Author : Okky Ardhiansyah   , Tri Harsono, Heny Yuniarti
ABSTRAK

Pengujian kanker serviks dapat dilakukan dengan uji Pap Smear. Pada pengujian Pap Smear didapatkan data berupa citra mikroskopis serviks yang selanjutnya akan dianalisa oleh para ahli patologi. Citra mikroskopis tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kanker serviks dengan metode diagnosa CIN yang dapat digolongkan menjadi empat yaitu Normal, CIN1, CIN2, dan CIN3. Diagnosa CIN dapat diperoleh dari perbandingan jumlah antara sel normal dan sel abnormal. Permasalahan yang timbul yaitu dalam melakukan diagnosa para ahli hanya menggunakan peginderaan saja sehingga memungkinkan terjadinya human error. Dari permasalahan tersebut dibangun suatu sistem yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam proses mendiagnosa. Pengidentifikasian dilakukan dengan menggunakan pengolahan citra dengan beberapa metode yaitu median filter, thresholding, operasi morphology, dan find contour yang tujuan utamanya adalah memisahkan antara sel normal dan sel abnormal pada citra yang kemudian dilakukan proses klasifikasi dengan cara menghitung standar deviasi. selanjutnya, proses diagnosa dilakukan dengan membandingkan jumlah dari sel normal dan sel abnormal kedalam diagnosa CIN. Dari seluruh pengujian yang telah dilakukan sistem dapat melakukan diagnosa dengan tingkat keakuratan sebesar 76,4%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]