PEMETAAN TINGKAT RISIKO BENCANA KEKERINGAN DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN AHP-NATURAL BREAKS
ABSTRAK
Kekeringan merupakan kasus bencana alam yang sering terjadi di Indonesia khususnya di provinsi Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur memiliki luas wilayah 47.922 km2 dan populasi sebanyak 39 juta penduduk. Sebanyak 566 desa di Jawa Timur terjadi kekeringan dan Jawa Timur tergolong daerah kedua yang terjadi kekeringan ekstrem atau lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan. Sebanyak 501.637 jiwa menjadi korban menderita akibat bencana kekeringan dari tahun 2010 hingga 2019. Penyebab terjadinya bencana kekeringan pun beragam, seperti durasi bulan kering, kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan jarak terhadap sungai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuatlah suatu aplikasi sistem informasi geografis pemetaan tingkat risiko terjadinya bencana kekeringan di Jawa Timur. Proyek akhir ini juga membantu untuk mengetahui tingkat risiko bencana di setiap kabupaten/kota di Jawa Timur. Proyek akhir ini juga membantu menghitung tingkat risiko menggunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) dan memetakan data kekeringan berdasarkan faktor terjadinya bencana kekeringan yang terjadi di masing-masing kabupaten/kota. Kemudian metode Jenks Natural Breaks untuk mengelompokkan berdasarkan status risiko (rendah,sedang,tinggi). Aplikasi ini menghasilkan visualisasi peta pemetaan tingkat risiko dan visualisasi peta perbandingan pada situs website yang dibuat secara dinamis dan mudah digunakan.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer