ANALISA SPASIAL TINGKAT KERAWANAN PENYAKIT DIFTERI DI JAWA TIMUR
ABSTRAK
Penyakit difteri merupakan penyakit serius menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae dan sering menyebabkan KLB (Kejadian Luar Biasa) di berbagai daerah. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, provinsi Jawa Timur merupakan penyumbang kasus penyakit difteri terbesar di Indonesia. Kasus difteri di Jawa Timur cenderung meningkat, khususnya pada tahun 2018 terdapat 753 kasus difteri dari sekitar 39 juta penduduk di 38 kabupaten/kota. Oleh sebab itu diharapkan pemerintah dapat melakukan upaya penanganan dalam pengendalian penyakit ini agar dapat mencegah penularan dan menekan angka penderita difteri di masyarakat. Salah satu upaya penanganannya yaitu dengan menganalisa penyebaran penyakit difteri. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuatlah suatu aplikasi sistem informasi geografis tentang analisa tingkat kerawanan penyakit difteri di Jawa Timur. Proyek akhir ini juga membantu menghitung tingkat kerawanan menggunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) dan memetakan data difteri berdasarkan jumlah penderita, kematian, imunisasi, kepadatan penduduk yang terjadi di masing-masing kabupaten/kota. Hasil dari penelitian ini adalah faktor kriteria Kasus, Kematian, dan Imunisasi sangat berperan penting untuk penghitungan nilai kerawanan difteri dan Metode Jenks Natural Breaks memiliki nilai GVF yang telah mencapai nilai diatas 50% dari range 0 – 1 dengan rentang nilai minimal 0,60 dan maksimal 0,77. Oleh karena itu aplikasi ini dapat menjadi sarana pendukung pemerintah yang informatif dalam analisa tingkat kerawanan penyakit difteri di Jawa Timur.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer