Author : Satria Bagas Octavian Setyawan Putra   , Irianto, Moch.Machmud Rifadil
ABSTRAK

Menurut banyak penelitian, ruangan yang bersih dan sejuk tentu akan membuat orang lebih fokus pada pekerjaan sehingga lebih produktif dan bebas stres. Tetapi terkadang ruangan yang sejuk karena air conditioner justru memiliki tingkat konsentrasi partikel udara kotor yang cukup tinggi karena ruangan lembab, apalagi tertutup sehingga timbul jamur dan bakteri pada dinding dinding ruangan. Kondisi seperti ini terjadi pada bengkel elektro mekanik Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Belum lagi aktifitas bengkel yang beroperasi 8 jam/hari, dimana operasional dalam bengkel tersebut banyak menghasilkan partikel plat/ besi pada saat pemotongan atau pengeboran, ditambah asap rokok, dan penggunaan Air Conditioner yang berlebihan, dapat meningkatkan tingkat konsentrasi partikel udara kotor yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan alat pengontrol kebersihan udara otomatis dengan 3 kategori tingkat kebersihan udara yaitu aman, bahaya bagi sebagian orang, dan bahaya bagi semua orang, yang dilengkapi dengan sensor particulate matter (PM1, PM2.5, PM10), sensor cahaya, sensor suhu dan kelembaban, rangkaian kontrol tegangan berbasis mikrokontroler dengan metode kontrol PI. Dengan adanya alat ini, bengkel elektromekanik bisa memiliki tingkat kualitas udara yang tergolong baik sesuai dengan standard yang ada, yaitu PM2.5 < 65 μg/m3 & PM10 < 155 μg/m3

[DOWNLOAD ABSTRACT]