atau penyesuaian arsitektur dan parameter model guna meningkatkan generalisasi dan akurasi sistem.