Author : Alherani Junivia Nugraha , Eru Puspita, Firman Arifin, Budi Nur Iman
Abstrak
Pompa air galon merupakan teknologi buatan manusia yang bertujuan untuk membantu manusia dalam fleksibilitas pengambilan air minum yang hanya memiliki fasilitas tersebut. Dan saat air galon habis, pelanggan harus melakukan pemesanan secara manual seperti telfon, chatting dan SMS ke penjual air galon untuk dikirim. Namun, terkadang para penjual galon tidak langsung merespon. Hal tersebut memakan waktu yang lumayan banyak dan menyebabkan pengguna/pelanggan bisa kehausan karena kehabisan air galon. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis menciptakan alat pemesanan air galon secara otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dimana alat tersebut berada pada pompa air galon cerdas yang dilengkapi sensor ultrasonik, mikrontroler dan modul LoRa. Ketika terdeteksinya air habis, maka secara otomatis akan mengirim data dari LoRa node slave ke LoRa gateway. Saat itu juga penjual air galon mendapatkan notifikasi untuk mengirim air galon dengan prediksi jam yang sudah dibuat secara otomatis oleh sistem informasi. Dengan adanya alat ini maka akan menghemat waktu pemesanan air galon dan tidak akan menyebabkan pelanggan di rumah tidak akan kehausan/ kehabisan air galon. Kami juga melakukan pengujian pengiriman data dan prediksi pengiriman air galon. Didapatkan hasil bahwa pengiriman data stabil pada jarak 75 meter dan pengiriman air galon dilakukan dengan waktu prediksi dari sistem informasi dengan perbedaan waktu antara waktu prediksi dan waktu habis air galon di waktu 40 menit sampai 2 jam.
RANCANGAN ANTENA MICROSTRIP SQUARE PATCH DUAL FEEDING PADA FREKUENSI S-BAND (2,3 GHZ)
Author : Muhammad Habibulloh Arif , Budi Aswoyo, Faridatun Nadziroh
Abstrak
Antena mikrostrip dengan polarisasi sirkular menjadi solusi penting dalam sistem komunikasi modern, terutama untuk aplikasi S-Band (2,3 GHz) seperti broadcasting dan komunikasi satelit. Penelitian ini bertujuan merancang, mensimulasikan, dan menguji antena mikrostrip square patch dual feeding pada frekuensi 2,3 GHz menggunakan substrat FR4. Metode perancangan meliputi perhitungan dimensi elemen radiasi, saluran transmisi, dan optimasi menggunakan software CST Microwave Studio. Hasil simulasi menunjukkan parameter kinerja yang memuaskan, dengan return loss -47,15 dB, VSWR 1,14, dan gain 5,95 dBi. Implementasi fisik antena diuji menggunakan Vector Network Analyzer (VNA), menghasilkan return loss -14,26 dB dan VSWR 1,39 pada frekuensi 2,300 GHz, yang mendekati hasil simulasi. Analisis lebih lanjut mengungkapkan impedansi antena mendekati 50 Ω, dengan polarisasi sirkular (axial ratio 0,6 dB) dan pola radiasi directional. Kendala fabrikasi seperti toleransi material dan ketidaksempurnaan sambungan menyebabkan sedikit deviasi antara hasil simulasi dan pengukuran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa antena yang dirancang memenuhi spesifikasi teknis untuk aplikasi S-Band, dengan rekomendasi penggunaan substrat berkualitas lebih tinggi dan optimasi teknik feeding untuk pengembangan selanjutnya.
SISTEM INFORMASI INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA STRATEGIS BERBASIS WEBSITE
Author : Tarisa Dinda Deliyanti , Muarifin, Ira Prasetyaningrum
Abstrak
Setiap perguruan tinggi pasti ingin meningkatkan kualitas nya menjadi lebih baik. Agar hal tersebut dapat tercapai, PENS perlu menentukan target indikator sebelum mengimplementasikan program kegiatan tertentu. Indikator tersebut dijadikan parameter ketercapaian yang disebut sebagai indikator kinerja program atau IKP. Akan tetapi, menginputkan data dan monitoring indikator kinerja program serta menginputkan hasil realisasi indikator kinerja program saat ini masih menggunakan Microsoft Excel yang hanya bisa diinputkan melalui tim perencanaan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengisian hasil realisasi dari masing-masing unit kerja di lingkungan PENS. Hal tersebut menyebabkan tim perencanaan tidak dapat memonitor hasil realisasi secara langsung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah sistem informasi yang bisa menjadi penghubung antara Tim Perencanaan, Direksi, dan PIC sehingga Tim Perencanaan atau Direksi dapat menginputkan dan memonitor ketercapaian indikator kinerja program dengan cepat serta PIC dapat menginputkan hasil realisasi dengan mudah. Adanya sistem informasi ini juga akan memudahkan pihak terkait dalam membaca data karena ditampilkan dalam bentuk grafik. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan kepada staf perencanaan, sistem informasi ini mudah digunakan dan membantu pekerjaan tim perencanaan dalam menginputkan dan memonitor indikator kinerja program.
INTEGRASI DATA REALTIME PADA STUDI KASUS ASSET 3D RUMAH POMPA DI SURABAYA BERBASIS CLOUD KE PLATFORM UNITY VIA API HTTPS
Author : Faranindy Aprilia , Ahmad Walid Hujairi, Taufiqurrahman
Abstrak
Kota Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, menghadapi tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduknya yang mencapai 2,9 juta jiwa pada tahun 2019. Dengan luas wilayah 350,54 km² dan 31 kecamatan, pertumbuhan populasi yang pesat meningkatkan permintaan akan air bersih, sementara infrastruktur yang ada sering kali tidak memadai untuk menampung volume air yang diperlukan. Masalah banjir akibat curah hujan tinggi menjadi semakin umum, sehingga diperlukan solusi efektif untuk mengelola kelebihan air. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan rumah pompa sebagai bagian dari sistem drainase perkotaan. Rumah pompa berfungsi untuk mengatur aliran air dan mencegah luapan. Untuk meningkatkan efisiensi operasional rumah pompa, pemanfaatan teknologi simulasi berbasis Unity dapat digunakan untuk menciptakan model virtual yang memungkinkan analisis kinerja sistem secara menyeluruh sebelum implementasi nyata. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi operator rumah pompa serta meminimalisir risiko banjir di Surabaya. Simulasi ini diharapkan memberikan manfaat signifikan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem rumah pompa.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGISIAN BATERAI PADA CATU DAYA SEL SURYA
Author : Yuda Prasojo , Dedid Cahya Happyanto, Rika Rokhana
Abstrak
Seiring dengan pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan energi listrik menjadi besar. Namun sampai saat ini, penduduk hanya bergantung pada sumber listrik PLN sebagai pasokan energi utama secara 24 jam Non-Stop. Hal itu dapat mengakibatkan pengeluaran yang boros akibat Tarif Tagih Listrik(TTL). Pada proyek akhir ini dapat digunakan alternatif energi sehingga dapat menghemat pengeluaran penduduk. Sistem dimulai dari panel surya yang bekerja pada siang hari. Tegangannya tergantung dari tingkat intensitas cahaya dari sinar matahari. Hal itu mengakibatkan keluaran nya pun tidak stabil. Pada proyek akhir ini permasalahan tersebut dapat dipecahkan dengan adanya sistem tambahan yang dimulai dari adanya sebuah rangkaian untuk menaikkan tegangan dan menurunkan tegangan yang berfungsi untuk mengubah posisi tegangan input menuju tegangan yang diinginkan. Hal itu diperlukan karena solar cell memiliki tegangan keluaran sebesar 4-21v DC. Buck-Boost converter dapat berfungsi dengan area pengeluaran tegangan sebesar 0-30v dengan arus maksimal 2A. Untuk memonitoring tegangan masukan buck-boost dan tegangan keluaran serta arus keluaran digunakan dua buah sensor tegangan dengan prinsip pembagi tegangan dan sensor arus ACS712. Keluaran Buck-Boost apabila dalam keadaan open-loop masih belum stabil dengan perubahan range 0.1
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer