KESEIMBANGAN ROBOT MANUSIA YANG KUAT
Author : Moch Yahya Indranuddin  , Eru Puspita, Anhar Risnumawan, Ali Husein Alasiry

Abstrak

Robot humanoid merupakan robot dibentuk berdasarkan tubuh manusia dan mampu melakukan interaksi dengan peralatan maupun lingkungan yang dibuat untuk manusia. Dalam perancangan robot humanoid, keseimbangan robot menjadi hal yang mendasar guna melakukan berbagai aktivitas. Pembentukan kontrol berjalan pada platform ROS dengan target untuk mendapatkan kestabilan berjalan. Dilakukan perancangan konstruksi sistem untuk menghubungkan platform ROS dengan robot. Perancangan konstruksi software mulai dari visualisasi robot secara virtual dapat dilakukan dengan membuat simulator yang memuat parameter dinamik. Gerakan humanoid robot dapat dicoba berkali-kali sampai gerakan robot tersebut robust dengan adanya simulasi tersebut.Simulator yang memuat parameter z dinamik dapat tercipta denganmenerapkan URDF Model pada Gazebo simulator dan didukung framework ROS. Feedback berupa posisi dan torsi sangat diperlukan untuk mengetahui selisih dari simulasi dan realita. Feedback tersebut juga untuk mengetahui kebenaran dari visualisasi robot secara virtual. Simulasi dapat dilakukan tanpa biaya, resiko, dan yang paling penting adalah meniru lingkungan sepak bola robot yang sebenarnya dan di uji pada kondisi sebenarnya.


PENERJEMAH BAHASA ISYARAT MENGGUNAKAN CYBERGLOVE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DAN KOMUNIKASI

Author : Rizki Ayu Purnamasari  , Riyanto Sigit, Fernando Ardila

Abstrak

Alat bantu teknologi untuk penyandang disabilitas kini mulai banyak dikembangkan. Salah satunya adalah alat bantu komunikasi untuk tunawicara. Pada penelitian ini diterapkanlah teknologi sensor flex dan mobile android untuk alat bantu tunawicara. Sensor flex digunakan sebagai pembaca gerak atau tekukan setiap jari yang merepresentasikan bahasa isyarat. Bahasa isyarat yang diterjemahkan menerapkan aturan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), dimana dalam penggunaannya hanya satu tangan saja yaitu tangan kanan. Selain pembatasan mengenai aturan, huruf yang diterjemahkan hanyalah huruf dengan gesture yang tidak bergerak. Jadi huruf J dan Z tidak diterjemahkan dalam sistem ini. Sensor ini akan dipasang di setiap ruas jari, sehingga dirancanglah sebuah cyberglove atau sarung tangan sensor agar mudah digunakan. Data masukan berasal dari sensor Flex yang berupa resistansi. Data masukan yang telah didapatkan akan diterjemahkan melalui mikrokontroler dan selanjutnya akan dikirim ke smartphone melalui modul bluetooth. Proses pengenalan menggunakan euclidiean distance dan metode perceptron. Prosentase keberhasilan menggunakan euclidiean distance dan perceptron dalam sistem ini adalah sama, yaitu 33.33%. Keluaran dari sistem ini adalah berupa teks dan suara.


SISTEM MONITORING KESEHATAN KORBAN BENCANA ALAM SEBAGAI ALAT BANTU TENGA MEDIS

Author : Maulidiatun Ni'mah  , M. Zen Samsono Hadi, Aries Pratiarso

Abstrak

Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami bencana alam. Bencana alam menimbulkan dampak terhadap menurunnya kualitas hidup korban, termasuk masalah kesehatan pada korban bencana alam. Salah satu permasalahan yang dihadapi setelah terjadi bencana alam adalah kondisi kesehatan korban yang kurang stabil dan bisa menurun sewaktu-waktu. Hal itu menyebabkan tenaga medis harus melakukan pemantauan kondisi kesehatan korban bencana alam. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang digunakan untuk memantau kondisi kesehatan korban. Apabila korban mengalami penurunan kesehatan yang signifikan, maka tenaga medis akan lebih tanggap dalam menanganinya. Maka dari itu, dibuatlah suatu sistem untuk memantau kondisi kesehatan korban bencana alam, meliputi suhu tubuh, SPO2, systole, diastole dan denyut nadi menggunakan komunikasi LORA. Data-data kondisi kesehatan korban tersebut dapat dipantau oleh tenaga medis melalui PC server dan akan tersimpan dalam database. Dengan demikian, diharapkan tenaga medis akan lebih mudah dalam melakukan monitoring kondisi kesehatan guna memberikan penanganan medis yang cepat terhadap korban bencana alam. Hasil yang didapatkan error denyut nadi sebesar 2.86%, error systole sebesar 2.54%, error diastole sebesar 1.03% dan error suhu tubuh sebesar 0.2%. Sehingga error keseluruhan sensor didapat sebesar 1.65%. Hal ini karena beberapa faktor, seperti tidak presisinya letak sensor. Selain itu faktor psikologi korban seperti stress, bingung, cemas juga sangat mempengaruhi hasil keakuratan sensor. Untuk pengujian LORA, kedua LORA dapat saling berkomunikasi hingga pada jarak 190m, dengan nilai RSSI minimum -121.9 dBm dan SNR sebesar-4.025 dB.


OPTIMASI MODELING 3D ASSET UNTUK SHORT MOVIE BERBASIS XR TECHNOLOGY

Author : Mochamad Iman Firmansyah  , Sritrusta Sukaridhoto, Hestiasari Rante

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi metode optimasi aset 3D dalam pembuatan short movie berbasis teknologi Extended Reality (XR). Produksi animasi dengan pendekatan XR studio menuntut proses rekaman Real-time yang menyelaraskan kamera fisik, pelacakan posisi lensa, dan gerak aktor melalui sistem Motion Capture. Untuk mencegah latensi serta Frame drop selama proses In-camera VFX, aset 3D baik karakter maupun lingkungan perlu dioptimalkan sejak tahap desain guna menjamin kelancaran visual saat pratinjau dan rekaman berlangsung. Studi ini merancang alur kerja optimasi aset di Unreal Engine 5.4 agar mampu mempertahankan performa minimal 60 FPS, sehingga rekaman sinematik pada 30 FPS dapat berjalan stabil. Tahapan yang dilakukan meliputi: (1) konversi Mesh ke MetaHuman untuk Retopology otomatis dan Rigging yang kompatibel dengan sistem mocap; (2) simplifikasi shader dan pengaturan Shadow Casting; (3) manajemen Level of Detail (LOD) untuk objek deformable; dan (4) aktivasi Nanite Virtualized Geometry pada aset statis beresolusi tinggi. Evaluasi performa dilakukan dengan menggunakan Shader Complexity Heatmap, GPU Frame-Time, dan pengukuran rata-rata FPS pada dua skenario: idle dan simulasi kamera-mocap. Hasil pengujian menunjukkan penurunan beban Rendering hingga empat kali lipat dibanding baseline (GPU Time dari 220 ms menjadi 40 ms), serta Framerate stabil di kisaran 55 hingga 65 FPS pada perangkat uji RTX 4070 SUPER. Pendekatan ini membuktikan bahwa kombinasi Retopology MetaHuman, Nanite, dan penerapan LOD mampu menjembatani tuntutan kualitas sinematik dan performa Real-time dalam pipeline XR berskala pendidikan.


KINERJA SISTEM KOMUNIKASI D2D FULL DUPLEX PROTOKOL RELAY DF DENGAN DUKUNGAN ENERGY HARVERSTING (POWER SPLITTING RELAYING, PSR)

Author : Afina Nabila Dirganingsih  , Anang Budikarso, Mohamad Ridwan

Abstrak

Semakin berkembangnya zaman, semakin besar teknologi yang digunakan. Komunikasi sudah berjalan secara digital dimanapun keberadaan nya. Seperti penggunaan gadget seperti PC, Laptop, smartphone dan lain lain. Dengan banyaknya gadget semakin banyak juga pengiriman data yang berjalan, tidak dapat dipungkiri bahwa kemacetan pengiriman sinyal informasi menjadi berkendala. Pada komunikasi 5G ditemukan teknologi terbarukan yang dapat membantu kemacetan pengiriman data atau tele-traffic yakni Device-to-Perangkat atau D2D. Bedasarkan teknologi terbarukan tersebut munculan model yang ingin diajukan untuk pengimplementasian D2D pada pinggiran kota. Pemilihan tempat didasarkan karena adanya gedung gedung tinggi penghalang, komunikasi satu sama lain. Model sistem yang dkerjakan berupa relay-aided dengan protokol Decoded and Forward (DF) sebagai pengimplementasian simulasi melaui matlab 2015a, ini melakukan perubahan parameter dalam simulasinya. Dalam Simulasi telah dilakukan perubahan parameter Energy Harvesting, Time Splliting factor beserta berubahan faktor Power Splitting. Pada perubahan tersebut dilakukan pengamatan melalui SNR, Throughput dan Outage Probability beserta Self-Inteference di R, dan juga Inteference di setiap node.