PEMETAAN SPASIAL TEMPORAL PNEUMONIA BALITA DI KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN HIERARCHICAL CENTROID LINKAGE
Author : Rosyidah Amini Suci  , Arna Fariza, Entin Martiana Kusumaningtyas, Arif Basofi

Abstrak

Pneumonia adalah infeksi akut pada paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, jamur dan bakteri. Data dari Dinas Kesehatan Bojonegoro pada tahun 2019 menyatakan bahwa pneumonia menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian bayi dan balita. Pneumonia rentan menyerang bayi, balita, lansia, dan orang yang memiliki masalah kesehatan (kurang gizi, gangguan imunologis). Dengan persentase 32.910 (26%) menyerang usia di atas 5 tahun sedangkan usia di bawah 5 tahun memiliki persentase 92.913 (74%). Penelitian ini mengusulkan pendekatan analisis risiko pneumonia balita di Bojonegoro menggunakan algoritma Hierarrchical Centroid Linkage kemudian membentuk sebuah kluster berdasarkan tingkat kemiripannya. Tingkat kerawanan terbagi dalam 3 kluster yaitu rendah, sedang, dan tinggi yang divisualisaikan kedalam peta dengan rentang waktu dari tahun 2016 hingga 2019. Pengujian kluster dengan menghitung nilai koefisien silhouette width, diketahui rata – rata dari tiap tahunnya yaitu sebesar 0,4. Informasi disajikan dalam bentuk pemetaan spasial dari masing-masing kecamatan di Bojonegoro sehingga dapat menyajikan informasi di lingkup kecamatan. Hasil informasi yang ditampilkan dalam aplikasi ini dapat digunakan sebagai sistem pendukung keputusan untuk kewaspadaan dini pada pneumonia balita dalam melakukan upaya untuk mencegah dan mengendalikan kasus pneumonia balita di Bojonegoro. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, ada beberapa kecamatan dengan tingkat kerawanan yang masih sedang hingga tinggi sehingga perlu dilakukan program penanggulangan dan deteksi temuan kasus pneumonia balita pada daerah tersebut. Dan berdasarkan hasil uji coba user terhadap aplikasi pneumonia balita, bahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik serta dapat memenuhi kebutuhan pemerintah, petugas kesehatan serta masyarakat Bojonegoro dalam menangani kasus pneumonia balita di Kabupaten Bojonegoro.


GAMELAN ROBOTIC : PENGENALAN NOTASI MUSIK ANGKA MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK

Author : Iftahatus Shofwan  , Indra Adji Sulistijono, Endah Suryawati Ningrum

Abstrak

Menurunnya penggemar budaya alat musik Gamelan menyebabkan hilangnya budaya Gamelan di Indonesia. Untuk mengembalikan peminat budaya di dunia modern ini, kami menciptakan Robot Gambang. Robot Gambang adalah robot yang dirancang untuk memainkan salah satu alat music tradisional berupa Gamelan, dalam penilitian ini adalah dikhusukan pada alat musik Gambang. Robot Gambang digerakkan menggunakan PLC atau Programmable Logic Controller. Robot yang diciptakan ini bertujuan untuk melestarikan budaya alat musik Gambang di Indonesia dan tujuan dari system vision dari robot ini adalah agar robot dapat dimainkan secara otomatis melalui input buku musik. Masukan dari Gambang Robot Ini adalah buku musik yang diambil dengan kamera kemudian diproses melalui komputer atau laptop. Dalam penelitian ini akan dibahas bagian vision dari robot yaitu tentang proses membaca buku musik sehingga bisa bermain Gambang Robot secara otomatis. Buku musik yang digunakan adalah notasi music berupa angka. Metode yang digunakan untuk pengenalan adalah Artificial Neural Networks khusunya Backpropagation dengan menggunakan software MATLAB. Dari beberapa pengujian yang telah dilakukan, hasil pengenalan terbaik adalah dengan menggunakan satu hidden layer yang menghasilkan rara-rata pengenalan kurang maksimal yaitu 52% dan 56,67%.


PENGUJIAN DAN PENJAMINAN KUALITAS MASBRO CANTEEN (APLIKASI LAYANAN PESAN ANTAR MAKANAN KANTIN PENS)

Author : Asy Syaffa Khoirunnisa  , Desy Intan Permatasari, Andhik Ampuh Yunanto, Rengga Asmara

Abstrak

Aplikasi layanan pesan antar makanan kantin PENS yang dikembangkan oleh tim Masbro Canteen membutuhkan pengujian yang baik untuk mencapai produk yang berkualitas karena kompleksitas aplikasi ini. Pengujian diperlukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan seperti pengguna kesulitan karena banyaknya kekeliruan dalam aplikasi, pengguna kebingungan karena tidak menyadari bahwa ia menggunakan aplikasi dengan tidak semestinya, dan pengguna tidak terbiasa dengan antarmuka aplikasi. Metodologi pengembangan yang digunakan adalah model Agile dengan fokus pada prinsip-prinsip pengujian perangkat lunak yang baik untuk memastikan aplikasi berfungsi dengan benar, menangani kesalahan pengguna, dan mudah digunakan tanpa memerlukan panduan khusus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik dalam skenario penggunaan ideal, menangani kesalahan dengan baik, dan mendapatkan umpan balik positif dari pengguna, yang membuktikan aplikasi ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah antrean di kantin PENS.


IMPLEMENTASI DELAY TOLERANT NETWORK (DTN) BERBASIS DTN2 PADA WLAN 802.11n MENGGUNAKAN ROUTING MINIMUM ESTIMATED EXPECTED DELAY (MEED)

Author : Kevin Prima Pambudi  , Amang Sudarsono, Ahmad Zainudin

Abstrak

Delay Tolerant Network (DTN) merupakan solusi untuk komunikasi data pada intermittent area dimana link antara sumber dan tujuan tidak selalu tersedia, delay yang tinggi dan lingkungan dengan mobilitas dan obstacle yang padat dimana TCP/IP tidak mampu menanganinya karena memerlukan konektifitas yang selalu tersedia antar node yang sedang berkomunikasi. DTN yang menggunakan bundle protocol menerapkan aturan store dan forward dalam pengiriman data/bundle. Jika link terhubung maka node akan meneruskan bundle, sedangkan jika link terputus, maka node akan menyimpan bundle pada media penyimpanan bundle. Untuk meminimalisir delay bundle dalam jaringan, digunakan suatu algoritma routing untuk menentukan rute terbaik bagi bundle sampai ke tujuan. Sehingga dengan meminimalisir delay, akan memperkecil kemungkinan paket terbuang dan membuat trafik jaringan tidak padat. Pada proyek akhir ini dilakukan pengukuran Quality of Service (QoS) dari DTN2 yang dikombinasikan dengan algoritma routing Minimum Estimated Expected Delay (MEED) pada topologi 2-hop, 3-hop, dan 4-hop. Parameter QoS yang digunakan adalah latency, delay, dan throughput. Hasil pengukuran akan dibandingkan dengan algoritma routing dinamis standar dari DTN2 berbasis duplikasi yaitu Flood. Pengujian yang dilakukan berupa pengiriman file sebesar 200 KB hingga 1 MB. Dari hasil pengujian terlihat bahwa untuk parameter latency, routing MEED memiliki performa 97.16 ms lebih unggul dibandingkan routing Flood. Sedangkan untuk throughput, routing MEED lebih tinggi sebesar 0.27 Mbps dibanding routing Flood pada topologi 2-hop.


RANCANG BANGUN ANTENA CROSS YAGI PADA FREKUENSI 2.4 GHz TERPOLARISASI CIRCULAR

Author : Fransiskus Hendrianto Wicaksono  , Budi Aswoyo

Abstrak

Antena Yagi Uda merupakan antena directional yang dapat terfokus pada satu titik. Pada paper ini dilakukan pengembangan terhadap penggunaan dari antena Yagi Uda tersebut dengan melakukan kombinasi dua elemen antena Yagi Uda sehingga menjadi antena Cross Yagi. Antena Cross Yagi memiliki polarisasi yang lebih dari pada antena Yagi Uda, yaitu polarisasi vertikal dan polarisasi horisontal. Antena Cross Yagi yang dibuat pada penelitian ini memiliki polarisasi circular, dimana memiliki beberapa elemen yaitu dua elemen reflektor dengan panjang gelombang 0,55λ , dua elemen driven dengan panjang gelombang 0,5λ dan elemen direktor yang berjumlah 8 elemen. Pada bagian driven terdapat feeder line yang berfungsi sebagai RX dan TX antena. Pada bagian ini menggunakan dua kabel coaxial dengan impedansi 50Ω dan 75 Ω. Diamater tiap elemen antena Cross Yagi ini memiliki panjang gelombang 0,024λ. Antena Cross Yagi 2,4 GHz menghasilkan frekuensi kerja pada 2,385 GHz. Antena Cross Yagi ini menghasilkan Return loss sebesar 30,04 dB, VSWR 1,252 dan gain sebesar 6,23 dB. Antena Cross Yagi 2,4 GHz ini merupakan antenna dengan polarisasi Circular, karena axial ratio yang dihasikan sebesar 0,57. Antena ini nantinya dapat diaplikasikan di bidang telekomunikasi salah satunya adalah pada frekuensi radio amatir dan frekuensi S Band lainnya