Author : Mochammad In'amul Mahbubil Mahfudz   , Hani'ah Mahmudah, Okkie Puspitorini
ABSTRAK

Semakin berkembangnya teknologi memicu peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia, hal ini berbanding lurus pula dengan pengguna kendaraan di Indonesia menjadi semakin bertambah jumlahnya. Menurut National Highway Safety Transportation Administration (NHSTA), sekitar 29,7% dari kasus kecelakaan penyebabnya adalah tabrakan depan-belakang, dimana 68% dari tabrakan depan-belakang yang terjadi melibatkan sepeda motor dengan kendaraan lainnya. Peran sepeda motor dalam kasus ini tercatat sebagai kendaraan “penyerang”[1].Pada pengusulan penelitian ini akan dibuat sistem yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan tentang pentingnya berkendara yang aman, dengan cara membuat sistem yang mampu mendeteksi kedalaman injakan tuas rem yang digunakan untuk mengetahui tingkat kedaruratan rem kendaraan, karena akan sangat mempengaruhi keamanan dari kendaraan dibelakang dan sekitarnya, sehingga dibuat pada sisi sensor pengirim (TX) terdapat accelerometer untuk mengetahui posisi kedalam tuas rem yang digunakan, dari posisi tersebut akan dibagi menjadi beberapa kondisi yang akan memiliki inisialisasi data dan respon yang berbeda. Setlah data ditentukan dengan sensor accelerometer, maka data ini akan dikirim dengan sistem visible light communication (VLC) secara wireless ke sisi penerima (RX). Sistem yang dibangun di sisi penerima, dibuat sistem receiver data menggunakan photodioda, dan data itu akan diolah dalam mikroprosesor untuk ditentukan responnya, seperti nyala lampu, suara, serta akan dilengkapi LCD informasi, sehingga apabila ada kondisi darurat, secara otomatis akan memunculkan informasi kondisi terkini. Sistem yang diusung mampu melakukan komunikasi hingga jarak 5 meter dengan sudut 30 derajat antar kendaraan. Diharapkan dari penelitian ini mampu membantu masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan lingkungan berkendara yang aman dan nyaman di Indonesia.

[DOWNLOAD ABSTRACT]