LANE KEEPING ASSIST PADA MOBILE ROBOT ACKERMAN SKALA 1/10
Author : Wahyu Setyawan  , Bima Sena Bayu Dewantara, Bayu Sandi Marta

Abstrak

Seiring dengan kemajuan teknologi kendaraan otonom, diperlukan sistem bantu yang mampu menjaga kendaraan tetap berada di jalurnya guna mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan atau kondisi jalan yang menantang. Penelitian ini mengembangkan sistem Lane Keeping Assist (LKA) pada robot mobile skala kecil dengan mengintegrasikan metode segmentasi visual menggunakan You Only Look Once version 8 (YOLOv8) yang berasal dari frame deteksi marka berbasis Canny Edge Detection, Setelah itu diperjelas oleh Region of Interest (ROI), dan Hough Transform, sebagai pengendali menggunakan Fuzzy Logic, dan Social Force Model (SFM) sebagai koreksi arah berbasis gaya. Sistem ini didesain untuk bekerja secara real-time dengan input dari kamera, dan mengendalikan arah serta kecepatan melalui geometri Ackerman Steering. Sistem dimulai dengan deteksi jalur melalui segmentasi YOLOv8 yang menghasilkan nilai offset terhadap garis tengah jalan. Offset dan arah pergerakan digunakan sebagai input fuzzy logic untuk menentukan sudut kemudi dan kecepatan, yang kemudian disempurnakan oleh SFM agar kendaraan tetap berada dalam jalur secara halus dan adaptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi deteksi marka jalan mencapai 90% dari 30 frame uji. Sistem fuzzy logic menunjukkan akurasi 85% pada 20 skenario input-output yang diuji, dengan hasil sesuai seluruh rule base. Pengujian SFM pada 20 kasus menunjukkan output gaya korektif (Fnav) dan jarak relatif (rho) yang konsisten terhadap arah deviasi. Pada pengujian integrasi penuh Lane Keeping Assist, sistem berhasil menjaga robot tetap berada di jalur dengan akurasi 80%, untuk nilai jarak pada garis marka di tengah diantara -1,81sampai 1,57 , lalu untuk nilai garis ke kiri -5,75 sampai 11,82 cm dan garis ke kanan 3,84 cm sampai 20 cm baik pada kondisi offset besar maupun kecil. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi metode yang digunakan mampu menciptakan sistem LKA yang responsif, adaptif, dan stabil pada lingkungan indoor, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk ketahanan terhadap variasi lingkungan luar untuk menjadikan sebagai autonomous vehicle atau kendaraan autonomous.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI MPPT MENGGUNAKAN SEPIC CONVERTER BERBASIS ARTIFICIAL BEE COLONY PADA NON UNIFORM UNDER INSOLATION

Author : Eva Puji Lestari  , Epyk Sunarno, Dimas Okky A.

Abstrak

Pemanfaatan renewable energy yang banyak diminati adalah solar panel yang mempunyai sumber tak terbatas yaitu sinar matahari. Salah satu kendala dalam pemanfaatan panel surya adalah ketika terjadi perbedaan iradiasi yang diterima setiap panel surya tidak sama atau non uniform under insolation pada panel surya yang disusun secara seri maupun paralel. Ketidakseragaman iradiasi disebabkan oleh permukaan panel surya yang tertutup sebagian atau partial shading yang menyebabkan energi panel surya yang diperoleh tidak dapat maksimal, efisiensinya rendah dan munculnya beberapa puncak daya (terdiri dari beberapa puncak lokal dan satu puncak global) dalam kurva karakteristik tegangan daya (PV). Kondisi ketidakseragaman iradiasi ini dapat menyebabkan algoritma P&O tidak dapat mencapai puncak global karena terjebak pada puncak local atau LMPP (Local Maximum Power Point) sehingga tidak mampu untuk membedakan antara puncak daya sebenarnya dan tidak sebenarnya, sedangkan algoritma PSO dalam mencapai daya puncak maksimal membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kondisi konvergen. Penggunaan metode ABC untuk mengatasi kondisi ketidakseragam iradiasi dapat mencapai puncak global atau GMPP (Global Maximum Power Point). Berdasarkan data simulasi menggunakan PSIM, daya yang dapat dicapai metode P&O pada iradiasi konstan yaitu 260,78 Watt, metode PSO yaitu 198,65 Watt dan metode ABC yaitu 261,23 Watt. Waktu tracking yang diperlukan metode P&O yaitu 0,43 detik, sedangkan metode PSO yaitu 0,98 detik dan metode ABC selama 1,06 detik. Akurasi daya hasil simulasi metode P&O rata-rata 87,73% , metode PSO rata-rata 57,12% dan metode ABC rata-rata 99,3%.


Mengamankan Data Akses Sensor Menggunakan Atribut Berbasis Enkripsi Dengan Revokasi

Author : Munsyi  , Amang Sudarsono, M. Udin Harun Al Rasyid

Abstrak

Di era internet of thing, banyak peneliti menggunakan teknologi Wireless Sensor Network (WSN) untuk mendapatkan data pemantauan lingkungan. Data yang diperoleh dari WSN akan dikirim ke Data Center, dimana pengguna dapat mengakses dan mengumpulkan data dari Data Center menggunakan perangkat akhir mereka seperti laptop, komputer dan smart phone. Data Center tanpa adanya mekanisme akan sangat berbahaya, karena semua orang bisa mencegat, melacak dan bahkan memodifikasi datanya. Diperlukan keamanan untuk memastikan kerahasiaan semua data di Data Center dan keaslian data tidak berubah selama proses berlangsung. Ciphertext Policy Attribute-Based Encryption (CP-ABE) merupakan salah satu solusi untuk mengamankan kerahasiaan data. Hanya pengguna dengan hak akses yang bisa mendapatkan data asli. Untuk menjamin tidak ada perubahan selama proses pengumpulan data maka diperlukan tanda tangan digital signature untuk mengamankan integritas data. Untuk melindungi kerahasiaan dan integritas data, kami mengusulkan sebuah sistem keamanan menggunakan CP-ABE dengan revokasi terhadap pengguna dan Time Stamp Digital Signature menggunakan Elliptic Curve Cryptography (ECC) 384 bit. Sistem kami bisa melakukan revokasi bagi pengguna yang melakukan akses ilegal. Sistem kami tidak hanya mengamankan data tapi juga memberikan jaminan bahwa tidak ada perubahan selama proses pengumpulan data dari Data Center.


DESAIN DAN IMPLEMENTASI BATTERY CHARGING DENGAN METODE FUZZY LOGIC TIPE-2 PADA BATTERY VRLA

Author : Moh. Ifaldi Akbar  , Moh. Zaenal Efendi, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Seiring dengan waktu, bumi tempat kita tinggali semakin menghangat setiap tahunnya, hal ini tak lepas disebabkan oleh penggunaan energi fosil yang berlebihan tidak ramah lingkungan dan juga efek dari rumah kaca. Tentunya ini sangat tidak baik untuk keberlangsungan tempat hidup lingkungan kita, dengan semakin menipisnya lapisan ozon di bumi kita, apalagi Indonesia merupakan dikenal negara yang beriklim tropis, tentunya dengan dampak yang ditimbulkan maka negara kita akan semakin nyata terkena imbas yang ditimbulkan. Sistem charging battery proyek akhir ini, memiliki sistem kerja dengan memanfaatkan sumber dari pencahayaan dari matahari yang akan diolah menjadi sumber listrik dengan sumber solar panel, dengan tegangan output 14 V dan arus output 4.2 A untuk charging baterai dengan tegangan input 36 V dari solar panel akan diturunkan tegangannya melalui SEPIC converter sesuai dengan nilai duty cycle yang diatur pada mosfet untuk mengisi daya battery sesuai dengan perhitungan kebutuhan beban baterai vrla 12V/30 Ah. Sistem charging battery menggunakan dengan metode CC-CV (constant current-constant voltage) dengan diberikan algoritma fuzzy logic tipe-2. Hasil dari proyek akhir dengan cara simulasi pada SEPIC converter telah dikontrol menggunakan algoritma fuzzy tipe-2 dengan metode charging constant current dengan didapatkan arus charging constant dengan set point 4.2 A dan constant voltage dengan tegangan charging constant set point 14 V sehingga dengan algoritma fuzzy tipe-2 dapat digunakan untuk charging baterai VRLA. Pada pengujian hardware SEPIC converter diperoleh efisiensi rata-rata 70.35% dengan power supply, sementara untuk sumber panel surya diperoleh efisiensi rata-rata converter 68.06%.


PENGATURAN KECEPATAN PADA MIXER BAKERY MENGGUNAKAN INVERTER SATU FASA

Author : Erlangga Marfi Syahputra  , Moh. Zaenal Efendi, Muhammad Nizar Habibi

Abstrak

Mixer bakery adalah perangkat penting dalam industri pengolahan makanan yang digunakan untuk menghasilkan adonan roti. Fungsi utamanya adalah menggabungkan bahan-bahan seperti tepung, air, telur, ragi, gula, dan garam menjadi adonan roti. Mixer roti mampu mengaduk adonan roti dengan cepat dan efisien, serta mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan sehingga memungkinkan peningkatan produksi yang lebih mudah dibandingkan dengan pengadukan manual. Mixer roti menghasilkan adonan yang lebih konsisten dalam segi tekstur dan komposisi, karena pengaturan kecepatan dapat dikendalikan secara tepat. Hal ini memungkinkan bahwa hasil akhir roti memiliki kualitas yang sama setiap kali diproduksi. Pengaturan kecepatan pada mixer memiliki peran yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol intensitas pengadukan adonan atau bahan yang sedang diproses. Kecepatan mixer juga berperan dalam proses pembentukan glutten dalam terigu. Mixer roti memiliki kecepatan yang bervariasi saat pengadukan seiring adonan yang semakin kalis. Dalam tugas akhir ini dibuatlah mixer bakery prototipe menggunakan motor induksi 1 fasa. Alat ini mendapatkan sumber tegangan dari jala-jala PLN (220 VAC) yang kemudian diserahkan dengan rangkain rectifier dan filter C sehingga tegangan output adalah 311,13 VDC. Kemudian tegangan output tersebut digunakan untuk suplai inverter satu fasa dengan modulasi SPWM (Sinusoidal pulse width modulation) yang dibangkitkan dari mikrokontroler. Tegangan output dari inverter masih belum bisa digunakan karena gelombang yang belum baik sehingga diperlukan LPF (Low pass filter). Output dari LPF baru bisa digunakan untuk menggerakkan motor. Frekuensi dari inverter diatur untuk mengatur kecepatan dari mixer yang mana frekuensi berbanding lurus dengan kecepatan motor induksi 1 fasa. Frekuensi yang digunakan adalah 40 Hz, 45 Hz, dan 50 Hz dengan tegangan mengikuti kenaikan dan penurunan secara proporsional. Secara teori tegangan akan turun atau naik mengikuti frekuensi, yakni 220V/50Hz, 197V/45Hz, dan 175V/40Hz yang mana hal ini dilakukan untuk menjaga torsi motor tetap stabil. Pengaturan ini dilakukan melalui nilai Ma pada SPWM melalui mikrokontroler.