Author : Amalia Bagaskara   , Arrad Ghani Safitra, Achmad Bahrul Ulum, Arrad Ghani Safitra, Achmad Bahrul Ulum
ABSTRAK

Air preheater digunakan untuk meningkatkan temperatur udara sebelum masuk boiler dengan memanfaatkan panas dari flue gas. Penambahan air preheater mampu meningkatnya efisiensi termal di pembangkit listrik hingga 10%. Evaluasi kondisi operasi air preheater dinyatakan oleh x-ratio. X-ratio merupakan nilai perbandingan kapasitas panas sisi udara dan flue gas pada air preheater. Nilai x-ratio dapat berubah dari kondisi desain akibat ketidakseimbangan massa udara dengan flue gas yang disebabkan oleh kebocoran udara atau perubahan komposisi bahan bakar sehingga kinerja air preheater menjadi rendah, yang ditandai dengan peningkatan temperatur flue gas. Peningkatan flue gas yang terjadi berdampak pada penurunan performa pembangit. Pada penelitian ini analisis x-ratio dilakukan dengan mengamati perubahan temperatur flue gas akibat variasi excess air. Pemodelan dilakukan menggunakan software cycle tempo berdasarkan data desain PLTU Indramayu ketika beban penuh. Variasi excess air dilakukan sebesar 0,15; 0,16; 0,17; 0,18; 0,19; 0,2 mengahasilkan nilai x-ratio sebesar 0,037472; 0,037376; 0,037279; 0,037183; 0,037088; 0,036991. Peningkatan excess air menyebabkan nilai x-ratio semakin kecil karena ketidakseimbangan panas yang melewati air preheater. Heat capacity rate paling tinggi sebesar 1388,741 kJ dicapai ketika nilai x-ratio paling kecil yaitu 0,036991. Efisiensi termal tertinggi dicapai ketika x-ratio bernilai 0,037472 yaitu sebesar 34,52% sedangkan efisiensi terendah ketika x-ratio bernilai 0,03699 yaitu sebesar 34,01%. Dengan demikian, peningkatan x-ratio memberikan dampak terhadap peningkatan efisiensi termal pembangkit.

[DOWNLOAD ABSTRACT]