Author : Burhan Fadhlurrahman , Endra Pitowarno, Setyo Nugroho
Abstrak
Fixed wing-VTOL UAV merupakan wahana terbang dengan pergerakan hybird yang memiliki kemampuan terbang vertikal dan horizontal. Pada proyek akhir ini wahana take-off secara vertikal dan melakukan terbang cruising secara horizontal. Proyek akhir ini membahas tentang metode kontrol kestabilan pada wahana terbang fixed wing-VTOL. Penggunaan metode kontrol pada wahana menggunakan kombinasi kontrol PID (Proportional Integral Derivative). Pada mode VTOL, kontrol P digunakan untuk mengatur feedback sudut aktual wahana dan kontrol PI rate digunakan untuk mengatur koreksi kecepatan sudut wahana. Pada simulasi yang dilakukan telah menunjukkan respon hasil yang baik dengan penerapan kontroller PID pada plant wahana. Penetapan nilai parameter kontrol pada wahana menggunakan metode heuristic. Eksperimen terbang pada wahana menunjukkan hasil yang bagus ketika wahana terbang untuk take-off secara vertikal dan juga dapat stabil menjaga trim sayap untuk sejajar pada posisi horizontal.
ANALISA MODE TERESTRIAL DIGITAL AUDIO BROADCASTING (T-DAB) UNTUK IMPLEMENTASI RADIO DIGITAL DI INDONESIA
Author : Vita Kusuma , Okkie Puspitorini, Rini Satiti
Abstrak
Stasiun radio FM di Indonesia jumlahnya bertambah banyak sehingga membuat spasi kanal frekuensi radio di Indonesia semakin menipis. Hal ini dikarenakan pada radio analog FM, setiap satu spasi kanal frekuensi FM dapat dipakai oleh satu stasiun radio FM saja. Oleh karena itu, pengalihan teknologi radio analog menjadi radio digital dapat menjadi solusi yang baik untuk keterbatasan lebar kanal frekuensi ini. Teknologi tersebut dikenal dengan sebutan sebagai teknologi T-DAB (Terestrial Digital Audio Broadcasting). T-DAB (Terestrial Digital Audio Broadcasting) adalah sebuah teknologi radio masa depan yang menggunakan konsep digital dalam hal transmisi sinyal radionya. T-DAB telah terstandarisasi secara internasional dengan sebutan Eureka 147. T-DAB dirancang khusus sebagai penyiaran untuk mobile receiver yang memiliki interval frekuensi 30 MHz hingga 3 GHz. Interval tersebut merupakan interval frekuensi yang berada pada band III VHF (Very High Frequency). Perancangan penggunaan mode T-DAB merupakan langkah awal dari penerapan T-DAB di Indonesia. Perancangan dilakukan dengan menganalisa parameter-parameter yang dijadikan landasan dalam menentukan mode yang cocok untuk diimplementasikan di Indonesia, dimana dalam perancangan mode dihasilkan mode I adalah mode yang cocok untuk diaplikasikan di Indonesia karena jarak antar transmitter yang dapat di jangkau dengan jaringan SFN sebesar 73,8 km dengan penggunaan ERP sekitar 0,5 KW
RANCANG BANGUN ALAT PELACAK KENDARAAN BERMOTOR METODE VIA SMS BERBASIS IOT DENGAN MODUL GPS NEO DAN GSM 800L
Author : Ridho Suryo Wijoyo , Anang Budikarso, Faridatun Nadziroh
Abstrak
Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di Indonesia mendorong perlunya sistem pelacak yang akurat, mudah digunakan, dan terjangkau. Proyek akhir ini merancang dan membangun alat pelacak kendaraan berbasis IoT yang menggunakan modul GPS Neo untuk akuisisi lokasi dan modul GSM SIM800L untuk mengirimkan informasi lokasi melalui SMS. Sistem ini dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Uno dan dioperasikan dengan perintah SMS dari pengguna. Pengujian dilakukan di 15 titik lokasi di wilayah Mojokerto, Sidoarjo, dan Jombang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sinyal GSM memiliki cakupan dan stabilitas lebih baik dibandingkan GPS, yang cenderung menurun pada area tertutup atau perbukitan. Sistem ini mampu mengirim lokasi dengan akurasi memadai di lingkungan terbuka, meskipun mengalami keterbatasan pada blank spot sinyal. Selain itu, sistem menunjukkan efisiensi konsumsi daya dan mampu beroperasi lebih dari dua hari tanpa pengisian ulang. Berdasarkan hasil tersebut, alat ini dapat menjadi solusi pelacakan kendaraan yang efektif dan sederhana untuk implementasi dunia nyata, dengan catatan masih diperlukan pengembangan lebih lanjut pada aspek akurasi GPS dan penanganan area tanpa sinyal GSM.
VISUALISASI SPASIAL TEMPORAL TINGKAT RISIKO STUNTING DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE FUZZY
Author : Galuh Nurul Istiqomah , Arna Fariza, Rengga Asmara
Abstrak
Stunting sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis. Angka stunting pada balita di Indonesia cukup jauh dari standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20%. Hal ini menjadi prioritas atau isu penting di setiap provinsi di Indonesia dikarenakan tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi. Salah satunya provinsi Jawa Timur yang memiliki angka prevalensi stunting diatas standar WHO yaitu sebesar 23.5%. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah aplikasi berbasis website yang dapat memvisualisasikan tingkat risiko stunting pada tiap kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Timur. Penentuan tingkat risiko stunting menggunakan kriteria berdasarkan pendekatan ecological analysis yaitu faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting di Jawa Timur yang terdiri dari kasus stunting, cakupan pelayanan kesehatan balita, cakupan desa UCI, cakupan keluarga yang dapat mengakses jamban sehat, dan cakupan pemberian ASI eksklusif. Kriteria tersebut digunakan sebagai inputan dalam proses metode fuzzy dengan ouputannya yaitu tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi. Pada metode fuzzy juga memerlukan aturan – aturan yang dibuat berdasarkan para pakar, penelitian, atau standar yang ada untuk menilai tingkat risiko stunting pada suatu daerah. Visualisasi pemetaan tingkat risiko stunting dilakukan dalam rentang waktu dari tahun 2017 hingga 2021.
ANALISA UNJUK KERJA TEKNIK MIMO DETECTION PADA SISTEM DVB-T2
Author : Ani Rosyidah , I Gede Puja Astawa, Anang Budikarso
Abstrak
DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial Second Generation) adalah sistem penyiaran televisi digital yang tengah diterapkan di Indonesia. Sistem ini mampu mengirimkan sejumlah besar data pada kecepatan tinggi secara point-to-multipoint. Teknik transmisi standar yang digunakan oleh sistem DVB-T2 adalah teknik transmisi SISO (Single Input Single Output) dan MISO (Multiple Input Single Output). MIMO (Multiple Input Multiple Output) adalah teknik transmisi yang sekarang ini sedang digunakan dalam banyak teknologi baru. Pada penelitian sebelumnya yang berjudul Performance Analysis of DVB- T2 using MIMO-OFDM Technique, penerapan teknologi MIMO mampu meningkatkan performasi sistem dengan nilai BER 30-35 kali lebih baik dari sistem SISO. Dalam penelitian ini dibuat suatu simulasi dengan menerapkan MIMO-OFDM 2x2 pada sistem DVB-T2. Untuk kinerja sistem yang lebih baik, perlu digunakan detektor untuk meminimalisir noise dalam proses transmisi data. Dalam penelitian ini, simulasi dan analisis dilakukan untuk menentukan kinerja terbaik dari detektor MIMO pada sistem DVB-T2. Analisa dilakukan dengan membandingkan kurva BER terhadap SNR yang dihasilkan oleh setiap detektor sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Teknik deteksi V-BLAST/MMSE merupakan detektor terbaik dalam meningkatkan performasi sistem. Dilanjutkan dengan detektor V-BLAST/ZF, MMSE, dan ZF.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer