PENGUKURAN KUALITAS SINYAL DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE (QoS) DAN QUALITY OF EXPERIENCE (QoE) DALAM TV DIGITAL TERRESTRIAL (DVB-T2) MODE PENERIMAAN FIXED
Author : Lila Julianawati  , Rosiyah Faradisa, Martianda Erste Anggraeni

Abstrak

Televisi merupakan salah satu media massa yang sangat efektif dan dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat. Dengan beralihnya sistem TV analog ke sistem TV digital, TV digital memiliki keunggulan dibandingkan dengan TV analog. Di negara Indonesia, standar penyiaran digital yang diterapkan menggunakan standar penyiaran digital terrestrial DVB-T2. Sistem DVB T2 menyiarkan penerimaan tetap (fixed) menggunakan antena atap yang didefinisikan sebagai penerimaan antena yang dipasang beberapa meter diatas permukaan tanah. Daerah-daerah dengan karakteristik khusus seperti urban, suburban, dan rural berkemungkinan terjadinya losses disekitar cakupan area yang disebabkan oleh jauhnya jarak yang dapat diterima oleh antena penerima dan letak geografis. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan suatu pengukuran kualitas sinyal berdasarkan parameter Quality of service (QoS) yaitu meliputi kuat sinyal penerimaan, kuat medan, path loss, Carrier to Noise Ratio (C/N), Signal to Noise Ratio (SNR), dan Bit Error Rate (BER). Hasil pengukuran terdapat beberapa daerah yang masih dibawah standar minimum. Sehingga diberikan rekomendasi penambahan daya pancar dan tinggi antena pemancar. Evaluasi mengenai TV digital juga di jaring dari sudut pandang konsumen (QoE). Masyarakat tidak memiliki alasan yang khusus untuk beralih ke TV digital dikarenakan kualitas siaran pada TV analog masih bagus. Siaran analog juga masih berjalan hingga saat ini sehingga masyarakat masih banyak yang belum mengetahui tentang adanya TV digital.


RANCANGAN SISTEM INVENTARIS SPARE PART DAN IDENTIFIKASI PERALATAN BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN QRCODE DI AIRNAV INDONESIA CABANG PALANGKA RAYA

Author : DANAR BAGUS MAHARDIKA  , Haryadi Amran Darwito, Akuwan Saleh

Abstrak

Dalam proses perbaikan maupun pemeliharaan peralatan navigasi udara terdapat berbagai macam tools, suku cadang, modul dan alat penunjang untuk mempertahankan kinerja peralatan navigasi maupun listrik tetap dalam kondisi yang baik. Namun biasanya penataan dan penempatan alat-alat tersebut masih sering dijumpai berantakan dan tidak tertata dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan sistem yang bisa mengelola peralatan tersebut dengan baik dan teratur. Sistem informasi Pendataan Inventaris adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi serta memudahkan dalam proses pengelolaan dan pendataan inventaris dengan terkomputerisasi dan dalam penyampaian yang ada serta dalam proses pembuatan laporan inventaris baik tetap, barang pakai habis, dan mutasi barang selama satu tahun. Hal ini dibutuhkan sebagai pertanggung jawaban terhadap pembelian ataupun pemakaian peralatan untuk menunjang audit aset dan inverntaris peralatan di Airnav Indonesia Cabang Palangka Raya. Oleh karena itu Penulis akan membuat Sistem Informasi Pendataan Inventaris yang berbasis web menggunakan bahasa pemrograman Node JS sebagai software pengolah datanya. Sistem Informasi Pendataan Inventaris ini menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh pengguna, meliputi : input data, penelusuran, pemutasian dan laporan inventaris barang yang mengunakan sistem QrCode untuk lebih memudahkan input dan output datanya. Hasil akhir dari aplikasi ini diharapkan dapat membantu teknisi dalam pendataan, pencarian, penginputan maupun pembuatan laporan sparepart yang digunakan.


RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI DINI KEBAKARAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN PLATFORM OPEN SOURCE IOT CLOUD

Author : Ignesya Bellatrix  , Haryadi Amran Darwito, Rahardhita Widyatra Sudibyo

Abstrak

Peristiwa kebakaran pada bangunan merupakan situasi yang tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sewaktu waktu. Dampak dari peristiwa kebakaran bangunan dapat menyebabkan banyak kerugian. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ternjadinya kebakaran diantaranya kelalaian manusia (human error). Penanggulangan peristiwa kebakaran menjadi salah satu tindakan yang penting dan sangat bergantung pada kecepatan waktu, semakin dini diketahui maka dampak kerugian dapat diminimalisir. Dengan memanfaatkan konsep IoT pada alat maka akan lebih mudah untuk dilakukan monitoring dimanapun dan kapanpun. Internet of Things (IoT) adalah konsep komputasi tentang objek sehari-hari yang terhubung ke internet. Pada proyek akhir ini memanfaatkan platform IoT cloud Thinger.io yang dapat mempermudah pengerjaan IoT dan pembuatan proyek IoT serta dapat memvisualisasikan hasil pembacaan sensor pada dashboard Thinger.io. Pada alat ini digunakan NodeMCU8266 dan beberapa sensor untuk mendeteksi indikasi kebakaran diantaranya yaitu sensor api (Infrared flame sensor) dengan jarak deteksi maksimal 100 cm, sensor suhu (DHT11) dengan rata rata error sebesar 0,3% dibandingkan dengan thermometer ruangan digital, serta sensor asap (MQ2) dengan sensitivitas pembacaan sensor sebesar 500 ppm berdasarkan pengamatan visual saat asap mulai tebal. Ketika sensor mendeteksi indikasi bahaya kebakaran maka otomatis buzzer berbunyi. Informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut diproses pada NodeMCU8266 yang menghubungkan antara hardware dengan platform IoT cloud yang digunakan. Dalam hal ini NodeMCU8266 menampung serta mengirim informasi pada Thinger.io sehingga pada halaman dashboard Thinger.io tercatat kondisi “Aman” dan “Bahaya Kebakaran” yang sesuai dengan logika pengkondisian menggunakan ambang batas yang digunakan, apabila kondisi tersebut merupakan kondisi “Bahaya Kebakaran” maka sistem mengirimkan notifikasi ke alamat E-mail pemilik bangunan dengan rata – rata waktu pengiriman yaitu 5,3 detik.


RANCANG BANGUN PROTOTIPE IDENTIFIKASI GANGGUAN DAN OPERASI PEMUTUS BALIK OTOMATIS PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH BERBASIS TELEGRAM

Author : Akbar Maulana  , Hendik Eko HS, Arman Jaya

Abstrak

Proses distribusi tenaga listrik PT. PLN adalah hal yang sangat penting dan harus diperhatikan. Terlebih lagi dalam segi keandalan serta mutu pelayanan. Namun dalam kondisi di lapangan sering terjadi hambatan dalam pelayanan yaitu terdapat gangguan yang diakibatkan banyak faktor diantaranya faktor eksternal atau faktor alam yang berupa ranting pohon maupun hewan. Gangguan pada penyulang 20 kV dapat terindikasi dari recloser atau pemutus balik otomatis. Jika terjadi gangguan maka petugas perlu datang ke pemutus balik otomatis untuk mengetahui gangguan yang terjadi. Dalam prosesnya hal tersebut cukup memakan waktu untuk mencari letak gangguan maka dibuat sebuah alat yang dapat memberikan informasi secara cepat terkait jenis gangguan dan besar arus gangguan yang terjadi pada jaringan agar cepat mendapatkan informasi serta gangguan segera ditangani. Perancangan pemutus balik otomatis untuk jaringan tegangan menengah 20V line to line sebelum terhubung ke beban ini diharapakan dapat mensimulasikan gangguan beban lebih dan hubung singkat. Cara kerja dari sistem ini adalah ketika terjadi gangguan beban lebih sehingga menyebabkan arus melebihi 10 A batas arus yang telah disetting pada mikrokontroller maka sensor arus akan mendeteksi dan mengirimkan data ke mikrokontroler. Setelah itu mikrokontroller akan memberikan perintah driver relay. Driver relay akan mengendalikan kontaktor untuk memutus jaringan. Pada saat terjadi gangguan pada sistem dapat mendekteksi gangguan tersebut terjadi gangguan sementara atau permanen, ketika terjadi gangguan sementara maka sistem akan memberikan delay 5 detik untuk mengecek gangguan dan akan close kembali namun jika terjadi gangguan permanen maka sistem akan open atau trip. Kemudian akan dikirimkan notifikasi melalui telegram. Data yang dikirimkan merupakan data arus gangguan serta fasa apa yang terkena gangguan. Diharapkan nantinya hal tersebut dapat mempermudah dan mempercepat perbaikan maupun penormalan gangguan yang terjadi pada jaringan akibat gangguan.


IMPLEMENTASI DATA ENCRYPTION DI SEKTOR AGRICULTURE DENGAN INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN AES CRYPTOSYSTEM

Author : Ryan Rama Maulana  , M. Zen Samsono Hadi, Amang Sudarsono

Abstrak

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi, banyak transfer data yang terjadi, baik itu online maupun offline. Banyak sekali masalah yang dihadapi ketika melakukan proses transfer data atau file, salah satunya adalah kebocoran data oleh pihak ketiga yang tidak berkepentingan untuk mendapatkan data tersebut. Dalam era modern ini, banyak jenis data yang tersebar di internet, salah satunya adalah data mengenai bidang Agriculture. Data Agriculture yang tersebar dan diketahui oleh pihak ketiga yang tidak berhak mendapatkan data tersebut tentunya sangat merugikan. Maka dibutuhkan sebuah keamanan data yang berguna untuk melindungi data dari pihak ketiga. Pada proyek akhir ini, dibuatlah sebuah system keamanan data berbasis Internet of Things (IoT) di bidang Agriculture yang mampu melindungi data dari serangan atau kebocoran data oleh pihak ketiga. Metode yang digunakan pada pengerjaan proyek akhir ini untuk mengamankan data adalah dengan menggunakan algoritma AES Cryptosystem. Terdapat dua tahap untuk pengamanan data menggunakan algoritma AES, yaitu dengan proses enkripsi dan proses dekripsi. Data yang diambil menggunakan sensor di proses menggunakan Fuzzy Logic untuk disederhanakan dan selanjutnya masuk kedalam tahap enkripsi. Data yang sudah diamankan kemudian disimpan dalam Database yang berguna sebagai penyimpanan dan untuk untuk sortir kemudian diunggah ke website yang sudah di lindungi dengan HTTPS. Hasil sementara dari penelitian ini berupa data sensor secara angka dan hasil penyederhanaan dari Fuzzy Logic berupa sebuah kata. Keamanan data yang digunakan dapat mencegah adanya kebocoran data yang telah didapatkan dari perangkat IoT. Data yang telah diamankan akan di proses menggunakan fuzzy logic dan ditampilkan dalam sebuah website.