Author : Ahmad Yusuf Demara   , Zainal Arief, Arif Irwansyah, Firman Arifin
ABSTRAK

Diabetes melitus lebih dikenal sebagai penyakit yang membunuh manusia secara diam- diam atau “Silent Killer. Penyakit DM dapat menyerang semua lapisan umur dan sosial ekonomi. Dengan kesibukan yang dimiliki sehingga tidak terpikirkan untuk mengecek kesehatan dengan rutin sekedar untuk mengetahui apakah kadar gula dalam tubuh mereka dalam keadaan normal atau tidak. Sistem kerja alat ini adalah saat seseorang melakukan presensi, fingerprint sensor akan menangkap gambar sidik jari orang tersebut. Saat orang tersebut memasukkan jari kealat presensi itu pula, alat ini akan mengecek kadar gula orang tersebut maka akan mengirim data ke database dan tampil di web. Hasil output tersebut dikonversi ke besaran kadar gula dengan menggunakan metode atau persamaan statistik, yaitu dengan persamaan Regresi Linieritas Sample. Dari hasil pembacaan semua sensor diatas, akan ditampilkan di OLED. Data-data yang didapat akan di masukkan ke dalam database website yang ter update setiap saat. Website tersebut berisikan data kehadiran dan grafik data kadar gula mereka. Serta anjuran menu makanan dan sebagai nya akan ditampilkan di website. Hasilnya dari pengujian seluruh sistem, untuk sensor fingerprint sendiri sudah tidak ada error sama sekali. Namun, untuk sensor TCRT5000 ada error sebesar 9.43% yang menurut penulis terjadi karena sensor tersebut kurang teliti karena sudah penulis kalibrasi dengan tingkat sensitifitas yang tertinggi. Lalu mengetahui anjuran pola hidup sehat tersebut, adalah melalui range kadar gula lalu dilanjutkan dengan perhitungan kebutuhan kalori dan GL (glycemic load) dari makanan tersebut. Menurut European Journal of Clinical Nutrition (2007), kadar GL suatu makanan dibagi menjadi 3, yaitu rendah, normal dan tinggi. Itu sesuai dengan cara pengklasifikasian penulis terhadap hasil gula darah yang di dapat yaitu rendah, normal, dan tinggi.

[DOWNLOAD ABSTRACT]