Author : Adji Endra Sasongko   , Sutedjo, Anang Tjahjono
ABSTRAK

Untuk melindungi aset-aset penting PT. PLN (Persero) dari gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah maka jaringan tegangan menengah diberi sistem proteksi. Beberapa pengaman jaringan tersebut memiliki kekurangan yaitu tidak dapat mendeteksi di fasa mana terjadi gangguan secara akurat. Oleh sebab itu, dibutuhkan prototipe yang dapat mensimulasikan gangguan hubung singkat yang tahu di fasa mana terjadi gangguan. Untuk merealisasikan alat tersebut diperlukan prototipe jaringan tegangan menengah yang dapat mensimulasikan gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. Prototipe ini menggunakan mikrokontroler yang akan difungsikan sebagai relay gangguan tanah. Saat simulasi gangguan hubung singkat dilakukan, mikrokontroler akan memerintah relay memutus prototipe jaringan tegangan menengah dengan jeda waktu trip dan besar arus netral yang telah ditentukan. Nilai gangguan akan ditampilkan di LCD dan ponsel pintar melalui modul bluetooth. Saat rangkaian dibuat simulasi menggunakan aplikasi PSIM, nilai arus netral saat simulasi hubung singkat fasa R, S, dan T yang awalnya 0 naik menjadi 0,647 ampere. Saat dilakukan simulasi hubung singkat, fasa yang diuji hubung singkat nilai arusnya menjadi paling besar diantara fasa lainnya yaitu sebesar 0,768 ampere pada R dan T serta 0,769 ampere pada fasa S. Selain itu nilai tegangan fasa-fasa akan turun menjadi 25,89 volt saat hubung singkat fasa R, 25,86 volt saat hubung singkat fasa S, dan 25,88 volt saat hubung singkat fasa T dengan tegangan fasa-fasa normal sebesar 51 volt. Disamping itu, tiga relay yang diatur memiliki jeda waktu 2 detik bekerja dengan jeda waktu 0,03 detik, 0,05 detik dan 0,01 detik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]