SISTEM CERDAS UNTUK MENGIDENTIFIKASI KUALITAS BUAH MENGGUNAKAN DEEP LEARNING
Author : Hasan Basri  , Iwan Syarif, Sritrusta Sukaridhoto

Abstrak

Ekspor buah Indonesia pada tahun 2018 meningkat 24% dari 2017. Salah satu alasannya adalah meningkatnya minat orang asing pada buah-buahan tropis yang tidak tumbuh di negara-negara ekspor. Beberapa negara tujuan ekspor memiliki persyaratan kualitas yang ketat. Buruknya kontrol kualitas buah merupakan kendala dalam kegiatan ekspor. Hal ini karena beberapa eksportir masih menggunakan proses penyortiran manual, bergantung pada keterampilan pekerja sehingga batas standar kualitas yang ditentukan bervariasi sesuai dengan persepsi pekerja. Oleh karena itu, memerlukan sistem cerdas yang mampu menyortir secara otomatis sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan sistem yang dapat mengklasifikasikan cacat buah secara otomatis. Kami mengusulkan metode Deep Learning menggunakan arsitektur Faster R-CNN (FRCNN) untuk mendeteksi tingkat cacat pada permukaan buah. Ada tiga jenis buah yang kami teliti, yaitu mangga (harum manis), jeruk nipis, dan buah pitaya. Setiap buah dibagi menjadi tiga kategori (i) Super, (ii) menengah, (iii) dan cacat buah. Kami memanfaatkan join detection dan video tracking untuk menghitung dan menentukan kualitas buah secara real-time. Kumpulan data diambil di area lapangan kemudian dilatih menggunakan FRCNN Framework menggunakan platform Tensorflow. Kami menunjukkan bahwa sistem ini dapat mengklasifikasikan buah dengan tingkat akurasi mangga 88%, limau 83%, dan pitaya 99% dengan computation cost rata-rata 0,0131 m / s. Kita dapat melacak dan menghitung buah secara berurutan tanpa menggunakan sensor tambahan dan membuatnya lebih mudah untuk memeriksa tingkat cacat pada buah secara akurat menggunakan kamera streaming video.


ANALISA PENGARUH DEFECTED GROUND STRUCTURE (DGS) TERHADAP ANTENA MIKROSTRIP ARRAY UNTUK FREKUENSI 1030-1090 MHZ

Author : Yudita Nirmala Kartikasari  , Budi Aswoyo, Bambang Bagus H,

Abstrak

Monopulse Secondary Surveillance Radar (MSSR) adalah salah satu fasilitas pengamatan penerbangan yang berada di ground digunakan untuk memantau pergerakan pesawat di ruang udara. Monopulse Secondary Surveillance Radar (MSSR) menggunakan gelombang radio yang bekerja pada frekeuensi 1030 MHz untuk mengirimkan sinyal interogasi dan frekuensi 1090 MHz untuk menerima sinyal reply. Ground station Monopulse Secondary Surveillance Radar akan mengirimkan sinyal interogasi kepada transponder pesawat, kemudian transponder pesawat akan mengirimkan sinyal reply kepada ground station Monopulse Secondary Surveillance Radar. Antena merupakan salah satu perangkat yang penting dalam proses pengiriman dan penerimaan gelombang elektromagnetik. Antena ground station Monopulse Secondary Surveillance Radar memiliki massa yang berat dan dimensi yang besar. Perkembangan dunia telekomunikasi wireless yang ada pada saat ini semakin maju. Antena mikrostrip merupakan antena modern dengan banyak lentinan dibandingkan dengan antena analog, dimana dimensi dari antena mikrostrip ini kecil dan mudah dalam proses fabrikasi. Antena mikrostrip terdiri dari bagian patch, substrat, dan groundplane. Pada penelitian ini, antena mikrostrip yang dirancang menggunakan bahan Copper untuk patch dan groundplane serta bahan FR-4 untuk bagian substrat. Patch dan groundplane memiliki ketebalan 0.035 mm, sedangkan substrat memiliki ketebalan 1.6 mm. Antena yang dirancang pada penelitian ini merupakan antena mikrostrip circular yang dapat mencakup frekuensi 1030 MHz-1090 MHz. Rancangan antena mikrostrip circular akan menggunakan teknik Defected Ground Structure (DGS) untuk meningkatkan bandwidth, serta teknik Array untuk meningkatkan gain.


PENERANGAN JALAN UMUM MENGGUNAKAN SOLAR CELL (SUB JUDUL : BATTERY CHARGING)

Author : Rifki Muslim  , Sutedjo, Endro Wahjono

Abstrak

ABSTRAK Matahari merupakan sumber energi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan setelah berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta tidak ramah terhadap lingkungan.Untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik diperlukan solar panel. Energi listrik yang dihasilkan oleh solar panel disimpan melalui media penyimpan energi berupa baterai. Pengisian baterai yang terus menerus mengakibatkan baterai cepat rusak sehingga diperlukan suatu pemutus bila baterai telah mencapai keadaan penuh. Keadaan penuh ini berdasarkan nilai arus pengisian baterai.Kontrol pengisian baterai ini menggunakan metode arus konstan. Metode ini dikontrol melalui PWM (Pulse Wave Modulation) dengan feedback berdasarkan sensor tegangan.Metode yang digunakan mengisi Baterai yaitu arus konstan menggunakan Boost Converter sebagai Battery Charger dan relay sebagai Pemutus aliran arus charger.Sistem yang diteliti telah mengisi baterai berdasarkan tegangan set. Tegangan charging dan arus charging maksimal yang digunakan untuk mengisi baterai dengan kapasitas 28.2 V dan 3 A.Proyek ini juga menggunakan inverter untuk mengubah tegangan DC menjadi AC sebagai suplai dari lampu untuk penerangan umum. Lampu untuk penerangan jalan ini akan aktif selama 11 jam dari jam 18.00 – 05.00.


SENTIMEN ANALISIS PENGGUNAAN LAYANAN PESAN ANTAR MAKANAN ONLINE MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING

Author : Fadli Rizqon Narasyadi  , Arna Fariza, Selvia Ferdiana Kusuma

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna terhadap layanan pengantaran makanan GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest. Penelitian ini juga berfokus pada pengelompokan komentar pengguna berdasarkan tiga kategori utama, yaitu platform, driver, dan resto. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari komentar pengguna di Instagram. Berdasarkan hasil evaluasi, SVM dengan pelabelan InSet menunjukkan kinerja terbaik, terutama pada ShopeeFood, dengan Akurasi tertinggi mencapai 0.75 pada 20% data testing dan F1-Score yang lebih stabil dibandingkan dengan Random Forest. Meskipun ada penurunan Recall dan F1-Score pada GrabFood dan GoFood, kinerja SVM dengan pelabelan InSet tetap lebih baik dibandingkan Random Forest, yang menunjukkan penurunan akurasi dan recall pada dataset tersebut. Penelitian ini juga menyediakan dashboard interaktif berdasarkan data historis, yang memungkinkan penyedia layanan untuk memantau dan mengevaluasi sentimen pengguna terhadap layanan mereka berdasarkan data komentar yang terkumpul dari waktu ke waktu. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi penyedia layanan untuk meningkatkan kualitas layanan mereka berdasarkan persepsi pengguna yang tercermin dalam komentar-komentar di media sosial, khususnya di Instagram.


PENGARUH VARIASI TAPERED SLOPE DAN SUDUT SEPARASI SALURAN TESLA VALVE TERHADAP PENINGKATAN PERFORMA PEMFC BERBASIS CFD

Author : Mirza Fitra Ardiansyah  , Teguh Hady Ariwibowo, Wahyu Nur Fadilah

Abstrak

Performa Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) sebagai sumber daya kendaraan listrik berbasis hidrogen sangat ditentukan oleh desain flow field pada bipolar plate, komponen yang berfungsi mengarahkan distribusi reaktan menuju catalyst layer. Desain saluran yang kurang baik dapat menyebabkan distribusi reaktan tidak merata dan pressure drop berlebih, sehingga menurunkan efisiensi sel. Penelitian ini mengembangkan desain Tesla Valve Flow Field (TVFF) yang diintegrasikan dengan gradient tapered slope untuk memperbaiki distribusi reaktan sekaligus mengendalikan pressure drop di dalam saluran. Simulasi numerik dilakukan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) tiga dimensi pada ANSYS Fluent dengan dua variabel utama, yaitu sudut separasi saluran (β = 30°, 45°, dan 60°) dan gradient tapered slope (αt = 0,23°, 0,46°, dan 0,69°) yang dibandingkan terhadap desain baseline (αt = 0°). Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan sudut separasi memperbesar intensitas tumbukan momentum pada titik junction antara main channel dan arc channel, sehingga distribusi O2 dan H2O pada antarmuka CL-GDL menjadi lebih merata. Pressure drop dan Uniformity Index meningkat dari 673 Pa dan 0,800 pada β = 30° menjadi nilai tertinggi 1.200 Pa dan 0,842 pada β = 45°, lalu menurun menjadi 1.039 Pa dan 0,836 pada β = 60°. Pada titik operasi 0,4 V, current density meningkat seiring pembesaran sudut separasi, dari 0,6727 A/cm² (β = 30°) hingga 0,9452 A/cm² (β = 60°). Integrasi gradient tapered slope meningkatkan performa secara konsisten, dengan current density tertinggi 1,9205 A/cm² dan net power density tertinggi 0,7504 A/cm² dicapai pada kombinasi β = 60° dan αt = 0,69°, meskipun disertai pressure drop tertinggi 2.075,67 Pa. Rasio efisiensi daya tertinggi justru dicapai konfigurasi β = 30° dengan αt = 0,23° sebesar 0,9828. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi sudut separasi dan gradient tapered slope yang tepat dapat meningkatkan performa elektrokimia PEMFC secara signifikan dibandingkan desain baseline, sehingga memberikan dasar kuantitatif bagi pengembangan desain bipolar plate generasi berikutnya.