Author : Mochammad Ihza Abhista , Sutedjo, Lucky Pradigta Setiya Raharja
Abstrak
Pada sistem jaringan tegangan rendah keluaran PHBTR terdapat beban pelanggan PLN yang berubah – rubah besarannya. Perubahan tersebut disebabkan oleh penambahan daya atau pasang baru oleh pelanggan. Biasanya pemasangan pasang baru tidak memperhatikan phasa mana yang sesuai untuk pelanggan tersebut agar beban pada jaringan tegangan rendah keluaran PHBTR tetap seimbang. Sering terjadinya ketidakseimbangan beban pada line jurusan Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHBTR) PLN membuat sistem monitoring terhadap salah satu parameter keluaran yaitu arus sangat perlu dilakukan untuk menilai keandalan sistem distribusi di PT PLN (persero). Proyek akhir ini bertujuan memantau secara langsung dan real time terhadap parameter keluaran dari panel hubung bagi tegangan rendah yaitu berupa tegangan dan arus. Sistem monitoring dan pencatatan data menggunakan mikrokontroller STM32F1, data hasil pengukuran akan disimpan di SD Card dan akan dikirim ke internet sehingga hasil monitoring dapat diakses melalui web. Dengan diketahui nilai arus dan tegangan maka dapat pula diketahui seimbang atau tidaknya beban pada setiap fasa dan daya pada setiap fasanya. Diharapkan proyek akhir ini dapat meningkatkan keandalan dari sitem ditribusi di PT PLN (Persero).
ANALISA KEAMANAN SKEMA SECRET KEY GENERATION (SKG) DI APLIKASI TRACKING POSISI PEMINDAHAN NARAPIDANA DARI INSIDER ATTACK
Author : Adib Muhammad Visoka , Mike Yuliana, Amang Sudarsono
Abstrak
Kendaraan khusus seperti kendaraan tahanan merupakan jenis kendaraan yang seharusnya memiliki tingkat keamanan tinggi, mudah untuk di-monitoring dan memiliki komunikasi privat yang aman. Proses pemindahan narapidana dari satu lapas ke lapas lain karena hal-hal tertentu akan sangat baik bila kendaaran tahanan yang digunakan sudah terintegrasi dan memiliki sistem komunikasi yang aman. Untuk itu maka pada tugas akhir ini dirancang suatu aplikasi tracking pemindahan narapidana berbasis V2I (Vehicle to Infrastructure) yang akan diimplementasikan pada kendaraan tahanan dengan memanfaatkan raspberry pi yang dilengkapi dengan GPS receiver. Aplikasi ini akan merekam informasi khusus tentang kejadian pemindahan narapidana serta lokasi kendaraan saat melakukan proses migrasi. Selanjutnya informasi tersebut akan dikirimkan ke server saat berada di sekitar infrastucture khusus, supaya informasi tidak diketahui oleh pihak ketiga maka ditambahkan sistem keamanan dengan memanfaatkan skema secret key generation. Pada skema secret gey generation akan menggunakan beberapa metode diantaranya Kalman Filter, kuantisasi Jana Multibit, koreksi error kode BCH, Universal Hash, SHA-1 dan AES-128. Parameter yang digunakan adalah kecepatan node dengan interval ping berbeda dan kondisi traffic (sepi dan ramai). Hasil yang didapatkan dari skema ini adalah sebagai berikut: Kalman filter menghasilkan nilai korelasi tertinggi 0.9833 pada skenario 30 KM/H kondisi sepi dan peningkatan tertinggi sebesar 0.832 pada skenario 40KM/H kondisi sepi. Kuantisasi Jana Multibit bekerja dengan baik dengan KDR terendah sebesar 11.3% pada skenario 30KM/H kondisi sepi dan jumlah bit yang dihasilkan sebanyak 1792 bit. KDR tertinggi sebesar 23,2% terjadi pada skenario 40KM/H kondisi sepi. Koreksi error dengan BCH bekerja baik dengan KGR tertinggi 216,9 bits/s dengan jumlah 1664 pada skenario 40KM/H kondisi ramai. Jumlah kunci terbanyak setelah proses universalhash adalah 13 kunci pada skenario 20KM/H kondisi ramai, 30KM/H kondisi ramai, dan 30KM/H kondisi sepi. Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk membangkitkan kunci adalah 11.3 detik. Seluruh kunci valid dan dapat digunakan dalam proses pengamanan informasi.
SISTEM IDENTIFIKASI PENYAKIT DIABETES DAN JANTUNG MENGGUNAKAN IRIS PADA HEALTHCARE KIOSK
Author : Syahfiar Dhani Anggriawan , Entin Martiana Kusumaningtyas, Ali Ridho Barakbah
Abstrak
Data yang dilansir World Life Expectancy menyebutkan, sebanyak 9,89% penduduk indonesia meregang nyawa akibat menderita penyakit jantung dan sebanyak 7,18% akibat menderita penyakit diabetes. Jantung dan pankreas adalah organ yang sangat penting bagi tubuh manusia. Jantung memiliki fungsi untuk mengalirkan darah ke seleluruh bagian tubuh. Sedangkan pankreas adalah organ yang bertanggung jawab untuk mengatur kadar insulin. Organ pada tubuh manusia bisa mengalami kerusakan sehingga dapat menghambat proses kerja organ tersebut. Kerusakan pada pankreas menyebabkan diabetes. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita diabetes atau penyakit jantung, perlu melakukan tes laboratorium yang memakan waktu dan mahal. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan sebuah sistem identifikasi penyakit diabetes dan jantung menggunakan iris pada Healtcare Kiosk. Metode yang digunakan dalam mendeteksi penyakit pada tubuh melalui iris disebut dengan iridologi. Sistem identifikasi ini nantinya akan berbentuk aplikasi desktop yang dapat digunakan di Healtcare Kiosk. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah memfoto mata kiri pasien dengan menggunakan kamera khusus bernama eyeronec, pemotongan berdasarkan target, preprocessing, pemotongan otomatis menggunakan proyeksi integral, pemotongan otomatis untuk menghilangkan sklera, pengambilan ROI pankreas dan jantung, ekstrasi fitur dan klasifikasi. Pemotongan otomatis menunjukkan hasil 60% sukses, 33% sedikit, dan 7% gagal. Proses klasifikasi dilakukan dengan melatih 31 data training yang diberi label normal atau abnormal oleh pakar iridologi. Dalam penelitian ini, akurasi pengujian sistem adalah 83,87% untuk penyakit diabetes dan 80,65% untuk penyakit jantung.
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM IOT STUDI KASUS SMART IRIGASI TERINTEGRASI DENGAN DASHBOARD INFORMASI SISTEM DAN TELEGRAM
Author : Darajatun Agung Raharja , Edi Satriyanto, Eru Puspita
Abstrak
Perkembangan teknologi sistem tertanam mendorong penerapan otomasi pada bidang irigasi guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan air. Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan suatu sistem monitoring dan kontrol irigasi otomatis berbasis ESP32 yang memanfaatkan sensor Soil Moisture, sensor suhu DS18B20, sensor turbidity, serta sensor ultrasonik untuk mendeteksi level air pada tandon. Sistem bekerja dengan melakukan akuisisi data secara periodik, kemudian data yang diperoleh diproses melalui tahapan kalibrasi dan pemetaan nilai agar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Berdasarkan parameter ambang batas yang telah ditentukan, mikrokontroler akan mengaktifkan atau menonaktifkan pompa secara otomatis. Informasi hasil pembacaan sensor dan status aktuator dikirimkan ke basis data Firebase untuk keperluan monitoring jarak jauh. Selain itu, sistem juga mengirimkan notifikasi kondisi tertentu melalui bot Telegram sebagai media pemberitahuan real-time kepada pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi secara stabil, responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan, serta konsisten dalam pengiriman data dan notifikasi sesuai interval yang telah ditentukan. Dengan demikian, sistem ini dapat mendukung proses irigasi yang lebih terkontrol, efisien, dan terpantau secara daring.
ANALISA TEKNIS PERALATAN T-DME SEBAGAI PENGGANTI FUNGSI INFORMASI JARAK YANG DIPANCARKAN MIDDLE MARKER DI PERUM LPPNPI PEKANBARU
Author : Ignasius Raynaldo Silaen , Mohamad Ridwan, Totok Warsito
Abstrak
T-DME adalah alat navigasi penerbangan yang berfungsi memberikan informasi jarak pesawat terhadap titid pendaratan pesawat. maka dalam penelitian ini penulis akan menganalisa secara teknis apakah pancaran yang dipancarkan TDME dapat menggantikan fungsi dari Middle Marker yang sama-sama memiliki fungsi untuk memberikan informasi jarak pesawat terhadap runway. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengertahui konsep penempatan peralatan T-DME sesuai dengan satandard aturan yang berlaku, mengetahui prinsip kerja peralatan T-DME dan mengetaui peralatan T-DME atau peralatan Middle Marker yang lebih efektif digunakan sebagai pengganti alat bantu pendaratan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hadil berupa konsep penempatan peralatan TDME di Bandara Sultan Syarif kasim II Pekanbaru sudah sesuai dengan standard aturan yang berlaku, penempatan peralatan T-DME juga memudahkan pilot untuk melakukan approach karena jangkauan yang dipancarkan oleh T-DME tidak terputus. Selain penempatannya yang berada didalam area banda, peralatan T-DME juga dilengkapi dengan alat Remote Control Monitoring System. Hasil dari pengamatan mendapatkan hasil bahwa perbedaan sinyal delay sebesar 0,01µs dan perbedaan pembacaan jarak adalah 0,02 NM arau 3,7 meter dimana hasil tersebut masih dalam nilai toleransi yang diperbolehkan
Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer