Author : Mohamad Alvin Hardiawan , Kemalasari, Eru Puspita
Abstrak
Pembuatan yogurt pada saat ini banyak yang masih menggunakan metode lama dengan cara menyimpan susu yang telah difermentasi dengan starter bakteri dalam sebuah toples yang ditutup rapat selama 24 jam. Waktu yang dibutuhkan sangat lama, Oleh sebab itu, dibuat sebuah alat yang dapat memperbaiki beberapa kekurangan yang ada pada teknologi sebelumnya dengan menggunakan heater yang mengubah energi listrik menjadi energi panas sehingga mudah dalam hal pengontrolan. Pengontrolan heater menggunakan Metode Pengendalian Fuzzy Logic untuk mengontrol parameter temperatur yang dibutuhkan dalam proses pasteurisasi dan fermentasi dengan bantuan pemantauan dari sensor termokopel. Selain itu, pada alat dilengkapi sensor ph yang berfungsi untuk mengetahui kadar keasaman yoghurt sebagai parameter pembuatan yoghurt. Untuk menanggulangi pembuatan yoghurt yang terlalu lama yang disebabkan oleh penurunan suhu pada proses pasteurisasi 80â°C menuju proses fermentasi 43â°C digunakan pendinginan water treatment menggunakan sirkulasi air yang dililitkan pada pipa tembaga pada panci heater. Secara keseluruhan, Proyek Akhir ini dapat membuat yogurt dalam waktu 384 menit. Sedangkan proyek akhir sebelumnya dapat membuat yogurt dalam waktu 524 menit. Artinya, proyek akhir ini memiliki waktu lebih cepat 140 menit daripada proyek akhir sebelumnya.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN INTERLEAVED BUCK CONVERTER SEBAGAI PENGATUR ARUS PENGISIAN PADA BATERAI LITHIUM ION NMC 21700 MODE FAST CHARGING DENGAN KONTROL LOGIKA FUZZY
Author : Royan Falaqun Nizar , Suhariningsih, Epyk Sunarno
Abstrak
Pada era sekarang kebutuhan manusia dalam mengkonsumsi energi listrik menjadi suatu kebutuhan pokok. Hal ini ditunjukkan dari penggunaan peralatan elektronik yang menggunakan baterai semakin meningkat. Permasalahan yang timbul dari peralatan yang menggunakan baterai salah satunya adalah waktu pengisian yang lama. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan metode fast charging. Namun, disisi lain metode fast charging memiliki pengaruh terhadap suhu baterai yang menjadi tinggi. Proyek akhir ini merupakan perancangan charger baterai dengan metode fast charging dengan memperhatikan suhu dari baterai. Metode fast charging memiliki ciri yaitu laju pengisian charging sampai dengan 1C dari kapasitas baterai. Metode fast charging yang digunakan adalah Constant Current Constant Voltage (CCCV). Baterai yang digunakan pada proyek akhir ini adalah baterai lithium-ion NMC 21700. Untuk mengamankan baterai dari terjadinya overcharge maka digunakan passive balancing saat pengisian baterai. Fast charging dalam proyek ini menggunakan sumber DC power supply 24 volt sebagai sumber tegangan konverter. Konverter daya yang digunakan adalah Interleaved Buck Converter (IBC). Interleaved buck converter dipilih karena dapat menghasilkan arus dan tegangan yang memiliki ripple lebih kecil jika dibandingkan dengan buck converter biasa. Kontrol yang digunakan untuk mengontrol duty cycle dari interleaved buck converter adalah mikrokontroler STM32F04 dengan metode fuzzy logic controller. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, terbukti bahwa fuzzy logic controller dapat mengatur sistem pengisian baterai sesuai set point dengan error pada kondisi CC sebesar 1.46% dan pada kondisi CV sebesar 1.07%
IMPLEMENTASI TEKNIK REDUKSI PAPR METODE SELECTIVE MAPPING (SLM) DAN TEKNIK LINEARISASI POWER AMPLIFIER PADA SISTEM OFDM MENGGUNAKAN UNIVERSAL SOFTWARE RADIO PERIPHERAL (USRP) DENGAN LABVIEW DAN PYTHON
Author : Donny Farhan , Yoedy Moegiharto, I Gede Puja Astawa
Abstrak
Orthogonal Frequency Division Multiplexing OFDM telah muncul sebagai teknologi inti dari komunikasi seluler generasi ke 4 seperti LTE, WIMAX dan Wifi. Meskipun OFDM memiliki kelebihan efisiensi penggunaan frekuensi, namun OFDM memiliki kelemahan yaitu nilai Peak to Average Power Ratio PAPR yang tinggi, dan dapat menimbulkan distorsi tak linier bila dilewatkan pada sebuah power amplifier tak linier. Untuk menurunkan tingginya nilai PAPR pada sistem OFDM, maka dibutuhkan teknik reduksi PAPR, salah satunya adalah metode Seletive Mapping SLM. Selected Mapping SLM mengambil keuntungan dari sifat PAPR suatu sinyal OFDM yang sangat sensitif terhadap pergeseran fasa dalam domain frekuensi. Reduksi PAPR diperoleh dengan mengalikan suatu deretan faktor fasa dengan deretan data informasi, kemudian dihitung nilai PAPR dari masing masing hasil perkalian tadi. Hasil perkalian dengan nilai PAPR terendah dipilih kemudian untuk ditransmisikan. Selain menurunkan nilai PAPR, usaha lain untuk mengurangi distorsi ialah dengan menerapkan teknik linierisasi untuk menaikkan daerah kerja linier pada power amplifier. Pada proyek akhir ini akan diimplementasikan teknik reduksi PAPR Seletive Mapping SLM dan teknik linierisasi power amplifier pada NI USRP 2920 dengan menggunakan LABVIEW dan PYTHON 3. Dari projek akhir ini, didapatkan bahwa data mampu ditransmisikan melalui USRP dengan nilai PAPR yang berhasil tereduksi sebesar 6,07776 dB. Selain itu, Teknik linearisasi power amplifier juga bekerja dengan baik. Hal ini dapat dievaluasi melalui beberapa pengujian, yaitu menggunakan grafik AM AM, Plot Power Spectral Density PSD, dan juga melalui plot konstelasi.
SISTEM PAKAR REKOMENDASI PEMBELIAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID
Author : Aldo Christian , Ahmad Syauqi Ahsan, Irma Wulandari
Abstrak
Membeli handphone selalu membuat pembeli bingung terkait spesifikasi, tidak tahu handphone apa yang cocok untuk digunakan, termakan promo dari sales counter yang membuat pembeli menyesal telah membeli handphone tersebut dan karena masa pandemi covid-19 yang membuat pembeli merasa waswas jika membeli secara offline. Pada aplikasi yang saya rancang ini akan memberikan rekomendasi terkait pembelian handphone yang telah disusun menggunakan metode forward chaining dan aplikasi ini dapat diakses secara mobile atau berbasis android.
ANALISA PERBANDINGAN ARRAY 4-ELEMEN MIKROSTRIP PATCH LINGKARAN DENGAN TEKNIK LINEAR ARRAY DAN PLANAR ARRAY
Author : Violita Citra Kusuma Dewi , Budi Aswoyo
Abstrak
Antena mikrostrip adalah salah satu jenis antena yang praktis mempunyai ukuran dan dimensi yan sederhana dan mudah di fabrikasi. Proyek akhir ini membahas tentang analisa perbandingan array 4-elemen mikrostrip patch lingkaran dengan tekniklinear array dan planararrayyang bekerja pada frekuensi 2,4GHz. Jenis linear yang digunakan adalah pola 4x1 sedangkan untuk jenis planar yang digunakan adalah pola 2x2. Teknik pencatuan yang digunakan adalah dengan teknik mikrostripfeed line dan disimulasikan menggunakan software CST Microwve Studio Suite 2014. Setelah melakukan beberapa simulasi didapatkan hasil yang terbaik yaitu antena dengan teknik linear array memiliki frekuensi kerja 2,401 GHz, retun loss -13.9 dB, VSWR 1,5, bandwidth64,1 MHz, gain6,151 dBi, dan axial ratio 40 dB. Sementara antena dengan teknik planar arraymemiliki frekuensi kerja 2,4 GHz, return loss 32,74 dB, VSWR 1,04 , bandwidth121,8 MHz, gain 7,314 dBi dan axial ratio 40 dB. Dan pada hasil pengujian antena fabrikasi didapatkan nilai parameter antena yang dibuat yaitu antena dengan teknik linear array memiliki frekuensi kerja 2,431 GHz, return loss -16,58 dB, VSWR 1,57 , bandwidth 70MHz, gain 6,23 dBi. Sementara antena dengan teknik planar array memiliki frekuensi kerja sebesar 2,420 GHz, return loss -23,85 dB, VSWR 1,24 , bandwidth 133 MHz, gain 7,24 dBi. Sehingga antena planar array lebih unggul dibandingkan antena linear array.
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer