Author : Bintang Mahardhika   , Hendik Eko HS, Indhana Sudiharto
ABSTRAK

Dalam pendistribusian energi listrik, dari gardu distribusi menuju ke pelanggan membutuhkan suatu kabel penghantar yang panjang untuk menyuplai pelanggan-pelanggan yang jauh dari gardu distribusi. Kabel penghantar yang panjang ini dapat menyebabkan terjadinya drop tegangan yang dapat merugikan pelanggan dan PLN sendiri. Nilai Drop tegangan yang tinggi di luar standar yang diijinkan dalam jangka waktu lama dapat mengganggu kinerja peralatan listrik pelanggan hingga menyebabkan kerusakan. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 0225:2011 Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 tentang drop voltase, antara terminal pelanggan dan sembarang titik dari instalasi tidak boleh melebihi 4% dari voltase pengenal pada terminal pelanggan. Untuk saat ini, PLN hanya mempunyai data pengukuran tegangan pangkal yaitu pada gardu distribusi saja, sehingga tegangan ujung belum termonitor. Oleh karena itu diperlukan alat yang dapat memonitor tegangan pangkal dan ujung jaringan tegangan rendah secara realtime dan data hasil pengukuran tersebut dikirim pada webserver sehingga dapat dimonitor di mana saja dan kapan saja. Dari pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa saat nilai tegangan pada ujung jaringan bernilai kurang dari 216 volt, maka status tegangan adalah drop sehingga pada webserver mengirimkan karakter “WARNING!!!” sebagai peringatan agar dapat segera dilakukan penanganan oleh pihak PLN. Durasi pengiriman data tegangan ke webserver adalah 23 detik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]