Author : Agha Pradipta Merdekawan , Tri Budi Santoso, Ahmad Zainudin
Abstrak
Di daerah urban terutama di kota-kota besar sering kali lingkungan tempat tinggal tidak memenuhi syarat untuk hidup sehat. Kualitas udara sering menjadi penyebab munculnya berbagai macam penyakit. Mulai dari infeksi saluran pernapasan, hingga kanker paru-paru. Peningkatan jumlah penduduk yang tinggi tentu dapat menyebabkan tingkat produksi sampah yang dapat memperburuk kualitas udara di perkotaan jika sampai tertimbun. Begitu pula dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor yang menjadi salah satu penyebab tingkat konsentrasi polutan diudara. Pantauan serta publikasi terhadap beberapa parameter kualitas udara yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup dan kesehatan terkait di setiap daerah, dirasa kurang mendetail dan terkesan kurang menyeluruh di setiap lokasi dalam satu kota. Pada proyek akhir ini akan dilakukan perancangan dan pembuatan sistem pemantauan kualitas udara berbasis konsep Wireless Sensor Network (WSN). Dimana, data yang diukur berupa konsentrasi CO, CO2 dan CH4 diudara, dengan menggunakan sensor MQ-7 untuk pengukuran CO, sensor MQ-4 untuk mengukur CH4 dan sensor MQ-135 untuk mengukur CO2. Dari hasil pengujian terlihat bahwa sensor menunjukkan kinerja cukup bagus dengan hasil deteksi CO hingga 300 ppm, deteksi CO2 hingga 500 ppm dan CH4 hingga 250 ppm. Data-data sensor yang tersebut akan diproses dan didapatkan kualitas udara menggunakan algoritma Decision Tree ID3 sebelum akhirnya dikirim ke gateway menggunakan Lora modem. Data yang dikirim ke gateway, akan disimpan dalam database pada sebuah web server. Hasil pengujian menunjukkan pada jarak pengujian 500 meter dan 1 km terdapat data eror atau data hilang yang diterima, di sisi lain pengujian 60 meter tidak terjadi kerusakan data tersebut.
RANCANG BANGUN WIRELESS SENSOR NETWORK UNTUK MONITORING TANAMAN TOMAT
Author : Jesicha Maghfiroh , M. Zen Samsono Hadi, Aries Pratiarso
Abstrak
Pada era modern ini hampir semua peralatan memanfaatkan teknologi. Salah satu pemanfaatannya dapat diterapkan pada pertanian yang dapat mempermudah para petani dalam mengelola lahan pertaniannya. Agar kualitas produk dapat maksimal dan tidak terjadi kegagalan panen, maka proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman harus selalu diperhatikan. Oleh karena itu dibuatlah suatu sistem untuk me-monitoring lahan pertanian berbasis Wireless Sensor Network (WSN) sebagai acuan bagi para petani dalam mengambil keputusan. Sistem terdiri dari 2 node dan 1 gateway. Node pertama mengukur suhu, intensitas cahaya, dan ph tanah tanaman tomat. Node kedua mengukur kelembapan tanah tanaman tomat. Kedua node tersusun dari Arduino Uno sebagai mikrokontroller dan NRF24L01 sebagai modul komunikasi. Gateway tersusun dari NodeMCU ESP8266 sebagai modul Wi-Fi dan NRF24L01 sebagai modul komunikasi. Data hasil monitoring akan dikirim ke web thinger.io secara wireless sehingga memudahkan petani untuk memantau tanaman tomatnya. Hasil pengujian monitoring tanaman melalui web thinger.io menunjukkan sensor suhu, sensor cahaya, sensor ph tanah, dan sensor kelembapan tanah dapat mendeteksi suhu, intensitas cahaya, ph tanah, dan kelembapan tanah dengan baik. Keakuratan pembacaan sensor ph tanah memiliki error di bawah 10%. Ketika sensor kelembapan tanah mendeteksi kelembapan tanah berada pada kondisi perlu dilakukan penyiraman, maka pompa air akan menyala. Integrasi sistem secara keseluruhan berjalan dengan baik. Jarak maksimum komunikasi modul NRF24L01 pada kondisi non line of sight mampu mencapai 140 meter. Sedangkan jarak maksimum komunikasi modul NRF24L01 pada kondisi line of sight mampu mencapai 500 meter.
RANCANG BANGUN SISTEM JEMURAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER
Author : Angela Vega Koilbain , Legowo Sulistijono, Alrijadjis
Abstrak
Kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini dapat kita manfaatkan untuk melindungi jemuran kita dari hujan atau cuaca tidak bersahabat. Dengan menggunakan Arduino Uno sebagai pusat kendali, kita dapat merancang sebuah alat untuk sitem jemuran otomatis. Pada penelitian ini mengusulkan desain jemuran pintar yang dilengkapi dengan sensor cahaya, sensor hujan, sensor kelembapan, serta dilengkapi kipas sebagai alat pengering pakaian yang dalam kondisi basah atau lembab. Sensor hujan merupakan komponen penting dalam sistem ini karena digunakan untuk mengantisipasi kondisi cuaca. Ketika sensor hujan mendeteksi adanya hujan maka motor akan otomatis menarik jemuran kedalaman ruangan.Kita tidak perlu khawatir tentang pakaian yang ada dijemuran apabila kondisi cuaca tidak bersahabat ataupun pakaian masih basah atau lembab, karena sudah dilindungi dengan sistem jemuran pintar dimana jemuran akan masuk kedalam ruangan dikala cuaca dalam kondisi hujan, mendung dan bila pakaian yang berada diruangan pengaman masih basah atau lembab, maka sensor kelembapan akan memberi input ke Arduino Uno untuk melakukan proses pengeringan oleh kipas sehingga kita tidak perlu khawatir lagi apabila pakaian yang dijemur masih basah atau lembab. Sensor kelembapan adalah bagian dari sistem yang membantu dalam memastikan bahwa pakaian kering sepenuhnya sebelum proses fan dihentikan. Dengan mengukur tingkat kelembapan udara disekitar jemuran, sensor ini memungkinkan sistem untuk menyesuaikan intensitas pengeringan sesuai dengan kondisi actual. Rancang alat jemuran ini yang dibuat secara keseluruhan dapat bekerja dengan baik dan memungkinkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS EKONOMIS PEMELIHARAAN PADA KONDENSOR MENGGUNAKAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)
Author : Yusril Husni Rosyadi , Prima Dewi Permatasari, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
Abstrak
Kondensor adalah alat penukar panas untuk mengubah fase gas menjadi fase cair. Salah satu parameter yang dijaga adalah tekanan vakum kondensor. Beberapa penyebab penurunan kualitas tekanan vakum kondensor disebabkan oleh beban turbin yang terlalu tinggi, kebocoran tabung, air pendingin yang tidak mencukupi dan masalah instrument lainnya. Perhitungan nilai availability sebesar 92.28%, performance sebesar 95.89%, dan quality rate sebesar 95.64%. Hasil perhitungan rata-rata Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah 91.06%. Kerugian terbesar yang menyebabkan OEE rendah adalah reduced speed dan defect in process, hal itu diakibatkan tekanan vakum yang dihasilkan jauh dari parameter yang dipertahankan. Terdapat 4 faktor yang menyebabkan manusia, mesin, metode dan material. Nilai keandalan yang optimal dengan R(t) = 50% - 75% dengan total biaya sebesar Rp 1,084,257 – Rp 1,924,896, sehingga dengan dilakukan pemeliharaan skala kecil selama 2 jam hingga 82 jam dapat meningkatkan nilai reliability.
ANALISA KINERJA KODE LDPC PADA SISTEM MIMO-OFDM PADA KANAL RAYLEIGH FADING
Author : Indra Iqbal Rostyanta , Yoedy Moegiharto
Abstrak
Penelitian ini mempresentasikan kinerja kode Low Density Parity Check (LDPC) pada sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan teknik diversitas Multiple Input Multiple Output (MIMO) menggunakan modulasi QPSK. Pengujian kinerja system dilakukan dengan menganalisa nilai Bit Error Rate (BER) terhadap Energy per Bit to Noise Power Spectral Density Ratio (Eb/No) yang diterima oleh system. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan dengan membandingkan kinerja MIMO-OFDM dengan dan tanpa kode LDPC pada kanal multipath rayligh fading. Dari pengamatan yang telah dilakukan, konfigurasi antenna 4x4 memiliki performa paling baik dibanding konfigurasi 2x2 dan 2x4 yang menghasilkan BER 10-5 pada SNR -1.4 dB. Sedangkan modulasi yang paling baik digunakan adalah dengan modulasi QPSK, dimana menghasilkan BER 10-5 pada SNR -2.3 dB, dengan efisiensi 7.2 dB bila disbanding dengan 16PSK. Lalu untuk kinerja LDPC menghasilkan kinerja yang lebih baik dengan nilai iterasi yang lebih besar, dimana iterasi 50 menghasilkan efisiensi lebih dari 7 dB bila disbanding dengan iterasi 1. Kemudian, untuk coderate LDPC, coderate 1/3 menghasilkan performa lebih baik disbanding dengan rate ½, dimana mengahsilkan efisiensi 2.6 dB untuk EbNo-nya pada nilai BER 10-5.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer