Author : Mohamad Alvin Hardiawan   , Kemalasari, Eru Puspita
ABSTRAK

Pembuatan yogurt pada saat ini banyak yang masih menggunakan metode lama dengan cara menyimpan susu yang telah difermentasi dengan starter bakteri dalam sebuah toples yang ditutup rapat selama 24 jam. Waktu yang dibutuhkan sangat lama, Oleh sebab itu, dibuat sebuah alat yang dapat memperbaiki beberapa kekurangan yang ada pada teknologi sebelumnya dengan menggunakan heater yang mengubah energi listrik menjadi energi panas sehingga mudah dalam hal pengontrolan. Pengontrolan heater menggunakan Metode Pengendalian Fuzzy Logic untuk mengontrol parameter temperatur yang dibutuhkan dalam proses pasteurisasi dan fermentasi dengan bantuan pemantauan dari sensor termokopel. Selain itu, pada alat dilengkapi sensor ph yang berfungsi untuk mengetahui kadar keasaman yoghurt sebagai parameter pembuatan yoghurt. Untuk menanggulangi pembuatan yoghurt yang terlalu lama yang disebabkan oleh penurunan suhu pada proses pasteurisasi 80⁰C menuju proses fermentasi 43⁰C digunakan pendinginan water treatment menggunakan sirkulasi air yang dililitkan pada pipa tembaga pada panci heater. Secara keseluruhan, Proyek Akhir ini dapat membuat yogurt dalam waktu 384 menit. Sedangkan proyek akhir sebelumnya dapat membuat yogurt dalam waktu 524 menit. Artinya, proyek akhir ini memiliki waktu lebih cepat 140 menit daripada proyek akhir sebelumnya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]