Author : Hafid Ilmanu Romadhoni   , Elly Purwantini, Budi Nur Iman
ABSTRAK

Pengukuran luas tanah maupun survei tanah, pada umumnya dilakukan oleh instansi pertanahan dan orang awam yang juga ingin melakukan pengukuran terkendala dengan alat, karena alat pengukuran tanah memiliki harga yang mahal. Medan atau lingkungan letak tanah memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang kering, berair, berada di ketinggian, atau kondisi lain yang tidak memungkinkan untuk menggunakan meter manual. Serta bentuk tanah yang tidak hanya segi tiga atau segi empat, jika menemui bentuk yang tidak beraturan maka pengukur akan mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi GPS, menjadi alat yang dapat berfungsi untuk mengukur keliling dan luas dari sebuah bidang tanah. Proses penghitungan luas tanah diproses dengan menggunakan program berbasis metode numerik dengan fokus metode simpson 3/8. Metode integrasi Simpson merupakan pengembangan metode integrasi trapezoida, namun daerah pembaginya bukan berupa trapesium tetapi berupa dua buah trapesium dengan menggunakan pembobot berat di titik tengahnya. Alat yang dihasilkan dari penelitian ini, menerima koordinat posisi dari setiap patok tanah dengan cara user membawanya ke lokasi tersebut. Kemudian dengan data koordinat tersebut, dihasilkan nilai-nilai jarak yang kemudian diolah menggunakan program berbasis simpson 3/8. Pada proyek akhir ini alat dengan program berbasis metode simpson 3/8 memiliki nilai error rata-rata sekitar 1.94%. Sedangkan modul GPS yang digunakan memiliki akurasi rata-rata 5.16 meter. Error penghitungan dapat dipengaruhi oleh akurasi GPS, lokasi pengukuran, dan luasan tanah yang diukur. Sedangkan akurasi GPS dipengaruhi oleh lokasi, cuaca, dan jenis GPS yang dipakai. Dengan demikian, GPS consumer grade dapat dipakai untuk pengukuran luas tanah dengan tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi.

[DOWNLOAD ABSTRACT]