PURWARUPA SMART TIMER PADA APLIKASI SMART KITCHEN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)
Author : Raihan Ramadhani Saputra  , Hary Oktavianto, Rusminto Tjatur Widodo, Elly Purwantini

Abstrak

Dalam era digital, IoT telah mengubah aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dapur pintar. Penelitian ini menciptakan purwarupa Smart Timer untuk aplikasi Smart Kitchen berbasis IoT. Tujuannya adalah mengembangkan sistem dengan mengintegrasikan sensor MLX90614 untuk pendeteksi suhu pada kompor dan Sensor PIR untuk mendeteksi pergerakan. Buzzer dan smartphone digunakan sebagai output untuk memberikan notifikasi kepada pengguna. Metode penelitian ini menggunakan mikrokontroler sebagai otak dari sistem Smart Timer, dengan modul Wi-Fi untuk koneksi ke jaringan, layar LCD untuk menampilkan informasi, tombol untuk mengatur waktu dan mode, serta buzzer untuk memberikan notifikasi audio. Pengguna dapat mengatur waktu memasak dan menerima notifikasi melalui aplikasi smartphone mereka, termasuk pemantauan suhu pada kompor secara real-time berkat sensor suhu MLX90614. Berdasarkan pengujian alat ini dapat beroperasi dengan baik tanpa error pada rentang jarak 70-100 cm dengan threshold suhu 50°C dengan jarak maksimal sebesar 100 cm.


PLATFORM PEMBELAJARAN BATIK BERBASIS AUGMENTED REALITY DENGAN GAMIFIKASI DAN PENILAIAN GAMBAR BERBASIS AI

Author : Anisa Faza  , Hestiasari Rante, Tri Budi Santoso

Abstrak

Penelitian ini mengembangkan batikARise, yaitu aplikasi pembelajaran motif batik berbasis Android yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR), sistem multi-role, pengelolaan konten dinamis, gamifikasi, serta penilaian AR Drawing berbasis Artificial Intelligence menggunakan metode Deep Image Structure and Texture Similarity (DISTS). Aplikasi ini dirancang untuk menghadirkan media pembelajaran batik yang lebih interaktif, sekaligus memberikan ruang bagi batik artist dan administrator untuk mengelola konten motif batik secara langsung. Materi pembelajaran pada aplikasi berfokus pada enam motif Batik Surabaya, yaitu Abhi Boyo, Sparkling, Remo Suroboyoan, Kembang Bungur, Kintir-Kintiran, dan Gembili Wonokromo. Sistem dikembangkan menggunakan metode Waterfall dengan dukungan Unity, PlayFab, Cloudinary, Google Sheet, dan server FastAPI. Berdasarkan hasil eksperimen, metode DISTS dinilai lebih sesuai dibandingkan SSIM karena mampu menilai kemiripan gambar tidak hanya dari bentuk dasar, tetapi juga dari struktur, tekstur, warna, dan pola visual secara keseluruhan. Pada evaluasi menggunakan Confusion Matrix, diperoleh threshold terbaik sebesar 0,64 dengan accuracy 0.5876; precision 0.3809; recall 0.7089; dan F1 Score 0.4955. Pengujian pengguna yang melibatkan 10 responden dengan—5 responden sebagai user dan 5 responden sebagai batik artist—menunjukkan success rate sebesar 79.09% pada role user dan 53.57% pada role batik artist. Selain itu, evaluasi ahli memperoleh nilai 100% dari ahli batik dan 70% dari ahli teknologi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa batikARise berpotensi digunakan sebagai media pembelajaran motif batik berbasis AR, meskipun masih diperlukan penyempurnaan pada aspek UI/UX, efisiensi penggunaan, dan stabilitas fitur AR.


SISTEM DETEKSI KELENGKAPAN ALAT MAKAN DI RESTORAN DENGAN KAMERA MENGGUNAKAN METODE MACHINE LEARNING

Author : Gita Agraini Manullang  , Setiawardhana, Bima Sena Bayu Dewantara

Abstrak

Industri bisnis kuliner, seperti restoran, sangat bergantung pada pengalaman konsumen. Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi pengalaman konsumen ialah pelayanan yang diberikan oleh restoran dalam menyediakan peralatan makan yang lengkap. Namun, untuk dapat memeriksa kelengkapan peralatan makan secara manual dapat memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya pengembangan sistem yang mampu mendeteksi kelengkapan perangkat makan di meja makan pada suatu restoran. Untuk mengatasinya, proyek akhir menggunakan kamera dan machine learning untuk membangun sistem yang dapat mengenali peralatan makan pada meja makan secara otomatis. Model machine learning yang digunakan pada proyek akhir ini ialah YOLOv5 untuk melakukan deteksi sendok, garpu, pisau makan, piring makan, gelas, serbet, dan alas makan. Proyek akhir ini akan ditampilkan dalam Graphical User Interface (GUI) yang dapat melakukan deteksi peralatan makan melalui dua cara, yaitu mengunggah gambar dan akses langsung dengan kamera. Model yang dijalankan pada Google Colab menampilkan nilai akurasi sebesar 90% pada saat training dan 93,75% pada testing. Pengujian sistem pada GUI dilakukan berdasarkan lima posisi kamera, yaitu sisi tengah, sudut kiri atas, sudut kiri bawah, sudut kanan atas, dan sudut kanan bawah dengan nilai akurasi secara berturut-turut adalah 83,33%; 75%; 41,66%; 91,66%; dan 75%.


RANCANG BANGUN APLIKASI PRAKIRAAN CUACA DENGAN FRAMEWORK FLUTTER

Author : Raihan Imanu Daffa  , Akuwan Saleh, Hendy Briantoro

Abstrak

Prakiraan cuaca dibuat dengan mengumpulkan data sebanyak mungkin dari kondisi atmosfer (dengan parameter seperti kelembaban, suhu, dan angin) dan menggunakan proses atmosfer melalui meterorologi untuk menentukan bagaimana atmosfer berkembang di masa depan. Terdapat beberapa alasan mengapa prakiraan cuaca begitu penting. Prakiraan cuaca membantu manusia untuk mengatur dan menyesuaikan aktivitas sesuai dengan cuaca di tempat tinggalnya. Prakiraan cuaca dapat membantu untuk mengingatkan masyarakat mengenai kondisi cuaca buruk yang akan datang dan bahaya cuaca lainnya seperti badai petir, angin topan, dan hujan lebat. Sejauh ini, prediksi cuaca yang akurat telah mampu menyelamatkan nyawa banyak orang. Oleh karena itu, pada proyek ini dibuatlah aplikasi prakiraan cuaca yang dibuat dengan framework Flutter agar dapat berjalan pada perangkat mobile dengan data yang digunakan bersumber melalui OpenWeatherMap API dimana ditampilkan pada antarmuka aplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan suatu aplikasi yang digunakan untuk melihat informasi prakiraan cuaca. Hasil yang diperoleh dari penelitian proyek akhir ini adalah bahwa aplikasi ini dapat digunakan sebagai sumber informasi prakiraan cuaca dengan parameter suhu, kelembaban, cuaca, dan kecepatan angin.


SISTEM MEKANIK PADA STAIR CLIMBER WHEELCHAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE THREE WHEEL LOPE

Author : Heru Antono  , Endah Suryawati Ningrum, Didik Setyo Purnomo

Abstrak

Belum semua fasilitas di Indonesia memiliki sarana agar pemakai kursi roda dapat mengakses fasilitas tersebut secara leluasa. Kendala yang dihadapi terutama belum adanya jalur khusus untuk memasukinya, sehingga terpaksa harus menaiki tangga. Masalahnya, kursi roda konvensional tidak memiliki kemampuan untuk menaiki anak tangga. Pergerakan roda untuk menaiki tangga dan sistem keseimbangan duduk pasien menjadi masalah utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah membuat purwa rupa sistem mekanik dan elektris pada kursi roda sehingga dapat menaiki tangga yang cukup dikendalikan dengan tombol. Pada sistem mekanik, desain roda menggunakan three wheel atau sistem tiga roda yang disusun secara paralel berbentuk segitiga untuk menaiki tangga dengan kemiringan tidak lebih dari 30 derajat. Untuk menyeimbangkan posisi pengguna, di bawah kursi dipasang sistem ulir sebagai pengatur sudut kemiringan kursi dengan pitch ulir sebesar 7mm dan berdiameter 1 inchi. Desain mekanik ini memperhitungkan penentuan Center of Gravity (CoG) agar stabilitasnya tetap terjamin baik saat translasi maupun pergerakan menanjak. Purwarupa kursi roda ini dapat menjadi sarana penunjang mobilitas bagi penyandang tuna daksa untuk bergerak pada fasilitas umum.