Author : M. Irfa'ul Fadllillah   , Alrijadjis, Ardik Wijayanto
ABSTRAK

Kehandalan merupakan bagian penting dalam menjalankan berbagai proses yang terjadi di industri untuk memperoleh keuntungan maksimal dalam suatu periode tertentu. Keberhasilan pada proses produksi adalah kehandalan dari komponen, sub sistem, atau sistem produksi untuk tidak mengalami kegagalan dalam jangka waktu tertentu. Pada proyek Akhir ini Penulis membuat penerapan redundant system pada sensor level dengan metode N+1 redundancy. N+1 Redundancy adalah metode untuk menjamin membantu ketahanan sistem saat terjadi kegagalan. Komponen (N) memiliki satu komponen cadangan (+1), dimana komponen cadangan ini bersifat aktif/pasif atau disebut standby, komponen backup akan aktif jika terjadi kerusakan komponen N, dan akan pasif (hot standby) selama sistem beroperasi secara normal. Sensor level yang digunakan berjumlah 3 sensor dengan N = 2 sebagai komponen aktif dan terdapat +1 komponen cadangan (hot standby). Sensor Level yang digunakan adalah sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai komponen pengendalian level pada storage tank. Data dari sensor ultrasonik diolah melalui 2 parameter yaitu perhitungan standar deviasi dan range pengukuran untuk menentukan status sensor apakah mengalami fault detection. Hasil olah data dikirim ke Micro Master untuk disusun metode N+1 redundancy. Data level kemudian divisualisasikan pada software LabVIEW untuk dilakukan monitoring indikator sensor. Penggunaan metode N+1 redundancy pada proyek akhir ini mampu mengatasi downtime sehingga sistem dapat berjalan normal 100% selama salah satu sensor berfungsi normal tidak mengalami fault detection. Ada 3 sensor yang berfungsi secara normal dengan error masing-masing 1,4%, 3,2% dan 2,4%, dan 1 sensor fault digunakan sebagai pembuktian sensor mengalami fault detection dengan nilai error 98%. Nilai rata-rata standar deviasi pada sensor yang normal yaitu sebesar 0,48 cm dan sensor yang fault adalah 14,18 cm.

[DOWNLOAD ABSTRACT]