STUDI EKSPERIMEN PENGARUH JUMLAH PIPA SALURAN TERHADAP PERFORMA TURBIN FRANCIS
ABSTRAK
Besarnya pertumbuhan penduduk menuntut Indonesia untuk terus membangun pembangkit listrik baru dengan memanfaatkan keanekaragaman sumber energi di Indonesia. PLTA merupakan suatu sistem pembangkit listrik yang terintegrasi dalam bendungan dengan memanfaatkan energi mekanis aliran air untuk memutar turbin. Turbin francis merupakan salah satu komponen penting pada PLTA yang berfungsi untuk mengkonversikan atau mengubah bentuk energi potensial yang dimiliki air menjadi energi mekanik. Air yang mengalir pada pipa saluran dari ketinggian tertentu, dapat merubah menjadi energi tekanan sebelum memasuki guide vane dan sebagian energi tekanan diubah menjadi energi kinetik saat melewati guide vane. Sebagian energi tersebut yang akan menggerakkan poros atau runner. Pipa saluran yang berfungsi untuk mengarahkan aliran sebelum memasuki spiral case dapat divariasikan dengan jumlah satu pipa saluran hingga tiga pipa saluran. Turbin francis yang dirancang dalam skala laboratorium dengan dimensi runner sebesar 30 cm dan jumlah sudu 10 buah memiliki dimensi pipa saluran sebesar 8,9 cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa trendline bila menggunakan 2 pipa saluran lebih baik dibandingkan variasi pipa saluran yang lain dengan nilai efisiensi tertinggi sebesar 6,2%.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer