RANCANG BANGUN HELM PENDETEKSI KANTUK BERBASIS PENGOLAHAN CITRA
Author : Effry Muhammad  , Arif Irwansyah, Akhmad Hendriawan

Abstrak

Kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor saat ini cukup besar jumlahnya dengan 16.5% kecelakaan fatal diakibatkan oleh pengemudi yang mengantuk. Kepolisian Republik Indonesia menyatakan bahwa setiap jam rata-rata terdapat 3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Masalah kecelakaan akibat mengantuk ini cukup fatal akibatnya mengingat banyak sekali pengendara sepeda motor yang berkendara disaat lelah setelah melakukan aktivitas atau bekerja seharian. Oleh karena itu, pada proyek akhir ini dibuat helm yang mampu mendeteksi pengendara yang mengantuk dan terlelap sehingga alat dapat membangunkan pengendara sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Alat ini bekerja dengan menggunakan mini-pc Raspberry PI yang dibenamkan perangkat lunak pengolahan citra digital didalamnya agar mampu menjalankan fungsi pendeteksian mata yang terpejam. Library open source yang digunakan adalah OPENCV dengan haar-cascade classifier yang berguna untuk pendeteksian daerah mata. Kemudian dengan menggunakan metode sobel edge filtering yang dikombinasikan dengan binary thresholding alat mampu mendeteksi kelopak mata. Pengukuran tinggi kelopak mata digunakan untuk mengetahui apakah mata pengendara sedang terpejam atau tidak. Apabila mata pengendara terpejam maka dapat diindikasikan sedang mengantuk dan alat memberikan peringatan dengan getaran dan suara alarm. Tingkat keberhasilan alat dalam mendeteksi kantuk adalah 80%, faktor kegagalan alat dalam mendeteksi kantuk disebabkan oleh cahaya lingkungan yang berubah-ubah.


PEMANFAATAN CUBEACON SEBAGAI MEDIA GEOTAGGING BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: TOKO PAKAIAN)

Author : Lailul Rahmaniah  , Yuliana Setiowati, Jauari Akhmad Nur Hasim

Abstrak

Cubeacon merupakan salah satu produk lokal yang sedang berkembang dan memanfaatkan teknologi bluetooth low energy. Cara kerja cubeacon yang memancarkan sinyal bluetooth secara konstan dapat dimanfaatkan sebagai media geotagging. Dibandingkan dengan teknologi Global Positioning System (GPS), akurasi cubeacon lebih tinggi untuk penentuan posisi pada ruang indoor. Saat ini banyak bidang yang telah memanfaatkan cubeacon untuk berbagai kebutuhan seperti bidang transportasi, wisata, periklanan, dan retail. Pada bidang retail khususnya toko pakaian saat ini memiliki beberapa masalah dalam memahami kebutuhan pembeli. Masalah yang dihadapi diantaranya adalah keinginan pembeli untuk melihat detail produk dengan cepat tanpa bertanya pada pegawai toko, mengetahui minat pembeli terhadap produk, dan memberikan informasi promo dan diskon dengan cara yang lebih efektif. Berkenaan dengan masalah-masalah tersebut, dibuatlah aplikasi katalog berdasarkan posisi pengguna dan media promosi berbasis Android yang terintegrasi dengan server berbasis web sehingga pembeli dan pemilik toko dimudahkan dalam berbelanja dan mengatur produk yang ditampilkan pada katalog.


ALAT PENGUKUR LONCAT VERTIKAL DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI UNTUK TRAINING CENTER ATLET

Author : Affabi Atmara  , Reesa Akbar, Legowo Sulistijono

Abstrak

Vertical Jump adalah lompatan keatas yang sering digunakan pada banyak cabang olahraga seperti basket, voli dan bulu tangkis. Agar vertikal jump bisa maksimal maka diperlukan pengukuran power otot tungkai. Pengukuran power otot tungkai biasanya dilakukan secara manual seperti menggunakan papan vertical jump, Jump MD dan Jump DF yang hanya mengukur ketinggian lompat dengan asumsi semakin tinggi lompatan maka semakin baik power otot tungkai yang didapat. Oleh karena itu dibutuhkan alat yang bisa mengukur power otot tungkai dengan satuan yang benar. Parameter yang diukur adalah massa atlet dan tinggi lompatan yang dihitung menggunakan Rumus Lewis. Penerapan teknologi secara nirkabel dapat membantu atlet dalam memonitor data hasil lompatan melalui aplikasi smartphone secara realtime. Penambahan fitur seperti menyimpan data ke dalam csv dapat memudahkan atlet untuk melakukan rekapitulasi. Dari data pengukuran yang berhasil direkapitulasi, rata rata persentase error cukup kecil yaitu 0.84 persen untuk pengukuran berat, 1.2 persen untuk pengukuran tinggi lompatan dan 1.07 persen untuk pengukuran power otot tungkai. Alat ini ketika digunakan terus menerus mengalami simpangan baku pada pengukuran berat sebesar 2 kg dengan rata rata persentase error mencapai 2.94 persen.


TATA LETAK STAND EVENT ORGANIZER DI SURABAYA BERBASIS WEB

Author : Satrio Tyosan Czesio  , Ira Prasetyaningrum, Irma Wulandari

Abstrak

Perancangan tata letak stand merupakan salah satu didalam perancangan suatu event lebih luas. Termasuk termasuk didalamnya terdapat suatu proses transaksi jual dan beli. Salah satu factor kelancaran Jual beli adalah penempatan tata letak atau layout Stand yang efisien. penempatan SPG harus diperhatikan tata letaknya, sehingga berpengaruh pada ketertarikan konsumen pada penjual yang ada pada event tersebut. Pemilihan dan penempatan alternatif layout merupakan langkah yang kritis dalam proses event. Tren pameran di Indonesia menunjukan angka yang positif dengan peningkatan berkisar 25-40 persen setiap taunnya, nilai ini diperoleh dari banyak faktor yaitu dengan banyaknya kunjugan di acara pameran tersebut. Apikasi selanjutnya di uji coba dengan beberapa sekema tata letak stand untuk menentukan sekema yang terbaik.


RANCANG BANGUN CHARGER HANDPHONE PADA SEPEDA ANGIN

Author : Oktarina Ratri Wijayanti  , Moh. Zaenal Efendi, Eka Prasetyono

Abstrak

Charger Handphone merupakan alat yang digunakan dalam proses pengisian ulang daya baterai handphone. Umumnya sumber berasal dari tegangan jala-jala PLN. Bagi orang yang hobi bersepeda, terkadang sulit menemukan sumber listrik untuk proses charging. Dinamo yang ada pada sepeda angin dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik dalam proses charging handphone. Dengan menggunakan rectifier dan buck-boost converter tegangan output AC (Alternating Current) dinamo sepeda yang tidak konstan dapat diubah menjadi tegangan DC (Direct Current) konstan 5 volt sehingga dapat digunakan untuk proses charging. Dengan sistem kontrol, error yang dihasilkan oleh buck-boost converter semakin kecil dari yang semula lebih dari 20% menjadi kurang dari 10% dengan efisiensi 67,8%. Waktu yang dibutuhkan dalam proses charging cukup lama karena arus pengisisan baterai sangat kecil. Saat arus pengisian kurang dari 0,05 ampere proses charging tidak akan berjalan karena arus pengisian kurang dari 10% dari arus nominal baterai.