Author : Muhammad Fadli Farham , Ferry Astika Saputra, Ahmad Syauqi Ahsan
Abstrak
Mata Garuda merupakan aplikasi yang di buat dari hasil kolaborasi Indonesian Security Incident Response Team (ID-SIRTII) dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya untuk menganalisa anacaman siber melalui Intrusion Detection System (IDS). Aplikasi ini adalah Security Information and Event Management (SIEM) yang dibangun untuk memantau lalu lintas internet Indonesia. Dengan banyaknya pengguna internet yang ada di Indonesia, Mata Garuda sebagai internet traffic monitoring system harus bisa memproses banyak data dalam waktu yang bersamaan. Paper ini mengajukan model untuk Mata Garuda yang menggunakan Framework Apache Metron. Apache Metron merupakan framework yang di bangun untuk kebutuhan pengolahan data cyber / security, baik dari sisi taping data sampai visualisasi data. Untuk Bagian Tapping data Apache Metron terintegrasi langsung dengan Apache Kafka berupa modul, kemudian untuk bagian Data Processing terintegrasi dengan Apache Storm sebagai realtime data streaming, dan Elasticsearch Kibana untuk memproses dan memvisualisasikan data. Kemudian Model ini akan di bandingkan dengan model sebelumnya untuk dapat mengetahui hasil kinerja dari model terbaru yang diusulkan. Hasilnya sebagai proof of concept tentang IDS yang berjalan di atas platform big data dengan menggunakan framework Apache Metron.
EVALUASI PENGARUH JUMLAH SUDU TERHADAP PERFORMA TURBIN AIR DARRIEUS STANDAR NACA 0018
Author : Muhammad Faizal Amir , Joke Pratilastiarso, Teguh Hady Ariwibowo
Abstrak
Menurut Statistik BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) 2013, potensi listrik yang berasal dari tenaga air bisa mencapai 75 megawatt (MW).Namun potensi yang saat ini memungkinkan untuk dikembangkan baru mencapai 22 MW.Salah satu kendala adalah kecepatan aliran air sungai di Indonesia yang relatif rendah.Teknologi konversi energi arus air menggunakan alat yaitu turbin. Salah satu teknologi turbin adalah turbin vertikal Darrieus.Permasalahan pada turbin vertikal adalah efisiensi yang kecil.Efisiensi turbin dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah jumlah sudu.Berdasarkan 2 permasalahan diatas, dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu terhadap performansi turbin untuk menentukan jumlah sudu yang tepat. Turbin diteliti pada kecepatan air 0,56 m/s. Turbin menggunakan profil sudu NACA 0018 dengan aspek rasio tetap. Jumlah sudu divariasikan yaitu 2, 3, 4, dan 5 sudu diikuti oleh perubahan soliditas.Metode pengujian dan simulasi diaplikasikan untuk membandingkan performa turbin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbin dengan 3 sudu memiliki performa terbaik pada parameter air yang diberikan.
SISTEM INFORMASI REKAP PERTANDINGAN DAN PEROLEHAN MEDALI EVEN OLAHRAGA
Author : Sadini Dewantoro , Reesa Akbar, Adam Shidqul Aziz
Abstrak
Sistem Informasi Rekap Pertandingan Dan Perolehan Medali Even Olahraga merupakan website untuk melihat aktivitas dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Jadi untuk ruang lingkup website ini hanya masih Provinsi Jawa Timur. Dan system informasi yang dirancang untuk mengumpulkan data tentang petandingan, atlet, dan medali yang diperoleh oleh setiap kotingen. Informasi ini dapat digunakan untuk memantau perolehan medali secara real-time. Sistem ini hanya bisa diakses oleh admin untuk merubah jadwal, hasil, dan data atlet. Untuk website ini juga bisa diakses ke public secara real-time.
RANCANG BANGUN STATE OF CHARGE BALANCING BATERAI BERBASIS ALGORITMA ADAPTIVE POWER SHARING
Author : Gilang Andaru Trinandana , Eka Prasetyono, Dimas Okky A.
Abstrak
Baterai merupakan salah satu media penyimpanan energi. Kendala yang sering terjadi pada baterai adalah terjadinya pengisian baterai yang berlebihan (over-charge) dan pengosongan baterai yang berlebihan (over-discharge) yang menyebabkan baterai cepat rusak. Over-discharge terjadi ketika pengeluaran energi yang tidak sesuai dengan kapasitas yang telah ditetapkan pabriknya, sedangkan over-charge terjadi ketika SOC baterai sudah mencapai 100% namun proses pengisian baterai masih dilakukan. Maka dari itu SOC pada kedua baterai diseimbangkan. Saat persentase SOC baterai 1 lebih rendah dari pada baterai 2 maka baterai 1 akan charge dan baterai 2 discharge untuk membantu suplai DC bus serta sebaliknya. Apabila kedua suplai off, maka kedua baterai akan discharge untuk mensuplai beban. Saat SOC pada kedua baterai sudah sama, maka keduanya akan charge secara bersamaan. Maka dengan itu SOC pada kedua baterai dapat seimbang dan akan mencapai 100% secara bersamaan, supaya dapat menambah masa pakai baterai.
ANALISA KINERJA SISTEM KOMUNIKASI JARINGAN SENSOR NIRKABEL MENGGUNAKAN ALGORITMA LEACH DAN M-LEACH
Author : Savano Miatama , M. Zen Samsono Hadi, Haryadi Amran Darwito
Abstrak
Perkembangan kebutuhan manusia terhadap keadaan alam sekitar sangat menuntut manusia untuk menyadari keadaan dan kejadian alam sekitar. Penanggulangan maupun tindak balik terhadap kejadian alam yang terjadi terkadang membutuhkan respon cepat sehingga dibutuhkan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi dan melaporkan ketika sebuah fenomena alam sedang terjadi pada daerah yang sulit untuk dijangkau manusia. Jaringan sensor nirkabel merupakan sebuah teknologi yang memberikan akses remote kepada manusia untuk mengetahui suatu kejadian yang terdeteksi oleh sensor cerdas. Jaringan sensor nirkabel menggunakan sensor cerdas yang peka terhadap suatu fenomena alam yang sedang diamati. Membuat analisa data dan mengirimkannya melalui base station. Untuk beberapa kasus, mengharuskan sensor – sensor tersebut dapat bersifat mobile dan memiliki ketahanan energi yang baik. Untuk itu diterapkan sebuah metode clustering yaitu algoritma LEACH yang mengelompokkan sensor – sensor tersebut dalam sebuah struktur jaringan clustering. Membuat sebuah protocol yang dapat menghemat energi pada sensor. Untuk pengaplikasian sensor bergerak, digunakan algoritma M-LEACH untuk mendukung penggunaan mobile sensor dengan mengaplikasikan protocol JOIN/DISJOIN. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah sistem komunikasi dari jaringan sensor nirkabel yang menerapkan algoritma LEACH dan M-LEACH dengan membandingkan proses dan keluaran dari kedua algoritma tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran perbedaan penggunaan algoritma LEACH dan M-LEACH pada jaringan sensor nirkabel yang diaplikasikan pada perangkat keras Arduino dengan modul Xbee.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer