Author : Fairuzy Qonitah   , Riyanto Sigit, Setiawardhana
ABSTRAK

Lambung merupakan organ yang cukup rentan terluka atau terdapat gangguan yang disebabkan pola makan yang salah, stres, maupun diet ketat. Banyak orang yang terkadang mengabaikan hal ini, sedangkan jika terus dibiarkan dapat menyebabkan penyakit lambung yang parah seperti gastritis (radang lambung), dispepsia (gangguan pencernaan), dan kanker lambung yang dapat berujung pada kematian. Sebuah cara praktis untuk memeriksa kondisi tubuh manusia ialah melalui iris mata atau disebut dengan iridologi. Iridologi sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada analisis susunan iris mata. Iris mata memiliki kelebihan spesifik yaitu dapat merekam semua kondisi organ, konstruksi tubuh, serta kondisi psikologis. Namun, menerapkan ilmu iridologi terkadang ada kesulitan dalam menemukan karakteristik rincian iris karena ukuran citra yang kecil serta adanya human error dalam iridiagnosis. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka akan dibuat sistem yang mampu mendeteksi ada atau tidaknya gangguan organ lambung pada manusia. Sistem kerja perangkat lunak ini mengambil citra mata menggunakan iriscope camera. Gambar yang dihasilkan akan melalui beberapa proses agar dapat menentukan karakteristik dari iris mata, seperti proses preprocesing, proses segmentasi, proses ekstraksi ciri, dan proses klasifikasi. Proses preprocessing digunakan agar mengubah citra mata menjadi grayscale dan menggunakan Median filter agar memudahkan proses selanjutnya. Proses segmentasi digunakan Hough Transform untuk mendeteksi titik tengah mata serta mengambil ROI (Region of Interest) dari iris mata. ROI yang telah diambil masih berupa lingkaran, oleh karena itu dilakukan proses normalisasi agar mengubah gambar menjadi bentuk persegi panjang. Pada proses ekstraksi ciri, dilakukan pengambilan nilai dari ROI dengan menggunakan metode Geometric Invariant Moment. Nilai yang didapatkan berupa 7 nilai Hu Moment yang akan digunakan sebagai input pada proses selanjutnya. Proses klasifikasi menentukan menggunakan metode Neural Network Backpropagation dengan proses pelatihan 30 data set citra iris mata dan proses pengujian dengan 50 data set citra iris mata. Tingkat akurasi untuk deteksi citra mata tanpa ada gangguan (normal) dengan citra penderita gangguan organ lambung adalah 90%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]