Author : Febriansyah Simatupang , Eko Budi Utomo, Nofria Hanafi
Abstrak
Pada penelitian ini dibahas tentang desain antenna tracker berbasis Global Positioning System (GPS), dalam hal sistem mekanis hingga kontrol. Merancang desain antenna tracker dengan portabilitas tinggi untuk memudahkan pengguna dalam membawanya saat melakukan misi di area yang tidak memiliki ruang besar. Desain sistem kontrol berfokus sehingga antenna tracker dapat bekerja secara optimal secara nirkabel. Begitu juga dengan desain mekanis untuk pergerakannya dari setiap tindakan, yaitu azimuth dan elevasi. Untuk mengetahui lokasi UAV dan masih dapat mengontrol navigasi UAV melalui GCS, oleh karena itu diperlukan antenna tracker dengan pemodelan antena directional high gain. Bahan yang digunakan untuk pembuatan antena directional gain tinggi adalah AC kabel tembaga dengan diameter 6, 35 mm dengan jenis antena biquad. reflektor terbuat dari plat aluminium. Antenna tracker menggunakan penggerak kontrol dalam bentuk motor dan servo. PID kontrol digunakan agar pergerakan antena sesuai dengan koordinat yang dikirim oleh data GPS kendaraan dan meminimalisir gangguan yang terjadi. mikrokontroler berfungsi untuk mengolah data yang digunakan sebagai input kontrol pelacak antena. Pelacak antena diimplementasikan untuk melacak lokasi UAV saat melakukan misi, sehingga grafik kinerja diperoleh dari pelacak antena yang menunjukkan caranya akurat pelacakan UAV. Selain itu, penelitian ini juga mengulas bagaimana kualitas sinyal dari telemetri radio selama pelacakan, tidak mengencangkan pelacakan, dan hanya menggunakan omnidirectional antenna. Data antenna tracker adalah kualitas sinyal (RSSI) dan Air Data and Heading Reference System (ADAHRS).
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS BIJI KOPI BASAH BERBASIS DRIVE INVERTER 3 FASA
Author : Agit Kafi Nur Afan , Arman Jaya, Era Purwanto
Abstrak
Kopi Merupakan Bahan Minuman Yang Memiliki Aroma Harum, Rasa Khas Nikmat, Serta Khasiatnya Yang Menyegarkan Badan Membuat Kopi Banyak Digemari. Banyaknya Penggemar Kopi Menjadikan Kopi Salah Satu Bahan Perdagangan Dunia. Kopi Juga Merupakan Salah Satu Komoditas Pertanian Unggulan Indonesia. Permasalahan Yang Dihadapi Adalah Petani Kopi Masih Menggunakan Alat Sederhana Dalam Mengupas Kulit Biji Kopi. Sasaran Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Memenuhi Kebutuhan Mesin Pengupas Kulit Biji Kopi Para Petani Di Wilayah Sukapura, Probolinggo. Prinsip kerja dari mesin ini adalah dengan memisahkan kulit kopi dengan bijinya. Proses tersebut terjadi didalam penggiling atau pengupas yang di gerakkan oleh motor. Alat ini menggunakan motor induksi 3 fasa dengan tegangan 220V dan daya 1 HP. Dengan Mesin Ini Diharapkan Dapat Membantu Proses Pengupasan Kulit Biji Kopi Sehingga Dapat Meningkatkan Kualitas Kopi. Alat ini merupakan inovasi dari alat pengupas kopi sebelumnya dimana banyak alat pengupas kopi yang menggunakan mesin diesel dan penggerak manual menggunakan tangan. Alat ini menggunakan sumber daya 3 fasa dengan menggunakan inverter. Hasil pengujian mesin pengupas kulit kopi ini berkapasitas 60 kg/jam yang akan membantu memaksimalkan hasil kupasan. Spesifikasi umum mesin: Panjang 720 mm, Lebar 340 mm, Tinggi 1080 mm, Daya motor 1 HP dengan tegangan 220V, arus 2A, frekuensi 50Hz, dan putaran motor 910 rpm.
SISTEM IDENTIFIKASI PENYAKIT DIABETES DAN JANTUNG MENGGUNAKAN IRIS PADA HEALTHCARE KIOSK
Author : Syahfiar Dhani Anggriawan , Entin Martiana Kusumaningtyas, Ali Ridho Barakbah
Abstrak
Data yang dilansir World Life Expectancy menyebutkan, sebanyak 9,89% penduduk indonesia meregang nyawa akibat menderita penyakit jantung dan sebanyak 7,18% akibat menderita penyakit diabetes. Jantung dan pankreas adalah organ yang sangat penting bagi tubuh manusia. Jantung memiliki fungsi untuk mengalirkan darah ke seleluruh bagian tubuh. Sedangkan pankreas adalah organ yang bertanggung jawab untuk mengatur kadar insulin. Organ pada tubuh manusia bisa mengalami kerusakan sehingga dapat menghambat proses kerja organ tersebut. Kerusakan pada pankreas menyebabkan diabetes. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita diabetes atau penyakit jantung, perlu melakukan tes laboratorium yang memakan waktu dan mahal. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan sebuah sistem identifikasi penyakit diabetes dan jantung menggunakan iris pada Healtcare Kiosk. Metode yang digunakan dalam mendeteksi penyakit pada tubuh melalui iris disebut dengan iridologi. Sistem identifikasi ini nantinya akan berbentuk aplikasi desktop yang dapat digunakan di Healtcare Kiosk. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah memfoto mata kiri pasien dengan menggunakan kamera khusus bernama eyeronec, pemotongan berdasarkan target, preprocessing, pemotongan otomatis menggunakan proyeksi integral, pemotongan otomatis untuk menghilangkan sklera, pengambilan ROI pankreas dan jantung, ekstrasi fitur dan klasifikasi. Pemotongan otomatis menunjukkan hasil 60% sukses, 33% sedikit, dan 7% gagal. Proses klasifikasi dilakukan dengan melatih 31 data training yang diberi label normal atau abnormal oleh pakar iridologi. Dalam penelitian ini, akurasi pengujian sistem adalah 83,87% untuk penyakit diabetes dan 80,65% untuk penyakit jantung.
ANALISA PENURUNAN KINERJA TURBIN GAS AKIBAT FOULING PADA BLADE KOMPRESOR
Author : Achmad Fadaqi , Joke Pratilastiarso, Lohdy Diana
Abstrak
Penggunaan turbin gas pada dunia industri khususnya industri pembangkit listrik telah berkembang sejak 2 dekade terakhir ini, sehingga apabila terjadi degradasi performa dari turbin gas akan sangat berpengaruh terhadap kinerja pembangkit listrik dan pada tahap tertentu dapat menyebabkan kerugian biaya operasional. Salah satu penyebab utama dari degradasi performa turbin gas ini diakibatkan karena adanya fouling pada kompresor. Sampai pada tingkat kekotoran tertentu efek dari fouling kompresor ini dapat mengakibatkan penurunan efisiensi termal turbin gas dan daya output (derating). Pada proyek akhir ini dilakukan analisa penurunan kinerja turbin gas akibat fouling pada blade kompresor. Analisa ini mengambil sampel data tiap bulan sejak januari sampai November 2019 di PLTGU Muara Tawar. Hasil dari analisa tersebut diketahui bahwa pada bulan april telah terjadi degradasi performa turbin gas akibat fouling pada blade kompresor. Akibatnya efisiensi kompresor turun mencapai 82,48% yang diikuti dengan kenaikan heat rate turbin sebesar 3,070.7 kcal/kWh. kemudian nilai flow udara juga terlihat saat terjadi fouling, laju udara yang dibutuhkan lebih besar sekitar 189.4025 kg/s. Nilai SFC dan BWR saat fouling juga mengalami kenaikan sebesar 0.25690 kg/kWh dan 0.398058. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa untuk mengembalikan performa turbin gas dilakukanlah washing compressor. Pelaksanaan washing compressor disarankan untuk diperpendek dari 8000 EOH menjadi 6000 EOH yang mengacu pada grafik preventive maintenance yang menggunakan set point 0,8 untuk menghindari terjadinya kembali derating pada turbin gas.
SISTEM INFORMASI INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA STRATEGIS BERBASIS WEBSITE
Author : Tarisa Dinda Deliyanti , Muarifin, Ira Prasetyaningrum
Abstrak
Setiap perguruan tinggi pasti ingin meningkatkan kualitas nya menjadi lebih baik. Agar hal tersebut dapat tercapai, PENS perlu menentukan target indikator sebelum mengimplementasikan program kegiatan tertentu. Indikator tersebut dijadikan parameter ketercapaian yang disebut sebagai indikator kinerja program atau IKP. Akan tetapi, menginputkan data dan monitoring indikator kinerja program serta menginputkan hasil realisasi indikator kinerja program saat ini masih menggunakan Microsoft Excel yang hanya bisa diinputkan melalui tim perencanaan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengisian hasil realisasi dari masing-masing unit kerja di lingkungan PENS. Hal tersebut menyebabkan tim perencanaan tidak dapat memonitor hasil realisasi secara langsung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah sistem informasi yang bisa menjadi penghubung antara Tim Perencanaan, Direksi, dan PIC sehingga Tim Perencanaan atau Direksi dapat menginputkan dan memonitor ketercapaian indikator kinerja program dengan cepat serta PIC dapat menginputkan hasil realisasi dengan mudah. Adanya sistem informasi ini juga akan memudahkan pihak terkait dalam membaca data karena ditampilkan dalam bentuk grafik. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan kepada staf perencanaan, sistem informasi ini mudah digunakan dan membantu pekerjaan tim perencanaan dalam menginputkan dan memonitor indikator kinerja program.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer