Author : Dhiaulhaq Atala Ramadhan , Bima Sena Bayu Dewantara, Riyanto Sigit
Abstrak
Peningkatan populasi lansia di Indonesia meningkatkan kebutuhan terhadap sistem pemantauan aktivitas, khususnya untuk mengenali kejadian jatuh. Sistem berbasis kamera tunggal dapat mengalami penurunan performa ketika tubuh subjek terhalang objek atau tidak terlihat secara lengkap dari satu sudut pandang. Proyek akhir ini mengembangkan sistem pengenalan aktivitas lansia berbasis dua kamera menggunakan pendekatan multi-view temporal fusion untuk mengurangi pengaruh oklusi dan perbedaan sudut pandang. Setiap aliran video diproses menggunakan MediaPipe Pose untuk mengekstraksi 33 titik landmark tubuh dalam koordinat (x), (y), dan (z). Data skeleton dibentuk menjadi urutan sepanjang 60 frame, kemudian diproses menggunakan Spatio-Temporal Graph Convolutional Network (ST-GCN). Dua konfigurasi fusi dibandingkan, yaitu decision-level fusion menggunakan maximum-confidence fusion dan feature-level fusion menggunakan operasi concatenation. Model dilatih menggunakan 11 kelas aktivitas. Tiga kelas arah jatuh digabungkan pada tahap keluaran menjadi satu kelas falling, sehingga sistem menghasilkan 9 kelas. Pada evaluasi internal terhadap 3.040 window, feature-level fusion memperoleh accuracy 94,44% dan macro F1-score 92,57%, sedangkan decision-level fusion memperoleh accuracy 94,14% dan macro F1-score 91,93%. Pada pengujian 444 pasangan rekaman independen atau video di luar dataset dengan total 6.221 window, decision-level fusion memperoleh accuracy 86,66%, macro F1-score 80,99%, dan weighted F1-score 86,75%. Feature-level fusion memperoleh accuracy 84,65%, macro F1-score 77,13%, dan weighted F1-score 85,05%. Nilai recall kelas falling pada decision-level fusion sebesar 69,52%, sehingga peningkatan variasi data dan optimasi model masih diperlukan untuk meningkatkan deteksi jatuh pada data independen.
OTOMASI GERAK LOKER SECARA CIRCULAR
Author : Hanova Gempur Wilantara , Eru Puspita, Legowo Sulistijono
Abstrak
Loker sebagai tempat menyimpan barang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem penggunaan loker di masyarakat pada umumnya berjalan secara manual, dimana pengguna mencari tempat sendiri untuk meletakkan barang begitu juga ketika mengambil barang. Sering kali pengguna mengalami kesulitan untuk mencari loker dalam keadaan kosong atau ketika mencari loker tempat barangnya berada. Sistem otomasi pada loker dimulai dengan input peminjaman oleh pengguna loker. Setelah itu sistem akan mencarikan loker kosong bagi pengguna. Untuk proses pengambilan juga dilakukan dengan menekan push button. Kemudian sistem akan memberikan instruksi untuk proses pengambilan identitas dari pengguna menggunakan kartu yang terdapat dari masing-masing loker milinya dengan menggunakan metode RFID. Ketika kartu identitas yang digunakan oleh pengguna sesuai maka loker akan berputar sampai lokasi loker miliknya berada tepat di pintu keluar. Penggunaan sensor limit switch akan berperan sebagai penentu lokasi loker. Limit switch akan disusun untuk membentuk kombinasi bilangan biner yang berbeda untuk setiap loker. Setelah posisi loker tepat, maka kunci pintu akan secara otomatis terbuka sehingga pengguna dapat mengambil barang miliknya. Tingkat kebenaran dari sensor posisi yang dipakai adalah sebesar 86%. Sedangkan untuk tingkat keberhasilan ketika sistem terintegrasi menjadi satu adalah sebesar 91,67% dalam proses peminjaman dan 90,625% untuk proses pengambilan barang.
PEMBUATAN MEDIA PROMOSI KOMUNITAS DISABILITAS TULI TIM BISINDO DAN AKSESIBILITAS SURABAYA BERBASIS WEB
Author : Moch.Azhar Fakhrudin , Jauari Akhmad Nur Hasim, Irma Wulandari
Abstrak
Komunitas TIBA (Tim Bisindo dan Aksesibilitas Surabaya) merupakan organisasi yang aktif mendukung penyandang disabilitas tuli di Surabaya sejak tahun 2016 melalui edukasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Selama ini, kegiatan promosi dan penyebaran informasi komunitas sangat bergantung pada akun media sosial Instagram. Hal ini dinilai kurang efektif dalam menjangkau masyarakat luas yang mencari informasi menggunakan mesin pencari seperti Google, sehingga membatasi aksesibilitas publik. Menjawab permasalahan tersebut, proyek akhir ini merancang dan mengembangkan sebuah website berbasis Content Management System (CMS) sebagai media promosi dan edukasi digital utama untuk TIBA.Pengembangan sistem dalam penelitian ini menerapkan metode Waterfall yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi menggunakan kerangka kerja Laravel PHP, pengujian, serta pemeliharaan. Website yang dibangun memiliki dua antarmuka utama: front-end untuk pengunjung umum yang menampilkan profil komunitas, dokumentasi kegiatan, video pembelajaran BISINDO, dan artikel edukatif; serta halaman back-end (CMS) untuk memfasilitasi admin dalam mengelola pembaruan data secara mandiri.Evaluasi sistem dilakukan melalui Black-box Testing dan metode System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian Black-box mengonfirmasi bahwa seluruh fitur operasional pada sisi pengguna publik maupun administrator telah berfungsi optimal tanpa kendala sesuai spesifikasi awal. Lebih lanjut, pengujian kualitatif oleh mitra Tuli memberikan umpan balik positif dengan catatan perlunya penyederhanaan tata letak CMS pada fitur pengelolaan event agar lebih ramah bagi admin. Hasil akhir pengujian SUS dari 37 responden memperoleh skor rata-rata 79,26 yang masuk dalam kategori Acceptable (dapat diterima dan layak digunakan). Hasil akhir dari proyek ini secara teknis telah berhasil menyediakan dan diharapkan dapat menjadi fondasi sarana media promosi digital bagi TIBA. Kehadiran platform ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal dalam mendukung upaya penyebaran informasi, memfasilitasi publikasi kegiatan komunitas, serta menyediakan ruang edukasi yang lebih aksesibel di masa mendatang
ANALISIS RESPON DINAMIS SEMI-SUBMERSIBLE MELALUI SIMULASI NUMERIK FSI (FLUID STRUCTURE INTERACTION) SEBAGAI STRUKTUR PENOPANG TURBIN ANGIN LEPAS PANTAI TERAPUNG
Author : Niken Magaretha Apriliana , Sony Junianto, Nu Rhahida Arini
Abstrak
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk energi angin yang tersebar di wilayah daratan maupun perairan lepas pantai. Salah satu teknologi yang memungkinkan pemanfaatan energi angin di laut dalam adalah turbin angin apung (Floating Offshore Wind Turbine), yang menggunakan platform terapung sebagai pondasi struktural. Di antara berbagai jenis platform, tipe Semi-submersible dianggap paling ideal untuk mendukung turbin angin di kedalaman laut lebih dari 60 meter karena karakteristik stabilitasnya yang baik. Namun, performa platform sangat dipengaruhi oleh respons dinamis terhadap beban lingkungan, seperti angin dan gelombang laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons gerak dinamis dari platform semi-submersible terhadap beban lingkungan serta mengevaluasi pengaruh variasi penempatan beban turbin angin terhadap performa dinamis struktur. Selain itu, dilakukan modifikasi desain guna meningkatkan stabilitas melalui pengaturan distribusi massa dan momen inersia. Simulasi dilakukan secara numerik menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis model 3D, dengan mempertimbangkan parameter gelombang, arah angin, dan draft struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform geometri 2, yaitu Tree Gorges Leading, lebih stabil dibandingkan dengan geometri 1, OC4 DeepCwind dalam desain platform turbin angin lepas pantai. Berdasarkan data Geometri 2, platform menunjukkan kestabilan yang lebih baik pada mode translasi dan rotasi, dengan nilai respons translasi rata-rata sebesar 2 m dibandingkan Geometri 1 yang mencapai −4,6 m. Oleh karena itu, Geometri 2 dipilih untuk pengujian konfigurasi penempatan turbin angin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi parsial menghasilkan nilai respon gerak yang lebih rendah pada mode rotasi dibandingkan konfigurasi center, dengan nilai rotasi pada konfigurasi center sebesar 4° dan konfigurasi parsial sebesar 1°.
ANALISIS KARAKTERISASI PEMBAKARAN PADA SISTEM WASTE TO ENERGY UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MEMINIMALISIR EMISI
Author : Muhammad Ammar Abdillah , Joke Pratilastiarso, Nu Rhahida Arini
Abstrak
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WtE) merupakan solusi strategis untuk mengatasi masalah penumpukan sampah perkotaan sekaligus sebagai sumber energi alternatif. Namun, tantangan utama dalam operasional insinerator adalah mengelola trade-off (dilema) antara upaya memaksimalkan efisiensi sistem dan kewajiban menekan emisi gas buang berbahaya, khususnya Nitrogen Oksida (NOx). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi numerik guna menemukan titik setel (set-point) operasional paling optimal yang mampu meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus meminimalisir emisi gas buang pada sistem Waste to Energy (WtE). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi komputasional berbasis Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) diimplementasikan untuk mengevaluasi ruang pencarian dari lima parameter kontrol utama: laju umpan sampah, suhu ruang bakar, kecepatan udara primer, laju aliran udara sekunder, dan level oksigen boiler. Fungsi objektif (fitness function) dirancang secara multi-objektif dengan memberikan bobot penekanan emisi NOx sebesar 0.7 dan peningkatkan efisiensi sebesar 0.3. Hasil simulasi konvergensi Particle Swarm Optimization (PSO) menunjukkan bahwa titik operasional paling optimal dicapai pada skema operasi parameter terbaik direkomendasikan pada laju umpan sampah 1,53 Ton/jam, temperature ruang bakar 986,16 °C, kecepatan udara primer 11,40 m/s, aliran udara sekunder 18 m/s, dan level oksigen 4,20%. Dengan menjaga suhu di bawah titik kritis pembentukan Thermal NOx, sistem diprediksi berhasil menekan emisi NOx ke angka aman sebesar 213,59 mg/m³ (di bawah ambang batas industri 250 mg/m³), dengan tetap mempertahankan efisiensi konversi yang tinggi sebesar 68,38%. Penelitian ini membuktikan bahwa simulasi numerik berbasis algoritma PSO sangat efektif digunakan sebagai sistem pendukung untuk mewujudkan operasional PLTSa yang efisien.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer