RANCANG BANGUN JAKET PENDETEKSI KANTUK UNTUK PENGENDARA SEPEDA MOTOR
Author : Galang Habibbullah  , Rika Rokhana, Moch. Rochmad

Abstrak

Mengantuk saat berkendara sepeda motor menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas, karena penurunan kewaspadaan akibat kantuk sering tidak disadari oleh pengendara sendiri sehingga waktu reaksinya terhadap kondisi jalan ikut menurun. Kondisi ini sulit dideteksi sejak dini karena dibutuhkan alat yang bisa memantau kondisi fisiologis dan postur tubuh pengendara secara langsung saat berkendara. Penelitian ini merancang jaket pendeteksi kantuk menggunakan sensor MAX30102 untuk membaca detak jantung lewat metode photoplethysmography di pergelangan tangan, dan sensor MPU6050 untuk membaca kemiringan postur tubuh di area tulang belakang ke-7, dengan ESP32 sebagai mikrokontroler utama. Deteksi kantuk dilakukan dengan logika AND antara penurunan detak jantung (ΔBPM) minimal 8 BPM dari baseline dan kemiringan tubuh yang melebihi ±15°. Saat kedua kondisi terpenuhi bersamaan, sistem akan mengaktifkan buzzer dan motor getar sebagai peringatan, serta menampilkan status pengendara secara real-time pada LCD TFT sebagai tampilan lokal dan web dashboard berbasis ESP32 yang juga punya fitur pencatatan dan unduh data dalam format CSV. Hasil pengujian menunjukkan sensor MAX30102 memiliki rata-rata error 2,43% setelah kalibrasi, sedangkan MPU6050 memiliki rata-rata error 1,45%. Pengujian sistem dilakukan pada empat skenario untuk melihat apakah sistem dapat membedakan perubahan postur biasa dengan kondisi mengantuk sebenarnya sekaligus mencegah terjadinya peringatan palsu akibat perubahan postur atau detak jantung yang tidak berkaitan dengan kantuk, sehingga sistem ini dapat digunakan sebagai alat untuk membantu meningkatkan keselamatan dalam berkendara sepeda motor.


RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR PADA TANGKI PENYIMPANAN MENGGUNAKAN STRATEGI PENGENDALIAN FEEDBACK

Author : Muhammad Rizal  , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Radina Anggun Nurisma

Abstrak

Tangki penyimpanan merupakan salah satu komponen penting dalam industri yang berfungsi sebagai sistem penyimpanan bahan baku (berupa cairan, gas maupun padatan) agar proses produksi tidak bergantung pada pengumpan untuk menjaga kelancaran proses produksi. Selain itu tangki penyimpanan juga dapat menjaga bahan baku dari kontaminan yang dapat menurunkan kualitas. Variabel yang dapat mempengaruhi kualitas bahan baku ialah temperatur, sehingga temperatur menjadi variabel penting yang harus dikendalikan. Oleh karena itu pada proyek akhir ini dilakukan perancangan sistem pengendalian temperatur untuk menjaga temperatur tetap berada pada set point yang telah ditentukan. Strategi pengendalian yang diterapkan merupakan pengendali feedback dengan metode PID. Dengan diterapkannya pengendali PID, sistem akan memberikan kontrol analog yang mampu mengendalikan besarnya daya keluaran heater secara kontinu sesuai dengan kebutuhan. Untuk mendapatkan performa respon pengendali yang baik, dilakukan penalaan parameter PID menggunakan metode Ziegler-Nichols berupa kurva S agar dapat mengurangi error dan overshoot. Proses penalaan dilakukan pada perangkat lunak Simulink yang menghasilkan nilai parameter Kp, Ti dan Td berturut-turut sebesar 3.8, 0.55 dan 0.14. Hasil dari pengujian eksperimen menunjukkan bahwa sistem pengendalian yang dirancang menggunakan strategi pengendali feedback telah mampu mencapai dan mempertahankan temperatur tetap berada pada set point tanpa terjadi overshoot dengan IAE sebesar 0.5. Karakteristik settling time pada kondisi tanpa perubahan set point bernilai 1320 s, sedangkan pada kondisi set point yang divariasikan menghasilkan settling time terbaik pada saat perubahan set point 33 C.


MONITORING GENERATOR STANDBY SEBAGAI AMF (AUTOMATIC MAIN FAILURE)

Author : Muhammad Wildan Sufihadi  , Hendik Eko HS, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Pembangkitan daya untuk sumber energy pada beban-beban kelistrikan dalam keseharian biasa kita temui, Generator merupakan alat yang digunakan dalam pembangkitan daya 1 phasa maupun 3 phasa. Pada pembangkitan daya Generator 1 phasa dalam pengoperasiannya tidak jarang kita temui beberapa gangguan, Gangguan yang muncul bermacam-macam jenisnya dan juga disebabkan karena beberapa hal yang umumnya akan terjadi pada sisi mekanik dan elektrik. Untuk mekanik meliputi bagian hardware atau fisik dari generator (Level bahan bakar, Temperatur mesin) dan untuk elektrik adalah tentang sirkulasi arus listrik generator (Tegangan out, Arus Out). Generator sering juga digunakan untuk sumber cadangan ketika padamnya sumber daya listrik dari PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). Pada beberapa kasus dalam pemindahan dari listrik PLN ke Generator masih menggunakan cara manual dengan operator yang terdapat beberapa kelemahan. Pemindahan suplai daya utama dari PLN ke Generator ketika listrik padam sangat menjadi perhatian. Oleh karenanya dibuatlah alat yang secara otomatis akan mengalirkan daya dan menyalakan generator apabila terjadi pemadaman listrik. Automatic Main Failure (AMF) merupakan salah satu peralatan kontrol otomatis peralihan supply daya PLN ke Genset atau sebaliknya. Dengan persyaratan tegangan PLN under voltage 15% (187 Volt), over voltage 5% (231Volt) atau blackout (0 Volt). Juga dilakukan monitoring Tegangan, Arus, Temperatur, Level bahanbakar dari genset.


APLIKASI REKOMENDASI PEMILIHAN SEKOLAH DI GANESHA OPERATION SUMENEP BERBASIS WEB

Author : Rifqy Nurmansya Ditra  , Yuliana Setiowati, Wiratmoko Yuwono, Arna Fariza

Abstrak

Pemerintah menghadapi berbagai kendala dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Keberhasilan mutu pendidikan sangat tergantung dari keberhasilan proses belajar mengajar yang merupakan sinergi dari komponen-komponen pendidikan baik kurikulum tenaga pendidikan, sarana prasarana, sistem pengelolaan, maupun berupa faktor lingkungan alamiah dan lingkungan sosial, dengan peserta didik sebagai subyeknya. Proses pembelajaran sebagai sistem dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah guru yang merupakan pelaksana utama pendidikan di lapangan. Faktor lainnya yang tak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar adalah sumber belajar. Dalam rangka mengupayakan peningkatan kualitas program pembelajaran perlu dilandasi dengan pandangan sistematik terhadap kegiatan belajar mengajar yang juga harus didukung dengan upaya pendayagunaan sumber belajar di antaranya adalah bimbingan belajar. Untuk mendukung terciptanya sistem ini, penulis melakukan pengumpulan data dengan metode literatur dan pengamatan. Aplikasi ini dibangun menggunakan PHP Framework CodeIgniter yang dapat membantu kelengkapan pembelajaran konvensional dan dapat memudahkan untuk memilih sekolah yang telah direkomendasikan oleh Lembaga Bimbingan Belajar tersebut.


FORK AGV : IMPLEMENTASI DARI PENGOMBINASIAN SENSOR MAGNETIK DAN VISION GUIDE UNTUK NAVIGASI DAN PEMOSISIAN AKURAT PADA KENDARAAN TRANSPORTER

Author : Basith Abdurrohman Asy'ari  , Mohamad Nasyir Tamara, Anhar Risnumawan, Niam Tamami

Abstrak

Kebutuhan dunia industri khususnya pada bidang transportasi barang yang menjadi bahan baku maupun produk hasil jadi seringkali mendapatkan kesulitan dalam proses pengangkutannya yang disebabkan oleh karena kecepatan wahana pengangkut yang lamban, harus dikendalikan oleh pekerja, biaya operasional dan maintenance yang besar, susahnya mendeteksi lokasi wahana pengangkutan barang dalam lingkungan industri dsb. Permasalahan ini menjadi sebuah tantangan besar untuk menciptakan suatu teknologi sistem navigasi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada, mengingat proses transportasi barang adalah kebutuhan masyarakat secara luas. Proyek ini bertujuan membuat sistem navigasi robot berjenis Fork AGV yang dapat meningkatkan kecepatan dan efektifitas pada mobilisasi barang dan biaya operasional serta mengurangi kesalahan dengan membuat sistem pemantauan dan kontrol navigasi yang integratif dan otomatis. Sistem navigasi yang dikembangkan adalah proses dari pengombinasian antara sensor pin magnetic dan vision guidance yang terdiri dari LIDAR dan kamera yang saling terintegrasi dan ditampilkan pada GUI dengan menggunakan ROS. Pin Magnetic berfungsi mengakurasikan posisi arah hadap dan mengestimasikan posisi dari gerak robot dikombinasikan dengan LIDAR yang berfungsi memetakan dan mengetahui posisi robot terhadap lingkungan dan kamera yang mendeteksi referensi pengambilan dan penaruhan pallet sebagai objek. Hasil dari sistem ini mampu memberikan navigasi yang baik pada fitur pilihan mode manual dan otomatis Robot AGV.