Author : Muhammad Ilyas Fairullah   , Ali Husein Alasiry
ABSTRAK

Perangkat komunikasi adalah salah satu bagian penting yang harus dimiliki oleh pesawat terbang untuk tetap airworthy dan safety ketika mengudara. Perangkat ini juga dibutuhkan agar terhubung dengan pesawat terbang lain dan ATC Tower yang ada di ground. Dalam penggunaanya, salah satu cara yang digunakan pesawat terbang untuk berkomunikasi adalah melalui komunikasi radio. Pada pesawat Boeing 777-300ER digunakan dua jenis frekuensi radio yaitu High Frequency dan Very High Frequency. Daerah Indonesia yang sebagian besar adalah wilayah perairan, dibutuhkan media komunikasi dengan sinyal jarak jauh. Karakteristik sinyal radio dengan panjang gelombang ini dimiliki oleh gelombang radio pada range High Frequency. Oleh karena itu, peran dari High Frequency Communication sangatlah penting bagi pesawat terbang yang melewati atau melintas di wilayah Indonesia. Sistem HF beroperasi pada rentang frekuensi 2 Mhz hingga 29.999 MHz. Pengoperasian sistem ini dilakukan di permukaan bumi dan bagian atmosfer bumi yang terionisasi oleh pancaran sinar dari matahari (lapisan thermosfer). Hal ini dilakukan agar sinyal radio dapat dipantulkan ke seluruh wilayah permukaan bumi. HF COMM terdiri atas beberapa komponen yaitu antenna, antenna coupler dan transceiver. Perangkat HF COMM ini merupakan buatan manusia, yang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sehingga, perangkat HF COMM ini juga akan mengalami kerusakan pada setiap komponennya. Beberapa permasalahan yang dijumpai adalah adanya pesan peringatan pada transceiver mengenai LRU fail, antenna coupler failure, dan lain-lain. Maka dari itu, diperlukan upaya pendeteksian kesalahan dan pembenahan serta perawatan pada komponen tersebut di pesawat. Pada akhirnya, pembuatan proyek akhir ini digunakan untuk menjelaskan analisis permasalahan dan cara maintenance serta troubleshooting dari permasalahan yang ada pada perangkat HF COMM tersebut.

[DOWNLOAD ABSTRACT]