TEKNIK LOKALISASI BERBASIS PROXIMITY UNTUK PENDETEKSIAN POSISI GRUP DI BIDANG INDOOR (STUDI KASUS : GRUP MURID TK DI INDOOR AREA)
Author : Ridho Isnanto  , Prima Kristalina, Mohd. Syafrudin

Abstrak

Teknik lokalisasi merupakan kemampuan dari sebuah sensor untuk mendeteksi keberadaan posisinya sendiri dengan mengacu pada keberadaan sensor lain didekatnya, salah satu sensor yang digunakan berbasis Bluetooth Low Energy. Dalam sistem lokalisasi indoor positionning, untuk mendapatkan informasi sensor node dapat menggunakan berbagai metode dan salah satunya adalah dengan RSS(Recieving Signal Strength) dimana terdapat beberapa anchor dalam ruangan dan sebuah unkown node yang bergerak dalam ruangan. Anchor mengirimkan kuat sinyal ke unkown atau sebaliknya, kemudian dari kuat sinyal yang diterima (dBm) dapat diestimasi posisi antara anchor dengan unknown tersebut. Metode yang digunakan dalam lokalisasi adalah fingerprint, yaitu metode bagi pemetaan data yang terukur, misalnya RSS ke dalam grid-point yang meliputi seluruh area lokalisasi. Lokasi diestimasi dari perbandingan antara pengukuran RSS secara nyata dengan pengukuran sebelumnya yang disimpan dalam fingerprint. Selain itu juga menggunakan trilaterasi yang merupakan sebuah metode untuk menghitung koordinat posisi sebuah node dengan menggunakan garis perpotongan dari tiga buah lingkaran anchor node. Didapatkan hasil koefisien path loss exponent sebesar 1,75 dan untuk selisih error sebesar 2,69 meter dari jarak pengukuran 2 meter sampai 22 meter pada area observasi. Dengan menggunakan metode fingerprint dari keseluruhan posisi yang diujikan didapatkan hasil bahwa rata-rata total error estimasi terbesar berada pada posisi ketiga sebesar 3,08 meter dan rata-rata total error estimasi terkecil pada posisi kedua sebesar 1,24 meter serta memiliki range error estimasi terbesar pada posisi kelima dengan range 1,79 sampai 2,39 meter dan terkecil pada posisi kedua dengan range 0,86 sampai 1,22 meter. Dengan menggunakan metode trilaterasi dari keseluruhan posisi yang diujikan didapatkan hasil bahwa rata-rata total error estimasi terbesar berada pada posisi kelima sebesar 6,86 meter dan rata-rata total error estimasi terkecil pada posisi ketiga sebesar 2,24 meter serta memiliki range error estimasi terbesar pada posisi kelima dengan range 3,31 sampai 4,91 meter dan terkecil pada posisi ketiga dengan range 1,27 sampai 1,64 meter. Dari kedua metode yang diujikan metode fingerprint memiliki hasil estimasi posisi yang lebih baik dari pada metode trilaterasi.


LEMPAR JUMRAH REALISTIK DALAM SIMULASI MANASIK HAJI MENGGUNAKAN PERANGKAT MYO

Author : Iqbal Sabilirrasyad  , Mohammad Zikky, Rizky Yuniar Hakkun

Abstrak

Beribadah merupakan salah satu hal yang harus dilakukan bagi penganut agama. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual ibdah tahunan yang dilakukan oleh umat Islam sedunia yang sudah mampu secara material, mental, dan keilmuan. Walaupun sudah dilakukan pelatihan dengan benar namun sering kali calon jemaah haji belum dapat menguasai speneuhnya. Lempar jumrah adalah dimana para jemaah haji melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang yang berada dalam satu tempat bernama kompleks Jembatan Jumrah, di kota Mina yang terletak dekat Mekkah. Kegiatan ini adalah kegiatan kesembilan dalam rangkaian kegiatan-kegiatan ritual yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah haji, dan umumnya menarik jumlah peserta yang sangat besar (mencapai lebih dari sejuta jemaah). Hal ini terjadi akibat dari kurangnya situasi serta kondisi dalam simulasi kurang menggambarkan keadaan dari lokasi ibadah haji sebenarnya terutama pada simulasi Lempar Jumrah. Untuk itu dibutuhkan teknologi realitas virtual untuk membantu dalam menangani permasalahan tersebut. Simulasi Lempar adalah sebuah inovasi pada media pembelajaran yang bersifat konvensional yang akan menggambarkan proses kegiatan belajar tentang lempar jumrah didalam rukun haji. Hal ini dilakukan karena tingkat kemajuan teknologi yang berkembang pesat, sehingga memaksimalkan manfaat dari teknologi yang ada pada setiap kehidupan, seperti hal-nya dalam salah satu rukun islam yaitu haji. Untuk membuat Simulasi Lempar Jumrah yang interaktif, efektif dan efisien maka penulis berinisiatif menggunakan teknologi pendukung nya yaitu Myo Armband. Teknologi ini akan digunakan sebagai alat interaksi. Penggunaan Myo Armband dalam simulasi Lempar Jumrah akan menunjukan bahwa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi maka proses pengenalan tentang salah satu rukun Islam akan lebih menarik, inovatif dan mudah dipahami.


PERANCANGAN SISTEM DRONE UNTUK MONITORING DAN PREDIKSI LUASAN DAERAH KEBAKARAN BERBASIS LOGIKA FUZZY

Author : Shelvie Agita Ayu Wandira  , Son Kuswadi, Adytia Darmawan

Abstrak

Bencana kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan serius yang harus dihadapi bangsa Indonesia hampir setiap tahun pada musim kemarau. Penanganan sejak dini diperlukan untuk mencegah persebaran api yang semakin besar. Pada Tugas Akhir ini, akan dirancang sistem drone yang bertujuan untuk memberikan suatu teknik pemantauan pada daerah kebakaran. Untuk memenuhi keperluan tersebut, drone dirancang dilengkapi dengan kamera yang dapat memonitoring dan memetakan kondisi daerah kebakaran untuk mendeteksi kondisi lingkungan sekitar. Informasi mengenai kondisi yang diperoleh dapat digunakan untuk memprediksi luasan daerah kebakaran. Metode yang digunakan dalam sistem berbasis logika fuzzy Time Series (FTS). Prediksi menggunakan Fuzzy Time Series cocok diterapkan pada prediksi luasan daerah kebakaran yang selalu mengalami perubahan tiap satuan waktu. Hasil prediksi menggunakan fuzzy time series pada luasan daerah kebakaran memiliki nilai prediksi yang bervariasi. Dengan menggunakan sMAPE (symmetric Mean Absolute Percentage Error) untuk menghitung nilai error dari hasil prediksi didapatkan hasil yaitu besar kesalahan dari prediksi dengan nilai aktualnya sangat kecil yaitu 0.489 %. Hal tersebut menunjukkan bahwa peramalan dengan metode Fuzzt Time Series model Chen memiliki performa yang baik.


RANCANG BANGUN WEBSITE KOMUNITAS TERJUN DESA DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL

Author : Mochammad Alfarizi Romadhoni  , Saniyatul Mawaddah, Mohammad Robihul Mufid

Abstrak

Pembangunan pedesaan merupakan aspek penting dalam mencapai kesetaraan sosial dan ekonomi di seluruh dunia. Salah satu tantangan utama dalam mengembangkan pedesaan adalah memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program pembangunan. Untuk mengatasi tantangan ini, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi pilihan yang semakin populer. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis peran dan manfaat dari website komunitas Terjun Desa dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan pedesaan. Terjun Desa adalah sebuah inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui penggunaan teknologi dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam kesimpulannya, penggunaan website komunitas Terjun Desa merupakan sebuah solusi yang efektif dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan pedesaan. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini membuka peluang baru untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan, meningkatkan aksesibilitas informasi, dan memperkuat kerjasama antara pemangku kepentingan. Dengan demikian, website komunitas Terjun Desa memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan pedesaan yang inklusif dan berkelanjutan.


ANALISA UNJUK KERJA OFDM PADA ANTENA JAMAK BERBASIS SINGLE RF MENGGUNAKAN DETEKTOR VBLAST MMSE

Author : Tsaqifah Alfiana Ardaningtyas  , I Gede Puja Astawa, Hendy Briantoro

Abstrak

MIMO (Multiple-input Multiple-Output) merupakan sistem yang memiliki lebih dari satu antenna pada sisi transmitter dan receivernya dengan tujuan untuk menaikkan bit rate, namun pada sistem MIMO ini membutuhkan konsumsi Bandwidth yang sangat besar. Untuk menekan kebutuhan Bandwidth tersebut dapat mengkombinasikan antara MIMO-OFDM. Kombinasi antara MIMO dan OFDM membutuhkan konsumsi daya yang besar sehingga diperlukan teknik Single RF (radio frequency) yang berfungsi untuk meminimalkan jumlah terminal RF front end. Selain itu pada sistem MIMO-OFDM ini digunakan algoritma deteksi VBLAST untuk penerimaan sistem MIMO yang diharapkan dapat meminimalisasi terjadinya ISI (intersymbol interference). Pada tugas akhir ini akan dibuktikan melalui sebuah simulasi dan analisa terhadap sistem kerja OFDM pada antenna jamak berbasis Single RF menggunakan detector V-BLAST MMSE. Pada sisi transmitter digunakan convolutional code dengan rate ½ untuk mengkodekan data dan di sisi receiver digunakan Viterbi hard decoding untuk mengkodekan kembali, untuk modulasinya digunakan modulasi 64 QAM dan untuk estimasi kanalnya digunakan MMSE (Minimum Mean Square Error). Dari hasil simulasi yang telah dilakukan diketahui bahwa teknik kanal estimasi MMSE memiliki kinerja paling bagus ketika digunakan bersama dengan detector MMSE dibuktikan dengan selisih antara kanal ideal dan kanal simulasi hanya 1.7 dB dan untuk penggunaan kode konvolusi rate ½ tidak bisa memperbaiki kinerja dari detector yang digunakan karena selisih SNR antara kurva dengan dan tanpa kode konvolusi hanya 3.5 dB tidak sampai menaikkan nilai BER simulasi sistem. Dan untuk kinerja dari detector VBLAST MMSE diketahui memiliki kinerja yang sangat bagus dibandingkan dengan detector MMSE dan Zero Forcing, dibuktikan dengan ketika SNR 15 dB detector VBLAST MMSE mampu mencapai BER 10-5 sedangkan MMSE mencapai 10-3 dan untuk detector Zero Forcing hanya mencapai 10-2 saja.