IMPLEMENTASI KEAMANAN VEHICLE TO VEHICLE BERBASIS PHYSICAL LAYER SECURITY
Author : Iqbal Azmi Harisnaini  , Mike Yuliana, Nihayatus Saadah

Abstrak

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan terus mendorong transformasi digital di sektor transportasi melalui penerapan Intelligent Transport System. ITS bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan keselamatan transportasi dengan mengintegrasikan teknologi informasi seperti sensor, kamera, dan sistem pemantauan lalu lintas secara real-time. Salah satu aspek penting dalam ITS adalah komunikasi antar kendaraan Vehicle-to-Vehicle atau , yang menuntut sistem pertukaran informasi yang aman dan sinkron. Penelitian ini mengkaji penerapan metode kuantisasi Mathur sebagai salah satu pendekatan keamanan berbasis lapisan fisik Physical Layer Security untuk membangkitkan kunci kriptografi dari sinyal RSS Received Signal Strength. Proses dilakukan dengan memvariasikan nilai ambang alfa dari 0.1 hingga 0.9 untuk mengetahui pengaruhnya terhadap jumlah bit kunci yang dihasilkan dan tingkat ketidaksesuaian bit Key Disagreement Rate atau KDR. Hasil menunjukkan bahwa nilai alfa yang kecil mampu menghasilkan KDR sebesar 0 pada sebagian besar skenario, menunjukkan tingkat sinkronisasi yang tinggi antara perangkat pengirim dan penerima. Skenario 1A dan 1B menunjukkan performa terbaik, dengan KDR tetap rendah meskipun nilai alfa ditingkatkan. Sementara itu, nilai Key Generation Rate tertinggi sebesar 10.984 bit diperoleh pada skenario 2A dengan nilai alfa 0.4. Hasil ini mengindikasikan bahwa metode kuantisasi Mathur efektif digunakan untuk menghasilkan kunci yang sinkron dan stabil dalam sistem komunikasi V2V sebagai bagian dari implementasi ITS.


SMART PARKING LOCATOR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NFC BERBASIS APLIKASI ANDROID

Author : Florista Dewi  , Mike Yuliana, Rahardhita Widyatra Sudibyo

Abstrak

Smart city semakin berkembang pesat disetiap kota-kota besar. Hal ini memicu setiap kota untuk mengembangkan teknologi yang ada agar menjadi kota yang rapi dengan sistem baru. Selama ini banyaknya masyarakat dengan ekonomi menengah menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor maupun mobil sehingga lahan parkir di tengah kota semakin menipis. Sistem parkir dengan menggunakan RFID telah digunakan di beberapa gedung-gedung di kota besar untuk menyelesaikan masalah antrian parkir yang panjang. Namun, beberapa sistem parkir lama dengan menggunakan karcis juga masih banyak digunakan bahkan informasi parkir hanya mampu dibaca pada saat berada didepan pintu gerbang parkir sehingga lemahnya sistem parkir yang berlaku perlu dikembangkan agar menjadi efektif. Pada proyek akhir ini, teknologi perkembangan dari RFID berupa NFC (Near Field Communication) dibuat untuk memudahkan setiap pengguna dalam proses parkir. Teknologi berbasis aplikasi android diterapkan dalam NFC Tags sehingga memudahkan untuk mengakses informasi parkir tanpa harus melintas didepan gedung untuk melihat informasi parkir. Dari hasil pengujian terlihat bahwa sensor ultrasonik dapat bekerja dengan baik untuk menangkap adanya mobil pada saat parkir dengan prosentase error 0,78%. Sedangkan aplikasi android pada sistem ini dapat bekerja dengan baik saat proses tapping NFC dengan rata-rata waktu sebesar 36194,67 ms. Dengan demikian sistem parkir menggunakan NFC berhasil berjalan dengan baik.


PENANGANAN COLD START PROBLEM PADA PENGGUNAAN METODE COLLABORATIVE FILTERING DALAM STUDI KASUS E-COMMERCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE HYBRID FILTERING

Author : Muhammad Masruhin  , Tessy Badriyah, Iwan Syarif

Abstrak

Online shop merupakan layanan jual beli yang saat ini popular di Indonesia karena menawarkan kemudahan dalam mempertemukan penjual dan pembeli. pada online shop sering di jumpai adanya sistem untuk merekomendasikan barang, dalam perkembangannya, terdapat beberapa masalah yang dialami oleh sebuah sistem rekomendasi, salah satunya adalah cold-start, dimana cold-start adalah ketidakmampuan Sebuah sistem rekomendasi dalam memberikan rekomendasi untuk item baru yang belum memiliki data rating sama sekali (pengguna guest, pengguna baru dan produk baru). Untuk memberikan solusi berkaitan dengan ketidak mampuan memberikan rekomendasi karena data rating yang kosong, maka pada proyek akhir ini dibuat online-shopping yang menggunakan Sistem Rekomendasi yang dapat menangani permasalahan diatas. Sistem rekomendasi yang diimplementasikan dalam proyek akhir ini menggunakan metode Collaborative Filtering dan Content-based Filtering, yang dimana penggunaannya tergantung pada pengguna yang akan melihat website, jika pengguna adalah guest dan pengguna baru, maka akan digunakan Content-based Filtering yang akan menggunakan data kesamaan antar produk. tetapi jika pengguna sudah melakukan login dan sudah memiliki data rating maka akan digunakan Collaborative Filtering yang akan menggunakan data kesamaan antar pengguna. Dengan adanya fitur sistem rekomendasi yang dapat mengatasi masalah cold-start di dalam online shop diharapkan agar pengguna dapat dengan cepat menemukan barang yang dibutuhkan dan barang tanpa rating juga dapat di rekomendasikan kepada pengguna. Dengan strategi ini online shop akan dapat meningkatkan pelayanan dan kepuasan pada pelanggan, serta meningkatkan pendapatan pada online shop itu sendiri.


PEMBUATAN WEBSITE DAN ANALISA RELIABILITY PADA PULVERIZER MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE ANALYSIS EFFECT DAN KUANTITATIF

Author : Ade Triyas Ramanda  , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Arrad Ghani Safitra

Abstrak

Pulverizer merupakan peralatan penting dalam sebuah pembangkit. Yang mana pulverizer memiliki fungsi menggerus batubara menjadi serbuk untuk dibakar pada burner sehingga mampu menghasilkan uap. Maka dari itu, keandalan (reliability) pada pulverizer perlu dilakukan pemeliharaan secara baik agar performa pada pulverizer tetap terjaga. Keandalan (reliability) pada pulverizer dapat dianalisa dari dua sisi yaitu dengan cara kualitatif dan kuantitatif. Failure Mode Effect Analysis (FMEA) merupakan metode dalam menganalisa secara kualitatif. Failure Mode Effect Analysis adalah metode mengidentifikasi dan mencegah sebanyak mungkin mode kegagalan pada suatu unit/alat. Kemudian untuk analisa keandalan (reliability) dengan cara kuantitatif dengan menghitung nilai R(t)), MTTF, F(t), f(t), λ(t), preventive maintenance. Berdasarkan analisa FMEA diketahui terdapat 3 komponen yang perlu diprioritaskan yakni grinding dengan nilai 313,34, linier dengan nilai 293,76 dan lubrication oil dengan nilai 233,80. Untuk menjaga reliability pada komponen pulverizer agar tetap terjaga pada kondisi reliability 70% maka diperlukan jadwal maintenance yakni untuk grinding yakni setiap 5700 jam sekali, linier yakni setiap 5882 jam sekali, dan lubrication oil yakni setiap 3566 jam sekali. Pembuatan website digunakan untuk mempermudah mengolah, menyimpan dan menganalisa dari data-data yang ada sehingga akan mempermudah pengguna dalam mengapikasikan. Output dari Tugas akhir ini adalah mampu memberikan evaluasi dan rekomendasi kepada pihak terkait untuk menjaga dan meningkatkan pemeliharaan dan perawatan terhadap unit operasi. Sehingga mampu meningkatkan kapasitas pembangkit dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat Indonesia.


RANCANG BANGUN Z-SOURCE INVERTER 1 FASA MENGGUNAKAN MAXIMUM BOOST CONTROL UNTUK SUPLAI POMPA AIR

Author : Tita Aprilia Pratama  , Sutedjo, Indra Ferdiansyah

Abstrak

Penelitian mengenai elektronika daya semakin berkembang, salah satunya yaitu Z-source inverter sebagai alternatif konsep konversi daya guna meningkatkan tegangan tanpa adanya penambahan topologi peningkat tegangan (single stage) sebelum dihubungkan ke inverter.Penambahan topologi peningkat tegangan menimbulkan rugi-rugi switcing yang cukup besar yang dapat menurunkan nilai effisiensi. Oleh karena itu, diperlukan desain topologi yang dapat beroperasi sebagai boost converter serta mengurangi rugi-rugi tegangan.Z-source Inverter merupakan perkembangan dari Voltage Source Inverter dengan penambahan rangakain sumber impedansi dan kontrol penyalaan menggunakan Maximum Boost Control. Maximum Boost Control merupakan sinusoidal PWM (SPWM) yang dimodifikasi dengan menambahkan kondisi Shoot Through Zero State dengan faktor peningkat tegangan (B) sebesar 3.27 kali dan effisiensi 90,3% untuk suplai motor pompa air (tanpa dibebani).