MOBILE ROBOT INVENTORY: MEKANISME PENGAMBILAN DAN PENGANTARAN BARANG
Author : Iqbal Fauzan Saputra  , Didik Setyo Purnomo, Mohamad Nasyir Tamara

Abstrak

Proses distribusi barang dalam suatu gudang penyimpanan merupakan suatu masalah yang cukup sering dialami dalam suatu pabrik industri. Jumlah barang yang dipindahkan cukup banyak dengan berat dan ukuran yang bervariasi. Diperlukan tenaga manusia yang cukup banyak untuk mampu melakukan proses tersebut secara terus menerus bahkan hingga 24 jam. Penggunaan mobile robot sebagai alat yang mampu membantu dalam suatu gudang sudah mulai banyak digunakan. Seperti pada Amazon, Alibaba, dan banyak perusahaan lainnya. Penggunaan mobile robot ini mampu mempermudah proses pengangkutan dan pengantaran barang pada suatu gudang penyimpanan. Pada proyek akhir ini dikembangkan sebuah mobile robot yang mampu digunakan untuk mengangkut barang dengan beban maksimal seberat 40 kg dari satu titik ke titik lainnya. Robot ini dirancang dengan 4 roda. Bagian yang difokuskan adalah mengenai perancangan mekanisme loading and unloading dan juga komunikasi antara robot dan konveyor storage. Mekanisme pengangkutan barang adalah dengan menggunakan sistem konveyor yang dirancang pada bagian atas dari mobile robot. Sistem konveyor ini dilengkapi dengan sensor ultrasonik yang digunakan untuk membantu mendeteksi benda. Untuk membantu komunikasi antara konveyor station dengan mobile robot, maka konveyor station dilengkapi dengan sensor ultrasonik pada bagian bawah konveyor untuk membantu mendeteksi ketika mobile robot sudah mendekat. Hal ini memudahkan proses loading and unloading karena menggunakan mekanisme yang otomatis. Selain itu, ukuran robot yang tidak cukup besar juga membantu untuk dapat melakukan gerakan pada daerah dan rak-rak yang lebih kecil.


UNIT DISTRIBUTION PADA CROWD PATHFINDING MENGGUNAKAN FLOW FIELD PATHFINDING

Author : Ahmad Fadhlillah  , Kholid Fathoni, Fahim Nur Cahya Bagar

Abstrak

Projek ini akan menggunakan salah satu tipe pathfinding, yaitu Flow Field untuk mengambil informasi dari grid, seperti jumlah unit yang berada pada grid, nilai cost, dan koneksi grid dengan grid lainnya dan dengan environment. Informasi ini kemudian akan digunakan untuk mendeteksi adanya kemacetan pada jalur yang sempit dan mencoba untuk memberikan jalur alternatif bagi sebagian unit untuk mempersingkat perjalanan. Pembuatan jalur alternatif akan dilakukan dengan memanipulasi cost dari suatu grid dan grid lainnya yang ada di sekitarnya.


KOMUNIKASI DAN KOORDINASI PADA MULTI SORTING AGV

Author : Muhammad Rizal Ariyadi  , Didik Setyo Purnomo, Mohamad Nasyir Tamara, Niam Tamami

Abstrak

Pemakaian teknologi sorting barang dengan Automated Guided Vehicle (AGV) dalam bidang logistic sortir telah banyak dipakai. Menyadari pemakaian AGV dalam proses sorting membutuhkan lebih dari satu AGV. Komunikasi data dan koordinasi menjadi hal penting pada sistem otomasi dengan multi AGV agar proses sorting dapat dimonitoring dan tiap-tiap AGV bisa mengantarkan paket dengan tepat sesuai dengan titik tujuan dan panduan trayektori server tanpa hambatan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem komunikasi dan koordinasi untuk Multi AGV. Sistem yang dirancang terdiri dari 4 perangkat yaitu AGV, server Koordinasi, smart conveyor dan GUI yang masing-masing saling mentransmisikan data untuk mengontrol pergerakan multi AGV. Protokol MQTT akan digunakan sebagai protokol komunikasi untuk mengatur sistem pengiriman dan penerimaan data seperti koordinat, halangan, dan jalur. Data koordinat start dan koordinat tujuan dihasilkan dari smart conveyor untuk dikirim ke server koordinasi. Server koordinasi menggunakan data koordinat untuk menentukan jalur yang aman dan tepat dari koordinat awal dan koordinat goal. Dalam perjalanannya, jika AGV mendeteksi halangan di depannya, AGV akan mengirimkan koordinat halangan, koordinat arus, dan koordinat tujuan ke server koordinasi untuk menghasilkan trayektori baru. Selain itu, dalam perjalanan menuju koordinat tujuan, setiap AGV akan mengirimkan koordinat yang dilaluinya ke GUI untuk ditampilkan sebagai visualisasi pergerakan AGV bagi operator. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata pengiriman dari GUI ke trajectory generator dengan ukuran pesan antara 31byte - 36byte adalah 0.0221971 detik. Pada percobaan pengiriman dari trajectory generator ke AGV didapatkan rata-rata kecepatan pengiriman dengan ukuran pesan antara 99byte - 338byte adalah 0.124066438 detik Selanjutnya pada percobaan pengiriman dari AGV ke GUI untuk mengirimkan posisi saat ini didapatkan rata-rata kecepatan pengiriman sebesar 0.01194 detik.


PERMAINAN EDUKASI VISUALISASI PEMBELAJARAN GEOMETRI UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR BERBASIS WEB

Author : Sulthan Mahendra Mubarak  , Halimatus Sadyah, Zulhaydar Fairozal Akbar

Abstrak

Mata Pelajaran Matematika umumnya adalah mata pelajaran yang paling sering dikeluhkan oleh anak-anak. Sebuah media pembelajaran yang efektif dan interaktif dibutuhkan supaya murid akan termotivasi untuk belajar. Tujuan dilakukannya pengembangan Visualisasi Pembelajaran Geometri Matematika 2D untuk Anak SD adalah untuk menciptakan suatu sarana pembelajaran untuk anak-anak yang bersifat interaktif dan menyenangkan. Permainan ini akan diimplementasikan untuk anak tingkat Sekolah Dasar kelas 3 sampai 5, dan akan mencakup bab Sudut dan Bangun Datar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa anak-anak menemukan bahwa media permainan menyenangkan dan anak-anak mampu memahami materi yang disajikan di dalam permainan.


MEMBUAT MPPT SEPIC CONVERTER UNTUK CHARGING ACCU

Author : Moh Hisyam Faiz  , Ainur Rofiq, Dimas Okky A.

Abstrak

Penggunaan sumber daya energi terbarukan dapat mengurangi pemakaian daya yang disuplai dari PLN. Salah satu sumber energi terbarukan yang dapat digunakan yaitu energi matahari dengan memanfaatkan solar cell. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh solar cell tergantung pada radiasi sinar matahari dan temperatur permukaan panel surya. (Maximum Power Point Tracker (MPPT) pada panel surya statis diperlukan untuk mendapatkan daya maksimal keluaran panel surya dengan radiasi matahari yang berubah-ubah yang terpasang antara panel dengan beban atau baterai. Metode MPPT yang digunakan yaitu P&O atau biasa disebut hill climbing. Metode ini bekerja dengan cara membandingkan daya sekarang dan sebelumnya utuk menemukan nilai puncaknya. Solar cell yang digunakan yaitu 2 buah solar cell 100 WP, keluaran daya dari solar cell akan dikontrol menggunakan SEPIC (single-ended primary inductor) converter dengan merubah nilai duty cycle. Dari hasil pengujuian sistem menggunakan MPPT didapatkan daya sebesar 133 watt, jika dibandingkan dengan tanpa MPPT daya yang dihasilkan solar cell rata-rata hanya 71 watt. Penggunaan MPPT mampu meningkatkan daya rata-rata sebesar 61 watt atau sebesar 46%. Keluaran konverter akan digunakan untuk proses charging accu (akumulator). Akumulator yang digunakan yaitu sebesar 24 volt 45AH. System ini juga didesain agar mampu memutus rangkaian charging secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh.