Author : Bernadeth Yola Widyalista   , Hestiasari Rante, Novita Astin
ABSTRAK

Sejarah merupakan suatu kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Tidak hanya berbicara mengenai asal usul silsilah kerajaan, namun juga berlaku untuk suatu peristiwa berharga seperti perjuangan dalam melawan penjajah, salah satunya adalah peristiwa 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya. Namun, tidak banyak masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda yang mengetahui bahwa masyarakat Tionghoa turut terlibat aktif dalam perjuangan arek-arek Suroboyo memperjuangkan kemerdekaan. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya ‘media aktif’ yang dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk belajar sejarah. Selama ini historiografi di Indonesia hanya terbatas dalam dimensi tulisan yang mengakibatkan karya-karya sejarah berada dalam ‘ruang pasif’. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengalih-mediakan historiografi ke dalam kemasan ‘aktif’ seperti film dokumenter. Film dokumenter sendiri merupakan sebuah rekaman peristiwa yang diambil dari kejadian nyata dan menyajikan suatu realita dengan tujuan menyampaikan suatu informasi. Dengan adanya upaya untuk mengalih-mediakan historiografi ke dalam bentuk film dokumenter, maka hasil riset sejarah akan lebih mudah dan efektif disosialisasikan kepada masyarakat.

[DOWNLOAD ABSTRACT]