Author : Ahmad Nurkholis Majid , Moch.Machmud Rifadil, Lucky Pradigta Setiya Raharja
Abstrak
PT. PLN Persero merupakan perusahaan penyedia utama kelistirkan di Indonesia yang dituntut untuk memberikan kualitas energi listrik yang baik serta pelayanan yang prima kepada pelanggannya. Adanya keluhan dari pelanggan PLN khususnya pada pelanggan 3 fasa yang mendapatkan kualitas tegangan rendah disalah satu fasa atau tegangan tak seimbang diujung Jaringan Tegangan Rendah yang tidak sesuai dengan nilai standar toleransi yang diperbolehkan. Salah satu faktor penyebab dari permasalahan tersebut adalah faktor panjangnya jaringan dari sumber ke pelanggan disisi sekunder trafo distribusi. Namun faktor utama yang dapat menyebabkan Drop tegangan pada proyek akhir ini yaitu beban pada ujung jaringan yang bersifat induktif seperti motor listrik. Hal juga turut mengakibatkan adanya drop tegangan pada sisi ujung jaringan. Drop tegangan merupakan selisih tegangan antara sisi kirim dan sisi penerima. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dirancang alat penanganan ganguan tegangan untuk mengatasi Drop tegangan saluran. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memasang dua buah sensor tegangan yang dilengkapi mikrokontroller pada saluran jaringan teganan rendah. Mikrokontroller tersebut tepatnya dipasang pada sisi awal atau sisi kirim saluran JTR dengan sisi akhir atau ujung jaringan tegangan rendah. Kemudian hasil dari pembacaan dari kedua sensor tersebut datanya akan diolah pada mikrokontroller yang kemudian data tersebut akan tersimpan dalam Web berbasis IoT atau server PLN. Permasalahan tersebut juga dapat diperbaiki dengan cara memasang AVR Automatic Voltage Regulator. Sehingga apabila terdapat salah satu fasa mengalami drop tegangan atau terjadi tegangan tidak seimbang, maka AVR akan diaktifkan yang dapat menambah nilai tegangan tersebut. Dari parameter data data tersebut alat ini kemudian akan mengirimkan notifikasi dari hasil pengukuran alat ini. Sehingga dengan adaya alat ini diharapkan dapat mengukur drop tegangan pada jaringan teganan rendah dari suatu wilayah, yang selanjuntnya dapat menjadi salah satu aspek kelayakan tegangan pada wilayah tersebut. Penggunaan ESP8266 sebagai media komunikasi Mikrokontroller dengan telegram dan data tersebut . Sehingga fitur ini dapat memudahkan operator untuk memonitor tegangan agar selalu terjaga konstan sesuai dengan nilai nilai standar PLN terutama nilai tegangan yang terjadi diujung saluran.
RANCANG BANGUN ALAT PENGGULUNG LILITAN TRANSFORMATOR
Author : Taufiqurrahman , Gigih Prabowo, Muhammad Rizani Rusli
Abstrak
Industri pembuatan transformator terus berkembang di Indonesia. Meskipun mesin lilitan transformator otomatis dari luar negeri telah tersedia, namun harganya yang tinggi masih menjadi kendala. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah mesin lilitan transformator berbasis mikrokontroler yang murah namun efisien, khususnya untuk trafo jenis ferit tipe ETD42 dengan diameter kawat maksimal 1mm. Cara kerja alat ini adalah dengan memasukkan jumlah lilitan yang diinginkan melalui keypad, kemudian motor DC akan secara otomatis memutar bobbin transformator sesuai dengan jumlah lilitan yang dimasukkan. Dengan dilengkapi sistem elektronik, mesin ini memungkinkan pengaturan nilai belitan primer dan sekunder dengan mudah, serta dilengkapi dengan tampilan elektronik dan pengereman otomatis. Hasil yang dihasilkan dari pembuatan alat ini cukup baik, dengan tingkat error rata-rata sebesar 0,5%, menunjukkan kinerja yang dapat diandalkan. Diharapkan alat ini dapat membantu proses penggulungan belitan transformator secara otomatis dan menjadi alternatif yang terjangkau untuk industri transformator di Indonesia.
MESSAGE PASSING SUPPORT UNTUK MIKROKERNEL FLoW
Author : Ivan Pandu Setiawan , Dadet Pramadihanto, Sritrusta Sukaridhoto
Abstrak
Penggunaan komputer untuk menyelesaikan permasalahan sudah semakin berkembang. Seiring dengan hal tersebut, kebutuhan akan kecepatan proses komputasi dalam pemrosesan sinyal digital cukup besar dan membutuhkan daya komputasi yang lebih banyak daripada yang bisa disediakan oleh single processor. Untuk menjawab kebutuhan ini sistem terdistribusi dan pemrosesan paralel dalam sistem embedded dapat menjadi solusi. Penelitian tentang algoritma dan penerapan konsep pemrosesan paralel pada embedded system menjadi penting untuk dilakukan. Porting standard MPI ke embedded system akan meningkatkan portabilitas aplikasi dan membuat implementasi pemrograman paralel menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Dari permasalahan tersebut, melalui penelitian tugas akhir ini dibangun suatu desain dan implementasi dari MPI yang dapat berjalan diatas lingkungan FLoW mikrokernel. Sebuah layer komunikasi didedikasikan untuk menagani mekanisme komunikasi dan menangani operasi kolektif saat komunikasi berlangsung. Pada lapisan ini juga dibuat sebuah process manager untuk mengatur mekanisme multi-process dan routing services, selain itu sistem mailbox juga diciptakan guna menampung sementara message yang akan dikirimkan pada saat operasi collective. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses transimisi data berkisar dari 400 hingga 500 microsecond untuk tiap prosesnya dan pada pengujian parallel task dengan menggunakan MPI speedup waktu komputasi mencapai 40-50%.
DETEKSI PENYAKIT KANDUNGAN DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS MOBILE
Author : Fatema , Entin Martiana Kusumaningtyas, Arna Fariza
Abstrak
Di Indonesia, angka kematian ibu hamil masih sangat tinggi. Menurut World Healt Organization (2015), Indonesia menduduki peringkat pertama dengan Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi dari 181 negara. Perdarahan menempati prosentase tertinggi penyebab kematian ibu (28%), anemia dan kurang energi kronik pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor utama kematian pada ibu hamil . Penyebab secara langsung tingginya AKI adalah perdarahan post partum, infeksi, dan pre-eklamsi atau eklamsi. Dari 5.600.000 wanita hamil di indonesia, sejumlah 27% akan mengalami komplikasi atau masalah yang bisa berakibat fatal (Survey Demografi dan kesehatan).Kurangnya pengetahuan mengenai gejala yang dirasakan saat masa kehamilan membuat ibu hamil tidak menghiraukan gejala-gejala tertentu yang dapat mengindikasi penyakit berbahaya dan menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu hamil. Selain itu, resiko kematian ibu juga semakin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan mengambil keputusan untuk dirujuk. Berdasarkan hal tersebut, diusulkan solusi berupa sistem pakar diagnosa penyakit ibu hamil menggunakan metode Certanty Factor (CF) yang dapat membantu mengenali penyakit selama kehamilan berlangsung berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan ibu hamil serta solusi untuk pasien. Metode CF memiliki kinerja sistem yang mampu berjalan sesuai kebutuhan fungsional dan hasil presentase akurasi tinggi. Selain itu metode CF dapat mengambarkan tingkat keyakinan seorang pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi.
MEKANISME KERJA RUDDER CONTROL SYSTEM MENGGUNAKAN FLY – BY - WIRE PADA BOEING 777 - 300ER
Author : Galang Tri Hantoro , Ali Husein Alasiry
Abstrak
Pesawat merupakan alat transportasi yang memiliki banyak control system. Flight control mengubah aliran dan distribusi tekanan udara di sekeliling airfoil. Perubahan ini mempengaruhi gaya angkat (lift) dan gaya hambat (drag) yang dihasilkan oleh airfoil / kombinasi dengan control surface. Flight control system pada pesawat digunakan untuk melakukan kendali pada ketiga sumbu pesawat yaitu longitudinal (roll movement), lateral (pitch movement) dan vertikal (yaw movement). Flight control system pada pesawat terdiri dari sistem primer (primary flight control) dan sekunder (secondary flight control) yang berfungsi untuk melakukan kendali pada pesawat selama penerbangan.Primary control surface yang harus ada pada setiap pesawat terdiri dari Aileron, Elevator dan Rudder. Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya potensi efisiensi biaya yang terus meningkat, pesawat baru diharapkan memiliki performa terbaik dengan biaya perawatan pesawat secara keseluruhan lebih murah di banding model – model pesawat yang sudah ada saat ini. Desain – desain aerodinamik yang lebih efisien merupakan faktor utama dalam mendapatkan peningkatan performa. Namun hal ini sekaligus menambah kerumitan pada sistem pesawat. Akan terasa sulit bagi seorang pilot untuk secara langsung mengendalikan (control) pesawat dengan tipe seperti ini, dengan begitu kendali (control) komputer menjadi suatu keharusan. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, para perancang menggabungkan teknologi pesawat dan komputer. Control cable yang berat digantikan dengan kabel data yang lebih ringan. Dengan cara ini pilot tidak menggerakkan flight control surface secara langsung, melaikan memberi sinyal ke komputer, komputer akan mengolahnya dan memberikan sinyal ke actuator untuk menggerakkan flight control surface. Penggunaan fiber optic (ARINC) mampu mengurangi kerumitan rangkaian kabel. Sehingga pesawat – pesawat baru saat ini menggunakan fly-by-wire system dengan tujuan mendapatkan desain yang lebih efisien dan mereduksi berat pesawat. Salah satu tipe pesawat yang sudah menggunakan fly-by-wire system adalah Boeing 777-300ER.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer