Author : Tedy Suwanda , Isbat Uzzin Nadhori, Wiratmoko Yuwono
Abstrak
Permasalahan yang dapat ditemui saat ini dan akan dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah tentang belum terstrukturnya penataan upload file materi kuliah yang saat ini masih bersifat personal. Karena penataannya hanya bersifat personal saja, maka kecenderungan pola penataan file menjadi tidak beratur juga. Maka di dalam penataan file perlu dibuatkan repository yang baik dan teratur juga untuk penampungan file modul oleh sistem. Melihat permasalahan yang ada, maka dengan membuat Sistem Informasi Repository Watermark File PDF diharapkan dapat membantu dalam penyajian informasi data dan pemberian watermark secara otomatis sebelum file pdf di unduh oleh orang. Sehingga jika data pdf yang diunduh tadi hendak di publikasikan lagi oleh orang lain atau pihak ketiga, tentunya masih meninggalkan watermark yang menandakan asal – muasal dari mana data pdf itu. Pada proses pemberian watermark di proyek akhir ini menggunakan bantuan library FPDF dan Unoconv pada proses pengkonversian filenya. Hasil pengujian aplikasi ini masih terdapat kegagalan saat pengiriman file dan konversi file pada beberapa file tertentu. Persentase keberhasilan untuk file ppt dan pptx sebesar 75%, untuk file doc dan docx sebesar 77%, serta untuk file pdf sendiri sebesar 67%. Berdasarkan hasil analisa, penyebab kegagalan disebabkan karena ukuran file yang lebih dari 2,4 Mb dan pada penamaan file yang menggunakan spasi. Untuk menyelesaikan masalah itu, diperlukan pengaturan konfigurasi pada file php.ini serta melakukan perubahan pada script php yang bertugas mengupload file. Sehingga pada akhirnya, Proyek Akhir ini berhasil membangun website yang mempermudah mahasiswa akses file materi kuliah. Sedangkan untuk pembuatan file konversi dan watermark terjadi keberhasilan 73%.
APLIKASI TANGGAP DARURAT MUSIBAH DI BASARNAS SURABAYA
Author : Edy Eko Prasetyo , Arif Basofi, Muarifin
Abstrak
Terdapat suatu badan dimana melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR). Badan itu bernama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau dikenal dengan Basarnas. Pada Jawa Timur terletak di beberapa kota antaranya di Kota Surabaya, Kota Jember, dan Kota Trenggalek. Di Surabaya sendiri Kantor pusat terletak di JL. Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Basarnas Surabaya sangat membutuhkan kerja sama dengan masyarkat ketika terdapat kejadian yang membutuhkan pertolongan dan pencarian SAR Surabaya atau Basarnas Surabaya. Mereka membutuhkan kerja sama dalam penyampaian informasi mengenai pelaporan yang berasal dari msyarakat. Ketika terdapat laporan terutama pada laporan orang hilang, jatuh ke sungai, informasi yang dilaporkan dari masyarakat sangat diperlukan yang nantinya digunakan untuk mengevakuasi korban kejadian, agar bisa segera diterima dan ditangani. Wilayah Surabaya sendiri dalam pengaduan masyarakat masih melewati telepon ke kantor, dan datang langsung ke tempat. Pengaduan yang diberikan ketika melalui telepon, pihak Basarnas Surabaya masih perlu mengulas dan mencari titik wilayah dimana lokasi kejadiannya tersebut. Karena informasi dari pengaduan masyarakat yang masuk ketika lewat telepon atau datang langsung masih kurang informasi secara detail yang didapat. Dari permasalahan diatas dibuatlah sebuah aplikasi tanggap darurat Musibah dengan konsep Geotagging berbasis android, yang dapat membantu masyarakat ketika menyampaikan informasi ke SAR Surabaya atau Basarnas Surabaya. Dengan aplikasi ini bisa digunakan untuk melaporkan kejadian ke SAR Surabaya dari smartphone android dengan memberikan laporan musibah atau kejadian yang cukup jelas karena terdapat foto kejadian, informasi mengenai titik lokasi, keterangan dan peta yang bisa diakses melalui google maps.
APLIKASI KOMIK DIGITAL CERITA WAYANG KULIT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BUDAYA JAWA BERBASIS ANDROID
Author : Lutfifanti Purwaningtyas Wulan Sufandy , Kholid Fathoni, Yuliana Setiowati
Abstrak
Wayang kulit merupakan karya nenek moyang yang memuat tuntunan dan tontonan sekaligus seni tradisional yang mengagumkan, indah dan berharga. Namun saat ini tidak banyak anak – anak yang paham tentang cerita dan pelajaran yang dimuat dalam kesenian wayang kulit. Banyak yang lebih suka menonton televisi atau menggunakan smartphone. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka budaya Jawa akan lebih sulit dilestarikan. Dan dengan hilangnya budaya Jawa juga bisa mempengaruhi pembelajaran moral dan budi pekerti terhadap anak – anak. Karena itulah diciptakan sebuah terobosan yang cukup menarik, efektif dan mudah digunakan, yaitu aplikasi komik digital cerita wayang kulit berbasis android. Aplikasi ini dilengkapi dengan animasi gerak dan suara yang membuat anak – anak semakin tertarik untuk membaca dan mendengarnya.
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING DAYA PADA PEMBANGKIT HYBRID (SOLAR PV DAN TURBIN ANGIN) SISTEM OFF GRID YANG TERINTEGRASI DENGAN KONDISI CUACA BERBASIS WEB
Author : Mohamad Wildan Chieza , Eru Puspita, Taufiqurrahman
Abstrak
PT. Sinergi Nanotech Indonesia merupakan Salah satu developer turbin angin di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi PT Sinergi Nanotech Indonesia yaitu dalam hal memonitoring kualitas dari turbin angin dan solar PV meliputi aspek daya dan cuaca yang masih dilakukan secara manual. Hal ini akan berakibat kurangnya efisiensi sistem monitoring, parameter dan data hasil monitoring yang sangat terbatas dan tidak kontinu karena keterbatasan operator yang harus mendatangi lokasi pembangkit untuk memonitoring. Pada proyek akhir ini telah dibuat sebuah inovasi berjudul “Rancang Bangun Alat Monitoring daya pada Pembangkit Hybrid (Solar PV dan Turbin Angin) yang Terintegrasi dengan Kondisi Cuaca Berbasis Webâ€. Alat ini terdiri dari sensor arus, sensor tegangan, sensor kecepatan angin dan sensor intensitas cahaya untuk dapat mengetahui karakteristik dari turbin angin dan solar pv berdasarkan aspek daya dan cuaca kemudian data keseluruhan sensor akan dikirimkan melalui modul komunikasi menggunakan Wifi esp Nodemcu V3 dengan jaringan Wifi kemudian ditampilkan di website secara real time dalam bentuk grafik maupun tabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat presisi yang dihasilkan oleh keseluruhan sensor tersebut lebih dari 98%. Dapat disimpulkan bahwa dari data tersebut alat ini mampu melakukan pengukuran terhadap parameter daya maupun cuaca secara akurat.
PENJADWALAN SISTEM INTERRUPT PADA ARM CORTEX-M
Author : Syah Hamza Ramadhan , Dadet Pramadihanto, Hendik Eko HS
Abstrak
Penjadwalan merupakan bagian utama pada sebuah real-time operating system (RTOS). Penjadwalan akan menentukan bagaimana sebuah RTOS akan berjalan ketika terdapat task yang harus dikerjakan. Pada umumnya, sistem operasi membedakan antara penjadwalan thread yang di atur oleh software kernel scheduler dan penjadwalan interrupt service routine (ISR) yang langsung diatur oleh hardware. Hal tersebut akan menimbulkan masalah priority inversion dimana ISR dengan prioritas rendah dapat mengintrupsi thread dengan prioritas tinggi. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini akan menjadi solusi dengan memadukan konsep penjadwalan oleh software kernel dan penjadwalan ISR yang langsung diatur oleh hardware. Dari konsep penjadwalan dengan ruang prioritas terpadu ini maka akan dibuat interrupt-driven scheduling dimana thread akan menjadi interrupt. Dalam tugas akhir ini interrupt-driven scheduling akan diimplementasikan pada mikrokontroller ARM Cortex-M, sehingga nantinya hanya ada ISR yang berjalan pada sistem operasi. Dengan mengimplementasikan konsep interrupt-driven scheduling diharapkan kernel sebuah RTOS akan lebih sederhana untuk mengatur jalannya sebuah sistem operasi diatasnya, dan mengijinkan perangkat keras untuk menjalankan penjadwalan pada sistem interrupt. Hasilnya dibuat dua desain RTOS, desain pertama FLoW RTOS akan berjalan pada layer aplikasi dan desain kedua berjalan pada sistem interrupt. Terdapat dua perhitungan performa yang diuji yaitu performa kecepatan pembuatan task dan performa kecepatan context switch. Dari percobaan dan pengujian yang telah dilakukan, performa pembuatan task pada desain pertama membutuhkan waktu 52 mikro detik sedangkan pada desain kedua membutuhkan waktu 24 mikro detik. Untuk performa context switch desain pertama membutuhkan waktu 18 mikro detik sedangkan desain kedua membutuhkan waktu 7 mikro detik. Hal ini membuktikan bahwa performa pembuatan task dan context switch lebih ringan desain kedua daripada desain pertama karena ringan nya kernel yang dibuat dan berjalannya task di sistem interrupt. Namun desain kedua belum dapat menerapkan preemption untuk melakukan context switch ditengah-tengah jalannya task karena evaluasi deadline berjalan menunggu selesainya task untuk dieksekusi.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer