RANCANG BANGUN ALAT PERBAIKAN FAKTOR DAYA DAN MONITORING BERBASIS IOT PADA BEBAN INDUSTRI
Author : Muhammad Nizam Choirur Rizak  , Endro Wahjono, Diah Septi Yanaratri

Abstrak

Permasalahan dalam beban industri adalah penggunaan banyaknya beban induktif seperti beban motor tiga fasa yang dijumpai pada industri. Beban-beban induktif tersebut dapat membuat melemahkan faktor daya. Faktor daya yang lemah akan menurunkan kemampuan dan efisiensi pada daya sistem. Sehingga berpengaruh juga terhadap produktifitas industri tersebut. Oleh sebab itu dibuatlah alat ini untuk memperbaiki faktor daya dan juga yang mana dapat dimonitoring secara langsung melalui web. Alat yang memiliki tujuan dapat memperbaiki faktor daya dengan dipasang capasitor bank sesuai dengan beban yang dibutuhkan. Beban yang digunakan adalah motor induksi 3 fasa. Pembacaan tegangan menggunakan sensor tegangan dan arus menggunakan sensor arus terhubung ke ARM STM32F4 untuk diolah datanya. Dan kemudian apabila faktor daya kurang dari 0.85 (Standar PLN) akan mengaktifkan relay yang terhubung ke kapasitor bank sesuai dengan yang dibutuhkan beban agar faktor daya lebih dari 0,85 dan mendekati 1. Dan hasilnya berupa tegangan, arus, dan faktor daya dapat dimonitoring menggunakan IoT (Internet of Things) melalui website yang dapat diakses melalui laptop. Sensor tegangan yang digunakan yaitu AMC 1100 ternyata mampu membaca tegangan AC dengan baik dengan memiliki persentase error dibawah 1%, sedangkan ACS 712 sebagai sensor arus memiliki rata-rata error dibawah 2%. Metode pengaktifan relay menggunakan logika fuzzy yang terbukti mampu sesuai dengan desain matlab dengan memiliki perbandingan error 0.7%. Untuk nilai masukan program fuzzy yaitu adalah zero crossing detector, namun nilai power factor kurang sesuai dikarenakan terdapat noise pada zero crossing detector arus sehingga pembacaan program kurang akurat. Sedangkan untuk monitoring nya yaitu pengiriman data ke thingspeak membutuhkan waktu kurang lebih 15 detik.


SIMULASI CONDUCTING MUSIK TRADISIONAL INDONESIA

Author : Ramadhaniwulan Purirahayu  , Fardani Annisa D., Mohammad Zikky

Abstrak

Perkembangan jenis musik yang semakin bervariasi membuat kurang dikenalnya jenis musik tradisional. Khususnya di Indonesia, perkembangan industri musik Indonesia banyak dipengaruhi oleh dunia luar. Dalam sebuah pertunjukan musik terdapat seorang pemimpin yang biasa disebut dengan dirigen. Biasanya dirigen memimpin sekelompok pemain musik yang memainkan instrument musik yang berbeda-beda atau memimpin sebuah paduan suara. Dirigen memimpin para pemain musik dengan menggunakan gerakan isyarat (Hand Gesture) daripada berbicara untuk berkomunikasi. Keterbatasan waktu antara dirigen dan pemain musik terkadang menjadi penghambat dalam melakukan latihan. Berdasarkan keadaan tersebut dibuatlah sebuah aplikasi simulasi conducting dengan menggunakan teknologi Leap Motion, dimana dalam aplikasi ini pengguna dapat memanggil suara dari beberapa instrumen musik tradisional dan menciptakan paduan nada dari instrumen tersebut sehingga memungkinkan pengguna berlatih conducting musik secara mandiri dengan lebih efisien. Leap Motion mendeteksi pergerakan tangan secara alami dan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan komputer dengan melakukan beberapa gesture sepeti SwipeGesture, KeyTapGesture, ScreenTapGesture, serta Finger Interaction.


IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK SISTEM INFORMASI PERKEMBANGAN LAJU USAHA MIKRO KECIL MENEGAH DI JAWA TIMUR

Author : Afella Sasqiaputri Anggraini  , Tri Budi Santoso, Amang Sudarsono

Abstrak

Membangun pertumbuhan UMKM seharusnya diikuti dengan pengetahuan yang cukup agar dapat menentukan strategi penjualan yang tepat. Terlebih di era digital seperti sekarang, informasi analytics sangat dibutuhkan untuk perencanaan usaha dan pengambilan keputusan. Dari permasalahan tersebut, pada tugas akhir ini akan dilakukan “Implementasi Data Mining Untuk Sistem Informasi Perkembangan Laju Usaha Mikro Kecil Menegah di Jawa Timur”. Proses implementasi data mining dilakukan dengan mengolah data yang telah didapatkan dari database, kemudian diseleksi, ditransformasi hingga diinterpretasikan. Data yang di proses merupakan dataset informasi UMKM di masing-masing sektor yang ada di Jawa Timur. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah Long Short Term Memory (LSTM). LSTM merupakan varian dari unit Recurrent Neural Network (RNN). Hasil yang didapatkan dalam proyek akhir ini adalah untuk nilai parameter time step yang akurasinya paling tinggi adalah 5, dengan RMSE rata rata sebesar 74,53. Sedangkan nilai parameter Epoch yang akurasinya paling tinggi adalah 100, dengan RMSE rata rata sebesar 74,50. Komposisi data dari tiap dataset tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai akurasi model LSTM. Pada komposisi 50% data uji dan 50% data test, RMSE rata-ratanya sebesar 73,2. Sedangkan pada komposisi 70% data uji dan 30% data tes nilai RMSE rata-ratanya sebesar 72,99.


RANCANG BANGUN INVERTER 1 PHASA UNTUK PENGGERAK ALAT PENCACAH MULTIFUNGSI PAKAN TERNAK

Author : Agung Prasetyo  , Moh. Zaenal Efendi, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Saat ini banyak peternak di pedesaan masih menggunakan alat konvensional untuk pemberian pakan pada ternaknya. Hal ini tidak efektif karena banyak limbah dari pemberian pakan yang tidak tercerna secara optimal. Maka dari itu perlu adanya pengembangan alat pada pemberian pakan ternak.. Salah satunya diperlukan pencacah untuk mengoptimalkan hasil penggemukan pada ternak sapi dengan pemberian pakan yang mudah dicerna dan dapat dibuat pakan jenis lain seperti pakan fermentasi. selain itu masih banyaknya penggunaan diesel berbahan solar pada penggerak alat pencacah sebelumnya, padahal sumber listrik sudah mengalir kemasyarakat. Maka dari itu pada proyek akhir ini dibuat alat pencacah pakan ternak menggunakan motor induksi 1 fasa yang mempunyai daya 1500 watt pengganti diesel. Sumber energi dari alat ini adalah sumber jala-jala PLN 220 V yang disearahkan oleh Full Wave Rectifier Uncontrolled sehingga nilai tegangan DC yang dihasilkan sebesar 310,8 V. Tegangan tersebut nantinya menjadi input inverter ful bridge 1 phasa dengan modulasi SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation) yang dibangkitkan oleh microcontroller. Tetapi keluaran inverter belum sinus murni, sehingga digunakan Filter LC dengan nilai L=0,6 mH dan C=5uF. Tegangan output dari Filter LC ini sebesar 220 V untuk memutar motor induksi. Dengan daya motor sebesar 1500 watt sistem yang dibuat dapat menjalankan mekanik pencacah bahan pakan ternak sapi seperti batang jagung, rumput gajah, dan jerami sesuai hasil yang diinginkan. Untuk mengeffisiensi daya sesuai bahan pakan pada proyek akhir ini ditambahkan fitur untuk pilihan tombol ketika batang jagung pada kecepatan 1670 rpm, rumput gajah dengan kecepatan 1560 rpm dan jerami 1361 rpm.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM FAST CHARGING BATERAI LI-ION 4S DENGAN FITUR ACTIVE BALANCING DAN ADAPTIF TERHADAP SUHU

Author : Septya Rizki Amelia  , Suhariningsih, Mochamad Ari Bagus Nugroho

Abstrak

Baterai merupakan komponen penting bagi alat elektronik dan sering kali dibutuhkan untuk berbagai pengaplikasian dengan jangka waktu yang ditentukan. Baterai yang dapat diisi ulang sangat membantu dalam penggunaan alat-alat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sistem pengisian yang ada membutuhkan waktu yang relatif lama. Ketika disusun secara seri, cell-cell tidak selalu memiliki tegangan yang sama sehingga dapat menyebabkan overcharging yang merusak dan memperpendek lifetime cell. Sebagai solusi untuk menghemat waktu dan memproteksi dari overcharging maka diperlukan metode pengisian yang cepat atau bersifat Fast charging, dan balancing cell agar baterai dalam kondisi seimbang ketika proses pengisian. Namun, Fast charging dapat meningkatkan suhu baterai. Untuk itu pada proyek akhir ini dirancang sistem dengan mengintegrasikan teknologi active balancing yang dirancang untuk memindahkan muatan cell satu yang lebih tinggi ke battery stack dan kontrol suhu pada proses Fast charging baterai. Sistem ini menggunakan baterai Lithium-Ion 18650 4S (3,7V–4,2V) dengan arus 3A. Pengisian dilakukan melalui buck converter, sementara flyback converter digunakan untuk balancing. Sistem juga dilengkapi proteksi suhu (setpoint 45°C), yang menurunkan arus saat suhu tinggi dan kembali menaikkan arus saat suhu kembali aman. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengisian rata-rata 62 menit dengan kinerja balancing yang dapat menurunkan im-balance rata-rata 0.6% dan sistem adaptif terhadap suhu dapat bekerja saat suhu telah melebihi setpoint. Sistem ini mampu mencegah overcharging dan overheat, sekaligus memperpanjang umur baterai.