Author : Muhammad Syafii Wahyu Pratama   , Erik Tridianto, Prima Dewi Permatasari
ABSTRAK

Dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi nasional perlu dilakukan kerjasama antar pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan peran energi terbarukan. Dengan adanya penggunaan energi terbarukan dan daya listrik dari PLN memungkinkan untuk melakukan kolaborasi serta dilakukan manajemen energi. Sehingga mampu meminimalisir penggunaan listrik dari PLN dan mengoptimalkan penggunaan energi listrik dari energi terbarukan. Pada penelitian ini dikembangkan tekhnologi Modular R-EMS. Modular R-EMS merupakan inovasi teknologi yang memungkinkan penggunaan lebih dari satu energi terbarukan yang dapat melakukan monitoring dan kontrol secara wireless menggunakan Internet of Things. Modular R-EMS memiliki interface yang menampilkan data berupa tegangan, arus, daya, persen battery, biaya pemakaian beban perbulan disertai sistem back up beban ketika PLN tidak beroperasi. Pemasangan sensor dilakukan pada NodeMCU dan arduino yang terkoneksi internet. Komunikasi antar sistem menggunakan Internet of Things yang bersifat modular pada konsep mini SCADA R-EMS. Error yang dihasilkan pada tegangan AC 0.9% tegangan DC 1.89% arus AC 0.7% arus DC 3%. Dalam proses pengiriman data berupa arus dan tegangan dari modul ke smartphone memiliki jeda waktu 3 detik. Penggunaan energi PLN pada beban hingga 34.3%-55.6% ketika malam hari. Penggunaan energi terbarukan pada pagi hari 100% pada siang hari 100% pada sore hari 62.5% hingga 100%. Daya berlebih dari energi terbarukan otomatis mengalir ke PLN.

[DOWNLOAD ABSTRACT]