Author : Aldi Maulana Adrianto   , Ferry Astika Saputra, Rengga Asmara
ABSTRAK

Kelemahan transaksi secara konvensional dengan uang tunai pada pembayaran akademik cukup merugikan. Contohnya, kelalaian siswa atau pegawai saat melakukan transaksi mengakibatkan uang hilang atau kurang dari yang seharusnya dibayarkan. BI (Bank Indonesia) menunjuk Yayasan Nurul Amanah Bangkalan sebagai pilot project penerapan pembayaran secara cashless untuk diterapkan di yayasan atau pesantren lain di Indonesia. Penelitian ini mengajukan suatu penerapan baru dari sistem cashless yang diterapkan pada yayasan atau lembaga pendidikan. Untuk melakukan transaksi cashless, smartcard digunakan sebagai sarana penyimpanan uang secara elektronik. Siswa dapat mengisikan saldo kartu mereka di Bank Mini yang kemudian dapat mereka pergunakan untuk melakukan pembayaran akademik. Cara bertransaksi kartu tersebut dengan men-tap kartu pada card readernya dan memilih transaksi apa yang diinginkan. Semua rekam transaksi diproses oleh sis-tem yang kemudian diteruskan ke pihak management yayasan untuk dimonitor. Management yayasan dapat membuat laporan keuangan berdasarkan data yang telah diperoleh dari sistem. Pembuatan laporan lebih mudah karena sistem mengelompokkan transaksi berdasarkan kriteria atau jenisnya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]