Author : Gilang Sandy Andiono   , Madyono, Arif Irwansyah
ABSTRAK

Sampah platik merupakan tantangan bagi seluruh Negara di dunia, Indonesia pun menjadi penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Untuk mengurangi jumlah sampah plastik, khususnya botol plastik. Maka, disarankan untuk membawa botol tumbler sendiri. Namun, hal yang kerap kali dilakukan ketika air yang terdapat di botol tumbler habis, kita akan pergi ke minimarket untuk membeli air minum kemasan yang dikemas dengan botol plastik. Niat ingin mengurangi sampah plastik, tetapi pada akhirnya tetap menghasilkan sampah plastik. Oleh karena itu diperlukan alat Water Refill Station yang mana alat ini nantinya akan menerima data pilihan dari user melalui display LCD touchscreen yang menampilkan QR-code dengan membawa informasi jumlah uang digital yang harus dibayarkan. Melalui aplikasi pada Android, apabila pembayaran berhasil maka android akan mengirimkan data string ke Firebase yang akan diolah oleh NodeMCU ESP8266, untuk microcontroller dapat mengatur solenoid valve mana yang akan menyala. Untuk debit air sendiri akan ditentukan oleh delay (timer) yang dibutuhkan untuk menyalakan solenoid valve. Setelah proses selesai, alat ini akan me-restart pada kondisi awal. Hasil pengujian pada water refill station terdapat error pada masing-masing jenis minuman pada setiap percobaan, pada jenis minuman air putih error terbesar yakni 12%, sedangkan untuk air jeruk error terbesar 12%, dan untuk air teh mendapatkan error terbesar pada setiap percobaannya, yakni 14%. Hal ini dikarenakan oleh tekanan air pada wadah serta volume pada wadah air tidak melewati lubang solenoid valve sehingga debit keluaran air tidak semestinya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]