Author : Rachmat Wahid Zulfiqar   , Moch. Rochmad, Hendhi Hermawan
ABSTRAK

Sepeda zaman sekarang sebagian besar sudah memiliki sistem gear multipel , dimana sprocket belakang memiliki beberapa set gir yang berbeda jumlah gigi nya, dan dapat dipilih dengan menarik tuas yang ada. Hal ini ditujukan agar pengguna dapat memilih gir mana yang ingin digunakan. Semakin banyak jumlah gigi gir yang dipilih, semakin ringan tenaga yang dibutuhkan untuk mengayuh sepeda. Begitu pula sebaliknya semakin sedikit jumlah gir, semakin banyak tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak dari kondisi diam. Idealnya, posisi gear harus berada pada gear terkecil (gigi paling banyak) saat memulai mengayuh dan berangsur angsur gir dipindah ke yang paling besar agar diperoleh kecepatan yang cukup tanpa membuang banyak tenaga. Namun sistem perpindahan gir konvensional yang menuntut input manual dari pengendara terkadang hanya akan membuat pengendara tidak mencapai keadaan ideal karena konsentrasi yang terbagi, antara mengendalikan sepeda dan mengganti gir sehingga banyak tenaga terbuang. Dengan menerapkan penggerak otomatis pada derailleur belakang, posisi gir akan selalu tepat dan ideal serta konsentrasi pengendara bisa penuh dalam mengendalikan sepeda. Sistem gear otomatis ini memanfaatkan input tidak langsung dari pengendara berupa kecepatan perputaran ban (RPM), dan perputaran pedal, menggunakan Hall sensor pada ban dan Reed switch pada pedal. Sementara aktuator atau penggerak gir belakang menggunakan Motor servo yang menggerakkan komponen derailleur secara langsung. Menghasilkan perpindahan gir yang lebih cepat, spontan dan lebih reliabel. Perpindahan gir secara cepat dan terus menerus juga mampu dijalankan dengan lebih baik, walaupun dibutuhkan power ekstra dari baterai saat motor servo menahan posisi gear.

[DOWNLOAD ABSTRACT]