Author : Maulidiatun Ni'mah   , M. Zen Samsono Hadi, Aries Pratiarso
ABSTRAK

Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami bencana alam. Bencana alam menimbulkan dampak terhadap menurunnya kualitas hidup korban, termasuk masalah kesehatan pada korban bencana alam. Salah satu permasalahan yang dihadapi setelah terjadi bencana alam adalah kondisi kesehatan korban yang kurang stabil dan bisa menurun sewaktu-waktu. Hal itu menyebabkan tenaga medis harus melakukan pemantauan kondisi kesehatan korban bencana alam. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang digunakan untuk memantau kondisi kesehatan korban. Apabila korban mengalami penurunan kesehatan yang signifikan, maka tenaga medis akan lebih tanggap dalam menanganinya. Maka dari itu, dibuatlah suatu sistem untuk memantau kondisi kesehatan korban bencana alam, meliputi suhu tubuh, SPO2, systole, diastole dan denyut nadi menggunakan komunikasi LORA. Data-data kondisi kesehatan korban tersebut dapat dipantau oleh tenaga medis melalui PC server dan akan tersimpan dalam database. Dengan demikian, diharapkan tenaga medis akan lebih mudah dalam melakukan monitoring kondisi kesehatan guna memberikan penanganan medis yang cepat terhadap korban bencana alam. Hasil yang didapatkan error denyut nadi sebesar 2.86%, error systole sebesar 2.54%, error diastole sebesar 1.03% dan error suhu tubuh sebesar 0.2%. Sehingga error keseluruhan sensor didapat sebesar 1.65%. Hal ini karena beberapa faktor, seperti tidak presisinya letak sensor. Selain itu faktor psikologi korban seperti stress, bingung, cemas juga sangat mempengaruhi hasil keakuratan sensor. Untuk pengujian LORA, kedua LORA dapat saling berkomunikasi hingga pada jarak 190m, dengan nilai RSSI minimum -121.9 dBm dan SNR sebesar-4.025 dB.

[DOWNLOAD ABSTRACT]