Author : Andiko Adi Pratama , Fifi Hesty Sholihah, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
Abstrak
Pada tanggal 15 juni 2020 PLTU Anggrek mengalami kegagalan berupa aktifnya proteksi ETS Generator Trip. Dari hasil pengamatan pada panel didapatkan notifikasi “AVR Trip” dan “Stator Earth Fault”. PLTU Anggrek mengalami shutdown selama 7 hari 11 jam 01 menit dan mengalami kerugian loss opportunity sebesar 179,01 Mw. Karena itu diperlukan sistem untuk mengkaji permasalahan tersebut secara tepat agar ketika kegagalan tersebut terjadi tidak terlalu memakan waktu dan biaya perbaikan yang banyak, maka dari itu penulis menggunakan metode RCFA (Root Causes Failure Analysis) dan RCPS (Root Causes Problem Solving) untuk menemukan akar penyebab dan solusi dari akar permasalahan tersebut. Dalam tugas akhir ini juga membandingkan nilai EAF (Equivalent Availability Factor) PLTU Anggrek setelah dan sebelum melakukan RCFA. Identifikasi pertama adalah dengan mengetahui komponen komponen yg terkoneksi pada generator system. Dari hasil analisa didapatkan bahwa mengetahui komponen dan fungsi komponen didapatkan dari wiring diagram Generator & Generator Transformer Protection and Metering diagram serta wawancara dengan pembimbing lapangan. Sedangkan untuk mengetahui akar permasalahan pada AVR Trip dan ETS Generator Trip mengunakan metode RCFA adalah dengan membuat rancangan sebab akibat berdasarkan kronologi kejadian mengunakan metode FTA, dari metode FTA didapatkan penjabaran permasalahan melalui RCFA. Dari node-node permasalahan di FTA didapatkan solusi dari setiap kegagalan mengunakan metode RCPS berdasarkan why’s analysis. Untuk nilai EAF di pengaruhi oleh besarnya nilai AH (Availability Hours) dalam satu waktu, dimana sebelum melakukan RCFA adalah 74.78%, sedangkan sesudah melakukan RCFA memiliki nilai EAF sebesar 86.31%. Dari analisis cost benefit, setelah melakukan RCFA didapatkan saving sebesar Rp. 1.935.382.700.
DESAIN ENVIRONMENT BERGAYA EROPA DALAM GAME
Author : Iwan Raja Pribadi , Aris Sudaryanto, Mohammad Zikky
Abstrak
Desain environment adalah elemen kunci dalam menciptakan pengalaman yang imersif dan menarik bagi pemain dalam game. Skripsi ini membahas proses desain environment bergaya Eropa dalam game "Fantasia Farm: A Magical Harvest" dengan menggunakan pendekatan metode ADDIE game ini menawarkan pengalaman bertani yang penuh dengan pesona pedesaan dan efek magis, yang membutuhkan desain lingkungan yang konsisten dan menarik.Pengunaan latar Eropa abad pertengahan dipilih karena banyak game bergenre fantasi memilih gaya eropa karena sebagai alat bantu desain yang efektif untuk menciptakan dunia yang naratif karena kemampuannya dalam membentuk dunia penuh kejaiaban dan petualangan, serta mendukung pengalaman gameplay dan storytelling secara keseluruhan. Penelitian dimulai dengan analisis wordlbuilding, analisis kebutuhan yang mencakup penelitian tentang tema, referensi visual, dan gaya artistik yang sesuai. Tahap desain melibatkan pembuatan concept art yang menggambarkan elemen lingkungan dalam game, seperti bangunan, vegetasi, dan objek lainnya. Pada tahap pengembangan, Assets 2D dan 3D telah dibuat akan diintegrasikan ke dalam engine Unity. Pengujian dilakukan dengan 4 metode yaitu internal testing, kuisioner, expert review dan pengujian AI Chat GPT 4. Internal testing melibatkan 4 anggota tim yang bertindak sebagai tester. rata rata nilai skala likert dari kuisioner didapatkan sebesar 78.87% yang masuk dalam kategori “Bagus”, sementara expert review memberikan tanggapan yang baik mengenai desain environment yang dibuat dan memberikan saran pengembangan agar menjadi lebih baik. Sedangkan hasil pengujian AI Chat GPT 4 memberikan masukan terkait dekorasi environment
DETEKSI WILAYAH KEBENCANAAN GEMPA BUMI PADA AREA RING OF FIRE DI INDONESIA BERBASIS CITRA SATELIT MENGGUNAKAN YOLO
Author : Muhammad Afrisal Yusril Arzaqi , Prima Kristalina, Faridatun Nadziroh
Abstrak
Indonesia yang terletak di kawasan Ring of Fire menjadikannya salah satu negara paling rawan gempa bumi di dunia. Belum tersedianya instrumen yang mampu menyediakan data kerusakan fisik secara cepat pada fase Early Recovery menyebabkan kesenjangan penanganan antara tanggap darurat dan rekonstruksi jangka panjang. Metode konvensional seperti survei lapangan manual dan Object Based Image Analysis (OBIA) terbukti tidak efisien, lambat, dan berisiko tinggi bagi tim penilai. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi otomatis wilayah terdampak gempa bumi berbasis citra satelit menggunakan algoritma YOLO Instance Segmentation. Tiga arsitektur varian Nano dievaluasi secara komparatif, yaitu YOLOv8n-seg, YOLOv11n-seg, dan YOLOv26n-seg, menggunakan dataset multisumber dari xView2 dan Kaggle yang mencakup empat lokasi bencana. Teknik tiling diterapkan pada tahap preprocessing dan SAHI diterapkan pada tahap inferensi untuk meningkatkan kualitas deteksi pada objek berukuran kecil. Optimasi hyperparameter dilakukan dengan memvariasikan nilai learning rate awal (lr0) dan learning rate final (lrf) secara sistematik. Hasil evaluasi menunjukkan YOLOv8n-seg sebagai arsitektur terbaik dengan nilai recall meningkat dari 0,419 menjadi 0,480 setelah tiling diterapkan. Konfigurasi optimal diperoleh pada lr0 = 0,003 dan lrf = 0,1 dengan mAP50 sebesar 0,398 dan mAP50-95 sebesar 0,211. Model terbaik diintegrasikan ke dalam platform Web GIS, menyediakan fitur unggah citra, prediksi otomatis, dan visualisasi hasil deteksi pada peta interaktif.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONVERTER KOMBINASI SEPIC-CUK TENAGA SURYA PADA APLIKASI DAYA RENDAH
Author : Vieka Aniestasia Fajarani Aisyah , Fifi Hesty Sholihah, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
Abstrak
Konverter daya adalah perangkat yang mengubah energi listrik dari satu bentuk ke bentuk lainnya, biasanya untuk tujuan menyesuaikan kebutuhan beban atau sumber energi yang berbeda. Selama bertahun-tahun, berbagai jenis konverter daya telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan aplikasi tertentu. Salah satu cara untuk mengembangkan topologi konverter baru adalah dengan menggabungkan dua konverter. Dalam makalah ini, kombinasi konverter SEPIC (Single-Ended Primary Inductance Converter) dan CUK telah diuji pada sistem PV. Konverter SEPIC dan CUK merupakan jenis konverter DC/DC yang dapat memberikan konversi tegangan step-up dan step-down. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan intensitas cahaya matahari, temperatur, dan membandingkan sistem PV dengan dan tanpa menggunakan MPPT. Hasil pengujian kemudian dianalisis untuk mengetahui kinerja konverter. Kinerja konverter ini juga akan dibandingkan dengan konverter SEPIC pada sistem yang sama. Berdasarkan hasil pengujian konverter kombinasi SEPIC-CUK dengan membandingkan hasil daya keluaran PV dengan menggunakan dan tanpa menggunakan MPPT. Nilai yang dihasilkan tanpa menggunakan kontroler MPPT sebesar 52,33 Watt dengan menggunakan variasi irradiance 1000 W/m2 dan suhu 25o C. Untuk yang menggunakan kontroler dengan menggunakan variasi irradiance 1000 W/m2 dan suhu 25o C nilai yang dihasilkan sebesar 81,77 Watt. Sehingga dapat diketahui bahwa daya keluaran yang dihasilkan oleh PV dengan menggunakan kontroler dapat mengoptimalkan dayanya
ANALISA PERFORMANSI TV DIGITAL PADA WILAYAH URBAN
Author : Yorda Safiro Doveriandi , Ari Wijayanti, Martianda Erste Anggraeni
Abstrak
Indonesia saat ini mulai menerapkan sistem penyiaran TV digital dimana siaran TV digital memberikan manfaat berupa gambar dan suara yang lebih bersih, jernih, dan stabil. Meski menggunakan sistem yang lebih canggih, diharapkan penggunaan perangkat yang ada tetap dapat digunakan untuk menerima siaran TV digital sehingga pengguna tidak perlu meningkatkan perangkatnya. Dengan populasi yang padat dan utilitas yang beragam, penyelenggaraan penyiaran di perkotaan seringkali mengalami kendala di sisi pengguna. Objek penghalang seperti pohon, rumah, atau gedung bertingkat menyebabkan sinyal dari pemancar mengalami pemantulan untuk diterima oleh pengguna yang menyebabkan quality of service (QoS) dan quality of experience (QpE) tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pengukuran dilakukan untuk dua stasiun TV yang telah menerapkan siaran digital menggunakan standar DVB-T2 di Surabaya, yaitu saluran 27 UHF dan 41 UHF. Kedua pemancar ini berada di kecamatan Sambikerep. Pengukuran lapangan dilakukan di 10 lokasi di Surabaya untuk kondisi tetap. Hasil pengukuran menggunakan antena Yagi Uda menunjukkan bahwa antena ini masih dapat digunakan untuk penerimaan TV digital di perkotaan. Meskipun siaran TV digital dapat diterima, beberapa lokasi menunjukkan kualitas hasil yang buruk karena mengalami pemantulan sinyal karena kepadatan utilitas. Hasil klasifikasi menggunakan metode Naïve Bayes dari keseluruhan pengukuran untuk QoS didapatkan 45% baik, 45% cukup, dan 10% buruk sedangkan untuk QoE didapatkan 25% baik dan 75% cukup.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer