Author : Bernandus Hasiholan Hasibuan , Ratna Adil, Paulus Susetyo Wardhana
Abstrak
Telah banyak dilakukan penelitian mengenai alat untuk mengukur tekanan darah secara digital, namun dengan mengetahui nilai tekanan darah saja tidak cukup, harus diketahui juga kondisi tekanan darah. Dalam menentukan kondisi tekanan darah tersebut normal atau tidak, perlu diperhatikan beberapa faktor diantaranya nilai tekanan darah,usia, jenis kelamin, dan indeks berat tubuh. Untuk penderita beberapa penyakit khusus seperti penyakit jantung,diabetes dan gagal ginjal sangat penting untuk mengontrol tekanan darah nya secara berkala. Maka dari itu dibutuhkan alat yang mampu menginformasikan kondisi tekanan darah dan dapat secara rutin mengamati perubahan nya. Dengan menggunakan Mikrokontroller ATMEGA 32 sebagai pengolah data, sensor tekanan MPX-5050 yang digunakan sebagai pembaca tekanan darah dan LCD grafik yang digunakan untuk menampilkan nilai tekanan darah dari waktu ke waktu. Dengan tensimeter ini maka kondisi tekanan darah dapat diamati dengan lebih mudah dan akurat. Tensimeter ini memiliki toleransi error kurang dari 3% dibandingkan dengan tensimeter digital buatan Omron dan Tensimeter ini dapat menampilkan saran bagi si pasien untuk menjaga pola makan dan pola hidup agar terhindar dari penyakit berbahaya. Khususnya bagi umur usia lanjut yang rentan terkena penyakit seperti diabetes, jantung dan struk.
CARA KERJA EXTINGUISHING SYSTEM APU DAN TROUBLESHOOTING KETIKA TERJADI FAIL DETECTION BOEING 777-200/300
Author : Ade Indra Satria Sagala , Alrijadjis
Abstrak
Dalam dunia penerbangan yang semakin canggih ini sebuah kecelakaan ataupun insiden pesawat terbang tidak dapat dicegah sampai angka nol (0). Hal ini memberikan dampak kepada penumpang maupun maskapai yang mengalami kerugian berupa finansial, waktu bahkan kehilangan nyawa. Kebakaran pada pesawat merupakan ancaman yang cukup serius terkait dengan penerbangan yang aman dan nyaman. auxiliary power unit (APU) merupakan sumber tenaga listrik yang dibutuhkan pesawat saat mesin pesawat mati dan digunakan untuk memutar turbin saat melakukan take off. Pentingnya APU ini pada pengoperasian pesawat terbang sehingga diperlukan suatu sistem proteksi ketika terjadi percikan api maupun kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari cara kerja extinguishing system auxiliary power unit (APU) pada pesawat. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode kualitatif. Proses pengumpulan data ini dilakukan dengan cara wawancara kepada intruktur yang berada di PT. GMF Aeroasia. Studi literatur AMM dan FIM sebagai acuan analisa permasalahan yang diangkat oleh penulis, hasil analisa yang didapat dari cara kerja extinguishing system auxiliary power unit (APU) adalah cara mendeteksi kebakaran, indikasi terjadi kebakaran, cara memadamkan kebakaran. Ketiga analisa yang dibahas oleh penulis ini sangat berguna untuk pembaca memahami bagaimana cara kerja extinguishing system auxiliary power unit (APU) pada pesawat.
STUDI EKSPERIMENTAL FENOMENA KAVITASI PADA POMPA SENTRIFUGAL
Author : Deva Renanda Pratama , Nu Rhahida Arini, Teguh Hady Ariwibowo
Abstrak
Kavitasi merupakan salah satu masalah utama yang dapat memengaruhi performa dan umur pompa sentrifugal. Fenomena ini terjadi saat tekanan fluida turun di bawah tekanan uap jenuh, sehingga terbentuk gelembung-gelembung uap yang dapat menyebabkan kerusakan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah sudu impeller terhadap nilai Cavitation Number (Ca) sebagai indikator terjadinya kavitasi. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan impeller yang dimodifikasi sebanyak 3, 4, 5, dan 6 sudu pada tiga kondisi debit berbeda, yaitu 20, 30, dan 40 liter/menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa impeller 6 sudu memiliki nilai Ca tertinggi pada debit 20 dan 30 liter/menit, sementara pada debit 40 liter/menit, nilai Ca tertinggi dicapai oleh impeller 3 sudu. Sebaliknya, impeller 5 sudu secara konsisten menghasilkan nilai Ca terendah pada debit 30 dan 40 liter/menit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jumlah sudu terbaik dalam meminimalkan risiko kavitasi bergantung pada kondisi debit yang digunakan, dan tidak ada satu konfigurasi impeller yang dominan di semua kondisi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan desain impeller pompa untuk mengurangi potensi kavitasi secara lebih efektif.
SISTEM CERDAS PENGUSIR TIKUS DI SAWAH DENGAN ANALISIS FREKUENSI MENGGUNAKAN METODE FFT
Author : Amara Cinta Handoko , Aries Pratiarso, M. Zen Samsono Hadi
Abstrak
Pesatnya perkembangan teknologi mendorong inovasi di bidang pertanian. Meskipun demikian, petani masih menghadapi tantangan signifikan dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya tikus sawah, yang secara langsung mengancam produktivitas padi. Pengendalian tradisional seringkali dinilai kurang efektif dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan sistem cerdas otomatis sebagai solusi pengendalian hama. Kami mengusulkan sebuah alat pengusir tikus sawah yang berbasis pada analisis suara menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT), terintegrasi dengan sensor gerakan dan lingkungan. Sistem ini mengombinasikan sensor LDR sebagai penanda waktu (siang/malam) dan sensor Passive Infra-Red (PIR) untuk mendeteksi pergerakan. Sinyal suara yang ditangkap oleh sensor MEMS microphone diproses oleh ESP32 dan dianalisis frekuensinya menggunakan FFT pada Raspberry Pi Zero W. Sebagai respons, jika kombinasi deteksi gerakan PIR atau analisis FFT menunjukkan frekuensi dalam rentang 4kHz - 6kHz (mengindikasikan keberadaan tikus), sistem akan secara otomatis mengaktifkan pompa air melalui relay untuk menyemprotkan cairan pengusir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem cerdas ini berhasil mendeteksi pergerakan dan membedakan frekuensi suara tikus secara akurat dari suara hewan malam lainnya (di bawah 4kHz) dan suara ular (9kHz - 10kHz). Diharapkan dengan memanfaatkan alat ini bisa menjadi salah satu tindakan preventif bagi petani dalam meningkatkan efisiensi dan menjaga kuantitas hasil produktivitas padi.
ANIMASI GERAK TANGAN SIBI DARI PEMBACAAN TEKS BERBASIS OPTICAL CHARACTER RECOGNITION
Author : Lanisya Febriyani , Mohammad Zikky, Artiiarini Kusuma N.
Abstrak
Bahasa isyarat baku yang disahkan pemerintah Indonesia adalah SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Namun masih banyak yang kurang memahami kosakata dalam SIBI secara mendetail yang mungkin dikarenakan begitu banyak kosakata dan buku yang berukuran besar dan tebal yang sulit untuk dibawa kemana-mana. Hal tersebut yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tugas akhir ini sebagai bahan untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi sebagai salah satu solusi mengatasi masalah tersebut. “Animasi Gerak Tangan SIBI dari Pembacaan Teks Berbasis Optical Character Recognition” merupakan sebuah aplikasi berbasis Optical Character Recognition atau pengkonversi teks yang akan mengubah tulisan pada gambar menjadi animasi gerak tangan SIBI untuk memudahkan pembelajaran SIBI bagi masyarakat dengar maupun masyarakat tuli. Dari hasil pengujian alat didapatkan sistem optical character recognition dapat menganalisis dengan baik tulisan yang menggunakan font komputer yang sering digunakan dengan persentase keberhasilan 100% dan kurun waktu pemuatan animasi minimal 5 detik dan maksimal 13 detik.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer