MANAJEMEN PERFORMA VENDOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PDAM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA
Author : Muhammad Fadhil Akbar  , Ahmad Syauqi Ahsan, Ira Prasetyaningrum

Abstrak

Teknologi berkembang sangat pesat sehingga kebutuhan data dan informasi juga semakin meningkat. Hal ini menyebabkan berbagai instansi baik pemerintahan maupun swasta berupaya untuk membangun dan mengembangkan teknologi dengan tujuan meningkatkan kinerja instansi tersebut. PDAM Surya Sembada Kota Surabaya merupakan Badan Usaha Milik Daerah dibawah naungan Pemerintah Kota Surabaya, yang bergerak dibidang distribusi air bersih di Kota Surabaya. PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sendiri memiliki berbagai unit kerja, salah satunya yaitu unit pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement). Bagian e-procurement atau eproc sendiri merupakan unit pengadaan dan persediaan di PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang bertugas untuk mengatur dan melaksanakan pengadan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Eproc berperan dalam pendataan dokumen yang masuk dari vendor, pengelolaan data berbagai vendor beserta penilaian untuk vendor. Dalam pengolahan data dan penilaian vendor oleh pegawai masih menggunakan excel secara sederhana dan direkap lagi secara manual. Hal ini menyebabkan dalam pengolahan data dan penilaian vendor sering terjadi kesalahan atau human error. Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan suatu sistem informasi manajemen untuk pengolahan data dan penilaian vendor sehingga manajemen vendor menjadi lebih efektif dan efisien.


INVESTIGASI PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA FRAKTAL KOCH UNTUK APLIKASI PENERIMA TELEVISI DIGITAL DI DALAM RUANGAN

Author : Qonita Shara Indana  , Arifin, Budi Aswoyo

Abstrak

Penyiaran televisi digital pada umumnya menggunakan jenis antena tipe Yagi dan Kubikal yang mempunyai dimensi ukuran besar sehingga kurang fleksibel jika digunakan di dalam ruangan. Proyek Akhir ini merancang dan juga merealisasikan antena Fraktal Koch dengan tujuan agar dimensi antena lebih kecil sehingga cocok digunakan di dalam ruangan. Antena Fraktal Koch sendiri merupakan antena yang memiliki bentuk geometri berulang dimana bentuk tersebut tersusun dari bentuk geometri yang sama hanya saja dalam ukuran dan skala yang berbeda atau biasa disebut juga self-similar. Miniaturisasi antena ini berupa Fraktal Koch Iterasi ke-2 yang digunakan sebagai slot pada bagian groundplane dan juga Fraktal Koch Iterasi ke – 2 digunakan sebagai patch dengan menggunakan teknik pencatuan Proximity Coupled Feed pada rentang frekuensi televisi digital yaitu 478 MHz – 694 MHz. Antena ini dirancang dengan menggunakan Software CST Microwave Studio Suite 2019. Dimensi antena saat dilakukan fabrikasi sebesar 29,137 cm x 29,137 cm. Bedasarkan hasil pengukuran antena diperoleh frekuensi antena sebesar 614,928 MHz dengan rentang frekuensi 586,85 MHz – 895,64 MHz. Dengan return loss sebesar -22,887 dB, VSWR sebesar 1,08, gain sebesar 3,81 dB, pola radiasi bidireksional dan polarisasi linier.


RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN MEMANAJEMEN PAKAN LOBSTER OTOMATIS BERBASIS IOT

Author : Mukhamad Ali Fiqri  , Alrijadjis, Madyono

Abstrak

Pemberian pakan dan minum yang teratur harus dilakukan para pebudidaya Lobster air tawar serta memperhatikan suhu yang ideal agar tidak terjadi penurunan kualitas pada ternak. Kendala yang sering terjadi pada para pebudidaya yaitu ketidak teraturannya dalam pemberian pakan dan minum begitu pula pengontrolan suhu ruangan kolam ternak. karena para pebudidaya disibukkan dengan aktifitas lain yang tidak selalu bisa mengontrol kondisi kolam Lobster, akibatnya cukup sering terjadinya kekurangan pakan, suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas sehingga dapat menyebabkan berkembang biakanya hama atau pun jamur. Dampak dari hama itu akan mengalami penurunan kualitas pada Lobster air tawar. Maka dibuatlah suatu sistem yang dapat mempermudah aktivitas pengontrolan pakan dan kondisi air didalam kolam, serta dapat memonitoring kondisi air secara jarak jauh tanpa mendatangi lokasi secara langsung.sistem ini dapat memanajemen pakan kolam ikan secara jarak jauh,memantau ketersediaan pakan pada alat dan kondisi air pada kolam. Sehingga jika kondisi air sudah keruh dan tidak tersedianya pakan pada alat, pembudidaya dapat mengetahui informasi tersebut sebelum mendatangi dan memantau secara langsung


PEMBATAS ARUS INRUSH DENGAN MENGGUNAKAN AC-AC VOLTAGE CONTROL PADA TRANSFORMER 3 FASA

Author : Alvian Auditio Rachman  , Yahya Chusna Arief, Lucky Pradigta Setiya Raharja

Abstrak

Listrik adalah salah satu sumber tenaga yang memilik peranan besar dalam kehidupan manusia. Hampir seluruh peralatan yang berada didalam kehidupan manusia ditenagai oleh listrik.]Semua aspek kehidupan kita dipengaruhi oleh listrik. Seluruh distribusi tenaga listrik di Indonesia sendiri menggunakan sumber arus bolak balik (AC). Salah satu komponen penting dalam pendistribusian tenaga listrik adalah adanya Transformer (Trafo). Sama halnya dengan, mesin-mesin listrik yang lain, didalam transformer juga ditemukan adanya arus inrush. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa arus inrush yang terjadi saat tidak terpasang rangakaian AC Voltage Control pada sistem adalah mencapai hingga 34.29 A. Sedangkan saat terpasang rangkaian AC Voltage Controller, arus inrush yang terjadi adalah 22.27 A saat disulut 10% Voltage Step dari starting minimum motor (62o) dan 20.01 A saat disulut 90o secara berurutan. Pengurangan Arus Inrush yang dapat dicapai adalah 36.228% untuk sudut penyulutan awal 62Ëš dan untuk sudut penyulutan awal 90Ëš adalah 41.64%. Serta sudut penyulutan awal 62Ëš relatif lebih cepat untuk mencapai sudut penyulutan apabila kita bandingkan dengan tanpa AC Voltage Control dan sudut penyulutan awal 90Ëš. Juga pada beban-beban diatas 70% efektifitas peredaman semakin kecil. Hal ini dapat diatasi dengan memilih sudut penyulutan awal yang tepat, mengingat perubahan nominal beban berpengaruh dengan arus inrush yang terjadi juga. Dengan hasil ini bisa kita simpulkan bahwa inrush current dapat turun dan trafo dapat dilakukan energizing tanpa masalah.


RANCANG BANGUN PROTOTYPE ALAT PENDETEKSI GANGGUAN DINI BERBASIS SUHU PADA MARSHALLING KIOSK DI GARDU INDUK MENGGUNAKAN MEDIA INFORMASI SMS

Author : Moch. Reza Naufal Ifandar  , Yahya Chusna Arief, Putu Agus Mahadi Putra

Abstrak

Pada Gardu Induk terdapat Marshalling Kiosk yang berfungsi sebagai kontrol peralatan di Gardu Induk apabila dispatcher dan kontrol lokal gagal melakukan manuver, karena pada panel ini terdapat banyak sambungan serta komponen yang digunakan sebagai kontrol berpotensi terjadi overheat pada panel karena disipasi panas ataupun sistem pendingin rusak dimana berdasarkan IEC 61439 batas ambient temperatur yang diizinkan ialah 40°C, dan dapat terjadi gangguan lain berupa api yang dapat diakibatkan High Resistance Connection (HRC) karena sambungan longgar, gangguan – gangguan tersebut dapat menggangu saat manuver peralatan. Saat ini PT PLN belum memiliki alat yang mampu mendeteksi adanya gangguan pada panel Marshalling Kiosk oleh sebab itu pada tugas akhir ini dibuat alat yang mampu mendeteksi adanya gangguan berupa suhu menggunakan LM35, api menggunakan sensor api 5 channel, dan asap menggunakan sensor MQ2 pada Marshalling Kiosk dengan media informasi SMS dan lampu indikator sebagai penunjuk jenis gangguan serta buzzer sebagai alarm. Pada pengujian dengan gangguan berupa suhu sistem mengaktifkan LED Hijau, Buzzer, dan mengirim pesan setelah suhu melebihi 40 °C dengan kategori bahaya pada pesan dimana detail pesan yaitu berisi peringatan kepada petugas, jenis gangguan yang terjadi dan suhu aktual pada panel, kemudian pada gangguan berupa api dengan 12 titik gangguan , sistem mendeteksi timbulnya api selama 5 detik pada masing – masing titik dengan mengaktifkan LED Kuning, Buzzer, dan mengirim pesan yang kemudian setelah api padam maka akan diikuti dengan kenaikan suhu melebihi 40 °C akibat uap panas yang dihasilkan dari pembakaran dan berlangsung selama 78 detik. Pada tahap ini hanya lampu LED Hijau yang aktif dan kemudian disusul oleh terdeteksinya asap sehingga LED Hijau, Merah, serta Buzzer akan aktif dan pesan yang terkirim akan terdapat dua jenis gangguan yaitu suhu melebihi batas dan timbul asap, yang kemudian secara perlahan suhu akan turun hingga dibawah 40 °C dan hanya asap yang terdeteksi sehingga hanya LED Merah serta Buzzer yang aktif dan pesan yang terkirim hanya satu jenis gangguan, pada durasi terdeteksinya asap yaitu selama 32 detik, kemudian pada jeda pengiriman pesan di masing – masing gangguan membutuhkan waktu 6 sampai 7 detik sampai terkirim ke petugas.\r\n