Author : Dian Awalludin Nugroho   , Renny Rakhmawati, Indra Ferdiansyah
ABSTRAK

Kubikel merupakan panel tegangan menengah yang berfungsi sebagai salah satu sarana penunjang utama untuk menyalurkan tenaga listrik ke konsumen. Permasalahan terjadinya korona bisa dipengaruhi oleh ruangan didalam kubikel dalam keadaan lembab maka suatu saat uap air akan menempel pada peralatan penunjang pada kubikel yang akan mengakibatkan terjadinya loncatan busur api yang dapat memadamkan penyaluran listrik. Bila uap air dibiarkan terus menerus akan terjadi loncatan bunga api antara penghantar dengan isolator, kemungkinan tersebut biasanya sudah diantisipasi dengan diletakkannya kubikel pada ruangan ber AC. Namun demikian tetap dilakukannya monitoring suhu dan kelembaban oleh petugas, akan tetapi dibeberapa daerah terkendala oleh terbatasnya petugas maka diperlukan alat monitoring suhu dan kelembaban di dalam kubikel untuk memudahkan petugas. Pada proyek akhir ini dibuat alat yang membantu petugas dalam proses monitoring suhu dan kelembaban, karena hasil dari monitoring dapat ditampilkan pada LCD dan website. Untuk pengukuran suhu digunakan untuk mengukur suhu disekitar konduktor dan pengukuran kelembaban digunakan untuk mengukur kelembaban dalam kubikel. Pada katalog kubikel Schneider SM6 normal suhu -50C sampai 400C dan untuk kelembaban dibawah 90%. Untuk itu pada alat ini diperlukan sensor suhu dan kelembaban (DHT22) untuk memonitoring suhu dan kelembaban pada kubikel yang dapat dilihat melalui website. Pada sensor yang digunakan error pengukuran suhu sebesar 1,27% dan pengukuran kelembaban sebesar 3,902%. Dengan adanya alat ini dapat memudahkan petugas dalam monitoring suhu dan kelembaban pada Kubikel 20 KV supaya penyaluran tenaga listrik ke konsumen tidak mengalami gangguan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]