IMPLEMENTASI APLIKASI E-POSYANDU BERBASIS WEB DAN MOBILE
Author : Ahmad Nurkumaidi  , Amang Sudarsono, Mike Yuliana

Abstrak

Pesatnya kemajuan teknologi dan informasi sekarang ini, membuat kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari hal tersebut. Hal ini dikarenakan sangat erat kaitannya dalam membantu kegiatan sehari-hari. Contoh dari penggunaan teknologi masa kini adalah internet yang banyak di manfaatkan dalam segala bidang salah satunya di bidang kesehatan. Kurangnya informasi mengenai posyandu yang disajikan kepada masyarakat juga merupakan alasan dilakukannya pembuatan sistem ini. Pada proyek akhir ini dibuat suatu aplikasi pendataan secara elektronik didalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Aplikasi ini disebut elektronik posyandu atau E-POSYANDU. Didalam aplikasi ini terdapat tiga program utama yang meliputi cara registrasi, informasi balita, dan informasi laporan ke puskesmas. Aplikasi ini dapat diakses melalui website dan mobile. Pada aplikasi berbasis website dapat diakses oleh petugas posyandu, ibu balita dan petugas puskesmas. Sedangkan pada aplikasi mobile hanya dapat diakses oleh ibu balita. Hal ini difungsikan sebagai pengganti Kartu Menuju Sehat (KMS). Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, terlihat bahwa aplikasi E-POSYANDU yang telah dibuat berhasil dengan baik. Hasil pengukuran kecepatan akses menunjukkan bahwa waktu tercepat terdapat pada pengujian grafik yaitu sebesar 1,8 detik. Hal tersebut terjadi karena sistem menggunakan library jpgraph untuk menampilkan data dari server E-POSYANDU. Sedangkan pada aplikasi mobile waktu eksekusi tercepat pada saat user melihat informasi imunisasi yang diberikan kepada balita, yaitu sebesar 2,47 detik. Hal ini dikarenakan sistem hanya menampilkan data berupa teks dari server E-POSYANDU. Survey respondensi sistem juga telah menyatakan bahwa sebesar 80% aplikasi ini layak digunakan bagi masyrakat umum, karena aplikasi ini sudah mencakup dari keseluruhan kegiatan pada posyandu.


MENGGENGGAM OBJEK BERDASARKAN GAMBAR 3D UNTUK ROBOT KESEHATAN

Author : Wirayuda Dewandhana  , Dadet Pramadihanto, Bima Sena Bayu Dewantara

Abstrak

Proyek akhir ini adalah mengenai robot grasping trajectory berdasarkan posisi suatu objek dengan 3D image. Dimana dalam suatu gambar 3D terdapat suatu informasi yang lebih mengenali objek tertentu dalam suatu ruangan baik dari segi bentuk maupun posisi benda sehingga robot mampu mengenali posisi benda untuk proses Grasping Trajectory, khususnya dalam studi kasus ini adalah Healthcare Robotic. Metode yang digunakan untuk 3D image segmentation adalah RANSAC Algorithm, Feature Matching menggunakan Correspondence Grouping serta untuk persamaan forward kinematic full-arm robot berdasarkan frame global dari robot yang digunakan. Hasil sementara dari proyek akhir ini adalah deteksi objek dengan Correspondence Grouping dengan akurasi keberhasilan 90 %. Objek yang terdeteksi selanjutnya menggunakan metode centroid untuk mendapatkan posisi objek sebagai posisi end of effector pada kinematika lengan robot 7 DoF dengan metode coordinate transform untuk menyamakan pose frame antara objek dengan base lengan robot. Posisi objek sebagai input inverse kinematic dengan metode geometri dan forward kinematic yang digunakan persamaan homogeneous transformation sebagai pengenalan model robot lengan dan tangan. Terdapat 2 macam trajectory planning yang digunakan yaitu workspace untuk lengan robot dan joint space untuk tangan robot. Tingkat akurasi keberhasilan persamaan inverse kinematic antara persamaan matematika full-arm robot dan model full-arm robot sebesar 99,5 %.


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DATA BARANG DI GUDANG PJU DINAS PERHUBUNGAN PACITAN

Author : Rahardita Sitoresmi  , Arna Fariza, Desy Intan Permatasari

Abstrak

Gudang adalah bagian dari sebuah sistem logistik suatu instansi atau perusahaan dalam menyimpan barang, serta menyediakan informasi bagi manajemen mengenai status serta arus perpindahan barang yang disimpan dalam gudang. Pada saat ini sistem pergudangan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Pacitan banyak kendala yang dihadapi antara lain adalah sistem yang digunakan masih melakukan pencatatan atau belum terkomputerisasi sehingga dalam proses pencatatan masih ditemukan permasalahan dalam menghitung jumlah barang masuk atau barang keluar, dalam hal penyimpanan data barang kurang efisien, karena dalam bentuk arsip sehingga butuh tempat menyimpan yang cuku besar kendala tersebut tentunya akan memperlambat proses laporan penggunaan barang di gudang PJU. Maka diperlukan sistem informasi manajemen yang dapat mewujudkan integrasi data, mampu menyimpan data historis, dan efisiensi pelaporan data barang di gudang. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem untuk merancang sistem informasi manajemen gudang. Sistem ini diolah menggunakan framework Laravel dan bahasa pemrograman web PHP sera database MYSQL.


MEKANISME KERJA RUDDER CONTROL SYSTEM MENGGUNAKAN FLY – BY - WIRE PADA BOEING 777 - 300ER

Author : Galang Tri Hantoro  , Ali Husein Alasiry

Abstrak

Pesawat merupakan alat transportasi yang memiliki banyak control system. Flight control mengubah aliran dan distribusi tekanan udara di sekeliling airfoil. Perubahan ini mempengaruhi gaya angkat (lift) dan gaya hambat (drag) yang dihasilkan oleh airfoil / kombinasi dengan control surface. Flight control system pada pesawat digunakan untuk melakukan kendali pada ketiga sumbu pesawat yaitu longitudinal (roll movement), lateral (pitch movement) dan vertikal (yaw movement). Flight control system pada pesawat terdiri dari sistem primer (primary flight control) dan sekunder (secondary flight control) yang berfungsi untuk melakukan kendali pada pesawat selama penerbangan.Primary control surface yang harus ada pada setiap pesawat terdiri dari Aileron, Elevator dan Rudder. Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya potensi efisiensi biaya yang terus meningkat, pesawat baru diharapkan memiliki performa terbaik dengan biaya perawatan pesawat secara keseluruhan lebih murah di banding model – model pesawat yang sudah ada saat ini. Desain – desain aerodinamik yang lebih efisien merupakan faktor utama dalam mendapatkan peningkatan performa. Namun hal ini sekaligus menambah kerumitan pada sistem pesawat. Akan terasa sulit bagi seorang pilot untuk secara langsung mengendalikan (control) pesawat dengan tipe seperti ini, dengan begitu kendali (control) komputer menjadi suatu keharusan. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, para perancang menggabungkan teknologi pesawat dan komputer. Control cable yang berat digantikan dengan kabel data yang lebih ringan. Dengan cara ini pilot tidak menggerakkan flight control surface secara langsung, melaikan memberi sinyal ke komputer, komputer akan mengolahnya dan memberikan sinyal ke actuator untuk menggerakkan flight control surface. Penggunaan fiber optic (ARINC) mampu mengurangi kerumitan rangkaian kabel. Sehingga pesawat – pesawat baru saat ini menggunakan fly-by-wire system dengan tujuan mendapatkan desain yang lebih efisien dan mereduksi berat pesawat. Salah satu tipe pesawat yang sudah menggunakan fly-by-wire system adalah Boeing 777-300ER.


SAR MAP PREDICTION UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI CUACA PADA LOKASI BENCANA DENGAN METODE LSTM (LONG SHORT TERM MEMORY)

Author : Ida Bagus Alim Haqqi  , M. Zen Samsono Hadi, Aries Pratiarso

Abstrak

Di sepanjang tahun 2021 selain covid 19, banyak sekali terjadi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya yaitu bencana vulkanik. Bahkan dari kejadian tersebut mengakibatkan banyak korban - korban berjatuhan dan bahkan proses evakuasi korban dapat terhambat karena kondisi cuaca yang buruk dan tidak dapat diprediksi. Untuk mencegah hal tersebut, maka dilakukan prediksi kondisi cuaca di lokasi bencana vulkanik. Agar dapat mempermudah hal tersebut, maka dibutuhkan alat yang dapat membuat prediksi kondisi cuaca di lokasi bencana vulkanik dengan menggunakan metode LSTM (Long Short Term Memory). Hasil yang didapatkan berupa prediksi kondisi cuaca normal dan buruk. Untuk parameter yang diuji adalah suhu, kelembapan, tekanan udara, karbondioksida, debu, dan hidrogen sulfida. Pengujian pertama yang dilakukan adalah pengujian algoritma LSTM dan k-means clustering dengan melakukan training dataset pada semua parameter sehingga didapatkan hasil terbaik dari nilai RMSE, loss, validation loss, dan timesteps yaitu timesteps bernilai 2, batch size bernilai 8, dan epoch bernilai lebih dari 50. Pengujian kedua yang dilakukan adalah pengujian kondisi cuaca dengan atau tanpa perlakuan khusus, didapatkan hasil terbaik yaitu minimal terdapat tiga parameter yang memiliki nilai rendah untuk kondisi normal dan nilai tinggi untuk kondisi bahaya. Pengujian ketiga yang dilakukan yaitu pengujian LoRa, dan didapatkan hasil terbaik untuk maksimal jarak pengiriman yaitu 170 meter.