Author : Chairul Huda , Arif Irwansyah, Taufiqurrahman, Niam Tamami
Abstrak
Kemajuan teknologi informasi saat ini memudahkan setiap orang dalam setiap kegiatannya, tidak terkecuali dalam kegiatan navigasi. Kemampuan bernavigasi merupakan kemampuan untuk mengetahui posisi serta perpindahan yang dilakukan. GPS adalah salah satu dari sensor yang mampu memberikan data posisi untuk keperluan navigasi. Namun GPS sebagai sistem navigasi memiliki kekurangan ketika digunakan pada lokasi yang tak terjangkau seperti lingkungan dalam ruangan. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat metode dead reckoning seperti Visual Odometry yang memanfaatkan rangkaian citra yang ditangkap oleh kamera untuk menentukan posisi saat ini. Meskipun Visual Odometry mampu memperkirakan lintasan (trajectory) objek yang bergerak, Visual Odometry tidak dapat memperkirakan berapa perubahan jarak yang telah ditempuh. Oleh karena itu, pada Proyek Akhir ini dibuat sistem visualisasi lintasan (visual trajectory) gerakan robot menggunakan Monocular Visual Odometry yang digabungkan dengan Sistem Navigasi Inersia berupa IMU, yang bekerja menggunakan sensor gerak (accelerometers) dan sensor rotasi (giroskop) untuk menghitung perubahan posisi, orientasi, dan kecepatan robot. Pada pengujian sistem dalam 10 kali percobaan, didapatkan rata-rata error sebesar 99,47% saat pengujian jarak lintasan 8 meter. Dan pada pengujian kecepatan robot, dihasilkan rata-rata error sebesar 16,8%
RANCANG BANGUN KUNCI WIRELESS PADA SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN ANDROID
Author : Febrian Kevin Hendiawan , Eru Puspita, Legowo Sulistijono
Abstrak
Sepeda Motor merupakan sebuah kendaraan yang sangat populer. Sepeda motor membutuhkan sebuah kunci untuk mengaktifasi berbagai fungsinya. Kunci Sepeda Motor konvensional yang ada kini berukuran relatif kecil, oleh karena itu kunci Sepeda Motor cenderung mudah hilang. Didukung pula dengan melihat kenyataan yang ada sekarang, masyarakat Indonesia pada umumnya lebih aware terhadap gadget (Android) mereka dibandingkan dengan kunci Sepeda Motor mereka, yang oleh karena itu semakin meningkatkan kemungkinan hilangnya kunci Sepeda Motor. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut dirancang sebuah sistem yang mengintegrasikan android dengan Sepeda Motor melalui jaringan Bluetooth (menggunakan modul Bluetooth HC-05). Sehingga nantinya diharapkan fungsi kunci sepeda motor dapat sepenuhnya digantikan oleh android. Sistem ini menggunakan ATmega8 dan Android sebagai kontroler, HC-05 sebagai sarana komunikasi bluetooth, relay sebagai pengontrol aktuator, dan solenoid door, klakson, & sistem starter sepeda motor sebagai aktutor. Sistem ini memiliki jangkauan komunikasi bluetooth hingga 5 meter dan keberhasilan kinerja sistem secara keseluruhan sebesar 100%.
IMPLEMENTASI REKAYASA TRAFFIC MENGGUNAKAN SIMULATOR SUMO (SIMULATION OF URBAN MOBILITY))
Author : Sheyla Utari , Prima Kristalina
Abstrak
Lalu lintas merupakan hal mendasar yang sangat dibutuhkan dalam sistem mobilitas. Kepadatan lalu lintas kini salah satu polemik besar yang menjadi titik khusus sebagai perhatian serius di dunia lalu lintas Indonesia. Dalam memahami suatu traffic atau lalu lintas perlu mempelajari secara intensif. Tidak memungkinkan mengamati jalan raya setiap saat atau menghitung jumlah kendaraan setiap jamnya, oleh karena itu dibutuhkanlah media simulator traffic yang mampu merekayasa setiap kejadian di jalan raya. Simulator SUMO (Simulation of Urban Mobility) merupakan media yang telah muncul sejak tahun 2001 ini masih terbilang rumit dan sulit untuk dipahami bagi orang baru yang akan belajar membuat rekayasa traffic secara baik dan benar. Terlebih lagi untuk menghasilkan data keluaran yang valid sangat dibutuhkan sebagai hasil analisis. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk membantu mempermudah para pengguna simulator SUMO. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat suatu modul panduan dan pengantar dari penggunaan simulator SUMO (Simulation of Urban Mobility), sebagai media pembelajaran simulasi rekayasa traffic bagi mahasiswa maupun pihak-pihak yang membutuhkan dari penggunaan simulator SUMO ini.
ANALISIS PERFORMA AERODINAMIS TOROIDAL PROPELLER DENGAN PROFIL NACA 6412 DAN NACA 2412 MENGGUNAKAN METODE CFD
Author : Muhammad Hanif , Nu Rhahida Arini, R.Sanggar Dewanto
Abstrak
Pengembangan sistem propulsi drone menghadapi tantangan dalam memilih desain baling-baling yang paling efisien secara aerodinamika. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana perbandingan performa antara baling-baling konvensional dan toroidal dengan profil airfoil NACA 6412 dan NACA 2412, bagaimana pengaruh pemilihan profil airfoil terhadap thrust coefficient dan efisiensi, serta bagaimana karakteristik distribusi tekanan yang terbentuk pada masing-masing konfigurasi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan simulasi CFD dengan variasi geometri toroidal propeller dan konvensional serta variasi profil airfoil, untuk menganalisis thrust coefficient, efisiensi, dan distribusi tekanan, guna memberikan rekomendasi desain yang lebih optimal untuk aplikasi drone. Hasil simulasi menunjukkan bahwa efisiensi toroidal propeller meningkat seiring naiknya advance ratio (J), mencapai puncak di J bernilai 0,772 sebesar 0,474 (NACA 6412) dan 0,491 (NACA 2412), lalu menurun drastis pada J bernilai 0,979 menjadi 0,221 dan 0,257 akibat blade stall, ditandai lonjakan torque coefficient dan penurunan thrust coefficient. Sebaliknya, propeller konvensional menunjukkan tren efisiensi yang meningkat stabil tanpa penurunan hingga J bernilai 0,979, mencapai 0,451 (NACA 6412) dan 0,437 (NACA 2412). Pemilihan profil airfoil turut memengaruhi performa toroidal propeller, dengan NACA 2412 konsisten unggul dalam efisiensi dan thrust coefficient, sementara NACA 6412 memiliki torque coefficient sedikit lebih tinggi karena lebih rentan separasi aliran mendekati stall, titik operasi optimal kedua profil berada pada J bernilai 0,635 hingga 0,772. Analisis distribusi tekanan menunjukkan Konvensional Propeller memiliki beda tekanan suction-pressure side yang lebih besar sehingga unggul dalam thrust coefficient di seluruh rentang kecepatan, sementara geometri toroidal meratakan distribusi tekanan dengan mengurangi efek tip vortex, namun lebih rentan stall pada kecepatan tinggi.
CHATBOT BAHASA INDONESIA UNTUK TOUR GUIDE TURIS DOMESTIK DI SURABAYA
Author : Galuh Maghfira , Entin Martiana Kusumaningtyas, Jauari Akhmad Nur Hasim
Abstrak
Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Beberapa tahun terakhir ini, Surabaya terkenal sebagai kota dengan taman kota yang banyak dan teratur, dimana Walikota Surabaya sendiri yang langsung turun tangan untuk mengatur hal tersebut. Namun, publikasi tempat wisata baru di Surabaya masih kurang dilakukan diluar kota Surabaya. Selain itu, masih banyak informasi pasti tentang tempat wisata di Surabaya yang belum tersedia di internet. Hal ini menjadi suatu masalah bagi turis domestik untuk berwisata di Surabaya. Di jaman modern seperti sekarang, perkembangan teknologi sangat pesat. Mulai banyak teknologi kecerdasan buatan yang di implementasikan kedalam kehidupan manusia. Contohnya adalah Siri milik iPhone dan Cortana milik Microsoft. Mereka melakukan perintah yang diucapkan oleh sang pengguna smartphone yang berbasis suara seperti untuk membuka pesan atau email pada smartphone bahkan memberitahukan. Selain itu, ada lagi AI yang terkenal di kalangan remaja, yaitu SimSimi. Sedikit berbeda dengan Siri dan Cortana, SimSimi ini berbentuk chatbot, yang akan membalas chat yang anda kirim. Dengan metode Inner Product, Aplikasi Chatbot berbasis Android ini membantu user untuk menemukan lokasi tempat wisata di Surabaya sesuai dengan input yang diminta oleh User. Berdasarkan hasil analisa wawancara dengan presentase sebesar 85% diperoleh bahwa sistem ini dapat memberikan data dan informasi yang bermanfaat bagi pengguna.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer