Author : Fikri Fahrisi   , Eka Prasetyono, Dimas Okky A.
ABSTRAK

Pada sistem tenaga listrik di industri, kurva karakteristik inverse relay arus lebih mengacu pada standar IEC. Selama proses koordinasi proteksi, pada kurva inverse dimungkinkan dapat terjadi perpotongan antara satu kurva dengan kurva lainnya, karena dipengaruhi oleh permintaan beban yang sangat kompleks serta variasi kurva relay yang sangat banyak. Permasalahan ini dapat menyebabkan koordinasi relay menjadi tidak akurat dan berakibat kesalahan dalam operasi pemutusannya. Maka, dalam kondisi semacam ini pemodelan berdasarkan persamaan standar matematis tidak sesuai untuk diterapkan. Sehingga, untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan suatu pemodelan kurva non-standard pada kurva inverse yang berpotongan dengan menggunakan metode pembelajaran Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Dalam proyek akhir ini dibuat prototype relay arus lebih dimana hasil dari pemodelan kurva non-standard akan digunakan dalam pemrograman mikrokontroller. Hasil dari pemodelan dengan arus uji 3,39 ampere diperoleh waktu pemutusan 3,83 detik sedangkan untuk pengujian prototype waktu trip adalah 3,84 detik, sehingga antara target hasil pemodelan terhadap pengujian prototype relay arus lebih memiliki keakuratan yang baik dengan nilai error terkecil yaitu 0,26%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]