Author : Ah. Muhshonul Ula , Endah Suryawati Ningrum, Hendik Eko HS
Abstrak
Robot stairs climber merupakan robot yang didesain agar dapat berjalan di anak tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat robot stairs climber yang dapat membawa barang tanpa terjatuh, baik saat berjalan di lintasan yang datar maupun saat berjalan di anak tangga. Pada penilitian ini robot didesain memiliki tempat untuk peletakan barang yang selanjutnya akan disebut dengan base plate. Sebagai pendeteksi kemiringan base plate, robot ini dilengkapi sensor Inertial Measurement Unit (IMU). Output dari sensor ini tidak langsung digunakan sebagai feedback karena output dari sensor ini bercampur dengan noise. Pada penelitian ini output dari sensor ini diolah terlebih dahulu menggunakan Kalman filter. Dimana dengan menggunakan metode ini, maksimal error yang terjadi pada sudut pitch adalah 0.52o. Kontroler yang digunakan untuk menjaga keseimbangan base plate adalah kontrol PID. Nilai parameter dari masing-masing kontroler adalah Kp=600, Ki=0.1 dan Kd=24. Dengan nilai tersebut didapatkan rise time sebesar 0.36 detik. Robot ini juga dilengkapi dengan sensor garis agar pada saat bekerja, robot tidak masuk ke jalur lain. Selain itu, saat menaiki tangga kecepatan motor penggerak diatur sama agar robot tidak berpindah jalur. Namun, cara ini belum optimal untuk mempertahankan posisi robot pada jalurnya.
RANCANG BANGUN TEMPAT SAMPAH CERDAS BERBASIS IOT
Author : Muhammad Fikri Annazili , Faridatun Nadziroh, Anang Budikarso
Abstrak
Perkembangan teknologi di era revolusi industri telah mendorong berbagai inovasi untuk mengotomatisasi kegiatan sehari-hari, termasuk pengelolaan dan penanganan sampah. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diakses pada 1 Februari 2023, timbulan sampah mencapai 18,3 juta ton per tahun. Permasalahan tempat sampah manual menyebabkan kurangnya kebersihan dan sampah yang berserakan akibat volume tempat sampah yang sudah penuh. Sampah kertas dan tisu menjadi jenis sampah dominan di area kampus dan perkantoran. Untuk mengatasi masalah ini, kami mengembangkan tempat sampah ruangan otomatis yang dapat memonitor kapasitas sampah menggunakan aplikasi smartphone sebagai penerapan Internet of Things (IoT). Inovasi ini akan mempermudah petugas kebersihan dalam memonitoring sampah, memudahkan pengolahan sampah, dan mengurangi pencemaran. Proyek ini menggunakan beberapa komponen, termasuk sensor proximity untuk mendeteksi sampah, sensor metal untuk mengidentifikasi jenis sampah, dan sensor DHT11 untuk mengukur kelembapan sampah. Sensor ultrasonik digunakan untuk mengukur ketinggian sampah. Mikrokontroler ESP32 mengontrol motor servo yang menggerakkan wadah pemilah, sementara LCD I2C memberikan informasi kondisi tempat sampah. ESP8266 mengirimkan data kondisi sampah ke aplikasi Telegram di smartphone, memungkinkan petugas kebersihan segera mengosongkan tempat sampah.
IMPLEMENTASI PEMROGRAMAN ASINKRON DALAM KOMPUTASI SERVERLESS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI, SKALABILITAS, DAN PERFORMA APLIKASI BERBASIS CLOUD
Author : Maulana Bintang Irfansyah , Akhmad Alimudin, Idris Winarno
Abstrak
Perkembangan aplikasi berbasis komputasi awan menuntut sistem yang mampu memberikan performa tinggi, efisiensi sumber daya, dan skalabilitas yang baik. Namun, banyak aplikasi cloud masih menggunakan pendekatan synchronous programming dan arsitektur server-based yang dapat menyebabkan waktu respons lebih lambat serta pemanfaatan sumber daya yang kurang efisien ketika menghadapi beban pengguna yang meningkat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih efisien untuk meningkatkan performa dan skalabilitas sistem. Penelitian ini mengusulkan penerapan asynchronous programming pada arsitektur serverless computing untuk meningkatkan efisiensi dan performa aplikasi berbasis komputasi awan. Sistem dikembangkan menggunakan arsitektur microservices berbasis REST API yang mengintegrasikan layanan back-end dan machine learning pada Google Cloud Platform dengan memanfaatkan layanan Google Cloud Run, Cloud SQL, dan Cloud Storage. Implementasi asynchronous programming memungkinkan pemrosesan permintaan dilakukan secara nonblocking sehingga beberapa operasi I/O dapat berjalan secara paralel. Pengujian performa dilakukan menggunakan Apache JMeter dengan skenario beban 60, 120, dan 180 pengguna serta membandingkan arsitektur server-based (Google Compute Engine) dan serverless (Google Cloud Run). Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode asynchronous mampu menurunkan latency hingga 7,9%, meningkatkan throughput hingga 11,8%, serta menghasilkan biaya operasional 12,7% lebih hemat dibandingkan metode synchronous pada arsitektur server-based. Dengan demikian, penerapan asynchronous programming pada serverless computing terbukti mampu meningkatkan efisiensi, skalabilitas, dan performa aplikasi berbasis komputasi awan.
KENDALI KURSI RODA BERBASIS FUZZY DAN NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN SINYAL OTAK DARI EEG
Author : Agus Siswoyo , Zainal Arief, Indra Adji Sulistijono
Abstrak
Penerapan fuzzy logic dan jaringan syaraf tiruan untuk kursi roda dari input sinyal otak untuk penyandang cacat fisik kaki. Kontrol kursi roda ini sebagai upaya dalam memberikan kontribusi terhadap upaya meningkatkan kualitas hidup penyandang cacat fisik. Keterbatasan penyandang cacat kaki untuk berpindah tempat, maka dibuatkanlah kursi roda dengan sensor berupa sinyal otak. Kursi roda ini diharapkan dapat membantu bagi penderita cacat dan para lansia untuk beraktifitas sehari-hari. Untuk mengatur kecepatan kursi roda digunakan 2 output dari sensor berupa sinyal Attention dan sinyal Meditation. Kedua sinyal ini kemudian diolah menggunakan metode fuzzy untuk mengatur kecepatan motor dc berupa kecepatan rendah, sedang, tinggi. Kemudian ANN mampu mengembangkan pemetaan yang baik antara input dan target, target dari metode ANN yaitu mengatur arah dari kursi roda belok kiri, belok kanan, dan lurus. ANN dikembangkan terdiri dari 3 lapisan: lapisan masukan, lapisan tersembunyi, dan lapisan keluaran (6-2-1). Output dari sensor Neurosky Mindset ini ada 6 sinyal yaitu: sinyal data Alpha1, sinyal Alpha 2, sinyal Raw, sinyal Total time, sinyal Attention dan sinyal Meditation. Salah satu masalah utama yang mempengaruhi keberhasilan, masalah pelatihan jaringan saraf yang benar. Mikrokontroler dipilih untuk menerapkan algoritma program pembelajaran ini karena merupakan papan sumber tunggal yang populer, ekonomis dan efisien. Hasil ujicoba ANN untuk mengontrol arah kursi roda oleh pemakai dengan sinyal otak adalah 66,6%. Dan untuk mengatur kecepatan kursi roda menggunakan metode fuzzy logic mendekati keberhasilan 90%.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI BUOY ACCESS POINT MESH UNTUK PENDUKUNG KOMUNIKASI PADA ROV DI PERMUKAAN AIR
Author : Buyung Jofi Wahana Ardi , Dadet Pramadihanto, Sritrusta Sukaridhoto, Rahardhita Widyatra Sudibyo
Abstrak
Perkembangan Smart Environment System untuk pemantauan keadaan lingkungan air dapat menggunakan beberapa perangkat ROV(Remotely operated underwater vehicle) yang menyelam dalam air. Untuk menunjang komunikasi antar ROV dalam mengirimkan data, maka akan dikembangkan Buoy Access Point (BAP)yang mendukung komunikasi dalam pengiriman data yang berada di atas permukaan air. Pada setiap ROV terintegrasi denganBuoy Access Point (BAP)yang digunakan untuk meneruskan data dari ROVmenuju pusat atau server. Namun kondisi di perairan dapat menjadi hambatan yang memungkinkan terputusnya koneksi antar node dari BAP sehingga menyebabkan informasi tidak dapat dikirimkan. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada proyek akhir ini dikembangkanlah jaringanWirelessMesh dengan protokol Batman-adv yang dikombinasikankan dengan Delay Tolerant Network (DTN).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Buoy Access Point dengan protokol wirelessmeshBatman-adv dapat bekerja baik denganIBR-DTN. Selain itu eksperimen menunjukkan bahwa routing dari Batman-adv dapat memilih noderouting yang lebih dekat secara otomatis.pengujian throughput yang dilakukan hasilnya nilai rata-rata pengujian di permukaan air lebih baik daripada nilai throughput yang didapatkan didarat. Throughput di permukaan air dapat mencapai 14.19Mbps sedangkan throughput yang didapat pada pengujian didarat tertinggi hanya mencapai 11,85Mbps. Dan pada pengujian peforma IBR-DTN,menunjukkan hasil dari delay time adalah peningkatan sesuai dengan peningkatan jarak antar nodebuoy access point. Sedangkan perbandingan antara DTN dan current TCPtentang Delay time, time dari DTNlebih besar. Karena pada DTNmemilikimekanisme store-and-forward. Mekanismestore-and-forward.pada DTN berguna melindungi packet loss pengiriman data, perbandingannya menunjukan peforma DTN lebih baik dibandingkan dengan current TCP karena pada current TCPsangat rentan dengan kehilangan data.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer