PEMBUATAN DATASET BILLBOARD DAN VIDEOTRON DI SURABAYA
Author : Muhammad Linggar Jati  , Moh Hasbi Assidiqi, Aliv Faizal Muhammad

Abstrak

keberadaan media display seperti videotron, billboard, dan lain-lainnya. Sudah banyak tersebar di berbagai tempat, namun penggunannya terutama masih sebagai suatu media iklan atau sebagai media promosi suatu tempat-tempat tertentu seperti yang biasanya ada di mall-mall ataupun yang ada di pusat perbelanjaan lainnya dan masih belum ada pemetaan untuk media display tersebut. Oleh karena itu dibuatkanlah suatu dataset untuk keperluan pemetaan billboard dan videotron yang ada di Surabaya untuk memudahkan penggunaan videotron dan billboard tersebut untuk tujuan public display yang tepat sasaran.


RANCANG BANGUN ALAT PENGERING GABAH DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL PI

Author : Johan Arif Kharismanto  , Sutedjo, Suryono

Abstrak

Pengeringan gabah merupakan salah satu tahap kegiatan dalam penanganan pasca panen padi yang sangat menentukan rendemen dan mutu beras konsumsi. Keterlambatan dan tidak sempurnanya proses pengeringan hasil panen akan membuat rendahnya mutu beras giling. Pada tugas akhir sebelumnya sudah dibuat alat pengering gabah namun alat itu belum terdapat uji laboratorium kandungan gizi sesudah dikeringkan dengan waktu pengeringan 150 menit. Range kadar air terlalu kecil 19-14%, hal itu kurang tepat digunakaan pada padi yang cukup basah sekitar 25% kadar air pada waktu panen. Untuk set point yang digunakan 43˚C dengan kontrol PID membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai set point. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka pada proyek akhir ini dibuat suatu alat yang dapat mengeringkan gabah tanpa menghilangkan kandungan gizi. Pada tugas akhir sebelumnya kurang bisa untuk di implementasikan dikarenakan range kadar air yang tidak mencakup kadar padi secara umum di indonesia sekitar 25 %. Selain itu pada proses akhir tidak dilakukan uji laboratorium tentang kandungan gizi setelah dikeringkan, sehingga pada tugas akhir sebelumnya tujuanya belum bisa terpenuhi karena tidak terketahui kandungan gizi. Alat pengering ini mempunyai laju pengeringan sebesar 5,9 %, sedangkan untuk tugas akhir sebelumnya mempunyai laju pengeringan sebesar 2,24 %, karena pada tugas akhir ini setting point yang digunakan lebih tinggi 17˚C dari sebelumnya dan sama-sama digunakan heater udara untuk pemanas ruangan. Proses pengeringan dilakukan selama 125 menit lebih cepat 25 menit dari tugas akhir sebelumnya, dari kadar air basah 25% menjadi gabah siap giling 13 – 14 %. Dalam hasil pengeringan yang telah dilakukan di laboratorium kandungan protein sebesar 5,64 % dengan standart 0% sampai 7% untuk protein normal, dan kandungan karbohidrat sebesar 74,3 % dengan standart 50% sampai 80% untuk karbohidrat normal (nilai per 250 gram).


PENANGKAPAN GERAK OLEH WEARNOTCH UNTUK OLAHRAGA BERENANG

Author : Sandi Bayu Aji  , Sritrusta Sukaridhoto, M. Agus Zainuddin

Abstrak

Dalam melakukan latihan olahraga diperlukan perkembangan pada setiap latihannya, agar mampu berprestasi dalam olahraga yang ditekuni tersebut. Olahraga renang merupakan olahraga yang sangat di gemari oleh setiap kalangan, karena olahraga satu ini membuat tiap gerakan tubuh kita bergerak dengan leluasa. Oleh karena itu dalam memonitoring atlet, pelatih diharapkan memberikan evaluasi maupun motivasi agar atlet mampu berkembang. Pelatih juga harus mampu menghitung setiap gerakan yang benar agar atlet dapat berkembang dan berprestasi. Oleh karena itu muncul ide untuk membantu atlet maupun pelatih dalam menghitung tiap gerakan latihan yang baik dan benar. Dalam penilitian ini “Motion Capture by Wearnotch For Sport Swim” yang bertujuan membantu pelatih maupun atlet dalam melakukan evaluasi dari setiap latihannya. Perangkat motion capture yang dapat mencatat data pada titik-titik tertentu yang dipasangkan pada tubuh atlet secara realtime. Dengan adanya perangkat ini, diharapkan dapat menunjang atlet selama berlatih.


RANCANG BANGUN PENGENDALI AKSELERASI MOTOR BLDC PADA SEPEDA ELEKTRIK DENGAN KONTROL LOGIKA FUZZY

Author : Ibnu Bahrul Rahmat  , Anang Tjahjono, Endro Wahjono

Abstrak

Motor BLDC memiliki performa yang baik, kecepatan tinggi, responsif, handal dan lebih efisien. Karena kelebihannya tersebut maka motor BLDC sering digunakan di industri-industri, penggerak kendaraan listrik dan lain sebagainya. Pada kendaraan listrik yang menggunakan motor jenis BLDC tentunya sangat tergantung pada kondisi daya pada baterai. Saat prosentase tegangan baterai menurun maka performa motor juga menurun ketika trottle (pedal gas) dipacu. Setelah diamati, hal ini ternyata diakibatkan oleh akselerasi yang kurang baik dari motor tersebut. Oleh karena itu pengontrolan akselerasi motor BLDC perlu dilakukan untuk menjaga performa motor. Pengontrolan ini mengacu pada kondisi level baterai, trottle (pedal gas) dan kecepatan dari motor tersebut. Dengan menggunakan metode fuzzy untuk membandingkan antar parameter-parameter tersebut dan kemudian melakukan pengontrolan pada inverter 3 fasa menggunakan mikrokontroler, maka motor BLDC akan dapat berputar seperti yang diinginkan. Dalam mode sport motor BLDC mampu mencapai kecepatan nominal dalam waktu 2,2 detik dengan akselerasi 4,3 ms-2 sedangkan dalam mode eco dapat mencapai kecepatan nominal dalam waktu 3,7 detik dengan akselerasi 5,2 ms-2.


RANCANG BANGUN SISTEM PERINGATAN TERHADAP BANJIR BERBASIS LORA

Author : Ahmad Aji Al Kusri  , Niam Tamami, Hendhi Hermawan

Abstrak

Perubahan cuaca yang ekstrim saat ini menjadi hal yang harus di waspadai oleh masyarakat, terutama ketika musim penghujan. Bencana alam seperti banjir dapat saja terjadi ketika musim-musim tersebut. Banjir dapat terjadi karena beberapa faktor diantaranya, curah hujan yang tinggi, meluapnya aliran sungai, dan bentuk permukaan tanah suatu wilayah. Banjir juga memiliki dampak yang merugikan bagi manusia mulai dari kerugian ekonomi, terganggunya aktivitas masyarakat, dan lain-lain. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir pada wilayah yang rawan banjir adalah dengan cara membuat sistem peringatan dan monitoring pada kondisi sekitar sebelum terjadinya banjir. Sistem tersebut dapat dibuat dengan tiga parameter sebagai input yaitu curah hujan yang diukur menggunakan sensor tiping bucket, debit air dengan sensor flow dan ketinggian air dengan sensor ultrasonic. Dari ketiga parameter tersebut kemudian dirancang tiga node device untuk menentukan system peringatan terhadap banjir. Dua sensor node akan dilektakkan pada sungai dan saluran air untuk mengambil data secara real-time. Data yang didapatkan tersebut kemudian akan dikirmkan ke master node terdekat menggunakan komunikasi Lo-Ra. Selanjutnya, data akan diolah menggunakan metode Neural Network untuk mengklasifikasikan output agar dapat memberikan system peringatan terhadap banjir di suatu wilayah dengan menampilkan peta pada platform Node-Red beserta data kondisi yang didapatkan.