Author : Miratus Zakiyah   , Eru Puspita, Ardik Wijayanto
ABSTRAK

Di Indonesia, khususnya di Surabaya masih banyak mitra yang menjual air jeriken untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang belum berlangganan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Namun pada penjualan air jeriken, mitra memiliki suatu permasalahan mengenai pelanggan yang melakukan pengisian air pada jerigen dengan melebihi batas, sehingga air terbuang dengan sia-sia. Tentunya hal ini dapat merugikan mitra karena harga yang dihitung yaitu per jeriken bukan volume air yang dikeluarkan. Selain itu masih banyaknya mitra yang tidak memantau banyaknya jeriken yang diisi oleh pelanggan dikarenakan kesibukan lain yang harus dikerjakan oleh pemilik mitra. Hal ini dapat menimbulkan kurang terpantaunya keamanan pada jumlah jeriken yang diisi. Sehingga saat pembayaran dilakukan, uang yang dibayar pelanggan tidak sesuai dengan banyak jeriken yang diisi. Dari permasalahan tersebut, penulis mengajukan sebuah sistem pengukuran dan pembatas volume air untuk penjualan air jeriken. Dimana alat ini mampu mengukur dan mengeluarkan air dengan menggunakan sensor flow dan valve. Dan alat ini juga dilengkapi dengan water sensor untuk mengantisipasi terjadinya air tumpah karena kesalahan pembacaan pada flowmeter. Selain itu, alat ini dilengkapi LCD yang dapat menampilkan jumlah jerigen yag diisi dan total harga yang harus dibayar. Lalu tampilan lcd tersebut bisa di print berupa struk. Alat ini terdapat tombol clear untuk mereset jumlah jerigen dan total harga yang tertampilkan pada LCD, posisi tombol tersebut diletakkan di bagian belakang alat agar hanya pemilik mitra saja yang dapat menekannya. Sistem ini dibuat sesederhana mungkin agar dapat memudahkan pengoperasian oleh penjual air jeriken. Proses pengkalibrasian tidak perlu menambahkan volume pada selang, Karena pengisian pertama dan seterusnya hampir sama. Eror volume selang pertama dan seterusnya hanya sebesar 0,14%. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa hasil pengukuran yang terbaca oleh flowmeter tidak jauh berbeda dengan hasil pengukuran secara manual mengggunakan gelas ukur. Eror yang terjadi hanya 0,09%. Untuk pembatas volume, sistem ini mampu bekerja dengan baik. Hal ini dibuktikan selama percobaan buzzer sama sekali tidak berbunyi yang menandakan air tidak mengalami kelebihan yang cukup banyak sehingga tidak menyentuh water sensor. Dan eror yang terjadi sebesar 0,29%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]