Author : Indri Cahya Ningrum , Retno Sukmaningrum, Eru Puspita
Abstrak
Kebutuhan suatu alat pembelajaran hijaiyah dapat direalisasikan dengan berbagai cara, salah satu hal yang dapat diwujudkan adalah dengan membuat sebuah alat pembelajaran untuk menulis huruf hijaiyah secara portable. led dot matrix yang diatur dengan scanning memungkinkan digunakan sebagai media penampil tulisan dengan diintegrasikan sensor sebagai penunjuknya. Dalam proyek akhir ini dibangun sistem deteksi led dot matrix oleh sensor photodioda. Sensor photodioda bekerja dengan memanfaatkan cahaya dari LED. Cahaya dari LED dimanfaatkan oleh photodiode untuk selanjutnya di feedback ke LED kembali sehingga LED akan berubah menyala lebih terang. metode Euclidean Distance difungsikan untuk menentukan nilai verifikasi dari hasil tulisan user. Berdasarkan hasil uji keseluruhan, alat ini dapat berjalan dengan baik dengan persentase keberhasilan sebesar 98.02%.
RANCANG BANGUN ROBOT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN SISTEM PENJADWALAN
Author : Ni Putu Devira Ayu Martini , Niam Tamami, Ali Husein Alasiry
Abstrak
Kemajuan teknologi pada zaman sekarang berkembang sangat pesat, terutama dibidang pertanian misalnya menyiram tanaman secara otomatis, menyiram pestisida secara otomatis, pemupukan secara otomatis dan lain sebagainya. Aktivitas menyiram tanaman masih dilakukan secara manual sehingga menguras banyak energi. Sebenarnya ada solusi mudah dalam memelihara tanaman, salah satunya dengan memastikan asupan air yang cukur. Namun hal tersebut masih menjadi masalah jika intensitas penyiraman tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tanah. Selain mengobservasi kondisi tanaman, pengecekan tanah juga diperlukan untuk mengetahui kadar air serta kondisi tanah agar tidak menyebabkan kekeringan, tanaman layu hingga mati. Sayangnya, untuk mengetahui kondisi kapan harus menyiram, masyarakat juga harus menyadari kapan waktu untuk berhenti menyiram, banyak air yang diperlukan dan sesering apa penyiraman harus dilakukan. Oleh karena itu, pembuatan robot penyiram tanaman otomatis ini dibuat sebagai solusi permasalahan tersebut. Robot penyiram otomatis dirancang agar dapat menanam tanaman dengan media tanah dan dimensi luas penanaman yang bisa diatur sesuai keinginan sendiri namun masih dalam batasan luas yang telah ditentukan. Robot ini berkonsep seperti mesin CNC dua axis sederhana dengan pengontrolan yang dapat melakukan kegiatan penyiraman. Dari hasil pengujian keseluruhan bahwa sebelum adanya aktivitas penyiraman pada sore hari kelembaban terukur rata-rata sebesar 31% dan setelah disiram menunjukkan nilai rata-rata 52%. Sedangkan pada pagi hari terukur sebesar 40% pada sebelum penyiraman dan 62% sesudah penyiraman. Sementara itu sistem pewaktuan yang terukur dalam pengujian memiliki error yang sangat kecil yaitu 1 detik saja dalam 10 kali.
SIMULASI DAN ANALISA KINERJA SISTEM DVB-T2 PADA PEMAKAIAN TURBO CODE
Author : Dian Wira Wulandari , Arifin, I Gede Puja Astawa
Abstrak
DVB-T2 (Digital and Video Broadcasting-Terrestrial Second Generation) merupakan solusi dominan untuk implementasi televisi digital, dimana DVB-T2 adalah pengembangan dari DVB-T (Digital and Video Broadcasting-Terrestrial First Generation). Pada penelitian proyek akhir ini dilakukan simulasi dan analisa kinerja sistem DVB-T2 menggunakan jenis modulasi PSK yaitu BPSK, QPSK dan 8-PSK. Juga digunakan Turbo Code rate 1â„3 sebagai Forward Error Correction (FEC) yang mampu menekan kuantitas Bit Error Rate (BER). Untuk penyederhanaan komputasi dalam proses simulasi, maka kanal yang digunakan adalah kanal ideal tanpa estimasi. Simulasi dilakukan dengan menganalisa nilai BER (Bit Error Rate) terhadap SNR (Signal to Noise Ratio). yang diterima oleh sistem. Penelitian dilakukan menggunakan 64 subcarrier pada sistem OFDM yang ditransmisikan melalui kanal Rayleigh. Ketika MIMO-OFDM tanpa Turbo Code, untuk mencapai BER 〖10〗^(-5), modulasi BPSK memerlukan SNR 23dB, modulasi QPSK memerlukan SNR 24dB dan modulasi 8-PSK memerlukan SNR 27dB. Ketika MIMO-OFDM dengan Turbo Code, untuk mencapai BER 〖10〗^(-5), modulasi BPSK memerlukan SNR 18dB, modulasi QPSK memerlukan SNR 19dB dan modulasi 8-PSK memerlukan SNR 22dB. Penggunaan Turbo Code dapat menghasilkan nilai SNR yang jauh lebih rendah dibandingkan tanpa Turbo Code atau dapat dikatakan bahwa Turbo Code dapat menghemat daya ±5dB.
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI KUALITAS SUSU SAPI PADA SUHU RUANG BERDASARKAN TINGKAT KEASAMAN, BERAT JENIS DAN WAKTU REDUKTASE DENGAN METODE FUZZY LOGIC
Author : Rayza Rizky Fransisca Putri , Kemalasari, Eru Puspita
Abstrak
Susu sapi perah merupakan produk hasil ternak dengan nilai gizi tinggi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kualitas atau mutu dari susu sapi perlu dijaga karena merupakan bagian terpenting yang hanya dapat dipertahankan selama waktu tertentu yang selanjutnya akan mengalami penurunan kualitas dan berakhir dengan kerusakan susu. Monitoring kualitas susu sapi pada model peternakan rakyat atau ternak rumahan dilakukan secara konvensional yaitu dengan cara uji fisik seperti mencium aroma, merasakan secara langsung, dan melihat kondisi warna dari susu perah tersebut. Peternak hampir tidak pernah melakukan pengujian susu ke laboraturium karena biaya uji yang mahal serta belum tersedianya peralatan uji yang mudah dan murah menjadi faktor penyebab kualifikasi susu dari peternak hanya berdasarkan uji fisik. Padahal uji kualitas tersebut menjadi tolok ukur penentuan harga susu yang akan dijual. Menurut SNI, persyaratan mutu susu sapi perah diantaranya adalah tingkat keasaman, berat jenis, dan waktu reduktase. Dalam tugas akhir ini dilakukan perancangan sebuah alat yang dapat mendeteksi kualitas susu sapi yang mengacu pada tingkat keasaman, berat jenis, dan waktu reduktase. Hasil pembacaan dari sensor PH, berat jenis dan sensor warna dalam menentukan waktu reduktase akan diakuisisi oleh mikrokontroler. Data akan diolah dan ditampilkan pada LCD dengan hasil berupa nilai PH, berat jenis, waktu reduktase dan grade kualitas susu (Baik, Cukup, Kurang, Buruk). Susu sapi yang digunakan merupakan susu sapi segar yang belum melalui proses masak atau masih dalam keadaan mentah. Dari hasil pengujian maka didapatkan data hasil klasifikasi memiliki akurasi 100% berdasarkan perbandingan menggunakan tabel SNI 3141.1:2011.
SISTEM OTOMATISASI PADA AQUASCAPE BERBASIS LOGIKA FUZZY
Author : Rossa Intan Almaida , Ardik Wijayanto, Eru Puspita
Abstrak
Aquascape merupakan ekosistem buatan di dalam akuarium yang digemari oleh berbagai kalangan. Aquascape adalah seni mengatur tanaman, air, batu, karang, kayu, dan yang lainnya di dalam media kaca. Aspek terpenting pada aquascape salah satunya yaitu kualitas air. Hal tersebut adalah salah satu faktor penentu lama tanaman dan ikan hias dalam bertahan hidup. Pada pemeliharaan aquascape, ada beberapa faktor yang terpenting yaitu pH dan Zat Padat Terlarut atau Total Dissolve Solid (TDS) sehingga hal tersebut dijadikan parameter utama yang akan diambil dari penelitian ini guna untuk mengetahui kondisi dari aquascape dan tindakan yang akan dilakukan. Pembuatan dan perawatan dari aquascape cukup mahal, sehingga perlu perawatan yang rutin agar tanaman dan ikan hias dapat bertahan hidup lebih lama. Cara yang masih banyak digunakan yaitu melakukan pengurasan dan penambahan air. Pergantian air secara berkala tentu akan menyita waktu, tenaga, dan biaya. Dalam proyek akhir ini diajukan sebuah sistem untuk mengetahui kadar PPM, kadar pH, suhu, serta ketinggian air pada aquascape dengan menerapkan system Internet of Things (IoT) agar pengguna dapat melihat kondisi aquascape dari device yang dimilikinya. Pengurasan air pada aquascape dilakukan dengan dua parameter, kadar TDS dan kadar pH dengan menggunakan metode logika fuzzy. Selain itu, perawatan tumbuhan pada aquascape juga harus diperhatikan dengan cara penambahan pencahayaan buatan serta penstabil suhu, dimana terdapat lampu dan fan dc untuk mengatur kebutuhan cahaya serta suhu. Pada penelitian ini, juga dilakukan monitoring dimana dapat dilihat pada website. Setelah dirancang dan dibuat dengan tingkat persentase akurasi error pada sensor ultrasonik sebesar 0%, sensor DS18B20 sebesar 0.25%, sensor TDS sebesar 2.62%, dan pH sebesar 0.49%. Penelitian ini diperkuat dengan menggunakan pendekatan metode logika Fuzzy untuk membantu pengambilan keputusan terkait dengan tingkat kondisi air pada aquascape. Dengan digunakannya metode fuzzy pada sistem otomatis ini, maka proyek akhir yang telah dibuat mampu membantu aquascaper merawat aquascapenya dengan baik di tengah kesibukannya.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer