ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR AMBIENT TERHADAP PERFORMA GAS TURBINE GENERATOR UNIT 2.3 PT INDONESIA POWER SEMARANG PGU
Author : Primasatya Indra Buana  , Rifah Amalia, Achmad Bahrul Ulum

Abstrak

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap merupakan satu dari berbagai jenis pembangkit listrik yang pola pengoperasianya selama 24 jam dengan temperatur ambient yang bervariasi. Sedangkanl instalasi Gas Turbine Generator (GTG) sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan disekitar PLTGU karena membutuhkan fluida kerja berupa udara ambient. Maka pada penelitian ini dilakukan analisis termodinamika dengan temperatur ambient dengan range antara 29⁰C - 33⁰C dan pembebanan 80 MW, 85 MW, 90 MW, dan 95 MW untuk mengetahui performa gas turbine generator berupa efisiensi termal, heat rate, konsumsi bahan bakar spesifik (SFC), daya output, dan biaya produksi listrik. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa pada setiap variasi pembebanan memiliki bentuk tren grafik yang berbeda-beda. Pada pembebanan 80MW menghasilkan grafik performa dan biaya produksi listrik yang fluktuatif. Lalu pada variasi pembebanan 85 MW dan 95 MW menghasilkan grafik performa dan biaya produksi listrik yang trennya sama. Sehingga pada grafik efisiensi termal trennya semakin naik sedangkan pada heat rate, SFC dan biaya produksi listrik tren berbanding terbalik. Untuk variasi pembebanan 90 MW menunjukkan tren performa yang berbanding terbalik dengan pembebanan 85 MW dan 95 MW. Lalu pada grafik daya output, hampir semua pada variasi pembebanan menunjukkan nilai yang fluktuatif kecuali pada pembebanan 85 MW. Hal ini dikarenakan fluktuasinya nilai temperatur pada setiap stage di siklus Brayton.


RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT PENGUSIR TIKUS PEMAKAN PADI DI LAHAN SAWAH MENGGUNAKAN STM32F103C8T6 SEBAGAI KONTROL DAN ESP32 BERBASIS IOT

Author : Kartika Aulia Puteri  , Suryono, Moch.Machmud Rifadil

Abstrak

Tikus merupakan hewan pengerat yang menimbulkan kerugian baik di lingkungan rumah tangga maupun sektor pertanian, khususnya pada tanaman padi yang merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia. Serangan tikus pada lahan pertanian menyebabkan kerusakan signifikan, mulai dari fase pembibitan hingga panen, yang berdampak pada penurunan hasil panen bahkan kegagalan panen. Berbagai metode pengendalian telah digunakan, seperti racun, jebakan, dan alat elektronik, namun sebagian metode tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan, digunakan gelombang ultrasonik sebagai metode pengusiran. Tikus memiliki sensitivitas terhadap gelombang ultrasonik dengan rentang pendengaran antara 5–60 kHz, bahkan dalam kondisi tertentu hingga 100 kHz. Proyek akhir ini menggunakan sistem kontrol berbasis mikrokontroler STM32F103C8T6, dengan sensor PIR dan sensor kemiringan yaitu MPU6050 GY-521 untuk mendeteksi keberadaan serta pergerakan tikus. Penggunaan sensor PIR kurang sensitif untuk mendeteksi tikus, jarak jangkauannya kurang dari 75 cm, sedangkan sensor kemiringan sangat baik digunakan untuk mendeteksi pergerakan tikus dengan presetase 100%. Pembangkitan gelombang frekuensi suara yang dihasilkan oleh rangkaian XY LPWM yang dikirim menuju tweeter ultrasonik PCT-4000. Pada pengujiannya frekuensi 5 kHz dengan tingkat kebisingan 80 dB dapat mempengaruhi tikus, tapi tidak dapat mempengaruhi terus menerus. Sistem ini dilengkapi dengan monitoring daring yang menggunakan ESP32 melalui platform Web server Blynk untuk memantau tegangan, arus, serta aktivitas pengusiran. Pengiriman data dari ESP32 menuju web server blynk memiliki waktu rata-rata 6,5 detik pada penggunaannya.


RANCANG BANGUN MESIN PENGANALISA KERUSAKAN CAMSHAFT MOTOR BAKAR 4 TAK

Author : Virhan Mujahid Syufie  , Bambang Sumantri, Niam Tamami

Abstrak

mesin pembakaran dalam 4 tak atau yang biasa disebut denganmesin 4 stroke engine internal combustion merupakan mesin pembakaran dalam yang paling popiler saat ini dimana penggunaannya diterapkan kepada berbagai jenis mesin seperti mesin kendaraan, mesin pompa, mesin parut, dsb. salah satu elemen dari mesin ini yang berfungsi sebagai pengatur katup masuk untuk menyalurkan bahan bakar (intake) atau katup buang yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa pembakaran (exhaust) adalah camshaft. Camshaft terdiri dari beberapa elemen yaitu shaft, bearing dan lobe. Lobe sendiri adalah bagian yang berfungsi menentukan lamanya dan tingginya pergerakan dari katup masuk dan katup buang. Berdasarkan fungsinya lobe menjadi bagian inti dari camshaft itu sendiri, seiring dengan keinginan dan kebutuhan dari pengguna motor bakar itu sendiri maka banyak bengkel yang menyediakan perhitungan perhitungan untuk memaksimalkan kinerja dari camshaft itu sendiri. Dengan memanfaatkan sensor kapasitif pada digital dial gauge dan perhitungan software dengan GUI C# maka Analisa camshaft dapat dilakukan dengan lebih mudah. Berdasarkan hasil pengujian mulai dari pengujian awal hingga akhir penggunaan dari sensor kapasitif dan penggunaan dari stepper sudah berjalan sesuai target tujuan, pada pengujian data terintegrasi hasil memilki error pembacaan dengan range 0.05mm hingga -0.05mm dimana hasil tersebut diperbaiki dengan menggunakan filter orde – 2 yang menghasilkan hasil pembacaan dengan range 0.02mm hingga -.0.02mm. sedangkan berdasarkan pembacaan secara akhir apabila dibandingkan dengan data terukur terdapat perbedaan ketinggian sebesar 0.12mm.


PENGATURAN POSISI LAMPU DEPAN MOBIL BERBASIS KONTUR JALAN

Author : Robbah Hasan  , Dedid Cahya Happyanto

Abstrak

Dewasa ini perkembangan sebuah sistem keamanan dan kenyamanan terus digencarkan tidak terkecuali dalam mengendarai mobil, banyak hal yang dicakup untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara salah satunya adalah pengaturan posisi lampu depan mobil. Dengan mengatur jarak jangkauan sorot dari lampu depan mobil saat mengendarainya, diharapkan pengemudi bisa mendapatkan penerangan jalan yang tepat dengan batasan – batasan masalah pengendara mengendarai mobil pada jalan datar. Dalam hal ini lampu akan mengikuti pergerakan kemudi ketika sedang berbelok dengan memanfaatkan sensor posisi berupa potensiometer linier yang terhubung pada poros kemudi. Sedangkan ketika mobil pada keadaan melewati polisi tidur atau pada keadaan beban berat bertumpu pada bagian belakang atau depan mobil sehingga mengakibatkan mobil miring maka lampu akan mengatur sorotan lampunya sesuai dengan jarak normal seperti saat mobil tidak miring, untuk itu digunakan sebuah sensor MPU6050 yaitu fusion sensor antara Accelerometer dengan Gyroscope. Data dari potensiometer linier berupa level tegangan yang dibaca Atmega16 oleh fitur ADC yang selanjutnya dikonversikan ke besaran sudut sesuai dengan besar sudut roda. Sedangkan MPU6050 memberikan data digital melalui komunikasi inter-intergrated communication (I2C). Adapun pembacaan data yang dilakukan oleh sensor MPU6050 memiliki perbedaan dengan sudut aktual berkisar 3 hingga 4 derajat. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan jarak uji jangkauan sorotan lampu lurus kedepan sepanjang 124 cm memiliki rata – rata presentasi eror sebesar 2,16%. Sedangkan Untuk pengujian pergerakan lampu terhadap arah horizontal memiliki selisih sudut antara lampu dengan roda rata – rata sebesar 2 derajat, dengan respon pergerakan lampu rata – rata adalah sebesar 0,883 detik.


DISTELCOM : APLIKASI TERAPI DIGITAL DENGAN METODE MARKERLESS AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN RASA KEMANDIRIAN DAN SOSIAL BAGI ANAK AUTIS

Author : Maulidya Anggraini  , Akuwan Saleh, Hani'ah Mahmudah

Abstrak

Melihat jumlah anak autis yang sangat banyak di Indonesia, ternyata ada beberapa orang tua dari anak autis yang belum memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana memperlakukan anak autis secara spesifik. Menurut pandangan pengobatan, konsultasi dengan psikolog dalam bentuk terapi tidak dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Di era digital saat ini, aplikasi terapi digital dianggap bisa dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Markerless augmented reality memiliki potensi untuk menjadi salah satu teknologi inovatif dengan fitur interaktif yang dapat menciptakan dunia visual agar terlihat seperti dunia nyata. Ada beberapa aspek penting yang terkait dengan pengukuran akurasi permukaan pelacakan dan penampilan objek. Penelitian ini menyajikan desain augmented reality tanpa penanda menggunakan algoritma environmental understanding untuk mendemonstrasikan objek video terapi. Metode yang diusulkan bertujuan untuk mendapatkan nilai korelasi antara dua parameter yaitu nilai lux dan nilai jarak yang diuji pada lokasi, lux, dan jarak yang berbeda. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, terlihat kemungkinan untuk mengetahui nilai minimum dari desain yang digunakan untuk menampilkan objek video terapi baik di area indoor maupun outdoor. Terdapat perbedaan ketika jarak minimum 2 cm untuk Ruang Indoor memiliki nilai lux minimal yakni 0 lux sedangkan Ruang Outdoor memiliki 60 lux. Sementara, untuk pengujian aplikasi dilakukan dengan mengguakan metode blackbox, data kuisioner, skala likert, uji validitas dan reliabilitas. Hasil menunjukkan jika fitur dapat berjalan dengan baik dan memenuhi nilai reliabilitas yakni 0,846.