Author : Arif Rahman Susetyo   , Arna Fariza, Yuliana Setiowati
ABSTRAK

Dikutip dari CNN tahun 2017, Angka anak-anak yang menderita kekurangan gizi di Indonesia ternyata masih tinggi bila dibandingkan angka ambang batas yang ditetapkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO). Besar dan luasnya masalah gizi pada setiap kelompok usia menurut siklus kehidupan dan saling berpengaruhnya masalah gizi pada siklus kehidupan (Intergenerational Impact). Maka diperlukan kebijakan dan strategi baru untuk perbaikan gizi tersebut. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah sistem informasi geografis untuk mendukung kegiatan pemantauan dan pemetaan status gizi balita di Kota Surabaya berdasarkan klasifikasi target yang ditentukan pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Informasi ini dapat digunakan untuk penyusunan kebijakan kesehatan dan perencanaan kesehatan terutama pada perbaikan status gizi balita. Pemetaan ini dilakukan berdasarkan angka status gizi balita setiap wilayah dibanding target provinsi maupun kota. Status gizi balita didapat dari hasil pengukuran antropometri dengan analisis nilai z-score, untuk dilakukan pengukuran itu variabel – variabel yang digunakan adalah usia, panjang / tinggi badan dan berat badan. Hasil pemetaan yang didapat dapat digunakan untuk pemantauan tingkat status gizi setiap wilayah. Selain itu, terdapat informasi lokasi – lokasi puskesmas dan posyandu di setiap wilayah.

[DOWNLOAD ABSTRACT]