Author : Endah Insani Kusumaningtyas   , Okkie Puspitorini, Nur Adi Siswandari
ABSTRAK

Konektifitas maritim yang handal dapat membantu dalam sistem telekomunikasi pelayaran yang meliputi komunikasi dari pelabuhan ke kapal maupun komunikasi antar kapal. Kebutuhan berbagai layanan aplikasi untuk telekomunikasi pelayaran baik untuk keselamatan pelayaran hingga pelayanan pelayaran untuk mempermudah proses kegiatan pelayaran tentunya membutuhkan koneksi dengan bandwith yang tinggi. Dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian tentang telekomunikasi pelayaran dengan menerapkan teknologi yang sedang berkembang di Indonesia yaitu IEEE 802.11, dimana memiliki kelebihan dalam hal biaya yang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan teknologi satelit. Nilai RSSI dari pemancar didapat sebesar -95dBm dimana jarak jangkauan seluas 3.7 km dengan antenna omnidirectional. Fungsi nilai ini untuk mengetahui seberapa luas suatu antena dapat menjangkau kapalkapal lain yang berdekatan, dimana bertujuan untuk membentuk suatu link komunikasi multihop. Karena kapal dalam keadaan bergerak, efek Doppler dianalisa untuk mengetahui pergeseran frekuensi carrier, dimana didapatkan pergeseran sebesar 198 Hz dalam keadaan kecepatan maksimal. Analisa konektifitas jaringan antar node (kapal) digunakan algoritma ruting AODV dengan menentukan node selanjutnya berdasarkan nilai hop terkecil dalam satu node yang berada dalam coverage pemancar. Simulasi dilakukan dalam 3 skenario untuk mengetahui kondisi dan kemungkinan yang terjadi dalam lingkungan yang sebenarnya. Skenario-1 terdapat satu node mobile, Skenario-2 terdapat dua node mobile dan skenario yang terakhir adalah skenario yang real, dengan pengambilan data pada keadaan yang sesungguhnya pada pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Selanjutnya proses analisa performansi dengan parameter throughput, end to end delay, dan rasio paket terkirim. Hasil yang didapat dari analisa simulasi protokol AODV dengan menggunakan Simulator OMNeT++ didapatkan nilai terkecil dari packet delivery ratio 63,6%, end-to-end delay sebesar 35 mili detik dan throughput yang sangat bervariasi bergantung dengan ukuran paket data.

[DOWNLOAD ABSTRACT]