Author : Alviansyah Arman Yusuf   , Dwi Kurnia Basuki, Sritrusta Sukaridhoto
ABSTRAK

Internet of Things (IoT) banyak digunakan di berbagai aspek seperti perindustrian, manufaktur, kesehatan, agrikultur dan lain-lain. Dalam penerapannya, sistem pemantauan lingkungan berbasis IoT tersusun atas satu perangkat atau lebih sensor yang diletakkan di berbagai lokasi dan saling terkoneksi menggunakan protokol tertentu. Permasalahan timbul ketika ratusan hingga ribuan perangkat IoT tergabung dalam satu jaringan dan menggunakan model koneksi server-client yang menimbulkan beberapa isu pada proses sinkronisasi serta manajemen akses kontrol. Proyek akhir ini bertujuan untuk membuat suatu sistem jaringan sensor pada kendaraan yang menggunakan teknologi Blockchain untuk memantau enam parameter kualitas udara seperti Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), Ozone (O3), Particulate Matter 2.5(PM2.5) dan Particulate Matter 10 (PM10). Sistem ini menghasilkan suatu visualisasi data yang ditampilkan dalam bentuk tabel, gauge, dan grafik pada antarmuka web untuk memudahkan akses data kepada pengguna. Dari percobaan yang dilakukan dapat dievaluasi bahwa rata-rata waktu pengiriman data menggunakan sistem blockchain adalah 148.16 ms yang mana lebih lambat bila dibandingkan dengan protokol MQTT yang memakan waktu rata-rata 19.29 ms. Selain itu, sistem ini juga telah berhasil mendistribusikan data kepada tiga node yang berbeda menggunakan blockchain dan telah berhasil memvisualisasikan data pemantauan pada web menggunakan grafana.

[DOWNLOAD ABSTRACT]