Author : Alvien Vandhi Hanjar   , Amang Sudarsono
ABSTRAK

Kemajuan teknologi internet sebagai penyalur informasi semakin banyak digunakan. Penyaluran informasi tersebut dilakukan secara nirkabel sehingga memungkinkan adanya interupsi dari pihak luar (hacker) saat melakukan pengiriman data. Data tersebut berupa sebuah file teks, dimana saat melakukan proses pengiriman file tersebut dapat terjadi informasi yang diterima tidak sama dengan informasi saat dikirim dan terjadinya pencurian file, sehingga perlu dibuat sistem keamanan untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk membuat sistem keamanan diperlukan sebuah kunci (key). Pada penelitian sebelumnya kunci dapat diekstrak dari RSSI (Received Signal Strength Indicator), tetapi pada RSSI ini mempunyai kekurangan antara lain hanya ada satu parameter yang digunakan dan membutuhkan waktu yang lama untuk pembentukan key. Salah satu cara lain untuk pembentukan key dengan menggunakan CSI. Channel State Information (CSI) adalah informasi tentang keadaan kanal, dimana informasi ini dilihat dari bagaimana sinyal merambat dari pemancar ke penerima. Informasi yang didapat dari CSI dapat berupa time stamp, bandwidth, channel, rate, RSSI, dan lainnya. Informasi tersebut didapat melalui NIC (Network Interface Card) dengan chipset AR9485. Parameter yang didapat tersebut dapat digunakan untuk pembentukan kunci rahasia(Secret Key). Untuk menghasilkan tingkat keacakan yang tinggi parameter yang digunakan tidak hanya Bandwidth tetapi juga bisa ditambahkan dengan parameter lainnya. Secret Key tersebut yang nantinya akan dibuat sebagai enkripsi. Enkripsi yang digunakan menggunakan algoritma Data Encryption Standard (DES).

[DOWNLOAD ABSTRACT]