DETEKSI DIABETES BERDASARKAN WARNA DAN GAS AMONIA URINE MENGGUNAKAN METODE K-NEAREST NEIGHBORS
Author : Aufatul Ardiana  , Agrippina Waya Rahmaning Gusti, Rika Rokhana

Abstrak

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah secara berkelanjutan, dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Proses pemeriksaan kadar gula darah yang umum dilakukan masih bersifat invasif dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat deteksi diabetes noninvasif dengan menggunakan sampel urine. Parameter yang digunakan dalam sistem ini adalah warna urine dan kadar gas amonia yang dihasilkan, mengingat penderita diabetes cenderung memiliki kadar amonia yang lebih tinggi. Dalam pengolahan data, digunakan metode K-Nearest Neighbors untuk klasifikasi status diabetes dan regresi linear untuk memprediksi kadar gula darah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode K-Nearest Neighbors dengan K=3 mengklasifikasikan kondisi pasien dengan akurasi sebesar 96,67%, terdapat satu kesalahan klasifikasi dari 30 data uji. Sedangkan metode regresi linear menghasilkan rata-rata error sebesar 6,5%, dengan error maksimum sebesar 13,86% dan minimum sebesar 3,28%.


SISTEM MONITORING OTOMATIS KONDISI AIR AKUARIUM DENGAN SENSOR SUHU, KEKERUHAN, DAN PENGECEK AERATOR

Author : Wildanul Haq   , Niam Tamami, Eru Puspita

Abstrak

Pemeliharaan akuarium memerlukan pemantauan kondisi air secara rutin untuk menjamin kesehatan ikan dan tanaman air. Proyek akhir ini merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring otomatis yang dilengkapi dengan sensor suhu, sensor kekeruhan, dan pendeteksi kondisi aerator. Sistem ini mampu merespons perubahan kondisi air secara otomatis, seperti menguras air, menyesuaikan suhu (mendinginkan atau menghangatkan), serta memberikan peringatan jika aerator tidak berfungsi. Semua data pemantauan dikirim dan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi Blynk, memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi kapan saja. Sistem ini dirancang menggunakan mikrokontroler yang memproses data dari sensor dan menjalankan kontrol otomatis berdasarkan parameter yang ditentukan. Dengan adanya sistem ini, pemeliharaan akuarium menjadi lebih efisien dan risiko gangguan pada ekosistem akuarium dapat diminimalkan.


RANCANG BANGUN ALAT PEMBUNUH BAKTERI DAN PENGHILANG BAU TAK SEDAP PADA SEPATU KULIT

Author : Septa Ari Susetyo  , Legowo Sulistijono, Santi Anggraeni

Abstrak

Sepatu kulit sering menimbulkan aroma yang tidak sedap setelah digunakan karena lembab dan bercampur keringat, Apalagi jika sepatu sering digunakan selama berhari-hari meskipun sudah mengenakan kaos kaki. Aroma tidak sedap disebabkan oleh bromhidrosis dan hyperhidrosis. Bromhidrosis merupakan sekelompok bakteri di tubuh yang menimbulkan aroma tidak sedap. Sedangkan hiperdrosis merupakan keringat berlebih. Di kaki kita terdapat lebih dari 250.000 kelenjar keringat yang menghasilkan 570 ml keringat setiap harinya. Jika bakteri dan keringat tersebut bercampur maka akan menghasilkan isovaleric acid. Isovaleric acid merupakan zat yang beraroma tidak sedap. Pada alat ini menggunakan radiasi sinar UV-C yang dapat menghancurkan kehidupan biologis bakteri. Digunakan sensor LDR untuk mendeteksi keadaan gelap maupun terang sebagai pengaman, jika dalam keadaan terang maka alat tidak berkerja. DHT11 akan membaca suhu dan kelembaban yang nantinya digunakan sebagai acuan lamanya proses penyinaran. Saat penyinaran selesai, buzzer akan berbunyi sebagai indikator disertai informasi yang tertera pada display LCD 16x2.Variasi metode ini mengacu pada kebutuhan masyarakat terutama di kalangan perkantoran dan olahragawan. Untuk mengukur suhu dan kelembapan hingga stabil di dalam sepatu membutuhkan waktu selama 124 detik. Waktu yang diperlukan untuk penyinaran pada suhu 20oC sampai 32oC adalah 15 menit. Tingkat keakuratan dari sensor DHT11 dalam pengukuran suhu dan kelembapan adalah 96,2% . Rata – rata pembacaan sensor LDR >4Vdc dalam keadan gelap dan <2Vdc dalam keadaan terang. Sterilisasi bakteri mencapai 98,6%.


PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN DENGAN PENGONTROLAN TEGANGAN MENGGUNAKAN AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR (AVR) BERBASIS MIKROKONTROLLER

Author : Mochamad Wisnu Wibowo  , Arman Jaya, Moch.Machmud Rifadil

Abstrak

Kebutuhan energy listrik untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya terus meningkat dan masih jarang untuk dapat digunakan oleh kalangan masyarakat dan daerah yang sulit dijangkau terutama didaerah terpencil. Maka perlu diupayakan untuk mendapatkan energy alternative untuk mengatasi permasalahan tersebut. Proyek akhir ini memanfaatkan laju angin sebagai sumber utama yang akan dikonversi menjadi sumber listrik melalui sebuah generator DC. Kincir Angin horisontal digunakan sebagai penggerak generator DC. Tegangan output generator DC akan digunakan untuk mengisi aki agar energi dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama. Hasil dari proyek akhir ini mampu menghasilkan tegangan output dari generator DC sebesar 0.45Volt karena itu dibutuhkan angin yang kencang agar tegangan output generator DC mencapai 5 volt sehingga sistem akan mengontrol tegangan hingga setting point 14 volt untuk pengisian aki. Ketika generator DC menghasilkan output yang kecil dibawah 5 volt maka Aki dari beban berfungsi untuk menghidupkan sistem Sehingga system akan tetap menyala walaupun tegangan output generator DC dibawah 5 volt.. Data seperti tegangan input dan output dapat disimpan dalam microSD, sehingga dapat mengetahui parameter waktu dan tegangan yang dihasilkan.


APLIKASI NAVIGASI PENDAKIAN GUNUNG BERDASARKAN KONDISI GUNUNG BERBASIS ANDROID

Author : Zhafirah Zhafarina  , Arna Fariza, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Pendakian merupakan olahraga untuk menaiki dan menuruni gunung. Sedangkan banyak dari pendaki yang akan arah rute atau jalur pendakian yang benar dan membuat tersesat terutama bagi pemula yang belum pernah mendaki sebelumnya. Jalur Dengan menggunakan perangkat teknologi salah satunya yaitu mobile device. Dengan membangun aplikasi ini, pemula dapat menentukan jalur atau rute yang aman untuk dilalui. Penggunaan aplikasin ini mudah digunakan pada saat pendakian karena pada aplikasi ini navigasi yang di gunakan yaitu berbasis offline, sehingga cocok untuk digunakan pada saat pendakian.