Author : Muhammad Zakaria Haditama , Ali Husein Alasiry
Abstrak
Thrust reverser adalah sistem Speed Brake yang menggunakan engine turbofan sebagai komponennya. Pesawat Boeing 737-800 menggunakan engine turbofan. Thrust reversers pada pesawat turbofan memberikan cara signifikan untuk meningkatkan laju perlambatan dari kecepatan tinggi selama tahap awal pendaratan dan pembatalan lepas landas. Thrust reversers digunakan oleh banyak pesawat engine turbofan untuk mengurangi kecepatan saat mendarat, mengurangi terkikisnya rem dan memungkinkan jarak pendaratan yang lebih pendek. Thrust-reverser biasanya diterapkan segera setelah touchdown untuk meningkatkan deselerasi di awal pendaratan. Pada engine turbofan, thrust-reverser bekerja dengan membalikkan arah gaya dorong mesin kedepan atau kesamping. Thrust-reverser ini tidak bisa membelokkan arah thrust 180 derajat kedepan peasawt tapi paling tidak bisa membelokkan sampai sekitar 45 derajat dari arah depan peasawat. kebanyakan pesawat komuter, dan peningkatan sejumlah jet bisnis dilengkapi dengan Thrust-Reverser untuk; bantuan pengereman dan kontrol arah selama pendaratan normal dan mengurangi perawatan rem, menyediakan pengereman dan kontrol arah selamapendaratan darurat dan pembatalan take off, pengoperasian untuk memundurkan pesawat (tidak direkomendasikan utnuk Boeing-737 NG)
DETEKSI BOLA DAN GAWANG PADA ROBOT SEPAK BOLA HUMANOID MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Author : Cipta Priambodo , Bima Sena Bayu Dewantara, Anhar Risnumawan
Abstrak
RoboCup adalah kompetisi internasional yang berfokus pada pengembangan robot. Pada saat ini perkembangan teknologi robot sangat cepat, khususnya robot sepak bola humanoid. Robot sepak bola ini memiliki sistem vision yang berfungsi untuk mendeteksi objek dan mengenali lingkungan yang ada di sekitar robot tersebut. Namun pada saat ini kemampuan untuk mendeteksi objek terutama bola dan gawang masih kurang optimal. Untuk permasalahan ini diperlukan metode untuk mendeteksi objek secara robust. Dimana robot harus mendeteksi objek secara robust dalam kondisi cahaya apapun. Dalam penelitian ini menggunakan metode Deep Learning dengan menggunakan MobileNet SSD. Metode ini bertujuan untuk mendeteksi objek dengan melakukan training data pada objek yang dideteksi dengan menggunakan data train dan test. Data train merupakan data objek yang akan dideteksi sedangkan data test merupakan data yang digunakan sebagai evaluasi data. Dalam penelitian ini, sistem sudah dapat mendeteksi bola dan gawang yang mana saat deteksi bola dijalankan pada kondisi siang hari, akurasi rata-rata dari jarak 20 cm sampai 80 cm sebesar 98.25%, sedangkan saat kondisi malam hari akurasi rata-rata sebesar 97%. Saat mendeteksi bagian gawang saat siang hari, nilai akurasi rata-rata yang diperoleh dalam rentang jarak 20 cm sampai dengan 80 cm sebesar 90.75%, sedangkan saat malam hari akurasi rata-rata sebesar 86.75%.
PENINGKATAN KINERJA SENSOR SALINITAS BERBASIS GELOMBANG ULTRASONIK DENGAN MEMANFAATKAN TIME OF FLIGHT
Author : Firnanda Pristiana Nurmaida , Agus Indra Gunawan, Akhmad Hendriawan
Abstrak
Udang merupakan komoditas ekspor perikanan terbesar di Indonesia dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Namun, proses budidaya udang memiliki resiko yang paling tinggi jika dibandingkan dengan proses budidaya perikanan yang lain. Oleh karena itu, menjaga proses budidaya dengan baik disertai efisiensi yang tinggi serta efektivitas produksi menjadi faktor utama dalam keberhasilan budidaya udang. Salah satu kunci sukses berbudidaya adalah menjaga kualitas air. Salah satu parameternya adalah nilai salinitas. Sebelumnya, terdapat beberapa teknik pengukuran salinitas yang biasa dilakukan petani, di antaranya menggunakan alat ukur dilengkapi probe, menggunakan alat ukur refraktometer, dan menggunakan insting petani dengan merasakan air tambak. Teknik pengukuran tersebut tidak dapat dilakukan untuk pengukuran secara kontinyu. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan penelitian untuk pengukuran salinitas menggunakan gelombang ultrasonik. Salah satu tipe teknologi gelombang akustik yang memiliki harga relatif murah yaitu Waterproof Ultrasonic Sensor. Sensor ini didesain untuk dapat bertahan apabila direndam ke dalam air dalam waktu yang lama. Dalam projek akhir ini ini, dilakukan pengukuran salinitas menggunakan intensitas akustik dan kecepatan akustik dari gelombang ultrasonik untuk kemudian dibandingkan. Pada pengujian, digunakan tiga jenis mineral garam meliputi NaCl, KCl, dan MgCl2 dengan konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Rata-rata error pengukuran salinitas berdasarkan intensitas akustik untuk larutan NaCl yaitu 22,87%, untuk larutan KCl yaitu 12,68%, dan untuk larutan MgCl2 yaitu 22,7% . Rata-rata error pengukuran salinitas berdasarkan kecepatan akustik untuk larutan NaCl yaitu 4,96%, untuk larutan KCl yaitu 4,62%, dan untuk larutan MgCl2 yaitu 6,16%. Pada pengukuran air tambak, terbukti bahwa hasil pengukuran salinitas menggunakan kecepatan akustik lebih akurat dibandingkan hasil pengukuran berdasarkan intensitas akustik.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MULTI MIKORKERNEL UNTUK SISTEM BENAM HETEROGEN
Author : Adhe Widianjaya , Dadet Pramadihanto, Sritrusta Sukaridhoto
Abstrak
Arsitektur komputer heterogen membuka kemungkinan baru peningkatan performa dan efisiensi komputasi. Eksistensi dua bahkan lebih instruction set architecture (ISA) dengan jumlah core prosesor yang banyak menjadi solusi bagi inefisiensi prosesor single core. Prosesor tujuan umum (general purpose processor) dan proses tujuan khusus (single purpose processor) atau yang biasa disebut kontroler dapat berada dalam satu chip komputer dan memperoleh dukungan transpor data, berbagi akses ke memori dan bus kendali (control bus). Meskipun demikian, perangkat lunak sistem operasi saat ini masih terbatas pada arsitektur homogen. Di sisi lain, keberadaan beberapa jenis ISA dalam satu chip, yang biasa disebut System on Chip, lebih banyak diaplikasikan pada perangkat bergerak atau sistem benam. Aspek ukuran binary, kapasitas resource, hingga pertimbangan analisa dan verifikasi real time menjadi beberapa masalah yang timbul. Penelitian ini menawarkan pendekatan multi microkernel, kernel dengan layanan sistem operasi minimum, dan dijalankan secara terpisah pada masing-masing core, dengan menganggap arsitektur sebagai sebuah konfigurasi cluster computer. Multi microkernel selanjutnya menggunakan message passing untuk menghindari konflik antar core akibat berbagi-bagi struktur data internal kernel. Jaminan real time melalui pemodelan augmentasi utilisasi akibat resource yang heterogen dibangun, dan menjadi ekstensi dari jaminan real time yang telah dibangun sebelumnya. Selanjutnya dominasi oleh aplikasi terhadap resource diredam menggunakan Constant-regulated Bandwidth Server yang dipadukan dengan Priority Inheritance. Hasil eksperimen menunjukkan efektifitas pendekatan multi microkernel, model jaminan real time, dan utilisasi resource yang prediktif oleh aplikasi message passing pada arsitektur heterogen.
SISTEM PARKIR SEBAGAI SOLUSI MENGATASI LAMA ANTRIAN DI LINGKUNGAN PENS
Author : Naufal Ulil Azmi , Iwan Kurnianto Wibowo, Tri Harsono
Abstrak
Parkir adalah tempat pemberhentian kendaraan dalam jangka waktu pendek atau lama, sesuai dengan kebutuhan pengendara. Di kampus PENS diterapkan sistem parkir cerdas menggunakan smard card sebagai validasi data kepemilikan dan sebagai keamanan kendaraan. Kelemahannya, sistem ini menyebabkan antrian panjang di pintu masuk parkir karena pengendara harus mencari dan menempelkan kartu ke RFID reader terlebih dahulu, kemudian ketika keluar dari tempat parkir sering kali mahasiswa yang mengeluarkan kendaraan tidak sama dengan yang memasukkan kendaraan saat parkir, tetapi tetap bisa keluar dengan menggunakan smart card yang sama. Dari permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah prototype sistem pelayanan parkir yang mengadopsi sistem parkir di PENS dengan menggunakan RFID berjarak jauh sebagai solusi mengatasi antrian di pintu parkir PENS. Setiap mahasiswa yang akan masuk memiliki dua RFID tag, RFID tag pertama dibawah oleh mahasiswa, sedangkan RFID tag kedua dipasang pada motor. Pada pos parkir akan terdapat dua RFID reader yang berfungsi untuk membaca data pada kedua RFID tag serta dilengkapi kamera untuk mengambil gambar pengendara dan motor. Data tersebut akan dicocokkan pada database yang ada didalam server. Jika data tersebut cocok, maka portal akan terbuka dan jika tidak cocok, maka portal akan tetap tertutup. Dengan sistem RFID pada proyek akhir ini bisa mengurangi antrian yang terjadi. Setiap satu kendaraan yang masuk parkir menggunakan sistem RFID ini akan lebih cepat 5,92 detik dibanding dengan sistem saat ini atau lebih cepat 51,65% dibanding sistem saat ini, sedangkan untuk sistem keluar lebih cepat 6,86 detik atau 56,88% dibanding sistem yang saat ini digunakan.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer