Author : Aditya Krisnadi , Dadet Pramadihanto, R.Sanggar Dewanto
Abstrak
Perkembangan drone untuk dapat digunakan pada berbagai bidang adalah tantangan besar untuk penelitian. Salah satu tantangan tersebut ialah penerapan teknologi drone sebagai media pengiriman barang dalam bidang logistik (delivery drone). Pada sistem delivery drone, drone akan beroperasi baik secara autonomous atau remote dalam mengambil paket yang akan dikirimkan, melakukan pengisian daya ataupun saat proses pengiriman paket menuju alamat tujuan. Namun dalam proses tersebut drone membutuhkan infrastruktur yang mendukung. Sehingga pemanfaatan drone dalam bidang logistik tidak bertumpu pada drone sebagai media pengiriman saja namun juga infrastruktur pendukung dalam proses tersebut. Dalam tugas akhir ini akan dibangun sistem navigasi mobile robot yang meliputi base station, komunikasi nirkabel dan navigasi untuk mobile robot berdasarkan kebutuhan charging dan loading pada delivery drone. Sistem ini meliputi base station yang bertindak sebagai server untuk monitoring dan manajemen mobile robot. Sistem komunikasi antara mobile robot dan base sration untuk saling berkoordinasi saat menjalankan tugasnya. Selanjutnya sistem navigasi meliputi lokalisasi menggunakan modul indoor positioning system DWM1000 dan obstacle avoidance menggunakan metode potential field untuk menghindari halangan saat robot sedang menuju target yang ditentukan. Dari hasil tugas akhir ini, base station mampu melakukan monitoring mobile robot dan menghasilkan error maksimum sebesar 4 piksel saat menampilkan mobile robot pada antarmuka nya. Sistem komunikasi memiliki rata rata delay penerimaan data sekitar 0,7 millisecond dan 0.03 millisecond untuk pengiriman data. Lokalisasi menggunakan indoor positioning system mempunyai nilai error rata-rata 8,61-centimeter dan delay antar perhitungan lokalisasi sekitar 6 sampai 9 millisecond. Path planning dapat berjalan dengan baik dengan selisih antara trajectory dan path planning maksimal 22cm. Sistem obstacle avoidance mampu untuk menghindari halangan dengan selisih maksimal antara trajectory dan path planning sebesar 48 cm.
ANALISA PERHITUNGAN LINK BUDGET SISTEM KOMUNIKASI ANTAR PELABUHAN MENGGUNAKAN KANAL HF
Author : Julius Maju Bonatua Sihotang , Hani'ah Mahmudah, Ari Wijayanti
Abstrak
Pelabuhan pada umumnya merupakan prasarana transportasi yang mendukung kelancaraan sistem transportasi laut yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Dari definisi ini maka pelabuhan membutuhkan suatu sistem komunikasi agar kegiatan manusia tersebut lancar. Salah satu sistem komunikasi yang digunakan pada pelabuhan adalah sistem komunikasi HF. Pada penelitian ini digunakan dua pelabuhan besar di Indonesia sebagai modelnya yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, dimana jarak antara pelabuhan ini adalah 774,71 km. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan daya terima berdasarkan frekuensi kerja dan perangkat yang digunakan pada pelabuhan tersebut. Sedangkan untuk mengetahui karakteristik propagasinya, dilakukan perhitungan path loss pada mode propagasi yang berbeda yang mana diperoleh nilai sebesar 95,59 dB, 99,3021556 dB, 96,565142 dB, dan 102,376365 dB. Sedangkan untuk perhitungan daya terima digunakan 3 (tiga) jenis antenna pemancar dan 3 (tiga) jenis antenna penerima. Daya terima paling kecil yang didapat dari antenna HW330-3 dan WD230-1 pada siang hari adalah -42,1106 dB untuk 1 (satu) pantulan dan -45,8225 dB untuk 2 (dua) pantulan. Sedangkan pada malam hari adalah sebesar -42,0866 dB untuk 1 (satu) pantulan dan -47,8967 dB untuk 2 (dua) pantulan. Nilai tersebut juga didapat ketika menggunakan antenna HD220-2 dan 320D-1 pada siang hari dan pada malam hari sebesar -43,0866 dB untuk 1 (satu) pantulan dan -48,8967 db untuk 2 (dua) pantulan.. Sedangkan pada antenna CV430B dan 258F-1 diperoleh daya terima pada siang hari sebesar -33,1106 dB untuk 1 (satu) pantulan dan -36,8225 dB untuk 2 (dua) pantulan. Untuk malam hari sebesar -34,0866 dB untuk 1 (satu) pantulan dan -39,8967 dB untuk 2 (dua) pantulan. Dari hasil perhitungan ini dapat dikatakan bahwa sistem komunikasi dengan antenna-antenna tersebut baik digunakan karena perangkat penerima yang digunakan memiliki sensitivitas penerima sebesar 3µV atau bila dikonversi akan menjadi-97,4575749056 dBm. Sehingga didapat hasil bahwa antenna yang terbaik untuk digunakan adalah CV430B dan 258F-1, karena memiliki nilai daya terima lebih besar dari sensitivitas penerima dari perangkat penerima tersebut dan daya terima antenna sebelumnya.
DETEKSI PENYAKIT LIVER MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING SEBAGAI ALAT BANTU DIAGNOSIS
Author : Dwi Nur Agustina , Riyanto Sigit, Heny Yuniarti
Abstrak
Liver merupakan salah satu organ terpenting yang ada dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melakukan detoksifikasi racun atau bisa juga sebagai penetral racun dari segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga membuat tubuh menjadi lebih sehat. Liver dapat terserang suatu penyakit yang mampu mengganggu tugasnya. Penyakit liver biasanya dianggap sebagai silent killer (pembunuh diam-diam) dikarenakan kemungkinan tidak adanya gejala yang nampak atau terlihat. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah sulitnya untuk mengenali kemungkinan adanya gejala penyakit liver, bahkan ketika penyakit liver sudah mulai menyebar pun masih sulit untuk dideteksi. Padahal penderita penyakit liver perlu mengetahui adanya gejala penyakit liver secepat mungkin agar dapat segera melakukan pengobatan. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini melakukan sebuah penelitian yang akan dibuat sistem dengan berbasis website untuk melakukan pendeteksian kemungkinan adanya gangguan fungsi liver atau tidak. Pada penelitian ini, dalam melakukan diagnosis ada atau tidaknya gangguan yang terjadi pada liver dapat menggunakan acuan dari hasil tes fungsi hati yang dilaksanakan di suatu laboratorium. Tes fungsi hati tersebut diantaranya yaitu transaminase serum, fosfatase alkali, total bilirubin, bilirubin terkonjugasi, total protein, albumin, serta rasio albumin dan globulin. Keluaran dari sistem ini berupa pendeteksian kemungkinan adanya gangguan pada fungsi liver atau tidak dengan menggunakan metode Support Vector Machine. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa performa keakurasian dari sistem yang dibangun sebesar 85% dalam melakukan pendeteksian ada tidaknya gangguan pada fungsi liver.
SISTEM MONITORING KETINGGIAN AIR PADA SUNGAI SEBAGAI UPAYA PERINGATAN DINI BENCANA BANJIR
Author : Ahmad Jundi Ramadhan , Tri Harsono, Taufiqurrahman, Mochamad Mobed Bachtiar
Abstrak
Indonesia merupakan negara dengan curah hujan yang tinggi, dimana musim penghujan bisa terjadi selama empat bulan atau lebih dalam setahun. Kebiasaan masyarakat membuang sampah di aliran air seperti sungai, menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Dan juga datangnya banjir secara tiba-tiba menyebabkan belum adanya persiapan untuk melakukan evakuasi. Dibutuhkan sebuah sistem monitoring dan peringatan, agar menghindari korban jiwa dan meminimalisir kerugian materil yang terjadi akibat banjir. Pada proyek akhir ini, dibuat suatu sistem monitoring yang dapat mengetahui dan menghasilkan data perubahan level ketinggian permukaan air pada sungai secara real time. Alat ini menggunakan sensor ultrasonik yang digunakan untuk mengukur perubahan level ketinggian permukaan air. Dengan mengetahui perubahan level ketinggian permukaan air sungai, dapat diketahui kondisinya apakah aman, siaga, waspada, atau bahaya. Monitoring dapat dilakukan dengan jarak jauh dengan menggunakan jaringan internet dengan memanfaatkan teknologi Internet Of Things(IoT). Perangkat ini memliki client dan server yang masing-masing akan terhubung dengan jaringan internet. Dalam proses pengiriman data antara client dan server menggunakan MQTT(Message Queuing Telemetry Teleport). Kemudian data pada server akan disimpan pada cloud storage dan diolah dengan menggunakan fuzzy logic untuk memberikan notifikasi level siaga bahaya banjir. Bentuk notifikasi pada user akan dikirimkan pada aplikasi telegram. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan penggunaan tiga sensor pada masing-masing client dapat meminimalisir hasil pembacaan ketinggian air dengan rata-rata error adalah 0-2 cm. Perancangan Early Warning System dengan menggunakan logika fuzzy masih terdapat error yang mencapai 2,85% dibandingkan dengan hasil simulasi pada matlab. Pada sistem juga terdapat sistem prediksi ketinggian air dengan menggunakan metode simple exponentials smoothing, hasil pengujian membuktikan rata-rata error adalah sekitar 3,7 cm dibandingkan dengan data real.
PEMANFAATAN SOLAR CELL UNTUK BEBAN KOMPOR LISTRIK MENGGUNAKAN CUK CONVERTER DENGAN KONTROL LOGIKA FUZZY
Author : Anjas Wibisana , Indhana Sudiharto, Farid Dwi Murdianto
Abstrak
Energi listrik yang dimiliki pada era sekarang masih menggunakan bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbarui. Sehingga energi listrik yang dihasilkan dari fosil dapat diganti dengan energi alternatif seperti energi yang dihasilkan oleh panel surya. Daya keluaran dari panel surya bergantung pada intensitas radiasi matahari yang diterima oleh PV dan temperatur dari PV. Hal itu menyebabkan fluktuasi tegangan sehingga daya keluaran tidak stabil. Apabila PV dimanfaatkan secara langsung ke beban akibatnya konsumsi daya ke beban menjadi tidak optimal karena daya keluaran yang dihasilkan oleh PV tidak stabil. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan konverter sebagai penstabil tegangan dan kontrol fuzzy logic controller sebagai pengatur duty cycle sehingga konsumsi beban dapat diatur dengan baik. Dalam tugas akhir ini menggunakan konverter cuk dan tidak memerlukan baterai karena langsung digunakan untuk beban kompor listrik sehingga dapat menghemat investasi. Proyek akhir ini menggunakan 20 buah PV dengan daya masing-masing PV yaitu 100 Wp dengan konfigurasi 4 seri dan 5 paralel. Daya keluaran PV akan distabilkan oleh konverter cuk menggunakan kontrol fuzzy logic controller sehingga didapatkan daya output konverter sesuai dengan setting poin daya yang diinginkan. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan 3 setting poin yang berbeda yaitu 400 W, 600 W dan 800 W didapatkan efisiensi rata-rata sebesar 98.32%. Pada setting poin daya 400 W didapatkan daya keluaran dari konverter sebesar 403 W dengan efisiensi sebesar 94.21% dan error sebesar 0.75%. Pada setting poin daya 600 W didapatkan daya keluaran dari konverter sebesar 598 W dengan efisiensi sebesar 97.70% dan error sebesar 0.33%. Kemudian pada setting poin daya 800 W didapatkan daya keluaran dari converter sebesar 797 W dengan efisiensi sebesar 98.64% dan error sebesar 0.38%.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer