Author : Avies Pitagoras Mukhtar   , Idris Winarno, Fitri Setyorini
ABSTRAK

Serangan kini tidak lagi selalu dalam bentuk fisik, hakekat serangan bisa terjadi secara fisik maupun non fisik bahkan dalam era revolusi industri 4.0 ketika semua serba otomasi dan saling terkoneksi serangan dapat dilakukan oleh seseorang atau komunitas yang bergerak dalam bidang serangan siber yang bertujuan untuk meretas sebuah sistem aplikasi dengan motif mendapatkan keuntungan dari pihak yang dirugikan. Hal tersebut pula lah yang mendasari pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan berupa dikeluarkanya Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengikat perbuatan hukum baik didalam negeri maupun diluar wilayah hukum Indonesia yang dapat merugikan kepentingan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu perlu dilakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan – kemungkinan serangan yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan dibuatkanya sebuah uji kerentanan terhadap serangan sistem keamanan webserver. Dimana dalam hal ini studi kasus dengan menggunakan simulasi dengan melakukan serangkaian vulnerability test masih ditemukan titik lemah dari suatu sistem yang secara konfigurasi masih menggunakan settingan default, dan untuk memaksimalkan proses scanning maka perlu dibuatkan full scanning dengan menambahkan library tools dan direport secara otomatis kepada system administrator agar didapatkan solusi terbaik dalam rangka tindakan pencegahan kedepanya

[DOWNLOAD ABSTRACT]