DETEKSI PELANGGARAN LALU LINTAS MENGGUNAKAN YOLO
Author : Troy Fredellius Ardystama  , Entin Martiana Kusumaningtyas, Ahmad Syauqi Ahsan

Abstrak

Pelanggaran lalu lintas menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalan raya terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan dalam pengawasan dan penegakan hukum secara langsung. Penelitian ini mengembangkan sistem otomatis untuk mendeteksi tiga jenis pelanggaran lalu lintas yaitu menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, dan melawan arah. Sistem ini mengintegrasikan model deteksi objek YOLOv5 dengan algoritma pelacakan Deep SORT, serta mengoptimalkan model ke dalam format ONNX untuk meningkatkan efisiensi inferensi. Sistem dilatih menggunakan dataset kustom yang terdiri dari 250 data lalu lintas dalam kondisi nyata. Hasil pengujian performa pada kondisi pencahayaan yang berbeda menunjukkan hasil yang sangat spesifik seperti deteksi menerobos lampu merah menunjukkan keandalan tertinggi dengan akurasi sempurna 1.0 baik pada siang maupun malam hari. Sementara itu, deteksi pelanggaran helm menjadi tantangan terbesar, dengan akurasi sebesar 0.67 pada siang hari yang kemudian meningkat menjadi 0.82 pada malam hari. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem sangat efektif untuk kasus pelanggaran tertentu dan adaptif untuk digunakan dalam pemantauan lalu lintas.


DETEKSI GANGGUAN ORGAN LAMBUNG MELALUI IRIS MATA DENGAN MENGGUNAKAN IRISCOPE CAMERA

Author : Fairuzy Qonitah  , Riyanto Sigit, Setiawardhana

Abstrak

Lambung merupakan organ yang cukup rentan terluka atau terdapat gangguan yang disebabkan pola makan yang salah, stres, maupun diet ketat. Banyak orang yang terkadang mengabaikan hal ini, sedangkan jika terus dibiarkan dapat menyebabkan penyakit lambung yang parah seperti gastritis (radang lambung), dispepsia (gangguan pencernaan), dan kanker lambung yang dapat berujung pada kematian. Sebuah cara praktis untuk memeriksa kondisi tubuh manusia ialah melalui iris mata atau disebut dengan iridologi. Iridologi sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada analisis susunan iris mata. Iris mata memiliki kelebihan spesifik yaitu dapat merekam semua kondisi organ, konstruksi tubuh, serta kondisi psikologis. Namun, menerapkan ilmu iridologi terkadang ada kesulitan dalam menemukan karakteristik rincian iris karena ukuran citra yang kecil serta adanya human error dalam iridiagnosis. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka akan dibuat sistem yang mampu mendeteksi ada atau tidaknya gangguan organ lambung pada manusia. Sistem kerja perangkat lunak ini mengambil citra mata menggunakan iriscope camera. Gambar yang dihasilkan akan melalui beberapa proses agar dapat menentukan karakteristik dari iris mata, seperti proses preprocesing, proses segmentasi, proses ekstraksi ciri, dan proses klasifikasi. Proses preprocessing digunakan agar mengubah citra mata menjadi grayscale dan menggunakan Median filter agar memudahkan proses selanjutnya. Proses segmentasi digunakan Hough Transform untuk mendeteksi titik tengah mata serta mengambil ROI (Region of Interest) dari iris mata. ROI yang telah diambil masih berupa lingkaran, oleh karena itu dilakukan proses normalisasi agar mengubah gambar menjadi bentuk persegi panjang. Pada proses ekstraksi ciri, dilakukan pengambilan nilai dari ROI dengan menggunakan metode Geometric Invariant Moment. Nilai yang didapatkan berupa 7 nilai Hu Moment yang akan digunakan sebagai input pada proses selanjutnya. Proses klasifikasi menentukan menggunakan metode Neural Network Backpropagation dengan proses pelatihan 30 data set citra iris mata dan proses pengujian dengan 50 data set citra iris mata. Tingkat akurasi untuk deteksi citra mata tanpa ada gangguan (normal) dengan citra penderita gangguan organ lambung adalah 90%.


IMPLEMENTASI SISTEM KRIPTOGRAFI PADA ARSITEKTUR DELAY TOLERANT NETWORK (DTN) UNTUK DEEP SPACE COMMUNICATION

Author : Arasy Dafa Sulistya Kurniawan  , Amang Sudarsono, Mike Yuliana

Abstrak

Dalam menghadapi tantangan komunikasi di era eksplorasi luar angkasa yang terus berkembang, konsep Delay Tolerant Network (DTN) muncul sebagai solusi. DTN dirancang khusus untuk mengatasi hambatan seperti jarak antara pesawat ruang angkasa dan stasiun bumi, bersama dengan ketidakpastian waktu transmisi sinyal yang menciptakan lingkungan komunikasi yang kompleks. Dalam konteks ini, keberlanjutan komunikasi menjadi kritis, di mana keterlambatan, ketidakpastian, dan putusnya sinyal dianggap sebagai hal yang biasa. Dalam upaya melindungi informasi yang dikirim melalui node DTN, di mana tidak selalu ada koneksi end-to-end antara pengirim dan penerima, keamanan menjadi aspek penting. Ancaman seperti pencegatan, pemalsuan, dan peretasan oleh pihak yang tidak berkepentingan harus diatasi. Salah satu mekanisme yang digunakan untuk mencapai hal ini adalah Cipher Policy Attribute Based Encryption (CPABE), yang menetapkan kebijakan akses terhadap data berdasarkan atribut tertentu. Selain itu, Advanced Encryption Standard (AES) digunakan untuk enkripsi simetris yang efisien dan cepat, sedangkan Rivest–Shamir–Adleman (RSA) digunakan untuk enkripsi kunci publik yang memungkinkan pertukaran kunci yang aman. Kombinasi CPABE, AES, dan RSA memastikan bahwa tidak hanya kerahasiaan data dijaga, tetapi juga hanya pihak yang memiliki kewenangan yang dapat mengaksesnya, menjaga integritas dan keamanan komunikasi dalam jaringan DTN.


RANCANG BANGUN ALAT PEREKAM SUHU MENGGUNAKAN SENSOR TERMOKOPEL SEBAGAI ALAT BANTU KALIBRASI RUANG KHUSUS (ENCLOSURE)

Author : Nurul Samsu Bahari  , Moch. Rochmad, Paulus Susetyo Wardhana

Abstrak

Kalibrasi merupakan salah satu aspek penting dalam dunia industri, laboratorium pengujian dan/atau lembaga yang tersertifikasi sistem manajemen mutu wajib memiliki sertifikat kalibrasi untuk setiap instrumen ukurnya. Lembaga pelaksana kalibrasi juga memiliki peran penting dalam keberlangsungan dunia industri. Lembaga kalibrasi memiliki tugas untuk mengalibrasi alat ukur yang dimiliki laboratorium uji. Salah satu instrumen yang wajib dikalibrasi yaitu ruang pengondisi khusus suhu (enclosure suhu). Ruang pengondisi khusus suhu merupakan instrumen pengondisi suhu pada suatu ruang yang terbatas, contohnya oven, inkubator, waterbath, dan sebagainya. Prosedur kalibrasi enclosure suhu menggunakan termometer yang diletakkan didalam enclosure suhu tersebut. Lembaga Kalibrasi Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Surabaya memiliki ruang lingkup unutuk kalibrasi enclosure suhu yang dikeluarkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan menggunakan Metode Kalibrasi MK-8.06.05. Sesuai dengan Prosedur Kalibrasi Baristand Industri Surabaya, kalibrasi enclosure suhu menggunakan instrumen alat ukur termometer digital dengan sensor termokopel tipe K. Alat ukur termometer yang digunakan memiliki kelemahan yaitu tidak dapat merekam data hasil pembacaan suhu. Dari latar belakang di atas, dibuat rancang bengun alat ukur suhu yang menjadi solusi permasalahan tersebut. Dengan mengacu pada konsep pembacaan suhu oleh alat ukur yang sudah ada, alat yang telah dibuat dapat memenuhi kebutuhan laboratorium kalibrasi Baristand Industri Surabaya sebagai alat bantu kalibrasi enclosure suhu dengan nilai ketidakpastian yang didapat sebesar ± 0.97 ºC.


PENERAPAN IOT PADA SEBUAH RC (REMOTE CONTROL)

Author : Dwi Cahya Mochamat Cholil  , Idris Winarno, M. Udin Harun Al Rasyid

Abstrak

Remote Control adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengoperasikan sebuah perangkat atau mesin dari jarak jauh tanpa harus ada kontak fisik antara remote dengan perangkat yang sedang dijalankan. Beberapa negara telah menerapkan fungsi IoT (Internet of Things) pada sebuah mesin yang mereka jalankan, baik itu perangkat yang berukuran besar hingga perangkat yang paling kecil. Banyak masyarakat sedang menerapkan IoT di berbagai sektor, penerapan itu bertujuan untuk meningkatkan taraf efisiensi dari sebuah pekerjaan di bidang mereka masing masing. Contohnya di bidang miniatur yang dapat digerakkan menggunakan Remote Control atau sering disebut perangkat RC. Perangkat RC tersebut digerakkan melalui pancaran sebuah gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara yang dapat ditangkap oleh sebuah alat yang dapat menerima transmisi gelombang elektromagnetik. Setelah itu alat penerima mengkonversi gelombang tersebut menjadi sebuah gerakan dengan mengirim data pada alat-alat yang terintegrasi di dalamnya. Sehingga dapat terjadi alur komunikasi antara perangkat pengirim perintah dan alat penerima perintah. Pada alat penerima perintah tersebut disalurkan ke alat yang terhubung dengan nya melalui jaringan kabel yang saling terhubung sehingga tercipta sebuah pergerakan yang terintegrasi secara baik dan benar.