DETEKSI CODE SMELL DAN AUTOMATED REFACTORING UNTUK LONG PARAMETER LIST
Author : Ismayadi Jamil  , Desy Intan Permatasari, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Pada pengembangan perangkat lunak, semakin banyak fitur dari sebuah perangkat lunak, maka desain perangkat lunak akan semakin kompleks. Probabilitas terjadinya error pada perangkat lunak yang mengakibatkan celah keamanan perangkat lunak menjadi lebih besar seiring dengan terjadinya peningkatan jumlah kode program dalam rancangan perangkat lunak tersebut. Hal ini dapat menimbulkan sebuah Bad Smell atau Code Smell.Code Smell atau Bad Smell merujuk kepada pola struktur bagian kode program dari perangkat lunak tertentu yang memiliki desain buruk, sehingga berpotensi dapat menimbulkan bugs , error ataupun celah keamanan di masa yang akan datang. Long Parameter List adalah salah satu jenis code smell yang ciri-cirinya adalah parameter di dalam sebuah method lebih dari 3 atau 4. Pada pemrograman berorientasi obyek seharusnya parameter yang digunakan untuk method, fungsi, ataupun prosedur cenderung lebih pendek jika dibandingkan dengan program sekuensial. Solusi dari permasalahan di atas maka perlu dibuat sebuah pendeteksi code smell dan automasi refactoring. Code smell yang terdeteksi akan di refactoring dengan automasi refactoring. Refactoring adalah proses mengubah sistem dari suatu perangkat lunak tanpa mengubah behaviors dari program perangkat lunak. Refactoring membuat kode dari sebuah program menjadi mudah dimengerti dan meningkatkan kualitas dan desain dari sistem.


ALAT BANTU PENYANDANG TUNANETRA DENGAN SISTEM REKOGNISI OBJEK SECARA LANGSUNG PADA PLATFORM EMBEDDED VISION MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

Author : Ega Hasbi Rizqullah  , Arif Irwansyah, Firman Arifin

Abstrak

Penyandang tunanetra memiliki keterbatasan dalam menjalankan kehidupan sehari – hari. Keterbasatan tersebut didasari oleh ketidakmampuan dalam mengenali lingkungan sekitar secara baik. Lingkungan tersebut bisa berarti benda – benda di sekitarnya bisa berbentuk benda mati atau benda hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Solusi yang masih ditawarkan untuk membantu penyandang tuna netra pada umumnya adalah masih digunakannya alat bantu secara konvensional seperti tongkat untuk membantu penyandang tunanetra dalam mengetahui objek dihadapannya. Namun masih memiliki kelemahan dimana penyandang tunanetra sering kali salah menilai objek apa yang terdapat disekitarnya. Hal tersebut tentu membahayakan dari penyandang tuna netra tersebut dalam melakukan aktifitas sehari – harinya. Untuk menjawab permasalahan diatas dengan mengacu pada pengklasifikasian objek dan lokasi penyandang tunanetra maka dengan menggabungkan sebuah teknologi kecerdasan buatan untuk membantu mengklasifikasi objek dihadapannya menggunakan perantara sebuah kamera dan sebuah GPS. Dari hasil penilitian ini didapatkan bahwa dari camera yang digunakan oleh NVIDIA JETSON dapat mendeteksi objek yang didepannya berupa pengklasifikasian tiap objek dimana objek tersebut adalah manusia, kursi, sepeda motor, dan mobil yang kemudian berhasil dikeluarkan kedalam bentuk suara menggunakan Text to Speech. Dari penelitian ini juga didapatkan hasil bahwa GPS yang digunakan dapat memberikan informasi titik longitude dan latitude yang kemudian diinformasikan kedalam bentuk chat telegram dengan memberikan command pada BOT tersebut. Dari FPS yang dihasilkan untuk resolusi 1920 x 1080 adalah 7,59 dan untuk 1280 x 720 adalah 7,88. Untuk daya yang dibutuhkan pada alat ini adalah 5,44 Watt ketika pemrosesan gambar.


APLIKASI UPS OFFLINE SEBAGAI CATU DAYA CADANGAN PENGGERAK WESEL KERETA API MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY UNTUK CHARGING BATERAI METODE CONSTANT CURRENT – CONSTANT VOLTAGE

Author : Yasser Hadian  , Hendik Eko HS, Diah Septi Yanaratri

Abstrak

Keandalan operasi kereta api dan ketepatan waktu dalam layanannya sangat bergantung pada keandalan sistem penggerak weselnya. Salah satu komponen vital dalam sistem kereta api adalah catu daya untuk sistem penggerak wesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai catu daya cadangan penggerak wesel menggunakan Fuzzy Logic Control untuk proses pengisian daya baterai dengan metode Constant Current - Constant Voltage (CC – CV). Catu daya cadangan yang diteliti ini diharapkan dapat menyediakan daya listrik yang stabil dan dapat diandalkan ketika terjadi pemadaman pada catu daya utama. Fuzzy Logic Control digunakan untuk meningkatkan keakuratan dan keefektifan pengisian daya baterai, dengan mengatur tegangan dan arus pengisian agar sesuai dengan State of Charge (SOC) baterai. Penggunaan metode CC – CV ini dikarenakan metode tersebut dapat mempertahankan umur baterai lebih panjang serta dapat mengisi daya baterai lebih cepat daripada metode CC atau CV saja. Pada metode CC – CV ini, akan terjadi dua tingkat pengisian daya, yang pertama pada saat arus diatur konstan agar pengisian daya lebih cepat (CC), dan yang kedua saat pengisian daya diperlambat agar umur pakai baterai lebih awet (CV). Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pengisian daya baterai mode CC – CV telah dilakukan dengan baik, dengan arus charging 3A dan tegangan charging 14,4V. Konfigurasi relay DPDT juga telah berhasil memparalel baterai dengan converter ketika sumber utama ON serta menseri baterai ketika sumber utama OFF. Sistem UPS juga sudah berhasil memindahkan sumber ketika terjadi pemadaman, namun terkendala pada penggerak motor DC yang sering kali aktif sendiri ketika sumber utama ON yang disebabkan oleh banyaknya noise yang dihasilkan oleh sistem sehingga menyebabkan false trigger pada penggerak motor DC.


STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT SEAL TERHADAP EFEKTIFITAS ROTARY AIR PREHEATER

Author : Wildan Tajudin Alhijri  , Teguh Hady Ariwibowo

Abstrak

Pemanasan awal udara pembakaran boiler menjadi keharusan guna meningkatkan efisiensi boiler. Pada PLTU, pemanasan dilakukan oleh rotary air preheater yang memanfaatkan kalor yang terdapat pada gas buang pembakaran. Salah satu faktor yang memperngaruhi efektifitas rotary air preheater adalah sudut seal. Dalam studi eksperimental ini, rotary air preheater yang digunakan memiliki diameter 505 mm dengan kedalaman matriks 200 mm. Matriks yang digunakan berjenis plat fin dengan bentuk segitiga dan berbahan dasar aluminium dengan kalor spesifik 1,01652 kj/kg.K. Pengubahan sudut seal dilakukan pada aliran udara dingin dengan nilai 0° hingga 120°, sedangkan sudut seal pada aliran udara panas ditetapkan 30° untuk menjaga nilai (hA)* berada antara 0,25 hingga 4. Kecepatan udara yang memasuki rotary air preheater berkisar 0,47 m/s hingga 1,12 m/s dengan nilai Cr* 7,5; 13,6; dan 18,5. Temperatur udara panas dan dingin yang memasuki rotary air preheater adalah 50°C dan 29°C. Dengan variabel yang telah ditentukan, didapatkan perubahan nilai efektifitas dan laju perpindahan kalor pada tiap perubahan nilai sudut seal. Sudut seal dengan nilai 30° pada aliran udara dingin dan panas memiliki nilai efektifitas dan laju perpindahan panas tertinggi, yaitu 0,857 dan 2,453 kW. Hal tersebut membuktikan bahwa penambahan seal dapat mengurangi faktor kebocoran yang terjadi. Pada nilai Cr* 7,5 memiliki laju perpindahan kalor tertinggi dibandingkan dengan nilai Cr* 13,6 dan 18,5. Hal tersebut dikarenakan pada Cr* 7,5 kecepatan udara yang memasuki rotary air preheater lebih tinggi dari pada Cr* 13,6 dan 18,5. Kecepatan udara yang tinggi menyebabkan turbulensi dan memperbanyak partikel udara yang bersentuhan secara langsung dengan permukaan penukar kalor.


SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET BIOSKOP MENGGUNAKAN QR CODE BERBASIS SMARTPHONE

Author : Da'il Falahi  , Akuwan Saleh, Haryadi Amran Darwito

Abstrak

Perkembangan teknologi saat ini menuntut manusia untuk berfikir solutif dan inovotif dengan mengkaitkan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi sebuah masalah. Teknologi Smartphone dengan sistem operasi android merupakan platform yang open source membuat para developer untuk membuat dan mengembangkan aplikasi sendiri. Melihat permasalahan antrian bioskop yang terjadi saat ini membuat seorang pelanggan harus mengantri untuk membeli tiket di loket. Olehkarena itu dengan memanfaatkan teknologi smartphone ini dibuat sebuah sistem berbasis android untuk memesan tiket bioskop dengan membaca QR Code pada poster film menggunakan kamera smartphone. Setelah memesan tiket bioskop, user akan mendapatkan tiket berupa QR Code yang nantinya akan dicek saat masuk teater. Pengecekan kode tiket ini menggunakan kamera webcam, dimana kamera akan membaca kode tiketnya dan akan ditampilkan indikatornya pada LCD dengan rangkaian mikrokontroler. Hasil pengujian pada pembacaan QR Code menggunakan kamera bisa digunakan dengan jarak maksimal 100 cm dan dengan posisi rotasi kamera yang bisa diubah-ubah. Selain itu dengan pencahayaan minimal redup yaitu pada intensitas 112 Lux kamera masih bisa membaca QR Code dengan baik. Pada pengecekan QR Code, webcam bisa membaca QR Code yang berada didalam smartphone dengan baik, namun jarak QR Code dengan kamera harus dekat yaitu sekitar 10 cm. Sistem ini bisa digunakan untuk pemesanan tiket bioskop dengan waktu tempuh rata-rata yaitu 45 detik, sehingga bisa dikatakan sistem ini sangat efektif dan efisien. Selain untuk meminimalisir terjadinya antrian bioskop, dengan menggunakan sistem ini bisa mengurangi penggunaan kertas sebagai tiket bioskop.