Rancang Bangun Tempat Sampah Organik dan Anorganik
Author : Aria Alga Angzola Adi  , Legowo Sulistijono, Madyono

Abstrak

Sampah jenis organik dan anorganik membutuhkan waktu yang berbeda untuk dapat terurai, dimana sampah dengan jenis anorganik akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan jenis sampah organik. Oleh karena itu, antara jenis sampah organik dan anorganik seharusnya ditangani dengan cara yang berbeda pula, baik itu dari segi pembuangan maupun proses daur ulang jika diperlukan. Proses pemilahan sampah sesuai jenisnya sangat penting sebelum akhirnya sampah berakhir pada tempat pembuangan akhir (TPA). Karena adanya permasalahan mengenai sampah tersebut, pada proyek akhir ini penulis membuat tempat sampah yang dapat melakukan identifikasi jenis sampah antara organik dan anorganik secara otomatis dengan memanfaatkan perbedaan nilai kapasitansi maupun transparansi dari jenis sampah organik dan anorganik. Sistem dapat dibangun menggunakan beberapa sensor, yaitu proximity induktif, proximity kapasitif, dan modul LDR yang digunakan sebagai data masukan dan sebuah keluaran berupa servo yang dapat memisahkan sampah secara otomatis berdasarkan hasil klasifikasi yang dilakukan oleh sistem dengan presentase akurasi sebesar 91%.


ANALISIS KESEHATAN BERDASARKAN HASIL UKUR SATURASI OKSIGEN, DETAK JANTUNG, RESPIRATORY RATE, DAN SUHU TUBUH DENGAN METODE POHON KEPUTUSAN

Author : Mawaddah Sekar Rahmawati  , Kemalasari, Budi Nur Iman

Abstrak

Tanda vital merupakan ukuran statistik untuk menentukan status kesehatan seseorang. Pengukuran tanda-tanda vital dilakukan menggunakan alat-alat medis maupun secara manual oleh tenaga medis. Proses tersebut tentunya tidak efisien karena memakai alat yang berbeda-beda serta tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga waktu yang dibutuhkan lebih lama. Dari permasalahan tersebut Proyek Akhir ini berusaha untuk membuat sebuah alat analisis kesehatan dengan menggunakan parameter suhu tubuh, detak jantung, saturasi oksigen (SpO2), dan respiratory rate (RR). Suhu tubuh diukur menggunakan sensor MLX90614, detak jantung dan saturasi oksigen diukur menggunakan sensor MAX30105, Sedangkan respiratory rate diukur menggunakan sensor piezoelektrik. Metode yang digunakan adalah metode pohon keputusan atau Decision Tree. Metode ini akan untuk menentukan status kesehatan berdasarkan data dari sensor. Proyek akhir ini bertujuan untuk membuat alat tersebut serta mampu mengolah dan menganalis hasil pengukuran agar dapat memberikan informasi mengenai status atau kondisi kesehatan seseorang. Alat ukur tanda-tanda vital yang dihasilkan mampu mengukur suhu tubuh akurasi sebesar 98,7%, detak jantung dengan akurasi 92.8%, saturasi oksigen dengan akurasi 97.3%, sedangkan laju pernapasan dengan akurasi sebesar 74,2%. Metode pohon keputusan juga mampu mengklasifikasikan kesehatan seseorang berdasarkan data tanda vitalnya dengan akurasi sebesar 85% dan presisi sebesar 88%.


RANCANG BANGUN PENGIRIS KENTANG BERBENTUK ULIR MENGGUNAKAN MOTOR INDUKSI 1 FASA DENGAN KONTROL PID

Author : Lyza Gunawan S  , Sutedjo, Indhana Sudiharto

Abstrak

Perkembangan teknologi dalam bidang pangan telah cukup banyak berkembang pesat dengan adanya permintaan dari masyarakat untuk memudahkan pekerjaan manusia, sebagai contoh pengolahan kentang mulai dari kentang yang siap di goreng hingga kentang yang dibuat berbentuk ulir. Sebagaimana yang diketahui Proses pengirisan kentang berbentuk ulir dilakukan secara sederhana atau hanya menggunakan pisau saja, dimana pengiris kentang dibuat bertujuan untuk membentuk kentang berbentuk Ulir. Rancang bangun Pengiris Kentang Berbentuk ulir menggunakan motor induksi 1 fasa dengan kontrol PID adalah alat pengiris kentang berbentuk spiral/ulir, mesin ini digunakan oleh masyarakat untuk membuat makanan dari kentang. Alat ini dapat mengatur kecepatan motor yang konstan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal, kecepatan motor diatur oleh kontroler PID dengan menggunakan mikrokontroler dan kecepatan motor diatur sesuai dengan setpoint. Agar setpoint yang diberikan tetap konstan maka diberikan sensor kecepatan pada motor untuk mendeteksi kecepatan motor kemudian dikirimkan ke mikrokontroler untuk diproses agar tengangan dan frekuennsi yang keluar dari inverter konstan.


ANALISIS PENGARUH VARIASI SUDUT TRANSITION ZONE DAN SUDUT INLET DUCT TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN DAN PERPINDAHAN PANAS PADA HRSG TIPE VERTIKAL

Author : Ikhsan Mahardhika Utama  , Fifi Hesty Sholihah, Rifah Amalia

Abstrak

Komponen yang menentukan bentuk aliran pada HRSG adalah inlet duct. Setelah melewati inlet duct, flue gas diharapkan memiliki kecepatan aksial dan distribusi temperatur yang uniform, dengan tujuan untuk mengoptimalkan pressure drop dan mengurangi turbulensi gas sisa karena memiliki kecepatan tinggi. Turbulensi dapat menyebabkan tidak meratanya temperatur aliran karena ada panas terkonsentrasi pada titik tertentu sehingga dapat mengurangi perpindahan panas yang terjadi antara flue gas dan uap. Namun pada kondisi aktual, aliran yang keluar dari inlet duct belum mencapai aliran uniform karena terjadi separasi pada bagian tepi dari inlet duct. Sehingga, diperlukan suatu upaya agar aliran yang keluar dari inlet duct memiliki profil aliran dan distribusi temperatur yang uniform. Pada Tugas Akhir ini, peneliti akan melakukan studi numerik berupa simulasi 2 dimensi menggunakan Computational fluid dynamic (CFD) mengenai pengaruh variasi sudut pada inlet duct dan transition zone HRSG tipe vertikal terhadap karakteristik aliran dan perpindahan panas. Variasi sudut inlet duct (β) dan transition zone (α) dalam penelitian ini ada 5 macam yaitu, variasi 1 dengan sudut α=35° dan β=15°, variasi 2 dengan sudut α=35° dan β=25°, variasi 3 dengan sudut α=35 dan β=30°, variasi 4 α=30° dan β=25°, variasi 5 α=45° dan β=25° . Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa sudut inlet duct dan zona transisi mempengaruhi aliran dan perpindahan panas flue gas pada HRSG tipe vertikal, semakin besar sudut α menyebkan terjadinya separasi aliran, semakin besar sudut β menyebabkan kecepatan aliran flue gas menjadi lebih cepat. Pada simulasi ini variasi 2 (α=35°, β=25°) memiliki kecepatan dan distribusi aliran yang paling baik dengan kecepatan flue gas rata-rata sebesar 4,27 m/s, selain itu total perpindahan panas yang tertinggi juga terjadi pada variasi 2 (α=35°, β=25°) dengan total perpindahan panas sebesar 190,2057 MW.


MELESTARIKAN ALUNAN MUSIK SARONEN MELALUI PENDEKATAN FACE TRACKER AUDIO

Author : Abu Yasit Yusuf  , Khoironi, Taufikur Rahman

Abstrak

Musik saronen merupakan musik tradisional madura yang biasa dimainkan pada acara budaya dan tradisional, musik saronen juga digunakan untuk menyambut iring-iringan pengantin pada acara pernikahan. Musik saronen biasanya terbentuk dari kombinasi alat musik tradisional seperti suara gamelan, terompet, kenong, korca, gendang besar, dan gendang kecil sehingga menghasilkan alunan suara unik yang memiliki ciri khas madura. Musik saronen hingga saat ini masih dimainkan pada saat acara festival adat madura, namun eksistensi nya sudah terlupakan karena perkembangan musik modern yang berkembang kian pesat dengan bantuan teknologi video pendek yang disisipi alunan musik modern seperti video pendek dalam bentuk rells maupun story Instagram yang memiliki alunan audio modern. Hal itu tentunya menjadi masalah tersendiri bagi warisan budaya musik saronen yang kian hari mulai hilang eksistensi nya. Tujuan dari proyek akhir ini untuk mengembalikan eksistensi alunan saronen madura dengan mengembangkan face tracker audio musik saronen dalam bentuk filter Instagram menggunakan spark AR studio. Teknologi ini diharapkan dapat melestarikan musik tradisional saronen madura yang sudah lama terlupakan di era digital. dalam hal ini sebagai upaya pelestarian musik saronen madura melalui penggunaan fitur-fitur yang ada. Filter ini dapat di gunakan oleh pengguna media sosial instagram dan facebook sehingga bisa di upload menjadi stories/instastories dan memungkinkan pengguna untuk membuat video berdurasi pendek dan dapat membagikan video tersebut kepada pengguna lainnya. Alunan yang digunakan dalam teknologi face tracker audio di dapat dari latihan saronen yang di rekam secara langsung, dan kemudian dilakukan teknik editing split audio untuk memisahkan suara gamelan, kenong, terompet, korca, gendang besar dan gendang kecil.