IMPLEMENTASI APLIKASI PLAYER MUROTTAL SALAT(PMS) BERBASIS MICROCONTROLLER RASBERRY PI 3
Author : Novira Parama Astiti Nugraha  , Haryadi Amran Darwito, Amang Sudarsono

Abstrak

Saat ini alat-alat telekomunikasi telah berkembang di Indonesia, salah satu alat telekomunikasi yang sangat pesat perkembangannya saat ini adalah alat telekomunikasi berbasis android. Dengan memanfaatkan andorid sebagai output dalam sebuah website yang akan diimplementasikan dalam aplikasi ini. Aplikasi player murottal salat (PMS) ini merupakan salah satunya untuk menambah ilmu agama seseorang muslim di Indonesia ini. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu rancangan untuk mengimplementasikan suatu aplikasi murottal salat dengan memanfaaatkan Raspberry Pi sebagai server aplikasi. Aplikasi ini dibuat sebagai sarana untuk memudahkan pengguna dalam menjalankan salah satu ibadah yaitu murottal, dan sebagai informasi mengenai kegiatan yang ada pada masjid/musholla terdekat. Salah satu upaya pengelola masjid dalam melayani umat adalah dengan menyediakan jadwal salat dan kegiatan masjid berbasis digital. Dan mampu menampilkan kajian dalam bentuk grafis dan murottal dalam bentuk audio visual. Masjid Baitussalam Manukan Kota Surabaya sudah memiliki jadwal salat digital menggunakan LCD Monitor dan Raspberry Pi, namun belum dapat menampilkan murottal dalam bentuk audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi player murottal salat digital berbasis Raspberry Pi di Masjid Baitussalam Manukan Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari metode prototyping yang terdiri dari tahap komunikasi, perencanaan cepat, pemodelan cepat, pembuatan prototipe, pengujian black-box, dan uji coba QoS.


PEMBUATAN SISTEM PEMANCAR KOMUNIKASI DIGITAL DENGAN MODULASI QPSK BERBASIS USRP

Author : Sherlina Puspita Maya  , I Gede Puja Astawa, Hendy Briantoro

Abstrak

Modulasi QPSK merupakan modulasi yang setiap fasenya berjarak sejauh 90°, dengan 2 bit sinyal yang dapat dikirim dalam satu kali pengiriman. Dengan menggunakan modulasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pengiriman data. Proyek akhir ini menggunakan software defined radio (SDR) melalui perangkat keras USRP (Universal Software Radio Peripheral). Untuk menjalankan sistem dilakukan pemrograman melalui matlab (simulink). Input digital yang digunakan berupa teks yang terdiri dari 15 karakter ASCII yang dikonversikan kedalam bit-bit biner. Pada proses pengiriman, data dikirimkan dengan jarak yang berbeda. Hal tersebut dapat mempengaruhi banyaknya kesalahan bit yang diterima pada receiver. Selain itu besarnya error juga dipengaruhi kondisi lingkungan, seperti adanya benda yang menghalangi proses pengiriman data dari transmitter ke receiver. Ketepatan penggunaan filter juga mempengaruhi kinerja dari proses pengiriman data, ditunjukkan dengan nilai BER 2,18x10-4 untuk filter gaussian dan 2,13x10-5 untuk filter raised cosine. Sehingga dapat dikatakan bahwa filter raised cosine lebih sesuai untuk digunakan. Perhitungan dilakukan melalui perhitungan bit error rate dengan perbandingan banyak bit yang salah dengan jumlah bit data yang diterima atau dikirim. Selain itu jarak yang semakin jauh antara transmitter dan receiver mengakibatkan semakin banyaknya bit yang salah pada data yang diterima di receiver. Namun hal ini berbanding terbalik dengan nilai Throughputnya.


INDOOR POSITIONING SYSTEM BERBASIS SINYAL WIFI AP PADA CIP ESP32 MENGGUNAKAN MODIFIED RESAMPLING PARTICLE FILTER

Author : Bernisela Damara  , Eko Budi Utomo, Zaqiatud Darojah

Abstrak

Terbatasnya akurasi GPS (Global Positioning System) untuk penggunaan positioning memberikan permasalahan akurasi dalam IPS (Indoor Positioning System), dikarenakan kelemahan sinyal GPS dalam menembus material bangunan. Oleh karena itu, pada proyek akhir ini dibuat suatu system menggunnakan 2 metode yaitu trilaterasi dan partikel filter, dimana penelitian sebelumnya hanya menggunakan salah satu metode saja pada pengaplikasian IPS dengan hasil error relative mencapai 2 sampai 5 meter. Metode trilaterasi digunakan untuk estimasi kemungkinan coverage area menggunakan RSSI (Received Signal Strength Indicator) dari WLAN (Wireless Local Area Network). Sedangkan metode partikel filter digunakan untuk koreksi data estimasi output dari metode trilaterasi. Particle filter menggunakan estimasi 200 titik (asumsi) pada area yang ditentukan dengan pertimbangan lama waktu komputasi, didapatkan error hasil posisi estimasi mencapai 0.08 meter sampai dengan 2 meter.


DETEKSI KADAR GLUKOSA DARAH SECARA NON-INVASIVE DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED

Author : Seffiana Manik Syah Putri  , Heny Yuniarti, Riyanto Sigit

Abstrak

Penyakit Diabetes merupakan salah satu penyakit yang mematikan yang dihadapi oleh orang Indonesia. Jumlah angka penderita penyakit ini di Indonesia sebanyak 10 juta penderita menurut IDF (International Diabetes Federation). Bahkan menurut World Health Organization (WHO) Indonesia masuk kedalam negara dengan jumlah penderita diabetes nomor tujuh terbanyak di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa dalam darah. Pengukuran kadar gula dalam darah sejauh ini banyak dengan menggunakan alat invasive. Metode ini memiliki akurasi yang tinggi namun juga memiliki resiko infeksi yang lebih tinggi. Bahkan metode seperti ini biasanya menyakitkan karena harus menyakiti tubuh pasien. Teknik seperti ini membuat penderita enggan untuk melakukan pengukuran kadar glukosa dalam darahnya secara rutin. Padahal dianjurkan untuk melakukan pengukuran secara berkala agar dapat mengendalikan asupan nutrisi dalam tubuh dan dapat memantau kadar glukosa selalu dalam kisaran normal. Untuk itu pada tugas akhir ini akan dibuat alat pendeteksi kadar glukosa secara non-invasive dengan menggunakan sensor infrared. Alat yang dibuat akan bekerja dengan menggunakan prinsip kerja photodioda dan infrared serta led merah yang akan terpengaruh oleh molekul glukosa dalam darah. Selanjutnya akan diproses oleh microcontroller yang berbasis Arduino. Dari uji coba pengumpulan data persentase kesalahan dalam mengukur kadar glukosa darah dengan menggunakan sensor infrared memiliki nilai tertinggi 27,33% dan terendah adalah 0,76%. Dengan demikian realisasi alat ukur untuk kadar glukosa darah tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk kadar glukosa darah yang sebenarnya namun dari hasil perbandingan beberapa sensor yang dilakukan didapatkan bahwa untuk mendeteksi kadar glukosa darah dapat menggunakan sensor photodioda.


RANCANG BANGUN SISTEM PENGUSIR TIKUS (MOUSE REPELLENT) MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK PADA TEKNOLOGI SMART AGRICULTURE

Author : Aldo Dwi Wahyudi  , Prima Kristalina, I Gede Puja Astawa

Abstrak

Tikus merupakan hewan pengerat yang menimbulkan kerugian, baik di rumah maupun di industri. Ada beberapa cara yang dikenal untuk mengusir dan membasmi hewan pengerat seperti racun tikus, pemetik tikus, dan pengusir tikus elektrik. Dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif penggunaan racun untuk mengendalikan tikus, salah satu cara alternatif yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Tikus merupakan salah satu hewan yang peka terhadap gelombang ultrasonik karena tikus memiliki rentang pendengaran antara 5-60 kHz. Namun dalam kondisi tertentu bisa melebihi hingga 100 kHz. Pelajaran ini bertujuan merancang alat uji gelombang ultrasonik berbasis mikrokontroler. Gelombang ultrasonik yang dihasilkan telah diukur menggunakan frekuensi tertentu yang akan dikeluarkan oleh speaker. Dan pada pengujian ini didapatkan frekuensi 10 kHz gelombang ultrasonik yang dapat menggangu pendengaran pada tikus.