Author : Nabilun Najib Ghoffar Sariman   , Amang Sudarsono
ABSTRAK

Komunikasi wireless bertujuan untuk memudahkan penggunanya. Namun, karena sifatnya yang broadcast, memungkinkan adanya interupsi dari pihak yang tidak diinginkan (hacker) ketika melakukan pentransmisian data. Dalam proses pengiriman data gambar, data bisa didengarkan oleh pihak lain dan disalin atau dicuri. Maka diperlukan proses enkripsi dengan menggukan key yang hanya dipahami dan disetujui oleh 2 node sah yang berkomunikasi. Pada penelitian lain yang telah dilakukan, digunakan data Receive Signal Strength (RSS) untuk dijadikan key. Namun sayangnya, karena hanya ada satu parameter, maka dibutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan data yang cukup untuk mendapat key. Maka, digunakanlah Channel State Information (CSI) yang memuat lebih banyak parameter termasuk RSS. CSI memuat keadaan kanal komunikasi wireless seperti bandwidth, channel, rate, RSS, dan sebagainya. Untuk mendapatkan informasi tersebut digunakan Network Interface Card (NIC) Atheros AR9485. Untuk pembetukan key, tidak hanya frekuensi channel, namun digunakan gabungan dari beberapa parameter yang ada. Ini bertujuan agar mempercepat pembangkitan key, serta mempersulit hacker untuk menebak kombinasi yang digunakan. Key yang diperoleh akan digunakan untuk proses enkripsi menggunakan Advance Encryption Standard (AES).

[DOWNLOAD ABSTRACT]