Author : Febriana Dyah Kusuma   , Entin Martiana Kusumaningtyas, Ali Ridho Barakbah
ABSTRAK

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan bahwa penyakit jantung berada pada posisi ketujuh tertinggi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia. Menurut pakar jantung, hal tersebut dikarenakan tingkat peduli masyarakat yang kurang terhadap kesehatan jantungnya. Terlebih diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit dalam pemeriksaan maupun penanganannya. Analisa iridology merupakan salah satu alternatif dalam mendiagnosa kondisi organ jantung yang telah banyak diimplementasikan menjadi sistem terkomputasi. Analisa tersebut dapat memiliki nilai yang lebih akurat saat dikombinasikan dengan sclerology. Penelitian ini bertujuan mengajukan permodelan baru dalam bentuk aplikasi Android, dimana sistem dapat menangkap citra menggunakan perangkat mobile secara langsung dan memberikan informasi pada pengguna terkait adanya indikasi PJK yang terlihat. Proses dalam sistem menggunakan beberapa tahapan seperti pengambilan citra berdasarkan target, pra-processing, ektraksi fitur hingga klasifikasi dengan algoritma tresholding. Teknik yang digunakan dalam menangkap citra target sangat mempengaruhi hasil segmentasi dan klasifikasi. Penelitian ini dibantu oleh pakar dalam Klinik Mugibarokah Surabaya untuk pencarian data set maupun pengujiannya. Hasil dari penelitian memiliki akurasi 82,05% dan error 17,95% yang diujikan pada 39 data individu berbeda. Beberapa kesalahan hasil terjadi karena proses cropping yang tidak tepat, sehingga berdampak pada proses dan hasil segmentasi area.

[DOWNLOAD ABSTRACT]