RANCANG BANGUN APLIKASI UJIAN ONLINE UNTUK PENGEMBANGAN PLATFORM ONLINE CLASROOM PENS BERBASIS MOBILE
Author : Muhammad Ramadhan  , Fadilah Fahrul Hardiansyah, Selvia Ferdiana Kusuma, Ali Ridho Barakbah

Abstrak

Evaluasi pembelajaran adalah komponen penting dalam pendidikan untuk mengukur pencapaian belajar siswa. Penggunaan teknologi dalam evaluasi pembelajaran, seperti aplikasi ujian online, menghadirkan tantangan dan peluang baru. Masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan kapasitas memori dan ukuran layar pada perangkat mobile yang dapat mempengaruhi kinerja aplikasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan aplikasi ujian online pada perangkat mobile dengan desain tampilan dan arsitektur yang baik serta efisien dengan mempertimbangkan keterbatasan resource yang dimiliki oleh perangkat mobile. Pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu mengatasi keterbatasan perangkat mobile dan menyediakan pengalaman ujian yang lancar dan efisien. Aplikasi ini berhasil mengoptimalkan penggunaan memori dan konsumsi data jaringan, serta responsivitas tampilan pada berbagai ukuran layar, sehingga meningkatkan efisiensi proses evaluasi pembelajaran.


RANCANG BANGUN PENDETEKSI PADAM LISTRIK DAN GANGGUAN TEGANGAN PADA GARDU DISTRIBUSI BERBASIS IOT

Author : Avega Rifqy Vionaldi  , Yahya Chusna Arief, Diah Septi Yanaratri

Abstrak

Salah satu gangguan tegangan yang dapat menyebabkan kerusakan yang terjadi pada peralatan - peralatan listrik di jaringan distribusi tegangan rendah adalah gangguan stabilitas tegangan dan juga padam listrik. Sesuai dengan standar kualitas tegangan yang baik yakni nilai tegangan yang konstan sebesar 400 V dengan variasi tegangan pelayanan +5% hingga -10% dan untuk Standar lama padam per pelanggan yaitu 345 menit per tahun dengan kecepatan respon pengaduan 45 menit. PT PLN (Persero) mempunyai kecepatan respon yang masih lebih lama dari standard dikarenakan masih mengandalkan pengaduan melalui Call Center untuk pelaporan padam listrik. Saat ini PT PLN (Persero) masih belum memiliki alat yang mampu memonitor gangguan tegangan serta padam listrik di sisi jaringan tegangan rendah serta belum adanya alat yang bisa memonitor rasio transformator. Dalam tugas akhir ini dirancang alat yang mampu mendeteksi padam listrik dan gangguan tegangan di gardu distribusi serta dapat memonitoring rasio transformator guna menjaga kualitas pelayanan terhadap pelanggan. Alat tersebut dilengkapi dengan sensor tegangan yang terpasang pada gardu distribusi. Data sensor tegangan akan diolah oleh mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD dan aplikasi, jika nilai tegangan terdeteksi di bawah standar yang diperbolehkan serta terjadi padam pada gardu maka alat ini akan mengirimkan informasi kepada petugas melalui IoT. Dari pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa saat nilai tegangan tidak memenuhi standar yakni +5% dan -10% serta apabila terjadi padam listrik maka alat ini akan mengirimkan notifikasi ke petugas, notifikasi muncul dengan durasi pengiriman 6-10 detik. Alat ini juga dapat memonitoring rasio transformator pada gardu distribusi dengan membandingkan tegangan primer dan sekunder.


PEMBUATAN VIDEO EXPLAINER SEBAGAI MEDIA INFORMASI GENERALIZED ANXIETY DISORDER PADA REMAJA

Author : Sherina Kusuma Putri  , Widi Sarinastiti, Citra Devi Murdaningtyas

Abstrak

Masa remaja merupakan sebuah tahapan peralihan manusia menuju dewasa dengan adanya berbagai bentuk perubahan dari berbagai aspek seperti fisik, emosional, dan kognitif yang ada pada diri remaja. Remaja merupakan generasi penerus bangsa, maka dari itu remaja harus siap dalam menyesuaikan kepribadian dirinya dengan lingkungan baru di sekitarnya yang tidak jarang bertentangan. Berdasarkan data prevalensi riset kesehatan dasar Indonesia tahun 2018, tercatat bahwa sebesar 9,8% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 14 juta orang pada rentang usia 15 tahun keatas memiliki gangguan mental dan emosional, yang salah satunya ditandai dengan gejala gangguan kecemasan. Akibat dari gangguan kecemasan tersebut dapat ditandai dengan ketidakmampuan beradaptasi. Salah satu jenis dari gangguan kecemasan adalah generalized anxiety disorder. Untuk dapat mengurangi risiko dari generalized anxiety disorder, masyarakat di sekitar perlu mengetahui seperti apa gejala dan penanganan dari penderita generalized anxiety disorder. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyampaian informasi yang menarik salah satunya menggunakan video explainer untuk memberi pemahaman remaja mengenai generalized anxiety disorder hingga 78% dengan keberhasilan kemenarikan segala aspeknya mencapai indeks angka 90% dan 96%. Diharapkan video explainer ini dapat menjadi salah satu bentuk media penambah informasi dan meningkatkan awareness remaja untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental orang disekitarnya yang terindikasi mengalami generalized anxiety disorder.


PERANCANGAN DAN EVALUASI USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE PADA BPMN WORKFLOW BUILDER BERBASIS AI-ASSISTED DENGAN PENDEKATAN USER CENTERED DESIGN DAN PENGUJIAN FUNGSIONAL BERDASARKAN MCCALL QUALITY MODEL

Author : Bagas Dwi Anggoro  , Nailussa`ada, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Business Process Model and Notation (BPMN) merupakan standar pemodelan proses bisnis yang menimbulkan beban kognitif tinggi akibat kompleksitas notasi dan aturan koneksinya, belum tersedianya desain integrasi asisten kecerdasan buatan dalam aplikasi BPMN Builder, serta belum adanya pengujian fungsional yang terstruktur. Penelitian ini merancang dan mengevaluasi platform pemodelan BPMN yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI) menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD) melalui tiga iterasi perancangan dan evaluasi. Evaluasi usability dilakukan menggunakan Computer System Usability Questionnaire (CSUQ), sedangkan kualitas fungsional dievaluasi menggunakan McCall Quality Model pada aspek correctness, reliability, dan usability. Hasil evaluasi CSUQ pada iterasi ketiga memperoleh skor SYSUSE sebesar 5,93, INFOQUAL sebesar 5,97, dan INTERQUAL sebesar 6,40. Fitur Visual Constraint Connection Rule Validation memperoleh skor McCall correctness sebesar 6,6, reliability sebesar 6,4, dan usability sebesar 7,0, sedangkan fitur AI Assistant memperoleh skor McCall usability sebesar 6,4 yang didukung nilai SYSUSE sebesar 5,93. Pengujian fungsional terstruktur berbasis McCall Quality Model terhadap 263 test case menghasilkan tingkat keberhasilan sebesar 94,68%, dengan temuan fungsional sebesar 5,32% yang terdiri atas 8 bug, 5 defect, dan 1 error. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan UCD dengan integrasi AI berhasil mengurangi beban kognitif pengguna dalam memahami aturan BPMN, mempercepat pembuatan diagram secara otomatis melalui AI Assistant, serta memvalidasi keandalan dan ketepatan sistem melalui pengujian fungsional yang terstruktur.


CRYPTOCURRENCY DENGAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN MENGGUNAKAN ALGORITMA RSA

Author : Elfan Mahrobi  , Titon Dutono, Amang Sudarsono

Abstrak

Perkembangan teknologi yang begitu cepat di era revolusi industri 4.0 ini, Cryptocurrency disebut uang digital, atau uang elektronik yang berada di dunia maya. Uang digital berbeda dengan uang konvensional, uang jenis ini tidak memiliki bentuk fisik melainkan hanya sebuah blok data yang di ikat oleh hash sebagai validasinya. Contoh yang paling banyak digunakan saat ini adalah bank. Meskipun nasabah wajib memberikan data pribadi untuk memenuhi persyaratan administrasi, bank tetap mendapat kepercayaan pelanggan karena dianggap aman serta banyaknya kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan. Namun seiring berjalannya waktu, oknum pembobolan bank pun kian marak. Data pribadi dan riwayat transaksi siapapun bisa bocor sewaktu-waktu tanpa diduga. Untuk mengatasi pembobolan keamanan traksaksi secara digital, diciptakan sebuah teknologi yang dapat menjembatani yaitu blockchain. Teknologi blockchain adalah catatan transaksi digital berdasarkan strukturnya, di mana catatan individu, yang disebut blok, dihubungkan bersama dalam satu daftar, yang disebut chain (rantai). Blockchain digunakan untuk mencatat transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency. Sebagai intinya, blockchain adalah database terdistribusi yang memungkinkan transaksi langsung antara dua pihak tanpa perlu pusat wewenang. Datanya tersebar ke setiap pengguna cryptocurrency yang berada dalam jaringan itu. Pengguna tidak perlu khawatir akan adanya kecurangan karena unsur-unsur bertransaksi (jumlah satuan yang dikirimkan dan penerimanya) sudah divalidasi oleh seluruh pengguna yang berada di dalam satu network yang sama. Teknologi blockchain memungkinkan semua anggotanya saling terhubung tanpa melalui pihak ketiga. Sehingga semua sistem transaksi menjadi lebih transaparan. Dari hasil pengujian melakukan transaksi, didapat rata-rata delay sebesar 293 ms, maka termasuk ke kategori Bagus dengan indeks 3. Jitter sebesar 2,5 ms, maka termasuk ke kategori Bagus. Throughput sebesar 558.5 bits per second, yang berarti bandwidth sesungguhnya dari proses hash chain adalah sebesar 558.5 bits per second. Packet loss 0 % yang berarti seluruh paket diterima.