PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN PNEUMONIA BALITA DI KOTA BOJONEGORO DENGAN METODE SIMULATED ANNEALING KMEANS (SA – KMEANS)
Author : Andre Tenosel  , Arif Basofi

Abstrak

Dewasa ini, Kota Bojonegoro merupakan penyumbang kasus pneumonia pada balita terbesar pada tahun 2012 dengan presentase penemuan penderita pneumonia yang ditangani sebesar 90.17% dan menduduki peringkat pertama se Jawa Timur. Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, jamur dan bakteri. Pneumonia merupakan penyebab dari 15% kematian balita, yaitu diperkirakan sebanyak 922.000 balita di tahun 2015 (www.who.int). Populasi yang rentan terserang pneumonia adalah anak-anak usia kurang dari 2 tahun, usia lanjut lebih dari 65 tahun dan orang yang memiliki masalah kesehatan (malnutrisi, gangguan imunologi). K-means merupakan algoritma yang cukup cepat untuk melakukan pengklasteran. Namun, terdapat masalah pada tahap inisialisasi dari initial seeds dari K-means yang dalam algoritma sederhananya ditentukan secara random, dimana pemilihan initial seeds yang berbeda akan menghasilkan klaster yang berbeda juga. K-means sangat sensitive dalam pembangkitan centroids awal secara random dan K-means sangat sulit untuk mencapai global optimum. Dari permasalahan diatas, dibuatlah suatu penelitian Sistem Informasi Geografis tentang pemetaan Pneumonia balita di Bojonegoro dengan menggunakan Metode Clustering yaitu Metode Simulated Annealing Kmeans (SA-Kmeans) sehingga dapat menentukan tingkat kerawanan rendah, sedang dan tinggi. Evaluasi kuantitatif dilakukan terhadap tiga metode, yaitu Simulated Annealing Kmeans, Algoritma Genetik Kmeans dan Kmeans berdasarkan rata-rata variance cluster dan rata-rata runtime. Rata-rata variance yang dihasilkan sebesar 0.00125 untuk SA-Kmeans, 0.1783 untuk GA-Kmeans, dan 0.00134 untuk Kmeans. Rata-rata runtime menghasilkan 0.564 Detik untuk SA-Kmeans dan 0.120 Detik untuk Kmeans. Maka diperoleh kesimpulan bahwa metode SA-Kmeans merupakan metode terbaik daripada GA-Kmeans ataupun Kmeans dalam hal konsistensi, namun untuk kecepatan runtime Kmeans lebih unggul daripada SA-Kmeans.


STUDI EKSPERIMEN THREE ELEMENT CONTROL MENGGUNAKAN SCADA UNTUK PENGENDALIAN PADA TANGKI

Author : Affan Taufikur Romadhon  , Erik Tridianto, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya

Abstrak

Three Element Control merupakan pengendalian level terlengkap didalam strategi control. Dimana Three Element Control mengendalikan variabel level, flow dan pressure. Kontrol yang digunakan dalam penelitian ini ialah feedback feedforward controller. Feedback Controller digunakan untuk mengembalikan keadaan menuju set-point secara cepat, sedangkan feedforward controller mampu mengatasi adanya disturbance. Pengendalian ini menggunakan Proportional Integrator (PI) dengan menggunakan metode tuning Ziegler Nichols. Pada metode tuning Ziegler Nichols untuk menentukan Kp, Ti dan Td yang didasarkan pada karakteristik respon transien plant. Pengendali PI terbaik hasil dari metode Ziegler Nichols yaitu Kp sebesar 7.083 dan nilai Ki sebesar 3.283. Pada pengujian dengan melakukan set point 15 cm didapatkan nilai parameter karakteristiknya meliputi integral absolut error sebesar 25.316 dan settling time 30s. Level air pada tangki akan dimonitoring lewat sistem SCADA. Dari hasil pengujian terdapat % error pembacaan pada tampilan SCADA dengan Arduino dan PLC di dalam tangki. Pada perbandingan pembacaan antara tampilan SCADA dengan Arduino memiliki % error paling kecil 3 % dan paling besar 28 %. Sedangkan pada perbandingan pembacaan antara tampilan SCADA dengan PLC memiliki % error paling kecil 0 % dan paling besar 8 %.


SISTEM APLIKASI PENGINGAT AKTIVITAS KAMPUS PENS SECARA ONLINE BERBASIS ANDROID

Author : Akhmad Mehisa Nandarahman  , Wiratmoko Yuwono, Muarifin

Abstrak

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya merupakan kampus teknik nomor satu di Indonesia, dengan banyaknya prestasi yang mereka miliki ditingkat nasinal maupun internasional. Namun sangat disayangkan banyak warga PENS dan mahasiswa sering melakukan kelalaian dalam melaksanakan kegiatan akadeik dan non-akademik kampus. Seringnya mahasiswa terlambat dan kelupaan dalam melakukan absensi, membuat report kehadiran mereka menjadi berkurang belum lagi apabila terdapat jam praktikum, yang mana mereka harus mengganti jam tersebut. Maka dari itu saya membuat pengembangan baru terhadap aplikasi mobile kampus saat ini, dengan menambahkan fitur reminder dan notifikasi atas pelanggaran, kehadiran dan kelalaian yang dilakukan oleh mahasiswa. Selain itu dosen juga dapat melakukan pemberitahuan kepada mahasiswanya apabila dia melakukan sebuah pelanggaran atau urusan yang belum diselesaikan. Dengan dibuatnya aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas mahasiswa dan dosen sehinga tidak ada orang yang dirugikan karenanya.


MONITORING DAN CONTROL TANDON PENGISIAN AIR OTOMATIS

Author : Adrian Maulana  , Eru Puspita, Ardik Wijayanto

Abstrak

Tandon adalah alat yang biasa digunakan untuk menyimpan air. Tandon ini juga biasa disebut menara dan juga ada tandon tanam. Ukuran fisik menara ini sangat besar dan karena ukurannya yang besar biasanya diletakkan di halaman rumah atau di atap rumah. Fungsi utama penggunaan tandon air adalah sebagai tempat menyimpan cadangan air. Pengguna tidak perlu khawatir jika pasokan air dari PAM (Perusahaan Air Minum) atau PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) terhenti. Dalam proses pengisian tandon air sering kali terjadi kelalaian pengguna dalam mematikan pompa air, sehingga air yang terisi ke dalam tandon meluap. Hal itu merupakan salah satu bentuk dari pemborosan air dan listrik yang berdampak pada lingkungan hidup. Oleh karena itu dalam Pada proyek akhir ini akan dibuat alat yang dinamakan Smart Water Tank yaitu alat Monitoring Dan Control Tandon Pengisian Air Otomatis. Alat ini dapat menghidupkan dan memematikan pompa secara otomatis ketika volume air menyentuh batas yang kita inginkan dengan menggunakan sensor ultrasonik. Alat ini juga bisa melakukan monitoring berapa liter air yang kita habiskan dalam satu hari yang dilengkapi dengan teknologi Internet of Things sehingga kita bisa melakukan monitoring melalui gadget secara online dan realtime.


ANTENA HORN PIRAMIDAL STANDAR SUDUT TERPOTONG DENGAN BAHAN EKONOMIS

Author : Lenggo Sari Eltadhia  , Budi Aswoyo, Djoko Santoso

Abstrak

Antena adalah alat yang sering digunakan untuk meningkatkan jangkauan dari sistem wireless LAN. Antena horn merupakan antena celah (aperture antenna) yang berbasis saluran pandu gelombang persegi (rectangular waveguide) yang mulutnya melebar ke arah medan magnet (H) dan medan listrik (E) sehingga bentuknya menyerupai piramida. Sedangkan antena standar merupakan antena yang digunakan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran. Penelitian ini berfokus pada pembuatan antena horn piramidal standar sudut terpotong yang terbuat dari bahan yang mudah dan murah yang dilapisi dengan film aluminum (aluminium foil). Pada proses simulasi ditentukan bahan yang akan digunakan untuk antena serta penyesuaian dimensi. Pada antenna yang dirancang menggunakan 3 dimensi yaitu 1,5 λ ; 2 λ ; 2,5 λ. Pada proyek akhir ini antena dirancang bekerja pada frekuensi 2,5 GHz dan disimulasikan menggunakan software CST Microwave Studio 2018. Bandwidth antenna pada dimensi 1,5 lamda (λ) dan 2 lamda (λ) memiliki hasil simulasi yang sama yaitu 0,5832 GHz, tetapi nilai return loss pada simulasi semakin besar saat dimensi yang digunakan semakin besar. . Gain pada simulasi antena ini juga semakin besar saat ukuran lambda (λ) semakin besar. Antena yang telah disimulasikan dibuat menggunakan kertas karton yang dilapisi alumunium foil dengan ketebalan 0,2 mm.