Author : M Rizqi Hasan Al Banna , Dadet Pramadihanto
Abstrak
Saat ini,teknologi robot sangat luas dan ada beberapa model robot. Salah satunya adalah robot humanoid. Robot humanoid adalah robot yang memiliki bentuk seperti manusia. Tujuan dari penelitin robot manusia untuk membuat robot yang dapat dioperasikan dilingkungan yang berbeda-beda, seperti rumah, pabrik, kantor, dan lain-lain. Diantara berbagai jenis penggerak robot humanoid, penggerak dua kaki adalah hal yang paling menarik untuk dikaji dan penggerak ini sangat akan membuat robot humanoid makin mirip dengan manusia. penulis akan menggunakan metode time sampling yang didapatkan dari data cara berjalan manusia[7]. Data tersebut nantinya akan menjadi patokan untuk membuat gerakan berjalan robot selayaknya manusia. Kemudian menganalisa pemodelan mekanik menggunakan forward kinematic dengan menggunakan transformasi matrix 3D basic. Tujuan dari model forward kinematic adalah untuk merubah data input berupa sudut menjadi posisi kartesian. Lalu dilakukan analisa pergerakan titik Center of Mass dan Zero Moment Point robot selama berjalan. Analisa pergerakan titik Center of Mass dan Zero Moment Point terhadap area support polygon bertujuan untuk mengetahui apakah robot ketika berjalan jatuh atau tidak. Pada hasil percobaan ke-3 robot secara visual telah sesuai dengan gerakan berjalan paper[7]. Hasil analisa Center of mass dan Zero Moment Point terhadap area support polygon menghasilkan bahwa ketika berjalan robot tidak mengalami jatuh atau titik Center of Mass dan Zero Moment Point berada didalam area support polygon.
PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI MOBILE AD-HOC NETWORK MENGGUNAKAN WI-FI
Author : Qonitah Dzakiyyah , Aries Pratiarso, Hendy Briantoro
Abstrak
Internet menjadi kebutuhan yang sangat penting seiring berkembangnya teknologi di masa sekarang. Berbagai macam kemudahan dan kemurahan yang ditawarkan menjadikan manusia banyak menggantungkan komunikasi melalui jaringan internet. Tidak hanya berkirim pesan dan telepon yang dapat dilakukan melalui internet, saling bertukar pesan (chatting) yang mudah dan cepat pun dapat dilakukan. Jaringan internet bisa didapatkan ketika jaringan dari layanan operator tersedia atau apabila tidak terjangkau layanan operator tetapi tersambung ke access point terdekat. Namun apabila tidak ada keduanya baik layanan operator maupun access point ketika terjadi bencana alam atau pada daerah kondisi darurat maka akan kesulitan untuk melakukan komunikasi seperti chatting. Hal ini yang menjadi landasan penulis untuk memberikan solusi guna memecahkan permasalahan yang ada dengan membuat jaringan Mobile Ad-Hoc Network (MANET) dan aplikasi Android untuk chatting menggunakan jaringan Wi-Fi. Raspberry Pi diatur sebagai server dengan memancarkan sinyal Wi-Fi, sehingga perangkat-perangkat yang terhubung pada jaringan Wi-Fi Raspberry Pi tersebut dapat melakukan chatting. Hasil dari penelitian ini yaitu pada kondisi N-LOS dengan salah satu client bersifat mobile, jarak maksimal client dapat melakukan chatting yaitu sejauh 76 meter dan kondisi N-LOS dengan semua client bersifat mobile, jarak maksimal client dapat melakukan chatting yaitu ketika client 1 berjarak sejauh 74 meter dari server dan client 2 berjarak 72 meter dari server. Kondisi lingkungan yang berupa gedung bertingkat dan pohon-pohon yang rindang berpengaruh pada konektifitas sinyal Wi-Fi sehingga menyebabkan sinyal lemah bahkan sampai tidak terdeteksi.
PEMBUATAN VIDEO EXPLAINER UNTUK MENGEDUKASI PENANGANAN OBESITAS
Author : Zakiyyatul Miskiyyah , Widi Sarinastiti, Sritrusta Sukaridhoto
Abstrak
Seiring dengan berkembangnya zaman, terjadi pula perubahan gaya hidup pada masyarakat, terutama di ibu kota. Masyarakat ibu kota memiliki kebiasaan baru yaitu lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji karena kemudahan dalam mendapatkannya, dan berkurangnya pergerakan aktifitas fisik . Jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus, maka seseorang dapat mengalami obesitas yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya seperti stroke, diabetes, jantung coroner, hipertensi bahkan kematian. Meski begitu, kesadaran masyarakat terhadap obesitas juga masih terbilang kurang, hal ini terlihati dari tingkat obesitas di Indonesia yang masih terus meningkat dari 10,5% di tahun 2007 hingga 21,8% di tahun 2018. Guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penanganan obesitas, maka perlu adanya penyebaran informasi mengenai obesitas dalam bentuk video explainer yang berisi penjelasan mengenai obesitas dan juga penanganannya dengan tampilan yang menarik. Melalui video explainer mengenai obesitas ini, dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai obesitas sebanyak 42,25. Tingkat kepuasan responden terhadap video explainer sebagai media edukasi mengenai penanganan obesitas sebesar 97,94% sehingga besar harapan penulis jika video explainer ini dapat menjadi salah satu bentuk tambahan informasi mengenai obesitas.
SISTEM INFORMASI EMPOWERING ACADEMIC STRESS COMMUNICATION
Author : Tiara Putri Ramadhani , Dian Septiani Santoso, Hero Yudo Martono
Abstrak
Kesehatan mental mahasiswa sangat penting untuk keberhasilan studi. Layanan konseling di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berupaya mengatasi stres, kecemasan, dan depresi mahasiswa, namun masih terkendala proses administrasi manual. Penelitian ini merancang sistem informasi layanan konseling berbasis web untuk mengotomatisasi pendaftaran, pemantauan status layanan privat, manajemen jadwal, notifikasi real-time, rekam medis elektronik, serta pelaporan analitik. Sistem dikembangkan menggunakan metode waterfall, mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi. Hasilnya, sistem informasi ini mampu menangani seluruh proses administrasi layanan bimbingan konseling dan berhasil memperoleh hasil valid pada semua kasus uji menggunakan black box testing. Pengujian pengalaman pengguna menunjukkan skor rata-rata 4,30 untuk kemudahan navigasi, 3,90 untuk kejelasan informasi, dan 3,88 untuk kecepatan akses. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan konseling di PENS serta memberikan dukungan psikologis yang lebih baik bagi mahasiswa.
SISTEM PENDETEKSI KANDUNGAN KARBON MONOKSIDA MENGGUNAKAN SENSOR MQ-7 PADA UDARA MENGGUNAKAN MODUL LORA
Author : Pinesti Hanggar Candikia , Tri Budi Santoso, Ahmad Zainudin
Abstrak
Kualitas udara menjadi perhatian penting bagi setiap orang. Apalagi dilingkungan perkotaan yang padat penduduk. Pada udara terdapat beberapa parameter yang terkandung pada udara,khusunya Karbon Monoksida (CO). Karbon monoksida (CO) lebih mudah terikat oleh sel darah merah. Hal ini menyebabkan sel darah merah dapat teracuni oleh kandungan CO dalam darah. Kondisi ini mendorong penulis untuk membuat sebuah sistem pendeteksi kandungan karbon monoksida yang memanfaatkan teknologi wireless berbasis Raspberry pi. Sistem ini memanfaatkan teknologi Lora sebagai pentransmisi data jarak jauh. Sensor MQ-7 adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi kandungan Karbon Monoksida (CO) pada udara yang dihubungkan dengan modul Raspberry Pi dan Lora. Lora Transmitter akan mengirimkan data dengan selang waktu 3 detik . Data yang dihasilkan dari pengambilan data sensor kemudian ditangkap oleh Lora Receiver yang kemudian data tersebut mengalami pemisahan simbol dan data hasil pengukuran. Di buku ini data akan dipisahkan berdasarkan 2 kategori,yaitu apabila CO < 50 (ppm) dan apabila CO > 50 (ppm). Apabila hasil pengukuran menunjukkan CO < 50 (ppm),maka secara otomatis sistem akan memberi notifikasi “udara bersihâ€. Apabila hasil pengukuran menunjukkan CO > 50 (ppm),maka sistem akan memberi peringatan berupa tulisan “Udara kotor,mengandung banyak COâ€. Hasil dari parsing data dan hasil notifikasi tersebut akan disimpan sementara pada database MySQL. Kemudian,data tersebut akan ditampilkan di website sederhana yang telah dibuat oleh penulis. Hasil dari projek akhir ini supaya menjadi reminder bagi masyarakat sekitar terkait kesehatan tubuh dan supaya lebih menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer