Author : Puspita Ningrum  
ABSTRAK

Baterai merupakan salah satu komponen penting dalam perkembangan teknologi renewable energy yang digunakan untuk media penyimpanan energi listrik. Dalam kasus yang ditemukan baterai mudah mengalami kerusakan over-charging atau over-discharging. Hal ini disebabkan karena baterai tidak dilengkapi sistem proteksi dan baterai tidak termonitoring. Pada proyek akhir ini, dibuat suatu sistem manajemen baterai atau biasa disebut BMS (Battery Management System) dengan metode estimasi SoC menggunakan Open Circuit Voltage Compensation untuk penentuan SoC awal, sehingga pembacaan SoC awal lebih tepat, dikarenakan jika pembacaan SoC awal hanya menggunakan sensor tegangan maka pembacaan SoC awal kurang tepat yang mempengarhui pembacaan SoC detik ke-n selanjutnya. Sensor tegangan, sensor arus ACS 712, dan sensor suhu NTC digunakan untuk mengirimkan informasi kondisi baterai ke mikrokontroler sebagai pusat kendali. BMS dilengkapi dengan relay proteksi sebagai pengaman baterai yang aktif saat terjadi over-current, over-voltage, under-voltage, dan over-heating saat pengisian, dan ditambah mengalami under-voltage pada saat pengosongan. Dari hasil pengujian BMS mampu membaca nilai tegangan, arus, suhu, Ah, Wh, dan, SoC yang tersimpan pada SD Card. Hasil simulasi estimasi SoC menggunakan Metode Modified Coulomb Counting dengan Open Circuit Compensation memiliki error 0.472%. Sedangkan pembacaan SoC metode Coulomb Counting memiliki error 10.01% jika dibandingan dengan pembacaan SoC aktual pada simulasi menggunakan Matlab2018b.

[DOWNLOAD ABSTRACT]