Author : Eva Puji Lestari   , Epyk Sunarno, Dimas Okky A.
ABSTRAK

Pemanfaatan renewable energy yang banyak diminati adalah solar panel yang mempunyai sumber tak terbatas yaitu sinar matahari. Salah satu kendala dalam pemanfaatan panel surya adalah ketika terjadi perbedaan iradiasi yang diterima setiap panel surya tidak sama atau non uniform under insolation pada panel surya yang disusun secara seri maupun paralel. Ketidakseragaman iradiasi disebabkan oleh permukaan panel surya yang tertutup sebagian atau partial shading yang menyebabkan energi panel surya yang diperoleh tidak dapat maksimal, efisiensinya rendah dan munculnya beberapa puncak daya (terdiri dari beberapa puncak lokal dan satu puncak global) dalam kurva karakteristik tegangan daya (PV). Kondisi ketidakseragaman iradiasi ini dapat menyebabkan algoritma P&O tidak dapat mencapai puncak global karena terjebak pada puncak local atau LMPP (Local Maximum Power Point) sehingga tidak mampu untuk membedakan antara puncak daya sebenarnya dan tidak sebenarnya, sedangkan algoritma PSO dalam mencapai daya puncak maksimal membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kondisi konvergen. Penggunaan metode ABC untuk mengatasi kondisi ketidakseragam iradiasi dapat mencapai puncak global atau GMPP (Global Maximum Power Point). Berdasarkan data simulasi menggunakan PSIM, daya yang dapat dicapai metode P&O pada iradiasi konstan yaitu 260,78 Watt, metode PSO yaitu 198,65 Watt dan metode ABC yaitu 261,23 Watt. Waktu tracking yang diperlukan metode P&O yaitu 0,43 detik, sedangkan metode PSO yaitu 0,98 detik dan metode ABC selama 1,06 detik. Akurasi daya hasil simulasi metode P&O rata-rata 87,73% , metode PSO rata-rata 57,12% dan metode ABC rata-rata 99,3%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]