Author : Achmad Hilman Zulfikansyah   , Ainur Rofiq, Moch.Machmud Rifadil
ABSTRAK

Dari sekian banyak jenis energi terbarukan, energi surya menjadi sumber energi terbarukan yang paling penting yang menawarkan banyak keuntungan seperti tanpa memerlukan bahan bakar minyak, tidak menghasilkan polusi, biaya perawatan rendah dan tidak menghasilkan noise. Penerapan sel surya pada sistem mandiri adalah seperti pada pompa air, penerangan jalan, kendaraan listrik, militer dan ruang angkasa. Namun tingginya biaya awal dalam membuat pembangkit listrik tenaga surya serta rendahnya efisiensi dari konversi energi dari panel surya menjadi masalah utama di tengah pengembangannya teknologi ini. Usaha dalam jumlah besar telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja dari energi surya. Dengan metode yang dinamakan Maximum Power Point Tracker (MPPT). Dimana pada titik tersebut, sel surya bekerja pada efisiensi maksimum dan menghasilkan daya keluaran paling besar. Salah satu metode MPPT yang paling banyak digunakan karena kesederhanaan implementasi dan berbagai manfaatnya adalah metode Perturb and Observe. Metode Perturb and Observe (P&O) dapat memberikan steady-state yang baik dan performa yang dinamis dalam kondisi normal. MPPT Algoritma P&O akan digunakan untuk mengoptimalkan daya dari panel surya berkapasitas 100 Wp. Output MPPT berupa duty cycle yang akan digunakan untuk mengatur tegangan ZETA Converter untuk mensuplai beban yang berupa baterai 12 V 12 AH. Adapun hasil dengan menggunakan algoritma P&O yang di aplikasikan di rangkaian Zeta converter mampu meningkatkan daya yang dihasilkan solar cell sebesar 9,15 watt atau naik 20,21 % jika dibandingkan tanpa MPPT.

[DOWNLOAD ABSTRACT]