Author : Rachmawati Rizki Marzuqi   , Aries Pratiarso, Ahmad Syauqi Ahsan
ABSTRAK

Bencana yang terjadi membawa sebuah konsekuensi untuk mempengaruhi manusia dan lingkungannya, Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang rentan akibat berbagai bencana alam. Dampak dari bencana alam itu sendiri mengakibatkan kerugian harta benda dan korban jiwa. Proses penanggulangan pasca bencana yang dilakukan adalah dengan mengevakuasi korban yang masih selamat oleh tim penolong, yaitu Tim SAR dan Tim Medis. Tetapi evakuasi yang dilakukan masih belum maksimal, seringkali korban yang ditemukan tidak selamat. Hal tersebut karena kurangnya dari segi monitoring dalam penyebaran proses pencarian juga menyebabkan ketidakefektifan dan efisien. Terutama efisiensi waktu pencarian. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem monitoring proses evakuasi korban bencana alam. Pemetaan daerah bencana ini digunakan untuk mengetahui daerah mana saja yang sudah dievakuasi oleh tim penyelamat secara real-time. Sehingga proses evakuasi dapat lebih efisien dan lebih merata. Tim penolong mengirimkan lokasi data mereka kepada server menggunakan GPS. Apabila tim penolong menemukan korban, maka korban akan diklasifikasikan kondisinya dengan menggunakan Fuzzy Logic yang digunakan pada edge computing dan cloud computing, kemudian dibandingkan dan didapatkan hasil rata-rata 26.854 ms pada edge computing dan 43.330 ms pada cloud computing. Selanjutnya data tersebut akan ditampilkan dalam bentuk peta secara real-time dengan interval waktu 3 menit untuk proses update data baru. Pada web GIS, data yang ditampilkan dapat dilakukan proses pemfilteran dengan 4 tipe pemfilteran yaitu tipe bencana, status korban, lokasi, dan waktu dengan rata-rata waktu komputasi sebesar 26.684 ms sehingga memiliki delay waktu yang relatif kecil.

[DOWNLOAD ABSTRACT]