Author : Imam Buchori , Irianto, Mohamad Safrodin
Abstrak
Panas merupakan salah satu sumber energi yang dapat dikonversi menjadi sumber energi listrik. Panas tidak hanya dihasilkan oleh alam saja namun juga dihasilkan pada peralatan elektronik selama beroperasi. Agar dapat sumber panas dapat dikonversi menjadi tegangan maka dibutuhkan suatu elemen yang dinamakan elemen termoelektrik peltier. Elemen ini dapat mengonversi panas menjadi listrik, dengan syarat pada kedua permukaan elemen diberi suhu yang berbeda, dari perbedaan suhu tersebut akan menghasilkan tegangan. Pada proyek akhir ini jenis termoelektrik yang digunakan adalah peltier dengan tipe 12706 yang akan diaplikasikan untuk konversi sumber energi panas pada setrika menjadi energy listrik. dengan bantuan boost converter sebagai penaik tegangan output dari elemen termoelektri peltier. Tegangan yang keluar dari boost conterter ini berada pada kisaran 5 volt.
DETEKSI POSISI GAWANG MENGGUNAKAN DEEP LEARNING NEURAL NETWORK PADA ROBOT SEPAK BOLA ERSOW
Author : Ujang Supriyadi , Mochamad Mobed Bachtiar, Iwan Kurnianto Wibowo
Abstrak
EEPIS Robot Soccer On Wheeled (ERSOW) ialah robot sepak bola beroda yang berlaga dalam Kontes Robot Sepak Bola Indonesia. Berdasarkan peraturan, kemenangan suatu tim diambil dari nilai tertinggi robot dalam mencetak gol ke gawang. Namun, untuk mencetak gol ke gawang tidak semudah yang dibayangkan. Robot harus bermanuver selama permainan tanpa henti sehingga menyebabkan data posisi robot (x,y,θ) yang dihasilkan oleh sensor odometry dan IMU mengalami akumulasi eror. Akumulasi eror tersebut akan mempengaruhi data posisi gawang yang akan dijadikan acuan untuk arah tendang robot terhadap gawang. Perlu adanya kalibrasi ulang untuk memperbaiki nilai eror tersebut. Fokus proyek akhir ini ialah untuk membuat sistem deteksi posisi gawang menggunakan Deep Learning Neural Network pada vision robot. Untuk mendapatkan hasil deteksi gawang yang bagus diperlukan dataset gawang untuk di-training dan dijadikan sebagai model. Posisi gawang (x,y,θ) yang didapatkan akan dijadikan acuan untuk target arah tendangan robot terhadap gawang. Sistem deteksi gawang pada proyek akhir ini dilakukan 3 kali pengujian yaitu deteksi gawang di sisi kanan robot dengan akurasi 90,32%, gawang di sisi depan robot dengan akurasi 96,77%, gawang di sisi kiri robot dengan akurasi 93,54%, sehingga akurasi rata-rata yang didapat adalah 93,54%. Sudut posisi yang dihasilkan berada pada range 0° hingga 180° dan 0° hingga -180°. Hasilnya, robot dapat dengan mudah mengetahui posisi gawang tanpa terpengaruh eror dari sensor odometry dan IMU.
FILM MONTASE: IN THE PAST
Author : Afifatul Azizah , Hestiasari Rante, Dwi Susanto
Abstrak
Film merupakan bagian dari karya cipta seni sebagai komunikasi massa audio visual untuk menyampaikan suatu pesan. Salah satu tahapan dalam pembuatan film yakni editing. Editing film merupakan proses penyatuan shot-shot yang terpisah hingga menjadi cerita yang utuh. Dalam editing terdapat teknik editing montase atau montage yang berasal dari gagasan sineas asal Rusia yaitu Sergei Eisenstein, dengan teori konflik dimana sebuah pemikiran (tesis) ditabrakan dengan pemikiran lain (antisintesis) menjadi pemikiran yang lebih mendalam (sintesis). Hal tersebut membuat emosi dan seharusnya membangun aspek intelektual dengan memberikan gambaran yang komperehensif suatu peristiwa kepada penonton, yang mana tidak dapat dijelaskan pada sekali shot. Oleh karena itu, diperlukan pembahasan lebih detail dalam teknik editing montase, dengan tidak hanya memahami satu gambar melainkan memahami beberapa gambar yang menghasilkan makna yang lebih dalam.
MEKANISME SELEKSI ANCHOR PADA TEKNIK PENENTUAN POSISI NODE DI JARINGAN SENSOR NIRKABEL BERDASARKAN SKEMA KOLINEARITAS SEGITIGA
Author : Desy Choironi Safitri , Aries Pratiarso, Prima Kristalina
Abstrak
Lokalisasi merupakan sebuah proses untuk mengetahui posisi sensor yang telah disebar (deployed) secara random. Teknik lokalisasi pada jaringan sensor nirkabel digunakan untuk mengestimasi lokasi sensor dengan menginisialisasi posisi unknown node yang mengacu pada posisi anchor (known node) dalam sebuah jaringan. Pada proyek akhir ini dibuat suatu simulasi sistem lokalisasi pada sebuah jaringan sensor nirkabel menggunakan skema kolinearitas segitiga. Skema ini memerlukan tiga buah anchor sebagai bantuan untuk proses estimasi posisi. Pada proses estimasi, digunakan metode titik tengah segitiga yang menggunakan perhitungan perbandingan pada garis berat segitiga. Dilakukan berdasarkan 3 parameter pengujian. Yaitu penambahan jumlah node, perubahan nilai luas area, dan perubahan range komunikasi. Pada pengujian penambahan jumlah node, node yang ditambahkan adalah unknown node dengan rata-rata error estimasi terbesar adalah 5.1938 pada model penyebaran fixed anchor dan fixed unknown. Sedangkan untuk nilai rata-rata error terkecil pada parameter pengujian untuk penambahan jumlah unknown dapat diamati pada model pengujian random unknown dan random anchor yakni sebesar 0.361. Untuk nilai mse yang dihasilkan dari pengujian luas area, diperoleh nilai mse terbesar saat pengujian penggunaan luas area yang paling besar yaitu 50x50 meter, dengan nilai mse sebesar 8 meter. Dan untuk pengujian range komunikasi, range terbaik yang digunakan adalah sebesar nilai luas area yang digunakan. Sebab hal itu akan mempengaruhi cakupan node referensi yang didapatkan tiap unknown. Nilai mse terkecil adalah berada pada range komunikasi antara 50-100 meter, dimana nilai mse yang didapatkan adalah sebesar 13.175 meter dengan penggunana luas area sebesar 100 meter.
PEMBUATAN VIDEO COMPANY PROFILE AKADEMI AREMA FC UNTUK STRATEGI PENGEMBANGAN PEMAIN MUDA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SEPAK BOLA INDONESIA
Author : Ujang Pranata , Khoironi, Sritrusta Sukaridhoto
Abstrak
Sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia, namun pengembangan pemain muda masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya media promosi yang efektif. Akademi Arema FC sebagai salah satu akademi sepak bola memiliki peran penting dalam mencetak pemain muda berbakat. Sayangnya, promosi akademi ini masih terbatas. Untuk itu, proyek ini bertujuan membuat video company profile sebagai strategi promosi digital guna meningkatkan citra dan daya tarik Akademi Arema FC. Dalam proses pembuatannya, digunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahapan, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Hasil dari proyek ini adalah video company profile yang informatif dan menarik secara visual, diharapkan dapat membantu Akademi Arema FC dalam menjangkau masyarakat luas, meningkatkan minat pemain muda, dan menarik dukungan dari sponsor.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer