DETEKSI PENYAKIT LIVER MENGGUNAKAN ABDOMINAL CT-SCAN
Author : Faizatul Himmah  , Riyanto Sigit, Tri Harsono

Abstrak

Liver adalah sebuah penyakit yang dapat menurunkan fungsi hati dan mempengaruhi proses produksi protein, hormone dan nutrisi yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh bagi penderitanya. Salah satu cara mengetahui penyakit liver adalah dengan melakukan Abdominal CT Scan. CT Scan (Computerized Axial Tomography scan) sendiri dapat menghasilkan gambaran dari organ tubuh yang tidak bisa dilihat oleh peralatan foto dengan standard x-ray biasa dan gambar yang dihasilkan memiliki resolusi yang baik dan akurat. Namun, permasalahan yang ditemukan pada Abdominal CT Scan ini yaitu belum dapat memastikan gambar hati secara tepat. Hal ini dikarenakan Abdominal CT Scan memiliki kelemahan pada gambar yang dihasilkan yaitu terdapat gambaran yang seharusnya tidak ada tetapi terekam sehingga hasil dari Abdominal CT Scan belum dapat digunakan sebagai acuan. Dari permasalahan tersebut, muncullah sebuah ide untuk melakukan deteksi penyakit liver menggunakan Abdominal CT Scan. Dengan menggunakan metode GrabCut, erosi dan dilasi dapat dilakukan pre-processing untuk mendapatkan bentuk citra yang diinginkan dan dapat menghilangkan noise dari citra hati. Dengan watershed transform algorithm dapat digunakan pada proses segmentasi untuk mendapatkan lokasi liver dengan membedakan antara objek dan background. Berikutnya dilakukan tahap peningkatan kualitas gambar menggunakan median filtering. Kemudian gambar dilakukan segmentasi lagi menggunakan metode threshold untuk memisahkan citra liver sebagai objek yang diamati. Terakhir dilakukan perhitungan persentase luas dan volume penyakit. Hasil keluaran dari tugas akhir ini berupa persentase luas area penyakit kanker pada liver yang dapat bermanfaat sebagai bahan analisa dokter radiologi. Dari uji coba sistem didapatkan perhitungan luas liver memiliki rata-rata eror sebesar 18.850%. Sedangkan untuk uji coba perhitungan luas penyakit memiliki rata-rata eror sebesar 1.72%. Nilai eror pada perhitungan luas mempengaruhi akurasi perhitungan volume liver dan volume penyakit kanker.


PERANCANGAN SISTEM PERINGATAN RESIKO TABRAKAN DEPAN BELAKANG MENGGUNAKAN VISIBLE LIGHT COMMUNICATION

Author : Audy Pristikasari  , Hani'ah Mahmudah, Ari Wijayanti

Abstrak

Jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi di Indonesia kian bertambah tiap tahun, terutama kendaraan bermotor roda dua. Hal ini pun memicu permasalahan – permasalahan seperti kemacetan hingga keelakaan. Sebagian besar tabrakan yang kerap terjadi ialah tabrakan depan-belakang, dimana 67% jenis tabrakan tersebut disebabkan karena kelalaian pengemudi. Banyaknya tabrakan ini membuktikan lampu rem tidak selalu efektif dalam mencegah tabrakan tersebut. Intelligent Transport Systems (ITS) dinilai dapat menjadi solusi dari permasalahan diatas, salah satunya ialah teknologi Visible Light Communication (VLC) untuk komunikasi antar kendaraan. Pada penelitian ini telah dibuat prototipe komunikasi antar kendaraan menggunakan VLC yang mampu mengirimkan informasi berupa tingkat pengereman yang dilakukan oleh pengemudi kendaraan di depannya. Mikrokontroller digunakan untuk mengintegrasi sistem yang akan dibuat dan diberlakukan Fuzzy Logic untuk pengambilan keputusan pengaktifan warning message apabila resiko tabrakan tergolong besar. Hasil dari prototipe pada penelitian ini ialah sistem VLC mampu mentransmisikan data berupa biner sejauh 4.8 meter hingga kecepatan 40km/jam. Selain itu, Fuzzy Logic dengan metode Mamdani terbukti dapat dengan baik dalam pengambilan keputusan untuk memberikan warning message saat resiko terbilang besar. Hasil prototipe sistem peringatan tabrakan menggunakan Fuzzy Logic menunjukkan dapat bekerja sesuai rancangan yang dibuat dengan presentase error kurang dari 10% mencapai jarak hingga 5.5 meter.


PENERAPAN PSO – PID UNTUK SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA MINI PLANT PENGERING KUNYIT

Author : Prihartini Nurmacrifah  , Alrijadjis, Ardik Wijayanto

Abstrak

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka bidang kontrol juga mengikuti perkembangan yang pesat. Salah satunya dibidang metode kontrol, yang mana untuk bisa meningkatkan performa kontrol suatu plant maka banyak digunakan metode – metode kontrol modern yang cukup dapat diperhitungkan. Salah satunya yaitu kontroller PID yang telah digunakan selama lebih dari satu abad dalam berbagai bentuk. PID terdiri dari tiga elemen dasar pengendali yaitu proporsional, integral dan derivativ. Tiga elemen dasar ini masing – masing memiliki konstanta yang harus ditentukan nilainya. Masalah penentuan konstanta kp, ki, dan kd dalam prakteknya bisa menjadi sangat sulit karena tergantung pada sistem yang berubah – ubah dan kondisi sistem yang berubah jika ada gangguan. Salah satu solusi dari masalah ini adalah menciptakan metode PID cerdas yang merupakan kombinasi algoritma PID dan PSO untuk mencari nilai parameter kp, ki, dan kd. Pengembangan metode PID cerdas pada tugas akhir ini diharapkan keluaran sistem yang lebih responsif dengan tetap menjaga kestabilan sistem dari pada sistem kontrol PID konvensional. Sesuai hasil uji coba yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa suhu yang tepat untuk mengeringkan kunyit 500 gr dengan kadar air sesuai standar adalah suhu 90 0C selama 160 menit dan 1000C selama 120 menit yakni dengan kadar air masing – masing 10.09 % dan 8.86 %


SISTEM MONITORING VIRTUAL POSYANDU UNTUK CLUSTERING PERKEMBANGAN BALITA BERBASIS WEBSITE

Author : Yulia Rahma  , Ari Wijayanti, Okkie Puspitorini

Abstrak

Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya pada pertumbuhan gizi balita. Pemantauan gizi balita biasanya dengan melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkaran kepala. Dimana hasil pemeriksaan tersebut dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Pada penelitian ini dilakukan pembuatan website untuk kader posyandu yang dapat membantu dalam memonitoring pertumbuhan dan perkembangan balita secara efisien. Penelitian ini menggunakan tiga parameter yaitu tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala. Dari ketiga data tersebut akan diolah menggunakan algoritma clustering K-means dan hasil keluaran akan di kelompokkan menjadi 5 kondisi yaitu gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, gizi lebih dan obesitas. Setelah dilakukan perhitungan dan pengujian maka didapatkan hasil yaitu pada cluster pertama didapatkan hasil data sebanyak 2 balita dengan umur 0 – 3 bulan dengan status gizi buruk. Lalu pada cluster kedua diperoleh hasil 2 balita dengan umur 10 – 13 bulan dengan status gizi kurang. Cluster ketiga diperoleh 5 balita dengan umur 30 – 50 bulan dengan status gizi baik. Cluster keempat diperoleh 3 balita dengan umur 12 – 33 bulan dengan status gizi lebih. Dan cluster ke lima diperoleh sebanyak 1 balita umur 60 bulan dengan status gizi obesitas. Lalu diperoleh hasil perbandingan metode k-means clustering dengan data menurut World Health Organization (WHO) menggunakan 3 parameter yaitu tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala dengan tingkat akurasi sebesar 38,46%. Pada hasil pengelompokkan ditampilkan di website serta terdapat grafik Kartu Menuju Sehat (KMS).


APLIKASI RUTE ALTERNATIF SEBAGAI SISTEM EVAKUASI BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN PONOROGO DENGAN ALGORITMA A*(STAR) BERBASIS MOBILE

Author : Riza Rahmana  , Arif Basofi, Arna Fariza

Abstrak

Ponorogo merupakan salah satu daerah yang sering dilanda longsor karena letaknya yang berdekatan dengan perbukitan. Informasi mengenai bencana longsor dan pencarian rute alternatif ini pun belum tersebar kemasyarakat dengan baik karena belum adanya sebuah sistem khusus yang mampu menampung dan memberikan informasi rute alternatif dan kejadian longsor. Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk membantu persebaran informasi adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada, yaitu dengan membangun sebuah aplikasi rute alternatif yang memberikan informasi mengenai tempat evakuasi terdekat bila jalan tertimbun longsor, dan kejadian longsor, sehingga masyarakat bisa mengantisipasi apabila terjadi tanah longsor. Aplikasi ini dibangun dalam bentuk Mobile. Selain memberikan rute alternatif bila jalan tertimbun tanah longsor, aplikasi ini juga memberikan informasi mengenai tempat evakuasi terdekat dan informasi kejadian longsor. Selain dapat mengakses informasi dari aplikasi mobile, user dapat melihatnya melalui website. Dengan adanya aplikasi ini user dapat mengetahui informasi tempat evakuasi terdekat dan kejadian tanah longsor dengan cepat dan mudah serta memudahkan penanganan terhadap korban bencana longsor.