OTOMATIS POWER FACTOR CORRECTION PADA MULTIBEBAN 1 FASA
Author : Yanuar Arifin Nugroho  , Sutedjo, Yahya Chusna Arief

Abstrak

Beban listrik yang digunakan umumnya mempunyai beban bersifat reaktif induktif yang menyebabkan gelombang arus tertinggal dari gelombang tegangan. Hal ini mengakibatkan besarnya daya yang diserap dari sumber lebih besar dari pada daya yang dipakai oleh beban, sehingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kerugian daya yang disebabkan beban reaktif induktif bisa dikurangi dengan memperbaiki faktor daya. Sistem yang dirancang mencoba membuat suatu sistem yang menghubungkan rangkaian yang diukur faktor dayanya dengan suatu kombinasi kapasitor yang terangkai secara paralel. Dengan kombinasi ini diharapkan nilai faktor daya yang telah diperbaiki mampu mendekati nilai maksimumnya. Selanjutnya mikrokontoler akan mengendalikan switching kapasitor melalui relay sesuai dengan hasil perhitungan yang telah ditentukan. Dengan kombinasi ini diharapkan nilai faktor daya (cosθ) yang telah diperbaiki mampu mendekati unity (cos θ = 1). Beban yang ada pada sistem terdiri dari motor induksi 1 phasa 125W, dan ballast 36W. Variasi cosphi dari kedua beban tersebut adalah 0.28 (lag), 0.54 (lag) dan 0,69(lag) serta 0.46 (lag) saat ketiga beban tehubung ke sistem. Melalui perhitungan, besar kapasitor yang dapat mengkompensasi daya reaktif ke sistem adalah 10 uF. Dari pemasangan kapasitor tersebut didapatkan respon berupa meningkatnya nilai cos phi menjadi 0.95 (lag), 0.9, 0,94 dan 0,97 (lagg) dan konsumsi arus sistem yang lebih kecil dari kondisi sebelum pemasangan kapasitor, dimana dapat mengurangi arus line sistem hingga 25% dari arus sistem sebelum pemasangan.


DESAIN SISTEM MANAJEMEN PERGUDANGAN CERDAS : STUDI KASUS MONITORING PENGIRIMAN BARANG BERBASIS APLIKASI

Author : Dimas Arya Firmansyah  , Arifin, Paramita Eka Wahyu Lestari

Abstrak

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah membawa transformasi besar dalam manajemen pergudangan dan sistem pengiriman barang. Dalam proyek akhir ini, dirancang dan diimplementasikan sebuah sistem manajemen pergudangan cerdas berbasis aplikasi untuk memantau proses pengiriman barang secara real-time. Sistem ini mengintegrasikan beberapa teknologi utama, antara lain GPS untuk pelacakan posisi kendaraan, algoritma Dijkstra untuk perhitungan rute tercepat, database MySQL untuk penyimpanan data, dan Chatbot untuk memberikan notifikasi kepada konsumen. Sistem dikembangkan dalam dua platform utama: web untuk admin dan aplikasi Android untuk driver. Admin dapat mengatur tugas pengiriman, memantau lokasi kendaraan, dan mengelola data pick point. Sementara itu, driver menggunakan aplikasi Android untuk menerima tugas dan mengaktifkan GPS selama proses pengiriman. Data koordinat dikirimkan secara berkala ke server dan divisualisasikan dalam bentuk peta digital. Konsumen akan menerima notifikasi melalui Chatbot saat proses pengiriman dimulai dan selesai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan baik dan mampu meningkatkan transparansi informasi kepada pelanggan. Sistem ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam mendukung digitalisasi manajemen logistik dan distribusi barang di era modern.


MENDETEKSI ABNORMAL DRIVING MENGGUNAKAN SENSOR ACCELEROMETER DAN GYROSCOPE PADA SMARTPHONE DENGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

Author : Aviccena Izzul Wirawan  , Amang Sudarsono, Tri Budi Santoso

Abstrak

Perkembangan zaman selalu diwarnai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut berbanding lurus dengan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Teknologi adalah sarana yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam proyek akhir ini membahas tentang sebuah aplikasi untuk mendeteksi perilaku pengemudi dalam berkendara dengan memanfaatkan sensor yang ada dalam smartphone. Ada 2 jenis sensor yang digunakan, yaitu accelerometer dan gyroscope. Accelerometer berfungsi untuk pengukuran percepatan pada objek bergerak maupun pengukuran terhadap gravitasi bumi. Sedangkan gyroscope bisa mendeteksi gerakan sesuai gravitasi dari gerakan pengguna. Smartphone diletakkan pada kendaraan dengan fixedposition (tidak berubah tempat) untuk menghitung aktivitas berdasarkan beberapa parameter diantaranya normal, zig-zag, sleeping, belok kanan, belok kiri, U-turn, berhenti mendadak, tancap gas, dan polisi tidur. Selama dalam perjalanan, aplikasi tersebut akan menghitung berapa kali aktivitas pengemudi yang termasuk dalam parameter yang telah ditentukan. Pada akhirnya nanti akan disimpulkan apakah pengemudi termasuk kategori pengemudi yang baik atau yang buruk.


PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA MENGGUNAKAN METODE FOC

Author : Agung Prasetyo  , Moh. Zaenal Efendi, Syechu Dwitya Nugraha

Abstrak

Motor induksi tiga fasa memiliki keandalan yang tinggi karena murah, kuat dan dapat digunakan untuk waktu yang lama tanpa maintenance karena konstruksi brushless. Biasa digunakan untuk kebutuhan peralatan industri seperti pompa, kipas, blower dan peralatan rumah tangga. Namun, pengontrolan kecepatan motor induksi jauh lebih sulit dibandingkan pengontrolan kecepatan motor DC. Pada penelitian ini pengunaan motor induksi 3 fasa digunakan sebagai blower dan penggerak generator. Permasalahan yang terjadi pada kontrol kecepatan motor dimana selama proses tersebut kecepatan motor tidak maksimal atau sangat kecil, efisiensi daya sangat rendah dan kecepatan motor tidak stabil. Masalah ini berdampak pada hasil yang ditentukan dan output generator yang tidak stabil. Maka dari itu diperlukan kontrol kecepatan motor induksi 3 fasa menggunakan metode Field Oriented Control (FOC) agar motor bisa dikontrol untuk menuju setpoint yang diinginkan serta mencapai kondisi operasi yang stabil. Dengan perangkat inverter, sensor arus pada metode FOC dapat memperbaiki sistem apabila terjadi error perubahan kecepatan. Maka error yang terjadi akan direduksi dengan algoritma kontrol PI agar error mendekati nol(0). Pada uji Open Loop didapatkan nilai arus steady state pada motor sebesar 1.36 A. Ketika Close Loop menggunakan metode FOC arus steady state sebesar 0.42 A. Sehingga pengaruh FOC pada pengaturan kecepatan mempunyai kelebihan pada penghematan konsumsi energi motor dan memiliki respon yang baik dengan arus starting yang kecil.


RANCANG BANGUN ALAT BANTU UNTUK MENDETEKSI KOROSI PADA LAMBUNG KAPAL

Author : Adhitiya Dwijaya Ariyanto  , Ronny Susetyoko, Rika Rokhana, Hendhi Hermawan

Abstrak

Dewasa ini kecelakaan transportasi laut dalam hal ini kapal laut yang diakibatkan oleh kesalahan teknis berdasarkan kegagalan material pembuat kapal laut menyumbangkan 23% dari semua faktor penyebab kecelakaan laut. Pengawasan terhadap kondisi kapal laut terutama untuk perawatan dan perbaikan menjadi suatu kewajiban dalam upaya menerapkan keselamatan dalam transportasi laut. Akan tetapi, pihak jasa perawatan dan perbaikan kapal yang melaksanakan pengedokan kapal melakukan pemeriksaan kapal yang bersifat teknis yang salah satunya pemeriksaan kapal terhadap korosi, hanya sebatas inspeksi secara kasat mata dan bersifat menerka-nerka. Melalui proyek akhir ini, kami akan merealisaikan sebuah alat bantu untuk mendeteksi kondisi korosi pada pelat besi pada lambung kapal dengan referensi tertentu. Pengguna dapat mengetahui kondisi korosi pada pelat besi yang diukur nilai fluksi magnetnya. Sistem yang dirancang dapat mengukur nilai fluksi magnet dari pelat besi lambung kapal. Selanjutnya akan ditampilkan kepada pengguna mengenai kondisi pelat besi yang ada diukur beradasarkan 4 pengelompokan yaitu korosi pelat besi dalam kondisi ringan, sedang, berat dan baik. Dengan menggunakan hall effect sensor dengan teknologi semiconductor, data fluksi magnet diterjemahkan menjadi besaran listrik tegangan analog sehingga dapat diproses dan dianalisa oleh microcontroller dengan fitur adc (analog to digital converter ) yang selanjutnya ditampilkan nilai fluksi magnetnya dalam satuan Gauss. Sebagai keluaran dari microcontroller, data akan disimpan di media penyimpanan eeprom microcontroller. Hasil pengukuran yang menunjukkan kondisi dari pelat besi akan ditampilkan berupa tampilan karakter teks pada LCD. Dari hasil pengujian penyamaan pembacaan nilai tegangan output sensor dengan gaussmeter didapatkan hasil error rata-rata pembacaan sebesar 1,46 %. Untuk mengukur fluksi magnet dari pelat besi lambung kapal dengan ketebalan 10mm jarak pemasangan sensornya dari material uji adalah 3mm. Selanjutnya hasil akhir dari alat ini diharapkan mampu membantu mendeteksi korosi pada lambung kapal.