Author : Muhammad Aksa Hidayat Yani   , Sritrusta Sukaridhoto, Achmad Basuki
ABSTRAK

Prestasi indoesia pada Asean Games terus mengalami penurunan prestasi mulai pada 1962 dengan perolehan 51 medali dan hingga pada 2014 dengan perolehan 20 medali Penurunan prestasi ini dikarenakan kurang maksimalnya sumber daya atlet disebabkan oleh tidak adanya media yang dapat merekam kemampuan atlet di lapangan maka dibutuhkan sebuah platform yang dapat merekam kinerja atlet pada saat sebelum berlari, sedang berlari, dan setelah berlari dengan menggunakan sensor Heart Rate dan sensor Motion Capture. Hasil dari rekaman sensor tersebut akan disimpan kedalam databse.sistem ini menerapkan konsep Internet of Things (IoT) yakni menggunakan raspberry pi, mikrokontroller arduino, sensor heartrate polar T34 untuk menangkap dan mengirim detak jantung ke reciever, sensor motioncapture berbasis gyro yang bernama wearnotch dimana sensor ini berfungsi utuk menangkap gerakan atlet; sensor berkomunikasi dengan sistem dengan menggunakan konektifitas 4G; menggunakan MQTT sebagai edge computing yang berperan sebagai media komunikasi dari sensor ke database; Maria DB dan influx DB sebagai accumulation yang berperan menyimpan data heartrate dan gerakan atlet yang telah direcord oleh sensor; Platform pemantauan kinerja atlet dengan sensor detak jantung dan penangkapan gerakan atlet merupakan aplikasi berbasis web yang mengkolaborasikan segala proses dari sensor hingga ditampilkan ke sistem.Hasil perekaman sensor heartrate dikategorikan baik dikarenakan margin error hanya 0.4%. data sensor wearnotch dapat tersimpan kedalam database, data atlete dapat direcord ketika sebelum olahraga, sedanga olahraga, dan setelah olahraga secara realtime.

[DOWNLOAD ABSTRACT]