Author : Achmad Fadaqi   , Joke Pratilastiarso, Lohdy Diana
ABSTRAK

Penggunaan turbin gas pada dunia industri khususnya industri pembangkit listrik telah berkembang sejak 2 dekade terakhir ini, sehingga apabila terjadi degradasi performa dari turbin gas akan sangat berpengaruh terhadap kinerja pembangkit listrik dan pada tahap tertentu dapat menyebabkan kerugian biaya operasional. Salah satu penyebab utama dari degradasi performa turbin gas ini diakibatkan karena adanya fouling pada kompresor. Sampai pada tingkat kekotoran tertentu efek dari fouling kompresor ini dapat mengakibatkan penurunan efisiensi termal turbin gas dan daya output (derating). Pada proyek akhir ini dilakukan analisa penurunan kinerja turbin gas akibat fouling pada blade kompresor. Analisa ini mengambil sampel data tiap bulan sejak januari sampai November 2019 di PLTGU Muara Tawar. Hasil dari analisa tersebut diketahui bahwa pada bulan april telah terjadi degradasi performa turbin gas akibat fouling pada blade kompresor. Akibatnya efisiensi kompresor turun mencapai 82,48% yang diikuti dengan kenaikan heat rate turbin sebesar 3,070.7 kcal/kWh. kemudian nilai flow udara juga terlihat saat terjadi fouling, laju udara yang dibutuhkan lebih besar sekitar 189.4025 kg/s. Nilai SFC dan BWR saat fouling juga mengalami kenaikan sebesar 0.25690 kg/kWh dan 0.398058. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa untuk mengembalikan performa turbin gas dilakukanlah washing compressor. Pelaksanaan washing compressor disarankan untuk diperpendek dari 8000 EOH menjadi 6000 EOH yang mengacu pada grafik preventive maintenance yang menggunakan set point 0,8 untuk menghindari terjadinya kembali derating pada turbin gas.

[DOWNLOAD ABSTRACT]