Author : Mohamad Rifqi Khoyrul Yazid , Arman Jaya, Dimas Okky A.
Abstrak
Di Indonesia pemberantasan gulma masih banyak dilakukan dengan cara manual yaitu penyiangan rumput gulma dengan alat garuk berbentuk landak. Penyiangan gulma secara tradisional ini membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak, sehingga biaya perawatan tanaman padi menjadi tinggi. Akibatnya adalah keuntungan petani menjadi berkurang karena harga jual beras tetap. Salah satu cara untuk mengurangi biaya perawatan tanaman padi adalah dengan menggunakan penyiang gulma padi menggunakan mesin. Penggunaan mesin untuk penyiang gulma padi dapat mempercepat kerja petani dan dapat mengurangi biaya perawatan tanaman padi. Mesin penyiang gulma padi yang sudah ada masih menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi utamanya sehingga menyebabkan gas emisi dan tidak ramah lingkungan. Pada Proyek Akhir ini dirancang dan dibuat alat penyiang gulma pada tanaman padi menggunakan penggerak motor listrik. Penggunaan motor listrik sebagai penggerak alat penyiang gulma padi dapat mengurangi gas emisi. Motor yang digunakan adalah motor DC 24 volt. Setelah dilakukan pengujian didapat data bahwa buck converter yang digunakan memiliki efisiensi sebesar 96,87 % dan penggunaan energi alat ini pada tanah kering adalah sebesar 2,32 Wh per meter dan pada tanah basah sebesar 1,96 Wh per meter. Alat telah berhasil melakukan penyiangan gulma dibuktikan dengan rumput yang tersangkut pada cakar yang digunakan.
SISITEM INFORMASI MANAJEMEN RESIKO SPBE
Author : Azmi Nadhia Asyarifa , Hero Yudo Martono, Fitrah Maharani Humaira, Wiratmoko Yuwono
Abstrak
Dalam era digitalisasi dan modernisasi pemerintahan, pengelolaan risiko menjadi semakin krusial untuk menjaga kinerja dan keberlanjutan institusi pemerintah. Tantangan seperti keamanan data, ketidakpatuhan regulasi, dan kegagalan sistem informasi memerlukan penanganan yang efektif, terutama dalam konteks Sistem Informasi Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2020 tentang Manajemen Risiko SPBE memberikan landasan hukum dan pedoman untuk mengelola risikorisiko ini. Sistem Informasi Manajemen Risiko SPBE bertujuan untuk membantu instansi pemerintah dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko yang terkait dengan teknologi informasi dalam penyediaan layanan publik. Ini melibatkan proses identifikasi risiko, penilaian, pengembangan strategi mitigasi, serta pemantauan dan evaluasi terus-menerus. Diharapkan, implementasi yang efektif dari sistem ini akan memungkinkan instansi pemerintah untuk merencanakan tindakan mitigasi yang tepat waktu dan meningkatkan transparansi serta keandalan layanan publik.Selain itu, Sistem Informasi Manajemen Risiko SPBE juga mendukung prinsip-prinsip tata kelola yang baik, seperti transparansi, partisipasi publik, akuntabilitas, dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Ini menjadi langkah krusial dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Studi kasus yang disajikan menunjukkan bagaimana Sistem Informasi Manajemen Risiko SPBE dapat digunakan untuk mengatasi risiko potensial terkait dengan kebocoran data pribadi warga dalam sistem layanan publik. Dengan melakukan analisis mendalam, evaluasi dampak, dan implementasi strategi mitigasi yang efektif, instansi pemerintah dapat menjaga keberlanjutan layanan publik yang aman dan andal
EVALUASI PENGARUH JUMLAH SUDU TERHADAP PERFORMA TURBIN AIR DARRIEUS STANDAR NACA 0018
Author : Muhammad Faizal Amir , Joke Pratilastiarso, Teguh Hady Ariwibowo
Abstrak
Menurut Statistik BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) 2013, potensi listrik yang berasal dari tenaga air bisa mencapai 75 megawatt (MW).Namun potensi yang saat ini memungkinkan untuk dikembangkan baru mencapai 22 MW.Salah satu kendala adalah kecepatan aliran air sungai di Indonesia yang relatif rendah.Teknologi konversi energi arus air menggunakan alat yaitu turbin. Salah satu teknologi turbin adalah turbin vertikal Darrieus.Permasalahan pada turbin vertikal adalah efisiensi yang kecil.Efisiensi turbin dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah jumlah sudu.Berdasarkan 2 permasalahan diatas, dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu terhadap performansi turbin untuk menentukan jumlah sudu yang tepat. Turbin diteliti pada kecepatan air 0,56 m/s. Turbin menggunakan profil sudu NACA 0018 dengan aspek rasio tetap. Jumlah sudu divariasikan yaitu 2, 3, 4, dan 5 sudu diikuti oleh perubahan soliditas.Metode pengujian dan simulasi diaplikasikan untuk membandingkan performa turbin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbin dengan 3 sudu memiliki performa terbaik pada parameter air yang diberikan.
IMPLEMENTASI SISTEM PENGAMANAN E-COMMERCE MENGGUNAKAN ALGORITMA PAILLIER
Author : Aditya Wardhana , Mike Yuliana, Amang Sudarsono
Abstrak
Era globalisasi menuntut tingginya tingkat kebutuhan dan kecepatan akan transaksi jual beli. Seiring dengan itu, tingkat kemobilitasan transaksi juga menjadi tuntutan bisnis saat ini. E-commerce merupakan sebuah sarana untuk melakukan suatu transaksi jual-beli secara online. Sehingga keamanan infrastruktur e-commerce menjadi masalah yang sangat penting. Cryptography menyediakan aspek keamanan kerahasiaan, integritas, otentikasi dan nirpenyangkalan dalam proses transaksi. Pada proyek akhir ini akan dibuat sebuah sistem e-commerce berbasis website yang dilengkapi enkripsi dengan algoritma Paillier dan teknik digital signature DSA guna memberikan tingkat keamanan transaksi yang lebih baik kepada konsumen. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah sebuah sistem transaksi online yang aman dengan penerapan enkripsi algoritma Paillier dan teknik digital signature DSA pada layer aplikasi untuk validasi keabsahan pengguna dan keamanan data transaksi.
SISTEM INFORMASI KERUSAKAN JALAN AREA SURABAYA RAYA DENGAN ANALISA SPASIAL TINGKAT KERAWANAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY
Author : Gebriela Rifka Duanti , Arna Fariza, Ira Prasetyaningrum
Abstrak
Jalan dapat mengalami kerusakan karena beberapa faktor, seperti cuaca, kepadatan kendaraan dan lain-lain. Kerusakan jalan dapat menghambat segala bentuk aktivitas masyarakat sehari-hari, baik untuk kenyamanan maupun keamanan pengguna jalan. Kondisi beberapa jalan di area Surabaya Raya sering ditemukan beberapa kerusakan jalan, seperti jalan yang retak, bergelombang, serta jalan berlubang. Tidak adanya informasi terkait tingkat kerawanan kerusakan jalan pada setiap ruas jalan, mengakibatkan dampak kerusakan dan kerugian yang lebih besar. Dalam penelitian ini dibangun sistem informasi untuk mengetahui tingkat kerawanan kerusakan jalan yang ada di area Surabaya Raya. Analisa spasial yang dilakukan dengan memanfaatkan faktor-faktor bagaimana jalan dapat berpotensi mengalami kerusakan, pada penelitian ini menggunakan 3 kriteria yaitu lebar jalan, kepadatan lalu lintas atau lalu-lintas harian rata-rata(LHR), dan riwayat banjir. Fuzzy adalah metode yang digunakan untuk mengklasifikasikan ruas jalan sesuai tingkat kerawanannya sehingga sistem ini dapat memberikan informasi tentang tingkat kerawanan kerusakan jalan yang terdiri dari tiga kategori yaitu, rendah, sedang dan tinggi yang divisualisasikan ke dalam peta dengan rentang tahun 2018 – 2021. Analisa hasil klasifikasi fuzzy didominasi dengan kerawanan sedang dengan nilai rawan sebesar 1.4 – 2.48, dan ruas jalan dengan kerawanan tinggi terjadi pada tahun 2018 di Jl. Prof. Dr. Mustopo dengan nilai rawan sebesar 2.76, dan pada tahun 2020 di Jl. Mayjend. Yono Soewoyo dengan nilai rawan sebesar 3.0 dan Jl. Prof. Dr. Mustopo dengan nilai rawan sebesar 2.76.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer