Author : Arief Firmansyah   , Alrijadjis, Arif Irwansyah
ABSTRAK

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka bidang kontrol juga mengikuti perkembangan yang pesat. Salah satunya dibidang metode kontrol, yang mana untuk bisa meningkatkan performa kontrol suatu plant maka banyak digunakan metode – metode kontrol modern yang cukup dapat diperhitungkan. Salah satunya yaitu kontroller LQR yang telah digunakan dewasa ini dalam berbagai bentuk. Pada perancangan sistem kendali, seringkali kita harus melakukan trial and error. Contohnya pada desain PID, kita harus melakukan trial and error kepada 3 variable yang berbeda (P, I, dan D). Di sini lah LQR menjadi pilihan yang lebih baik daripada PID. Pada LQR, trial and error hanya dilakukan pada dua variable yakni Q dan R. Maka, proses trial and error pada LQR lebih sederhana tetapi tetap dapat menghasilkan performa yang sama dengan PID. Sebagai pengatur suhu didalam alat yang akan dibuat, karena diketahui sebuah objek makanan atau buah bila dikeringkan suhunya tidak boleh lebih dari 70 derajat celcius untuk tidak merusak nutrisi pada makanan atau buah itu sendiri. Selanjutnya, parameter proses selesai menggunakan berat akhir suatu objek yang telah diolah dengan menggunakan load cell sehingga memunculkan nilai yang menjadi patokan kematangan atau berat ideal objek cabai yang sudah kering sempurna. Sesuai hasil uji coba yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa suhu untuk mengeringkan cabai 2000 gr dengan kadar air yang standar dalam 200 menit pengujian pengeringan yaitu 70 derajat Celcius, yakni dengan penurunan massa 60%

[DOWNLOAD ABSTRACT]