PERANCANGAN SISTEM INTEGRASI MANAGEMENT MAINTENANCE UNTUK MENENTUKAN FUNGSI KEANDALAN PADA UNIT OPERASI BOILER PLTU
Author : Nur Fadhilah Rahman  , Fifi Hesty Sholihah, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya

Abstrak

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan perubahan energi panas menjadi energi listrik secara terus menerus. Sehingga pada proses produksi PLTU bersifat continuous process. Apabila salah satu komponen mengalami kerusakan atau kegagalan akan menyebabkan terhentinya keseluruhan fungsi. Maka dari itu dibutuhkannya suatu tindakan maintenance komponen untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan atau kegagalan dengan melakukan aktifitas memperbaiki, mengganti, dan memodifikasi komponen. Maintenance kuantitatif merupakan metode analisa perspektif teoritis perhitungan secara matematik yang dilakukan melalui pendekatan atau distribusi numerik. Dalam proses pengolahan data secara matematik tentunya akan menyulitkan. Untuk meminimailisir tersebut dibutuhkannya suatu sistem manajemen yang terintegrasi secara baik. Sistem manajemen ini berupa application software. Diharapkan dengan penggunaan application software, proses mengolah dan menyimpan data dapat lebih praktis. Hasil program dan anailisa dengan metode kuantitatif didapatkan realibility kurang dari 0.7 dan penjadwalan dari tiap kompoenen fan, motor penggerak, damper inlet vane, turning gear, dan bearing. dimana nilai realibilty fan kurang dari 0.7 adalah 1400 jam dan penjadwalan maintenance selama 32 hari. nilai realibilty motor penggerak kurang dari 0.7 adalah 900 jam dan penjadwalan maintenance selama 23 hari, nilai realibilty damper inlet kurang dari 0.7 adalah 1600 jam dan penjadwalan maintenance selama 45 hari


RANCANG BANGUN ALAT PEMBUNUH BAKTERI PATOGEN PADA SUSU SAPI SEGAR MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED ELECTRIC FIELD (PEF)

Author : Adrina Listy Fauziah  , Agus Indra Gunawan, Edi Satriyanto

Abstrak

Susu sapi merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia. Kadungan gizinya yang tinggi menyebabkan susu sapi menjadi sarana pertumbuhan dan perkembangan yang baik bagi mikroorganisme seperti bakteri. Bakteri patogen pada susu sapi dapat membahayakan kesehatan konsumen. Jumlah bakteri patogen pada susu sapi dapat mempengaruhi pendapatan peternak sapi. Biasanya, para peternak sapi akan mengumpulkan susu sapi kemudian menjualnya kepada pabrik pengolah susu sapi. Semakin banyak jumlah bakteri patogen pada susu sapi maka harga susu sapi semakin murah. Selama ini teknik membunuh bakteri patogen pada susu sapi yang banyak digunakan yaitu Ultra High Temperature (UHT). Namun cara tersebut tidak hanya membunuh bakteri patogen saja tetapi enzim essensial yang bermanfaat bagi tubuh manusia juga ikut terurai karena menggunakan suhu yang tinggi. Pulsed Electric Field (PEF) merupakan salah satu teknik untuk membunuh bakteri patogen pada susu sapi yang menggunakan tegangan tinggi dalam waktu yang singkat. PEF berlangsung pada suhu rendah sehingga diharapkan mampu mereduksi jumlah bakteri patogen tanpa menghilangkan enzim essensial pada susu sapi. Hal tersebut dapat memperbaiki kualitas susu sapi sehingga dapat membantu peternak sapi meningkatkan harga jual susu sapinya.


APLIKASI PEMESANAN DAN PENGIRIMAN GARAM DENGAN LOCATION BASED SERVICE (LBS) BERBASIS ANDROID DI PT GARAM (PERSERO)

Author : Faizil Umam  , Dwi Kurnia Basuki, Dias Agata, Tita Karlita

Abstrak

PT Garam (Persero) merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi garam tertua di Indonesia. PT Garam (Persero) memiliki distributor garam yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Pemesanan garam oleh distributor masih menggunakan via telepon dan sering kali mengalami kesalahan data pada saat pengiriman. Operator juga mengalami kesulitan mengetahui alamat dan jumlah stok garam pada distributor. Dalam tugas akhir ini, telah dilakukan penelitian tentang mobile app pemesanan dan pengiriman garam berbasis android. Tujuan dari penelitian ini untuk memudahkan transaksi pemesanan dan pengiriman garam pada distributor garam PT Garam (Persero). Mobile app ini terintegrasi dengan Google Maps untuk menampilkan alamat distributor pada peta yang nantinya akan menampilkan alamat dan menampilkan stok garam pada distributor. Dengan layanan teknologi Location Based Service (LBS), operator dapat lebih mudah melakukan transaksi dalam mengetahui stok garam yang ada pada distributor, pencarian alamat distributor, dan pengiriman garam ke distributor. Selain itu distributor juga bisa update stok garam dan dapat melakukan pemesanan dengan mudah karena pada mobile app ini terdapat e-katalog. Mobile App ini juga terdapat sistem cerdas untuk sistem rekomendasi pesanan. Mobile app ini telah diuji menggunakan metode black box testing mulai dari proses pemesanan, sistem rekomendasi pesanan, pengiriman, pencatatan transaksi sampai dengan laporan penjualan dengan tingkat validasi 100% pada aplikasi admin maupun distributor.


SISTEM PREVENTIF DEMAM BERDARAH (DBD) BERDASARKAN SOP DINAS KESEHATAN DI KABUPATEN JEMBER

Author : Dia Bitari Mei Yuana  , Ira Prasetyaningrum, Jauari Akhmad Nur Hasim

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih saja menjadi salah satu penyakit endemis di Indonesia karena angka kesakitan yang terus cenderung meningkat serta penyebaranya yang tidak dapat diprediksi. Salah satu wilayah yang menjadi daerah endemik dan jumlah penderita DBD terbanyak adalah Kabupaten Jember dengan 199 kasus (Kementerian Kesehatan RI, 2015). Pada Tahun 2015 di daerah Jember Kota (Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang) terdapat 15 orang meninggal akibat kasus DBD (Dinkes Jember, 2016). Faktor – faktor yang mempengaruhi penyebaran DBD adalah Curah Hujan (CH) dan Hari Hujan (HH) sebagai faktor iklim. Faktor – faktor lain adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) dan House Index (HI) sebagai pertumbuhan vektor penyakit seperti nyamuk Aedes Aegypti. Serta faktor lingkungan seperti sekolah, pasar, Fayankes, dan pondok pesantren juga menjadi pengaruh terhadap penularan dari penyakit DBD. Upaya pencegahan (preventif) yang berjalan saat ini adalah pemeriksaan jentik (ABJ dan HI) yang dilakukan secara berkala sebanyak minimal 10 rumah setiap kelurahan pada Hari Jumat yang disetor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jember oleh kader . Namun upaya preventif tersebut tidak berjalan efektif sehingga KLB terhadap penyakit DBD belum dapat ditanggulangi. Oleh karena itu Perlu dibuatkan Sistem Preventif yang mengembangkan metode Fuzzy untuk menghasilkan potensi DBD. Berdasarkan hasil dari perhitungan Fuzzy diketahui potensi DBD tinggi di kecamatan Kabupaten Jember yang diimplementasikan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) lalu dikembangkan dalam analisa data spasial untuk memperoleh pola penyebaran dari faktor lingkungan seperti : Fayankes, pasar, dan pondok pesantren. Terdapat 31 kecamatan sebagai data pengujian yang dilakukan perhitungan Fuzzy didapatkan 8 data yang tidak sesuai dan 23 data yang sesuai sehingga menghasilkan akurasi data sebesar 75% untuk menentukan potensi DBD di wilayah Kabupaten Jember. Dari perhitungan Fuzzy yang menghasilkan potensi DBD tinggi di wilayah Kabupaten Jember ditentukan titik penyebaran terhadap Fayankes, pasar, dan pondok pesantren untuk diketahui pola penyebarannya.


PENGUJIAN TRANSMISSION PARAMETER PADA PERANGKAT TELEMETRI NIRKABEL BERBASIS LORA DENGAN OPTIMALISASI LINK QUALITY DAN EFISIENSI DAYA

Author : Michael Agung Cahya Suliswa  , Akhmad Hendriawan, Bambang Sumantri

Abstrak

Meningkatnya perangkat cerdas yang terhubung dengan internet menuntut teknologi penghubung komunikasi untuk mampu mendukung perkembangan tersebut. Menurut data dari Statista, jumlah perangkat yang terkoneksi dengan internet pada tahun 2020 akan mencapai 30.73 miliar perangkat, dimana sebagian besar dari perangkat tersebut adalah sensor-sensor, perangkat rumah tangga, dan berbagai jenis perangkat cerdas lainnya. Menanggapi tingginya kebutuhan komunikasi ini, terdapat banyak solusi telemetri nirkabel jarak jauh, antara lain LoRa yang mendapat sorotan dari industri teknologi telekomunikasi, dikarenakan potensinya dalam transmisi jarak jauh dengan penggunaan daya yang sangat rendah, sehingga memungkinkan sebuah perangkat nirkabel untuk beroperasi dalam jangka yang panjang (rentang 1 s/d 10 tahun). Dalam tulisan ini, pembahasan akan difokuskan mengenai bagaimana pengaruh parameter transmisi yang diterapkan akan memengaruhi kualitas sambungan (Link Quality) Wireless Node Unit dengan Gateway unit pada komunikasi nirkabel dengan perangkat berbasis LoRa, berdasarkan parameter PRR (Packet Reception Rate), PER (Packet Error Rate), dan RSSI (Received Signal Strength Index) pada transmisi yang dilakukan.