MINIATUR PENGATURAN IRIGASI SAWAH BERBASIS MICROCONTROLLER
Author : Aldi Erzanuari  , Irianto, Suryono

Abstrak

Luas persawahan padi di desa Suko diperkirakan mencapai 40 ha. Untuk menghasilkan padi yang unggul, tidak lepas dari faktor ketersediaan air sebagai irigasi sawah yang menunjang pertumbuhan produktivitas padi. Di desa Suko, umumnya jenis sawah mereka yaitu sawah tadah hujan. Sawah jenis ini adalah sawah yang mana proses irigasi tersebut tergantung dari curah hujan. Namun, ketergantungan akan hujan sebagai salah satu sumber pengairan irigasi menghambat produktivitas pertanian, terutama disaat musim kemarau, banyak sekali sawah yang kering dan kekurangan air, sehingga para petani banyak yang gagal panen. Oleh karena itulah, para petani di desa Suko, berinisiatif untuk membuat sumur guna mengairi sawahnya disaat musim kemarau dengan menggunakan Diesel untuk memompa air dari sumur. Penggunaan Diesel untuk memompa air dari sumur membutuhkan biaya yang sangat besar. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan solar sebagai bahan bakar diesel. Apabila sumber energi tersebut diganti dengan sumber energi alternatif yaitu tenaga matahari ( solar cell ), maka para petani tidak perlu lagi menyediakan biaya yang besar untuk membeli bahan bakar solar. Pemanfaatan tenaga matahari ( solar cell ) sebagai sumber energi sangat cocok untuk daerah yang curah hujannya sangat rendah dan banyaknya intensitas cahaya matahari. Pada sistem ini, energi utama yang digunakan adalah tenaga surya. Tujuan dari sistem ini yaitu mengatur kebutuhan irigasi sawah yang dikeluarkan oleh pompa air pada setiap tahapan-tahapan penanaman padi dalam skala miniatur. Cara kerja dari sistem ini yaitu mengairi miniatur sawah pada tiap tahapan penanaman padi dengan ketinggian air yang berbeda. Pada penanaman awal sistem akan mengairi miniatur sawah hingga 2 cm dari permukaan tanah. Pada proses pentunasan sistem akan mengairi miniatur sawah hingga 3 cm. Pada saat bulir sudah tumbuh, sistem akan mengairi miniatur sawah hingga 10 cm dari permukaan tanah. Pada saat padi sudah berbunga, sistem akan mengairi sawah hingga 5 cm dari permukaan sawah.


APLIKASI PENERIMAAN BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI DESA PANGARANGAN DENGAN METODE WEIGHTED PRODUCT

Author : Moh Subhan Adi Wicaksono  , Arif Basofi, Rengga Asmara

Abstrak

Kesejahteraan sosial merupakan tujuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu upaya Pemerintah untuk mencapai kesejahteraan sosial adalah dengan membuat kebijakan yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) yang dalam implementasinya masih sering mengalami masalah seperti adanya dugaan pemotongan dana, keterlambatan penyaluran bantuan dan kevalidan data. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Keluarga Harapan di Desa Pangarangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan didukung dengan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data primer diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder diperoleh dari data pengolahan data dan observasi. Teknik analisis data dimulai dari pengumpulan informasi melalui wawancara dan pada tahap akhir dengan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Keluarga Harapan di Desa Pangarangan Kabupaten Sumenep belum maksimal dan banyak kekurangan dari segi pelaksanaanya, misalnya dari segi sumberdaya manusia yang masih belum memadai dibanding dengan kondisi wilayah dan jumlah peserta peserta program keluarga harapan di Desa Pangarangan, dari segi komunikasi antar pelaksana yang masih kurang, dan sosialisasi kepada masyarakat tentang program keluarga harapan belum maksimal sehingga masyarakat belum mengetahui sepenuhnya tentang program ini.


PENERAPAN ATOMIC DESIGN DALAM PENGEMBANGAN APP BUILDER BERBASIS REACT JS

Author : Ahmad Shonhaji  , Umi Sa'adah, Adam Shidqul Aziz, Maulidan Bagus Afridian, Ahmad Jarir At-Thobari

Abstrak

Pendidikan vokasi modern memerlukan alat yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan keterampilan pengembangan aplikasi secara praktis Penelitian ini menyajikan sebuah app builder edukatif yang mengintegrasikan prinsip Atomic Design dengan React JS untuk meningkatkan pembelajaran pengembangan antarmuka pengguna UI bagi pengembang pemula di lingkungan pendidikan vokasi Alat ini menerapkan pendekatan berbasis modul yang mengelompokkan komponen ke dalam lima level hierarki yaitu Atoms Molecules Organisms Templates dan Pages sehingga memungkinkan siswa memahami konstruksi UI secara sistematis tanpa perlu menulis kode yang kompleks Efektivitas alat ini dievaluasi melalui pengujian pengguna terhadap lima mahasiswa informatika dengan metode Customer Satisfaction Score CSAT yang dikombinasikan dengan wawancara terstruktur Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 85 persen yang mengindikasikan manfaat tinggi dalam konteks pendidikan Selain itu hasil wawancara terstruktur mengungkap bahwa pengguna merasa App Builder ini mudah dipahami mempercepat proses pengembangan dan memiliki struktur antarmuka yang logis serta intuitif Beberapa responden juga memberikan saran untuk peningkatan fleksibilitas komponen dan tampilan visual yang lebih variatif yang menunjukkan keterlibatan aktif pengguna dalam proses evaluasi Kontribusi utama dari penelitian ini mencakup satu kerangka edukatif yang menggabungkan Atomic Design dengan React untuk pembelajaran pemula dua pendekatan konstruksi UI berbasis modul yang menyederhanakan konsep pengembangan yang kompleks dan tiga bukti empiris terkait efektivitasnya dalam pendidikan pemrograman vokasi Studi ini mendorong pengembangan alat bantu edukatif dalam kurikulum rekayasa perangkat lunak serta memberikan wawasan untuk metodologi pembelajaran berbasis komponen


ALAT PENGERING SINGKONG SEBAGAI BAHAN DASAR MOCAF BERBASIS MIKROKONTROLLER (SISTEM PENGGERAK)

Author : Wisnu Dewasmoro  , Sutedjo, Eka Prasetyono

Abstrak

Modified Casava Flour atau yang lebih dikenal dengan MOCAF merupakan tepung singkong yang dimodifikasi secara fermentasi. Pada umumnya para petani dalam proses pengeringan singkong masih menggunakan metode yang konvesional. Sehingga pada saat intensitas cahaya matahari berkurang metode konvesional kurang efisien. Oleh karena itu pada proyek akhir ini dibuat alat pengering yang dapat mengeringkan singkong dengan efisien, bersih dan dapat digunakan sepanjang musim (musim hujan atau kemarau). Alat pengering singkong ini menggunakan pemanas yang dapat bekerja secara otomatis berbasis mikrokontroler ATMega 16. Untuk mempermudahkan proses pengeringan dibuat sebuah sistem penggerak untuk peletakkan dan pengambilan loyang berisi singkong agar dalam proses produksi bisa lebih cepat. Sistem penggerak berupa katrol yang menggunakan motor DC. Semua proses akan ditampilkan dalam sebuah LCD. Pada sistem penggerak ini menggunakan motor dengan kecepatan 553,3 rpm dan waktu 4,5 menit untuk pemasukkan loyang sebelum dilakukan pengeringan. Desain mekanik yang baik dan tepat akan dapat mempercepat sistem penggerak.


SISTEM PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN PINJAMAN BANKBERDASARKAN DATA KEUANGAN MENGGUNAKAN METODE LSTM (LONG SHORT TERM MEMORY)

Author : Farrel Agung Dewanto  , Arna Fariza, Fitrah Maharani Humaira

Abstrak

Permintaan layanan pinjaman bank terus meningkat secara signifikan, menuntut efisiensi dan kecepatan dalam proses evaluasi kelayakan nasabah. Studi ini mengusulkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan metode Long Short-Term Memory (LSTM) untuk menganalisis data keuangan nasabah guna menentukan kelayakan pinjaman secara otomatis dan efisien. Sistem diuji dengan kumpulan data riwayat keuangan nasabah dari Statlog German Credit Data, yang menghasilkan akurasi prediksi sebesar 86%. Dengan menerapkan teknologi ini, bank dapat meminimalkan waktu proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah.