DETEKSI PENYAKIT GLAUKOMA BERDASARKAN CUP-TO-DISC RATIO PADA CITRA FUNDUS RETINA : STUDI MONITORING PROGRESIVITAS GLAUKOMA
ABSTRAK
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) secara global, pada tahun 2021 diperkirakan jumlah orang yang buta karena glaukoma primer adalah 7,7 juta jiwa. Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata yang terjadi karena adanya gangguan pada sistem aliran cairan mata sehingga menyebabkan menyempitnya lapangan pandang dan hilangnya fungsi pengelihatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah glaukoma adalah deteksi dini melalui skrining retina. Cup-to-Disc Ratio adalah indikator yang paling banyak digunakan untuk mengevaluasi glaukoma. Saat ini, evaluasi cup-to-disc ratio dilakukan secara manual oleh dokter spesialis mata yang terlatih atau dengan peralatan yang mahal seperti Heidelberg Retinal Tomography (HRT) dan Optical Coherence Tomography (OCT). Penelitian ini dilakukan untuk membantu dokter spesialis mata dalam melakukan analisa berdasarkan cup-to-disc ratio melalui citra fundus dan melakukan klasifikasi tingkat keparahan penyakit glaukoma dengan menggunakan pengolahan citra. Sistem dimulai dari input citra fundus retina dengan ROI (Region of Interest) untuk memperoleh area optic disc kemudian preprocessing pada optic disc dan optic cup menggunakan operasi morfologi closing dan opening. Tahap selanjutnya untuk memisahkan objek dengan latar belakang menggunakan metode thresholding dan ellipse fitting untuk memperoleh batasan pada optic disc dan optic cup. Kemudian dilakukan ekstraksi ciri dengan menghitung nilai cup-to-disc ratio, perimeter, area dan circularity menggunakan find contours. Selanjutnya dilakukan klasifikasi berdasarkan tingkat keparahannya menjadi early, moderate dan advance glaucoma menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Dari hasil pengujian yang dilakukan pada 40 data testing didapatkan tingkat akurasi sistem sebesar 95%.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer