Author : Mohamad Walid Asyhari , Riyanto Sigit, Bima Sena Bayu Dewantara
Abstrak
Ekokardiografi adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan struktur jantung. Ekokardiografi digunakan oleh dokter untuk menganalisis pergerakan dinding di ruang jantung dan mengidentifikasi penyakit jantung. Beberapa gambar termasuk long axis, 2 dan 4 chamber ventrikel kiri dapat digunakan untuk memeriksa fungsi jantung. Beberapa penelitian yang telah dilakukan khususnya evaluasi jantung masih dilakukan secara konvensional dan memerlukan tingkat ketelitian tertentu. Dalam penelitian ini diusulkan beberapa langkah metode untuk mencapai ekstraksi objek yang digunakan untuk membangun sistem klasifikasi, langkah-langkah tersebut dimulai dengan peningkatan citra, segmentasi, pelacakan, ekstraksi, keluaran fitur, validasi, dan klasifikasi. Peningkatan citra bertujuan untuk meningkatkan citra ekokardiografi, sehingga memperjelas tepi dinding jantung. Selain itu, citra diproses ulang untuk memisahkan ventrikel kiri dari dinding jantung dan menghasilkan kontur bilik, pada tahap segmentasi. Kontur diperoleh mencari good feature pada setiap dinding jantung. Dalam metode ini, fitur yang baik diidentifikasi hanya dalam frame pertama dari irisan ventrikel kiri. Titik good feature yang dipakai sebanyak 24 titik yang akan dikelompokkan menjadi 6 segmen. Selain itu, semua gambar akan diproses dengan metode optical flow untuk mendeteksi dan melacak pergerakan dinding jantung. Pelacakan optical flow akan menghasilkan nilai ekstraksi fitur arah dan jarak yang dapat digunakan untuk mengkarakterisasi fitur data yang dihasilkan dan menemukan algoritma klasifikasi yang sesuai yang dikombinasikan menggunakan berbagai teknik validasi yaitu K-fold dan Leave One Out. Dalam implementasinya, Klasifikasi Support Vector Machine (SVM) dengan kernel rbf mencapai nilai akurasi tertinggi dibandingkan dengan algoritma klasifikasi lainnya. Algoritma klasifikasi SVM dengan teknik validasi yaitu k-fold cross-validation dan leave one out cross-validation mencapai nilai akurasi 100% dan 100%.
RANCANG BANGUN GENERATOR SINKRON PERMANEN MAGNET FLUKS AXIAL DENGAN UMBRELLA LESS PADA TEETH STATOR
Author : Nanang Dwi Hernawan , Sutedjo, Lucky Pradigta Setiya Raharja
Abstrak
Kebutuhan akan energi listrik telah menjadi suatu kebutuhan utama bagi manusia. Banyak cara yang dilakukan agar kebutuhan energi listrik tersebut dapat terpenuhi, baik secara kuantitas dan kualitas maupun ketersediaan energi listrik tersebut. Dari permasalahan yang ada diperlukan sebuah generator yang dapat mengoptimalkan sistem pembangkitan energi listrik yang ada. Pada proyek akhir ini menggunakan axial flux permanent magnet synchronous generator “AFPMSG”. “AFPMSG” merupakan generator sinkron dengan medan eksitasi dihasilkan oleh magnet permanen sehingga fluks magnetik dihasilkan oleh medan magnet permanen, arah medan fluksnya sejajar dengan sumbu putar sehingga posisi rotor dan statornya tegak lurus terhadap poros sehingga di sebut dengan flux axial. Fluks tersebut merupakan hasil dari gaya tarik menarik antara dua buah magnet permanen yang memiliki kutub yang berbeda, dan jika dalam keadaan bergerak akan menghasilkan gaya gerak listrik. “AFPMG” dipilih karena kemudahan dalam proses konstruksi ulang generator yang diperlukan untuk memperbesar daya yang dihasilkan. Metode yang digunakan untuk membuat “AFPMSG” pada proyek akhir ini adalah metode umbrella less pada teeth stator. Pada metode ini kontruksi geometri umbrella pada teeth stator akan dihilangkan keseluruhan sehingga teeth stator hanya akan berbentuk lurus. dengan menghilangkan umbrella pada teeth stator diharapakan untuk memfokuskan aliran fluks saat melewati stator serta untuk mempermudah proses kontruksi dan proses winding. Pada kecepatan nominal 750 rpm, generator mampu menghasilkan daya sebesar 101.25 Watt, dengan tegangan sebesar 25.2 Volt dan arus sebesar 4.5 Ampere.
ANALISA KINERJA TEKNIK SLM (SELECTIVE MAPPING) UNTUK REDUKSI PAPR PADA SISTEM OFDM DENGAN MODULASI M-QAM
Author : Mhd Ikhsan Rifki , Yoedy Moegiharto, Hendy Briantoro
Abstrak
OFDM merupakan teknik modulasi multicarrier yang mengubah deretan informasi kecepatan tinggi menjadi N buah deretan informasi kecepatan rendah, N menyatakan jumlah subcarrier sehingga mengubah sifat kanal frequency selective fading menjadi flat fading dan mampu menghilangkan ISI. OFDM memiliki kelemahan yaitu tingginya nilai peak-to-average power ratio (PAPR). Nilai PAPR tinggi membuat HPA akan bekerja diluar daerah linier dan menimbulkan distorsi. Dari kurva CCDF penggunaan deret fase (U) sebanyak 16 dengan subcarrier 64, pada pengamatan PAPR0 = 6,9 dB probabilitas PAPR>PAPR0 (CCDF) untuk deret fase sebanyak 4 adalah sebesar 2x10-1, sedangkan untuk U sebanyak 8, probabilitas PAPR >PAPR0 (CCDF) sebesar 4x10-2, untuk U sebanyak 16, memilik nilai probabilitas PAPR >PAPR0 sebesar 1x10-3. Jadi semakin banyak jumlah deret fase, kinerja teknik SLM semakin baik.
PENGGUNAAN TEKNIK VARIASI SHOT UNTUK FILM HOROR
Author : Gabriela Elvia Evodie , Dwi Susanto, Widi Sarinastiti
Abstrak
Teknik variasi shot merupakan salah satu hal yang paling utama dalam pembuatan suatu karya film. Teknik variasi shot ini bertujuan untuk memperjelas maksud dari cerita yang telah dibuat serta memperindah visual dari karya film tersebut. Pengertian horor dibagi tiga. Pertama, rasa kecemasan, kengerian, dan ketakutan yang begitu hebat. Kedua, Kejijikan yang sangat tidak biasa. Ketiga, sesuatu yang membuat rasa menakutkan. Dengan demikian pengertian film horor adalah film yang dibuat untuk menimbulkan rasa, takut, teror, jijik dan sebagainya bagi para penontonnya. Penggunaan teknik variasi shot yang tepat dapat memberikan kesan horor. Type shot seperti close up, extreme close up, long shot, Extreme long shot, medium shot, two shot, high angle, low angle dan eye angle sangat mendukung untuk terciptanya kesan horor. Metodologi pengerjaan proyek akhir ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu pra-produksi, produksi, pasca produksi. Proyek akhir ini menghasilkan film pendek horor yang berfokus pada penggunaan teknik variasi shot. Hasil Video juga telah di Review oleh Sutradara, produser, serta pecinta film. Film horor yang telah peneliti buat mendapatkan penilaian yang baik dengan apresiasi dan beberapa saran dari para review ahli.
PERANCANGAN SISTEM INTEGRASI PENEGAK HUKUM (GAKKUM) PELANGGARAN LALU LINTAS WILAYAH KAB. PASURUAN (STUDI KASUS : POLRES PASURUAN)
Author : Bagus Prasetya , Ahmad Syauqi Ahsan, Tri Hadiah Muliawati
Abstrak
Perkembangan teknologi saat ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi dunia teknologi informasi dan telekomunikasi. Saat ini ada teknologi dimana sistem atau jaringan komputer yang saling terhubung untuk bertukar data satu dengan lainnya. Penggunaan internet untuk institusi kepolisian masih belum banyak digunakan untuk pekerjaan sehari-hari. Sehingga pengerjakan dilakukan secara manual dan harus mengeluarkan banyak waktu. Maka dari itu perlunya teknologi saat ini yang membutuhkan internet agar pekerjaan bisa terhubung jadi satu data yang digunakan untuk memudahkan pencatatan data tilang tanpa harus dengan cara manual. yang kedua adalah perekapan data pelanggaran untuk pengadilan dan institusi kepolisian dapat mudah dilakukan. yang ketiga pelanggar bisa membedakan razia resmi atau ilegal sesuai dengan surat perintah yang dikeluarkan. Yang keempat kasatlantas mudah dalam memantau hasil dari pelanggaran lalu lintas yang telah terjadi. Dan yang terakhir kelima penjadwalan dan penomoran sidang dapat mudah dilakukan. Pembuatan sistem ini dilakukan dengan cara mencari permasalahan yang sering terjadi sehari-hari dilingkungkan kepolisian, mewawancara petugas penindak dan pegawai perekapan data tilang, melihat masalah yang terjadi oleh pelanggar, dan melihat langsung proses antrian sidang yang ada dipengadilan. Aplikasi yang digunakan untuk menjalankan sistem ini hanya membutuhkan browser dan koneksi internet, sehingga mudah dijalankan dimedia manapun.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer