Author : Nindito Papilande Gumelar , Endah Suryawati Ningrum, R.Sanggar Dewanto
Abstrak
Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik dengan kontrol manusia atau menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dahulu (kecerdasan buatan). Terdapat dua jenis robot, yakni fixed robot dan mobile robot. Jenis mobile robot sendiri telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, sebagai contoh adalah mobile robot dengan kemampuan manufer pada banyak medan atau all-terrain robot. All-terrain robot telah banyak dikembangkan dalam berbagai bentuk dan fungsi salah satunya sebagai robot pembawa barang. Pada proyek akhir ini sedang dibuat robot yang dapat beroperasi pada lintasan datar dan lintasan yang tidak beraturan (tangga) atau dapat disebut robot stairs climber dengan fungsi sebagai robot pembawa barang, dan berfokus pada perancangan mekanik. Mobile robot ini menggunakan model roda tri-wheels lope (Roda roll yang terdapat pada pada roda tri-wheels lope) yang dianggap efektif untuk pergerakan linier pada bidang datar dan pergerakan menaiki dan menuruni anak tangga. Struktur Mobile robot ini dibuat dengan material aluminium yang kuat dan dikombinasikan dengan teknik penggabungan antar part yang kokoh. Robot ini telah mengalami beberapa pengujian yakni pengujian menaiki dan menuruni tangga (tinggi 16 cm-18 cm dan lebar 27.5 cm-29 cm), serta pengujian kinematik belok saat berada pada bidang datar. Pengujian tersebut didapatkan hasil bahwa robot dapat menaiki dan menuruni tangga, namun mengalami kesulitan untuk manufer belok pada pergerakan di bidang datar.
PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN AKHLAKUL KARIMAH BERBASIS MOBILE MENGGUNAKAN METODE GOAL-DIRECTED DESIGN
Author : Febilenia Risma Putri Argiyanto , Desy Intan Permatasari, Andhik Ampuh Yunanto
Abstrak
Pembelajaran moral dan nilai nilai agama secara konvensional menjadi salah satu penyebab tidak tertariknya anak sekolah dasar dalam mempelajarinya. Metode pembelajaran berbasis aktivitas yang berintegrasi dengan perangkat mobile terbukti dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan hasil yang diinginkan yaitu anak mampu belajar moral dan nilai nilai agama secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebergunaan pada aplikasi dengan mengevaluasi nilai efektivitas, efisiensi dan kepuasan pengguna. Dalam pengembangan aplikasi ini menggunakan metode Goal-Directed Design yang terdiri dari 6 tahap yaitu tahap research ,modelling, requirement, framework, refinement dan support. Kemudian setelah pengembangan aplikasi selesai maka dilanjutkan pengujian aplikasi kepada 20 responden dengan mengujikan usability metrics yang terdiri atas 3 aspek yaitu effectiveness, eficiency dan user satisfaction. Hasil uji coba menunjukkan bahwa nilai effectiveness aplikasi adalah 97.3%, nilai efficiency adalah 0.35 untuk menyelesaikan task tiap detik. Sedangkan nilai user satisfaction menggunakan metrik single ease question (SEQ) adalah memperoleh hasil nilai rata rata 6.9 yang masuk ke kategori very easy dan menggunakan system usability scale (SUS) mendapatkan nilai rata rata 78.75 dengan adjective rating C dan acceptability ranges aplikasi adalah acceptable. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi secara keseluruhan dapat diterima dan dinilai mudah oleh target pengguna.
PERANCANGAN KONTROL KECEPATAN KIPAS ANGIN BERBASIS DETEKSI MANUSIA MENGGUNAKAN ESP32 CAM
Author : Wahyu Rizky Yoga Firmansyah , Arif Irwansyah, Khairurizal Alfathdyanto
Abstrak
Tugas akhir ini bertujuan untuk menciptakan inovasi pada kipas angin listrik, yang merupakan salah satu alat penyejuk yang sangat banyak digunakan, baik di ruangan pribadi seperti kamar tidur maupun di tempat-tempat umum seperti masjid, kantor, dan rumah makan. Kebutuhan akan kipas angin dalam kegiatan sehari-hari sering kali menyebabkan pemborosan energi listrik yang signifikan. Sebagai contoh, di masjid, kipas angin sering kali menyala dalam waktu yang lama dan jarang dimatikan ketika tidak ada orang. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sebuah inovasi yang dapat menjadi solusi efektif. Masalah utama adalah penggunaan energi yang tidak efisien karena kipas angin sering kali menyala di ruangan kosong akibat kelalaian dalam mematikannya. Oleh karena itu, dirancang sebuah sistem otomatis yang mampu mengatur on/off serta kecepatan putaran kipas angin berdasarkan deteksi keberadaan manusia dalam ruangan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan penggunaan ESP32 CAM untuk mendeteksi keberadaan manusia di dalam ruangan. Sistem ini akan mengirimkan data gambar ke PC, yang kemudian diproses menggunakan algoritma YOLO untuk deteksi objek. Berdasarkan hasil deteksi, sistem akan secara otomatis mengatur status on/off dan kecepatan kipas angin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu mengurangi pemborosan energi listrik dengan mengoptimalkan penggunaan kipas angin hanya saat ada manusia di dalam ruangan. Sistem ini tidak hanya efektif dalam mendeteksi keberadaan manusia, tetapi juga responsif dalam mengatur kecepatan kipas angin sesuai kebutuhan, sehingga memberikan solusi yang efisien dan inovatif untuk mengatasi pemborosan energi pada penggunaan kipas angin. Dalam percobaan akhir dilakukan dengan memberikan perbeedaan 5 level kecepatan motor kipas angin dengan keadaan jumlah manusia dalam ruangan yang berbeda-beda dengan hasil rata-rata akhir nilai RPM pada kipas angin yaitu 908 saat kondisi pengujian jumlah manusia dalam ruangan terdapat 3 orang.
ANALISA KORELASI PADA ADAPTIVE WIRELESS CHANNEL PROBING DI LINGKUNGAN OUTDOOR
Author : Abiyyu Naufal Suhanto , Mike Yuliana, Amang Sudarsono
Abstrak
Sistem komunikasi selalu mengalami perkembangan, termasuk komunikasi data yang terjadi secara wireless seperti melalui jaringan WIFI. Peranan data dalam teknologi informasi pada zaman sekarang merupakan suatu asset bagi pengguna yang sangat berharga, khususnya dalam bidang telekomunikasi yang membutuhkan komunikasi data antar pengguna dalam jaringan yang sama. Pada Proyek akhir ini, penulis melakukan analisisyang memanfaatkan nilai dari Received Signal Strength(RSS) pada kondisi kanal di jaringan wireless. Proses untuk mendapatkan informasi dari wireless channel merupakan probing channel. Sistem ini menggunakan dua pengguna jaringan komputer yang saling berkomunikasi dan dilakukan pengukuran data untuk mendapatkan nilai korelasi RSS beserta pengaruh karakteristik lingkungan yang bervariatif yang nantinya akan diolah menjadi distribusi variabel acak.Untuk pengolahan distribusi variabel acak menggunakan metode fitting distribusi, quantile-quantile plot(qqplot) yang diujikan dengan perbandingan Mean Square error(MSE). Pengukuran data yang dilakukan berdasarkan desain lingkungan yang bervariatif dimana diukur dengan menggunakan berbagai variasi gerakan, serta adanya multipath pada jenis lingkungan outdoor. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian dari nilai korelasitertinggi statis terdapat pada skenario 5 meter dengan lokasi di Depan TC dengan hasil 0.709067655, lalu untuk tertinggi dinamis terdapat pada skenario 5 meter dengan lokasi di Lapangan Basket dengan hasil 0.49759605.Sedangkan untuk jenis distribusi pun beragam tergantung dari segi skenario dan lokasi pengukuran. Untuk statisdan dinamispada propagasi Line-Of-Sight (LOS) dan Non-Line-Of-Sight (NLOS) mempengaruhi jenis distribusi. Pada propagasi LOS untuk skenario statis cenderung ke arah distribusi Ricean, sedangkan untuk skenario dinamis cenderung ke arah distribusi Rayleigh. Sedangkan pada propagasi NLOS untuk skenario statis cenderung ke arah distribusi Weibull dan Ricean sedangkan untuk NLOS cenderung ke arah distribusi weibull. Sehingga, hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah bagaimana hasil korelasi RSS dengan pengaruh kemiripan sinyal yang diterima terhadap variasi karakteristik lingkungan yang bervariatif yang nantinya akan diketahui jenis distribusi variabel acak
SISTEM KONTROL INKUBASI MEDIA HIDUP PADA ANAK AYAM TERNAK MELALUI TELEGRAM MESSAGE
Author : Wisnu Cahyo Prabowo , Eru Puspita, Firman Arifin
Abstrak
Berternak ayam merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua orang, kegiatan berternak ayam mulai dilakukan sejak jaman dahulu bahkan sebelum adanya teknologi seperti saat ini. Pengembangan anak ayam ternak yang dipisah dengan induknya akan memerlukan inkubator serta pemberian pakan dan air yang dimana akan mampu meningkatkan laju pertumbuhan serta menurunkan tingkat kematian bagi anak ayam ternak. Dikarenakan setiap orang pasti akan melakukan perjalanan yang bisa saja pergi jauh dan bahkan bisa menginap selama beberapa hari. Karena permasalahan tersebut maka tidak dapat mengawasi keadaan inkubator ayam dan keadaan pakan dan air. Terlalu panasnya suhu akan membuat ayam lebih mudah haus dan akan membuat kebutuhan air meninggi dan kebutuhan pakan akan menurun sehingga menimbulkan feses yang encer, jika kehabisan pakan dan air maka akan mengakibatkan kematian pada anak ayam ternak. Untuk menjawab masalah diatas, diperlukan sebuah inkubator yang dapat dimonitoring dari jauh baik memonitoting suhu, pakan dan air minum untuk lebih menunjang kehidupan dan pertumbuhan anak ayam ternak pada inkubator. Dengan mengacu pada konsep pengaturan suhu akan dapat mengatur suhu secara otomatis pada inkubator agar lebih menunjang kehidupan anak ayam ternak. Dengan IOT akan mempermudah pengawasan terhadap anak ayam jika akan ditinggal jauh serta pemberian pakan otomatis akan membuat lebih mudah dalam pengawasan. Penggunaan telegram sebagai tempat untuk memonitorng inkubator anak ayam ternak. Serta akan diberi layer monitor pada inkubator anak ayam agar lebih mudah dalam pengawasan suhu, pakan dan air. Telegram akan mendapatkan pesan secara otomatis dijam yang telah ditentukanserta mendapatkan notifikasi darurat jika terdapat anomali seperti pakan habis.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer