Author : Bhima Ilham Rosyidi , Rika Rokhana, Hendhi Hermawan
Abstrak
Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor. 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional (BPN) pasal 3, BPN mempunyai tugas untuk melakukan survei pengukuran dan pemetaan dibidang tanah. Dan saat ini alat yang digunakan BPN untuk melakukan hal tersebut masih tergolong dengan cara yang masih konvensional (dengan meteran olor). Hal itu sangatlah tidak efektif jika digunakan pada lahan yang sangat luas maka alat ini akan bekerja sebagai pengambil data koordinat lintang dan bujur pada masing – masing penanda lahan dan mengolahnya menjadi suatu ukuran panjang, keliling, dan luas sehingga akan mempermudah pengukuran dan pemetaan oleh BPN. Melalui tugas akhir ini, diharapkan alat ini akan banyak membantu dalam hal pengurusan sertifikasi tanah / lahan oleh BPN. Alat ini menggunakan Global Positioning System (GPS) tipe SKM53 sebagai pengambil koordinat lintang dan bujur pada masing - masing penanda lahan. Selanjutnya dengan menggunakan metode pencarian luas secara polygonal, data koordinat GPS dari masing – masing penanda akan diproses oleh microcontroller AVR untuk mendapatkan nilai luas. Keluaran semua data dari GPS, bentuk lahan 2D dapat dilihat secara langsung dalam satu tampilan LCD Graph sehingga lebih ringkas dan mudah.
SISTEM PENGATUR SUHU DAN KELEMBAPAN DENGAN METODE FUZZY SERTA MONITORING MASA PANEN PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Author : Erika Maria Utari , Eru Puspita, Ali Husein Alasiry
Abstrak
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan budidaya jamur tiram adalah suhu dan kelembaban. Maka dari itu suhu dan kelembaban pada rumah jamur harus dijaga pada kondisi yang sesuai yang dibutuhkan agar jamur tiram dapat tumbuh dan dipanen. Penjagaan tingkat kelembapan tersebut dilakukan dengan cara menyemprotkan embun air pada rumah tanaman jamur. Namun nyatanya penyemprotan dilakukan dengan cara kira – kira. Cara tersebut kurang baik untuk menentukan kapan sebaiknya kita menyemprotkan embun air ke rumah jamur. Pada proyek akhir ini dibuat sebuah sistem yang dapat mengatur tingkat suhu dan kelembaban pada rumah jamur. Menggunakan sensor suhu dan kelembapan (DHT22) yang dibaca oleh Mikrokontroler , lalu data tersebut diolah mikrokontroler dengan menggunakan metode fuzzy, yang nantinya akan diberikan output berupa nilai pwm motor pompa untuk menyemburkan air. Pada proyek akhir ini juga dilakukan monitoring masa panen dengan menggunakan siklus dan dihitung pewaktuan menggunakan RTC yang nanti akan mengirimkan notifikasi pada aplikasi Android. Setelah sistem kontrol dijalankan selama 20 hari didapatkan hasil rata-rata hasil panen meningkat yang sebelumnya dengan metode konvensional adalah 1,8 Kg sekali panen dan setelah dipasang sistem adalah 2,8 Kg.
RANCANG BANGUN ALAT PEMBATAS DAN PEMUTUS PENYAMBUNGAN SEMENTARA BERBASIS IOT
Author : Dinar Dana Dharmawan , Endro Wahjono, Lucky Pradigta Setiya Raharja
Abstrak
Penyambungan sementara adalah penyambungan yang dilakukan oleh PLN untuk keperluan sementara atau temporer seperti panggung gembira, pesta, hajatan, usaha dimana dibutuhkan listrik yang lebih besar untuk jangka waktu tertentu. Dalam penyambungan sementara terkadang tidak terpantau oleh pegawai PLN sendiri sehingga penyambungan sementara yang seharusnya sudah selesai itu melebihi batas waktu yang sudah ditentukan pada kontrak awal penyambungan. Oleh karena itu perlu dilakukannya pemutusan otomatis disaat penyambungan melebihi batas waktu pemakaian dan batas kwh yang disediakan PLN. Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, pada Proyek Akhir ini dibuat alat pemutus dan pembatas penyambungan sementara berbasis Internet of Thing. Secara keseluruhan sistem kerja alat ini yaitu memutus penyambungan ketika pemakaian pelanggan melebihi batas waktu dan energi yang sudah ditentukan pada kontrak awal penyambungan. Alat ini juga sekaligus sebagai pengganti MCB (Miniature Cirucit Breaker) karakteristik kurva normally inverse. Pada saat penyambungan berlangsung bisa memonitoring melalui aplikasi blynk. Hasil yang didapatkan dari proyek akhir ini adalah alat bekerja sesuai dengan tujuan. Pzem memiliki %error pembacaan tegangan sebesar 0,28%, arus sebesar 0,46%, daya sebesar 0,40% dan energi sebesar 1,26%. Ketepatan waktu trip oleh relay memilik %error sebesar 1,41%.
IMPLEMENTASI SISTEM PREDIKSI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS METODE JARINGAN SARAF TIRUAN
Author : Novenda Putri Alfarany , Mike Yuliana, Rahardhita Widyatra Sudibyo
Abstrak
Pemanasan global telah mengakibatkan perubahan iklim yang ekstrim, diantaranya berdampak pada kenaikan suhu, perubahan curah hujan dan kelembaban udara. Sektor pertanian rentan terhadap dampak perubahan iklim karena mampu menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Hama wereng dan hama tikus merupakan salah satu OPT pada tanaman padi. Prediksi serangan hama dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memantau kemunculan serangan hama sehingga luas serangan hama dapat diantisipasi dan dapat dilakukan pencegahan. Metode yang dibutuhkan untuk melakukan prediksi adalah metode yang kompleks dan dapat mempelajari ketidakpastian dalam setiap periode yang dapat diakomodasi dengan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Salah satu algoritma JST yaitu backpropagation, yang dapat diaplikasikan dengan baik dalam peramalan karena memiliki nilai akurasi yang tinggi. Data histori klimatologi per bulan digunakan sebagai masukan dengan luas serangan hama pada satu bulan ke depan sebagai keluaran. Arsitektur backpropagation menggunakan tiga masukan, satu layar tersembunyi dengan jumlah neuron yang dapat diubah-ubah dan satu unit keluaran. Pengujian menggunakan formula PE memiliki hasil rata-rata yang baik, diantaranya Hama WBC 0.05, Hama Tikus 0.05, dan Penyakit Blass Daun 0.09. Ini membuktikakn bahwa persentase error sangat kecil dan tingkat keakuratan sangat baik.
DESAIN DAN ANALISA JARINGAN INTERNET DI KOMPLEK RESIDEN BANDARA NOP GOLIAT DEKAI, YAHUKIMO PAPUA BERBASIS SISTEM KOMUNIKASI SATELIT LOW EARTH ORBIT
Author : Amanda Aulia Hidayat , Okkie Puspitorini, M. Zen Samsono Hadi
Abstrak
Dalam menghadapi tantangan sulitnya jangkauan jaringan telekomunikasi terutama jaringan internet di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), bahkan pada beberapa tempat terpencil masih jauh dari jangkauan jaringan operator seluler, padahal di era sekarang ini internet sangat berperan penting diantaranya untuk pertukaran informasi berupa teks, gambar, audio, video atau file dan juga menghubungkan berbagai macam hal di setiap belahan dunia seperti di bidang pendidikan, bisnis, ekonomi, dan entertainment. Diperlukan jaringan internet untuk mendukung pertukaran informasi secara cepat, namun hal tersebut sulit di dapatkan pada daerah terpencil seperti di wilayah Kabupaten Yahukimo, Prov. Papua Pegunungan. Dengan keadaan topografi yang sangat bervariasi mulai dari dataran rendah dengan lereng yang landai sampai dengan daerah berbukit membuat cakupan jaringan internet menjadi tidak merata akibat kontur wilayah yang sulit. Sehingga perlu menjadi perhatian dan dilakukannya Desain dan Analisa Jaringan Internet Di Komplek Residen Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Papua Berbasis Sistem Komunikasi Satelit Low Earth Orbit. Menggunakan topologi Point to Multi Point, untuk mendapatkan koneksi internet di area Komplek Residen Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Papua. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan internet di area 3T, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi di daerah tersebut. Untuk menjamin kualitas jaringan internet maka diperlukan juga analisa Quality of Service (QoS), dalam penelitian ini meliputi pengukuran parameter throughput dan delay. Data dikumpulkan melalui pengujian langsung pada beberapa titik access point selama periode waktu tertentu untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang performa jaringan. Dari hasil percobaan menunjukkan Throughput meningkat (6821- 2863 Kbps) dan delay lebih kecil (1.17-2.86 ms) pada kondisi Line of Sight, menunjukkan jaringan yang lebih cepat dan stabil dibandingkan pada kondisi Non-Line of Sight Throughput menurun (3499-922 Kbps) dan delay lebih besar (2.13-7,10 ms).
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer