PEMBUATAN APLIKASI RELIGION-BASE ADAPTATION DENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OF EVIDENCE
Author : Fitriani Nurindasari  , Rengga Asmara, Wahjoe Tjatur Sesulihatien

Abstrak

Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak pulau, banyak suku, agama, ras, dan golongan.Dengan kata lain Indonesia adalah negara multikultural dimana setiap golongan masyarakatmemiliki kepentingan, sudut pandang, dan cara berpikir yang berbeda-beda karena latar belakangyang dimiliki dari tiap-tiap masyarakat juga berbeda sehingga dibutuhkanlah adaptasi dalamkehidupan bermasyarakat. Semua orang di Indonesia tentu meyakini salah satu agama ataukepercayaan yang ada di Indonesia. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama yang ada diIndonesia. Negara menjamin warga negaranya untuk menganut dan mengamalkan ajaranagamanya masing-masing. Untuk melihat elastisitas keberagaman dalam agama, dapatdiwujudkan dalam bentuk vulneralbility sehingga bagaimana masyarakat dapat menerima adanyaperbedaan yang ada terutama perbedaan terhadap agama. Sehingga diperlukannya sebuah aplikasiyang dapat melihat rekomendasi tempat potensial terjadinya konflik sehingga pemerintah dapatmengetahui target tempat-tempat untuk membuat acara keagamaan, menunjukkan ke pemerintahwilayah mana sajakah yang memiliki tingkat konflik tinggi sehingga pemerintah tau bagaimanacara membina masyarakat dan cara mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada, danmengevaluasi apakah kebijakan pembangunan agama selama ini di bidang kerukunan umatberagama sudah berjalan sesuai dengan cita-cita bangsa. Aplikasi ini menggunakan metode weightof evidence yang dapat melakukan pembobotan sehingga dapat mengetahui tingkat kerentanannya.


PENGEMBANGAN PENDINGINAN BATERAI LITHIUM-ION UNTUK APLIKASI SEPEDA MOTOR LISTRIK

Author : Firjatullah Ailen Purnama Putra  , Teguh Hady Ariwibowo, Lohdy Diana

Abstrak

Baterai lithium ion merupakan salah satu komponen penyimpanan energi yang paling banyak digunakan dalam kendaraan listrik karena memiliki keunggulan kepadatan energi dan daya yang relatif tinggi, namun baterai ini memiliki masalah termal yang akan menyebabkan terbakarnya elektrolit dan thermal runaway. Baterai harus beroperasi dalam temperatur operasional yang dianjurkan yaitu 25 derajat celsius hingga 40 derajat celsius dengan perbedaan temperatur maksimal 5 derajat celcius. Sistem manajemen termal pada baterai memainkan peran penting dalam keselamatan, kinerja, dan masa pakai kendaraan listrik. Penelitian ini menganalisis dan meninjau sistem pendingin hibrida yang menggabungkan PCM dengan cooling fin. Model numerik untuk jenis PCM, dimensi fin, kecepatan dan temperatur udara sekitar disimulasikan menggunakan Ansys Fluent. Dari beberapa variasi kecepatan kendaraan membuktikan fungsi dari adanya PCM yang dapat meminimalisir perbedaan temperatur pada baterai, sehingga selisih temperatur baterai tidak melebihi 5 derajat celsius dan mendekati uniformity temperature. Pada variasi kecepatan 19,444 meter per detik penggunaan PCM N-Eicosane memiliki perbedaan temperatur pada baterai yang paling kecil yaitu 0,07 derajat celsius. Selain itu, PCM berfungsi sebagai thermal buffer pada baterai ketika mencapai titik melting nya, sehingga temperatur pada baterai cenderung konstan. Dengan adanya cooling fin dapat membuang sebagian energi panas baterai yang disimpan dalam PCM. Pada kecepatan 19,444 meter per detik cooling fin dapat membuang energi yang disimpan dalam PCM sebesar 1,873 W dan pada kecepatan 27,7778 meter per detik cooling fin dapat membuang energi yang disimpan dalam PCM sebesar 7,49 W. BTMS dapat memanajemen temperatur dari baterai, sehingga baterai bekerja dalam operasional yang telah dianjurkan yaitu berkisar antara 25 derajat celsius hingga 40 derajat celsius dan perbedaan temperatur pada baterai tidak melebihi 5 derajat celsius.


IMPLEMENTASI PEMBANGKITAN GRUP KUNCI RAHASIA BERBASIS RSS : TOPOLOGI STAR

Author : Anhar Dwi Kurniawan  , Mike Yuliana, Amang Sudarsono

Abstrak

Pertukaran informasi pada jaringan komunikasi wireless memerlukan aspek keamanan data untuk memastikan data yang dikirim hanya bisa diakses oleh penerima yang telah ditentukan. Dengan memanfaatkan Physical Layer pada jaringan wireless kunci rahasia dapat dibangkitkan dengan Received Signal Strength (RSS) yang ada pada masing-masing PC. Pembangkitan kunci dari keacakan saluran nirkabel merupakan alternatif yang bagus untuk pembentukan kunci kriptografi. Dalam proyek akhir ini akan dibuat suatu kunci rahasia dengan memanfaatkan karakteristik nilai random RSS di kanal wireless. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan parameter berupa RSS pada 7 buah PC yang dibangun dengan topologi star, dihasilkan variable Difference Of Signal Strength (DOSS) dengan nilai rata-rata korelasi 0,935. Nilai DOSS akan diubah menjadi bit-bit biner dengan kuantisasi Adaptive Secret Bit Generation (ASBG) dengan Key Generation Rate (KGR) rata-rata 4,43 bit/s. Dikarenakan masih terdapat bit mismatch maka perlu dilakukan error checking dengan cascade dan ditingkatkan nilai randomness agar sesuai dengan National Institute of Standards and Technology (NIST) dengan universal hash. Setelah secret key berhasil dibangkitkan maka digunakan SHA-256 untuk mengetahui key integrity. Hasil SHA 256 dari central node akan dibandingkan dengan hasil SHA 256 dari eve untuk melihat kemanan kunci dari penyadap. Kunci yang sudah dipastikan aman dari penyadap diterapkan pada enkripsi dan dekripsi melalui AES-256.


ANALISIS PENGARUH JENIS FLUIDA TERHADAP PERFORMA SISTEM ORC DALAM MEMANFAATKAN FLUE GAS PLTU MENGGUNAKAN SOFTWARE CYCLE TEMPO

Author : Kartika Meylia Putri  , Joke Pratilastiarso, Wahyu Nur Fadilah

Abstrak

Meningkatnya kebutuhan listrik yang berbanding terbalik dengan pasokan bahan bakar fosil, menuntut berbagai pihak menemukan inovasi untuk menghasilkan energi listrik lebih banyak tanpa harus menambah penggunaan bahan bakar fosil. Siklus Organic Rankine Cycle (ORC) menjadi salah satu cara untuk dapat membangkitkan listrik dengan sumber panas yang rendah dan hal itu juga dipengaruhi oleh jenis refrigerant yang digunakan sebagai fluida kerja. Maka dari itu, dalam penelitian inidilakukan untuk mencari fluida kerja yang menghasilkan efisiensi termal dan daya yang baik bagi sistem ORC dengan memanfaatkan panas buang dari flue gas PLTU. Simulasi dilakukan dengan software Cycle Tempo dan software CoolProp untuk mengetahui properti dari fluida kerja yang akan digunakan. Penelitian ini menggunakan variasi fluida kerja R134a, R404A, R407C, R410A, dan R507. Selain itu, digunakan pula variasi flowrate sebesar 100 kg/s, 150 kg/s, 200 kg/s, 250 kg/s, dan 300 kg/s. Dari penelitian ini, dihasilkan efisiensi termal terbesar terjadi pada flowrate 300 kg/s dengan menggunakan fluida kerja R407C yaitu 36.19%. Net power terbesar juga didapatkan pada flowrate 300 kg/s dengan menggunakan fluida kerja R407C yakni 26980.9 kW.


APLIKASI PENGAMAN SMS PADA SMARTPHONE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RSA CRYPTOGRAPHY

Author : Hanif Rahmadana  , Mike Yuliana, M. Zen Samsono Hadi

Abstrak

Aplikasi SMS (Short Message Service) biasa digunakan untuk berkomunikasi baik kepada orang yang baru dikenal maupun dengan orang yang hubungannya intens dengan pemilik handphone. Sebagai media pertukaran informasi, interface SMS mengalami perubahan sangat pesat. Akibat kemajuan ini interface handphone menjadi user-friendly(mudah dioperasikan). Sisi negatif dari kemajuan ini, yaitu pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab akan semakin mudah melihat isi SMS pribadi. Peranan kriptografi sangat penting untuk menjaga kerahasiaan informasi-informasi penting ataupun yang bersifat pribadi. Kriptografi banyak digunakan pada halaman- halaman web maupun software pengaman pada handphone.Pada proyek akhir dibuat aplikasi SMS menggunakan metode RSA cryptography. Penambahan kriptografi akan mempersulit pembacaan informasi SMS Sehingga dapat menghambat langkah orang-orang yang kurang bertanggung jawab untuk mengakses informasi-informasi pribadi.