Author : Gema Karya Agung Wahyu Saputro   , Eka Prasetyono, Rachma Prilian Eviningsih
ABSTRAK

Kebutuhan energi listrik saat ini semakin meningkat sehingga menyebabkan penggunaan bahan bakar fosil juga meningkat drastis. Penggunaan energi terbarukan merupakan jawaban yang tepat untuk menggantikan bahan bakar fosil, salah satunya adalah energi surya sebagai pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Salah satu masalah dalam pembangkit listrik tenaga surya adalah tidak semua wilayah / tempat memiliki potensi intensitas cahaya yang tinggi untuk dapat memaksimalkan kinerja dari sistem tersebut. Dengan adanya kontrol MPPT (Maximum Power Point Tracking), kedua sepic konverter akan menghasilkan daya maksimumnya yang akan di integrasikan pada DC bus, sehingga semakin besar daya yang didapat maka semakin besar pula tegangannya yang dapat menyebabkan tegangan pada DC bus melebihi rating tegangan charging pada beban baterai. Dalam hal ini mode CPG (Constant Power Generation) dapat digunakan untuk menghindari overvoltage dengan cara memberi batasan daya pada kedua sepic konverter, sehingga rating tegangan pada charging baterai tetap berada pada batasannya. Apabila daya yang dihasilkan lebih kecil daripada mode CPG, maka sistem kontrol akan beralih menjadi mode MPPT. Algoritma FLC (Fuzzy Logic Controller) menjadi pilihan yang tepat sebagai metode kontrol untuk sistem ini, hal tersebut dikarenakan FLC lebih efektif dan akurat untuk mencapai MPP (Maximum Power Point) daripada metode lainnya. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan 2 panel surya yang terhubung pada masing-masing konverter paralel output dengan beban resistif sebesar 30W, 60W, dan 100W, tegangan output dapat dijaga konstan sebesar 28,8V saat menggunakan kontrol MPPT-CPG, sehingga dapat menghindari overvoltage pada beban. Pada charging baterai 24V/7,2Ah, tegangan charging dapat dijaga konstan sebesar 28,8V saat menggunakan kontrol MPPT-CPG, sehingga dapat menghindari overvoltage saat pengecasan pada baterai.

[DOWNLOAD ABSTRACT]