SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR PRODUK INSEKTISIDA DI PT PETROSIDA GRESIK BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN DATABASE MYSQL
Author : Zainul Syahroni  , Ira Prasetyaningrum, Ahmad Syauqi Ahsan

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi memberikan peran komputer yang semula lebih ditekankan sebagai mesin penghitung (calculating machine), saat ini telah berkembang sebagai mesin yang dapat membantu berbagai kegiatan manusia. Kemampuan komputer semakin canggih dalam mengolah data yang berasal dari suara, gambar, teks, grafik, bahkan video menjadi informasi yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan operasional dan manajerial, dalam pengambilan keputusan. PT. Petrosida Gresik merupakan perusahan yang bergerak di bidang formulasi pestisida. Perusahaan tersebut memproduksi berbagai jenis obat pestisida. Namun dalam setiap tahapan proses manufaktur tersebut data yang ada masih menggunakan media pencatatan buku besar. Hal tersebut tidak sebading dengan jumlah produksi yang demikian besar, sehingga penyampaian informasi tersebut memakan waktu yang cukup lama dan sering kali terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi mengenai data yang dibutuhkan. Oleh karena itu, dengan adanya sistem informasi manufaktur ini diharapkan dapat memcahkan permasalahan di atas. Dengan metode waterfall, dirancang dan dikembangkan sebuah sistem aplikasi berbasis Android dengan menggunakan Phonegap dan JQuery Mobile untuk pelaporan penjualan dan pengecekan stok yang dapat membantu monitor dan otomatisasi pelaporan penjualan dan pengecekan stok.


PENERAPAN METODE KORELASI PADA ARDUINO UNTUK SINKRONISASI SISTEM KOMUNIKASI

Author : Guntur Rangga Kurniawan  , Tri Budi Santoso, Rahardhita Widyatra Sudibyo

Abstrak

Dalam bidang teknologi khususnya teknologi komunikasi terdapat sebuah teknik LFM (linear frequency modulation) yang biasanya dipakai untuk Radar. LFM atau gelombang kicauan, memiliki kinerja yang unggul di kompresi pulsa radar karena dapat dengan mudah dihasilkan dan diproses. Banyak teknik yang beragam dan perangkat telah dikembangkan untuk memberikan pengolahan kompresi pulsa yang dibutuhkan untuk sinyal-sinyal ini tetapi tidak ada yang sebaik LFM. LFM meningkatkan bandwidth dan kemudian meningkatkan Resolusi berbagai sinyal dengan faktor sama dengan waktu bandwidth. Namun, sidelobes relatif tinggi tetap dalam fungsi autokorelasi. Fungsi autokorelasi tersebut tidak dapat diterima dalam beberapa aplikasi radar, di mana lebih dari satu target hadir, sehingga menimbulkan gema dari amplitudo yang berbeda Pada proyek akhir ini dibuat sebuah program untuk memunculkan dua buah sinyal LFM dan dikorelasikan untuk mendapatkan beberapa sample. Dari sample yang didapatkan bisa dilihat peak hasil korelasi tersebut. Diharapkan hasil proyek akhir ini dapat membantu proses pembelajaran bagi para mahasiswa untuk lebih memahami metode korelasi dengan teknik LFM untuk sinkronisasi dalam system komunikasi dan dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa di bidang telekomunikasi.


PROTOTIPE PEMODELAN KOORDINASI RELAY PROTEKSI PADA SISTEM MICRO GRID DENGAN SUMBER ENERGI YANG TERSEBAR

Author : Muhammad Lutfi Santoso  , Anang Tjahjono, Suryono

Abstrak

Penggunaan energi terbarukan di Indonesia semakin meningkat khususnya sistim microgrid yang terintegerasi dengan sumber energi tesebar (Distributed Generations) menggunakan sumber dari energi terbarukan. Distributed Generations (DG) dapat menyebabkan perubahan arus gangguan dalam sistem dan ini dapat mempengaruhi koordinasi proteksi. Keadaan tersebut membuat sistem proteksi konvensional sulit menangani gangguan karena karakteristik sistem yang cepat berubah. Pada sistem proteksi konvensional relay dioperasikan berdasarkan kurva karakteristik standar sehingga bila terjadi perubahan sumber pengguna harus menyesuaikan karakteristik relay secara manual. Dengan menggunakan relay non-konvensional pengguna dapat lebih fleksibel dalam mengatur kurva karakteristik relay. Artifcal neural networks (ANN) menggunakan Levenberg-Marquardt digunakan untuk memodelkan karakteristik koordinasi Over Current Relay (OCR). Dengan menggunakan ANN dapat menentukan karakteristik setiap OCR ketika terjadi perubahan pada sistim yang menggunakan DG. Sistim yang dimodelkan menggunakan 4 bus, 2 sumber energi, dan 3 OCR.


ANALISA PERFORMANSI JARINGAN TEKNOLOGI EVDO DAN HSPA DI DALAM KERETA API BERGERAK BERDASARKAN LOKASI

Author : Martianda Erste Anggraeni  , Ari Wijayanti, Nur Adi Siswandari

Abstrak

Kondisi pengguna yang selalu bergerak seperti para pengendara mobil maupun para penumpang kereta api yang melewati beberapa daerah tentunya mendapatkan performansi jaringan yang beragam. Pengukuran dan analisa performansi jaringan teknologi EVDO dan HSPA dilakukan di dalam kereta api bergerak berdasarkan lokasi urban, sub urban, dan rural. Software Wireshark digunakan untuk mengukur throughput jaringan EVDO dan HSPA. TEMS digunakan sebagai validasi data jaringan HSPA yaitu untuk mengukur throughput, packet data protocol (PDP), scrambling code dari node B yang melayani UE. Performansi jaringan pada daerah urban, sub urban, dan rural diperoleh dari hasil pengolahan data pathloss, frekuensi Doppler, dan key performance indicator (KPI) meliputi CSSR, CCSR, SHO, throughput. Daerah urban memiliki performansi jaringan HSPA yang sangat baik dengan level CSSR 98,53%, level CCSR 100%, level SHO 100%, pathloss mencapai 161,18 dB, frekuensi Doppler sebesar 35,74 Hz, dan probabilitas BER 6,64 x 10-6. Daerah sub urban memiliki performansi jaringan HSPA yang cukup baik dengan level CSSR 70% dan level CCSR 70% dari standar 93%, level SHO 90% dari standar 91%, pathloss mencapai 169,72 dB, frekuensi Doppler sebesar 60,56 Hz, dan probabilitas BER 6,64 x 10-6. Daerah rural memiliki performansi jaringan HSPA yang sangat buruk dengan level CSSR 0%, level CCSR 0%, level SHO 11,11%, pathloss mencapai 180,91 dB, dan frekuensi Doppler sebesar 85,15 Hz sehingga pihak penyedia jaringan perlu untuk menambah jumlah cell dan kapasitas jaringan di daerah rural. Jaringan EVDO sudah tersebar secara merata di daerah urban, sub urban, dan rural mengingat throughput jaringan EVDO yang stabil di tiga tipe daerah tersebut. Jaringan HSPA di daerah rural sangat buruk mengingat Qos throughput daerah rural 0 kbps sehingga perlu adanya peningkatan layanan di daerah rural.


RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL DENGAN SPLITTED WINGLETS UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA

Author : Rizal Ibnu Syifa  , Setyo Nugroho

Abstrak

Potensi angin di Indonesia dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi listrik domestik. Sumber energi angin sebagai pembangkit listrik tenaga bayu. Pemanfaatan energi angin tidak lepas dari turbin angin. Turbin angin telah berkembang dengan penambahan beberapa komponen maupun variasi. Tujuan utama dari penambahan ini yaitu untuk memperbaiki performa dari turbin angin. Salah satu variasi yang ditambahkan yaitu adalah splitted winglets yang merupakan adaptasi dari sayap pesawat terbang. Splitted winglets berfungsi sebagai pemecah aliran yang terjadi pada belakang sayap pesawat sehingga tidak terjadi aliran balik yang menyebabkan gaya drag. Penambahan splitted winglets pada turbin angin memiliki dampak yang tidak signifikan. Performa turbin angin akan lebih baik bila menggunakan blade tanpa winglets. Namun, penambahan splitted winglets memiliki pengaruh yang bervariasi dengan perubahan sudut pitch. Sudut pitch digunakan untuk menyesuaikan sudut serang udara terhadap blade. Keuntungan penggunaan splitted winglets diantaranya adalah mempercepat kondisi starting rotor turbin angin pada kondisi TSR kecil yaitu pada sudut pitch 100. Selain itu juga dapat memberikan pengaruh terhadap performa Cp yang lebih besar bila berada pada kondisi TSR besar bila dikondisikan pada sudut pitch 00.