Author : Benediktus Bayu Kusuma Wibawa   , M. Zen Samsono Hadi, Tri Budi Santoso
ABSTRAK

Pencemaran lingkungan terutama udara di Indonesia bukan lagi menjadi permasalahan yang baru. menurut sumber AirVisual, Indonesia menduduki peringkat 11 tingkat dunia dengan jumlah polusi tertinggi pada tahun 2018 . Di sisi lain, perkembangan teknologi sudah semakin berkembang di zaman modern ini terutama sistem mikrokontroller yang banyak digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, contohnya sistem monitoring rumah. Sistem ini dapat dimanfaatkan sebagai sistem yang mampu memonitoring keadaan udara di lingkungan. Pada proyek akhir ini dibuat sebuah sistem yang dapat diimplementasikan untuk sistem monitoring kondisi udara portable sehingga sistem tersebut mudah dibawa kemana-mana untuk memonitoring kondisi udara. Data yang didapat dari sistem ini disimpan kedalam memory card terlebih dahulu, kemudian dikirimkan dari PC Station ke PC Server untuk disimpan ke dalam database dengan memanfaatkan jaringan AdHoc. Hasil yang disimpan adalah kadar CO, kadar CH4, suhu dan kelembapan beserta rekam jejak alat ini berjalan. Alat dan sistem ini menggunakan mikrokontroller ESP32 sebagai pengendali dan pengolah data. Hasil yang didapatkan dari proyek akhir ini adalah untuk sensor MQ-7 dan MQ-135 diperlukan pemanasan dan kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan, agar hasil yang didapat sesuai dengan tabel komposisi udara bersih. Untuk sensor DHT-11 memiliki keakuratan yang kurang bagus dikarenakan pada saat pembacaan data terdapat selisih yang cukup banyak dan pada datasheet keakuratan sensor DHT-11 kurang lebih adalah 2 Celcius untuk suhu dan 2% untuk kelembapan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]