SISTEM KONTROL DAN TROUBLESHOOTING PADA PLTU TANJUNG AWAR-AWAR
Author : Suwandi Effendi  , Bambang Sumantri

Abstrak

PT.PJB UBJO&M Tanjung Awar-Awar memiliki unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Batubara merupakan bahan bakar utama yang digunakan untuk pembakaran di furnace pada boiler. Boiler adalah salah satu bagian pada unit pembangkit yang berperan dalam proses pembakaran dan pembentukan uap. Siklus yang terjadi pada boiler meliputi siklus air, udara dan bahan bakar. Siklus air berupa feedwater akan masuk kedalam pipa-pipa waterwall boiler hingga menuju steam drum, sedangkan batubara akan ditransfer oleh coal feeder dan digerus oleh pulvelizer kemudian dihembuskan oleh udara transport menuju ke ruang furnace pada boiler. Coal feeder adalah peralatan berfungsi untuk mengatur laju aliran batubara yang masuk ke pulvelizer sesuai dengan pembebanan unit pembangkit. Pengaturan jumlah aliran batubara sangat berkaitan dengan perubahan nilai mega watt (MW) beban unit yang diminta konsumen. Sistem kontrol yang baik mampu menjaga kondisi beban unit dan menghindari adanya gangguan saat terjadinya perubahan beban. Sistem kontrol coal feeder sangat berperan dalam hal tersebut, konsumsi batubara dapat dimonitoring melalui coal feeder dan dioperasikan sesuai kebutuhan pembebaban unit. Dalam sistem kontrol coal feeder terdapat beberapa troubleshooting yang sering terjadi, seperti sensor speed coal feeder misaligment, setpoint coal feeder dari distributted control system (DCS) tidak sesuai dengan feedback dan flow coal feeder hunting.


SMART I'RAB: APLIKASI CERDAS UNTUK PEMBELAJARAN GRAMATIKA BAHASA ARAB

Author : Syd. Ali Zein Farmadi  , Ali Ridho Barakbah, Entin Martiana Kusumaningtyas

Abstrak

Gramatika bahasa Arab, khususnya nahwu sangat diperlukan untuk memahami kitab suci Al Qur’an yang secara keseluruhan tertulis dalam bahasa arab. Namun dewasa ini, banyak orang mengalami kesulitan untuk mempelajari bidang ilmu ini, dikarenakan banyaknya variasi dari bentuk kata dan kalimat yang bisa jadi terbentuk dari kata kerja, kata benda, kata sifat, subjek, predikat, objek, keterangan, atau variasi bentuk yang lain. Penelitian ini mengajukan suatu pendekatan baru dalam identifikasi posisi dan kedudukan kata dalam kalimat bahasa arab dengan membangun pemrosesan cerdas yang melibatkan NLP (Natural Language Processing) dan sistem pakar (expert system) dengan pemodelan berbasis pengetahuan (knowledge base) dan mesin inferensi (inference engine) yang dapat menghasilkan kesimpulan kedudukan kata. Knowledge base menghasilkan kesimpulan jenis kata, sedangkan inference engine menghasilkan kesimpulan fungsi kata dalam kalimat. Dalam proses penentuan keputusan, sistem ini melibatkan 82 template yang terbagi menjadi 34 template kata kerja, 34 template kata ganti subyek, 14 template kata ganti obyek atau kata ganti milik. Semuanya berupa char array untuk harakat dan huruf yang akan menjadi pembanding dalam penentuan jenis kata dari kalimat hasil input. Output dari sistem ini berupa i’rab (penjabaran fungsi kata pada kalimat) yang tertulis dalam bahasa arab. Sistem ini telah melalui 159 pengujian untuk kata dan kalimat. Adapun untuk kata, dari 117 pengujian, kesalahan yang terjadi disebabkan oleh kondisi kata yang sama persis dengan kondisi kata lainnya. Untuk deteksi fungsi kata dalam kalimat, dari 42 pengujian, kesalahan yang terjadi disebabkan karena deteksi untuk jenis kata dari kata yang bersangkutan belum ditambahkan dalam sistem, sehingga terkadang mempengaruhi deteksi untuk fungsi kata yang berada setelahnya.


RANCANG BANGUN SISTEM KUNCI PINTU MENGGUNAKAN VERIFIKASI WAJAH UNTUK KEAMANAN RUANG BRANKAS

Author : RAHADIAN  , Elly Purwantini, Eru Puspita

Abstrak

ABSTRAK Ruang brankas pada umumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga. Tidak terkecuali pada suatu Bank yang biasanya digunakan untuk menyimpan uang para nasabah dengan ukuran yang besar sehingga diperlukan keamanan pintu yang ekstra. Keamanan pintu ruang brankas tentu menjadi persoalan pertama yang perlu diperhatikan. Keamanan brankas yang umumnya hanya menggunakan kombinasi kode saja masih sering dapat dibobol oleh para pelaku kejahatan. Kode keamanan pintu brankas yang rawan diketahui pihak-pihak lain mengharuskan penjagaan ekstra terhadap kerahasiaan kode tersebut. Sekali kode terbongkar maka tidak ada sistem keamanan lain yang dapat mencegah terjadinya pembobolan brankas. Dengan demikian perlu ditambahkan suatu sistem keamanan tambahan untuk mencegah terjadinya pembobolan ruang brankas. Dengan menggunakan sistem verifikasi wajah dapat menjadi solusi untuk meningkatkan sistem keamanan ruang brankas sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pembobolan. Metode verifikasi wajah menggunakan metode biometrik dengan melakukan pengukuran jarak antara fitur-fitur wajah. Data dari hasil pengukuran dari objek yang dikehendaki disimpan dan digunakan sebagai database untuk pembanding dengan data dari objek baru. Kemiripan data baru dengan database dicari dengan menggunakan metode euclidean distance. Data hasil perhitungan akan diketahui apakah wajah dikenali atau tidak. Jika wajah dikenali maka system akan memberikan perintah ke objek untuk memasukkan password yang diketahui sebelumnya. Mikrokontroler akan memproses kode password yang dimasukkan jika sesuai maka pintu akan terbuka. Dari hasil pengujian sistem verifikasi wajah dengan 2 objek sebagai database didapatkan keakuratan sistem dalam mengenali database sebesar 87% dengan kegagalan sebesar 13% dengan 15 kali capture untuk setiap objek. Sedangkan presentase keberhasilan sistem tidak mengenali objek selain yang ada dalam database sebesar 99% dan presentase kegagalan sebesar 1 %. untuk 5 objek berbeda dengan 15 kali capture untuk setiap objek.


STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH KECEPATAN ROTASI ROTOR TERHADAP PERFORMANSI ROTARY AIR PREHEATER

Author : Dewo Sakarum  , Teguh Hady Ariwibowo

Abstrak

Air Preheater (APH) merupakan komponen pendukung dalam PLTU yang berfungsi sebagai pemanasan awal (preheater) pada saat pembakaran di dalam ruang bakar. Salah satu parameter yang mempengaruhi besarnya efektivitas pada rotary air preheater adalah kecepatan rotasi rotor. Untuk mengetahui pengaruh besarnya kecepatan rotasi rotor terhadap performansi rotary air preheater digunakan metode secara eksperimen dan metode ε-NTU. Variasi dilakukan pada kecepatan rotasi 6 RPM, 9 RPM, 12 RPM, 15 RPM, 18 RPM dan pada C* 0,64 ; 0,78 ; 0,84. Dari lima variasi yang dilakukan menunjukkan bahwa secara eksperimen efektivitas tertinggi yaitu sebesar 0,8182 terjadi pada kecepatan rotasi 18 RPM, sementara saat menggunakan metode ε-NTU efektivitas tertinggi yaitu sebesar 0,4235 terjadi pada kecepatan rotasi 15 RPM. Efektifitas tertinggi ini diperoleh pada C* 0,64. Sedangkan untuk nilai rate of heat recovery didapatkan hasil bahwa secara eksperimen dan menggunakan metode ε-NTU nilai rate of heat recovery tertinggi yaitu pada 18 RPM dan C* 0,84. Dengan menggunakan metode ε-NTU rate of heat recovery tertinggi yaitu sebesar 1,433 KW sedangkan menggunakan metode eksperimen rate of heat recovery tertinggi yaitu sebesar 3,137 KW. Adanya perbedaan hasil secara eksperimen dan metode ε-NTU dikarenakan adanya kebocoran (leakage) dan penentuan nilai koefisien konveksi yang kurang sesuai.


RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI GERAKAN PRAMUKA SMK NEGERI 1 LAMONGAN

Author : Muhammad Idrus Fahmi  , Desy Intan Permatasari, Arna Fariza

Abstrak

Di zaman yang modern ini, masih banyak sekali organisasi atau kelompok yang masih menggunakan metode konveksional dalam menyimpan dan mengolah data, padahal metode tersebut sangat rentan terjadinya kerusakan data yang di akibatkan oleh alam ataupun tangan manusia. Oleh karena itu, komputerisasi merupakan salah satu cara terbaik dalam melakukan pengolahan atau penyimpanan data. Komputerisasi adalah perubahan mekanisme pengolahan data dari manual menjadi otomatis dengan menggunakan media komputer. Fungsi komputer adalah sebagai alat bantu manusia yang dapat memudahkan serta mengefektifkan setiap pekerjaan manusia.