Author : Harindra Darmawan   , Erik Tridianto, Hendrik Elvian Gayuh Prasetya
ABSTRAK

PLTU Rembang memproduksi listrik berbahan bakar batubara dengan kapasitas pembangkitan listrik 2 X 315 MW. Pada PLTU Rembang terdiri dari berbagai macam komponen untuk menunjang produksi listrik, salah satunya adalah boiler feed pump turbine (BFPT). BFPT berjenis pompa sentrifugal multistage yang digunakan untuk mengalirkan air umpan (feedwater) dari deaerator menuju steam drum. Dikarenakan BFPT dioperasikan secara terus-menerus maka perlu untuk menjaga reliability dari pompa tersebut. Pada PLTU Rembang pernah terjadi kegagalan BFPT 20A akibat shaft patah. Untuk mencari penyebab kegagalan tersebut dalam penelitian ini digunakan metode Root Cause Failure Analysis (RCFA). Dari hasil RCFA diketahui penyebab patahnya shaft BFPT 20A dikarenakan tidak tersirkulasinya flow feedwater ketika BFPT trip sehingga terjadi water hammer. Selain itu juga disebabkan turning gear dalam keadaan stop ketika temperatur casing masih tinggi yang dapat menyebabkan bending pada shaft. Kedua hal tersebut menyebabkan material shaft mengalami kelelahan (fatigue) yang memungkinkan terjadinya awal retakan hingga shaft patah. Untuk mengatasi kegagalan yang telah terjadi diperlukan Failure Defense Task (FDT) yang dibagi menjadi FDT jangka pendek agar BFPT 20A segera beroperasi kembali dan FDT jangka panjang agar kegagalan yang sama tidak terulang kembali sehingga reliability BFPT 20A tetap terjaga. Hasil FDT yang telah dibuat diketahui dapat menurunkan biaya maintenance sebesar 8,16%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]