Author : Amalia Kusumaningtyas   , Arif Basofi, Arna Fariza
ABSTRAK

Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi tidak mampu. Pada tahun 2016 kasus TB yang ditemukan dan ditangani mulai merambat naik melebihi dari perhitungan sasaran sebelumnya, lalu pada tahun 2017 CNR kasus baru TB BTA + di Kabupaten Tuban sebesar 74.77% per 100.000 penduduk sedangkan CNR seluruh kasus TB sebesar 104.76% per 100.000 penduduk. Untuk angka kesuksesan/ Succes Rate (SR) tahun 2017 sebesar 93.61%. Meskipun penemuan kasus baru TB BTA semakin berkurang tetapi tetap melebihi perhitungan sasaran pada tahun tersebut sesuai dengan ketetapan. Hal ini yang membuat TB pada di Kabupaten Tuban masih perlu diperhatikan. Metode clustering Hirarki Agglomerative bekerja dengan sederetan dari penggabungan yang berurutan atau sederetan dari pembagian yang berurutan dan berawal dari objek-objek individual. Jadi pada awalnya banyaknya cluster sama dengan banyaknya objek. Objek-objek yang paling mirip dikelompokkan, dan kelompok-kelompok awal ini digabungkan sesuai dengan kemiripannya. Sewaktu kemiripan berkurang, semua sub-kelompok digabungkan menjadi satu cluster tunggal. Dari permasalahan diatas, dibuatlah suatu penelitian Sistem Informasi Geografis tentang pemetaan Tuberkulosis di Kabupaten Tuban dengan menggunakan Metode Clustering yaitu Metode Hirarki Clustering sehingga dapat menentukan tingkat kerawanan rendah, sedang dan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi pemetaan tingkat kerawanan Tuberkulosis di Kabupaten Tuban berbasis mobile berdasarkan jumlah kepadatan penduduk, jumlah penderita, Jumlah seluruh kasus TB, CNR seluruh kasus TB, perkiraan penderita yang ditemukan dan ditangani, dan angka kematian selama pengobatan menggunakan Metode Hirarki Clustering.

[DOWNLOAD ABSTRACT]