RANCANG BANGUN ALAT PRODUKSI CABAI KERING OTOMATIS UNTUK PRODUKSI RUMAHAN MENGGUNAKAN METODE LINEAR QUADRATIC REGULATOR
Author : Arief Firmansyah  , Alrijadjis, Arif Irwansyah

Abstrak

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka bidang kontrol juga mengikuti perkembangan yang pesat. Salah satunya dibidang metode kontrol, yang mana untuk bisa meningkatkan performa kontrol suatu plant maka banyak digunakan metode – metode kontrol modern yang cukup dapat diperhitungkan. Salah satunya yaitu kontroller LQR yang telah digunakan dewasa ini dalam berbagai bentuk. Pada perancangan sistem kendali, seringkali kita harus melakukan trial and error. Contohnya pada desain PID, kita harus melakukan trial and error kepada 3 variable yang berbeda (P, I, dan D). Di sini lah LQR menjadi pilihan yang lebih baik daripada PID. Pada LQR, trial and error hanya dilakukan pada dua variable yakni Q dan R. Maka, proses trial and error pada LQR lebih sederhana tetapi tetap dapat menghasilkan performa yang sama dengan PID. Sebagai pengatur suhu didalam alat yang akan dibuat, karena diketahui sebuah objek makanan atau buah bila dikeringkan suhunya tidak boleh lebih dari 70 derajat celcius untuk tidak merusak nutrisi pada makanan atau buah itu sendiri. Selanjutnya, parameter proses selesai menggunakan berat akhir suatu objek yang telah diolah dengan menggunakan load cell sehingga memunculkan nilai yang menjadi patokan kematangan atau berat ideal objek cabai yang sudah kering sempurna. Sesuai hasil uji coba yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa suhu untuk mengeringkan cabai 2000 gr dengan kadar air yang standar dalam 200 menit pengujian pengeringan yaitu 70 derajat Celcius, yakni dengan penurunan massa 60%


STUDI EKSPERIMEN PENGARUH SERAT ORGANIK TERHADAP PERFORMA PASSIVE COOLING UNTUK MENUNJANG GREEN BUILDING DI INDONESIA

Author : Saiful Islam  , Lohdy Diana, Arrad Ghani Safitra

Abstrak

Kebutuhan pendinginan meningkat seiring meningkatnya tuntutan kenyamanan termal di daerah beriklim panas. Penelitian ini mengkaji penggunaan serat organik sebagai media bantalan evaporasi untuk meningkatkan kinerja sistem pendinginan evaporasi pada bangunan, mendukung bangunan hijau dan mengurangi ketergantungan pada pendingin konvensional. Tiga jenis serat organik seperti serat kelapa (Cocos nucifera), serat aren (Arenga pinnata), dan serat eceng gondok (Eichhornia crassipes) diuji menggunakan terowongan angin pada skala laboratorium. Pengujian dilakukan pada tiga temperatur inlet, yaitu 28 °C, 30 °C, dan 35 °C, dengan kecepatan udara 3,1 m/s. Evaluasi performa dilakukan berdasarkan efektifitas saturasi, kapasitas pendinginan, laju evaporasi, COP, dan kecepatan udara keluaran. Hasil menunjukkan serat kelapa memiliki performa terbaik dengan efektifitas saturasi rata-rata 65,6%–75,8%, kapasitas pendinginan 1,0–1,7 kW, laju evaporasi 0,3–1,1 g/s, COP 1,8–3,1, dan kecepatan udara 1,33 m/s. Serat aren berada di posisi kedua dengan efektifitas 60,5%–70,1%, kapasitas pendinginan 0,9–1,6 kW, laju evaporasi 0,2–0,9g/s, COP 1,6–2,9, dan kecepatan udara 1,24 m/s. Serat eceng gondok menunjukkan performa terendah dengan efektifitas 49,7%–59,3%, kapasitas pendinginan 0,7–1,3 kW, laju evaporasi 0,1–0,8 g/s, COP 1,3–2,4, dan kecepatan udara 0,93 m/s. Selain itu serat kelapa juga menghasilkan perbedaan temperatur outlet tertinggi sebesar 8,2 °C, lebih baik dibanding serat aren dan eceng gondok yang masing-masing 7,6 °C dan 6,5 °C, menunjukkan baiknya kemampuan serat kelapa dalam mereduksi panas.


PEMBUATAN SISTEM NOTIFIKASI ANTRIAN KAPAL MENUJU DERMAGA MENGGUNAKAN ALGORITMA K – MEANS

Author : Revfath Rizqon Syafaat  , Nur Adi Siswandari, Okkie Puspitorini

Abstrak

Pelabuhan merupakan salah satu sumber pendapatan yang besar bagi negara, namun saat ini pengoptimalan pelabuhan masih dirasa kurang karena tidak teraturnya proses kedatangan kapal sampai kapal melakukan proses bongkar muat pada pelabuhan sehingga mengakibatkan antrean yang panjang. Keadaan antrean kapal yang demikian memunculkan inovasi untuk membuat Sistem Notifikasi Antrian Kapal menuju Pelabuhan. Sistem ini berfungsi untuk membuat sebuah notifikasi antrean kapal yang akan berlabuh agar dapat mengurai padatnya antrean kapal yang akan menuju dermaga. Sistem ini akan mengklasifikasikan kapal menggunakan algortima K-Means, selanjutnya memberikan prioritas nomor antrian menggunakan algoritma Simple Additive Weighting setelah itu sistem akan memberikan estimasi waktu bongkar muat kapal. System akan mengirimkan informasi – informasi tersebut ke user dalam bentuk notifikasi berbasis web. Pada penelitian yang dilakukan, Algortima K-Means dapat mengklasifikasikan 70 kapal dengan akurasi sebesar 80-92 %, tergantung dari metode pembangkitan centroid yang digunakan, dalam penelitian ini pembangkitan centroid dengan metode complete linkage memiliki akurasi terbesar yaitu 92%. Algortima Simple Additive Weighting dapat memberikan prioritas nomor antrian 16 kapal dengan akurasi ketepatan sebesar 100% berdasarkan parameter.Pada penentuan estimasi waktu bongkar muat, algortima K-Means dapat menentukan estimasi kapal dengan akurasi sebesar 64-90% berdasarkan metode pembangkitan centroid yang digunakan. Sistem juga berhasil mengirim informasi dalam bentuk notifikasi berbasis web.


UNO WHEEL: RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK DAN ELEKTRONIK

Author : Eko Mustofa  , Endah Suryawati Ningrum, Novian Fajar Satria

Abstrak

Pada proyek akhir ini membahas mengenai sistem mekanik dan sistem elektronik dari Uno Wheel. Uno Wheel merupakan sebuah kendaraan listrik pribadi dengan desain sederhana yang hanya menggunakan satu roda dengan kemampuan menyeimbangkan diri dengan menerapkan prinsip inverted pendulum, sehingga dapat digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Untuk dapat berjalan pengendara hanya perlu menyondongkan badan ke depan untuk berjalan maju dan mengembalikan posisi badan ke posisi semula untuk berhenti. Selain dapat digunakan di jalanan umum, kendaraan ini juga didukung dengan roda bantu yang dapat dilepas maupun dipasang sebagai sistem bantu untuk kendaraan dapat menyeimbangkan diri di satu posisi tertentu. Sistem keseimbangan pada kendaraan ini hanya dilakukan pada satu sumbu saja yaitu pitch. Sistem mekanik dari Uno Wheel dirancang untuk dapat menahan beban penggguna hingga 80 kg dengan desain kerangka yang kuat. Selain itu, Uno Wheel dapat menjaga kestabilan keseimbangan terhadap beban pengguna yang berbeda dengan pengaturan kontrol motor yang tepat, sehingga dalam proyek akhir ini juga dirancang sebuah driver motor yang mampu digunakan untuk mendukung kontrol kestabilan keseimbangan pada Uno Wheel. Tujuan ada proyek akhir ini adalah Uno Wheel dapat menjadi salah satu kendaraan pribadi yang ramah lingkungan dan memiliki portabilitas tinggi untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam melakukan mobilisasi sehari-hari.


OPTIMASI KONFIGURASI FARMING 2D HORIZONTAL AXIS TIDAL TURBINE MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

Author : Muhammad Asroril Mubarok  , Nu Rhahida Arini, Dendy Satrio

Abstrak

Turbin yang dipasang dalam farming memiliki karakteristik yang sedikit berbeda. Salah satu masalah utamanya adalah ketika beberapa turbin pasang surut ditempatkan berdampingan di lokasi dengan aliran pasang surut. Oleh karena itu, penting untuk memprediksi energi di lokasi laut tertentu atau mengoptimalkan susunan turbin. Tata letak farming harus diatur dengan tepat untuk mendapatkan posisi terbaik. Salah satu tahap optimasi turbin adalah penempatan konfigurasi turbin yang efektif menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO). Metode ini cocok untuk mengatasi masalah penentuan posisi turbin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimalkan posisi turbin untuk mendapatkan daya maksimum dengan menggunakan algoritma PSO. Optimasi posisi 2D dalam empat skenario yang berbeda mempengaruhi jarak antar turbin dan fungsi objektif. Hasil dari variasi keempat menunjukkan nilai fungsi tujuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan variasi pertama, kedua dan ketiga, dengan nilai fungsi objektif 2,330 untuk lima turbin dan 1,415 untuk sepuluh turbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susunan turbin dalam keempat variasi menunjukkan pengaruh dari arah arus yang berbeda, yang mengarah pada penyebaran posisi turbin dan arah yang serupa namun tidak berdampak signifikan terhadap daya yang dihasilkan. Kecepatan arus memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya yang dihasilkan oleh turbin. Variasi arah arus menyebabkan penyebaran posisi turbin, sedangkan pada kecepatan yang sama dalam satu arah, posisi turbin akan terarah ke arah tersebut. Metode PSO dapat menghasilkan solusi optimal dalam lingkungan yang kompleks, pada kondisi berbagai arah dan kecepatan yang ada dalam keadaan sebenarnya, dengan biaya per daya yang lebih efisien.