Author : MUCHAMAD AGUNG SETYAWAN   , Eru Puspita, Hary Oktavianto
ABSTRAK

Kesegaran daging adalah faktor utama dalam memilih kelayakan sebuah daging untuk dikonsumsi. Dengan mahalnya daging sapi tersebut ada beberapa oknum yang berusaha mencampur daging sapi yang baru dipotong dengan yang sudah dipotong beberapa waktu. Kondisi ini sangat merugikan kalangan konsumen yang membeli daging sapi segar. Umumnya dalam menentukan kualitas daging dilakukan secara manual dengan kasat mata dan menekan daging untuk mengetahui tekstur dari daging tersebut. Cara ini memiliki banyak kelemahan bila para konsumen tidak jeli untuk membedakan kualitas kesegaran daging tersebut juga, masih menggunakan kontak langsung manusia melalui inspeksi visual dan juga penciuman. Selain itu juga terdapat metode lain yang lebih modern yaitu dengan menggunakan metode pendeteksian secara kimiawi. Namun umumnya proses ini relatif kompleks, memakan waktu yang lama, serta bersifat destruktif (daging yang diuji akan rusak oleh zat kimia). Oleh karena itu sudah sewajarnya dibangun suatu sistem yang dapat mendeteksi tingkat kesegaran daging dengan cepat, akurat dan bersifat non-destruktif. mengidentifikasi tingkat kesegaran daging secara cepat, presisi, dan bersifat non-destructive. dengan menggunakan sensor gas dan sensor warna sebagai alat pendeteksi kesegaran. Alat ini bisa digunakan untuk identifikasi kesegaran daging segar, kurang segar level 1, kurang segar level 2, Busuk dan tidak layak. Pengujian keseluruhan alat dengan 16 pengujian pada sampel data daging segar tidak mengalami kesalahan pembacan, kondisi kurang segar level 1 mengalami 2 kali kesalahan pembacaan yaitu pada kondisi daging segar. kurang segar level 2 mengalami 2 kali kesalahan pembacaan pada kondisi Busuk. Busuk mengalami 1 kali kesalahan pembacaan pada daging tidak layak dan pembacaan Tidak layak mengalami 1 kesalahan pada kondisi busuk. Dari total 16 sempel pengujian terdapat 6 buah sampel daging dengan tingkat kesegaran yang berbeda. Didapatkan persentase kesuksesan dalam pengujian beberapa sempel daging sebesar 62%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]