PENCARIAN TEMPAT WISATA DI INDONESIA BERDASARKAN FOTO MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Author : Ulima Inas Shabrina  , Nana Ramadijanti, Tita Karlita

Abstrak

Klasifikasi untuk objek wisata masih menjadi topik yang dapat dikembangkan lebih lanjut dikarenakan variasi keragaman tempat wisata dan sudut pandang pengambilan gambar sangatlah mempengaruhi distribusi fitur. Kemudian, karateristik dari objek wisata terutama wisata alam sangatlah beragam dan memiliki kemiripan dan bahkan dalam perspeksi manusia permasalahan ini cukup susah untuk mengetahui ini objek wisata mana, apalagi bila belum mengetahui objek wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan Convolutional Neural Network(CNN) sebagai metode dasar untuk melakukan ekstraksi fitur pada gambar terutama bentuk, posisi dan tekstur. Penelitian ini menggunakan dataset yang diambil dari internet(scrapping) dengan jumlah 30 kelas dengan rasio 200 data per-kelas. Penelitian ini membandingkan berbagai arsitektur model CNN seperti VGG16 dan ResNet50 yang telah di latih dengan dataset Place365 atau Imagenet (Pre-trained). Sebagai tambahan, penelitian ini juga membandingkan hasil dataset dari non-augmentasi dan yang telah di augmentasi. Pada shallow CNN(self-design) dengan kombinasi max-pooling mendapatkan 51%, pada VGG16 Place365 mendapatkan 90% dan ResNet50 mendapatkan 89%. Validasi akurasi yang di dapatkan pada model VGG16 Place365 melampaui penelitian sebelum nya yang bahkan hanya menggunakan kurang dari 30 kelas, sehingga kombinasi metode yang di gunakan dalam penelitian ini bisa dibilang jauh lebih baik(robust) terhadap permasalahan klasifikasi objek wisata.


DIGITAL PROTECTION OVERCURRENT RELAY DENGAN FIBER OPTIC SEBAGAI MEDIA KOORDINASI ANTAR RELAY

Author : Mochamad Bagus Kurniawan  , Anang Tjahjono, Indhana Sudiharto

Abstrak

Digital Protection Over Current Relay (DPOCR) bekerja dengan membaca input berupa besaran arus lalu dibandingankan dengan nilai setting yang telah diatur, apabila nilai arus yang terbaca oleh relay melebihi nilai setting, maka relay akan mengirim perintah trip (lepas) kepada Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) setelah tunda waktu yang diterapkan pada setting. Kurva karakteristik inverse pada OCR yang digunakan pada proyek akhir ini sesuai dengan standar IEC ada 3 jenis, yaitu : standard inverse (SI), very inverse (VI), extremely inverse (EI), 3 karakteristik tersebut dapat dipilih dan dapat diseting melalui modul DPOCR atau dari PC. Error waktu trip yang paling besar terjadi pada karakteristik standard inverse dengan nilai error sebesar 6.754 %. Pengiriman data melalui komunikasi USART dengan menggunakan Kabel Fiber Optic, pengiriman data berupa variable Arus, Tegangan dan Protokol komunikasi yang dikirim melalui Mikrokontroler dan protokol dari PC. Kemudian akan diproses pada Mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD TFT Mikrokontroler juga pada personal computer, kecepatan pengiriman data sebesar 32 bytes menggunakan komunikasi Fiber Optic adalah sebesar 1 ms atau sama dengan 32 bytes/ms.


RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MEDICAL SYSTEM KLINIK PENS

Author : Arif Setyo  , M. Udin Harun Al Rasyid, Iwan Syarif

Abstrak

Sistem informasi medis adalah sistem informasi yang memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai latar belakang termasuk teknologi, kesehatan, dan pembangunan internasional. Untuk mendukung pelayanan kesehatan di beberapa lingkungan dengan teknologi kesehatan. Penelitian ini menjelaskan bagaimana sistem informasi medis dapat memonitor dan memanajemen laporan medis dengan sangat efisien. Kami mengembangkan aplikasi sistem informasi medis berbasis web, yang dapat memonitor aktivitas medis di klinik PENS, serta menyimpan data ke dalam database dan menampilkannya dalam laporan yang dapat diakses secara realtime. Kami menganalisis sistem informasi medis, kelebihan dari sistem yang kami kembangkan adalah dapat memanajemen dan memonitor data pasien, data dokter, data jadwa pemeriksaan, data obat, dan laporan medis dengan sangat efisien dan mempermudah pasien dan dokter untuk melakukan aktivitas pemeriksaan maupun konsultasi.


PEMBUATAN SMART INDOOR LIGHTING SYSTEM (SILS) SEBAGAI BAGIAN DARI PENGEMBANGAN SMART CITY

Author : Rafika Rizky Ramadhani  , Mike Yuliana, Aries Pratiarso

Abstrak

Sektor bangunan menyerap 40% sumber energi global. Permintaan energi di sektor bangunan didominasi oleh listrik skitar 60 – 70%, yang terutama digunakan untuk pendingin ruangan, mesin pompa air, dan penerangan. Pencahayaan buatan rata-rata dapat mengonsumsi kebutuhan energi listrik sebesar 37% dari kebutuhan energi listrik total. Sedangkan pada waktu pagi menjelang siang hingga sore hari terdapat sinar matahari yang masuk ke ruangan melalui jendela. Penggunaan pencahayaan ruangan yang tidak perlu atau berlebihan ketika adanya sumber cahaya alami dalam ruangan yang mengonsumsi kebutuhan total energi bangunan yang cukup besar. Diperlukan adanya smart lighting system yang dikhususkan untuk dalam ruangan sebagai manajemen energi yang efisien dan sistem kontrol pencahayaan yang terintegrasi dengan IoT, yang memanfaatkan intensitas cahaya alami pada sebuah ruangan. Pada proyek akhir ini diusulkan sistem Smart Indoor Lighting System menggunakan metode fuzzy logic berbasis ESP32 untuk mengendalikan pencahayaan lampu pada ruangan agar di dapatkan penghematan penggunaan listrik untuk sebuah lampu ruangan. Dari hasil perancangan alat yang dibuat dapat bekerja untuk mengendalikan nyala lampu mulai dari terang, redup, dan lampu mati. Hasil yang di dapatkan Smart Indoor Lighting System mampu mengurangi konsumsi daya hingga 93% serta energi hingga 70%.


SMART E-TOLL IMPLEMENTASI ALGORITMA ADVANCED ENCRYPTION STANDART UNTUK SISTEM PENGAMBILAN DATA PADA PROSES PEMBAYARAN JALAN TOL BERBASIS IBEACON

Author : Intan Nuari  , Haryadi Amran Darwito, Hendy Briantoro

Abstrak

Kemacetan sudah terdengar tidak asing lagi di telinga kita. Salah satunya adalah kemacetan di ruas jalan tol. Kemacetan ruas jalan tol ini terjadi karena pengguna harus mengantri untuk mendapatkan tiket masuk tol. Sistem pembayaran tol berbasis ibeacon ini memungkinkan pengguna melewati tol tanpa harus mengantri tiket. Sistem ini dilengkapi dengan reader berupa Raspberry Pi 3 disetiap pintu tolnya. Selain itu, terdapat server yang dilengkapi dengan database identitas pengemudi beserta jenis kendaaraan yang sudah tergabung dalam sistemnya. Untuk menggunakan sistem ini, pengemudi harus melakukan registrasi awal dan pembayaran prabayar. Sistem ini akan medeteksi pengguna melalui perangkat beacon yang dipasang di kendaraan. Beacon kendaraan akan secara otomatis terdeteksi oleh reader yang berada di setiap pintu tol. Reader akan mencatat ID dan waktu ketika pengemudi melewatinya, dan mengenkripsikannya dengan algoritma Advanced Encryption Standart (AES) serta mengirimnya secara realtime ke database server dengan protokol http request. Hal ini berlaku pada juga pada pintu keluar tol. Sehingga, semua data yang diterima server adalah chiper text hasil enkripsi. Setelah server menerima data secara lengkap dari pintu masuk dan pintu keluar, server akan mengakumulasikan tarif yang harus dibayar oleh pengguna tol. Pengguna dapat melihat tarif yang harus dibayar melalui website. Ketika pengemudi mengirimkan request data ke server, server akan mendekripsikan data dengan algoritma AES agar data dapat dimengerti pengemudi. Berdasarkan pada pengujian yang sudah dilakukan, Smart e-Toll mampu mengurai kemacetan jalan tol dengan tetap menjaga data pribadi pengguna tol.