Author : Prasetio Nugroho , Sritrusta Sukaridhoto
Abstrak
Di Indonesia, banyak sekali institusi pendidikan yang mengajarkan atau membuka jurusan kejuruan. Pelajar yang masuk dalam jurusan kejuruan dituntut untuk menjadi professional dibidangnya masing-masing, dimana untuk menjadi professional perlu belajar dan praktik secara langsung. Namun untuk dapat melakukan praktikum tidaklah mudah, karena terdapat banyak keterbatasan. Keterbatasan yang dihadapi antara lain: perangkat praktikum, media atau bahan habis praktikum, begitu juga materi yang akan diberikan pada praktikum. Untuk menjawab permasalah tersebut, kami mengusulkan perangkat simulasi “VR-Lab†berbasis virtual reality. Virtual Reality adalah teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan simulasi terhadap suatu objek nyata dengan menggunakan seperangkat komputer dengan kacamata virtual dan sensor tangan yang mampu membangkitkan suasana tiga dimensi (3D) sehingga membuat pemakai seolah - olah terlibat secara fisik. Virtual Reality sendiri sekarang sudah berkembang dengan dilengkapi seperangkat sensor yang menempel pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti pada bagian tangan. Sehingga memungkinkan sesorang yang melakukan simulasi dengan virtual reality tersebut juga bisa berinteraksi secara fisik dengan anggota bagian tubuh lainnya. Dengan adanya teknologi Virtual Reality ini kami mengatasi permasalahan di atas dengan menciptakan sebuah produk interaktif yang bernama VR-Lab. VR-Lab adalah sebuah perangkat simulasi laboratorium praktikum berbasis Virtual Reality. VR-Lab ini terdiri dari kacamata virtual reality 3D dan sensor gerakan tangan yang terhubung dengan PC yang didalamnya terdapat aplikasi simulasi 3D. Kacamata virtual reality 3D memberikan semua informasi dalam bentuk tiga dimensi dan sensor tangan akan menangkap semua gerakan tangan yang digunakan sebagai perangkat interaktif antara pengguna dengan sistem. Kacamata virtual reality yang kami gunakan adalah kacamata virtual Oculus Rift Development Kit 2 dengan dilengkapi sensor gerak tangan Leap Motion.
PREDIKSI KUALITAS LAYANAN TELEVISI DIGITAL TERRESTRIAL PASCA ANALOG SWITCH-OFF BERBASIS PENGUKURAN LAPANGAN
Author : Nur Haliza , Irma Wulandari, M. Agus Zainuddin
Abstrak
Televisi merupakan salah satu dari media masa yang dinilai efektif karena dapat dinikmati secara luas oleh Masyarakat di Indonesia. Dengan dilaksanakannya analog switch off yaitu beralihnya sistem TV analog menuju sistem TV digital terrestrial (DVB-T2). Industri pertelevisian Indonesia seharusnya sudah mampu memberikan kualitas siaran yang lebih baik. Layanan TV digital ini mengacu pada penyiaran televisi yang menggunakan teknologi digital dan disiarkan menggunakan antena terrestrial. Dalam penggunaannya, TV digital ini kompatibel dengan perangkat digital modern seperti set-top box. Kualitas layanan TV digital terrestrial masih perlu diteliti dan dievaluasi lebih lanjut di berbagai wilayah. Pada penelitian kali ini dilakukan pada daerah dengan karakteristik meliputi denseurban, urban, suburban dan rural di daerah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Oleh karena itu, diperlukan penelitian secara mendalam terkait kualitas siaran melalui metode QoS (Quality of Service) untuk mengetahui performa sistem komunikasi secara teknik dan untuk mendukung evaluasi performanya, serta QoE (Quality of Experience) untuk mengetahui performa sistem komunikasi dari sisi pengguna yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan bagi pemerintah dan industri pertelevisian. Hasil pengukuran dan perhitungan menggunakan parameter QoS akan diolah untuk dilakukan prediksi nilai parameter jaringan yang belum diketahui menggunakan regresi linier. Nilai prediksi yang sudah diperoleh akan dilakukan klasifikasi menggunakan Naïve Bayes untuk diketahui kualitas dalam siarannya. Hasil klasifikasi tersebut akan ditampilkan dengan grafik scatter plot sedangkan Data kuesioner akan diklasifikasikan dengan Teknik Mean Opinion Score (MOS) dan hasil pengolahan data kuesioner akan ditampilkan dalam bentuk diagram lingkaran dan diagram batang.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT PENGUSIR TIKUS PEMAKAN PADI DI LAHAN SAWAH MENGGUNAKAN STM32F103C8T6 SEBAGAI KONTROL DAN ESP32 BERBASIS IOT
Author : Kartika Aulia Puteri , Suryono, Moch.Machmud Rifadil
Abstrak
Tikus merupakan hewan pengerat yang menimbulkan kerugian baik di lingkungan rumah tangga maupun sektor pertanian, khususnya pada tanaman padi yang merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia. Serangan tikus pada lahan pertanian menyebabkan kerusakan signifikan, mulai dari fase pembibitan hingga panen, yang berdampak pada penurunan hasil panen bahkan kegagalan panen. Berbagai metode pengendalian telah digunakan, seperti racun, jebakan, dan alat elektronik, namun sebagian metode tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan, digunakan gelombang ultrasonik sebagai metode pengusiran. Tikus memiliki sensitivitas terhadap gelombang ultrasonik dengan rentang pendengaran antara 5–60 kHz, bahkan dalam kondisi tertentu hingga 100 kHz. Proyek akhir ini menggunakan sistem kontrol berbasis mikrokontroler STM32F103C8T6, dengan sensor PIR dan sensor kemiringan yaitu MPU6050 GY-521 untuk mendeteksi keberadaan serta pergerakan tikus. Penggunaan sensor PIR kurang sensitif untuk mendeteksi tikus, jarak jangkauannya kurang dari 75 cm, sedangkan sensor kemiringan sangat baik digunakan untuk mendeteksi pergerakan tikus dengan presetase 100%. Pembangkitan gelombang frekuensi suara yang dihasilkan oleh rangkaian XY LPWM yang dikirim menuju tweeter ultrasonik PCT-4000. Pada pengujiannya frekuensi 5 kHz dengan tingkat kebisingan 80 dB dapat mempengaruhi tikus, tapi tidak dapat mempengaruhi terus menerus. Sistem ini dilengkapi dengan monitoring daring yang menggunakan ESP32 melalui platform Web server Blynk untuk memantau tegangan, arus, serta aktivitas pengusiran. Pengiriman data dari ESP32 menuju web server blynk memiliki waktu rata-rata 6,5 detik pada penggunaannya.
PENGATURAN VOLUME MUSIK MENGGUNAKAN SINYAL WICARA PADA PAPAN TMS320C6713
Author : Mafatikhu Ilmi , Miftahul Huda, Rahardhita Widyatra Sudibyo
Abstrak
Proses penyiaran pada stasiun radio umumnya penyiar akan mengatur secara manual background musik yang sedang diputar ketika memberikan sebuah informasi penting kepada pendengar. Pengaturan volume musik secara manual memiliki dampak disisi pendengar dimana suara musik akan terdengar lebih dominan atau bahkan sebaliknya dibandingkan dengan suara penyiar. Pengaruh ini dapat diminimalisir dengan mengatur secara otomatis volume musik menggunakan sinyal wicara. Dalam penelitian ini digunakan TMS320C6713 DSP Starter Kit (DSK) sebagai pengolah sinyal suara. Sinyal yang masuk melalui jalur mic in akan dideteksi dengan Voice Activity Detection, porses ini bertujuan untuk mengenali karakteristik dari sinyal wicara. Setelah diketahui bahwa input sinyal merupakan sinyal wicara maka energi dari sinyal tersebut digunakan untuk mengatur gain dari sinyal musik. Volume musik akan berangsur-angsur menurun hingga pada titik minimum tertentu agar suara musik tidak benar – benar hilang, sehingga ketika sinyal musik dan sinyal wicara digabungkan sinyal musik akan terdengar layaknya background musik yang sedang diputar saat penyiar radio sedang berbicara. Data hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sistem mampu membedakan antara sinyal wicara dengan yang bukan serta mampu mengontrol secara otomatis volume musik menggunakan sinyal wicara.
RANCANG BANGUN ALAT PENYEIMBANG ARUS BEBAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH BERBASIS MIKROKONTROLLER
Author : Firman Dwijaya Amir , Yahya Chusna Arief, Dimas Okky A.
Abstrak
Salah sau gangguan pada trafo distribusi ialah beban tak seimbang yang bisa mempengaruhi lifetime trafo. Hingga sekarang, PLN belum memiliki SOP yang efektif untuk mengatasi permasalahan ini. Selama ini pengukuran nilai pembebanan dilakukan petugas PLN selama 6 bulan sekali per gardu distribusi, tentunya 6 bulan adalah periode waktu yang cukup lama. Bila trafo mengalami beban tak seimbang dalam waktu lama, bisa mengakibatkan salah satu fasa menjadi overload atau lebih dikenal dengan overblast. Dengan begitu trafo akan menjadi panas dan dapat menyebabkan kerugian bagi PLN dalam mengganti material dan konsumen terganggu akibat kontinuitas listrik terputus. Selain itu, SOP penyeimbangan beban yang dilakukan tidak efektif yaitu harus dilakukan pemadaman pada trafo distribusi dan juga harus memastikan phasa yang manakah yang akan dipindah sehiungga penyeimbang beban tidak akurat mengingaat beban berubah-ubah setiap saat. Dari permasalahan tersebut dibuatlah suatu proyek akhir, yaitu sebuah prototipe alat penyeimbang beban otomatis pada jaringan tegangan rendah berbasis mikrokontroller. Proyek akhir ini mampu memonitoring pengukuran beban secara realtime dan melakukan penyeimbangan secara otomatis apabila lebih 25% prosentase beban tak seimbangnya. Alat ini menggunakan sensor arus, lalu data dari sensor arus diolah di mikrokontroller (ARM-STM32f1) yang kemudian akan ditampilkan pada LCD, dan dikirim ke webserver menggunakan modul SIM800L. Selain itu, mikrokontroller juga akan melakukan penyeimbangan otomatis dengan mengatur relay-relay yang dilakukan 1 kali dalam 1 bulan demi meminimalisir kedip pada pelanggan. Pengambilan data hasil pengujian yaitu dengan membandingkan besar prosentase ketidaksimbangan bebam sebelum dilakukan penyeimbangan dengan setelah dilakukan penyeimbangan oleh alat ini. Besar prosentase ketidakseimbangan arus beban setelah dilakukan penyeimbangan mengalami penurunan prosentase sebesar 9% sampai dengan 60%.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer