PENGUJIAN DAN PENJAMINAN KUALITAS APLIKASI AIBAD ( ASSISTANT INFORMATION BASED ON AGILE DEVELOPMENT)
Author : Aldow Fan Dzikri  , Desy Intan Permatasari, Nailussa`ada, Umi Sa'adah

Abstrak

Dalam proses pengembangan aplikasi AIBAD (Assistant Information Based on Agile Development), dilakukan pengujian menggunakan tiga metrik penting dari McCall Quality Model, yaitu correctness, reliability, dan usability. Tujuannya adalah memastikan fungsionalitas dasar aplikasi berjalan dengan baik, aplikasi dapat diandalkan, dan aplikasi mudah digunakan sehingga pengguna merasa puas saat menggunakan aplikasi AIBAD. Pengujian dilakukan secara manual dan automation pada faktor correctness dan reliability, serta manual pada faktor usability. Hasil pengujian menunjukkan adanya 2 defect pada correctness, 14 defect pada reliability, dan 11 defect pada usability. Defect yang ditemukan kemudian telah dilaporkan ke tim pengembang dan telah dilakukan perbaikan sehingga pengguna merasa puas ketika menggunakan aplikasi AIBAD. Hasil validasi pengguna diperoleh menunjukkan peningkatan dibandingkan pengembangan sebelumnya, yaitu correctness mencapai 40 persen, reliability 34 persen, dan usability 59 persen, yang masing-masing faktor tergolong dalam kategori great atau sangat baik.


GAMELAN ROBOTIC : PENGATURAN INTERVAL KETUKAN ROBOT PENABUH GAMBANG BASED ON PLC

Author : Imam Syafaat  , Indra Adji Sulistijono, Endah Suryawati Ningrum

Abstrak

Pada studi ini didesain dan dibangun suatu robot yang bergerak memainkan suatu alat musik. Robot pemain gamelan merupakan sebuah inovasi perpaduan seni budaya dan teknologi. Alat ini merupakan penabuh Gambang (gamelan), yang mampu memainkan Gambang secara otomatis. Robot ini menggunakan controller PLC dengan memanfaatkan Selenoid Valve untuk mengendalikan Cylinder Pneumatic sebagai aktuatornya. Robot ini terdiri dari aktuator-aktuator penabuh yang bekerja sesuai nada yang di-input-kan. Pada Robot Pemain Gambang ini memiliki input berupa karakter-karakter yang merepresentasikan notasi musik, yang dikirim ke PLC melalui komunikasi Ethernet. Tempo dari nada dapat diatur dengan pilihan 4 mode kecepatan. Dibutuhkan komunikasi khusus untuk menghubungkan GUI (Graphic User Interface) di Labview ke PLC, yaitu dengan menggunakan OPC Server. Riset ini dapat menarik generasi masa depan, sehingga dapat mengembangkan dan melestarikan gamelan dengan perpaduan teknologi.


PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING ABSENSI BERBASIS MOBILE DENGAN DETEKSI KEAKTIFAN DAN VISUALISASI LAPORAN

Author : Wahyu Nur Hidayat  , Arif Basofi, Grezio Arifiyan Primajaya, Sritrusta Sukaridhoto

Abstrak

Di era digital, pengelolaan absensi karyawan di industri jasa kebersihan, khususnya di PT. Fiyansa Mulya, dihadapkan pada tantangan signifikan terkait manipulasi data kehadiran, seperti penggunaan aplikasi fake GPS dan sistem absensi tradisional yang rentan kecurangan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan Sistem Monitoring Absensi berbasis Mobile Apps yang secara inovatif mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi pencatatan kehadiran. Berbeda dengan aplikasi populer lainnya, seperti Jibble, yang umumnya mengandalkan verifikasi foto selfie standar, sistem ini secara spesifik menerapkan pengenalan wajah AI dengan fitur liveness detection canggih, meliputi deteksi kedipan (blink detection) dan deteksi senyuman (smile detection), guna memastikan pengguna adalah individu yang benar-benar hadir saat melakukan absensi. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan deteksi fake GPS untuk mencegah manipulasi lokasi. Semua data kehadiran diproses secara real-time dan divisualisasikan dalam grafik interaktif menggunakan Metabase, memudahkan admin dalam rekapitulasi serta analisis kehadiran karyawan. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Flutter untuk mobile, Laravel 11 untuk backend, dan MySQL sebagai database, dengan desain UI/UX melalui Figma. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini sangat efektif dalam meningkatkan akurasi dan transparansi absensi, sekaligus berhasil mengatasi masalah manipulasi kehadiran. Implementasi solusi ini mendukung mobilitas tinggi tenaga kerja, khususnya di wilayah Jawa Timur, serta mendorong transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia yang lebih inovatif, efisien, dan dapat diandalkan.


RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP ARRAY 2X2 PATCH PERSEGI DENGAN SLOT DIAGONAL UNTUK FREKUENSI 2,4 GHZ

Author : Tisya Sri Ramdhani  , Budi Aswoyo, Zainal Muludi

Abstrak

Proyek akhir kali ini membahas tentang perancangan, simulasi, dan pembuatan antena mikrostrip array 2x2 dengan patch berbentuk persegi lalu diberi slot diagonal yang diaplikasikan pada frekuensi 2,4 GHz. Penggunaan array berguna untuk meningkatkan gain yang dihasilkan antena, sementara pemberian slot diagonal adalah untuk menghasilkan polarisasi melingkar. Teknik pencatuan yang digunakan adalah teknik pencatuan tunggal dengan metode feed line dan disimulasikan menggunakan software CST Microwave Studio Suite 2014. Dari hasil simulasi didapatkan nilai karakteristik antena yang dibuat yaitu antena model 1 memiliki frekuensi kerja 2,4 GHz, return loss -29,141 dB, VSWR 1,0723, bandwidth 78 MHz, gain 6,844 dBi, dan axial ratio 30,18 dB. Sementara antena model 2 memiliki frekuensi kerja 2,4 GHz, return loss -12,349 dB, VSWR 1,636, bandwidth 71,2 MHz, gain 4,799 dBi, dan axial ratio 7,555 dB. Dan pada hasil pengujian antena fabrikasi didapatkan nilai parameter karakteristik antena yang dibuat yaitu antena fabrikasi model 1 memiliki frekuensi kerja 2,458 GHz, return loss -38,58 dB, VSWR 1,02, bandwidth 296 MHz, gain 7,9 dBi, dan axial ratio 16,67 dB. Sementara antena fabrikasi model 2 memiliki frekuensi kerja 2,426 GHz, return loss -25,85 dB, VSWR 1,11, bandwidth 317 MHz, gain 3,41 dBi, dan axial ratio 2,71 dB. Pada pengujian aplikasi antena hasil throughput download maupun throughput upload lebih baik antena fabrikasi model 1, karena antena fabrikasi model 1 memiliki gain yang lebih besar. Sementara untuk kestabilan throughput upload, lebih baik antena fabrikasi model 2, karena antena fabrikasi model 2 memiliki polarisasi melingkar.


RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI OBESITAS DENGAN PARAMETER KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN METODE BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA)

Author : Moh. Malik Amrullah  , Alrijadjis, Kemalasari

Abstrak

Obesitas amerupakan kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori tanpa melakukan aktivitas fisik untuk membakar kalori berlebih tersebut. Obesitas menjadi sebagai salah satu indikator dalam mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Salah satu cara untuk mengetahui komposisi tubuh adalah dengan menggunakan metode BIA (Bioelectrical Impedance Analysis). Metode ini bekerja dengan memperhitungkan kemampuan jaringan tubuh menghambat arus dengan sifat elektrik utamanya, resistansi dan kapasitansi. Arus konstan 0.5 mA masuk ke tubuh dengan frekuensi tertentu pada elektroda akan menghasilkan tegangan yang disadap oleh elektroda lainnya digunakan untuk mengukur impedansi tubuh. Tegangan sadapan diolah oleh komponen penguat lalu masuk ke rangkaian penyearah dengan hasil keluaran berupa analog. Data analog akan diolah oleh ADC pada mikrokontroler dan secara digital akan ditampilkan pada LCD. Selain itu, dengan menggunakan load cell dan juga sensor ultrasonic pada alat, ditambahkan fungsi untuk mengukur berat dan tinggi badan. Agar alat ini menjadi lebih user friendly, ditambahkan sebuah aplikasi berbasis android yang menampilkan semua data pada hardware secara real-time, Pada aplikasi juga ditambahkan fitur berupa informasi tentang menu makanan dan juga jenis workout yang dapat membantu mencegah terjadinya obesitas. Dalam penelitian ini, penentuan frekuensi optimal dilakukan dengan mengukur tegangan sadapan elektroda pada 6 orang, 3 orang gemuk dan 3 orang kurus. Keoptimalan frekuensi diindikasikan pada nilai ketidakpastian dan uji beda dengan menggunakan Uji T Sampel Bebas. Hasil keseluruhan diperoleh frekuensi optimal BIA sebesar 35-40 kHz dan rancangan alat pengukuran bioimpedansi tubuh memiliki keakuratan sebesar 96.35% serta nilai eror rata-rata 6.35% dengan kalibrator berupa timbangan OMRON HBF-214. Selain itu juga didapatkan persamaan linearitas y = -0.0383x + 276.83 sebagai hasil hubungan antara prosentase kadar lemak yang terukur pada alat TA (y) dengan bioimpedansi yang terukur pada alat yang dibuat (x).