Author : Abiyyu Naufal Suhanto , Mike Yuliana, Amang Sudarsono
Abstrak
Jaringan sensor wireless akan digunakan secara luas dalam waktu dekat. Meskipun banyak penelitian telah di fokuskan untuk membuat jaringan sensor ini layak dan bermanfaat, dari segi keamanan hanya mendapat sedikit perhatian. Untuk membangun hubungan komunikasi yang aman antara dua transceiver, pihak yang berkomunikasi memerlukan beberapa kunci rahasia, yang dapat digunakan untuk mengenkripsi pesan sehingga tidak dapat dipahami oleh pihak ketiga. Pada penelitian ini, akan di evaluasi efektivitas ekstraksi kunci rahasia, untuk komunikasi pribadi antara dua perangkat wireless, dari variasi kekuatan sinyal yang diterima atau Received Signal Strength (RSS) pada saluran wireless antara kedua perangkat. Penggunaan kunci rahasia pada penelitian ini akan diterapkan pada file sharing pada perusahaan ekspor impor. Yang membedakan sistem file sharing disini yaitu adanya modifikasi pada bagian security. Security yang dipakai disini yaitu berbasis wireless Secret Key Generation. Hal tersebut yang membedakan file sharing terpusat yang dipakai penulis dengan file sharing pada umumnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa korelasi tertinggi terletak pada skenario Line of Sight (LoS) Statis pada salah satu user yang mencapai 0.49. Kuantisasi bekerja dengan sangat baik pada semua skenario disebabkan ke acakan pada randomness extraction dengan menghasilkan sejumlah 1489 bit data input untuk statis dan 1970 untuk dinamis dan nilai Key Disagreement Rate (KDR) kurang dari 1% pada semua skenario. Error correcting dapat mengoreksi seluruh blok yang diproses lalu menghasilkan jumlah bit tertinggi pada skenario dinamis, dengan Key Generation Rate (KGR) tertinggi pada skenario statis sebesar ε2 = 0.95 KGR 4.42 bit/s. Dihasilkan 5 kunci dari skenario pengujian Universal Hash yang statis, dan 7 kunci dari skenario yang dinamis. Waktu komputasi untuk membangkitkan kunci dalam satu skenario menggunakan python3 adalah 5.5 detik untuk skenario statis dan 7.5 detik untuk skenario dinamis. Semua kunci rahasia yang dibangkitkan valid dan dapat digunakan untuk enkripsi dan dekripsi data file yang akan dikirim. Sehingga dapat dipastikan bahwa informasi yang dikirim aman.
ANALISA TEKNIK REDUKSI PEAK TO AVERAGE POWER RATIO PADA SISTEM MIMO OFDM MENGGUNAKAN METODE HYBRID ENHANCED ITERATIVE FLIPPING PARTIAL TRANSMIT SEQUENCE DAN CLIPPING FILTERING BERBASIS PERANGKAT LUNAK
Author : ZAHRA FATIN AFIFAH , Yoedy Moegiharto, Ahmad Zainudin
Abstrak
OFDM memiliki beberapa keuntungan antara lain tingginya kekebalan terhadap ISI dan tahan terhadap multipath fading. Namun, salah satu kelemahan dari sitem MIMO-OFDM yaitu tingginya nilai PAPR (Peak to Average Power Ratio) hal itu menyebabkan HPA yang seharusnya bekerja di daerah liner menjadi bekerja di daerah nonlinear. Salah satu tenik untuk memperbaiki nilai PAPR yang tinggi dapat menggunakan teknik Enhanced Iterative Flipping Partial Transmits Sequence (enPTS) dan Clipping Filtering. Pada tugas akhir ini dilakukan simulasi mereduksi PAPR dengan teknik hybrid enPTS dan CF. Pada simulasi ini menggunakan parameter jumlah subblok pada enPTS, jumlah antena, dan nilai CR yang digunakan pada CF. Pengamatan simulasi dilakukan pada probabilitas 1x10-4 . Hasil simulasi menunjukan bahwa kinerja Hybrid enPTS-CF memiliki performa lebih baik dari enPTS dan CF sendiri, namun tidak signifikan jika dibandingkan dengan CF. Dengan enPTS memberikan nilai PAPR sebesar 10.7 dB dan CF sebesar 8.7 dB sedangkan dengan hybrid sebesar 8.6 dB. Untuk parameter beda subblok, teknik hybrid dengan subblok 4 memberikan PAPR sebesar 8.4 dB dan dengan subblok 8 sebesar 7.7 dB. Dengan menggunakan anntena 2 nilai PAPR yang didapat yaitu 8.1 dB, untuk antena 4 8,5 dB dan antena 8 memberikan PAPR 9.4 dB. Untuk parameter beda CR dengan hybrid enPTS-CF dengan CR 1.4 memberikan nilai 6.9 dB, CR 1.6 memberikan nilai 7.2 dB, CR 1.8 memberikan nilai 7.6 dB, dan untuk CR 2 memberikan nilai 7.8 dB.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MPPT MODIFIED CHAMELEON SWARM ALGORITHM (MCSA) MENGGUNAKAN COSINE ADAPTIVE FACTOR PADA PANEL SURYA DALAM KONDISI PARTIAL SHADING
Author : Dimas Nur Ilmi , Moh. Zaenal Efendi, Muhammad Nizar Habibi
Abstrak
Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan sering terhambat oleh kondisi partial shading, yang menyebabkan karakteristik keluaran panel surya memiliki beberapa titik daya maksimum (Local dan Global Maximum Power Point). Metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) konvensional cenderung gagal mencapai Global Maximum Power Point (GMPP) dan terjebak pada Local Maximum Power Point (LMPP), sehingga daya yang dihasilkan tidak optimal. Penelitian ini mengusulkan implementasi algoritma Modified Chameleon Swarm Algorithm (MCSA) yang diperkuat dengan Cosine Adaptive Factor untuk meningkatkan kinerja MPPT dalam kondisi partial shading. Modifikasi ini bertujuan untuk mempercepat konvergensi dan meningkatkan akurasi pelacakan GMPP dengan menyesuaikan parameter eksploitasi secara adaptif berdasarkan fungsi kosinus. Sistem dirancang dengan Buck Converter sebagai antarmuka untuk menyesuaikan tegangan dan arus dari panel surya. Evaluasi dilakukan melalui simulasi. Hasil simulasi pada berbagai pola partial shading menunjukkan bahwa algoritma Modified Chameleon Swarm Algorithm (MCSA) berhasil mencapai GMPP dengan efisiensi pelacakan tertinggi sebesar 99.99% dan waktu pelacakan rata-rata 0.39 detik. Kinerja ini secara signifikan mengungguli algoritma Chameleon Swarm Algorithm (CSA) standar dengan efisiensi 99.99% dalam waktu 0.73 detik. Serta Particle Swarm Optimization (PSO) yang mencapai efisiensi 99.99% dalam waktu 1.12 detik.
KARAKTERISASI GERAK PERIODIK SILINDER DAN SIMULASI KARMAN VORTEX PADA ALIRAN TERKONTROL
Author : Ian Hasto Prakoso , R.Sanggar Dewanto, Teguh Hady Ariwibowo
Abstrak
Bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang bisa habis sewaktu waktu ditambahkan dengan banyaknya penggunaan energi mengikuti perkembangan teknologi. Proyek akhir ini membahas tentang penelitian mengenai pembangkit vibrasi dengan Karman vortex sehingga membuat silinder bergerak secara periodik. Gerakan periodik tersebut memiliki energi kinetik yang akan di konversi menjadi energi listrik yang disalurkan atau disimpan. Proyek akhir ini difokuskan terhadap penelitian pada karakterisasi gerak periodik yang terjadi pada silinder yang bergetar karena karman vortex pada setiap perubahan kecepatan aliran air dan diameter silinder untuk mendapatkan frekuensi, amplitudo, dan gaya pada gerak periodik tersebut sehingga dapat dianalisa energi yang dihasilkan. IMU(inertia measurment unit) digunakan untuk mengamati pergerakan silinder yang bergetar pada pendulum. Hasil data IMU tersebut di proses pada PC melalui microkontroler Arduino dan divisualisasi dengan program C# pada setiap posisi silinder di kurun waktu dan sudut tertentu, kemudian dianalisa model dan frekuensi gerak periodik silinder yang ideal untuk mendapat energi dan gerak periodik yang sesuai. Proyek akhir ini juga menganalisa simulasi gejala karman vortex pada setiap ukuran silinder dengan menggunakan aplikasi CFD. Simulasi membuktikan bahwa dengan kecepatan aliran 10m/s dan diameter silinder 5cm, karman vortex menghasilkan frekuensi sebesar 0,5Hz. Eksperimen membuktikan dengan kecepatan aliran 10cm/s dan diameter silinder 5cm silinder bergerak secara periodik mengikuti frekuensi karman vortex sesuai dengan simulasi 0,5 Hz. Energi kinetik pendulum yang dihasilkan dengan asumsi pergerakan silinder merupakan gerak harmonis sederhana (GHS), adalah 1,5 x 10-3 joule.
SISTEM PEMBANGKIT KALIMAT UNTUK INTERAKSI HUMANOID ROBOT
Author : Novia Damayanti , Dwi Kurnia Basuki, Miftahul Huda, Ali Ridho Barakbah
Abstrak
Robot humanoid merupakan sebuah robot yang didesain layaknya manusia. Selain penampilannya yang mirip dengan manusia, robot ini juga dirancang agar memiliki kemampuan seperti manusia. FloW merupakan robot humanoid yang sedang dibangun dan dikembangkan oleh ER2C (Eepis Robotic Research Center). FloW dibuat agar memiliki kemampuan layaknya manusia, salah satunya dapat berkomunikasi dengan manusia. Untuk itu perlu dibangun sistem speech processing yang terdiri dari empat sub sistem, yaitu speech-to-text, sentence understanding, sentence generator dan text-to-speech. Pada penelitian sebelumnya sistem text-to-speech (TTS) telah dapat memproses masukan kata menjadi keluaran suara. Namun kualitas hasil penyambungan antar suku kata masih kurang baik. Oleh karena itu perlu ditambahkan pembangkitan prosody. Dalam proses prosody terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu, syllable retrieval, acoustic manipulation dan concatenation. Selain menambahkan prosody pada sistem text-to-speech, robot FloW juga harus mampu membangkitkan kalimat (sentence genarator) untuk memulai maupun menanggapi percakapan. Untuk dapat memulai percakapan digunakan metode template-base yang terdiri dari proses list word, template dan answer. Sedangkan untuk menanggapi percakapan menggunakan metode pattern-matching yang terdiri dari proses answer rule, answer extraction dan answer. Sistem telah dapat membangkitkan kalimat untuk memulai maupun menanggapi percakapan berbasis closed domain seputar ER2C yang terdiri dari 60 kalimat data uji memiliki tingkat keberhasilan 100%. Sedangkan pada pengujian prosody dengan menggunakan pitch countour didapatkan hasil bahwa overlap 70% memiliki pitch countour yang lebih bagus dengan sedikit sinyal drop dengan nilai Mean Opinion score (MOS) rata-rata 3.53.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer