APLIKASI MANAJEMEN INFORMASI PENGELOLAAN BAHAN MASAKAN DALAM LEMARI PENDINGIN BERBASIS INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN PERANGKAT ANDROID
Author : Fidelis Caesar Santosa  , Bima Sena Bayu Dewantara, Mochamad Mobed Bachtiar

Abstrak

Sebagian besar rumah tangga di jaman sekarang ini telah mampu memenuhi kebutuhan bahan masakan yang akan dikonsumsi. Sebagian bahan masakan tersebut disimpan dalam lemari pendingin agar menjadi lebih tahan lama. Namun, tidak sedikit orang lebih sering mengisi lemari pendingin mereka dengan bahan masakan baru daripada menggunakan bahan masakan yang masih ada. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan bahan masakan. Sementara itu, setiap bahan masakan memiliki daya tahan yang berbeda-beda. Walaupun sudah disimpan dalam lemari es, bahan masakan tersebut tetap bisa menjadi busuk atau tidak layak konsumsi jika tidak termanajemen dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem untuk mengatur hal ini. Dengan dilakukannya penelitian ini dapat menurunkan tingkat konsumsi dalam rumah tangga, bahan masakan teratur dengan baik, dan memudahkan pengguna untuk mengolah bahan masakan yang tersedia. Dalam penelitian ini telah dibuat sebuah aplikasi yang dapat menampilkan data ketersediaan, kualitas dan lama penyimpanan bahan masakan yang terdapat dalam lemari pendingin dengan 25 indeks bahan melalui basis data firebase; dan dapat memberi rekomendasi 50 resep masakan berdasarkan nilai dari hasil perhitungan probabilitas setiap resep dengan metode Naïve Bayes, yang diurutkan mulai dari resep dengan nilai probabilitas tertinggi hingga terendah. Setelah dilakukan pengujian, aplikasi terbukti dapat berjalan di beberapa perangkat android dari versi 6.01 (marshmallow) hingga 9.0 (pie). Selain itu pengambilan data dari firebase dan SQLite dapat berfungsi dengan baik. Serta hasil dari pengujian daya guna aplikasi menggunakan metode SUS adalah 75,5 dengan range “GOOD” dan “ACCEPTABLE”


RANCANG BANGUN DIMMABLE MULTI-STRING LED DRIVER DENGAN BIDIRECTIONAL SWITCH BERBASIS FUZZY LOGIC CONTROL

Author : Roicha Dwi Hastuti  , Dimas Okky A., Mochamad Ari Bagus Nugroho

Abstrak

Perkembangan teknologi LED semakin maju, penggunaan LED bukan lagi sebatas penggunaan konvensional, melainkan juga sistem dim mable dengan mengubah tingkat kecerahan LED sesuai dengan keinginan pengguna. LED driver sebagai teknologi yang berperan dalam penggunaan LED dengan kebutuhan sumber DC yang kemudian mampu digunakan pada sistem sumber AC. Pada driver LED dibutuhkan kapasitor elektrolit sebagai penyeimbang daya input dan output. Namun penggunaan kapasitor elektrolit pada driver LED dapat berpengaruh terhadap masa pakai dari LED, selain itu akan muncul flicker pada LED yang dapat menimbulkan kerusakan pada mata. Oleh karena itu pada proyek akhir ini di buat prototype AC LED driver yang mampu mengatur tingkat kecerahan LED sesuai keinginan pengguna dari 45% - 94% tanpa menggunakan kapasitor elektrolit. Sistem dimmer diatur menggunakan dutycycle PWM dari bidirectional switch menggunakan metode Fuzzy Logic. Sehingga nilai duty cycle akan disesuaikan dengan tingkat kecerahan yang diinginkan oleh pengguna. Untuk menanggulangi flicker pada sistem, digunakan active switch yang terhubung dengan kapasitor film sehingga flicker pada saat kedip tegangan akan dinaikkan nilainya dari discharge kapasitor film. Rangkaian multi-string sebagai beban dari AC LED driver terdiri dari 9 string LED yang terpasang secara seri. Dari sistem yang telah dibuat didapatkan besar tegangan rata-rata keluaran dari fullwave rectifier setelah mendapatkan pengaturan Bidirectional Switch adalah sebesar 220.7volt. pengaturan duty cycle pada Bidirectional Switch dilakukan oleh Fuzzy Logic Controller dengan set point berupa nilai arus yakni sbebesar 21.35mA sehingga rata-rata lux yang didapatkan adalah sebesar 8285 lux. Dari seluruh pengujian terhadap perubahan tingkat kecerahan, didapatkan nilai rata-rata error sebesar 1.59% dengan respond Fuzzy Logic Controller terhadap perubahan tangkat kecerahan LED rata-rata sebesar 40 second.


SISTEM PENDETEKSI DINI KEBAKARAN PADA SMART HOME MONITORING BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK

Author : Depandi Enda  , M. Udin Harun Al Rasyid, Ferry Astika Saputra

Abstrak

Pemanfaatan teknologi Wireless Sensor Network dapat meningkatkan langkah antisipasi terjadinya bahaya kebakaran pada smart home, hal ini dilakukan dengan menggantikan tugas manusia dalam melakukan pemantauan keadaan sekitar rumah dengan menggunakan beberapa sensor yang secara langsung dapat berinteraksi dengan lingkungan. Penelitian ini berfokus pada sistem pendeteksi dini kebakaran pada smart home monitoring berbasis Wireless Sensor Network. Sensor yang digunakan dalam mendeteksi tingkat bahaya kebakaran antara lain sensor suhu, kelembaban udara, karbonmonoksida dan asap. Untuk meningkatkan kehandalan dan akurasi informasi yang diberikan agar sistem yang dirancang tidak memberikan peringatan yang salah kepada pengguna maka digunakan sistem inferensi logika fuzzy dalam memproses data dari keempat sensor. Berdasarkan hasil yang diperoleh, sistem telah dapat memberikan alarm peringatan kepada pengguna dengan tepat. Metode sleep scheduling yang diimplementasikan pada sistem dapat melakukan efesiensi pengiriman paket data yang dikirim serta dapat mengurangi penggunaan sumber daya baterai sebesar 26.31%.


SISTEM MONITORING DAN DETEKSI DINI PENYAKIT PADA SAPI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS IoT (INTERNET OF THINGS)

Author : Mochamad Farhan Adi Pradana  , M. Udin Harun Al Rasyid, Ahmad Syauqi Ahsan

Abstrak

Kesehatan hewan yang dipelihara sangat menentukan keberhasilan dari suatu bisnis ternak karena ternak mampu berproduksi dengan optimal jika dalam kondisi sehat. Harga jual sapi tentunya akan lebih mahal apabila dalam kondisi sehat, daripada sapi yang tidak sehat. Bagi negara yang memiliki klim tropis seperti Indonesia, status kesehatan ternak akan sangat terpengaruhi oleh keadaan cuaca yang panas sangat kering atau lembab . Bila suhu dan kelembaban udara sangat tinggi, maka penyebab penyakit dapat berkembang dan meningkat sampai keadaan kesehatan hewan tidak dapat di pertahankan lagi keseimbangannya, maka dari itu memelihara ternak agar tetap sehat sangatlah penting karena dapat mengurangi biaya pengeluaran bila ternak sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem manajemen kesehatan untuk sapi, dari pemantauan kesehatan hingga deteksi dan penanganan sapi yang telah terkena penyakit. Penulis menggabungkan sistem pemantauan dan sistem deteksi menjadi satu aplikasi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things dan Intelligent System. Sistem pemantauan memproses data posisi, suhu, dan detak jantung sapi dari sensor, kemudian memberikan hasil kondisi kesehatan sapi, normal atau tidak normal. Sistem deteksi memproses data gejala pada sapi yang dimasukkan oleh peternak menggunakan metode certainty factor, kemudian memberikan hasil estimasi diagnosis penyakit, metode pengobatan, dan pencegahan. Eksperimen menunjukkan bahwa sistem pemantauan dapat memantau kondisi kesehatan sapi perah berdasarkan suhu dan detak jantung dengan tingkat kesalahan 0,6 derajat Celcius dan 3,5 kali per menit, dan dapat mendeteksi posisi berdiri maupun duduk dari sapi. Eksperimen pada sistem deteksi menunjukkan bahwa sistem deteksi dapat mendiagnosis penyakit pada sapi perah berdasarkan gejala fisik dengan akurasi 86,67 persen. Hasil dari penelitian ini dapat membantu para peternak untuk memantau kesehatan ternak mereka dan mendeteksi penyakit sejak dini.


STUDI OPTIMASI DESAIN ION EXCHANGE TREATMENT PADA PROSES WATER TREATMENT PLANT (WTP) DENGAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

Author : Muhammad Ghazy Salman Maulana  , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Erik Tridianto

Abstrak

Water Treatment Plant (WTP) adalah serangkaian unit pengolahan air yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas air agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam industri. Salah satu metode treatment yang dilakukan dalam proses WTP yaitu chemical treatment. Chemical treatment merupakan proses pengolahan air dengan bantuan injeksi bahan kimia. Salah satu unit berlangsungnya proses chemical treatment adalah unit ion exchange treatment. Desain ion exhchanger, perlu dipertimbangkan guna menghindari kurang maksimalnya proses pertukaran ion yang dapat mengakibatkan air hasil WTP masih mengandung zat yang tidak diinginkan. Zat yang tidak diinginkan tersebut dapat mengakibatkan berbagai macam permasalahan, seperti timbulnya karatdan kerak pada peralatan. Selain itu dosis bahan kimia yang berlebih juga dapat mengakibatkan naiknya biaya operasi pengolahan air. Maka dari itu, desain ion exchanger perlu dilakukan optimasi untuk mengetahui jumlah dosis dan spesifikasi yang paling optimal. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO). Metode PSO meniru perilaku sosial gerakan sekawanan burung di dunia nyata. Dengan dilakukannya proses optimasi diharapkan dapat mendapatkan desain ion exchanger yang paling optimal.