Author : Michael , Nur Rosyid Mubtadai, Tita Karlita
Abstrak
Plagiarisme adalah salah satu bentuk kecurangan akademis, yang sering dilakukan oleh siswa pada kelas-kelas pemrograman. Dalam sebuah kelas besar yang berisi lebih dari 20 siswa, mendeteksi plagiarisme secara manual akan sangat sulit serta memakan banyak waktu, terutama karena banyaknya modifikasi pada source code yang dilakukan untuk menutupi kecurangan tersebut. Dalam penelitian ini akan dirancang dan dikembangkan aplikasi yang diberi nama Apollo sebagai prototype dari pendeteksi plagiarisme pada source code, yang dapat dikembangkan untuk menangani bahasa pemrograman lain apabila dibutuhkan hanya dengan mengimplementasikan scanner dan parser baru untuk bahasa yang bersangkutan. Apollo bekerja dalam dua tahap: (1) parsing source code dan merubahnya menjadi token-token, lalu (2) membandingkan setiap pasangan dari token strings yang didapatkan pada tahap (1) menggunakan algoritma Running Karp-Rabin Greedy String Tiling (RKR-GST). Pengguna bisa mengakses Apollo melalui GUI yang bertugas menerima parameter input, menjalankan background process, dan menampilkan hasil deteksi. Hasil pengujian membuktikan bahwa dengan menggunakan algoritma RKR-GST bisa menghasilkan waktu deteksi yang efisien (waktu deteksi kurang dari 10 detik untuk deteksi lebih dari 400 source code dengan panjang rata-rata 70 baris), selain itu juga diketahui bahwa pemilihan sensitivitas deteksi akan sangat mempengaruhi hasil deteksi plagiarisme yang dilakukan (nilai sensitivitas deteksi disarankan sebesar 75 token, tergantung dengan panjang source code yang dideteksi maka nilai sensitivitas bisa ditambah atau dikurangi).
IDENTIFIKASI GANGGUAN DEGRADATION FAULT PADA PHOTOVOLTAIC ARRAY BERBASIS ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
Author : Mutiara Nadhifah Salsabila , Suhariningsih, Epyk Sunarno
Abstrak
PLTS sudah memasuki dunia sejak Abad ke - 18. Hal tersebut berpotensi menimbulkan sebuah gangguan pada PV terutama pada fisik PV. Pada setiap instalasi PV, terdapat gangguan yang sering terjadi, salah satunya degradation fault. Degradation fault merupakan jenis gangguan pada PV berupa perubahan fisik pada permukaan PV. Degradatin fault dibagi menjadi 3 jenis, yaitu delamination, discoloration, dan crack in layer. Untuk proyek akhir ini menggunakan modul dengan kondisi discoloration dan crack in layer. Discoloration merupakan perubahan warna pada lapisan ethylene vinyl Acetate (EVA) dari yang berwarna putih menjadi berwarna kuning hingga coklat. Peristiwa degradation fault tersebut disebabkan oleh umur pemakaian dan suhu yang terlalu panas seiring pemakaian PV serta dapat menyebabkan penurunan arus yang sangat drastis. Hal tersebut tidak baik jika terus dibiarkan pada PV. Crack in layer merupakan retaknya permukaan PV karena benda berat. Hal tersebut diabaikan sebagai kerusakan karena retaknya di PV yang dipakai belum mencapai 60% untuk dapat memengaruhi efisiensi PV. Maka dari itu, proyek akhir ini akan memberikan solusi. Sistem ini merupakan sistem sekali uji, dimana hanya bisa mengidentifikasi gangguan degradation fault pada saat ingin mengidentifikasi saja. Sistem ini mempunyai 4 PV 100 WP yang dirangkai 2x2 secara seri – paralel dan akan mengidentifikasi gangguan degradation fault pada setiap string PV menggunakan parameter arus short circuit (Isc) dan penurunan Isc menggunakan rumus Module Degradation Factor (MDF). Dari ANN yang telah diterapkan terbukti dapat mengidentifikasi degradation pada PV array secara efektif dan dapat membedakan kondisi ideal dan degradation fault
STUDI NUMERIK PENGARUH SUDUT DIVERGEN TERHADAP PERFORMA MICROBUBBLE GENERATOR TIPE VENTURI
Author : Muhammad Aghist Fitrony , Teguh Hady Ariwibowo, Arrad Ghani Safitra, Agus Indra Gunawan
Abstrak
Seiring dengan meningkatnya permintaan air besih diakibatkan oleh perubahan iklim, industrialisasi serta meningkatnya jumlah penduduk, telah mendorong pengembangan teknologi baru, termasuk microbubble generator. Salah satu jenis generator tersebut adalah tipe venturi yang ekonomis serta efisien dalam membersihkan air. Performa microbubble generator bergantung pada parameter geometri generator itu sendiri yang berpengaruh pada gaya-gaya yang bekerja pada pemecahan gelembung. Beberapa gaya dominan yang mempengaruhi deformasi gelembung adalah gaya tegangan geser dan pressure gradient force. Studi ini menggunakan simulasi CFD tiga dimensi untuk memperkirakan lokasi yang paling menguntungkan untuk pemecahan gelembung pada venturi persegi panjang dengan tiga sudut divergen yang berbeda. Geometri yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan referensi dengan tiga variasi sudut divergen (7.5, 15, 30). Karena fraksi volumetrik gelembung yang kecil, investigasi numerik dilakukan dalam bentuk aliran satu fase dan beberapa gelembung yang terletak di bagian diverging. Didapatkan hasil bahwa gaya yang paling tinggi terletak pada ditengah venturi, namun gelembung yang melalui centerline tidak melaui recirculation flow. Recirculation flow memainkan peran yang signifikan untuk bubble breakup. Oleh karena itu, lokasi terbaik untuk pemecahan gelembung adalah pada bagian dinding diverging section. Karena gelembung mengalir di wilayah resirkulasi serta memiliki gradien tekanan yang besar.
SISTEM BUKA TUTUP GORDEN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR DAN APLIKASI PLATFORM ANDROID PADA SMARTPHONE
Author : Arif Nur Rochmah , Bambang Sumantri, Mohd. Syafrudin, Eru Puspita
Abstrak
Seiring dengan perkembangan zaman, banyak inovasi-inovasi baru yang dapat membantu pekerjaan manusia menjadi efektif dan efisien salah satunya yaitu teknologi yang ada di rumah. Membuka dan menutup gorden merupakan hal yang penting dilakukan untuk membuat kondisi rumah menjadi nyaman dan aman, namun hal ini sering dilupakan dan bahkan tidak bisa dilakukan ketika seseorang sedang tidak berada di rumah. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sebuah alat inovasi yang dapat membuka dan menutup gorden secara otomatis dan bisa dikendalikan pada tempat yang berbeda. Alat ini dibuat dengan menggunakan Mikro WIFI Wemos D1 mini selain karena bisa digunakan untuk keperluan IoT, Wemos D1 mini juga sudah dilengkapi dengan GPIO (General Purpose Input/Output) layaknya sebuah mikrokontroler. Menggunakan Motor DC dengan driver motor L298 yang akan berputar dengan input yang berasal dari sensor LDR, sensor PIR dan Aplikasi Android. Hasil pengujian menunjukkan hasil bahwa motor dapat bekerja sesuai dengan treshold nilai ADC LDR yang sudah ditentukan yaitu 800 dan 1000 serta bekerja sesuai input yang diberikan PIR pada waktu yang telah ditentukan. Mekanik bisa berjalan dengan delay yang sangat kecil ketika dikendalikan secara manual melalui Android. Keberhasilan pengujian sistem secara keseluruhan sebesar 99% dikarenakan masih terdapat delay ketika suatu wemos menerima perintah dari wemos lainnya.
RANCANG BANGUN MESIN PRODUKSI GULA MERAH BERBASIS MIKROKONTROLER
Author : Erica Rianindi Yulfanti , Dedid Cahya Happyanto, Ardik Wijayanto
Abstrak
Pada umumnya produk pertanian mempunyai sifat yang tidak tahan lama sehingga untuk menambah nilai dari produk pertanian tersebut memerlukan adanya proses pengolahan. Salah satu industri yang mengolah bahan baku pertanian yaitu industri gula merah. Pembuatan gula merah umumnya masih dilakukan secara manual pada industri kecil atau rumah tangga dengan peralatan sederhana. Dalam proses pemasakan dan pengadukan gula merah dibutuhkan kecepatan pengadukan yang stabil. Proses pengadukan dilakukan ketika proses pemasakan berlangsung dan setelah proses pemasakan. Kecepatan pengadukan yang tidak stabil dapat menyebabkan karamelisasi berlebihan dan warna gula yang terlalu pekat. Pada Proyek Akhir ini penulis mengajukan sebuah alat yang mampu mengontrol kecepatan pengadukan dengan pewaktuan untuk memperoleh kekentalan yang sesuai. Sistem kerja alat ini adalah ketika nira dimasukkan ke dalam panci kemudian memilih menu antara menu custom dengan menu pilih produk. Pada menu custom, memasukkan nilai setpoint kecepatan dan pewaktuan dimana mikrokontroler Arduino Mega 2560 akan bekerja untuk memproses nilai setpoint yang telah dimasukkan sebelumnya untuk dibandingkan dengan pembacaan oleh sensor rotary encoder. Ketika cairan gula merah mulai mengental maka kecepatan pengadukan menjadi tidak stabil sehingga untuk menstabilkan kecepatan tersebut maka pada sistem Proyek Akhir ini menggunakan kontrol PID. Sistem bekerja sesuai pewaktuan yang dimasukkan. Untuk menu pilih produk terdapat tiga pilihan yaitu produk gula dengan tekstur kental, lembek dan padat. Berdasarkan hasil pengujian seluruh sistem, prosentase eror dari sensor termokopel tidak melebihi 1.45 persen, sedangkan prosentase eror dari sensor rotary encoder tidak melebihi 1.57 persen. Untuk pengujian secara keseluruhan berjalan sesuai dengan inisialisasi program yang sudah diatur. Respon terbaik kontrol PID diperoleh dengan Kp bernilai 19.9, Ki bernilai 15 dan Kd bernilai 0.1. Produk gula yang dihasilkan dipengaruhi oleh waktu, temperatur, kecepatan dan kualitas nira.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer