STUDI EKSPERIMEN PENDINGINAN MODUL PHOTOVOLTAIK DENGAN VARIASI KONFIGURASI PIPA YANG DITANAM DALAM PHASE CHANGE MATERIAL DI BAGIAN BAWAH PHOTOVOLTAIK
Author : Abdul Aziz  , Lohdy Diana, Joke Pratilastiarso

Abstrak

Indonesia memiliki potensi energi surya yang tinggi karena posisinya yang strategis di garis khatulistiwa. Namun, suhu operasional yang tinggi pada panel surya dapat menurunkan efisiensi konversi energi listriknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pendinginan aktif–pasif pada modul fotovoltaik (PV) dengan menggabungkan Phase Change Material (PCM) berbasis parafin wax dan fluida pendingin yang dialirkan melalui tiga variasi konfigurasi pipa tembaga, yaitu paralel, serpentine, dan melingkar. Pipa ditanam dalam media PCM dan dipasang di bagian bawah panel surya. Pengujian dilakukan secara eksperimental baik di luar ruangan maupun dalam ruangan menggunakan sumber panas buatan (lampu halogen). Parameter yang diamati meliputi temperatur permukaan PV, daya keluaran listrik, efisiensi termal, dan efisiensi elektrikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi pipa pendingin memiliki pengaruh signifikan terhadap performa sistem PV. Konfigurasi pipa melingkar menghasilkan daya keluaran tertinggi sebesar 13,9 Watt pada menit ke-80 serta menunjukkan efisiensi elektrikal rata-rata tertinggi sebesar 6,6% pada menit ke-40, 120, dan 180. Efisiensi termal rata-rata tertinggi juga dicapai oleh konfigurasi melingkar, yaitu sebesar 5,2%, walaupun ketiga konfigurasi menunjukkan performa termal yang relatif seimbang. Dengan demikian, konfigurasi pipa melingkar terbukti paling efektif dan konsisten dalam menstabilkan temperatur panel serta meningkatkan efisiensi konversi energi listrik pada sistem PV berbasis pendinginan aktif dan pasif.


RANCANG BANGUN PURWARUPA LAMPU PENGUSIR HAMA LALAT BUAH MEMANFAATKAN TENAGA SURYA PADA PERKEBUNAN PEPAYA

Author : Julianto  , Hendhi Hermawan, Hary Oktavianto

Abstrak

Pepaya merupakan tanaman buah yang dapat tumbuh di Indonesia dan berpotensi mengembangkan sektor agribisnis. Namun, banyak masalah dalam mutu buah yang diminta oleh pasar, salah satunya diakibatkan oleh hama lalat buah, karena telur dan larva dari lalat buah menyebabkan daging buah menjadi rusak. Umumnya masalah tersebut diatasi dengan menggunakan pestisida yang tidak rama lingkungan, Dari masalah tersebut dibuat sebuah alat ramah lingkungan yang dilengkapi dengan LED-RGB dan jaring penyengat. Pemilihan LED-RGB dikarenakan berkemampuan merubah warna cahaya yang dipancarkan, dengan demikian dapat dipilih warnawarna yang disukai oleh hama lalat buah. Pemasangan jaring penyengat bertujuan lalat yang mendekati cahaya tersebut akan mati di karenakan tersengat listrik pada jaring penyengat yang dipasang mengelilingi LED. Alat ini memakai sumber energi dari panel surya sehingga membuat alat ini dapat diaplikasikan pada tempat yang jauh dari pemukiman yang membutuhkan suplai daya listrik secara langsung. Alat yang telah dibuat terbukti efektif menangani hama lalat buah yang menyerang perkebunan papaya, dari 15% pohon terserang menjadi 11%.


SISTEM KONTROL TRAYEKTORI MOBILE ROBOT UNTUK COVERING AREA DENGAN METODE TRILATERASI

Author : Muhammad Alfian Dzulkifli  , Ali Husein Alasiry, Budi Nur Iman

Abstrak

Kemampuan robot untuk dapat mengetahui posisi robot di sekitarnya secara cepat dan akurat sangat penting bagi robot otomatis. Terdapat berbagai macam penentuan posisi relatif robot seperti menggunakan GPS (Global Positioning System), kamera (vision based system) atau dengan menggunakan infra merah (line of sight). Dalam penelitian ini terdapat satu robot, dengan tiga sensor di sekeliling area robot tersebut. Ketiga sensor tersebut digunakan metode trilaterasi sebagai metode penentuan posisi robot terhadap sensor dengan menggunakan jarak terhadap titik acuan (local positioning), metode trilaterasi yang diterapkan mampu bekerja dengan jarak maksimal antar robot adalah 150 cm dengan toleransi kesalahan minimal 0% dan kesalahan maksimal 56%. Robot bergerak secara autonomous terhadap sensor.Robot mampu bergerak dengan koordinat pada posisi tertentu. Kontroler dirancang untuk mempertahankan posisi robot terhadap sensor dan mengikuti setiap perubahan gerak dari korrdinat yang telah ditentukan.Kesalahan posisi koordinat robot terhadap sensor disebabkan adanya kesalahan pembacaan dari hasil metode trilaterasi, dan model perancangan mekanik robot dengan rata-rata error ujicoba sebesar 29 %.Diharapkan kedepannya perancangan dari sistem trilaterasi dan mekanik robot lebih disempurnakan untuk meminimalkan kesalahan posisi robot terhadap sensor dalam menentukan posisinya.


RANCANG BANGUN SISTEM UPS BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI DAYA CADANGAN PADA RUMAH TANGGA 900 VA MENGGUNAKAN DC-DC FULLBRIDGE CONVERTER

Author : Farras Abid Al Mardian  , Suryono, Anang Tjahjono

Abstrak

Banyak pemadaman listrik dilakukan di daerah–daerah secara bergilir dikarenakan energi listrik yang disalurkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada konsumen tidak selamanya berjalan dengan baik. Selain itu sering terjadi pemadaman listrik pada rumah sakit dan klinik-klinik dimana membutuhkan daya cadangan untuk mensuplai medical elektronik. Proyek akhir ini akan dirancang sebuah sistem Uninteruptible Power Supply (UPS) berbasis mikrokontroller dimanfaatkan sebagai catu daya peralatan elektronik supaya dapat bekerja dalam kondisi sumber energi listrik dari PLN padam. Sistem UPS ini digunakan peralatan charging battery, 8 buah accu 12Vdc 18Ah, Rangkaian DC-DC fullbridge converter, inverter dan mikrokontroler. Diharapkan sistem UPS ini dirancang agar dapat mensuplai selama kurang lebih 30 menit dengan daya maksimal 900 VA 220V. Sumber daya cadangan dapat bekerja dengan baik dengan kontrol increment-decrement digunakan untuk mengatur nilai tegangan output dari inverter agar didapatkan nilai 220 Volt namun terdapat osilasi dari 202,2 Volt sampai 222,8 Volt dan mampu mensuplai daya maksimal 534,75 VA. Ketika terjadi gangguan listrik pada sumber utama PLN seperti blank out, under voltage atau over voltage terdeteksi, SSR akan merubah aliran listrik dari sumber daya listrik utama PLN (sumber primer) ke sumber daya listrik cadangan accu (sumber sekunder) dengan cepat yaitu ¼ cycle dari periode tegangan sekitar 10ms sedangkan komponen switching lain seperti EMR membutuhkan waktu switch sekitar 2½ cycle atau sekitar 50ms.


APLIKASI NAVIGASI PENDAKIAN GUNUNG BERDASARKAN KONDISI GUNUNG BERBASIS ANDROID

Author : Zhafirah Zhafarina  , Arna Fariza, Fadilah Fahrul Hardiansyah

Abstrak

Pendakian merupakan olahraga untuk menaiki dan menuruni gunung. Sedangkan banyak dari pendaki yang akan arah rute atau jalur pendakian yang benar dan membuat tersesat terutama bagi pemula yang belum pernah mendaki sebelumnya. Jalur Dengan menggunakan perangkat teknologi salah satunya yaitu mobile device. Dengan membangun aplikasi ini, pemula dapat menentukan jalur atau rute yang aman untuk dilalui. Penggunaan aplikasin ini mudah digunakan pada saat pendakian karena pada aplikasi ini navigasi yang di gunakan yaitu berbasis offline, sehingga cocok untuk digunakan pada saat pendakian.