RANCANG BANGUN PEMBERSIH DEBU OTOMATIS PADA PANEL SURYA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA
Author : Rachmad Maulana Ramadhan  , Hendik Eko HS, Moh. Zaenal Efendi

Abstrak

Banyaknya penggunaan panel surya untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga menyebabkan panel surya memerlukan alat penunjang untuk meningkatkan kinerjanya. Penyebab turunnya kinerja panel surya salah satunya adalah akumulasi debu pada permukaan panel surya, sehingga berbagai cara terus dikembangkan agar panel surya dapat bekerja secara maksimal. Proyek akhir ini bertujuan untuk membuat alat pembersih debu otomatis pada panel surya. Penelitian ini menggunakan 2 buah Panel Surya 50WP sebagai percobaan awal. Alat pembersih debu ini tersusun dari 3 subsistem, yaitu Subsistem pendeteksi terdiri dari sensor tegangan dan sensor arus untuk mendeteksi daya panel surya. Subsistem pengendali menggunakan mikrokontroller ATMega16 dan konverter Basic Switching. Subsistem penggerak menggunakan 3 buah motor DC untuk menggerakkan alat. Berdasarkan hasil penelitian pada kondisi ideal daya panel surya akan turun sebesar 35% jika satu bulan tidak dibersihkan, untuk hasil pengujian dilapangan panel surya hanya mampu mengeluarkan daya sebesar 68 Watt. Pada saat terbebani charging ACCU 45 Ah kondisi normal panel surya mengeluarkan daya 55 Watt, sedangkan saat kondisi kotor panel surya hanya mampu mengeluarkan daya sebesar 20-30 Watt. Setelah dilakukan pembersihan dengan alat proyek akhir ini panel surya mampu mengeluarkan daya sebesar 40-50 Watt. Dengan begitu alat proyek akhir ini mampu membersihkan panel surya sampai batasan tertentu. Proyek akhir ini juga dilengkapi dengan layar LCD untuk memudahkan monitoring tegangan, arus dan daya panel surya. Sehingga ketika daya pada panel surya turun maka alat akan dijalankan untuk membersihkan panel surya.


PROGRAM ACARA BUDAYA WAYANG THENGUL BOJONEGORO

Author : Septiana Cika Dewi  , Darmawan Aditama, Widi Sarinastiti

Abstrak

Setiap daerah di Indonesia selalu memiliki kesenian yang begitu khas yang bisa melambangkan atau menggambarkan daerah tersebut tak terkecuali Bojonegoro. Salah satu kesenian lokal dan menjadi ikon seni pertunjukan Kabupaten Bojonegoro yaitu Wayang Thengul. Wayang Thengul Bojonegoro cenderung menggelar lakon kisah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Kediri, serta cerita para Wali pada masa Kerajaan Demak. Kurangnya literasi serta pengenalan Wayang Thengul terhadap masyarakat Bojonegoro membuat pemuda Bojonegoro kurang mengetahui tentang Wayang Thengul. Maka dari itu, untuk menunjang pemahaman masyarakat terkait Wayang Thengul dibuatlah program acara budaya Wayang Thengul Bojonegoro dengan teknik pendekatan berupa gabungan animasi 2d dan video. Pada proyek akhir ini akan melewati tiga prosedur, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Penelitian ini menggunakan metode PIECES untuk mengukur tingkat keberhasilan video Program Acara Budaya Wayang Thengul Bojonegoro. Hasil pengujian menunjukkan bahwa responden memberikan nilai 4.64 dari skala 5, yang mengindikasikan tingkat kepuasan "Puas". Berdasarkan perhitungan review ahli media yang menggunakan metode Likert, penilaian video proyek akhir ini termasuk dalam kategori "Setuju" dengan nilai 71.17% dari skala 100%. Sementara itu, perhitungan review ahli materi yang menggunakan metode Likert menunjukkan bahwa penilaian materi pada video proyek akhir ini termasuk dalam kategori "Sangat Setuju" dengan nilai 84% dari skala 100%.


RANCANG BANGUN TONGKAT NAVIGASI TUNANETRA MENGGUNAKAN SENSOR LIDAR BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO

Author : Ahmad Rizkya Rasyad  , Kemalasari, Niam Tamami

Abstrak

Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan pada indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya tunanetra dibagi menjadi dua yaitu buta total (total blind) dan masih mempunyai sisa penglihatan (low vision). Dengan hilangnya fungsi indra penglihatan ini maka sering kita temui beberapa penyandang tunanetra mengalami kecelakaan dalam menjalankan aktivitasnya. Tujuan dari peneliti ini adalah merancang dan membuat alat berupa tongkat navigasi supaya penderita tunanetra dapat mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan dapat mengetahui lokasi keberadaan penyandang tunanetra. Sensor yang digunakan untuk membuat tongkat ini yaitu TF Luna Lidar yang berfungsi untuk mendeteksi halangan yang cukup besar seperti dinding atau batu yang berada didepan pengguna, motor getar yang digunakan untuk mengeluarkan getaran dan buzzer untuk mengeluarkan suara dan menggunakan GPS untuk mengetahui keberadaan pengguna dengan mengirimkan titik koordinat lokasi kepada kerabat atau keluarga melalui sms dengan cara mengetikkan keyword yang telah ditentukan. Tongkat navigasi sebagai alat bantu tunanetra ini dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu dapat mendeteksi halangan dibawah 150cm dengan memberi isyarat berupa ON motor getar dan buzzer dengan eror 1,6% serta dapat mengirim titik koordinat lokasi.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI POWER FACTOR CORRECTION MENGGUNAKAN VIENNA RECTIFIER

Author : Farizain Febriansyah  , Farid Dwi Murdianto, Indhana Sudiharto

Abstrak

Di era modern ini, perkembangan teknologi semakin meningkat, khususnya di lingkup industri elektronik. Sebagian besar industri menggunakan standar nilai faktor daya minimal 0.85 dalam pengoperasian sistem kelistrikan. Di dalam industri, penggunaan beban-beban nonlinier akan menyebabkan faktor daya menjadi buruk sehingga dapat mengakibatkan penurunan efisiensi pada sistem. Faktor daya yang buruk mengakibatkan konsumsi daya reaktif yang sangat besar, sehingga akan berdampak adanya sanksi denda dari perusahaan utilitas listrik. Untuk mengatasi permasalahan faktor daya, Vienna Rectifier sebagai Power Factor Correction yang diaplikasikan pada sistem yang menggunakan beban nonlinier, dapat mencapai faktor daya mendekati nilai satu dengan tingkat efisiensi yang tinggi, sesuai standar yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini menunjukkan ketika menggunakan sistem yang diusulkan Vienna Rectifier, faktor daya meningkat dari 0.47 menjadi 0.91. Dengan demikian, hal ini dianggap lebih efektif jika dibandingkan menggunakan teknik tradisional dalam perbaikan faktor daya.


ALAT PENAIK TEGANGAN UNTUK MENGATASI VOLTAGE UNBALANCE

Author : Parawanjanu Wildan Agsar  , Yahya Chusna Arief, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Adanya keluhan dari pelanggan PLN yakni pelanggan 1 fasa maupun pelanggan 3 fasa yang mendapatkan kualitas tegangan rendah disalah satu fasa atau tegangan tak seimbang diujung Jaringan Tegangan Rendah yang tidak sesuai dengan nilai standart toleransi yang diperbolehkan. Salah satu faktor penyebab dari permasalahan tersebut adalah faktor panjangnya jaringan dari sumber ke pelanggan disisi sekunder trafo distribusi. Hal ini turut mengakibatkan adanya drop tegangan pada sisi ujung jaringan. Selama ini PLN tidak pernah melakukan monitoring kualitas tegangan disisi ujung Jaringan Tegangan Rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dirancang alat penaik tegangan untuk mengatasi voltage unbalance. Alat ini dapat memperbaiki drop tegangan pada salah satu fasa yang dapat mengatasi adanya voltage unbalance di ujung Jaringan Tegangan Rendah. Selain itu, alat ini juga dapat memperbaiki cos phi menjadi baik sehingga dapat meningkatkan kualitas tegangan pada pelanggan. Alat tersebut dapat bekerja secara otomatis maupun dikontrol jarak jauh dengan menggunakan suatu aplikasi yang terhubung dengan wifi disaat terjadi drop voltage maupun disalah satu fasa maupun disaat terjadi voltage unbalance. Setelah dilakukan pengujian diperoleh hasil bahwa kapasitor 8 µF dapat menaikkan tegangan di salah satu fasa sebesar 2 volt.