ANALISIS PERFORMANSI SDR PENERIMA SINYAL ADSB MENGGUNAKAN RTL-SDR BERBASIS RASPBERRY
Author : Hadid Malik  , Budi Aswoyo, I Gede Puja Astawa

Abstrak

Pesawat merupakan salah satu jenis transportasi yang sering digunakan di dunia. Untuk mengatur lalu lintas dan mengawasi pergerakan jalur penerbangan dibutuhkan sebuah radar yang dapat menerima sinyal Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADSB). Dalam pengadaan pembangunan radar ADSB dan menara Air Traffic Control (ATC) pada bandara membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang sangat mahal. Penggunaan alat Register Transfer Logic-Software Defined Radio (RTL-SDR) ini bertujuan untuk mengurangi biaya operasional dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan radar dan menara ATC. Pemanfaatan alat ini juga lebih mobilitas karena dapat digunakan dan diakses dimana saja tanpa harus dibangun pada lokasi tertentu. Proyek akhir ini merupakan analisis performansi SDR penerima sinyal ADSB menggunakan RTL-SDR berbasis raspberry. Metode yang digunakan pada proyek akhir ini adalah metode penelitian pengembangan untuk mengembangkan antenna yang digunakan dalam menerima sinyal ADSB. Analisis ini menggunakan antena standar dari dongle RTL-SDR sebagai penerima sinyal ADSB. Informasi bit- bit pesan yang telah diterima akan diproses dan ditampilkan dengan menggunakan raspberry. Hasil yang diharapkan adalah antena yang telah dikembangkan dapat menerima sinyal ADSB dengan hasil jangkauan yang lebih luas dan optimal.


PENGEMBANGAN DASHBOARD ADMIN DAN BACKEND APLIKASI MANAJEMEN SAMPAH

Author : Hendro Prasetyo  , Khoironi, Joko Prasetyo

Abstrak

Penjemputan sampah dengan cara berputar di rute yang sama dalam jadwal yang telah ditentukan merupakan metode lama yang kurang efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan sebuah sistem yang menghubungkan langsung antara petugas dan warga melalui aplikasi mobile. Selain itu, tempat sampah umum juga dilengkapi dengan perangkat IoT agar dapat terhubung langsung dengan petugas saat sampah penuh. Sistem ini dilengkapi dengan dashboard admin yang berfungsi untuk mengelola data cakupan wilayah UPT dan jenis barang yang dapat didaur ulang. Melalui fitur ini, warga dapat memperoleh keuntungan dari sampah yang masih memiliki nilai guna. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses penjemputan sampah serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.


ANALISA PERFORMANSI JARINGAN DELAY TOLERANT NETWORK (DTN) PADA RUTE TRANSPORTASI UMUM TRANS JATIM

Author : Megalita Maytasya Yusifa  , Amang Sudarsono, Mike Yuliana

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan modern, termasuk di sektor transportasi. Jalan tol, sebagai infrastruktur vital dalam sistem transportasi, menjadi fokus pengembangan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang terus meningkat. Namun, permasalahan seperti area blind spot dan padatnya lalu lintas jaringan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Delay Tolerant Network (DTN) merupakan arsitektur jaringan yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan menyediakan solusi bagi jaringan yang sering mengalami keterputusan akibat mobilitas node yang tinggi. Hal ini sering kali menyebabkan delay atau latency, yaitu waktu tunda yang dibutuhkan paket data untuk mencapai tujuan melalui banyak node. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis kinerja protokol routing DTN pada rute transportasi umum Trans Jatim, khususnya di Jalan Tol Surabaya–Gresik. Simulasi dilakukan menggunakan aplikasi the ONE Simulator dengan tiga model protocol routing Spray and Wait, MaxProp, dan ProPHET. Evaluasi kinerja difokuskan pada tiga parameter utama Delivery Probability, Average Latency, dan Overhead Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protocol MaxProp memiliki probabilitas pengiriman tertinggi, tetapi menghasilkan overhead yang juga tertinggi dibandingkan dua protokol lainnya. Protocol Spray and Wait menawarkan overhead paling rendah dengan stabilitas probabilitas pengiriman, meskipun memiliki latensi yang relatif tinggi. Di sisi lain, protocol ProPHET unggul dengan latensi paling rendah dan overhead yang moderat, meskipun probabilitas pengirimannya bervariasi.


RANCANG BANGUN STASIUN PENGISIAN BATTERY UNTUK KENDARAAN LISTRIK

Author : Hammam Saifullah  , Renny Rakhmawati, Diah Septi Yanaratri

Abstrak

Battery merupakan suatu media yang digunakan untuk menyimpan energi listrik. Pada beberapa akhir tahun kali inisering ditemukan beberapa kasus tentang pemakaian battery yang tidak bertahan lama. Hal ini dikarenakan metode pengisian yang kurang tepat dan pada saat charging seringkali kita lupa untuk mematikannya alat untuk charging saat charging sudah selesai. Sehingga yang terjadi charging akan tetap bekerja walaupun dalam keaadaan over current atau over voltage. Pada proyek akhir yang akan saya usulkan kali ini menggunakan battery jenis Accu. Tegangan input dari sistem charging adalah tegangan jala-jala PLN yang diturunkan dengan trafo stepdown kemudian disearahkan oleh Uncontrolled Full Wave Rectifier. Setelah disearahkan oleh Uncontrolled Full Wave Rectifier tegangan tersebut diturunkan kembali oleh Buck Converter. Metode yang digunakan pada Buck Converter adalah metode constant current constant voltage dengan menggunakan Kontrol PI untuk set point arus dan tegangan keluaran Buck Converter. Pada Proyek Akhir kali terdapat sensor tegangan dan sensor arus, sensor tersebut digunakan untuk mengirim kondisi arus output, tegangan input dan tegangan output pada saat charging battery ke mikrokontroller STM32F4 sebagai pusat kendali Buck Converter. Tegangan accu nantinya akan ditampilkan pada LCD kemudian apabila accu sudah penuh relay akan bekerja menghentikan proses charging kemudian SMS gateaway akan mengirim notifikasi bahwa charging sudah selesai. Setelah dilakukan proses perencanaan dan pengujian dapat dilakukan sistem integrasi pada saat kondisi close loop dan relay dapat memutus ketika tegangan input buck converter tidak sesuai desain dan relay juga mampu memutus ketika arus output baterai berada dibawah 0,34 A untuk menanggulangi overcharge. Kemudian setelah diterapkan pada alat dan simulasi data yang didapatkan sudah sesuai dengan perencanaan sehingga alat dapat digunakan untuk charging dengan metode constant current constant voltage dengan mempertahankan arus charging sebesar 1,049 A ketika proses awal charging dan tegangan charging sebesar 13,8 V ketika akhir charging sehingga mencegah terjadinya overcharge.


RANCANG BANGUN BATTERY CHARGING UNTUK POMPA SIRKULASI PADA TANAMAN HIDROPONIK DENGAN SUMBER PHOTOVOLTAIC

Author : Indira Kharisma Putra  , Indhana Sudiharto, Endro Wahjono

Abstrak

Tanaman hidroponik adalah metode budidaya tanpa tanah dengan menggunakan air yang mengandung nutrisi dan mineral. Teknik ini ramah lingkungan dan efisien, cocok untuk daerah dengan lahan terbatas. Budidaya hidroponik membutuhkan pompa air yang bekerja terus-menerus, yang umumnya bergantung pada listrik PLN. Untuk mengatasi ketergantungan ini, dirancang sistem battery charging berbasis energi surya guna menyuplai energi ke pompa sirkulasi. Energi listrik dihasilkan oleh panel surya, yang kinerjanya dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari dan suhu permukaan panel, membentuk kurva karakteristik daya keluarannya. Sistem ini menggunakan rangkaian buck converter sebagai regulator tegangan untuk menurunkan tegangan input agar sesuai untuk pengisian baterai. Solar Panels berkapasitas 100 WP sebanyak dua unit disusun secara seri untuk mengisi baterai 12 volt 28 Ah secara otomatis. Energi yang tersimpan digunakan untuk menyuplai pompa air. Agar tegangan output tetap konstan di angka 14,4 volt, digunakan kontrol PIyang diatur melalui PWM umpan balik dari sensor tegangan. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan sensor TDS untuk memantau kadar nutrisi air dalam satuan PPM. Pemantauan kadar nutrisi ini penting dalam memastikan tanaman mendapatkan jumlah nutrisi yang optimal sesuai fase pertumbuhannya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan hasil panen tanaman hidroponik . Berdasarkan data hasil pengujian dengan nilai tegangan output yang dapat mencapai nilai set point sesuai dengan yang di inginkan yaitu 14.4V meskipun tegangan panel surya berubah ubah. Nilai rata rata efisiensi dari buck converter sebesar 85.3% yang dapat disimpulkan bahwa sistem berjalan dengan baik.