Author : Choryatun , Hari Wahjuningrat, R. Henggar Budiman
Abstrak
ABSTRAK Perkembangan bahasa suatu suku bangsa, terutama suku bangsa yang besar dan terdiri atas berjuta pengujar senantiasa menghasilkan variasi karena adanya perbedaaan geografi atau karena adanya perbedaan lapisan dan lingkungan sosialnya. Variasi bahasa yang berbeda karena sesuai dengan pemakai bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu atau dalam kurun waktu tertentu, inilah yang disebut dialek. Dialek suatu daerah bisa diketahui tata bunyinya. Selain itu, ciri khas yang meliputi tekanan, turun naiknya nada, dan panjang pendeknya bunyi bahasa juga membangun aksen yang berbeda-beda. Keragaman dialek tersebut berkaitan dengan bahasa ibu penutur bahasa. Dalam penggunaan bahasa terdapat perbedaan dialek seperti bahasa Jawa yang dipergunakan oleh orang-orang di Solo atau Yogyakarta berbeda dengan bahasa Jawa yang dipergunakan oleh orang-orang di Surabaya, meskipun maksud dan penulisan katanya sama, tetapi memiliki perbedaan dalam pengucapannya. Sehingga dialek yang digunakan oleh seseorang dapat mengidentifikasi dari mana asal daerahnya. Perbedaan yang signifikan ini telah diamati oleh penulis selama tinggal di Surabaya dimana perbedaan dialek ini merupakan bagian dari kekayaan budaya di Indonesia. Pembuatan Proyek Akhir ini meliputi perekaman pengucapan kalimat yang akan diidentifikasi dialeknya dan divisualisasikan dengan matlab, mencari fiturnya dengan menggunakan frekuensi formant dan melakukan prediksi untuk mengklasifikasi dialek menggunakan SVM.
ESTIMASI STATE OF CHARGE (SOC) PADA ULTRACAPACITOR MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM
Author : Rizal Nurdiansyah , Novie Ayub Windarko, Renny Rakhmawati
Abstrak
Dalam perkembangan energi baru terbarukan, penyimpan energi merupakan salah satu komponen penting yang menjadi sorotan oleh para ahli. Penggunaan penyimpanan energi yang umum digunakan adalah baterai, berfungsi sebagai perangkat penyimpan energi yang digunakan pada sistem kelistrikan, seperti pada panel surya, kendaraan listrik, dan beberapa aplikasi elektronik. Pada kondisi nyata, baterai memiliki beberapa kelemahan, sehingga untuk beberapa aplikasi dengan daya yang tinggi, penggunaan baterai menjadi masalah karena memerlukan biaya yang relatif tinggi dengan kemampuan Discharge yang terbatas, dan massa yang relatif berat. Dengan perkembangan teknologi, Ultracapacitor menjadi salah satu terobosan baru perangkat penyimpanan energi khususnya pada kendaraan listrik ataupun Hybrid Energy Storage System. Kelebihan yang dimiliki Ultracapacitor diantaranya kerapatan daya yang tinggi, Discharge Rate tinggi, siklus hidup panjang, dan operasi kerja dengan suhu esktrim untuk memenuhi kebutuhan lonjakan daya yang tinggi pada kendaraan listrik dengan arus starting yang tinggi. Sebagai perangkat penyimpan energi, diperlukan pemantauan State of Charge dengan tujuan agar Ultracapacitor dapat dijaga masa hidup dan bekerja secara optimal. Pada penelitian ini estimasi State of Charge menggunakan Adaptive Neuro Fuzzy Inferece System diajukan dengan fungsi keanggotaan Triangular untuk konfigurasi rangkaian seri 5 Ultracapacitor 500 Farad 2.7 Volt guna menghasilkan tegangan yang 13.5 Volt dengan kapasitansi 100 Farad. Hasil simulasi menunjukkan bahwa estimasi SoC dengan perhitungan MAPE adalah 0.70% untuk Charging dan 0.83% untuk Discharging. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa MAPE dari estimasi SoC adalah 0.76% untuk arus acak dengan menggunakan fungsi keanggotaan Triangular menunjukkan estimasi sesuai dengan State of Charge sebenarnya.
IMPLEMENTASI CUSTOMER MAPPING SEBAGAI BAGIAN DARI APLIKASI IOT DI LINGKUNGAN RETAIL
Author : Rachmadani Yusuf Pratama , Aries Pratiarso
Abstrak
Penggunaan Bluetooth Low Energy (BLE) digunakan dalam layanan berbasis lokasi atau Location Based Services (LBS) di dalam ruangan. Di lain sisi pada zaman serba IoT ini supervisor toko masih sering bekerja secara manual untuk memperoleh data yang mereka butuhkan,terutama data yang berkaitan mengenai pengunjung toko yang hadir, Dan penggunaan beacon dan raspberry pi 3 ini mampu mendeteksi pengunjung yang hadir pada sebuah toko atau lingkungan retail. Pada era digital ini penggunaan BLE sangat penting untuk mempermudah para pemilik toko dalam memantau para pengunjungnya yang hadir. Pada proyek akhir ini dibuat implementasi untuk customer mapping yang ada lingkungan retail. Objek yang dijadikan dalam penelitian ini adalah pengunjung yang dimisalkan sebagai sebuah beacon card, dimana nantinya beacon card ini dipindai oleh raspberry pi. Hasil dari proyek akhir ini adalah trafik dari pengunjung yang divisualisasikan dalam satuan jam,hari,minggu,bulan dan tahun di web yang hanya bisa diakses oleh supervisor. Grafik pengunjung ini bersifat realtime dengan cara memuat ulang data secara otomatis dari database pengunjung masuk setiap 5 detik sekali. Hasil lainnya adalah berupa heatmap untuk menunjukkan area toko mana yang menjadi favorit pengunjung. Warna untuk area yang paling sering dikunjungi adalah warna ungu dan area yang jarang dikunjungi berwarna putih. Untuk menampilkan heatmap ini melalui web membutuhkan waktu sekitar 3.87 second, untuk selanjutnya memuat ulang heatmap membutuhkan waktu sekitar 1 second. Dari proyek akhir ini juga ditampilkan data berupa grafik barang yang terjual di toko. Dalam website ini terdapat beberapa fitur, dan delay terlama adalah ketika membuka bagian halaman awal setelah login, yakni sebesar 478,4 millisecond. Selain itu dari 2 raspberry pi yang digunakan dalam tugas akhir ini memiliki throughput dan delay yang berbeda. Dimana raspberry pi pertama memiliki throughput sebesar 274 kbps, namun delay terbesar dalam pengiriman data oleh raspberry pi kedua sebesar 0.02685 second.
RANCANG BANGUN SISTEM PENJEJAK OBJEK UNTUK MENGGERAKKAN KERETA BELANJA
Author : Dwiki Aliy Akbar , Setiawardhana, Riyanto Sigit
Abstrak
Robot merupakan salah satu produk elektronika yang saat ini sedang berkembang pesat. Perkembangan teknologi robot ini juga diikuti dengan perkembangan teknologi kamera yang juga sering diaplikasikan pada robot, sekarang kamera juga merupakan komponen penting pada robot, karena dengan penggabungan kamera dan robot, robot dapat beroperasi lebih baik dengan bisa mendeteksi ruang maupun untuk mencari objek dan benda lainnya. Dalam perencanaan proyek akhir ini akan dibuat rancang bangun kereta belanja penjejak objek. Penjejakan yang dimaksud adalah sistem yang dapat membuat kereta belanja untuk mengikuti objek. Dengan cara mendeteksi gambar pada objek yang akan diletakkan pada rompi/jaket yang akan digunakan manusia. Kemudian mengolahnya dengan image processing. Metode yang akan digunakan adalah template matching dan objek yang akan dideteksi adalah warna dan bentuk, hasil warna dan bentuk yang telah dideteksi oleh kamera akan dikirimkan dikirimkan ke PC untuk di filtering. Dan setelah filtering selesai dilakukan kalibrasi dengan trackbar untuk menemukan warna dan bentuk objek dengan baik. Lalu PC akan mengirimkan sinyal ke mikrokontrler Arduino uno untuk menggerakkan motor agar kereta belanja bergerak. Kontribusi yang diharapkan dalam tugas akhir ini adalah dengan adanya proyek akhir ini untuk dapat digunakan pada kehidupan sehari hari. Seperti pada pusat perbelanjaan dan juga ditempat lain.
IMPLEMENTASI METODE HYBRID BALANCING DENGAN ACTIVE CELL TO STACK BALANCING BERBASIS FLYBACK KONVERTER DAN PASSIVE BALANCING BERBASIS PULSE WIDTH MODULATION (PWM) PADA BATERAI LITHIUM-ION (LI-ION) KONFIGURASI 6S4P
Author : Nurul Yusuf , Eka Prasetyono, Suhariningsih
Abstrak
Metode penyeimbangan konvensional (aktif dan pasif) memiliki kelebihan dan kekurangan dalam melakukan proses ekualisasi tegangan sel baterai, pada penyeimbangan sel aktif berisiko terjadi kondisi chattering pada saat terdapat sel baterai dengan nilai deviasi diambang target deviasi tegangan sel baterai. Sedangkan metode penyeimbangan pasif memiliki waktu yang cenderung lama, penelitian ini berfokus untuk mengatasi setiap metode penyeimbangan sel konvensional dengan metode penyeimbangan hibrida, dengan prinip kerja sistem akan melakukan penyeimbangan sel aktif ketika deviasi tegangan sel berada di atats 10mV dan pada saat deviasi tegangan sel berada di bawah 10mV akan dilakukan penyeimbangan sel pasif dengan kontrol arus penyeimbangan berbasis kontrol sinyal PWM (Pulse Width Modulation). Solusi yang diusulkan berhasil mereduksi ripple tegangan akibat osilasi kontrol penyeimbangan yang semula bernilai 0,217% menjadi 0,0269 – 0,108% serta reduksi lama waktu osilasi sebesar 84,69% dengan rata-rata waktu penyeimbangan sel selama 49,02 menit bergantung pada set poin arus penyeimbangan sel pasif pada kondisi baterai standby. Sedangkan pada kondisi pengisian baterai, sistem berhasil menyeimbangkan sel baterai pada dengan rata-rata waktu penyeimbangan sel baterai selama 48,58 menit. Berdasarkan hasil tersebut metode penyeimbangan sel hibrida dapat mengoptimalkan proses penyeimbangan sel baterai dengan mereduksi serta mencegah terjadinya kondisi chattering dengan lama waktu penyeimbangan yang jauh lebih cepat dibanding penggunaan metode penyeimbangan pasif tunggal.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer