Author : Mochamad Ways Alqorni   , Nur Adi Siswandari, Okkie Puspitorini
ABSTRAK

Indonesia memiliki wilayah laut mencapai 71 persen dari keseluruhan luas negara Indonesia. Salah satu hasil bumi paling besar adalah sektor hasil laut. Salah satu teknik pengawetan ikan yang sering digunakan adalah pengasapan. Seluruh proses pengasapan membutuhkan pengawasan secara kontinyu dari pekerja yang menyebabkan keseluruhan proses menjadi kurang efisien waktu. Parameter yang menjadi acuan untuk pengaturan adalah suhu dan lama waktu pengasapan. Parameter suhu didapat dari probe thermocouple Type K dengan modul MAX6675. Pewaktuan dilakukan oleh mikrokontroler bertipe ESP32. Sebagai kontrol alat pengasap digunakan metode wireless menggunakan Smartphone Android dengan real-time server berbasis Google Firebase. Asap yang digunakan dihasilkan dari pembakaran material penghasil asap yang dipanaskan oleh electric heater. Heater dikontrol MCU dengan perantara relay karena heater membutuhkan tegangan AC 220V untuk beroperasi. Hasil yang didapatkan adalah sebuah alat pengasap yang beroperasi secara otomatis baik pada pewaktuan dan pengaturan suhu. Kontroler mengirim data suhu pada aplikasi yang terpasang pada android, aplikasi juga berperan sebagai media kontrol untuk memilih jenis ikan yang akan diasap. Delay waktu antara kontrol pengguna dan alat pengasap rata-rata adalah 3,56 detik. Rata-rata suhu saat proses pengasapan adalah 93,35℃. Jumlah ikan yang diasap mempengaruhi lamanya proses pengasapan. Lama waktu pengasapan untuk 1 ekor lele 38 menit, 2 ekor lele 55 menit, 3 ekor lele 78 menit dan 4 ekor lele 90 menit. Waktu pengasapan 1 ekor patin adalah 120 menit. Waktu pengasapan 1 ekor nila 38 menit dan 2 ekor nila 55 menit. Rata-rata eror suhu adalah 4,11% dari perbandingan pengukuran suhu alat pengasap dengan termometer digital konvensional.

[DOWNLOAD ABSTRACT]