Author : Abdillah Aziz Muntashir , Era Purwanto, Syechu Dwitya Nugraha
Abstrak
Berkurangnya cadangan minyak dunia mendorong penelitian dalam menemukan energi terbarukan. Perkembangan teknologi diberbagai bidang turut mendukung adanya penelitian tersebut. Mobil listrik menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan minyak bumi tersebut. Dalam penerapannya, mobil listrik digerakkan menggunakan motor induksi 3 fasa. Motor induksi 3 fasa memiliki kelemahan salah satunya sulit mempertahankan kecepatannya secara konstan bila terjadi perubahan beban serta mempunyai respon yang lama dalam menuju steady state. Untuk mengatur kecepatan motor induksi 3 fasa digunakanlah inverter 3 fasa dengan metode switching Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM). Penggunaan scalar control dengan memaksa motor memiliki hubungan yang konstan antara tegangan dan frekuensi mampu menjaga besarnya fluks dan nilai torsi maksimum tetap konstan. PI controller memberikan aksi control pengurangan rise time dan osilasi pada respon tersebut sehingga dapat mengoptimalkan kinerja dari pengontrolan motor induksi 3 fasa. Pada pengaplikasiannya, dengan motor induksi 3 fasa 1.5 HP pada perubahan nilai ma (modulation amplitude) dan nilai mf (modulation frequency) inverter 3 fasa dengan perbandingan ratio tegangan dengan frekuensi 220/50. maka dibutuhkan 322.6 VDC. Dengan kecepatan putar motor 1462 RPM. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan menggunakan PI Controller, dapat mempercepat respon kecepatan motor induksi 3 fasa dengan tosi beban 7 Nm dalam menuju keadaan steady state, dengan nilai rise time (tr) dari 0.31 s menjadi 0.065 s dan nilai settling time (ts) dari 0.46 s menjadi 0.125 s dengan error steady state sebesar 0% saat set point 1200 RPM.
ALAT PEMBERSIH ISOLATOR PADA TIANG SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH
Author : Muhamad Zadid Taqwa , Suhariningsih, Syechu Dwitya Nugraha
Abstrak
Konstruksi JTM (Jaringan Tegangan Menengah) yang menggunakan saluran udara membuat sangat rentan terhadap kotoran dan polusi, termasuk pada bagian isolator. Selama ini untuk pemeliharaan terhadap isolator kotor tersebut dilakukan dengan cara manual baik dilap dengan kain ataupun disemprot dengan air bertekanan, dengan cara ini maka pekerja harus menaiki tiang. Cara lain dapat dilakukan dengan metode PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yang dilakukan oleh tim PDKB dengan cara menaiki tiang serta peralatan yang digunakan masih sangat standar yaitu stik yang ujungnya diberi lap atau sikat untuk membersihkan isolator tersebut. Pada proyek akhir ini akan dibuat suatu alat pembersih isolator yang dapat dioperasikan dengan mudah dan praktis tanpa harus menaiki tiang. Komponen utama pada alat pembersih isolator ini yaitu dua buah sikat yang digerakkan oleh motor DC, kemudian terdapat satu motor DC untuk menggerakkan jalur yang terdapat sikat tersebut agar alat ini dapat membersihkan isolator secara menyeluruh, serta terdapat penyemprot air untuk membasahi isolator. Diharapkan dengan menggunakan telescopic hot stick 20 kV untuk menaikan alat ini dan mengoperasikannya melalui perintah ponsel android. Proyek akhir ini dapat membersihkan isolator tumpu dengan panjang maksimal 30 cm dengan 3 macam durasi yaitu singkat selama 182 detik, sedang selama 260 detik, dan lama selama 358 detik dengan melihat seberapa kotor isolator yang akan dibersihkan serta putaran dari sikat pembersih tersebut dapat diatur kecepatannya.
ANALISA PERFORMANSI TEKNIK SINGLE VESSEL DAN MULTI VESSEL PADA KOMUNIKASI MARITIM
Author : Helmi Andriawan , Okkie Puspitorini, Nur Adi Siswandari
Abstrak
Berkembangnya kemajuan teknologi di indonesia menuntut untuk adanya implementasi nyata terhadap kebutuhan Masyarakat di Indonesia ataupun di dunia. Perkembangan teknologi di Indonesia juga berpengaruh pada perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim yang menuntut adanya teknologi telekomunikasi yang memadahi dalam komunikasi maritim, Pada umumnya komukasi data di laut menggunakan sistem komunikasi satelit namun biaya operasionalnya terasa berat bagi nelayan tradisional sehingga diperkenalkan komunikasi data dengan memanfaatkan komunikasi radio . Komunikasi radio paket data dapat digunakan untuk mengirimkan data berupa posisi dan beberapa informasi penting lainnya dan dapat diintegrasikan dengan memanfaatkan alokasi kanal khusus untuk maritim Komunikasi radio yang maksimum dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain lokasi, frekuensi dan waktu pengiriman. Saat ini, ada beberapa sistem keselamatan dan keamanan maritim yang sangat bergantung pada komunikasi radio. Sistem ini meliputi Distress Maritim global dan Keselamatan System (GMDSS) dan sistem identifikasi otomatis (AIS). Karakteristik umum dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) sistem mandat yang disebutkan di atas adalah bandwidth rendah dari link komunikasi nirkabel yang membatasi nilai tukar informasi untuk tujuan seperti transfer data navigasi penting yang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan di laut. Keselamatan dan Kenyamanan di Laut merupakan peran penting untuk memajukan Transportasi di laut, ditambah dengan semakin majunya teknologi telekomunikasi diIndonesia menuntut untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Pada proyek akhir ini di khususkan menguji jaringan topologi mesh dengan menggunakan standart IEEE 802.11s ditambah dengan menguji teknik single vessel dan multi vessel sebagai teknik pengiriman data. Dengan pengujian ini diharapkan dapat memfasilitasi pengguna internet di kapan untuk tetap dapat bertukar infomasi selama di atas kapal.
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS DAN PERPINDAHAN MASSA PADA FLUIDISASI PENGERINGAN BATUBARA DENGAN METODE CFD
Author : Muhammad Asroful Kahfi , Nu Rhahida Arini, Teguh Hady Ariwibowo
Abstrak
Batubara adalah salah satu sumber energi. Batubara adalah suatu batuan sedimen (Padatan) yang dapat terbakar. Proses pengeringan dan penurunan kadar air batubara merupakan langkah penting dalam penyiapan dan penggunaan batubara yang bertujuan untuk menurunkan kadar air/moisture didalam batubara untuk meningkatkan hasil pembakaran. Salah satu metode yang efektif untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menggunakan proses fluidisasi. Proses fluidisasi memungkinkan partikel batu bara mengering lebih efisien tanpa memerlukan tahap penggilingan, yang biasanya memerlukan investasi besar dan waktu yang lebih lama. Minimum fluidization merupakan keadaan dimana partikel-partikel batubara mulai melayang-layang yang diakibatkan oleh kecepatan fluida mulai dinaikkan. Dengan kecepatan yang semakin naik otomatis pressure drop yang timbul juga semakin besar. Kondisi ini dinamakan ‘terfluidisasi’. Incipient fluidized bed menggunakan model laminer yang dapat ditemukan di $FOAM_TUTORIALS/multiphase/multiPhaseEulerFoam/laminar/fluidisedBed.Disana terdapat original case yang dapat kita simulasikan untuk melihat bagaimana bentuk dan proses terjadinya fluidisasi pada solver yang digunakan. Untuk mengatur parameter phase dan model dapat digunakan menu constant/phaseProperties. OpenFOAM juga dapat mengatur seberapa sering data simulasi disimpan. Waku pengambilan data bisa diatur pada file system/controlDict.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL DAN MONITORING SUHU AIR, KEKERUHAN, SERTA PEMBERIAN PAKAN PADA AKUARIUM IKAN HIAS
Author : Angela Synora Sinaga , Niam Tamami, Legowo Sulistijono
Abstrak
Ikan hias adalah salah satu ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi dan yang menentukan nilai jual ikan hias itu sendiri bedasarkan bentuk dan kualitas warnanya, aspek yang memenuhi warna pada ikan hias antara lain adalah tingkat kualitas air. Ikan hias yang ada di dalam akuarium dapat memberikan nuansa damai, rileks, dan menyenangkan selepas beraktifitas. Namun dalam memelihara Ikan hias agak malas karena seringkali ikan hias yang dipelihara dalam akuarium atau kolam mudah mati akibat kesalahan dalam cara pemeliharaannya. Parameter penting keberhasilan pemeliharaan ikan hias pada akuarium yaitu kualitas dan suhu air kolam yang perlu mendapat perhatian dalam budidaya ikan. Setiap jenis ikan memiliki karakteristik berbeda terhadap kondisi air dan temperatur kolam. Parameter penting lainnya yaitu pemberian pakan yang sering kali dianggap remeh hingga membuat ikan hias tidak bergerak aktif dan mudah mati. Maka mengusahakan sebuah alat untuk mengontrol serta memonitoring suhu air dan pemberian pakan dengan menggunakan sistem IoT yang akan menampilkan secara real time melalui telegram yang terkoneksi oleh internet. Perancangan alat ini menggunakan sensor suhu yaitu DS18B20, sensor turbidity, heater air dan motor servo untuk membuka katup wadah pemberian pakannya. Alat ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 untuk mengaksi data yang telah direspon oleh sensor suhu. Data yang telah dibaca oleh sensor suhu DS18B20 akan ditampilkan di LCD display dan diaksikan oleh NodeMCU akan dikirimkan ke server dan diteruskan ke user melalui telegram secara otomatis. Telegram juga dapat mengakses data sensor secara otomatis akan mengirimkan notifikasi/pesan apabila suhu pada akuarium melebihi range suhu ideal untuk set point ikan hias yaitu 25-29 0C dan otomatis heater air akan bekerja untuk menstabilkan suhu air Kembali ideal. Lalu untuk sisten monitoring kekeruhan menggunakan sensor turbidity lalu akan ditampilkan pada LCD Display dan notifikasi monitoring pada telegram pemberian pakan akan dibuat dengan sistem menggunakan RTC untuk kontrol dan monitoring pakannya. Pemberian pakan akan secara otomatis bekerja sesuai dengan waktu yang telah di set. Waktu yang telah di set dengan RTC akan diteruskan ke NodeMCU ESP32 lalu diaksikan oleh motor servo untuk membuka katup wadah pakan ikan hias tersebut.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer