RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL PH DAN EC DALAM LARUTAN NUTRISI PADA TANAMAN HIDROPONIK
Author : Viky Akbartama Putera  , Mohd. Syafrudin, Niam Tamami

Abstrak

Dewasa ini, perkembangan ilmu pada bidang pertanian bergerak dengan pesat. Pada perkembangan tersebut, banyak gagasan-gagasan baru yang muncul untuk dapat diterapkan pada bidang pertanian. Salah satu dari gagasan tersebut yaitu sistem budidaya hidroponik. Hidroponik merupakan sebuah tren baru di kalangan petani dimana sistem ini tidak lagi memerlukan tanah sebagai media tanam utama, melainkan memanfaatkan air dalam memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tanaman hidroponik. Metode hidroponik menggunakan larutan nutrisi mineral dalam air tanpa menggunakan tanah untuk proses menumbuhkan tanaman Sistem ini sangat cocok diterapkan pada daerah-daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Pada sistem hidroponik, yang menjadi kunci dalam berhasil tidaknya panen tanaman berada pada kandungan nutrisi pada larutan pupuk hidroponik. Terdapat dua macam nutrisi yang diperlukan oleh tanaman, yaitu nutrisi mikro dan makro. Kedua macam nutrisi ini terkandung pada campuran dari pupuk AB mix yang dimana akan dilarutkan menjadi larutan nutrisi hidroponik. Terdapat dua variabel utama yang harus dipertimbangkan ketika membuat larutan nutrisi, yaitu konduktivitas listrik / Electrical Conductivity (EC) dan potensi ion hidrogen (pH). Pada proyek akhir ini akan dibuat sebuah sistem kontrol otomatis pencampuran nutrisi untuk hidroponik metode NFT dengan menggunakan sensor pH dan sensor EC dengan tujuan mempermudah pengontrolan nutrisi pada larutan nutrisi hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemasangan sistem kontrol ini terdapat peningkatan waktu panen dengan acuan tinggi tanaman sebagai acuan untuk melakukan panen, yaitu 28 hst. Selain itu terdapat juga peningkatan pada total berat hasil panen dimana untuk tanaman bayam terdapat kenaikan total berat tanaman sebesar 43,64% atau sebesar 556 gram, untuk tanaman sawi terdapat kenaikan total berat tanaman sebesar 5,93% atau sebesar 82 gram, sedangkan untuk tanaman selada terdapat kenaikan total berat tanaman sebesar 14,01% atau sebesar 194 gram.


MONITORING DAYA LISTRIK PADA RUMAH MANDIRI BERBASIS IOT

Author : Savanna Dahlia  , Indhana Sudiharto, Diah Septi Yanaratri

Abstrak

Saat ini energi listrik menjadi salah satu dari kebutuhan utama masyarakat di segala lingkup kehidupan. Segala aktivitas manusia tidak lepas dari penggunaan energi listrik, tidak heran jika permintaan untuk menambah daya semakin lama semakin meningkat dan timbul masalah baru bagi lingkungan akibat pemborosan energi listrik. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari manusia itu sendiri untuk melakukan upaya penghematan energi listrik. Pada proyek akhir ini dirancang sebuah sistem yang dapat memantau penggunaan daya pada beban Adapun beban yang digunakan merupakan beban rumah tangga. Nilai pembacaan beban berupa arus dan tegangan akan diolah menggunakan mikrokontroler ARM STMF1 dengan menggunakan program Zero Crossing Detector (ZCD) untuk mengetahui nilai faktor daya dari beban. Selanjutnya hasil data penggunaan daya listrik akan ditampilkan menggunakan Internet of Things (IoT) berupa website yang dapat diakses dengan laptop/PC sebagai pusat pemantauan daya pada rumah mandiri (PLTS) dan android yang diperuntukkan pengguna listrik. Sehingga para pengguna listrik diharapkan dapat memantau penggunaan daya listrik secara jarak jauh dan mempunyai kesadaran untuk menghemat energi listrik. Hasil pengujian yang didapat melalui pengukuran arus menghasilkan error sebesar 5,18%, pengukuran tegangan menghasilkan error sebesar 0,37%, dan pengujian daya aktif menghasilkan nilai error 0,25%. Hasil berupa parameter arus, tegangan, faktor daya, dan daya dapat dimonitoring pada website yang telah dibuat dengan delay waktu pengiriman data 1 (satu) menit.


PENGEMBANGAN WEB APP UNTUK MONITORING PENILAIAN SISWA SEKOLAH (STUDI KASUS MADRASAH IBTIDAIYAH SULAIMANIYAH MOJOAGUNG JOMBANG)

Author : Makhillatul Rofiah  , Rosiyah Faradisa, Moh Hasbi Assidiqi

Abstrak

Penilaian merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sekolah. Ketika keadaan siswa yang membeludak sedangkan sistem penilaian menggunakan sistem yang manual, maka akan terjadi kesukaran yang dialami oleh para guru dalam melakukan input nilai. Maka dari itu adanya penilaian yang berbasis website aplikasi akan mempermudah para pengajar dalam melakukan input nilai siswa. Karena dengan metode tersebut pengajar dapat menginputkan nilai dengan mudah, cepat, serta lebih efektif. Dibandingkan dengan menginputkan nilai secara manual, pembuatan website aplikasi ini menggunakan pengembangan metode yang sudah pernah ada sebelumnya. Digunakan metode tersebut karena penyesuaian dengan sistem penilaian yang ada pada sekolah. Dimana sekolah menggunakan sistem pengajaran KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan) sebagai kurikulumnya. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa website aplikasi dapat membantu para pengajar dalam melangsungkan kegiatan belajar mengajar di sekolah MI Sulaimaniyah Mojoagung Jombang. Jadi dengan menggunakan metode tersebut mempunyai pengaruh sebagai media untuk melihat perkembangan siswa selama proses evaluasi dan report siswa MI Sulaimaniyah Mojoagung Jombang. Selain itu berfungsi dapat meningkatkan sistem informasi yang ada pada sekolah.


OPTIMASI KESTABILAN BERJALAN ROBOT BERKAKI 4 MENGGUNAKAN ALGORITMA TRAJECTORY

Author : Ernanda Jumantoro  , Ali Husein Alasiry, Hendhi Hermawan

Abstrak

Banyak penelitian tentang penggunaan pola berjalan binatang pada robot quadpod seperti cheeta, kucing dan lain-lain. Masalah besar yang sering muncul adalah bagaimana membuat robot berkaki empat ini berlari kencang dan menjaga kestabilannya. Ketidakstabilan robot membuat sensor visual seperti Camera, Thermal sensor dan berbagai sensor yang digunakan untuk mendapatkan gangguan yang signifikan. Dengan masalah ini, Pada tugas akhir ini membuat sebuah sistem berfokus pada strategi berjalan hewan yang di tanamkan pada pola berjalan robot berkaki empat untuk mengurangi ketidakstabilan body robot . Untuk mencapai koordinat tiap-tiap kaki digunakan metode Inverse Kinematika. Walking Trajectory System akan diterapkan pada Gait dimana 2 kaki mendukung dan 2 kaki mengayunkan secara bersamaan saat berjalan. Algoritma ini akan ditambahkan pada (Tranfer Phase) kaki berayun dari PEP (Posterior Extreem Position) ke AEP (Asterior Extreem Position) dengan mengoptimalkan pola transisi berjalan diharapkan dapat mengoptimalkan kestabilannya. Data kestabilan akan ditunjukkan dengan output dari IMU dalam bentuk grafik roll dan pitch.


RANCANG BANGUN INVERTER SATU FASA UNTUK ALAT PENGGILING JAGUNG DENGAN KONTROL PI

Author : Wildhany Naufal Chadafi  , Ainur Rofiq, Hendik Eko HS

Abstrak

Alat penggiling jagung adalah alat yang menggunakan motor dalam melakukan proses penggilingan yang menggiling biji-biji jagung sehingga menjadi butiran jagung yang lebih kecil yang dapat digunakan beras jagung atau makanan ternak. Kebutuhan listrik pada saat ini semakin meningkat sehingga alat penggiling jagung pada proyek akhir ini menggunakan sumber accumulator yang dicharging dengan solar cell dan sumber PLN yang dihubungkan ke penyearah tak terkontrol sebagai sumber back up ketika sumber akumulator sudah kehabisan daya. Kedua sumber memiliki besar tegangan 24 Volt DC. Proyek akhir ini menggunakan motor induksi satu fasa 125 Watt sebagai penggerak. Sumber yang digunakan adalah 24 Volt DC dari 2 buah akumulator dan sumber 220 Volt AC yang diubah menajdi DC dengan rectifier. Selanjutnya akan dihubungkan ke Full-bridge inverter satu phasa dengan modulasi Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) yang dibangkitkan oleh mikrokontroler. Karena output dari inverter masih non sinus maka digunakan Low Pass Filter untuk menghasilkan gelombang AC sinus murni. Karena motor yang digunakan membutuhkan sumber tegangan diatas 110 Volt maka digunakan transformator step up untuk menaikkan tegangan keluaran dari Low pass Filter. Pada motor induksi satu phasa digunakan sensor kecepatan untuk mengukur kecepatan motor induksi satu phasa pada motor dan sensor kecepatan akan dihubungkan ke ARM STM32F407VG. Ketika beban jagung dimasukkan kedalam mekanik penggiling jagung, kecepatan motor semakin pelan sehingga diperlukan kontrol PI untuk menjaga kecepatan motor tetap konstan. Kontrol PI yang digunakan memiliki parameter Kp= 4,893 dan Ki = 5,437 dengan set point kecepatan 275 rpm.