Author : Dwi Evita Febrianti Irfat   , I Gede Puja Astawa, Aries Pratiarso
ABSTRAK

Permintaan yang semakin berkembang pesat akan kecepatan data yang tinggi dalam sistem komunikasi nirkabel (wireless) menjadi penyebab penggabungan teknik MIMO dan OFDM. Teknik MIMO-OFDM membutuhkan RF front end di setiap antena, dimana hal tersebut tidak efektif untuk ukuran antena berdimensi besar. Oleh karena itu, RF front end di sisi penerima akan disederhanakan dengan teknik single RF yang didasarkan pada antena ESPAR. Dalam kehidupan nyata, suatu kanal tidak mungkin bersifat ideal. Oleh karena itu, sebelum sinyal ditransmisikan, perlu dilakukan teknik pengkodean untuk meminimalisir kesalahan pada proses pengiriman data. Convolutional code merupakan sebuah teknik pengkodean yang mampu mendeteksi dan mengkoreksi bit yang salah (error control coding) sehingga diharapkan dapat menekan kuantitas Bit Error Rate (BER). Pada proyek akhir ini, dirancang simulasi untuk menganalisa kinerja single RF pada sistem MIMO-OFDM menggunakan detektor VBLAST pada convolutional code encoder dan Viterbi decoder untuk rate ½. Hasil simulasi menunjukkan bahwa teknik estimasi kanal bekerja dengan baik pada sistem MIMO-OFDM berbasis single RF yang ditunjukkan pada kurva magnitudo dan fasa terhadap index subcarrier antara kanal teori dan kanal estimasi yang berada pada titik-titik yang hampir sama. Performansi detektor VBLAST-ZF ditunjukkan pada kurva BER terhadap SNR, dimana selisih nilai BER untuk nilai SNR (Eb/No) 10 dB antara kanal teori dan kanal estimasi sebesar 0.001499. Teknik pengkodean kanal menggunakan convolutional code encoder dan Viterbi decoder dengan rate ½ bekerja dengan baik pada sistem MIMO-OFDM berbasis single RF yang ditunjukkan pada kurva BER terhadap SNR, dimana nilai BER yang didapatkan dengan pengkodean kanal lebih kecil dibandingkan nilai BER tanpa pengkodean kanal.

[DOWNLOAD ABSTRACT]