SISTEM MONITORING PEMBEBANAN TRAFO DISTRIBUSI BERBASIS IOT DI LENGKAPI DENGAN GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM)
ABSTRAK
Salah satu gangguan pada trafo distribusi, yaitu beban lebih (Overload). Sampai saat ini PLN belum memiliki sistem peringatan dini apabila trafo akan mengalami kondisi beban lebih. Selama ini pengukuran nilai pembeban trafo diukur oleh petugas PLN selama 6 bulan sekali per gardu distribusi. Tentunya 6 bulan adalah periode yang cukup lama. Bila transformator mengalami beban lebih dalam waktu lama, maka trafo akan menjadi panas dan dapat menyebabkan kerugian bagi PLN, selaku pengelola kelistrikan di Indonesia untuk mengganti material trafo yang tidak murah. Dari permasalahan tersebut dibuatlah suatu proyek akhir, yaitu alat memonitoring pembebanan trafo distribusi berbasis IoT dilengkapi GIS (Geographic Information System). Proyek akhir ini mampu memonitoring dan mengirim notifikasi dini kepada operator apabila trafo bekerja sebelum 80% kapasitas terpasangnya. Alat ini menggunakan sensor arus dan tegangan, diolah di mikrokontroller (ARM-CORTEX) yang kemudian ditampilkan pada LCD, dan dikirim ke webserver dengan tampilan peta digital menggunakan modul komunikasi SIM 800L. Proyek akhir ini dapat membantu PLN dalam menangani gangguan overload dan meminimalisir gangguan trafo akibat gangguan overload. Selain itu tak ada lagi ketergantungan ke petugas untuk melakukan pengukuran nilai pembebanan trafo, petugas tak lagi datang ke lapangan untuk mengetahui nilai pembebanan trafo. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem mampu membaca nilai tegangan, dan arus, dengan nilai sensitifitas rata-rata 0.204% dan 3.26%.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer