Author : Wilda Safira Rahmania   , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Fifi Hesty Sholihah
ABSTRAK

Turbine-diven Boiler feed pump (BFPT) merupakan salah satu critical component pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Akan tetapi kondisi aktual pada beberapa PLTU, BFPT ini merupakan unit operasi sering kali terjadi kegagalan. Oleh Karena itu perlu adanya analisis pemeliharaan untuk mengurangi risiko kegagalan. Metode yang digunakan untuk menganalisa pemeliharaan yaitu metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan metode Kuantitatif. Hasil analisis FMEA didapatkan nilai risk priority number (RPN) RPN tertinggi yaitu turning gear dengan nilai RPN 392 dengan bentuk kegagalan yang terjadi yaitu tidak bisa aktif engage dan nilai RPN terendah yaitu pada komponen line and valve dengan nilai RPN 105 dengan bentuk kegagalan yang terjadi yaitu adanya kebocoran pada sambungan pipa dan valve. Hasil analisis FMEA ini dibuat kedalam bentuk pareto chart, hasil pareto chart yaitu terdapat 8 dari 14 komponen yang harus diprioritaskan untuk diutamakan pemeliharaannya, komponen tersebut antaralain turning gear, bearing, selenoid valve ,mechanical seal, LCV, sensor, control valve, relief valve, frame pump and turbine. Hasil analisis dengan metode kuantitatif diketahui bahwa secara keseluruhan kehandalan dari komponen penyusun BFPT mengalami penurunan seiring berjalannya waktu komponen tersebut di opersaikan. Nilai MTTF (mean time to failure) tertinggi yaitu pada akumulator dan regulator dengan nilai MTTF 57428,39 dan nilai MTTF terendah pada selenoid valve dengan nilai MTTF 408,62. Rekomendasi pemeliharaan yang disarankan yaitu corrective maintenance dan preventive maintenance berdasarkan bentuk karakteristik grafik laju kegagalan pada masing-masing komponen.

[DOWNLOAD ABSTRACT]