Author : Anandhito Fennady , Ainur Rofiq, Endro Wahjono
Abstrak
Reverse Osmosis merupakan suatu sistem pengolahan dan penyaringan air dari konsentrasi tinggi menjadi air tawar yang mempunyai konsentrasi lebih rendah karena adanya tekanan osmotik melewati membrane semipermiabel yang kerapatannya hingga 0,0001 mikron. Namun kurangnya prosedur yang standar menyebabkan kurang layaknya air produk untuk dikonsumsi disebabkan beberapa faktor, seperti tekanan osmotik pada filter air, kurang stabilnya proses pemompaan dan terlalu beratnya kandungan TDS dan logam pada air masukannya. Pada teknologi ini akan diterapkan suatu sistem automasisasi pada sistem Reverse Osmosis dengan proses dua tahap dengan tujuan menghasilkan jumlah air produk yang lebih besar dan kandungan TDS yang lebih minimum. Sistem ini berbasis mikrokontroler ATMega 16 dengan menggunakan rangkaian DC Chopper dan Boost Converter 32 volt untuk mengontrol tekanan air yang masuk dengan program penstabilan tegangan motor pompa dari mikro. Untuk pemantauan (monitoring) digunakan sensor TDS.
RANCANG BANGUN SEPIC CONVERTER SEBAGAI CHARGING BATERAI LITHIUM MENGGUNAKAN CONTROLLER PID
Author : Fikri Aulia Rahman , Lucky Pradigta Setiya Raharja, Putu Agus Mahadi Putra
Abstrak
Pada Perkembangan Zaman sekarang , penggunaan panel surya sebagai sumber energi listrik alternatif semakin meningkat. Hal tersebut didasari oleh kesadaran masyarakat yang mulai memanfaatkan sumber energi listrik untuk menghemat pengeluaran. Dalam penggunaan panel surya membutuhkan sinar matahari yang optimal, dimana sinar matahari tersebut hanya dapat diperoleh pada pagi hari hingga siang hari sehingga diperlukan metode charging yang dapat digunakan untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panelsurya. Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya akan disimpan pada beterai. Baterai yang digunakan pada proyek akhir ini menggunakan baterai jenis Lithium Ion dengan kapasitas 12 V 7,2 Ah. Pada proyek akhir ini, proses penyimpanan sumber energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya dengan kapasitas 50 WP menggunakan SEPIC Converter dengan menggunakan kontrol PID, dimana SEPIC Converter tersebut memiliki fungsi untuk menjaga tegangan charging dalam kondisi konstan sesuai dengan set point yaitu 14,4 V. Setelah dilakukan Simulasi dengan metode perhitungan Analitik di dapat parameter parameter yang didapat yaitu Kp sebesar 0.0195 , Ki sebesar 26,85, dan Kd sebesar 0.00000000038025 namun gelombang dari perhitungan analitik belum konstan sehingga perlu dilakukan Tuning.
STUDI NUMERIK ANALISIS PENGARUH KETEBALAN TRAILING EDGE STATOR TURBIN UAP TEKANAN RENDAH TERHADAP KONDENSASI UAP
Author : Gilang Muhammad , Lohdy Diana, Achmad Bahrul Ulum
Abstrak
Turbin uap bekerja pada kondisi operasi kompleks yang terkadang melibatkan aliran dua fasa terutama pada daerah tingkat akhir dimana turbin bekerja pada kondisi saturasi yang ditandai dengan mulai munculnya kondensasi droplet air pada aliran uap. kondensasi yang timbul pada turbin uap berpengaruh pada penurunan performa secara keseluruhan dibandingkan ketika bekerja pada kondisi uap kering, kerugian ini disebut kerugian kelembapan. Dalam tugas akhir berikut akan dilakukan pemodelan aliran pada stator turbin uap tekanan rendah menggunakan pendekatan studi numerik Computational Fluid Dynamic (CFD). Selain itu dilakukan variasi terhadap ketebalan trailing edge stator dengan nilai T = 2.72 mm, T = 2.02 mm, T = 1.32 mm, dan T = 0.62 mm. Kondensasi yang terjadi pada blade stator diketahui melalui parameter tekanan statis, laju nukleasi, radius droplet, distribusi droplet per unit volume. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa ketebalan trailing edge stator memiliki pengaruh terhadap proses kondensasi uap. Selanjutnya diperoleh nilai efisiensi tertinggi sebesar 99.17 % pada variasi ketebalan trailing edge T = 0.62 mm dan efisiensi paling rendah sebesar 98.34 % pada variasi ketebalan trailing edge T = 2.72 mm yang mana menunjukkan dengan semakin kecil ketebalan ketebalan trailing edge stator efisiensi yang dimiliki stator akan semakin besar.
STUDI NUMERIK PENGARUH BENTUK DISTURBANCE BODY TERHADAP ALIRAN DAN PERPINDAHAN PANAS PADA LPH
Author : Awad Akmal , Lohdy Diana, Wahyu Nur Fadilah
Abstrak
Low Pressure Heater (LPH) merupakan salah satu jenis shell & tube heat exchanger yang berfungsi sebagai pemanas awal air umpan yang akan masuk ke boiler dengan uap ekstraksi turbin sebagai pemanasnya. Tube dalam LPH disusun dengan sangat rapat untuk memaksimalkan proses perpindahan panas sehingga pressure drop yang dihasilkan sangat besar. Ada dua metode untuk mengurangi pressure drop yang terjadi yaitu metode pengontrolan aktif dan pasif. Pada penelitian ini menggunakan metode pengontrolan pasif dengan meletakkan inlet disturbance body (IDB) pada sisi upstream tube. Penelitian ini dilakukan menggunakan software computational fluid dynamic (CFD) secara 2D dengan menyusun lima tube LPH yang disusun staggered dan memvariasikan dua bentuk IDB yaitu silinder dan rectangular. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada variasi dasar (tanpa IDB) lebih mampu mengurangi pressure drop pada LPH dibandingkan dengan menggunakan IDB. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai pressure drop sekitar 0.84 Pa dan hasil koefisien drag terkecil dengan nilai 0,076923. Nilai koefisien drag meningkat seiring bertambahnya sudut disturbance body. Selain itu didukung pula dengan profil kecepatan wake 0,24 m/s dan nilai nusselt sebesar 45.88.
RANCANG BANGUN PID-FUZZY UNTUK PENGATURAN ARUS FLUKS DECOUPLING MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN METODE IFOC (INDIRECT FIELD ORIENTED CONTROL)
Author : R. Oktav Yama Hendra , Era Purwanto, Hary Oktavianto
Abstrak
Pada sektor industri penggunaan motor induksi sangat dibutuhkan dikarenakan lebih murah dan strukturnya lebih sederhana. Namun motor induksi memiliki kelemahan dalam mengatur kecepatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati peforma dan efisiensi dari motor induksi 3 fasa pada berbagai tingkat kecepatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah vektor kontrol motor induksi yaitu IFOC dan PID-Fuzzy. Pengontrolan Fuzzy Logic berperan sebagai penjadwal nilai PID dengan keunggulannya meningkatkan kinerja motor induksi terhadap perubahan beban dan kecepatan. Dari hasil simulasi yang dilakukan pada LabView menggunakan metode kontrol PID-Fuzzy memiliki efisiensinya lebih bagus dibandingkan pengendalian dengan menggunakan metode kontrol PID yaitu rata-rata ±0,4%-1,51% lebih tinggi nilai efisiensinya dan. Sedangkan pada performa kecepatan kontrol PID-Fuzzy memiliki karakteristik performa kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol PID dengan tolak ukur dari performa berupa risetime ±2ms-274 ms, settling time ±1ms-265ms dan error steady ±2%-0,625%.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer